Willem dan Jayani / Jurnal Terapan Manajemen dan Bisnis (2/2) 2016 / PDF

Please download to get full document.

View again

of 22
13 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
ANALISIS PENGARUH EARNING PER SHARE (EPS) DAN DIVIDEND PER SHARE (DPS) TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN LQ45 YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) TAHUN Willem Jayani
Document Share
Document Transcript
ANALISIS PENGARUH EARNING PER SHARE (EPS) DAN DIVIDEND PER SHARE (DPS) TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN LQ45 YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) TAHUN Willem Jayani Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Earning Per Share (EPS) atau Laba Per Lembar Saham dan Dividend Per Share (DPS) atau Dividen Per Lembar Saham terhadap Harga Saham perusahaan yang tergabung dalam kelompok LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang tergabung dalam kelompok LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun Dari seluruh perusahaan yang masuk dalam kelompok LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ( BEI) tahun Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial baik Earning per share (EPS) maupun Dividend per share (DPS) berpengaruh positif yang signifikan terhadap harga saham. Secara simultan Earning Per Share (EPS) dan Dividen Per Share (DPS) berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham perusahaan yang tergabung dalam LQ45 di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode Kata Kunci : Earning Per Share,Dividend Per Share, LQ45. Abstract This study aims to determine the effect Earning Per Share (EPS) and Dividend Per Share (DPS) on stock price of companies belonging to the group LQ45 listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) in The population of this research is all companies belonging to the group LQ45 listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) in Of the companies included in the group LQ45 listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) in The results showed that the partial good Earning per share (EPS) and dividend per share (DPS) is a significant positive effect on stock prices of companies incorporated in LQ45 in the Indonesia Stock Exchange (BEI) in the period Simultaneously Earning Per Share (EPS) and Dividend Per Share (DPS) positive and significant impact on stock prices of companies incorporated in LQ45 in the Indonesia Stock Exchange (BEI) in the period Based on the results of this study suggested the companies belonging to the group LQ45 to constantly improve its performance so that it can generate profits, and to set appropriate dividend policy. Thus the investor confidence in the company will also increase which in turn will have positive influence on stock prices of companies. Limitations of this study because the sample consists only of companies included in the group LQ45, relatively short study period only covers a period of four years. In future studies suggested that expanding the research object and variable, with a longer period of time, so as to obtain results that are more accurate and comprehensive. Keywords: Earning Per Share, Dividend Per Share, LQ45. 25 Pendahuluan Dalam kondisi persaingan yang semakin ketat, baik dalam skala nasional maupun global, perusahaan yang kuat akan tetap eksis dan perusahaan yang tidak mampu bersaing akan tersingkir dengan sendirinya. Menghadapi persaingan tersebut setiap perusahaan yang ingin tetap eksis dan berkembang dituntut untuk senantiasa memperbaiki dan meningkatkan kinerjanya dengan menggunakan seluruh sumber daya yang dimiliki secara efektif dan efisien. Salah satu sumber daya yang sangat menentukan keberhasilan operasi perusahaan adalah ketersediaan modal. Bagi perusahaan yang memiliki sumber dana intern yang cukup, kebutuhan modal dapat dipenuhi dengan modal dari dalam perusahaan itu sendiri. Namun meskipun kebutuhan dana dapat dipenuhi dari dalam perusahaan., tidak tertutup kemungkinan bagi perusahaan menggunakan modal dari luar perusahaan, baik modal asing dalam bentuk pinjaman maupun modal sendiri dengan menerbitkan dan menjual saham di pasar modal, sepanjang penggunaan modal tersebut masih menguntungkan perusahaan. Sedangkan bagi perusahaan yang tidak memiliki sumber dana internal yang cukup, maka perusahaan harus dapat menutupi kekurangan modal dengan melakukan pinjaman dari pihak luar atau menerbitkan dan menjual saham kepada masyarakat maupun institusi yang memiliki kelebihan dana. Salah satu sumber dana internal perusahaan adalah laba atau keuntungan yang diperoleh dari kegiatan operasi. Pada perusahaan yang sudah go publik, kebijakan mengenai laba yang diperoleh dari kegiatan operasi sangat tergantung dengan kondisi keuangan dan kebijakan perusahaan yang bersangkutan. Laba dapat dibagikan seluruhnya kepada pemegang saham atau ditahan dalam perusahaan (retained earning), atau sebagian dibagikan kepada pemegang saham dan sebagian lagi ditahan dalam perusahaan untuk mengantisipasi berbagai kebutuhan perusahaan. Apabila perusahaan dalam kondisi sangat memerlukan tambahan modal, perusahaan dapat mengambil kebijakan tidak membagikannya kepada pemegang saham melainkan menahan seluruh laba, baik dengan maksud untuk diinvestasikan kembali atau memenuhi kebutuhan operasional perusahaan. Terwujudnya pertumbuhan perusahaan, perolehan laba yang tinggi dan dividen yang tinggi adalah hal yang sangat diinginkan oleh perusahaan. Untuk mewujudkan pertumbuhan perusahaan dan perolehan laba yang tinggi yang akan menentukan besar kecilnya Earning Per Share (EPS) atau laba per lembar saham diperlukan modal yang salah satu sumbernya adalah dari laba yang diperoleh perusahaan. Investasi kembali (re-invested) laba yang diperoleh, tentu sangat baik untuk meningkatkan kemampuan perusahaan beroperasi serta menghasilkan laba. Namun kebijakan tersebut tentu akan sangat mempengaruhi besarnya laba yang dapat dibagikan kepada pemegang saham (dividen). Semakin besar kebutuhan dana perusahaan berarti semakin kecil kemampuan untuk membayar dividen. Penghasilan perusahaan akan digunakan terlebih dahulu untuk memenuhi dananya baru sisanya untuk pembayaran dividen (Martono dan D. Agus Harjito,2000). Jadi semakin besar laba ditahan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan dana perusahaan, maka dividen akan semakin kecil, dan sebaliknya. Semakin besar bagian laba yang dibagikan kepada pemegang saham (dividen), akan menarik minat investor untuk menanamkan dananya dengan membeli saham perusahaan, yang akan mendorong meningkatnya harga saham dan nilai perusahaan. Namun di lain pihak semakin besar bagian laba yang dibagikan kepada pemegang saham, maka laba ditahan yang dapat diinvestasikan kembali dalam perusahaan akan semakin kecil, yang dapat mengganggu bahkan menurunkan kemampuan operasi dan kemampuan perusahaan mendapatkan laba. Besar kecilnya laba yang diperoleh tentu akan mempengaruhi besar kecilnya Earning Per Share (EPS), yang pada gilirannya akan berpengaruh terhadap harga saham perusahaan. Earning Per Share (EPS) yang tinggi akan menarik minat investor atau calon investor untuk berinvestasi dengan membeli saham perusahaan yang akan mendorong meningkatnya harga saham 26 perusahaan. Sebaliknya apabila Earning Per Share (EPS) rendah, maka investor atau calon investor menjadi kurang tertarik untuk berinvestasi membeli saham perusahaan yang akan menurunkan harga saham perusahaan. Sebaliknya semakin besar laba ditahan (retained earning) untuk diinvestasikan kembali dalam perusahaan, di satu sisi dapat meningkatkan kemampuan operasi, mendorong pertumbuhan perusahaan, perolehan keuntungan dan Earning Per Share (EPS), namun di lain sisi semakin besar laba ditahan (retained earning) maka bagian laba yang dibagikan kepada pemegang saham (dividen) juga akan semakin kecil. Semakin kecil dividen saham maka minat investor untuk menanamkan dananya (membeli saham perusahaan) akan menurun, yang pada gilirannya dapat mendorong turunnya harga saham perusahaan yang bersangkutan di pasar modal. Harga saham suatu perusahaan dapat dipengaruhi oleh banyak variabel, diantaranya variabel Earning Per Share (EPS) dan dividen. Dari beberaa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya diantaranya penelitian Putu Ryan Damayanti dan kawan-kawan (2014), penelitian Dorothea Ratih, Apriatni E.P dan Saryadi ( 2013), penelitian Sri Layla Wahyu Istansi(2013), penelitian Endang Wahyuningsih (2010), dan penelitian Nurmala (2006) hasil bervariasi dan masih terdapat ketidakkonsistenan pengaruh. Hal inilah yang mendorong peneliti untuk kembali melakukan penelitian yang diberi judul Analisis Pengaruh Earning Per Share (EPS) dan Dividend Per Share (DPS) Terhadap Harga Saham Perusahaan LQ45 Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun Berdasarkan uraian dalam latar belakang permasalahan diatas, maka yang yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : a. Apakah Earning Per Share (EPS) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Harga Saham perusahaan LQ45 Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun ? b. Apakah Dividend Per Share (DPS) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Harga Saham perusahaan LQ45 Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun ? Berdasarkan permasalahan diatas maka tujuan penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : a. Untuk menganalisis pengaruh Earning Per Share (EPS) terhadap Harga Saham perusahaan LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun b. Untuk menganalisis pengaruh Dividend Per Share (DPS) terhadap Harga Saham perusahaan LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun c. Untuk menganalisis pengaruh Earning Per Share (EPS) dan Dividend Per Share (DPS) terhadap Harga Saham perusahaan LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun Tinjauan Pustaka Earning Per Share Earning Per Share (EPS) disebut juga Laba Per Lembar Saham. Menurut Henry Simamora (2002) laba per saham (earning per share) adalah besarnya laba bersih per lembar saham biasa yang beredar selama satu periode, rasio laba per lembar saham ini mengukur profitabilitas dari sudut pandang pemegang saham biasa. Menurut Tandelilin (2001), Earning Per Share atau laba per lembar saham menunjukkan besarnya laba bersih perusahaan yang siap dibagikan bagi semua pemegang saham perusahaan atau jumlah uang yang dihasilkan (return) dari setiap lembar saham. Bagi para investor, informasi Earning Per Share merupakan informasi yang paling mendasar dan berguna, karena bisa menggambarkan prospek earning perusahaan di masa mendatang. Besar kecilnya Earning Per Share (EPS) atau Laba Per Lembar Saham ini tentu saja sangat tergantung dengan besar kecilnya laba atau keuntungan yang berhasil diperoleh perusahaan dari kegiatan operasinya. Semakin besar laba atau keuntungan bersih yang berhasil diraih perusahaan, maka semakin besar pula laba atau keuntungan per lembar saham yang tersedia 27 bagi pemegang saham. Sebaliknya semakin kecil laba atau keuntungan yang dapat dicapai perusahaan, maka Earning Per Share (EPS) juga akan semakin turun. Besar kecilnya Earning Per Share (EPS) menunjukkan prestasi atau keberhasilan perusahaan dalam menggunakan sumber daya yang dimilikinya. Disamping menunjukkan prestasi perusahaan, besar kecilnya Earning Per Share (EPS) juga mencerminkan tingkat kesejahteraan pemegang saham yang dapat mempengaruhi sikap investor dalam menanamkan modalnya, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi harga saham perusahaan itu sendiri. Para investor akan lebih berminat membeli saham yang memiliki Earning Per Share (EPS) tinggi dibandingkan dengan saham yang memiliki Earning Per Share (EPS) rendah. Jadi Earning Per Share (EPS) yang tinggi mendorong naiknya harga saham, sedangkan Earning Per Share (EPS) yang rendah cenderung membuat harga saham turun. Menurut Garrison dan Noreen (2001) untuk menghitung Earning Per Share (EPS) atau Laba Per Lembar Saham suatu perusahaan adalah dengan membagi Laba Bersih Setelah Pajak atau Earning After Tax (EAT) yang tersedia untuk pemegang saham biasa dengan jumlah saham biasa yang beredar selama satu tahun. Earning Per Share (EPS) = Laba Bersih Jumlah Saham Biasa Yang Beredar Menurut Weston dan Eugene (1999), Earning Per Share (EPS) atau Laba Per Lembar Saham dipengaruhi oleh : a. Penggunaan Utang Hutang merupakan salah satu sumber dana eksternal yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan. Dalam menentukan sumber dana untuk memenuhi kebutuhan operasi perusahaan, manajemen perusahaan dituntut untuk senantiasa mempertimbangkan alternatif struktur modal yang mampu memaksimumkan nilai perusahaan yang tercermin pada harga saham sehingga mengakibatkan perubahan dalam Earning Per Share (EPS) perusahaan. Dalam hal ini perusahaan harus selalu mempertimbangkan berbagai kemungkinan perubahan dalam struktur modalnya yang dapat meningkatkan nilai perusahaan yang tercermin dari harga saham, sehingga mengakibatkan perubahan dalam Earning Per Share (EPS) perusahaan. Brigham dan Houston (2001) mengemukakan bahwa Perubahan dalam penggunaan utang akan mengakibatkan perubahan laba per lembar saham (EPS) dan karena itu, juga mengakibatkan perubahan harga saham. Jadi perubahan dalam struktur modal perusahaan sebagai akibat penggunaan hutang akan mengakibatkan perbahan Earning per Share (EPS), yang pada akhirnya juga mengakibatkan perubahan dalam harga saham. b. Laba Bersih Sebelum Dikurangi Bunga dan Pajak. Dalam rangka memenuhi kebutuhan dana yang diperlukan perusahaan, manajemen perusahaan memiliki beberapa alternatif sumber pendanaan yaitu dengan modal sendiri atau dengan pinjaman dari luar (modal asing). Sutrisno (2001) mengemukakan bahwa Dalam memilih alternatif sumber dananya tersebut, perlu diketahui pada tingkat profit sebelum bunga dan pajak (EBIT) berapa apabila dibelanjai dengan modal sendiri atau hutang menghasilkan EPS yang sama. Jadi dalam memilih sumber pendanaan, perlu diperhatikan tingkat perolehan laba sebelum dikurangi bunga dan pajak yang dapat diperoleh dari penggunaan modal sendiri atau modal asing yang akan menghasilan Earning Per Share (EPS) yang sama. Dalam hal ini penggunaan modal sendiri atau penggunaan modal asing tidak menjadi masalah sepanjang keuntungan sebelum bunga dan pajak dapat menghasilkan Earning Per Share (EPS) atau Laba Per Lembar Saham yang sama. Disamping dipengaruhi oleh penggunaan hutang dan besarnya laba sebelum bunga dan pajak, Earning Per Share (EPS) tentu saja juga dipengaruhi oleh jumlah saham yang beredar. 28 Dalam kaitannya dengan jumlah saham yang beredar, Earning per Share (EPS) akan meningkat apabila: 1) Laba bersih naik dan jumlah lembar saham biasa yang beredar tetap. 2) Laba bersih tetap dan jumlah lembar saham biasa yang beredar turun. 3) Laba bersih naik dan jumlah lembar saham biasa yang beredar turun. 4) Persentase kenaikan laba bersih lebih besar daripada persentase kenaikan jumlah lembar saham biasa yang beredar. 5) Persentase penurunan jumlah lembar saham biasa yang beredar lebih besar daripada persentase penurunan laba bersih. Earning per share (EPS) Saham atau akan mengalami penurunan apabila: 1) Laba bersih tetap dan jumlah lembar saham biasa yang beredar naik. 2) Laba bersih turun dan jumlah lembar saham biasa yang beredar tetap. 3) Laba bersih turun dan jumlah lembar saham biasa yang beredar naik. 4) Persentase penurunan laba bersih lebih besar daripada persentase penurunan jumlah lembar saham biasa yang beredar. 5) Persentase kenaikan jumlah lembar saham biasa yang beredar lebih besar daripada persentase kenaikan laba bersih. Dividen dan Dividen Per Share Keuntungan yang diperoleh perusahaan dari kegiatan operasinya dapat ditahan dalam perusahaan sebagai laba ditahan (retained earning), dan dapat dibagikan seluruhnya atau sebagian kepada pemegang saham tergantung kondisi keuangan dan kebijakan perusahaan. Bagian laba yang dibagikan kepada pemegang saham disebut dividen. Manahan P. Tampubolon (2005) mendefinisikan dividen sebagai pendapatan korporasi yang dibagikan kepada pemegang saham. Menurut Suad Husnan dan Pudjiastuti (2006) dividen adalah pembagian penghasilan yang dibayarkan kepada pemegang saham berdasarkan pada banyaknya saham. Intan (2009) mengemukakan bahwa Dividend Per Share (DPS) atau Dividen Per Lembar Saham merupakan total semua dividen tunai yang dibagikan dibandingkan dengan jumlah saham yang beredar. Kebijakan mengenai dividen biasanya diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), dan besarnya Dividend Per Share (DPS) disamping tergantung dengan besarnya bagian laba yang akan dibagikan juga tergantung dengan banyaknya jumlah saham perusahaan yang beredar. Dividend Per Share (DPS) atau Dividen Per Lembar Saham merupakan informasi yang penting untuk oleh pemegang saham. Karena dengan informasi mengenai Dividend Per Share (DPS) tersebut pemegang saham dapat mengetahui berapa besar keuntungan setiap lembar saham yang akan diterima oleh para pemegang saham. Jika Dividend Per Share (DPS) yang diterima naik maka akan menarik investor untuk membeli saham perusahaan. Dengan banyaknya saham yang dibeli maka harga saham suatu perusahaan di pasar modal akan mengalami kenaikan. Dividen Per Lembar Saham (DPS) = Dividen Tunai Jumlah Saham Yang Beredar Bagian laba yang didistribusikan kepada pemegang saham (dividen) dapat diberikan dalam berbagi bentuk, yaitu dividen tunai, dividen saham, dividen properti dan dividen likuidasi. a) Dividen tunai (cash dividen) yaitu dividen yang dibagikan kepada para pemegang saham dalam bentuk kas (tunai). b) Dividen saham (stock dividend) yaitu dividen yang dibagikan perusahaan bukan dalam bentuk tunai melainkan dalam bentuk saham perusahaan tersebut. c) Dividen properti (property dividend) yaitu dividen yang dibagikan dalam bentuk aktiva lain selain kas atau saham, misalnya aktiva tetap dan surat-surat berharga. 29 d) Dividen likuidasi (liquidating dividend) yaitu dividen yang diberikan kepada pemegang saham sebagai akibat dilikuidasikannya perusahaan. Saham dan Harga Saham Saham adalah tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan usaha dalam suatu perusahaan (Halim, 2007). Definisi lain saham adalah sumber keuangan korporasi yang berasal dari pemilik korporasi dan merupakan bukti kepemilikan atas korporasi oleh pemegangnya serta surat berharga yang dapat diperdagangkan di pasar bursa (bursa efek) (Tampubulon, 2005). Menurut Sunariyah (2003), saham adalah surat berharga sebagai bukti penyertaan atau pemilikan individu maupun institusi yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan yang terbentuk perseroan terbatas (PT). Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2001) saham dapat dedifinisikan tanda pernyataan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas teesebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut. Porsi kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar penyertaan yang ditanamkan di perusahaan tersebut. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa saham merupakan bukti kepemilikan seseorang (pemegangnya) atas suatu perusahaan. Dengan demikian apabila seorang investor membeli saham, maka ia pun menjadi pemilik dan disebut pemegang saham perusahaan. Ada dua jenis saham yaitu saham atas nama dan saham atas unjuk. Saham atas nama yaitu saham yang nama pemilik saham tertera diatas saham tersebut. Jadi, pemilik saham adalah yang menyimpan saham tersebut dan mendapat seluruh hak-hak pemegang saham. Pada saat ini, saham-saham yang diperdagangkan di Indonesia adalah saham atas nama. Untuk itu, pembeli saham harus segera mendaftarkan dan mengadministrasikan saham tersebut atas nama pembeli. Sebab, apabila belum terdaftar sebagai pemegang saham, maka pembeli tersebut tidak berhak mendapatkan seluruh hak-hak pemegang saham (Sunariyah, 2003). Sedangkan saham unjuk yaitu nama pemilik saham tidak tertera di atas saham, tetapi pemilik saham adalah yang memegang saham tersebut. Seluruh hak-hak pemegang saham akan diberikan pada penyimpan saham tersebut (Anoraga dan Pakarti, 2003). Baik saham atas nama maupun saham atas unjuk dapat diperjualbelikan dengan prosedur tertentu. Pemegang saham mengharapkan memperoleh keuntungan dari dividen yang dibagikan secara periodik dan dari keuntungan capital gain yaitu nilai saham yang terus meningkat di atas harga beli saham. Perilaku investor di pasar saham pada umumnya membeli saham bila mereka tahu bahwa harga saham dinilai terlalu rendah atau undervalued yaitu harga pasar saham dibawah nilai sebenarnya dan mer
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks