STUDI KASUS ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA AN. S DENGAN DEMAM TIFOID PADA KELUARGA TN

Please download to get full document.

View again

of 43
123 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
STUDI KASUS ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA AN. S DENGAN DEMAM TIFOID PADA KELUARGA TN. S DI DESA TUBAN KIDUL KECAMATAN GONDANGREJO KABUPATEN KARANGANYAR DI SUSUN OLEH: ADIKTIYA LIHANINTO KURNIAWAN NIM.
Document Share
Document Transcript
STUDI KASUS ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA AN. S DENGAN DEMAM TIFOID PADA KELUARGA TN. S DI DESA TUBAN KIDUL KECAMATAN GONDANGREJO KABUPATEN KARANGANYAR DI SUSUN OLEH: ADIKTIYA LIHANINTO KURNIAWAN NIM. P PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KUSUMA HUSADA SURAKARTA 2013 STUDI KASUS ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA AN. S DENGAN DEMAM TIFOID PADA KELUARGA TN. S DI DESA TUBAN KIDUL KECAMATAN GONDANGREJO KABUPATEN KARANGANYAR Karya Tulis Ilmiah Untuk Memenuhi Salah satu Persyaratan Dalam Menyelesaikan Program Diploma III Keperawatan DI SUSUN OLEH: ADIKTIYA LIHANINTO KURNIAWAN NIM. P PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KUSUMA HUSADA SURAKARTA 2013 i SURAT PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN Saya yang bertandatangan di bawah ini : Nama : Adiktiya Lihaninto Kurniawan NIM : P Program Studi Judul Karya Tulis Ilmiah : D III Keperawatan : ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA An. S DENGAN DEMAM TIFOID PADA KELUARGA Tn. S DI DESA TUBAN KIDUL KECAMATAN GONDANGREJO KABUPATEN KARANGANYAR Menyatakan dengan sebenarnya bahwa Tugas Akhir yang saya tulis ini benar-benar hasil karya saya sendiri, bukan merupakan pengambilalihan tulisan atau pikiran orang lain yang saya akui sebagai tulisan atau pikiran saya sendiri. Apabila dikemudian hari dapat dibuktikan bahwa Tugas Akhir ini adalah hasil jiplakan, maka saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut sesuai dengan ketentuan akademik yang berlaku. Surakarta, Juni 2013 Yang Membuat Pernyataan Adiktiya Lihaninto Kurniawan NIM P ii LEMBAR PERSETUJUAN Karya Tulis Ilmiah ini diajukan oleh : Nama : Adiktiya Lihaninto Kurniawan NIM : P Program Studi Judul : D III Keperawatan : ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA An.S DENGAN DEMAM TIFOID PADA KELUARGA Tn.S DI DESA TUBAN KIDUL KECAMATAN GONDANGREJO KABUPATEN KARANGANYAR Telah disetujui untuk diajukan dihadapan Dewan Penguji Karya Tulis Ilmia Prodi D III keperawatan STIKes Kusuma Husada Surakarta Ditetapkan di : Surakarta Hari / tanggal : Jumat / 07 Juni 2013 Pembimbing : Nurma Rahmawati, S.Kep., Ns ( ) NIK iii iv KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat, rahmat dan karunia-nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis dengan judul ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA AN. S DENGAN DEMAM TIFOID PADA KELUARGA TN. S DI DESA TUBAN KIDUL KECAMATAN GONDANGREJO KABUPATEN KARANGANYAR. Dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini penulis banyak mendapat bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada yang terhormat: 1. Setiyawan, S.Kep.,Ns selaku Ketua Program Studi DIII Keperawatan yang telah memberikan kesempatan untuk dapat membina ilmu di STIKes Kusuma Husada Surakarta. 2. Erlina Windyastuti, S.Kep.,Ns selaku Sekretaris Ketua Program Studi DIII Keperawatan, pembimbing, dan penguji yang telah memberikan kesempatan untuk dapat menimba ilmu di STIKes Kusuma Husada Surakarta dan telah membimbing dengan cermat, memberikan masukan-masukan, inspirasi, perasaan nyaman dalam bimbingan serta memfasilitasi demi sempurnanya studi kasus ini. 3. Nurma Rahmawati S.Kep.,Ns selaku dosen pembimbing yang berkenan memberikan masukan-masukan, saran, inspirasi, perasaan nyaman dalam ujian sidang serta memfasilitasi demi sempurnanya studi kasus ini. v 4. Amalia Agustin, S.Kep.,Ns selaku dosen penguji II yang berkenan memberikan masukan-masukan, saran, inspirasi, perasaan nyaman dalam ujian sidang serta memfasilitasi demi sempurnanya studi kasus ini. 5. Joko Kismanto, S.Kep.,Ns selaku dosen penguji III yang berkenan memberikan masukan-masukan, saran, inspirasi, perasaan nyaman dalam ujian sidang serta memfasilitasi demi sempurnanya studi kasus ini. 6. Semua dosen Progam Studi DIII Keperawatan STIKes Kusuma Husada Surakarta yang telah memberikan bimbingan dengan sabar dan wawasannya serta ilmu yang bermanfaat. 7. Kedua orangtua saya yang selalu menjadi inspirasi, doa dan memberikan semangat untuk menyelesaikan pendidikan. 8. Teman-teman Mahasiswa Program Studi DIII KeperawatanSTIKes Kusuma Husada Surakarta dan berbagai pihak yang tidak dapat disebutkan satupersatu, yang telah memberikan dukungan moril dan spiritual. Semoga laporan studi kasus ini bermanfaat untuk perkembangan ilmu keperawatan dan kesehatan. Amin. Surakarta, Juni 2013 Penulis vi DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL PERNYATAAN TIDAK PLAGIATISME.. LEMBAR PERSETUJUAN... LEMBAR PENGESAHAN. KATA PENGANTAR. DAFTAR ISI DAFTAR TABEL. DAFTAR GAMBAR. DAFTAR LAMPIRAN.. i ii iii iv v vii ix x xi BAB I PENDAHULUAN A. Lalar Belakang 1 B. Tujuan Penulisan... 5 C. Manfaat Penulisan... 6 BAB II LAPOKAN KASUS A. Data Umum Keluarga... 7 B. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga.. 9 C. Diagnosa Keperawatan. 11 D. Perencanaan keperawatan 12 E. Implementasi Keperawatan.. 13 F. Evaluasi Keperawatan.. 15 vii BAB III PEMBAHASAN DAN SIMPULAN A. Pembahasan 17 B. Simpulan Daftar Pustaka Lampiran Daftar Riwayat Hidup viii DAFTAR TABEL Halaman Tabel 2.1 : Penghitungan skoring diagnosa keperawatan keluarga Tn.S ix DAFTAR GAMBAR Halaman 1. Gambar 2.1 : Genogram Keluarga Tn. S... 8 x DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 : Daftar Riwayat Hidup : Surat Keterangan Selesai Pengambilan Data : Log Book : Lembar Konsultasi Karya Tulis Ilmiah : Asuhan Keperawatan xi 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kesehatan manusia dapat dilihat dalam rentang sehat sakit. Dimana rentang sehat sakit ini digunakan sebagai alat ukur dalam penilaian status kesehatan yang dinamis dan dapat menjadi batasan oleh seorang perawat dalam melakukan asuhan keperawatan yang jelas. Konsep sehat sakit adalah bentuk pelayanan yang diberikan pada manusia dalam rentang sehat sampai sakit. Berdasarkan rentang sehat - sakit tersebut, maka paradigma keperawatan dalam konsep sehat - sakit memandang bahwa bentuk pelayanan keperawatan yang akan diberikan selama sehat dan sakit, apakah statusnya dalam tahap setengah sakit, sakit atau sakit kronis sehingga akan diketahui tingkatan asuhan keperawatan yang akan diberikan serta tujuan yang ingin diharapkan dalam meningkatkan status kesehatan. Rentang sakit digambarkan mulai dari setengah sakit, sakit, sakit kronis dan berakhir dengan kematian, sedangkan rentang sehat dapat digambarkan mulai sehat normal, sehat sekali dan sejahtera, sebagai status sehat paling tinggi. Rentang ini merupakan suatu alat ukur dalam menilai status kesehatan yang bersifat dinamis dan selalu berubah dalam setiap waktu (Hidayat, 2007). Menurut Mubarak (2008), penyakit adalah saat 1 2 dimana kondisi seseorang sakit, dan tidak mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Menurut Stoppard (2010), tifoid adalah penyakit yang ditimbulkan bakteri Salmonella tifosa, bakteri ini berkembang biak di usus, gejala penyakit muncul 7 hari sampai 14 hari setelah terinfeksi berupa sakit kepala, demam tinggi, batuk kering dan nyeri perut. Demam tifoid adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella tifosa. Penyakit ini dapat menyerang tubuh melalui makanan atau minuman yang menyebabkan infeksi usus halus. Menurut Ardiansyah (2012), tifoid adalah penyakit infeksi bakteri pada usus halus, dan pada aliran darah, yang di sebabkan oleh kuman Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi A, B, dan C, yang terkadang juga dapat menyebabkan gastroenteritis (keracunan makanan) dan septikemia (tidak menyerang usus). Kuman kuman tersebut masuk melalui saluran pencernaan dan berkembang biak di dalamnya. Setelah berkembang biak, bakteri kemudian menembus dinding usus menuju saluran linfe dan masuk ke dalam pembuluh darah dalam waktu 24 sampai 72 jam. Besarnya kasus demam tifoid di dunia sangat sulit ditentukan karena penyakit tersebut dikenal mempunyai gejala dengan spektrum klinis yang sangat luas. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia tahun 2009, demam tifoid menempati urutan ketiga dari 10 penyakit terbanyak pasien rawat inap di rumah sakit tahun 2009 yaitu sebanyak kasus, yang meninggal orang sebesar 1,25 persen. Sedangkan berdasarkan 3 Profil Kesehatan Indonesia tahun 2010 demam tifoid atau paratifoid juga menempati urutan ketiga dari 10 penyakit terbanyak pasien rawat inap di rumah sakit tahun 2010 yaitu sebanyak kasus, yang meninggal 274 orang dengan sebesar 0,67 persen. Menurut Riset Kesehatan Dasar Nasional tahun 2007, prevalensi tifoid klinis nasional sebesar 1,6 persen. Sedang prevalensi hasil analisa lanjut ini sebesar 1,5 persen yang artinya ada kasus tifoid per penduduk Indonesia. Tifoid klinis dideteksi di Provinsi Jawa Tengah dengan prevalensi 1,61 persen dan tersebar di seluruh Kabupaten atau Kota dengan prevalensi yang berbedabeda di setiap tempat. Prevalensi tifoid di Kabupaten Semarang sebesar 0,8 persen (Pramitasari, 2013). Di Puskesmas Gondangrejo didapatkan kasus dengan penderita tifoid sebanyak 51 orang dari jumlah penduduk sebanyak penduduk atau sebesar 0,14 persen (Puskesmas Gondangrejo, 2013). Salah satu aspek terpenting dalam keluarga adalah keluarga. Keluarga merupakan bagian dari manusia yang setiap hari berhubungan dengan kita. Keadaan ini perlu disadari sepenuhnya bahwa setiap individu merupakan bagiannya dan di keluarga juga semua dapat diekspresikan tanpa hambatan yang berarti. Menurut friedman (1998), keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama dengan kriteria aturan dan emosional, individu mempunyai peran masing - masing yang merupakan bagian dari keluarga (Suprajitno, 2012). Keluarga mempunyai lima fungsi keluarga yang pertama yaitu keluarga mengenal masalah 4 kesehatan yaitu mengkaji keluarga tentang sejauh mana keluarga mengetahui atau mengenal fakta fakta dari masalah kesehatan yang meliputi pengertian, tanda dan gejala, faktor penyebab dan yang mempengaruhinya, serta persepsi keluarga terhadap masalah. Kedua membuat keputusan tindakan yang tepat yaitu keluarga harus bisa mengambil keputusan tentang tidakan yang harus diambil dalam menentukan masalah. Ketiga memberi perawatan pada anggota keluarga yang sakit. Keempat memodifikasi lingkungan atau menciptakan suasana lingkungan rumah yang sehat yaitu keluarga mampu menciptakan lingkungan yang mencakup tentang pentingnya sanitasi yang bersih, manfaat lingkungan yang sehat, dan kekompakan antar anggota keluarga dalam pemeliharaan lingkungan yang sehat. Dan yang kelima merujuk pada fasilitas kesehatan masyarakat yaitu melakukan tindakan yang lebih lanjut dalam memberikan perawatan pada keluarga. Berdasarkan dari kelima fungsi keluarga tersebut salah satunya adalah fungsi perawatan anggota keluarga yang sakit. Fungsi ini untuk mempertahankan keadaan kesehatan keluarga agar tetap memiliki produktifitas yang tinggi. Untuk mempertahankannya dalam perspektif, fungsi ini merupakan salah satu fungsi keluarga dalam pemenuhan kebutuhan kebutuhan fisik seperti makan, pakaian, tempat tinggal dan perawatan kesehata (Efend, 2009) Berdasarkan hasil studi pengkajian yang penulis lakukan di Puskesmas Gondangrejo terhadap keluarga Tn. S yaitu khususnya An. S 5 menderita penyakit tifoid. Ny. S mengatakan An. S panas tinggi. Saat dilakukan pemeriksaan fisik pada An. S didapatkan suhu tubuh An. S 38,5 derajat celsius. Saat diberi informasi bahwa An. S harus di opname keluarga menolak dan meminta agar An. S di rawat di rumah saja. Dari uraian diatas penulis tertarik untuk mengambil kasus tersebut dalam suatu karya tulis ilmiah dengan judul Asuhan Keperawatan pada An. S dengan Demam Tifoid pada Keluarga Tn. S di Desa Tuban Kidul, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. B. Tujuan Penulisan 1. Tujuan Umum Melaporkan asuhan keperawatan keluarga pada An. S dengan demam tifoid pada keluarga Tn. S di desa Tuban Kidul Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. 2. Tujuan Khusus a. Penulis mampu melakukan pengkajian pada An. S dengan demam tifoid pada keluarga Tn. S. b. Penulis mampu merumuskan diagnosa keperawatan pada An. S dengan demam tifoid pada keluarga Tn. S. c. Penulis mampu menyusun rencana asuhan keperawatan pada An. S dengan demam tifoid pada keluarga Tn. S. d. Penulis mampu melaksanakan implementasi pada An. S dengan demam tifoid pada keluarga Tn. S. 6 e. Penulis mampu melaksanakan evaluasi pada An. S dengan demam tifoid pada keluarga Tn. S. C. Manfaat Penulisan Laporan ini semoga bermanfaat bagi : 1. Manfaat bagi Institusi a. Puskesmas Meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan, khususnya dalam pemberian asuhan keperawatan pada klien dengan demam tifoid. b. Pendidikan Digunakan sebagai informasi bagi institusi pendidikan dalam pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan di masa yang akan datang. 2. Manfaat bagi penulis Penulis dapat mendapatkan pengetahuan, pengalaman, wawasan dan mengaplikasikan asuhan keperawatan pada klien dengan demam tifoid. 7 BAB II LAPORAN KASUS Pada bab ini penulis menjelaskan tentang studi kasus yang dilakukan pada An. S dengan demam tifoid pada keluarga Tn. S, pengkajian yang dilakukan tanggal 22 April 2013 di desa Tuban Kidul, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Studi kasus ini dimulai dari tahap pengkajian, penegakan diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. A. Data Umum Keluarga Hasil dari pengkajian yang dilakukan pada tanggal 22 April 2013 pukul WIB di desa Tuban Kidul kecamatan Gondangrejo dengan alloanamnesa, melakukan pengamatan atau pemantauan langsung, dan pemeriksaan fisik. Dari data pengkajian di dapatkan hasil nama kepala keluarga Tn. S, umur 70 tahun, alamat Tuban Kidul Kecamatan Gondangrejo. Tn. S bekerja sebagai petani dan sebagai pengrajin keset dari serabut kelapa, pendidikan terakhir Tn. S adalah sekolah dasar. Komposisi keluarga Tn. S yaitu Tn. S umur 70 tahun, berjenis kelamin laki laki, sebagai kepala keluarga, dan pekerjaan sebagai petani, Ny. S umur 50 tahun, berjenis kelamin perempuan, hubungan keluarga istri dari Tn. S, pekerjaan petani, dan An. S umur 10 tahun, berjenis kelamin laki laki, hubungan dengan keluarga sebagai anak dari Tn. S. Ayah dan ibu 7 8 Tn. S. Struktur keluarga dari Tn. S dapat dilihat pada gambar genogram dibawah ini : Ny. S 50 thn Tn. S, 70 thn N An. S umur 10 tahun Keterangan : Gambar 2.1 genogram keluarga Tn. S : Laki laki sudah meniggal : laki - laki : Perempuan sudah meninggal : Perempuan : Klien : Tinggal serumah Pengkajian dilakukan pada tanggal 22 April 2013 berdasarkan didapatkan tipe dari keluarga Tn. S adalah keluarga inti dengan komposisi yang terdiri dari ayah, ibu, dan seorang anak yang masih di bangku sekolah. Penghasilan keluarga Tn. S berasal dari bertani dan sebagai pengkrajin keset dari sabut kelapa, rata rata penghasilan Tn. S yaitu Rp / bulan, yang di pergunakan untuk keperluan sehari- hari seperti 9 makan sehari hari, kebutuhan rumah dan di pergunakan untuk membiayai sekolah An. S. Tn. S tidak memiliki tabungan khusus buat kesehatan. Barang berharga yang dililiki oleh Tn. S adalah cincin emas, televisi, dan sepeda ontel. Keluarga Tn. S mengatakan jarang pergi ketempat rekreasi secara bersama dan biasanya hanya berkumpul di rumah sambil meliat televisi. B. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga Pengkajian dilakukan pada tanggal 22 April 2013 berdasarkan riwayat dan tahap perkembangan keluarga, didapatkan tahap perkembangan pada keluarga Tn. S pada saat ini termasuk dengan keluarga dengan anak usia sekolah (6 tahun sampai 13 tahun), tugas perkembangan keluarga antara lain. Tahap perkembangan yang pertama membantu sosialisasi anak terhadap lingkungan luar rumah, sekolah dan lingkungan lebih luas, dimana Tn. S mengatakan apabila An. S pergi bermain harus pulang sebelum pukul WIB, dan setelah pulang sekolah harus pulang kerumah terlebih dahulu baru kemudian pergi bermain. Tahap perkembangan yang kedua adalah mendorong anak untuk mencapai perkembangan daya intelektual, Tn. S mengatakan An. S harus menyelesaikan sekolah sampai setinggi tingginya. Tahap perkembangan yang ketiga adalah memenuhi kebutuhan yang meningkat termasuk biaya kehidupan dan kesehatan anggota keluarga. 10 Tahap perkembangan yang keempat adalah menyesuaikan pada aktifitas komuniti dengan mengikut sertakan anak, Tn. S mengajarkan kepada An. S untuk mengikuti kegiatan di kampungnya seperti pengajian. Tahap perkembangan keluarga yang belum tercapai pada keluarga Tn. S adalah memenuhi kebutuhan yang meningkat termasuk biaya kehidupan dan kesehatan anggota keluarga, dimana Tn. S mengatakan belum bisa memenuhi kebutuhan yang meningkat termasuk biaya kehidupan dan biaya kesehatan anggota keluarganya. Dikarenakan penghasilan yang didapat tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari hari dengan penghasilan Tn. S rata - rata Rp ,- per bulan. Riwayat keluarga inti, Tn. S mengatakan sudah menikah 33 tahun dan dikaruniai tiga orang anak, Tn. S mengatakan bahwa dirinya sering mengalami pusing dan pegal - pegal pada tengkuk dan Tn. S mengatakan bahwa dirinya ada keturunan hipertensi dari ibunya. Pada Ny. S mengatakan tidak ada keluhan dan tidak ada penyakit keturunan. Sedangkan pada An. S mengeluhkan badannya terasa panas, setelah dikaji suhu An. S yaitu 38,5 derajat celsius, dan badan An. S teraba panas, dan badan terasa lemas. Fungsi keluarga pada Tn. S yaitu fungsi perawatan keluarga karena keluarga Tn. S belum mampu mengenal masalah kesehatan pada anggota keluarga yang sakit dengan keadaan An. S yang mengalami panas dan hanya dibelikan obat obatan dari warung tetapi panas An. S tidak kunjung turun. Keluarga Tn. S belum mengetahui tentang tifoid, tanda 11 gejala yang ditimbulkan oleh tifoid, kemudian rasa takut yang di alami oleh salah satu dari anggota keluarga Tn. S serta sifat dan filsafah hudup yang dialami keluarga Tn. S. Terapi obat yang diberiakn kepada An. S dari Puskesmas Gondangrejo yaitu parasetamol dengan dosis 500 miligram diminum tiga kali per hari, antasida dengan dosis 200 miligram diminum tiga kali per hari, vitamin B 6 dengan dosis 10 miligram diminum tiga kali per hari, dan kloramfenikol dengan dosis 250 miligram diminum tiga kali perhari. Hasil pemeriksaan fisik atau head to toe yang dilakukan pada An. S yang dilakukan pada tanggal 23 April 2013 di dapatkan data sebagai berikut suhu tubuh An. S 38,5 derajat celsius, nadi 84 kali per menit, pernafasan 20 kali per menit, berat badan 15 kilogram, dan tinggi badan 110 centi meter. Keluhan yang dirasakn An. S yaitu badanya panas dan lemas. C. Diagnosa Keperawatan Dari hasil analisa data yang di lakukan pada keluarga Tn. S didapatkan data subjektif Ny. S mengatakan An. S panas tinggi pada hari sabtu tanggal 21 April 2013, dan hanya diberikan obat dari warung. Karena panas pada An. S tidak kunjung turun, maka keluarga Tn. S mendapatkan saran dari tetangga untuk membawa An. S ke Puskesmas. Keluarga Tn. S tidak mengetahui tentang pengertian tifoid, tanda dan gejala yang diterjadi pada penderita tifoid. Dari data obyektif didapatkan 12 An. S terlihat lemas dari hasil pemeriksaan didapatkan suhu tubuh 38,5 derajat celcius, nadi 84 kali per menit dan pernafasan 20 kali per menit. Berdasarkan analisa data diatas dapat ditegakkan diagnosa keperawatan hipertermi pada An. S berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga Tn. S dalam mengenal masalah kesehatan pada keluarga yang sakit. Untuk penghitungan skoring diagnosa keperawatan hipertermi pada An. S berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga Tn. S dalam mengenal masalah kesehatan pada keluarga yang sakit dapat dilihat pada tabel dibawah ini Tabel 2.1 Hasil Penghitungan Skoring Diagnosa Keperawatan KeluargaTn. S No Kriteria Skor Bobot Nilai 1 Sifat Masalah 1 Aktual 3 2 Kemungkinan masalah dapat di ubah 2 Mudah 2 x 2 = 2 3 Potensi masalah dapat di ubah 1 Tinggi 3 4 Menonjolnya masalah 1 Masalah dirasakan dan harus segera 2 ditangani Jumlah 5 D. Intervensi Tujuan umum dari intervensi keperawatan terkait dengan kasus hipertermi pada An. S berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga Tn. S dalam mengenal masalah kesehatan pada anggota keluarga yang sakit adalah setelah dilakukan tiga kali kunjungan rumah diharapkan suhu tubuh 13 dalam batas normal (36 derajat celsius sampai 37 derajat celsius), dan
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x