Strategi Peningkatan Daya Saing TV Kabel Lokal (Studi Kasus PT DKM)

Please download to get full document.

View again

of 13
17 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
Manajemen IKM, Februari 2018 (87-99) Vol. 1 No. 1 ISSN Strategi Peningkatan Daya Saing TV Kabel Lokal (Studi Kasus PT DKM) Improvement Strategy of
Document Share
Document Transcript
Manajemen IKM, Februari 2018 (87-99) Vol. 1 No. 1 ISSN Strategi Peningkatan Daya Saing TV Kabel Lokal (Studi Kasus PT DKM) Improvement Strategy of Local Cable TV Competitiveness (Case Study of PT DKM) M. Kadafi Amru* 1, Heny K. Daryanto 1, dan Bunasor Sanim 1 1 Sekolah Bisnis, Institut Pertanian Bogor Jl. Raya Pajajaran, Bogor ABSTRAK PT DKM adalah perusahaan yang bergerak di bidang TV Kabel yang berlokasi di Kota Payakumbuh. Hingga akhir 2016 jumlah pelanggan tercatat,07 pelanggan. Berdasarkan data internal PT DKM, jangkauan jaringan dan pelanggan TV kabel telah mencapai 40% dari luas wilayah pemukiman Kota Payakumbuh. Posisi PT DKM sebagai pemimpin pasar dalam industri TV berbayar di Kota Payakumbuh belum menunjukkan bahwa PT DKM sebagai perusahaan yang kuat yang dapat memenangkan persaingan dalam jangka panjang. Perencanaan strategik TV kabel lokal PT DKM perlu dianalisis agar dapat memenangkan persaingan pada industri TV berbayar di Kota Payakumbuh. Tujuan penelitian adalah (1) menganalisis kondisi persaingan PT DKM dalam industri TV berbayar di Kota Payakumbuh, (2) menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal PT DKM, dan () merumuskan strategi alternatif yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan daya saing PT DKM. Penelitian ini menggunakan metode analisis Porter's Five Forces, matriks EFE (External Factor Evaluation),IFE (Internal Factor Evaluation), IE (Internal External) dan SWOT (Strength Weaknesses, Opportunities and Threats), dan ANP (Analytic Network Process) untuk menentukan strategi alternatif terbaik bagi peningkatan daya saing PT DKM. Hasil penelitian menunjukkan kondisi persaingan industri TV berbayar di Kota Payakumbuh berada pada tingkat kondusif. Faktor internal yang memiliki skor tertinggi berupa kekuatan adalah harga berlangganan sangat kompetitif dan kelemahan utama adalah terbatasnya jumlah channel favorit. Sementara faktor eksternal paling dominan berupa peluang, yaitu banyaknya penyedia content TV kabel; dan ancaman perusahaan, yaitu semakin bertambahnya kompetitor. Berdasarkan analisis ANP diperoleh strategi yang paling direkomendasikan untuk meningkatkan daya saing PT DKM adalah strategi meningkatkan kerja sama dengan content provider terbaik. Kata kunci: daya saing, metode ANP, strategi, TV berbayar, TV kabel ABSTRACT PT DKM is a company engaged in the field of Cable TV located in Payakumbuh. By the end of 2016 there are,07 subscribers. Based on internal data of PT DKM, network coverage and cable TV subscribers has reached 40% of Payakumbuh's residential area. Position of PT DKM as a market leader in Pay TV industry in Payakumbuh has not shown that PT DKM as a strong company that can win the competition in the long run. Strategic planning of local cable TV PT DKM needs to be analyzed in order to win the competition in Pay TV industry in Payakumbuh. The purpose of this study is (1) analyze the condition of competition PT DKM in pay TV industry in Payakumbuh, (2) to analyze internal and external factors of PT DKM, and () to formulate alternative strategies that can be implemented to improve the competitiveness of PT DKM. This research uses Porter's Five Forces analysis method, EFE (External Factor Evaluation), IFE (Internal Factor Evaluation), IE (Internal External) and SWOT (Strength Weaknesses, Opportunities and Threats) matrix, and ANP (Analytical Network Process) to determine the best alternative strategy for increasing competitiveness of PT DKM. Result of the ANP analysis show that condition of pay TV industry competition in Payakumbuh is at a condusive level. Internal factors that have the highest score of strength are highly competitive subscription prices and the main drawback is the limited number of favorite channels. While