STRATEGI SISTEM INFORMASI DAN STRATEGI BISNIS PENGELOLAAN DESA AGROWISATA DI BANJARNEGARA UNTUK PENINGKATAN DAYA SAING

Please download to get full document.

View again

of 9
14 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
STRATEGI SISTEM INFORMASI DAN STRATEGI BISNIS PENGELOLAAN DESA AGROWISATA DI BANJARNEGARA UNTUK PENINGKATAN DAYA SAING Khalimaturofi ah, Kusrini 1 STIMIK Tunas Bangsa, 2 Universitas AMIKOM Yogyakarta 1
Document Share
Document Transcript
STRATEGI SISTEM INFORMASI DAN STRATEGI BISNIS PENGELOLAAN DESA AGROWISATA DI BANJARNEGARA UNTUK PENINGKATAN DAYA SAING Khalimaturofi ah, Kusrini 1 STIMIK Tunas Bangsa, 2 Universitas AMIKOM Yogyakarta 1 Magister Teknik Informatika UNIVERSITAS AMIKOM Yogyakarta * 1 2 Abstrak Strategi pengembangan wisata khususnya agrowisata di Banjarnegara masih sebatas promosi dengan memanfaatkan media cetak seperti baliho dan brosur. Penelitian ini bertujuan untuk membangun konsep strategi sistem informasi dan bisnis pengelolaan agrowisata. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Glempang Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara. metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan kerangka kerja Ward and Peppard dengan analisis PEST (Politik, Ekonomi, Sosial, Teknologi), Analisis Critical Success Factor, Analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, threats), dan Analisis Value Chain untuk mengetahui kondisi internal dan ekternal organisasi. penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, konsep strategi sistem informasi dan bisnis untuk pengelolaan agrowisata Desa Glempang Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara meliputi konsep Strategi Bisnis Sistem Informasi, Strategi Sistem Informasi, Dan Strategi Manajemen Sistem Informasi yang digunakan sebagai acuan untuk pengembangan dan pengelolaan agrowisata di Desa Glempang Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara. Kata kunci: Strategi Sistem informasi dan bisnis, Agrowisata Desa Glempang, Ward and Peppard Framework, Abstract Tourism development strategy, especially agro-tourism in Banjarnegara still limited to promotion by utilizing print media such as billboards and brochures. This study aims to build the concept of information systems strategy and business management agro. This research was conducted in Glempang Village, Mandiraja District, Banjarnegara District. the method used is qualitative descriptive using Ward and Peppard framework with PEST analysis (Political, Economic, Social, Technology), Critical Success Factor Analysis, SWOT Analysis (strengths, weaknesses, opportunities, threats), and Value Chain Analysis to determine the condition internal and external organizations. This research used interview and observation data collection method. Based on the results of research conducted, the concept of information systems and business strategies for the management of agro-tourism Glempang Village District Mandiraja Banjarnegara District include the concept of Business Information System Strategy, Information Systems Strategy, and Information Management System Strategy used as a reference for the development and management of agro-tourism in Glempang Village District Mandiraja Kabupaten Banjarnegara. Keywords: Information and Business Information System Strategy, Glempang Village Agro, Ward and Peppard Framework, 1. PENDAHULUAN Indonesia memiliki potensi sumber daya wisata yang kaya meliputi sumberdaya alam, budaya, flora dan fauna. Indonesia tercatat mendapatkan ranking ke-6 pada Top Twenty Tourism Destinations in East and The Pasific (WTO,1999) Di Indonesia, Agrowisata atau agroturisme merupakan kegiatan pariwisata dengan memanfaatkan usaha agro (agribisnis) sebagai objek wisata dan bertujuan untuk memperluas pengetahuan, pengalaman, rekreasi dan hubungan usaha di bidang pertanian. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia pada tahun 2011 mencapai 7,65 juta. Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 9,24% dibandingkan pada tahun 2010 sebesar 7,00 juta. Seiring dengan peningkatan tersebut, penerimaan devisa pariwisata pada tahun 2011 mencapai US$8,6 M atau naik 13,16% dibandingkan tahun sebelumnya yakni US$ 7,6 M. Kementerian Pariwisata melaporkan, pada Januari-Mei 2016, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia mencapai orang atau naik 7,48 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.. Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Tengah dengan Ibu Kota di Banjarnegara. Menurut Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjarnegara, jumlah wisatawan yang datang ke Banjarnegara pada tahun 2015 meningkat sebanyak 894,547 wisatawan dibandingkan pada tahun 2014 yakni sebanyak 796,655 wistawan. Dengan berbagai potensi keindahan dan kekayaan alam yang berupa pegunungan dan menghasilkan berbagai hasil kebun berupa buah-buahan yang ada di Banjarnegara terutama di daerah pedesaan, maka potensi tersebut perlu di kembangkan dan dikelola dengan baik agar mencapai tujuan. Salah satu desa yang memiliki potensi keindahan dan kekayaan alam serta hasil pertanian dan perkebunan di Kabupaten Banjarnegara adalah Desa Glempang Kecamatan Manidraja. Sejak tahun 2014, Desa Glempang telah mencanangkan dan mengembangkan desa agrowisata sebagai upaya untuk peningkatan kualitas dan kesejahteraan petani/penduduknya. Sampai saat ini, pengelolaan agrowisata di Desa Glempang sendiri belum memanfaatkan secara maksimal perkembangan teknologi yang ada saat ini. Strategi pengembangan wisata khususnya agrowisata di Desa Glempang masih sebatas promosi dengan memanfaatkan media cetak seperti baliho dan brosur. Perkembangan teknologi saat ini belum dimanfaatkan oleh pemerintah Desa Glempang untuk mengelola dan meningkatkan keunggulan kompetitif dari potensi yang ada di Desa Glempang, hal ini dapat dilihat dari rendahnya optimasi dalam penggunaan sistem informasi dalam mendukung operasional dan pengelolaan terkait dengan pariwisata, bahkan belum memiliki website. Manajemen agrowisata Desa Glempang sebelumnya telah memiliki blog untuk media promosi dan informasi namun belum dikelola secara maksimal sehingga tidak dapat digunakan kembali sebagai salah satu bentuk pengelolaan. Berdasarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-government menuntut terbentuknya pemerintahan yang bersih, transparan, dan mampu menjawab tuntutan perubahan secara efektif, Pemerintah Banjarnegara perlu melaksanakan proses transformasi menuju e-government. Melalui proses transformasi tersebut, Pemerintah Banjarnegara dapat mengoptimalisasikan pemanfaatan kemajuan teknologi informasi yang ada saat ini untuk meningkatkan potensi dan perekonomian masyarakat khususnya di bidang pariwisata dengan pengembangkan agrowisata. Sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2003 tersebut, perlu adanya strategi sistem informasi yang selaras dengan strategi bisnis untuk meningkatkan potensi dan daya saing ekonomi masyarakat di Desa Glempang pada sektor pariwisata dengan pengembangan dan pengelolaan desa agrowisata di Desa Glempang. Perencanaan strategis sistem informasi memuat strategi bisnis sistem informasi, strategi manajemen sistem informasi dan strategi teknologi informasi yang akan menjadi acuan dalam pemanfaatan teknologi informasi yang lebih tepat, sesuai dengan kondisi organisasi. Ward dan Peppard juga mengemukakan bahwa tujuan utama penerapan sistem informasi dalam suatu organisasi adalah meningkatkan efisiensi operasional dengan mengotomatisasi proses pengolahan data berbasis informasi, meningkatkan efektivitas manajemen dengan manajemen sistem informasi untuk memenuhi persyaratan informasi untuk pengambilan keputusan dan meningkatkan daya saing dengan mengubah sifat atau cara bisnis sehingga investasi sistem informasi dapat menjadi sumber keunggulan kompetitif. 2. LANDASAN TEORI 2.1 Strategi Sistem Informasi Ward and Peppard Framework Strategi / IT IS terdiri dari dua bagian: sebuah IS komponen dan komponen IT. IS strategi mendefinisikan persyaratan atau permintaan untuk informasi dan sistem organisasi untuk mendukung strategi bisnis secara keseluruhan. Perencanaan strategis SI/TI merupakan proses identifikasi portofolio aplikasi SI berbasis komputer yang akan mendukung organisasi dalam pelaksanaan rencana bisnis dan merealisasikan tujuan bisnisnya. Perencanaan strategis SI/TI mempelajari pengaruh SI/TI terhadap kinerja bisnis dan kontribusi bagi organisasi dalam memilih langkah-langkah strategis. Selain itu, perencanaan strategis SI/TI juga menjelaskan berbagai tools, teknik, dan kerangka kerja bagi manajemen untuk menyelaraskan strategi SI/TI dengan strategi bisnis, bahkan mencari kesempatan baru melalui penerapan teknologi yang inovatif (Ward & Peppard, 2002) Gambar 1 Hubungan Strategi SI, TI, dan Bisnis Strategi Bisnis Untuk merencanakan suatu strategi SI/TI terlebih dahulu perlu diketahui kondisi lingkungan, arah dan tujuan bisnis desa Glempang terkait agrowisatanya, informasi apa yang dibutuhkan, peluang dan hambatan bisnis yang dihadapi desa Glempang. Strategi SI Setelah mengetahui kondisi lingkungan, arah dan tujuan dari bisnis, selanjutnya evaluasi terhadap sistem informasi apa saja yang sesuai dengan kebutuhan dan mendukung strategi bisnis dalam pencapaian visi dan misi Desa Glempang khususnya visi misi desa agrowisata yang dicanangkan. Strategi TI Untuk menghasilkan suatu sistem informasi yang strategis, maka perlu menyeleksi dan memilih secara tepat teknologi apa yang paling sesuai untuk digunakan dalam menunjang sistem informasi tersebut. Inputan kerangka kerja Ward and Peppard : 1. Analisis Lingkungan Bisnis Internal; meliputi aspek strategi bisnis saat ini, sasaran, sumber daya, proses, serta budaya dan nilai-nilai organisasi 2. Analisis Lingkungan Bisnis Eksternal; mencangkup ekonomi, industri, dan persaingan 3. Analisis lingkungan SI/ TI internal; meliputi kondisi SI/ TI yang perspektif bisnis saat ini, bagaimana kematangan dan kontribusinya terhadap bisnis, 4. Analisis lingkungan SI/ TI eksternal; meliputi tren teknologi dan peluang pemanfaatannya serta penggunaan SI/ TI. Outputan Kerangka Kerja Ward and Peppard : 1. Strategi SI Bisnis meliputi bagaiman setiap unit dalam organisasi akan memanfaatkan SI/TI yang ada untuk mencapai sasaran bisnis organisasi. 2. Strategi TI, mencangkup kebijakan dan pengelolaan teknologi dan sumber daya manusia SI/ TI. 3. Strategi Manajemen SI/ TI; mencangkup elemen umum organisasi sebagai faktor untuk memastikan kebijakan TI diterapkan dalam organisasi. 2.2 Agrowisata Agrowisata merupakan salah satu produk wisata yang memanfaatkan usaha agro sebagai objek wisata. Surat Keputusan bersama Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi, dan Menteri Pertanian No. KM.47/ PW.DOW/MPPT-89 dan Nomor 204/KPTS/HK/0504/1989, agrowisata didefinisikan sebagai suatu bentuk kegiatan yang memanfaatkan usaha agro mulai dari awal sampai dengan produk pertanian dalam berbagai sistem, skala dan bentuk sebagai objek wisata dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan, pengalaman rekreasi dan hubungan usaha di bidang pertanian. Agrowisata tidak hanya memanfaatkan keindahan alam dan keanekaragaman kegiatan pertanian, tetapi banyak tercipta model-model agrowisata yang memanfaatkan objek-objek pertanian tertentu, seperti agrowisata hortikultura, agrowisata tanaman perkebunan, ataupun varian kebun-kebun perkebunan adalah contoh dari sekian banyak agrowisata yang dapat dikembangkan (Departemen Pertanian RI, 2009). Di Indonesia, Agrowisata atau agroturisme didefinisikan sebagai sebuah bentuk kegiatan pariwisata yang memanfaatkan usaha agro (agribisnis) sebagai objek wisata dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan, pengalaman, rekreasi dan hubungan usaha di bidang pertanian. Agrowisata merupakan bagian dari objek wisata yang memanfaatkan usaha pertanian (agro) sebagai objek wisata. Melalui pengembangan agrowisata yang menonjolkan budaya lokal dalam memanfaatkan lahan, diharapkan bisa meningkatkan pendapatan petani sambil melestarikan sumber daya lahan, serta memelihara budaya maupun teknologi lokal (indigenous knowledge) yang umumnya telah sesuai dengan kondisi lingkungan alaminya (http://database.deptan.go.id). Sutjipta (2001) mendefinisikan, agrowisata adalah sebuah sistem kegiatan yang terpadu dan terkoordinasi untuk pengembangan pariwisata sekaligus pertanian, dalam kaitannya dengan pelestarian lingkungan, peningkatan kesajahteraan masyarakat petani. Agrowisata dapat dikelompokkan ke dalam wisata ekologi (eco-tourism), yaitu kegiatan perjalanan wisata dengan tidak merusak atau mencemari alam dengan tujuan untuk mengagumi dan menikmati keindahan alam, hewan atau tumbuhan liar di lingkungan alaminya serta sebagai sarana pendidikan (Deptan, 2005) 3. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode Deskriptif Kualitatif dengan pendekatan Ward and Peppard Framework dengan analisis PEST (Politik, Ekonomi, Sosial, Teknologi), Analisis Critical Success Factor, Analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, threats), dan Analisis Value Chain. Metodologi Ward and Peppard dimulai dari kondisi investasi SI/TI dimasa lalu yang kurang bermanfaat bagi tujuan bisnis organisasi dan mencari peluang bisnis, serta fenomena yang dapat meningkatkan keunggulan kompetitif suatu organisasi karena mampu memanfaatkan SI/TI dengan maksimal. 3.2 Metode Pengumpulan Data-data a. Observasi Menurut Purnomo (2008) Observasi adalah proses pengamatan dan pencacatan secara sistematis mengenai gejala-gejala yang diteliti. Pada penelitian ini observasi dilakukan dengan pengamatan langsung terhadap kondisi bisnis internal dan eksternal, kondisi sistem informasi internal dan eksternal, dan manajemen dari Desa Glempang Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara. Responden yang dibutuhkan pada observasi untuk memperoleh data tersebut adalah perabat desa meliputi Kepala Desa, Kepala Pemuda Desa Glempang, dan POKDARWIS (Kelompok Sadar Wisata) sebagai pihak pelaksana pengelolaan desa agrowisata. b. Wawancara Wawancara adalah komunikasi dua arah untuk mendapatkan data dari responden. (Jogiyanto, 2008 :111). Dalam hal ini peneliti melakukan wawancara terhadap nara sumber yaitu Kepala Desa Glempang dan POKDARWIS (Kelompok Sadar Pariwisata) yang dalam hal ini adalah Bpk. Yono selaku ketua POKDARWIS. Wawancara dilakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan agrowisata dan hal-hal yang dilakukan sebagai upaya pengembangan serta harapan dari Desa Glempang ke depan berkaitan dengan agrowisata tersebut. Berdasarkan wawancara yang dilakukan, agrowisata di Desa Glempang telah dicanangkan sejak tahun 2010 dilatarbelakangi dengan adanya studi banding yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat Desa Glempang ke daerah Karang Salam, Kemranjen, Banyumas dan ke daerah Kendal pada tahun Pengembangan agrowisata Desa Glempang dimulai dengan penanaman bibit durian seluas 5 ha. Pada tahun 2011 Desa Glempang dibantu oleh Dinas Pertanian, Perikanan, Dan Peternakan Kab Banjarnegara berupa tanah perkebunan seluas 5 ha dan 50 ha pada tahun Sebagai upaya pengembangan agrowisata di Desa Glempang, pemerintah setempat telah melakukan beberapa upaya salah satunya adalah pengembangan sumber daya manusia yang dalam hal ini adalah petani. Pemerintah Desa Glempang melakukan pelatihan rutin kepada petani yang dimulai sejak 2011 yang dibantu oleh Dinas Pertanian, Perikanan, Dan Peternakan Kab Banjarnegara. Pada tahun 2017, pemerintah desa Glempang beserta organisasi POKDARWIS merencanakan pengembangan kebuh buah (jambu kristal dan jambu dahlia) seluas 2 Ha. 4. PEMBAHASAN Konsep pengelolaan Agrowisata Desa Glempang adalah konsep pengelolaan dengan Kemitraan Pemerintah Swasta & Masyarakat (KPSM) atau dapat disebut juga Public Private Community Partnership (PPCP), yang merupakan kemitraan antara pemerintah, swasta, dan masyarakat yang secara bersama-sama melakukan kerjasama dalam pembangunan dan atau pengelolaan prasarana dan sarana. konsep wisata Konservasi, Reboisasi, Edukasi, dan Rekreasi juga menjadi konsep pengelolaan untuk pengembangan agrowisata Desa Glempang. 1. Konservasi : dikembangkan sebagai tempat pelestarian plasma nutfah (keanekaragaman hayati) tumbuhan, khususnya buah-buahan. 2. Reboisasi : dikembangkan sebagai pusat pembibitan dan tempat penyebarluasan tanaman yang bernilai ekonomis dan bermanfaat untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup. 3. Edukasi : dijadikan sebagai kawasan edukatif, yaitu tempat pelatihan generasi muda untuk lebih mengenal tumbuh-tumbuhan dan mencintai alam sekitar. 4. Rekreasi : dijadikan sebagai tempat ekowisata yang bernuansa alam dan menumbuhkan rasa kepedulian akan lingkungan. Wisata alam Glempang didesain dengan pola kebun yang dikombinasikan dengan aktivitas rekreasi, konsep back to nature, dan dengan nuansa alam tropis khas wilayah Indonesia. Pengelolaan untuk pengembangan agrowisata Desa Glempang belum menunjukkan adanya pemanfaatan SI/TI baik untuk aktivitas promosi maupun pengelolaan manajemen di dalamnya. Dalam pengelolaan manajemen, penggunaan perangkat komputer dilakukan hanya sekedar pemanfaatan aplikasi Microsoft Office. Ward and Peppard menyediakan kerangka kerja strategis yang dapat digunakan dalam melakukan perencanaan strategi SI dan TI. Pendekatan metodologi versi Ward and Peppard ini dimulai dari analisis kondisi bisnis dan investasi SI/TI yang sudah berjalan yang di nilai kurang efektif, lalu menganalisa kondisi bisnis eksternal sehingga dapat meningkatkan keunggulan kompetitif suatu organisasi. Kerangka kerja ward and peppard dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar 2 Strategi Sistem Informasi Ward and Peppard Penyusunan strategi sistem informasi dan bisnis dilakukan dengan menggunakan Metode Ward and Peppard Framework dan menggunakan analisis PEST (Politik, Ekonomi, Sosial, Teknologi), Analisis Critical Success Factor, Analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, threats), dan Analisis Value Chain Analisis PEST Analisis PEST digunakan untuk memetakan faktor-faktor lingkungan luar yang berpengaruh terhadap agrowisata desa Glempang, organisasi dan pengelolaanya. Hasil analisis PEST Agrowisata Desa Glempang adalah sebagai berikut : Tabel 1 Faktor PEST Agrowisata Glempang Politik Ekonomi Pajak UMR Undang Undang Pertumbuhan Situasi Politik ekonomi Nilai Tukar Sosial Teknologi Gaya Hidup Tingkat Pendidikan Tingkat Penghasilan Usia Perkembangan teknologi/ penemuan teknologi baru Teknologi informasi Transfer teknologi 4.2. Analisis SWOT Analisis SWOT menggambarkan kondisi dan mengevaluasi suatu masalah, proyek atau konsep bisnis berdasarkan faktor internal (dalam) yaitu kekuatan (strengths) serta kelemahan (weakness) dan faktor eksternal (luar) yaitu peluang (opportunities) dan ancaman (threats) yang ada di desa Glempang dalam hal pengelolaan agrowisata. 4.3. Analisis Value Chain Analisis Value Chain dilakukan untuk memetakan seluruh proses kerja yang terjadi dalam organisasi kepengurusan agrowisata dalam hal ini adalah organisasi POKDARWIS (Kelompok Sadar Pariwisata) desa Glempang menjadi dua kategori aktivitas, yaitu aktivitas utama dan aktivitas pendukung. Mengacu pada dokumen yang menyebutkan tugas dan fungsi setiap unit kerja berdasarkan pengamatan yang dilakukan terhadap proses kerja yang terjadi di masing-masing unit kerja organisasi tersebut. Analisis Value Chain menganalisis sumber keunggulan bersaing yaitu dengan menguraikan aktivitas yang terjadi dalam organisasi ke dalam aktivitas-aktivitas nilai secara strategis. Gambar 2 Proses bisnis agrowisata Glempang 4.4. Analisis Critical Success Factor Analisis CSF digunakan untuk melihat atau mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh pada agrowisata desa Glempang, organisasi dan pengelolaanya Mc Farlan Strategic Grid Analisis Mc Farlan Strategic Grid untuk memetakan aplikasi sistem informasi berdasarkan kontribusinya terhadap agrowisata desa Glempang 4.6. Porfolio Aplikasi Porfolio aplikasi diperoleh dari hasil pemetaan terhadap jenis informasi, kebutuhan sistem informasi Kebutuhan Sistem Informasi Pengelolaan Agrowisata Desa Glempang berdasarkan analisis yang dilakukan. Tabel 1 Matrix Kebutuhan Sistem Informasi High Strategic Potential 1. Website 1. E-Commerce 2. SI Agrowisata 3. SI Produksi Hasil Pertanian 1. SI SDM 1. Aplikasi Office 2. SI Keuangan Key Operational Support 5. KESIMPULAN 5.1 Kesimpulan Dari pen
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks