TAK I 18-1.docx

Please download to get full document.

View again

of 25
2 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
Description:
Document Share
Document Transcript
  1 TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK “ Terapi Bermain Mewarnai Pada Anak Usia 4-6 Tahun di Ruang Anak RSUP Dr. M. Djamil Padang 2019 ”  (SIKLUS KEPERAWATAN ANAK) Disusun Oleh Kelompok I ’18   Ingga Afriona, S.Kep Elsy Sovianty, S.Kep Tri Guspita Sari, S.Kep Ira Anggraini, S.Kep Suci Rahma Yuni, S.Kep Ega Ayen Jasri Prawita, S.Kep Suci Meilisya, S.Kep Riantika Ervina, S.Kep Annisa, S.Kep Zilla Hanifia, S.Kep Mergana Satwika Arini, S.Kep Irene Pradita, S.Kep PROGRAM STUDI PROFESI NERS FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS ANDALAS 2019  2 SATUAN ACARA PENGAJARAN TERAPI BERMAIN Pokok Bahasan  : Stimulasi tumbuh kembang anak. Sub Pokok Bahasan  : Terapi aktivitas kelompok mewarnai Sasaran  : Anak usia 4 sampai 6 tahun Tempat  : Ruang Bermain Bangsal Anak RSUP DR M.djamil Padang Waktu  : 40 menit A.   Latar Belakang Anak adalah sebagai individu yang unik dan mempunyai kebutuhan sesuai dengan tahap perkembangan, bukan ordes mini, juga bukan merupakan harta atau kekayaan orang tua yang dapat dinilai secara sosial ekonomi, melainkan masa depan bangsa yang berhak atas pelayanan kesehatan secara individual. Anak membutuhkan lingkungan yang dapat memfasilitasi dalam memenuhi kebutuhan dasarnya dan untuk belajar mandiri. Anak sebagai orang atau manusia yang mempunyai pikiran, sikap, perasaan dan minat yang berbeda dengan orang dewasa dengan segala keterbatasan. Anak sakit yang dirawat di Rumah Sakit umumnya mengalami krisis oleh karena seorang anak akan mengalami stress akibat terjadi perubahan lingkungan serta anak mengalami keterbatasan untuk mengatasi stress. Krisis ini dipengaruhi oleh berbagai hal yaitu usia perkembangan anak, pengalaman masa lalu tentang  penyakit, perpisahan atau perawatan di rumah sakit, support system serta keseriusan penyakit dan ancaman perawatan. Hospitalisasi biasanya memberikan pengalaman yang menakutkan bagi anak. Semakin muda usia anak, semakin kurang kemampuannya beradaptasi, sehingga timbul hal yang menakutkan. Semakin muda usia anak dan semakin lama anak mengalami hospitalisasi maka dampak psikologis yang terjadi salah satunya adalah  peningkatan kecemasan yanng berhubungan erat dengan perpisahan dengan saudara atau teman-temannya dan akibat pemindahan dari lingkungan yang sudah akrab dan sesuai dengannya (Whaley and Wong, 2001). Stress yang dialami seorang anak saat dirawat di Rumah Sakit perlu mendapatkan perhatian dan pemecahannya agar saat di rawat seorang anak mengetahui dan kooperatif dalam menghadapi permasalahan yang terjadi saat di  3 rawat. Salah satu cara untuk menghadapi permasalahan terutama mengurangi rasa  perlukaan dan rasa sakit akibat tindakan invasif yang harus dilakukannya adalah  bermain. Aktifitas bermain merupakan salah satu stimulus bagi perkembangan anak secara optimal. Bermain merupakan cara alamiah bagi anak untuk mengungkapkan konflik dari dirinya. Bermain tidak sekedar mengisi waktu, tetapi merupakan kebutuhan anak seperti halnya makanan, perawatan, cinta kasih, dan lain sebagainya. Anak memerlukan berbagai variasi permainan untuk kesehatan fisik, mental dan perkembangan emosinya. Terapi bermain adalah suatu bentuk permainan yang direncanakan untuk membantu anak mengungkapkan perasaannya dalam menghadapi kecemasan dan ketakutan terhadap sesuatu yang tidak menyenangkan baginya. Bermain pada masa  pra sekolah adalah kegiatan serius, yang merupakan bagian penting dalam  perkembangan tahun-tahun pertama masa kanak-kanak. Hampir sebagian besar dari waktu mereka dihabiskan untuk bermain (Elizabeth B Hurlock, 2000). Dalam  bermain di rumah sakit mempunyai fungsi penting yaitu menghilangkan kecemasan, dimana lingkungan rumah sakit membangkitkan ketakutan yang tidak dapat dihindarkan (Sacharin, 2003). Dalam kondisi sakit atau anak dirawat di rumah sakit, aktivitas bermain ini tetap dilaksanakan, namun harus disesuaikan dengan kondisi anak. Pada saat dirawat di rumah sakit, anak akan mengalami berbagai perasaan yang sangat tidak menyenangkan, seperti marah, takut, cemas, sedih, dan nyeri. Perasaan tersebut merupakan dampak dari hospitalisasi yang dialami anak karena menghadapi  beberapa stressor yang ada di lingkungan rumah sakit. Untuk itu, dengan melakukan permainan anak akan terlepas dari ketegangan dan stress yang dialaminya karena dengan melakukan permainan anak akan dapat mengalihkan rasa sakitnya pada permainannya (distraksi) dan relaksasi melalui kesenangannya melakukan permainan. Tujuan bermain di rumah sakit pada prinsipnya adalah agar dapat melanjutkan fase pertumbuhan dan perkembangan secara optimal, mengembangkan kreatifitas anak, dan dapat beradaptasi lebih efektif terhadap stress. Bermain sangat penting bagi mental, emosional, dan kesejahteraan anak seperti kebutuhan perkembangan dan kebutuhan bermain tidak juga terhenti pada saat anak sakit atau anak di rumah sakit (Wong, 2009).  4 Berdasarkan hasil survei pada tanggal 4 Maret 2019 di ruangan anak lantai 3 didapatkan bahwa sebagian besar pasien berusia 4  –  6 tahun. Melihat pentingnya  bermain bagi seorang anak terutama anak yang mengalami hospitalisasi, maka kami akan mengadakan terapi bermain dengan sasaran usia pra-sekolah (4 tahun sampai 6 tahun) yang berada di ruang rawat inap anak lantai 3 RSUP Dr.M. Djamil Padang. Kami berharap dengan diadakannya terapi bermain ini, anak yang dirawat tetap dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai tahap tumbuh kembangnya. B.   Tujuan a.   Tujuan Instruksional Umum Anak diharapkan dapat melanjutkan tumbuh kembangnya, mengembangkan aktifitas dan kreatifitas melalui pengalaman bermain dan  beradaptasi efektif terhadap stress karena penyakit dan dirawat.  b.   Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti permainan selama 40 menit anak diharapkan: -   Dapat melatih imajinasi anak. -   Dapat menyebutkan warna. -   Dapat menceritakan gambar. -   Dapat mengungkapkan rasa senang dan bahagia. -   Dapat bersosialisasi dengan teman sebaya. C.   Manfaat Terapi Bermain 1.   Permainan aktif penting untuk perkembangan otot dan bermanfaat untuk melepas kelebihan energy. 2.   Melalui bermain anak secara berkelanjutan mempraktikan pengalaman yang lalu mengasimilisasikannya ke dalam berbagai persepsi dan hubungan yang baru. Bermain membantu anak memahami dunia tempat mereka tinggal dan membedakan antara fantasi dan kenyataan. 3.   Mereka belajar untuk saling memberi dan menerima. 4.   Anak-anak bereksperimen dan mencoba ide mereka dalam bermain melalui setiap media yang mereka miliki. 5.   Bermain pada anak akan memberikan kemampuan pada anak untuk eksplorasi tubuh dan merasakan dirinya sadar dengan orang lain.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks