Strategi Peningkatan Daya Saing Umkm Pangan Di Pal

Please download to get full document.

View again

of 26
5 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
peningkatan daya saing
Document Share
Document Transcript
  Strategi Peningkatan Daya Saing UMKM …….. Asri Delmayuni, Musa Hubeis, Eko Ruddy Cahyadi | 97   STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING UMKM PANGAN DI PALEMBANG Strategies to Increase the Competitiveness of Food’s Small Medium Enterprises (SMEs) in Palembang  Asri Delmayuni, Musa Hubeis, dan Eko Ruddy Cahyadi Program Studi Ilmu Manajemen, Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor Jl. Raya Darmaga, Gedung Sekolah Pascasarjana IPB, Kampus IPB Dramaga Bogor 16680, Indonesia email: asrichic@gmail.com Abstrak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mempunyai potensi sangat besar untuk kemajuan perekonomian Indonesia, karena tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Mensejahterahkan UMKM akan berdampak besar bagi perekonomian negara indonesia. Penelitian mengenai strategi untuk meningkatkan daya saing Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Pangan di Kota Palembang ini dilakukan dengan menggunakan analisis Strength, Weaknes, Opportunity, and Threats  (SWOT) dan Analisis Hirarki Proses (AHP).Sampel usaha UMKM Pangan di Palembang diambil dengan menggunakan teknik  purposive sampling. Berdasarkan SWOT dan AHP diperoleh hasil bahwa strategi prioritas yang harus dilakukan oleh UMKM pangan berdaya saing di Kota Palembang adalah penggunaan peralatan yang lebih moderndalam proses produksiagar variasi makanan dapat dibuat secara lebih efisien dan efektif; serta pemanfaatan manajemen modern agar pengolahan UMKM dapat mencakup ekonomi lokal (dalam negeri) dan juga luar negeri. Untuk itu kontribusi dan kerjasama yang baik antar pemerintah dan UMKM akan membuat UMKM bisa melakukan perannya dengan baik dan menciptakan UMKM pangan yang berdaya saing. Kata Kunci:  Berdaya Saing, Pangan, Pengembangan UMKM, Strategi  Abstract Small and Medium Enterprises (SMEs) has a large potential for the economic progress in Indonesiasince it has been widespread throughout the country. Prospering the SMEs will bring a major impact for the economy of Indonesia.The research about strategy to improve the competitiveness of Food Micro Small Medium Enterprises (SMEs) in Palembang City was done by using the Strength, Weaknes, Opportunity, and Threats (SWOT) analysis and Hierarchy Analysis Process (AHP). The sample of SMEs food business in Palembang was taken by using purposive sampling technique.The result shows that the priority strategy that should be done by the SMEs are using the modern equipment in production process in order to make the food variation more effective and eficient;and utilizingthe modern management for SME’s processing can cover the domestic and international economy. Therefore, good cooperation between goverment and SMEs will lead to a better function of SMEs which creates high competitiveness in SMEs. Keywords:  Competitive, Food, SMEs Development, Strategy  JEL Classification :  M3, L1, L78 PENDAHULUAN Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan suatu kegiatan ekonomi yang dapat memproduksi barang atau jasa yang diperda-gangkan secara komersil. UMKM mempunyai potensi sangat besar untuk kemajuan perekonomian  98 | Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan, VOL.11 NO.1, JULI 2017   Indonesia, karena tersebar luas diseluruh wilayah Indonesia, sehingga mampu mensejahterakan UMKM dan berdampak besar bagi perekonomian. Hal itu seperti terlihat dari jumlah Produk Domestik Bruto (PDB) Pelaku Usaha Nasional (UMKM+UB) tahun 20014-2013 sebesar Rp.3.745.584 Miliar (KKUKMRI, 2015).Peran UMKM dalam perkembangan perekonomian suatu negara ini terbukti dengan berkurangnya pengangguran dan penciptaan usaha baru yang terus bermunculan(Lamandaw, 2006). Dengan dibukanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) beserta kesepakatan perdagangan bebas ( Free Trade Agreement  ) antar negara-negara di ASEAN, telah membuka kesempatan bagi UMKM untuk memasuki pasar baru. Namun UMKM Indonesia harus memperbaiki mutu produk untuk mampu bersaing di pasar ASEAN dan lebih luas lagi di pasar dunia.UMKM juga harus membuat persiapan yang matang khususnya bagi para penggerak UMKM pangan yang ada di Indonesia. Untuk itu, UMKM pangan membutuhkan strategi yang akan membuat UMKM pangan di Indonesia tersebut bisa berdaya saing. Daya saing secara konsep dibagi menjadi dua, yakni keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif. Kedua konsep ini pada dasarnya merupakan konsep keunggulan berdasarkan kemampuan untuk menggeser kurva penawaran ke kanan sebagai cara menurunkan harga. Hanya saja konsep keunggulan kompetitif dan kemampuan untuk menurunkan harga bukanlah satu-satunya cara, melainkan harus diikuti dengan berbagai aspek strategi lain yang terkait, baik dari segi produksi, konsumsi, struktur pasar dan kondisi industri itu sendiri. Untuk menghasilkan UMKM yang berdaya saing menurut Russell dan Millar (2014) ada lima komponen competitive priority  , yaitu Cost (Biaya), Quality   (Mutu), Flexibilitas (Fleksibilitas), Delivery   (Pengiriman) dan Inovation  (Inovasi). a. Biaya, meliputi empat indikator, yaitu produksi, produktifitas tenaga kerja, penggunaan kapasitas produksi dan persediaan. b. Mutu, menurut Muhardi (2007) meliputi indikator seperti tampilan produk, jangka waktu penerimaan produk, daya tahan produk, kecepatan penyelesaian keluhan  Strategi Peningkatan Daya Saing UMKM …….. Asri Delmayuni, Musa Hubeis, Eko Ruddy Cahyadi | 99   konsumen dan kesesuaian produk terhadap spesifikasi desain. c. Waktu, meliputi ketetapan waktu produksi, pengurangan waktu tunggu produksi dan ketetapan waktu penyampaian produk. d. Fleksibilitas meliputi berbagai indikator seperti macam produk yang dihasilkan, kecepatan menyesuaikan dengan kepentingan lingkungan. e. Inovasi bisa menjelaskan bagaimana sebuah perusahaan bisa membuat improvisasi terhadap proses dan produk yang tersedia (Dangayach & Deshmukh, 2013) UMKM pangan di Kota Palembang rata-rata sudah memiliki semua komponen tersebut tapi belum efektif dalam menggunakannya.Untuk itu, UMKM pangan di Kota Palembang harus lebih mengkaji lebih dalam lagi dimensi tersebut. UMKM yang ada di Palembang juga harus mempunyai competitive priority,  agar bisa berdaya saing. UMKM yang memiliki keunggulan bersaing dari beberapa faktor yang telah dikemukakan dipastikan akan meningkat efektifitas dan efisiensi kinerjanya. Barney (2007) mengungkapkan bahwa keunggulan bersaing merupakan kondisi dimana perusa-haan mampu menciptakan nilai ekonomi lebih dibandingkan dengan perusahaan pesaingnya. Secara sederhana nilai ekonomi merupakan perbedaan antara perolehan manfaat yang dirasakan oleh konsumen yang membeli produk atau jasa yang dibeli. Hasil penelitian terdahulu Hubeis, et al (2015) menunjukkan strategi untuk meningkatkan UMKM berdaya saing dilakukan dengan: (1) Meningkatkan kerjasama untuk menjaga kontinuitas ketersediaan bahan baku antar daerah; (2) membangun kawasan industri produk UMKM; (3) Meningkatkan peran pemerintah swasta dan perguruan tinggi/penelitian pengembangan. Dengan jumlah yang banyak dan variasi UMKM pangan yang ada di Indonesia maka strategi yang dipakai tidak sama untuk setiap UMKM. Kota Palembang mempunyai banyak UMKM yang memproduksi makanan khas seperti pempek dan kerupuk kemplang, yang dianggap produk yang berdaya saing tinggi dan berbeda dibandingkan produk sejenis lainnya. UMKM yang ada di Kota Palembang meningkat setiap tahunnya dengan jumlah di tahun 2015 sebanyak 36.411 dengan rata-rata  100 | Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan, VOL.11 NO.1, JULI 2017   persentase perkembangan 5,32% untuk usaha Menengah dan 4,80% untuk usaha mikro dan kecil (DPPK, 2016). UMKM Pangan yang ada di Kota Palembang sebagian besar masih menggunakan cara-cara tradisional baik dalam hal produksi, pemasaran, dan distribusi. Untuk itu, diperlukan kajian lanjut pada UMKM Pangan yang ada di Kota Palembang untuk menghasilan UMKM berdaya saing. Upaya ini diperlukan agar UMKM dapat ditumbuhkembangkan. Dengan demikian, maka mengetahui faktor-faktor yang mampu mening-katkan daya saing dan perumusan strategi alternatif bagi UMKM pangan guna menciptakan UMKM berdaya saing di Kota Palembang sangat diperlukan. Berdasarkan pemaparan tersebut, maka tujuan penelitian ini untuk menganalisis: (1) Faktor internal dan eksternal UMKM pangan berdaya saing di Kota Palembang, (2) Strategi Pengembangan UMKM pangan berdaya saing di Kota Palembang. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif, untuk pengumpulan data menggunakan wawancara semi-struktur. Menurut Sugiyono (2010), wawancara semiterstruktur adalah wawancara yang sudah termasuk dalam kategori in-depth interview  , yang pelaksanaannya lebih bebas dibandingkan dengan wawancara terstruktur. Tujuan dari wawancara  jenis ini untuk menemukan permasalahan lebih terbuka. Dimana pihak yang diajak wawancara, diminta pendapat, dan ide-idenya. Teknik pemilihan narasumber yang dilakukan dalam penelitian ini dengan teknik  purposive sampling   yang melibatkan 30 responden. Menurut Sugiyono (2010),  purposive sampling   adalah teknik pengambilan contoh sumber data dengan pertimbangan tertentu. Pengolahan dan analisis data terdiri dari analisis perumusan strategi yang terdiri dari: 1. Analisis internal adalah kegiatan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan organisasi atau perusahaan dalam rangka memanfaatkan peluang dan mengatasi ancaman. Analisis internal sangat berkaitan erat dengan penilaian terhadap sumber daya organisasi (Wheelen & Hungger, 2010)
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks