Tabel 1. Anggaran BOSDA Setiap Jenjang Pendidikan

Please download to get full document.

View again

of 11
203 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
PENGARUH KOMPETENSI, PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN PENGENDALIAN INTERN TERHADAP KETERANDALAN LAPORAN KEUANGAN PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH DAERAH (Survey Pada Sekolah Pengelola Dana
Document Share
Document Transcript
PENGARUH KOMPETENSI, PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN PENGENDALIAN INTERN TERHADAP KETERANDALAN LAPORAN KEUANGAN PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH DAERAH (Survey Pada Sekolah Pengelola Dana BOSDA di Kabupaten Buol) Sakriaty 1, Ridwan dan Abdul Kahar 2 1 Mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Pascasarjana Universitas Tadulako 2 Dosen Program Studi Magister Manajemen Pascasarjana Universitas Tadulako Abstract The research aims to investigate the influence of competency, utilization of information technology, and internal control on the reliability of financial report of schools operational support grants management in Buol District. The results find that competency, utilization of information technology, internal control, and the reliability of financial report schools operational support grants management has been well-implemented by schools in Buol District. The result also shows that competency, utilization of information technology, and internal control simultaneously and partially influence the reliability of financial report of financial report of schools operational support grants management in Buol District, both positively and significantly. This means that better the competency, utilization of information technology, internal control in schools, the more reliable of their financial report of financial report schools operational support grants management. Keywords: competency, utilization of information technology, internal control, and the reliability of financial report, and BOSDA management. Pendidikan merupakan hak dasar bagi seluruh warga Negara, di Negara manapun dan di belahan bumi manapun, dan sudah barang tentu Negara (pemerintah) sebagai pengemban amanah rakyat bertanggung jawab penuh atas terselenggaranya pendidikan bagi warga negaranya. Pendidikan dapat menjadi tolak ukur suatu pemerintahan yang berkembang, di Indonesia upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan terus menerus diakukan. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 menjelaskan bahwa pendidikan nasional merupakan pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman, yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran pada setiap jenis jenjang pendidikan. Pelaksanaan Otonomi Daerah menjadikan pendidikan sebagai urusan wajib yang menjadi wewenang dan tanggungjawab pemerintah daerah, orangtua dan masyarakat. Pemerintah daerah Kabupaten Buol dalam upaya mendukung program wajib belajar adalah, melalui pemberian Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) yang bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan, mempercepat pencapaian standar nasional pendidikan dan standar pelayanan minimal di sekolah demi menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu pendidikan, dan peningkatan sumber daya manusia. Program BOSDA ini merupakan implementasi dari Peraturan Daerah Kabupaten Buol Nomor 13 Tahun 31 e Jurnal Katalogis, Volume 6 Nomor 2 Februari 2018 hlm ISSN: tentang Sistem Penyelenggaraan Pendidikan di Kabupaten Buol, menyatakan bahwa setiap satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah dan masyarakat berhak untuk memperoleh dana bantuan operasional dan pemeliharaan pendidikan. BOSDA merupakan program bantuan untuk operasional sekolah dengan membebaskan pungutan bagi seluruh peserta didik khususnya peserta didik miskin terhadap biaya operasional sekolah dan seluruh pungutan dalam bentuk apapun. Dana BOSDA disalurkan langsung ke sekolah dengan mengutamakan konsep manajemen berbasis sekolah (MBS) yang dilaksanakan secara transparan, akuntabel, efektif, efisien, dan tertib administrasi pelaporan. Sasaran Pogram BOSDA menurut Peraturan Bupati Nomor 820/29.34/ Disdikpora adalah semua tingkat jenjang pendidikan baik negeri maupun swasta diseluruh Jumlah dana BOSDA yang disediakan pemerintah tidak sedikit dan cenderung terus bertambah diberikan kepada sekolah dengan memperhitungkan jumlah siswa masingmasing sekolah. Tabel 1. Anggaran BOSDA Setiap Jenjang Pendidikan Sumber : DPPKAD Kabupaten Buol, 2016 Program BOSDA telah delapan tahun bergulir sejak dicanangkan pada tahun 2008, tetapi sosialisasi dana BOSDA ini belum dilakukan dengan baik. Penyimpangan dana BOSDA pun masih terjadi di beberapa sekolah. Penyusunan rencana penggunaan BOSDA yang diajukan oleh sekolah tidak mengikutsertakan wali murid dan tidak dicantumkan dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS). Hal ini mengakibatkan banyak wali murid yang tidak mengetahui BOSDA maupun penggunaannya. Padahal logikanya, pertambahan anggaran seharusnya dapat membuat biaya penyelenggaraan sekolah lebih murah (Wiguna 2008). Hasil pra audit Badan Pemeriksa Keuangan atas pengelolaan keuangan disekolah tahun anggaran 2015, ditemukan terdapat nilai saldo minimal pada rekening bendahara pengeluaran yang belum jelas statusnya. Hasil reviu dokumen menunjukkan terdapat sisa saldo minimum di setiap rekening bendahara pengeluaran yang tidak tercatat sebagai bagian dari saldo kas dan tidak jelas status kepemilikannya, sehingga meningkatkan risiko kesalahan pengakuan dan pencatatan saldo kas. Setiap sekolah memiliki satu rekening yang digunakan untuk menampung dana bantuan dari berbagai pihak termasuk dana Bos Nasional, Provinsi dan Kabupaten. BPK memberikan catatan atas ketidakwajaran pengelolaan dana disebabakan karena Tim manajemen BOS Kabupaten Buol kurang cermat dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya untuk melakukan pembinaan terhadap sekolah dan belum optimalnya pembinaan para kepala sekolah dalam menyusun laporan pertanggungjawaban atas penggunaan dana yang dikelola sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Temuan pemeriksaan BPK tersebut menunjukkan bahwa laporan keuangan pengelolaan dana BOS disekolah belum sepenuhnya andal karena tidak memenuhi karakteristik penyajian yang jujur. Sekolahsekolah masih banyak menyajikan data-data yang belum sesuai dengan peraturan dan petunjuk teknis pelaksanaan BOS. Hasil pemeriksaan Inspektorat dalam pelaksanaan audit laporan keuangan pengelolaan dana BOSDA juga masih banyak menemukan penyimpanganpenyimpangan, diantaranya adalah mengenai Sakriaty, dkk. Pengaruh Kompetensi, Pemanfaatan Teknologi Informasi Dan Pengendalian Intern...32 pengelolaan dana BOSDA baik dari segi perencanaan maupun penganggarannya misalnya dalam tataran penyusunan rencana dan anggaran masih di jumpai jumlah siswa yang tidak akurat dan tidak komprehensifnya RAPBS yang disusun oleh pihak sekolah serta tidak terarahnya pelaksanaan kegiatan berdasarkan skala prioritas, sehingga yang terjadi adalah kekurangan ataupun kelebihan dana BOSDA yang diterima untuk beberapa sekolah. Pelaksanaan pelaporan dan evaluasi juga masih ditemukan beberapa permasalahan, seperti pelaporan penggunaan dana BOSDA yang disusun oleh sekolah dilaksanakan secara tidak tertib serta pihak sekolah yang tidak secara transparan mengumumkan penerimaan dan penggunaan dan BOSDA di papan pengumuman sekolah. Permasalahan lain yang terjadi adalah keterlambatan pihak sekolah memasukkan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana BOSDA kepada Tim Manajemen BOSDA Kabupaten membuat keterlambatan penyaluran dana BOSDA untuk tahap berikutnya. Berbagai temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa kompetensi sumber daya manusia sebagai pengelola dana BOSDA di sekolah berpengaruh terhadap pelaporan keuangan penggunaan dana BOSDA, sehingga pemerintah daerah perlu membuat program/kebijakan untuk meningkatkan sumber daya manusia di sekolah. Kegagalan sumber daya manusia pemerintah daerah dalam memahami dan menerapkan logika akuntansi akan berdampak pada kekeliruan laporan keuangan yang dibuat dan ketidaksesuaian laporan dengan standar yang ditetapkan pemerintah (Warisno.2009) Keterandalan laporan keuangan pengelolaan dana BOSDA, selain hal tersebut diatas mungkin dipengaruhi oleh pemanfaatan teknologi informasi. Teknologi dipandang sebagai alat yang digunakan oleh individu untuk menyelesaikan tugastugasnya. Pemanfaatan teknologi informasi dapat mempengaruhi nilai informasi pelaporan keuangan dan itu dapat dicapai dengan peran komponen teknologi. Penggunaan aplikasi teknologi komputer merupakan media yang dibutuhkan dalam menunjang keberhasilan laporan keuangan. Sistem pengendalian intern mungkin juga dapat mempengaruhi keterandalan laporan keuangan. Pada Tahun 2008, Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 tentang Sistem Pengendalian intern Pemerintah (SPIP). Sistem pengendalian intern adalah proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan, dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan sebagai satu prasyarat untuk mendukung keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan dukungan sistem pengendalian intern yang kuat tentunya. Berdasarkan uraian tersebut diatas maka tujuan dari Penelitian ini adalah: (1) mengetahui bagaimana kompetensi, pemanfaatan teknologi informasi, pengendalian intern dan keterandalan laporan keuangan dana BOSDA di (2) mengetahui apakah terdapat pengaruh kompetensi, pemanfaatan teknologi informasi dan pengendalian intern terhadap keterandalan laporan keuangan pengelolaan dana BOSDA di (3) mengetahui apakah terdapat pengaruh kompetensi terhadap keterandalan laporan (4) mengetahui apakah terdapat pengaruh pemanfaatan teknologi informasi terhadap keterandalan laporan Kabupaten Buol dan (5) mengetahui apakah 33 e Jurnal Katalogis, Volume 6 Nomor 2 Februari 2018 hlm ISSN: terdapat pengaruh pengendalian intern terhadap keterandalan laporan keuangan pengelolaan BOSDA di Kabupaten Buol METODE Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan metode pendekatan verifikatif. Penelitian deskriptif dimaksudkan untuk memberi gambaran yang lebih jelas tentang situasi-situasi sosial dengan memusatkan pada aspek-aspek tertentu. Penelitian verifikatif merupakan jenis penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesis. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis data kuantitatif dengan bersumber pada data primer melalui wawancara dan kuesioner yang disebarkan kepada responden, serta data sekunder melalui buku-buku, termasuk dokumendokumen organisasi, penelitian terdahulu, jurnal dan literatur lainnya yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Populasi dan Sampel Penelitian ini dilaksanakan pada semua jenjang pendidikan (SD, SMP, SMA) di Kabupaten Buol, selama selama 3 bulan yaitu bulan Oktober-Desember Populasi penelitian ini adalah bendahara BOSDA sekolah. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 252 sekolah, yang teridiri atas jenjang pendidikan dasar 167 sekolah, jenjang pendidikan menegah pertama 60 sekolah dan jenjang pendidikan menengah atas sebanyak 25 sekolah. Penentuan berapa besar proporsi sampel dari masing-masing jenjang pendidikan yang dinilai representative mewakili keseluruhan kelompok, menggunakan rumus Slovin yang dikemukakan oleh Taro Yamane (1975) dalam Riduwan (2010), dan dilakukan distribusi dengan alokasi proporsional (Bungin, 2009:32). Sekolah yang akan dijadikan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik probability sampling dengan menggunakan teknik simple random sampling. Tabel 2. Jumlah Populasi dan sampel Penelitian Metode Analisa Data a. Pengujian Instrumen 1. Uji Validitas Uji validitas menurut Ghozali (2006: 52) digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Uji validitas dilakukan dengan cara mengkorelasikan masing-masing pernyataan dengan jumlah skor totalnya. Validitas dapat diketahui dengan cara membandingkan nilai Corrected Item Total Correlation dengan nilai r-kritis sesuai kriteria. Pengujian validitas tiap butir digunakan analisis item, yaitu mengkorelasikan skor tiap butir dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor butir. Biasanya syarat minimum untuk dianggap memenuhi syarat adalah kalau r 0,3. Apabila korelasi antara butir dengan skor total kurang dari 0,3 maka butir dalam instrument tersebut dinyatakan tidak valid. Hasil uji validitas menggunakan Corrected Item Total Correlation dengan bantuan SPSS 16, berdasarkan hasil uji validitas didapatkan hasil bahwa semua skor pernyataan dinyatakan valid, dimana butir pertanyaan untuk variabel mempunyai nilai korelasi lebih besar dari 0,3. 2. Uji Realibilitas Uji Reliabilitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah alat pengumpul data Sakriaty, dkk. Pengaruh Kompetensi, Pemanfaatan Teknologi Informasi Dan Pengendalian Intern...34 menujukkan tingkat ketepatan, keakuratan, kestabilan, atau konsistensi alat tersebut dalam mengungkapkan gejala tertentu dari sekelompok individu. Uji reabilitas dilakukan dengan cara mengkorelasikan masing-masing pernyataan dengan jumlah skor totalnya. Untuk mengetahui apakah alat ukur reliable atau tidak, maka akan diuji dengan menggunakan metode Alpha Cronbach. Sebagai pedoman umum untuk menentukan reliabilitas butir pertnyataan maka suatu instrument dikatakan reliable jika alpha cronbach 0,6. Jika nilai alpha cronbach 0,6 maka instrumen dianggap tidak reliabel. Dengan bantuan SPSS 16 hasil uji reliabilitas terhadap variabel menunjukkan semua butir skor pernyataan dinyatakan reliabel dengan nilai cronbach s alpha lebih besar dari 0,6. b. Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas Uji normalitas dapat dilakukan dengan menggunakan kurva penyebaran Probability Plot, yakni jika pola penyebaran memiliki garis normal maka dapat dikatakan data berdistribusi normal. Dimana dasar pengambilan keputusan menurut Ghozali (2006) yaitu: a. Jika data tersebar di sekitar garis diagonal maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. b. Jika data menyebar jauh dari garis diagonal atau tidak mengikuti arah garis diagonal maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas. 2. Uji Multikolnearitas Uji multikolinearitas menurut Ghozali (2006:105) bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen), Uji multikolinearitas dapat dilaksanakan menggunakan model regresi dan melakukan uji korelasi antar variabel independen dengan menggunakan Variance Inflation Factor (VIF). Jika nilai VIF kurang dari 10 dan Tolerance lebih besar dari angka 0, serta koefisien antara variable independen di bawah 0,5 maka dapat disimpulkan tidak terjadi multikolineratis. 3. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Model regresi yang baik adalah yang Homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas (Ghozali. 2006:139). Cara untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dengan melihat Grafik Plot antara nilai prediksi variabel terikat (dependen) yaitu ZPRED dengan residualnya SRESID. Dasar analisis : a. Jika pola tertentu seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. b. Jika tidak ada pola yang jelas serta titiktitik menyebar diatas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Analisis data dilakukan dengan mengunakan SPSS 16. Model persamaan Analisis Regresi Berganda untuk mengukur Pengaruh Kompetensi, Pemanfaatan eknologi Informasi dan Pengendalian Intern terhadap Keterandalan Laporan Keuangan Pengelolaan Dana BOSDA di Kabupaten Buol adalah sebaga berikut: Y = α + β1 X1 + β2 X2 +β3 X3 e Keterangan: Y = Keterandalan Laporan Keuangan Dana BOSDA α= Konstanta β1 β3= Koefesien regresi X1= Kompetensi X2= Pemanfaatan Teknologi Informasi X3= Pengendalian Intern e= eror 35 e Jurnal Katalogis, Volume 6 Nomor 2 Februari 2018 hlm ISSN: Pengujian Hipoteis 1. Uji Statistik F Uji statistik F (uji simultan) pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen atau bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen/terikat (Ghozali. 2006:98), dengan kriteria sebagai berikut: a. Jika nilai F hitung F tabel atau nilai sig 0,05, maka H a diterima (H 0 ditolak) berarti berpengaruh signifikan. b. Jika nilai F hitung F tabel atau nilai sig 0,05, maka H a ditolak (H 0 diterima) berarti tidak berpengaruh. 2. Uji Koefisien Determinasi (R²) Uji Koefisien Determinasi mengukur besarnya presentase pengaruh semua variabel independen dalam model regresi terhadap variabel dependennya. Nilai koefisien determinasi dalam model regresi semakin kecil (mendekati nol) berarti semakin kecil pengaruh semua variabel independen terhadap dependennya, sebaliknya apabila nilai R 2 semakin mendekati 1 berarti semua variabel independen dalam model memberikan hampir semua informasi yang diperlukan untuk memprediksi variabel dependennya. 3. Uji Statisik t Uji stattistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variabel dependen (Ghozali. 2006:98), dengan kriteria sebagai berikut: a. Jika nilai t hitung t tabel atau nilai sig 0,05, maka H a diterima (H 0 ditolak) berarti berpengaruh signifikan b. Jika nilai t hitung t tabel nilai sig 0,05, maka H a ditolak (H 0 diterima) berarti tidak berpengaruh. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan kurva penyebaran P-Plot. Dengan bantuan program statistik SPSS 16.0 hasil uji normalitas data grafik P-Plot terlihat titik-titik menyebar disekitar garis diagonal dan arah penyebarannya mengikuti arah garis diagonal, hal ini menggambarkan bahwa pengujian dari penelitian telah memenuhi uji normalitas data, atau dapat disimpulkan bahwa data dalam penelitian ini adalah data normal, seperti terlihat pada gambar berikut ini: Gambar 1 Normal Probability Plot 2. Uji Multikolinearitas Uji Multikolinearitas dideteksi dengan menggunakan Tolerance Value dan Variance Inflation Factor (VIF). Jika nilai tolerance value diatas 0,10 atau nilai Variance Inflation Factors (VIF) dibawah 10 maka tidak terjadi multikolinearitas. Hasil uji multikolinieritas dapat dilihat pada tabel 5 sebagai berikut: Tabel 3. Uji Multikolinearitas Sumber : Hasil olah data menggunakan SPSS Sakriaty, dkk. Pengaruh Kompetensi, Pemanfaatan Teknologi Informasi Dan Pengendalian Intern...36 Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai tolerance semua variabel independen 0.1 dan nilai VIF semua variabel independen 10, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model regresi terbebas dari multikolinearitas. 3. Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain atau untuk melihat penyebaran data. Analisis Regresi Linear Berganda Hasil analisis regresi linear berganda dengan menggunakan software SPSS for windows versi 16. Data yang diregres dalam penelitan ini adalah rata-rata masing-masing variabel yang telah melalui transformasi data. Hasil secara rinci pengujian regresi linier berganda ini dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4. Hasil Analisis Regresi Berganda Sumber: Data diolah, 2017 Model Regresi yang diperoleh dari tabel di atas adalah sebagai berikut: Y = -0, ,366 X 1 + 0,324 X 2 + 0,422X3 Model persamaan tersebut dapat diinterprestasikan sebagai berikut: 1. Nilai konstanta (α) bernilai negatif yaitu sebesar -0,203 yang memiliki arti keterandalan laporan keuangan pengelolaan dana BOSDA di Kabupaten Buol sebelum adanya variabel independen adalah sebesar -0,203, atau jika nilai kompetensi (X1), pemanfaatan teknologi informasi (X2) dan pengendalian intern (X3) sama dengan 0 maka keterandalan BOSDA akan bernilai negatif sebesar nilai konstanta -0,203, apabila variabel lain dianggap k
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks