TINGKAT KEPUASAN KELUARGA BERPENDAPATAN RENDAH TERHADAP SUMBERDAYA YANG DIMILIKI

Please download to get full document.

View again

of 15
15 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
Jur. 11m. Kel. dan Kons., Agustus 2009, p: ISSN : Vol. 2, No.2 Vol. 2,: TINGKAT KEPUASAN KELUARGA BERPENDAPATAN RENDAH TERHADAP SUMBERDAYA YANG DIMILIKI Satisfaction Level oflow Income
Document Share
Document Transcript
Jur. 11m. Kel. dan Kons., Agustus 2009, p: ISSN : Vol. 2, No.2 Vol. 2,: TINGKAT KEPUASAN KELUARGA BERPENDAPATAN RENDAH TERHADAP SUMBERDAYA YANG DIMILIKI Satisfaction Level oflow Income Family on Their Resources Ownership RANI ANDRIANI BUDI KUSUMO\ MEGAWATI SIMANJUNTAK 2 ' 1Staf Pengajar Jurusan Soslal Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Padtajaran, Jalan Raya Bandung - Sumedang KM 21, Jatlnangor. Sumedang Stat Pengajar Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusla, Institut Pertanlan Bogor, Jalan Lingkar Kampus IPB Dramaga, Bogor ABSTRACT. Family function as a system is very urged by what to be the aims of life and ownership of resources. FamHy's aims can be reached when resources available. Satisfaction level on family's resources ownership is influenced by family's values. The aimed of this research were to identify the ownership of resources of low income family and to analyze the satisfaction level on resources ownership by low income family. This research was a cross sectional study in thirty poor families that lived in urban area. In low income family, resources ownership (especially physical resources) is limited. Average of income per capita per month was Rp ,00. Income was used only for daily food consumption, just enough to eat and not considering family nutrient requirement aspects. Because of this economy limitedness, many families had childrens who dropped out school. In general, physical resources that owned by family can only fulfil half of samples' expectation, while non physical resources factor in general can fulfil samples' expectation. Samples's age correlated positively with the satisfaction level, while education correlated negatively with satisfaction level. Family income not correlated with samples satisfaction level. Satisfaction was influenced by how the families managed the income to fulfill daily needs. Key words: non-physical satisfaction PENDAHULUAN resources, Kemiskinan sebagai suatu fenomena sosial tidak hanya dialami oleh negaranegara sedang berkembang tetapi juga terjadi di negara sudah mempunyai kemapanan di bidang ekonomi. Oi Indonesia, jumlah penduduk miskin sejak terjadinya krisis ekonomi tahun 1998 belum menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan sebelum krisis ekonomi. Pada Tahun 2007, jumlah penduduk miskin mencapai juta jiwa atau 18.6 persen dan jumlah penduduk di Indonesia (BPS 2008). Kemiskinan telah membuat jutaan anak-anak tidak bisa mengenyam pendidikan berkualitas, kesulitan membiayai kesehatan, kurangnya physical resources, poverty, tabungan dan tidak adanya investasi, kurangnya akses ke pelayanan publik, kurangnya lapangan peke~aan, kurangnya jaminan sosial dan perlindungan terhadap keluarga, menguatnya arus urbanisasi ke kota, dan lebih parah, kemiskinan menyebabkan jutaan rakyat memenuhi kebutuhan pangan, sandang dan papan secara terbatas. Keluarga hidup dalam kondisi miskin melakukan suatu strategi untuk dapat bertahan di tengah keterbatasan. Rumah tangga petani di pedesaan contohnya menerapkan pola nafkah ganda sebagai bag ian dan strategi ekonomi. Oalam pola itu sejumlah anggota keluarga usia kerja terlibat meneari nafkah di berbagai sumber. baik on farm maupun off farm. Oalam strategi nafkah memili sebagl hanya pendaj produ~ pendaj Sayog KI dan tt keseja berbee keseja belum Konse orang eara 11 memb tentan tingka1 Sianip teraan merup dipero meng~ diterirr teraan dan bl dari I terseb suatu sebag pemer dipero 2002). T pemer dipero melall wanita peran. meng~ meng~ Jawa penga Seba{; meng. seean setela 1981) paling I keluar -I....,. _,~:,,,,;;...~t' «'I'I wetrtt! 117 t 7' 1. 2, No.2 Vol. 2,2009 TINGKAT KEPUASAN KELUARGA BERPENDAPATAN RENDAH 123 NDAH 2 itas 600 i ims hen is the ;t;on ross me age for ient had by ces ted with ei. lfijl ~rty, estasi, publik, kerjaan, dan eluarga, ta, dan iskinan ~menuhi papan kondisi i untuk atasan. ~desaan nafkah strategi ejumlah terlibat er, baik strategi nafkah tersebut, wanita seperti juga pria memiliki peran sangat penting sebagai pencari nafkah. Wanita tidak hanya ter1ibat dalam kegiatan reproduksi tak langsung menghasilkan pendapatan, tetapi juga dalam kegiatan produksi langsung menghasilkan pendapatan (White, Hart, Pudjiwati Sayogyo dalam Sitorus 1991). Kesejahteraan merupakan harapan dan tujuan hidup setiap orang. Tingkat kesejahteraan setiap orang dapat berbeda-beda dalam arti keadaan kesejahteraan dial ami seseorang belum tentu sarna bagi orang lain. Konsep kesejahteraan adalah sesuatu bersifat subjektif dimana setiap orang mempunyai pedoman, tujuan dan cara hidup berbeda-beda sehingga memberikan nilai-nilai berbeda pula tentang faktor-faktor menentukan tingkat kesejahteraan (Sukirno dalam Sianipar 1997). Selanjutnya kesejahteraan menurut Sawidak (1985) merupakan sejumlah kepuasan diperoleh seseorang dali hasil mengkonsumsi pendapatan diterima. namun tingkatan dari kesejahteraan itu sendiri merupakan sesuatu bersifat relatif karena tergantung dari besarnya kepuasaan diperoleh dari hasil mengkonsumsi pendapatan tersebut. Kesejahteraan ekonomi dari suatu keluarga biasanya didefinisikan sebagai tingkat kepuasan atau tingkat pemenuhan kebutuhan telah diperoleh oleh keluarga (Park & Kim 2002). Tingkat kepuasan keluarga terhadap pemenuhan kebutuhan telah diperoleh keluarga dapat tercermin melalui tingkat kepuasan ibu. Ibu atau wanita secara tradisional menduduki peranan sangat penting dalam mengelola rumah tangga. Geertz (1961) menggambarkan bahwa dalam keluarga Jawa ditemukan adanya peranan wan ita lebih besar dalam proses pengambilan keputusan dalam keluarga. Sebagai istri, wanitalah dipercaya mengelola keuangan keluarga. walaupun secara formal suami memutuskan setelah berunding dengan istri (Sajogyo 1981 ). Sebagai pengelola sumberdaya dimiliki keluarga, wanitalah paling merasakan apakah sumberdaya dimiliki dapat mencukupi kebutuhan keluarganya. Secara umum, penelitian 101 bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan keluarga berpendapatan rendah mengenai kecukupan sumberdaya mereka miliki. Sedangkan secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumberdaya dimiliki oleh keluarga berpendapatan rendah serta menganalisis tingkat kepuasan terhadap sumberdaya dimiliki oleh keluarga berpendapatan rendah. METODE Desain, Lokasl, dan Waktu Penelitian ini merupakan studi crosssectional. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Cisaranten Kulon, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan bahwa lokasi tersebut merupakan salah satu wilayah di Kota Bandung memiliki jumlah penduduk miskin cukup tinggi. Penelitian ini diselesaikan dalam waktu 3 bulan, mulai bulan November 2008 hingga Januari Populasl dan Penentuan Contoh Contoh penelitian adalah 30 ibu/istri dari keluarga penerima Bantuan Langsung Tunai (BL T) di Kelurahan Cisaranten Kulon, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung. Salah satu kriteria rumah tangga penerima BLT adalah rumah tangga miskin dan sangat miskin, pendapatannya jelas berada di bawah garis kemiskinan. Mengingat tidak tersedianya data mengenai penerima BLT untuk mengambil contoh secara acak maka pemilihan contoh dilakukan secara non probability sampling dengan teknik snow balf sesuai jumlah contoh ditentukan. Jenis dan Cara Pengumpulan Data Untuk menjawab pertanyaan dan tujuan penelitian, data dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Data sekunder meliputi laporan dan dokumen-dokumen terkait manajemen sumber daya keluarga. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan responden seperti tersaji pada Tabel1. 124 KUSUMO DAN SIMANJUNTAK Jur. 11m. Kel. dan Kons. Vol. 2, 2 Tabel1. Varia bel dan informasi data primer diambil No. Varlabel Informasl dlambll 1 Karakteristik 1. Umur responden 2. Pekeljaan 3. Tingkat pendidikan 4. Jumlah anggota keluarga 5. Kepemilikan aset 2 Sumber daya 1. Pendapatan dimiliki 3 l1ngkat kepuasan 2. Tempattinggal 3. Kendaraan 4. Kesehatan 5. Pendidikan anak 6. Interaksi sosial 7. Alokasi waktu Tingkatkepuasan terhadap sumberdaya dimiliki Pengolahan dan Analisis Data Teknik analisis data digunakan adalah analisis desknptif, dengan menggunakan tabulasi silang dan tabel distribusi frekuensi. Tujuan utama dan analisis deskriptif Inl adalah untuk membuat gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan fenomena diteliti seeara objektif. Dalam penelitian ini digambarkan mengenai sumberdaya dimiliki oleh keluarga berpendapatan rendah serta tingkat kepuasan mereka terhadap sumberdaya dimiliki. Untuk keperluan analisis tingkat kepuasan setiap variabel tingkat kepuasan terlebih dahulu dijabarkan ke dalam sub variabel dan setiap sub vanabel dioperasionalisasikan ke dalam indikator, setiap indikator diukur dengan ukuran penngkat jawaban skala ordinal. Sedangkan untuk menganalisis tingkat kepuasan responden terhadap sumberdaya dimiliki seeara keseluruhan, dibuat kategori-kategori dengan meneari panjang kelas interval untuk masing-masing kategori (tidak puas, kurang puas, puas, dan sangat puas) dengan menggunakan rumus: Skt-Skr p=-- k Keterangan : p =panjang kelas interval Skt = skor tertinggi = jumlah responden x nilai tertinggi (4) Skr = skor terendah = jumlah responden x nilai terendah (1) k =jumlah kategori (4). Selanjutnya pilih ujung bawah kelas interval pertama. Untuk itu dapat diambil sama dengan data terkeeil atau nilai data lebih keeil dan data terkecil, tetapi selisihnya harus kurang dan panjang kelas telah ditentukan. Kemudian daftar diselesaikan dengan menggunakan harga-harga telah dihitung (Sudjana 1996). Selain itu, digunakan juga analisis korelasi Rank Spearman, untuk menganalisis hubungan antar variabel penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Keluarga Umur Suami dan Istri. Sebagian besar responden berada pada kelompok usia produktif, yaitu 96,7% suami (39,35±5,67 tahun) dan 100% istn (33,48±6,23 tahun). Jika dilihat dan usia suami sebagian besar tergolong usia produktif, dapat dikatakan keluarga memiliki sumberdaya eukup produktif untuk mencan nafkah. Namun terdapat 16,7% responden suaminya sudah meninggal dan 10% suami tidak bekerja dikarenakan keterbatasan fisik, sehingga menjadikan istn sebagai kepala dan tulang punggung keluarga. Usia istn eukup mendukung untuk melakukan kegiatan produktif, menjadikan istri sebagai pencan nafkah tambahan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Selain itu, keterlibatan anak dalam meneari nafkah dirasakan eukup membantu mengurangi beban keluarga. Besar Keluarga. Dua pertiga (66,67%) responden memiliki anggota keluarga antara 5-6 orang (5, 77±1,45 orang). Kondisi ini mengindikasikan bahwa jumlah tanggungan keluarga saat ini eukup besar, sehingga keluarga tersebut memerlukan pengelolaan sumberdaya tepat untuk memenuhi kebutuhan keluarga semakin bertambah. Tingkat Pendidlkan. Dapat dikatakan tingkat pendidikan responden tergolong rendah, lebih dan separuh responden suami (56,67%) hanya menamatkan sekolah hingga tingkat sekolah dasar. dan 56.67% responden istn tidak pernah duduk di bangku sekolah (3.89±2.65 tahun). Dari sagi pendidikan luar sekolah pun. seluruh respond en tidak pernah mendapatkan pendidikan semaca memilik tersebu respon pekerja mereka mana mendal menent Je (36.7% separul kalaupl bekerja (30%). rata pe bulann~ mayori! memim Rp 78 garis I BPS Provim untuk Rp 1 kelua!1; keluar~ hanya kebutu hanya mempe keluar~ itulah mampl jenjanf anak-a ataupl; hingga Kepel1 S dibaha keluar l keluar l keluar, keluar respor dan c sudah Bandt memb beras Kota nasib pekerj hidup kekur, keada 1 I. dan Kons. Vol. 2, 2009 TINGKAT KEPUASAN KELUARGA BERPENDAPATAN RENDAH 125 ah kalas at diambil nilai data Cil, tetapi panjang Kemudian ggunakan (Sudjana ~a analisis untuk variabel AN Sebagian kelompok 0 suami 0% istri dari usia tergolong keluarga cukup. Namun ian 10% arenakan enjadikan unggung cukup kegiatan ipencari emenuhi u, keternafkah mgurangi pertiga anggota,77±1,45 dikasikan rga saat keluarga gelolaan emenuhi semakin Dapat sponden separuh hanya tingkat sponden sekolah mdldikan en tidak ~ndidikan sernacam itu, sehingga mereka tidak memiliki keterampilan tertentu. Keadaan tersebut juga menyebabkan responden sulit untuk mendapatkan pekerjaan di sektor formal dan akhimya mereka bekerja di sektor Informal, n18na menyebabkan responden mendapatkan penghasilan tidak menentu. Jenls Pekerjaan. Sebagian suami (36,7%) bekerja sebagai buruh tani dan separuh responden istri tidak bekerja dan kalaupun bekerja, mereka hanya bisa beke~a sebagai pembantu run18h tangga (30%). Dilihat dari segi pendapatan, ratarata pendapatan keluarga responden per bulannya adalah Rp ,00, dan n18yoritas keluarga responden (80%) rnemiliki pendapatan per kapita rata-rata Rp ,00 per bulan. Berdasarkan garis kemiskinan ditetapkan oleh BPS (garis kemiskinan BPS untuk Provinsi Jawa Barat pada tahun 2007 untuk daerah perkotaan adalah Rp ,00 per bulan), maka keluarga-keluarga tersebut tergolong keluarga miskin. Pendapatan mereka hanya cukup untuk mengkonsumsi kebutuhan pangan sehari-hari, itupun hanya sekedar makan dan tidak mempertimbangkan aspek kecukupan gizi keluarga. Karena keterbatasan ekonomi itulah sebagian besar dari mereka tidak mampu menyekolahkan anaknya ke jenjang lebih tinggi, banyak diantara anak-anak tersebut putus sekolah ataupun hanya rnampu menamatkan hingga jenjang sekolah dasar. Kepemilikan Sumberdaya Sumberdaya Flslk. Seperti telah dibahas sebelumnya, pendapatan keluarga rendah menyebabkan keluarga-keluarga tersebut tergolong keluarga miskin. Aset dimiliki keluarga pun sangat terbatas. Sebagian responden rnerupakan warga pendatang dan dua pertiga responden (66.67%) sudah tinggallebih dari lima tahun di Kota Bandung. Selain itu, responden juga rnembawa serta keluarganya berasal dari kampung halamannya ke Kota Bandung. Responden mengadu nasib di kota karen a tidak memiliki peke~aan di tempat asalnya. Meskipun hidup mereka saat ini juga serba kekurangan, namun menurut responden keadaan tersebut lebih baik daripada jika mereka tidak memiliki pekerjaan di tempat asalnya. Sebagian besar responden (90%) tidak memiliki kebun atau sawah. Hanya 10% responden memiliki lahan kebun atau sawah, itu pun dalam luasan sangat terbatas, yaitu berkisar 2 antara m Lahan tersebut biasanya ditanami sayuran seperti kangkung ataupun caisim, kemudian hasilnya dijual kepada penduduk sekitar. Usaha mereka ini bukan merupakan pekerjaan utama, tetapi hanya sebagai sampingan untuk menghasilkan pendapatan. Sebagian kecil responden (16,7%), memiliki hewan ternak, seperti ayam atau kambing, namun itupun bukan diusahakan dalam skala komersial, seringkali hanya din18nfaatkan untuk kebutuhan konsumsi keluarga. Separuh responden (50%) tinggal di rumah milik sendiri. Kurang dan separuh responden (40%) mengontrak rumah sebagai tempat tinggal dengan besar uang sewa Rp ,00 sampai Rp ,00 per bulan, karena sebagian besar dan mereka berstatus sebagai warga pendatang. Ada sebagian kecil responden (3,3%) tinggal dengan cara menumpang di atas lahan milik orang lain. Rata-rata luas bangunan responden tempati adalah 25.6 m 2 Sebagian besar respond en (93,33%) tidak memiliki kendaraan pribadi, karena harga kendaraan terutama kendaraan benrnotor tidak terjangkau oleh responden. Kalaupun ada responden memiliki motor, motor tersebut merupakan modal utama untuk meneari nafkah dengan eara menjadi tukang ojeg. Responden berprofesi sebagai supir angkot, menggunakan kendaraan dengan cara menyewa dan setiap hari mereka harus membayar setoran kepada pemilik angkot sebesar Rp Perhiasan merupakan barang mewah bagi seluruh responden, hanya sebagian keeil responden (26,7%) memiliki perhiasan seperti anting-anting, kalung, dan cinein terbuat dari emas. Jumlah emas dimiliki pun tidak banyak. rata-rata seberat 5 gram. Sebagian responden mengatakan emas tersebut juga merupakan simpanan dapat dijual apabila responden memerlukan uang. Kesadaran responden untuk menabung juga tergolong rendah, hanya 126 KUSUMO DAN SIMANJUNTAK Jur. 11m. Kal. dan Kons. Vol. 2, ~ sebagian keeil responden (16,7%) memiliki tabungan. Biasanya responden tersebut menyimpan uang di rumah ataupun menabung di sekolah anaknya. Besamya pendapatan tidak sesuai dengan harga kebutuhan hidup terus meningkat juga merupakan faktor menyebabkan sebagian besar sulit menyisihkan uang untuk ditabung. Pendapatan mereka sehan-hari habis untuk memenuhi kebutuhan hidup pada hari itu juga. Jika responden sewaktuwaktu membutuhkan uang dalam jumlah eukup besar. biasanya responden meminjam kepada kerabat ataupun menjual barang berharga dimiliki. Seluruh responden memiliki barang elektronik. seperti radio atau TV. Meskipun barang elektronik dimiliki bukan merupakan kualitas terbaik dan umurnya sudah eukup lama, namun responden menilai barang tersebut amat berharga untuk memberikan hiburan kepada responden. Sebagian keeil responden (10%) juga memiliki penanak nasi elektronik. Meskipun sebagian besar responden sudah memili ki perabot rumah tangga seperti kursi tamu (53,3%), meja makan (73,3%), tempat tidur (90%), dan lemari pakaian (93,3%), namun kondisinya sebagian besar sudah usang dan bersifat multi fungsi. Misalnya kursi tamu mereka gunakan juga sebagai tempat tidur, karena tempat tidur ada tidak cukup untuk menampung semua anggota keluarga. Dua pertiga responden (66.7%) sudah memiliki kompor gas beserta tabungnya merupakan bantuan dari pemerintah. Sebenarnya di wilayah penelitian semua warga mendapatkan bantuan kompor dan tabung gas dari pemerintah. Namun. banyak warga kemudian menjual kompor dan tabung gas untuk mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehan-hari, dan untuk kebutuhan memasak sehanhari mereka memilih menggunakan kayu bakar. Hal ini terlihat dari 90% respond en memiliki tungku untuk memasak menggunakan kayu bakar. Sebagian besar responden (80%) juga masih menyimpan kompor minyak tanah mereka dan berharap suatu han harga minyak tanah dapat kembali seperti dahulu agar mereka dapat menggunakan bahan bakar minyak tanah untuk memasak. Keadaan tempat tinggal keluarga responden dapat digambarkan sebagai benkut. Dua pertiga responden (66,7%) responden sudah tinggal dalam rumah berdinding permanen, sisanya memiliki din ding semi permanen, sebagian dinding terbuat dari bata atau batako sudah diplester dan sebagian lagi masih menggunakan kayu atau bilik atau triplek sebagai penutup dinding. Sebagian besar rumah keluarga responden (86.7%) berlantai semen (plester), hanya 13.3% berlantai campuran antara plester dan tanah. Biasanya bag ian rumah masih berlantai tanah adalah bagian dapur. Lebih dan dua pertiga atap rumah keluarga responden (73,3%) terbuat dari asbes, hanya 16.7% rumah beratapkan genteng dan sisanya sebanyak 10% beratapkan eampuran antara asbes dan genteng. Seluruh tempat tinggal keluarga responden belum teralirl janngan air bersih berasal dari PDAM, sehingga responden mengandalkan air sumur, baik berasal dan sumur timba maupun sumur pompa untuk kebutuhan air mandi ataupun air min urn. Tidak semua rumah me mili ki sumur sendin. Bagi responden tidak memiliki sumber air sendiri, biasanya responden memperolehnya dan sumur umum ataupun meminta kepada tetangganya. Terdapat 23.3% responden tidak memiliki kamar mandi sendiri di rumah mereka, sehingga responden memanfaatkan kamar mandi umum terdapat di sekitar tempat tinggal responden untuk keper1uan mandi. meneuei ataupun buang air. Dan hasil wawaneara diketahui biasanya satu kamar mandi umum berikut sumur terdapat di lokasi tersebut dimanfaatkan oleh 2-3 keluarga. Hampir separuh responden (43,3%) tidak mengalami masalah dalam hal membuang sampah, karena ada petugas pengangkut sampah mengambil sampah ke rumah mereka setiap dua han sekali. Sebagian responden memilih membuang sampah di pekarangan atau kebun mereka dan kemudian membakarnya sendin. Namun patut disakan masih terdapat 10% responden belum memiliki kesadaran mengenai kebersihan lingkungan, mereka masih membuang sampah ke sungai letaknya dekat dengan rumah responden. SE sudah semua langsui respon k
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x