the dominant external factors in the form of opportunities *) Korespondensi: Sekolah Bisnis IPB Jl. Raya Pajajaran, Bogor; Hp: 88 Strategi Peningkatan Daya Saing is the number of cable TV content providers; and corporate threats of increasing competitors. Based on analysis the most recommended strategy to improve the competitiveness of PT DKM is a strategy to increase cooperation with the best content provider. Key words: ANP method, cable TV, competitiveness, pay TV PENDAHULUAN Saat ini perkembangan industri media semakin pesat apabila dibandingkan dengan kondisi beberapa tahun lalu. Hal tersebut disebabkan adanya keterbukaan informasi dengan teknologi yang semakin modern, sehingga menempatkan TV kabel sebagai alternatif pilihan konvergensi teknologi dan konvergensi media. TV merupakan salah satu media yang berperan penting dalam penyebaran informasi dan hiburan kepada masyarakat. Kebutuhan masyarakat akan informasi maupun hiburan semakin meningkat, tidak hanya dari golongan menengah ke atas, tetapi juga masyarakat menengah ke bawah. Secara langsung maupun tidak, TV dapat memengaruhi persepsi maupun perilaku seseorang. TV Kabel dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan informasi tentang apa saja termasuk informasi daerahnya, serta program lainnya sebagai opsi tayangan yang ditonton pemirsa. Menurut data Balitbang Sumber Daya Manusia (SDM) Kemkominfo tahun 2015 bahwa akses rumah tangga terhadap siaran televisi secara nasional berdasarkan indikator Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) 86,7 persen atau setara 56,4 juta rumah tangga. TV kabel dengan nama lain Cable TV Operator (CTO) mengalami pertumbuhan yang cukup pesat selama beberapa tahun terakhir (ICTA 2016). Menurut data Subdit Layanan Televisi Direktorat Penyiaran Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemkominfo hingga Agustus 2016 tercatat ada 69 perusahaan TV kabel yang telah memiliki Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP). Data sebaran TV kabel lokal di seluruh Indonesia yang telah memiliki IPP dapat dilihat pada Gambar 1. Menurut data ICTA (2015) terdapat lebih dari CTO yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, salah satunya berada di Kabupaten Payakumbuh. Jumlah ini didapatkan dari perwakilan ICTA yang ada di setiap provinsi. Sumber: Komkeminfo (2016). Gambar 1 Peta sebaran TV kabel lokal Indonesia yang telah memiliki Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) AMRU ET AL Manajemen IKM Strategi Peningkatan Daya Saing 89 LPB TV kabel tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dari ibukota provinsi hingga ke wilayah kecamatan bahkan sudah sampai ke pedesaan. Menurut data ICTA hingga September 2016, perusahaan TV kabel yang telah menjadi anggota ICTA per September 2016 berjumlah 177 perusahaan. Jumlah Cable TV Operator (CTO) di seluruh Indonesia jauh lebih banyak lagi, karena satu perusahaan atau perseroan terbatas bisa terdiri dari dua atau lebih CTO. Jadi beberapa CTO dapat bergabung dalam satu legalitas usaha. Besar kecilnya usaha TV kabel lokal di antaranya dipengaruhi oleh pertumbuhan jumlah pelanggan, nilai iuran berlangganan, manajemen usaha, kepadatan hunian, kondisi perekonomian, dan kondisi sosial wilayah tersebut (ICTA 2015). Bisnis TV kabel mengalami pertumbuhan nyata terutama pada daerah atau wilayah dengan tingkat perekonomian baik dan kepadatan hunian yang tinggi. Harga berlangganan yang relatif murah menjadikan TV kabel banyak diminati masyarakat yang berada di kota kecil atau pelosok daerah. Setiap kota atau wilayah di Indonesia memiliki kondisi sosial dan ekonomi berbeda-beda yang berdampak pada jalannya suatu usaha TV kabel. Menjamurnya usaha TV kabel yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia menjadi potensi luar biasa untuk bisa dikembangkan menjadi sebuah kekuatan besar, jika dikelola dengan baik. Ada satu benang merah yang dapat menyatukan seluruh CTO lokal di Indonesia, yaitu bahwa setiap TV kabel masih bergantung kepada pihak ketiga untuk mendukung content siaran premiumnya. Kontrak content premium kepada produsen content favorit seperti HBO dan FOX, tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri oleh CTO, karena harganya sangat mahal dan persyaratanya rumit. Persaingan dalam industri media televisi tidak hanya terjadi pada televisi nasional, namun juga pada TV berlangganan dan TV kabel. PT DKM merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pelayanan penyiaran berlangganan melalui media kabel, yang biasa disebut TV kabel, berbadan hukum tetap berbentuk perseroan terbatas yang berdiri pada Desember 2011 di Kota Payakumbuh. Produk yang dijual hanya berupa layanan siaran televisi. Kota Payakumbuh merupakan salah satu kota dengan jumlah penduduk terbesar di luar ibukota Provinsi Sumatera Barat. Berdasarkan data BPS (2017), jumlah penduduk Kota Payakumbuh tahun 2016 berjumlah jiwa dan pertumbuhan ekonomi yang relatif baik yakni 6,08 persen pada tahun Setiap industri mempunyai potensi berbeda secara fundamental. Pengaruh yang begitu kuat dari struktur industri dalam menentukan aturan persaingan sehingga menjadikan industri sebagai aspek utama dari lingkungan perusahaan sebagai tempat suatu perusahaan bersaing. Kondisi persaingan antara perusahaan dalam suatu industri dipengaruhi oleh lima kekuatan yang dikenal sebagai Five Forces Model oleh Porter (2004). Kekuatan tersebut meliputi ancaman pendatang baru, kekuatan tawar-menawar pembeli, kekuatan tawar-menawar pemasok, ancaman produk pengganti, dan persaingan antar perusahaan yang ada. Tingginya persaingan di industri TV berbayar mengharuskan perusahaan memiliki suatu strategi dalam meningkatkan daya saingnya untuk mempertahankan keberadaan usahanya dan memenangkan persaingan. Dalam mempertahankan bisnisnya, PT DKM telah melakukan berbagai langkah untuk menarik minat pelanggan dan mempertahankan posisinya di bisnis TV berbayar, yaitu menjual produk siaran content premium dan membuat content lokal. Penambahan beberapa channel premium telah dilakukan perusahaan berupa channel olah raga dan film. Usaha yang telah dilakukan tersebut tidak optimal, karena belum menyentuh akar permasalahan seperti mutu gambar yang belum maksimal, keterbatasan jumlah channel premium favorit, dan masalah infrastruktur tiang tumpuh. Salah satu usaha yang dilakukan PT DKM agar tetap mempertahankan jumlah pelanggan adalah dengan terus menjaga mutu siaran, walaupun masih menggunakan teknologi analog atau sistem manual, dimana mutu gambar dan suara belum sebaik teknologi digital. Untuk menjaga agar kualitas gambar tetap stabil hingga ke rumah pelanggan, perusahaan secara berkala melakukan maintainance terhadap alat pendukung outdoor. Walaupun usaha yang dilakukan perusahaan masih belum maksimal, tetapi perusahaan terus melakukan perbaikan layanan dan siaran agar tetap menjadi pemimpin pasar. Berdasarkan data internal PT DKM, jangkauan jaringan dan pelanggan TV kabel telah mencapai 40% dari luas wilayah pemukiman Kota Payakumbuh dengan jumlah pelanggan.07 di tahun Sebagai pemimpin pasar dalam industri TV berbayar di Payakumbuh, PT DKM harus tetap mewaspadai pesaingnya (Tabel 1). Posisi PT DKM Vol. 1 No. 1 Februari 2018 90 Strategi Peningkatan Daya Saing sebagai pemimpin pasar dalam industri TV berbayar belum menunjukkan PT DKM sebagai perusahaan kuat yang dapat memenangkan persaingan dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, strategi peningkatan daya saing TV kabel lokal PT DKM perlu dianalisis untuk memenangkan persaingan pada industri TV berbayar di Kota Payakumbuh. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka judul yang diteliti adalah Strategi Peningkatan Daya Saing TV Kabel Lokal, dengan tujuan penelitian: (1) Menganalisis kondisi persaingan PT DKM dalam industri TV berbayar di Kota Payakumbuh; (2) Menganalisis faktorfaktor internal dan eksternal PT DKM yang diprioritaskan; () Merumuskan strategi alternatif yang dapat diimplementasikan PT DKM untuk meningkatkan daya saingnya. Tabel 1. TV berbayar di Kota Payukumbuh 2016 Jumlah No Perusahaan Produk Pelanggan 1 PT DKM DKM.07 2 PT Telkom Indonesa Indihome PT Mega Media Indonesia 4 PT Irama Mitra Media Orange 500 TV IMM 250 METODE PENELITIAN Penelitian ini membutuhkan jenis data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi, kuesioner, dan wawancara mendalam. Responden terdiri dari tujuh pakar yang berasal dari pimpinan perusahaan, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sumatera Barat, Kementerian Komunikasi dan Informatika, asosiasi TV kabel Indonesia (ICTA) dan pelanggan terpilih untuk mengetahui kondisi persaingan dan faktorfaktor internal dan eksternal yang memengaruhi PT DKM dalam menghadapi persaingan di industri TV berlangganan di Kota Payakumbuh. Kuesioner yang diberikan kepada responden berisi pertanyaan tertutup. Pertanyaan yang diajukan memuat alternatif jawaban yang telah disediakan, sehingga responden hanya memilih salah satu alternatif jawaban yang dianggap paling sesuai. Data sekunder yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data internal PT DKM dan data perkembangan usaha TV berbayar di Kota Payakumbuh, data tentang regulasi TV berbayar, serta data lainnya yang dianggap perlu. Berbagai data sekunder lainnya yang dibutuhkan dalam penelitian ini diperoleh dari dokumen perusahaan, pemerintah yang dalam hal ini Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), serta dokumen asosiasi TV kabel Indonesia (ICTA). Responden internal perusahaan dan eksternal (pakar) ditentukan dengan cara dipilih secara sengaja berdasarkan pertimbangan pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan dalam bidang yang diteliti. Responden diambil dengan menggunakan teknik pengambilan contoh tanpa peluang (non probability sampling) dengan penentuan secara sengaja (purposive sampling) melalui pendekatan expertise judgement. Pengolahan dan Analisis Data Penelitian ini menggunakan teknik pengolahan data terdiri atas tiga tahap, yaitu tahap masukan (input stage), tahap pencocokan (matching stage), dan tahap keputusan (decision stage). Data yang diperoleh dari metode deskriptif tersebut, dilanjutkan dengan analisis persaingan dalam industri menggunakan model Porter's Five Forces. Analisis faktor prioritas dengan matriks IFE (Internal Factor Evaluation), matriks EFE (External Factor Evaluation), dan matriks SWOT (Strength Weaknesses, Opportunities and Threats) (David 201). Untuk tahap keputusan dilakukan dengan menggunakan matriks ANP (Analytic Network Process). Analisis persaingan industri digunakan untuk menganalisis dan mengidentifikasi kondisi persaingan dalam industri TV berbayar yang ada di Kota Payakumbuh, sehingga PT DKM dapat mengambil langkah strategik untuk meningkatkan daya saingnya. Five force model of Porter digunakan sebagai acuan teoritis dalam analisis persaingan industri yang terdiri dari masuknya pendatang baru, ancaman produk pengganti, kekuatan tawar-menawar pemasok, kekuatan tawar-menawar pembeli, dan persaingan di antara pesaing dalam industri (Porter 2004). Analisis faktor internal mempunyai tujuan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan utama yang menjadi fondasi bagi PT DKM dalam menyusun strategi peningkatan daya saing di industri TV berbayar/berlangganan. Analisis faktor eksternal berupa analisis terhadap lingkungan eksternal diidentifikasi oleh faktor peluang dan ancaman yang dihadapi perusahaan (David 201). Faktor internal dan eksternal tersebut kemudian diformulasikan ke dalam AMRU ET AL Manajemen IKM Strategi Peningkatan Daya Saing 91 Matriks IFE dan EFE. Berbagai alternatif strategi yang akan diterapkan dan kemudian dirumuskan dengan menggunakan matriks SWOT. Tujuan analisis SWOT untuk mengidentifikasi alternatifalternatif strategi secara intuitif yang dapat dan sesuai untuk dilaksanakan. Matriks ini menghasilkan empat tipe alternatif strategi, yaitu SO, ST, WO, dan WT (David, 201). ANP merupakan hasil pengembangan dari metode Analytic Hierarcy Process (AHP). Adanya saling keterkaitan anatar peubah dalam bentuk interaksi dan umpan balik (feedback) dari unsurunsur dalam klaster (inner dependence) atau antar klaster (outer dependence) telah mampu diakomodasi dalam metode ini (Saaty, 1999). Analisis SWOT memiliki kekurangan dalam ukuran pengukuran dan evaluasi, sehingga perlu dilakukan suatu bentuk analisis ANP yang mengukur dan memperhitungkan kemungkinan ketergantungan antar faktor. ANP memungkinkan pengukuran ketergantungan antara faktor strategik yang didasarkan pada independensi antara faktor-faktor yang ada (Yuksel dan Dagdeviren, 2007). Network merupakan struktur dari ANP karena memiliki feedback, sementara struktur AHP adalah hirarki tanpa adanya umpan balik diantara peubah. Gambar 2 memperlihatkan perbedaan struktur AHP dan ANP (Azis, 200). Pendekatan ANP tidak bergantung pada pada kemampuan berargumentasi secara logis, namun feeling dan intuisi merupakan yang paling penting dalam mengambil keputusan atau kesimpulan (Saaty, 201). Pendekatan dengan metode ANP lebih akurat, karena dapat mengelola masalah kompleks yang berhubungan dengan ketergantungan dan feedback. ANP memberikan bobot dalam pemilihan strategi peningkatan daya saing PT DKM. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Kondisi Persaingan PT DKM Eksistensi suatu perusahaan harus dipertahankan dengan cara peningkatan daya saing ditengah persaingan bisnis yang semakin ketat dan situasi pasar semakin dinamis. Kemampuan berkompetisi suatu badan usaha dapat dilihat dari daya saingnya dengan memanfaatkan keunggulan-keunggulan yang dimilikinya. Daya saing suatu organisasi ditentukan oleh kemampuan perusahaan membuat inovasi dan meningkatkan kemampuannya (Porter, 2004). Pengusaha yang optimis akan menghargai potensi partumbuhan dari posisi terakhir persaingan dan yang pesimis akan beranggapan bahwa posisi tersebut sebagai hambatan komersial berupa rendahnya tingkat pengembalian, faktor risiko, tingginya tingkat profesionalisme yang diminta dari para pemain (Grigore, 2014). Analisis terhadap persaingan bertujuan mengetahui tingkat persaingan yang dihadapi perusahaan dalam industri dengan menganalisis peubah yang mengacu pada teori Porter'sFive Forces. Pesaing bukan hanya berupa pesaing langsung perusahaan, tetapi juga pesaing potensial seperti perusahaan yang akan masuk, para pemasok, para konsumen, dan para produsen produk pengganti. Hasil analisis menunjukkan peubah yang memiliki pengaruh paling kuat dengan kategori sedang terhadap kondisi persaingan PT. DKM adalah ancaman pendatang baru, kemudian ancaman antar perusahaan, kekuatan tawarmenawar pemasok, ancaman produk subtitusi dan yang memiliki skor terkecil adalah kekuatan tawar menawar pembeli (Tabel 2). Gambar 2. Perbedaan antara AHP dan ANP Vol. 1 No. 1 Februari 2018 92 Strategi Peningkatan Daya Saing Strategi yang dilakukan oleh PT DKM saat ini dalam menghambat masuknya pendatang baru, yaitu memaksimalkan layanan content lokal produksi internal perusahaan sementara masih terdapat masalah pada content siaran premium yang belum terselesaikan. Lemahnya strategi yang digunakan perusahaan menyebabkan posisi PT DKM di industri TV berbayar di Kota Payakumbuh sangat rentan terhadap ancaman pendatang baru. Kota Payakumbuh merupakan area blank spot dimana siaran TV hanya bisa diperoleh masyarakat setempat dengan menggunakan antena parabola atau berlangganan dengan TV berbayar. Kondisi ini sangat menguntungkan bagi para operator TV berbayar. Hasil analisis menunjukkan dimana bisnis TV berbayar di Kota Payakumbuh, ancaman pendatang baru memiliki kategori sedang dengan nilai skor tertinggi (2,87) merupakan peubah yang cukup menjadi ancaman bagi PT DKM (Tabel 2). Peubah ini harus menjadi perhatian serius bagi PT DKM untuk memenangkan persaingan TV berbayar di Kota Payakumbuh. Tabel 2. Penilaian analisis industri No Variabel Skor Kategori Rank 1 Ancaman pendatang 2.87 Sedang 1 baru 2 Ancaman antar 2.64 Sedang 2 perusahan Kekuatan tawarmenawar 2.59 Sedang pemasok 4 Ancaman produk 2.18 Sedang 4 subtitusi 5 Kekuatan tawarmenawar pembeli 2.07 Sedang 5 Evaluasi Faktor Internal dan Eksternal PT DKM Analisis Matriks IFE Matriks IFE disusun berdasarkan faktor strategi internal perusahaan seperti kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan tersebut. Penilaian terhadap kekuatan dan kelemahan dilaksanakan oleh pakar yang mengerti kondisi internal perusahaan. Hasil analisis matriks IFE PT DKM dapat diuraikan pada Tabel yang diperoleh dari hasil
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks