UPAYA SEKOLAH DALAM MENDORONG KEAKTIFAN SISWA DALAM MENGIKUTI KEGIATAN KEAGAMAAN DI MADRASAH TSANAWIYAH AL USWAH KARANGJATI, KEC.

Please download to get full document.

View again

of 54
6 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
UPAYA SEKOLAH DALAM MENDORONG KEAKTIFAN SISWA DALAM MENGIKUTI KEGIATAN KEAGAMAAN DI MADRASAH TSANAWIYAH AL USWAH KARANGJATI, KEC. BERGAS, KAB. SEMARANG TAHUN 2016 SKRIPSI Disusun Untuk Memperoleh Gelar
Document Share
Document Transcript
UPAYA SEKOLAH DALAM MENDORONG KEAKTIFAN SISWA DALAM MENGIKUTI KEGIATAN KEAGAMAAN DI MADRASAH TSANAWIYAH AL USWAH KARANGJATI, KEC. BERGAS, KAB. SEMARANG TAHUN 2016 SKRIPSI Disusun Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Oleh : FATMA MAULIDA NIM: JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA 2017 ii iii iv v MOTTO )٤: ( ق د ك ا ت ن ك ى أ س ج ف ي ا ت س ي ى ان ر ي ي ع... ان ت ح Artinya: Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia... (QS. Al Mumtahana :4) ن ق د كا ن ك ى ف ي ز س ل هللا أ س ج ح س ح ن كا ي س ج هللا ان ي و األ خ س ) 21: ذ ك س هللا ك ث ي سا )األحزاب Artinya: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah (QS. Al Ahzab :21) vi Karya kecil ini kupersembahkan kepada: PERSEMBAHAN 1. Kepada Ibu Umayah serta bapak Kasiran sebagai orang tua ku yang telah mendukung dan do a yang diberikan selama ini, semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan dan keselematan kepadanya dan Allah SWT selalu meridho i-nya kepada mereka berdua. 2. Untuk suamiku yaitu Miftakhul Arifin sebagai pemimpin dalam keluarga kecilku, semoga Allah SWT selalu menjaganya dalam keadaan apapun. 3. Para dosen IAIN Salatiga yang telah memberikan bekal ilmu untuk masa depanku, mulai semester awal hingga akhir. 4. Kepada bapak Dr. Fatchurrohman, S.Ag., M.Pd selaku dosen pembimbing skripsi yang telah meluangkan waktunya untuk membimbing dan memotivasi saya dengan sabar dan ikhlas hingga sampai terselesaikannya skripsi ini. 5. Sahabatku Lisna Oktavia yang selalu siap untuk aku ajak berjuang demi kelancaran skripsi. 6. Sahabatku Winda yang selalu mengantarku dalam proses penelitianku, terima kasih atas bantuan yang diberikannya. vii KATA PENGANTAR Puji syukur senantiasa penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat han hidayah-nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Sholawat serta salam selalu tercurahkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW yang telah kita nanti-nantikan syafa atnya kelak di yaumul kiyamah. Segala syukur penulis panjatkan sehingga dapat menyelesaikan tugas skripsi ini dengan judul UPAYA SEKOLAH DALAM MENDORONG KEAKTIFAN SISWA DALAM MENGIKUTI KEGIATAN KEAGAMAAN DI MADRASAH TSANAWIYAH AL USWAH, KARANGJATI, KECAMATAN BERGAS, KABUPATEN SEMARANG TAHUN Skripsi ini disusun sebagai syarat untuk memperoleh gelar S1 Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Jurusan Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga. Dalam menyelesaikan skripsi ini penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan, sehingga dalam menyelesaikannya penulis menyadari bahwa tanpa bantuan dari berbagai pihak penulis tidak akan dapat menyelesaikan skripsi ini dengan lancar. Oleh karena itu penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada: 1. Bapak Dr. H. Rahmat Haryadi, M.Pd. selaku Rektor IAIN Salatiga 2. Bapak Suwardi, M.Pd. selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan 3. Ibu Siti Rukhayati, M.Ag. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam viii ix ABSTRAK Maulida, Fatma Upaya Sekolah Dalam Mendorong Keaktifan Siswa Dalam Mengikuti Kegiatan Keagamaan Di Madrasah Tsanawiyah Al Uswah Karangjati, kecamatan Bergas, kabupaten Semarang Tahun Program Studi S1 PAI Institut Agama Islam Negeri. Pembimbing Dr. Fatchurrohman, S.Ag., M.Pd. Kata Kunci: Kegiatan Keagamaan, Metodologi Pendidikan Agama Islam Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan apa yang ada di Madrasah Tsanawiyah Al Uswah. Pertanyaan yang ingin dijawab melalui penelitian ini adalah (a) Apa bentuk kegiatan keagamaan di Madrasah Tsanawiyah Al Uswah, Karangjati, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang tahun 2016, (b) Apa upaya sekolah dalam mendorong keaktifan siswa di Madrasah Tsanawiyah Al Uswah, Karangjati, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang tahun 2016, (c) Bagaimana tingkat keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan keagamaan di Madrasah Tsanawiyah Al Uswah, Karangjati, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang tahun 2016, (d) Apa problem dan solusi yang dihadapi di Madrasah Tsanawiyah Al Uswah, Karangjati, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang tahun 2016, untuk menjawab pertanyaan tersebut peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Dalam melaksanakan penelitian penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif, yang dari penelitian tersebut menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis dan lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Adapun subjek dan objek penelitian tersebut yaitu kepala sekolah, koordinator agama dan guru mata pelajaran agama Islam sedangkan objeknya yaitu MTs Al Uswah Bergas. Dalam proses pengumpulan data, penulis menggunakan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun dalam proses pengecekan dan keabsahan data, peneliti menggunakan metode triangulasi data yaitu dengan membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif. Berdasarkan analisa data yang didapatkan bahwa kegiatan keagamaan di Madrasah Tsanawiyah Al Uswah dilaksanakan dengan dua macam ibadah mahdah dan ghairu mahdah serta upaya sekolah yang dilakukan sekolah dalam mendorong keaktifan siswa dengan cara pembinaan dan pendampingan. Tingkat keaktifan siswa dalam mengikuti keagamaan sangat tinggi dilihat selama peneliti melaksanakan penelitian dan juga ada problematika bagi siswa yaitu rendahnya kesadaran siswa dalam mengikuti keagamaan dan problematika dari guru kurangnya keteladanan dari guru dalam melaksanakan kegiatan keagamaan di Madrasah Tsanawiyah Al Uswah. x DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL....i HALAMAN BERLOGO....ii HALAMAN NOTA PEMBIMBING....iii HALAMAN PENGESAHAN....iv PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN....v MOTTO... vi PERSEMBAHAN... vii KATA PENGANTAR... viii ABSTRAK... x DAFTAR ISI... xi DAFTAR LAMPIRAN... xv BAB I PENDAHULUAN... 1 A. Latar Belakang... 5 B. Rumusan Masalah... 4 C. Tujuan Penelitian... 6 D. Manfaat Penelitian... 6 E. Penegasan Istilah... 7 F. Metode Penelitian Pendekatan dan Jenis Penelitian Kehadiran Peneliti Lokasi Penelitian Sumber Data Teknik Pengumpulan Data...9 xi 6. Analisi data Pengecekan Keabsahan Data...12 G. Sistematika Penulisan BAB II KAJIAN TEORI A. Motivasi 1. Pengertian Motivasi Motivasi Intrinsik dan Motivasi Ekstrinsik Fungsi Motivasi dalam Belajar B. Metodologi Pendidikan Agama Islam 1. Pengertian Metodologi Pendidikan Agama Islam Ruang Lingkup Metodologi Pendidikan Agama Islam Tujuan Metodologi Pendidikan Agama Islam...23 C. Pendekatan Pendidikan Agama Islam 1. Pengertian Pendekatan Pendidikan Agama Islam Macam-Macam Pendekatan Pendidikan Agama Islam...26 D. Metode Pembiasaan 1. Pengertian Metode Pembiasaan Landasan Teori Metode Pembiasaan Kelebihan dan Kekurangan Metode Pembiasaan...30 BAB III PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN...32 A. Paparan Data Madrasah Tsanawiyah Al Uswah Identitas Sekolah Sejarah Sekolah...33 xii 3. Visi dan Misi Sarana dan Prasarana Data Ketenagaan dan Siswa Kegiatan Ekstrakulikuler Jadwal Pembiasaan Sholat Dhuha dan Dhuhur Struktur Organisasi...43 B. Temuan Penelitian Kegiatan Keagamaan di Madrasah Tsanawiyah Al Uswah Upaya Sekolah dalam Mendorong Keaktifan Siswa di Madrasah Tsanawiyah Al Uswah Tingkat Keaktifan Siswa dalam Mengikuti Kegiatan Keagamaan di Madrasah Tsanawiyah Al Uswah Problematika Kegiatan Keagamaan di Madrasah Tsanawiyah Al Uswah...52 BAB IV PEMBAHASAN...54 A. Kegiatan Keagamaan di Madrasah Tsanawiyah Al Uswah...54 B. Upaya Sekolah dalam Mendorong Keaktifan Siswa di Madrasah Tsanawiyah Al Uswah...60 C. Tingkat Keaktifan Siswa dalam Mengikuti Kegiatan Keagamaan di Madrasah Tsanawiyah Al Uswah...64 D. Problematika Kegiatan Keagamaan di Madrasah Tsanawiyah Al Uswah...68 xiii BAB V PENUTUP...73 A. Kesimpulan...73 B. Saran...75 DAFTAR PUSTAKA...76 RIWAYAT HIDUP PENULIS LAMPIRAN-LAMPIRAN DOKUMENTASI xiv DAFTAR LAMPIRAN 1. Daftar SKK 2. Nota Pembimbing 3. Surat Izin Penelitian 4. Surat Keterangan Penelitian 5. Daftar Inisial 6. Lembar Konsultasi 7. Dokumentasi 8. Jadwal Kegiatan Siswa 9. Catatan Kabid Daftar Siswa Madrasah Tsanawiyah Al Uswah 10. Daftar Alamat Guru Madrasah Tsanawiyah Al Uswah 11. Daftar Riwayat Hidup xv BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Lembaga pendidikan merupakan suatu instuisi, media, forum, atau situasi dan kondisi tertentu yang memungkinkan terselengaranya proses pembelajaran, baik secara terstruktur maupun secara tradisi yang telah diciptakan sebelumnya (Roqib, 2009: 121). Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang memiliki tujuan, sistem, kurikulum, gedung jenjang, dan jangka waktu yang telah tersusun rapi dan lengkap. Salah satunya yaitu madrasah yang memiliki potensi besar sebagai sekolah umum yang bercorak Islam dengan memadukan antara ilmu-ilmu agama dengan ilmu-ilmu umum didalamnya. Menurut Hamid an-nashir dan Kulah Abd al-qadir darwis, mendefinisikan pendidikan Islam sebagai proses pengarahan perkembangan manusia (r ayah) pada sisi jasmani, akal, bahasa, tingkah laku, dan kehidupan sosial dan keagamaan yang diarahkan pada kebaikan menuju kesempurnaan (Roqib, 2009: 17). Pendidikan dapat terwujud dengan baik apabila didalamnya terdapat guru baik pula sebagai wujud perkembangan mutu pendidikan. Guru sebagai tenaga pendidik dalam memajukan perkembangan peserta didik. Serta dengan adanya guru mampu adanya dorongan untuk melakukan aktifitas kegiatan belajar mengajar. Seorang guru adalah pembangkit semangat bagi siswanya terutama di dalam lingkungan sekolah. Mereka yaitu para pendidik yang mampu memberikan 1 dorongan untuk bisa membangkitkan semangat siswanya di sekolah. Guru adalah fasilitator bagi siswa, yang memberikan arahan dengan baik. Guru adalah salah satu komponen manusiawi dalam proses belajar mengajar, yang ikut berperan dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial di bidang pembangunan. Oleh karena itu guru yang merupakan salah satu unsur di bidang kependidikan harus berperan secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga profesional, sesuai dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang (Sardiman, 1994: 123). Guru juga sebagai teladan bagi siswanya, guru harus bisa memberikan contoh keteladan yang bisa memotivasi siswa sehingga apa yang dilakukan guru dapat ditiru siswa dengan baik. Di Madrasah Tsanawiyah Al Uswah guru melaksanakan kegiatan sholat berjama ah dengan giat maka akan ditiikuti dengan siswa yang bersemangat juga dalam melaksanakan kegiatan rutinitas tersebut di sekolahan. Sehingga antara guru dan siswa saling melaksanakan kewajibannya dengan tujuan yang sama yaitu untuk melatih kedisiplinan dan juga ibadah tersebut dilaksanakan semata-mata hanya karena untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Menurut James W. Brown (dalam Sardiman, 1994: 142) mengemukakan tugas dan peranan guru antara lain: menguasai dan mengembangkan materi pelajaran, merencana dan mempersiapkan pelajaran sehari-hari, mengontrol dan mengevaluasi kegiatan siswa. Seperti halnya kegiatan keagamaan yang ada di Madrsah Tsanawiyah dengan bentuk kegiatan rutinan yang berbeda-beda yang dilakukan siswa di Madrasah Al Uswah. Banyak lembaga sekolah yang bisa 2 memberikan peluang bagi siswanya untuk terus beraktifitas terutama di dalam maupun dilingkungan sekolah. Salah satunya adalah di Madrsah Tsanawiyah Al Uswah yang bisa dikatakan adalah sekolah yang kebanyakan siswanya adalah aktif dalam mengikuti semua kegiatan keagamaan yang ada di sekolahannya. Kegiatan yang ada disekolah sangat diperlukan karena dengan adanya kegiatan tersebut mampu mendorong minat siswa untuk terus melakukan kegiatan tanpa adanya suruan dari guru. Salah satunya di Madrasah Tsanawiyah Al Uswah yang memiliki banyak kegiatan keagamaan akan tetapi disisi lain banyak faktor yang mempengaruhinya. Kurangnya kesadaran dari siswa ketika melaksanakan kegiatan keagamaan seperti sholat dhuha dan dhuhur jamaah yang terkadang siswa ada yang males, terlalu lama ketika mengambil air wudhu dan juga alasan lainnya. Sekolah yang berbasis Islam ini sebagian sudah ada yang tertib dalam hal keagamaan seperti halnya ketika sholat dhuha yang dilaksankan setiap harinya dengan bergantian sesuai urutan kelas mulai dari kelas tujuh sampai dengan kelas sembilan. Sholat dhuha di sekolahan sudah dilaksanakan dari tahun ke tahun sehingga anak-anak sudah terbiasa dengan adanya kegiatan tersebut. Pelaksanaan sholat dhuha di rolling atau bergantian dikarenakan supaya tidak bertempuran dengan kelas lain yang sedang proses kegiatan belajar mengajar. Sehingga pembiasaan sholat sudah ada jadwal sendiri sesuai kelas masing-masing. Sholat dilaksanakan jam WIB. Tidak hanya itu, di Madrasah Tsanawiyah tersebut juga melaksanakan sholat dhuhur berjamaah yang 3 dilaksanakan di aula sebagai mushola khusus untuk melaksankan kegiatan keagamaan. Akan tetapi disisi lain masih ada siswa yang bertele-tele ketika hendak mengambil air wudhu sebelum melaksankan sholat. Terutama bagi anak putra, ada yang mainan sama temannya, ada yang masih nongkrong di depan tempat wudhu. Namun tidak memungkiri pula bahwa ketika mendengar adzan tiba seluruh siswa di Madrasah Tsanawiyah langsung bergegas langsung keluar untuk melaksanakan sholat dhuhur berjamaah, dengan di imam dari salah satu guru di Madrasah Tsanawiyah sesuai jadwal yang sudah dibuat. Di Madrasah Tsnawiyah Al Uswah juga dibiasakan guru kelas atau wali untuk membaca asmaul husna sebagai kegiatan apel pagi di dalam kelas masing-masing. Kegiatan yang ada di Madrasah Tsanawiyah Al Uswah di bedakan dalam tiap kelas yang berbeda misalnya kelas tujuh diwajibkan menghafal huruf hijayyah karena untuk mengetahui seberapa bisa siswa tersebut, tujuan dilaksanakan menghafal huruf hijayyah tersebut karena kelas awal yaitu kelas tujuh ada yang almuni dari Madrasah Ibtida iyah (MI) ataupun Sekolah Dasar (SD) sehingga perlu adanya pengulangan dasar. Sedangkan kelas sembilan yang harus diwajibkan menghafal surat pendek dan materi tentang sholat wajib. Kelas sembilan sebagai kelas yang paling tertua di wajibkan harus bisa tahlil atau yasinan. Karena berhubung kebanyakan masyarakat sekitar Madrasah Tsanawiyah Al Uswah Nahdiyin maka dari itu permintaan warga supaya siswa Madrasah Tsanawiyah mampu tahlil. Karena pandangan warga sekitar anak zaman sekarang itu tidak bisa 4 tahlil, dan ketika salah satu orang tua ada yang meninggal dapat mendo akanynya dengan tahlil. Maka dari itu diharuskan bisa tahlil khusus untuk kelas sembilan. Banyak permasalahan yang menjadi faktor untuk mengetahui bagaimana upaya sekolah tersebut untuk mendorong semangat dalam mengikuti kegiatan keagamaan di Madrasah Tsanawiyah Al Uswah. Demi menjawab uraian permasalahan dan pemikiran tersebut, peneliti terdorong untuk melakukan suatu penelitian yang berjudul : UPAYA SEKOLAH DALAM MENDORONG KEAKTIFAN SISWA DALAM MENGIKUTI KEGIATAN KEAGAMAAN DI MADRASAH TSANAWIYAH AL USWAH, KARANGJATI, KECAMATAN BERGAS, KABUPATEN SEMARANG TAHUN B. Rumusan Masalah Sebagai pokok permasalahan dalam penelitian ini, maka penulis merumuskan beberapa pokok permasalahan, yaitu: 1. Apa bentuk kegiatan keagamaan di Madrasah Tsanawiyah Al Uswah, Karangjati, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang tahun 2016? 2. Apa upaya sekolah dalam mendorong keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan keagamaan sholat berjamaah di Madrasah Tsanawiyah Al Uswah, Karangjati, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang tahun 2016? 3. Bagaimana tingkat keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan keagamaan di Madrasah Tsanawiyah Al Uswah, Karangjati, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang tahun 2016? 5 4. Apa problem dan solusi yang dihadapi di Madrasah Tsanawiyah Al Uswah, Karangjati, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang tahun 2016? C. Tujuan Penelitian Sesuai rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui bentuk kegiatan keagamaan di Madrasah Tsanawiyah Al Uswah, Karangjati, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang tahun Untuk mengetahui upaya sekolah dalam mendorong keaktifan siswa di Madrasah Tsanawiyah Al Uswah, Karangjati, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang tahun Untuk mengetahui tingkat keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan keagamaan di Madrasah Tsanawiyah Al Uswah, Karangjati, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang tahun Untuk mengetahui problematika yang dihadapi di Madrasah Tsanawiyah Al Uswah, Karangjati, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang tahun D. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi semua kalangan masyarakat pada umumnya dan khususnya dapat bermanfaat bagi para pendidik yaitu guru dan seluruh anggota sekolah. Adapun manfaat yang diharapkan adalah sebagai berikut: 6 1. Manfaat Theoretical Secara teorietis penelitian ini akan memberikan wawasan dan pengetahuan, mengenai upaya sekolah dalam mendorong keaktifan siswa untuk mengikuti kegiatan keagamaan. 2. Manfaat Praktis Secara praktis hasil penelitian sebagai bahan masukan, terutama bagi sekolah dan guru di Madrasah Tsanawiyah Al Uswah, mengenai upaya sekolah dalam mendorong keaktifan siswa untuk mengikuti kegiatan keagamaan. E. Penegaasan Istilah Agar tidak terjadi salah penafsiran terhadap judul skripsi di atas, maka penulis akan memaparkan penegasan istilah sebagai berikut: 1. Keaktifan Aktif yang berasal dari giat (bekerja, berusaha) sedangkan keaktifan adalah kegiatan yang dilakukan dengan kesibukan (Poerwadarminta KUBI, 2007: 20). Aktif adalah pembelajaran model PAKEM yang digunakan dengan memungkinkan peserta didik berinteraksi secara aktif dengan lingkungan, memanipulasi obyek tersebut. Dalam hal ini guru pun terlihat secara aktif, baik dalam hal merancang, melaksanakan dan mengevaluasi proses pembelajarannya (Daryanto, 2012: ). 7 2. Keagamaan Agama adalah segenap kepercayaan kepada Tuhan serta dengan ajaran kebangkitan dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan itu sedangkan keagamaan adalah sifat-sifat yang terdapat dalam agama atau segala sesuatu mengenai agama (Poerwadarminta KUBI, 2007: 10). F. Metode Penelitian Dalam suatu penelitian, metode mutlak diperlukan karena merupakan cara yang teratur dan sistematis untuk mencapai suatu tujuan yang diharapkan. Metode ini diperlukan agar hasil penelitian dapat diperoleh secara optimal. 1. Pendekatan dan Jenis penelitian Pendekatan penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain, secara holistik, dan dengan cara deskriptif dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah (Moleong, 2009: 6). 2. Kehadiran Peneliti Dalam penelitian kualitatif peneliti merupakan instrumen utama pengambil data. Peneliti merupakan perencana, pelaksana pengumpulan data, analisis, penafsir data, dan pada akhirnya ia menjadi pelapor hasil penelitiannya. 8 Pengertian instrumen atau alat penelitian disini tepat karena peneliti menjadi segalanya dari keseluruhan proses penelitian (Moleong, 2009: 168). 3. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah Al Uswah, Kelurahan Karangjati, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. 4. Sumber Data Menurut Lofland dan Lofland yang dikutip oleh (Moleong, 2009: 168) sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata, dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Berkaitan dengan hal itu pada bagian ini jenis datanya dibagi ke dalam kata-kata dan tindakan, sumber data tertulis dan foto. Jenis-jenis data diatas digolongkan menjadi dua yaitu sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer adalah sumber data yang dikumpulkan langsung dari informan utama yaitu kepala sekolah dan guru agama dan siswa di Madrasah Tsanawiyah Al Uswah. Sedangkan sumber data sekunder adalah sumber data yang mendukung penelitian seperti dari guru mata pelajaran lain selain agama d
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks