SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat. Oleh SRI RAHAYU

Please download to get full document.

View again

of 45
15 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
ANALISIS SISTEM DOTS (DIRECTLY OBSERVED TREATMENT SHORT COURSE) SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENYAKIT TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS PARAKAN KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN 2015 SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu
Document Share
Document Transcript
ANALISIS SISTEM DOTS (DIRECTLY OBSERVED TREATMENT SHORT COURSE) SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENYAKIT TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS PARAKAN KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN 2015 SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat Oleh SRI RAHAYU JURUSAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2016 ANALISIS SISTEM DOTS (DIRECTLY OBSERVED TREATMENT SHORT COURSE) SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENYAKIT TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS PARAKAN KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN 2015 SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat Oleh SRI RAHAYU JURUSAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2016 i ABSTRAK Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang Maret 2016 Sri Rahayu Analisis DOTS (Directly Observed Treatment Short Course) sebagai Upaya Pengendalian Penyakit Tuberkulosis di Puskesmas Parakan Kabupaten Temanggung Tahun 2015, VI halaman + 12 tabel + 3 gambar + 10 lampiran DOTS merupakan strategi untuk menanggulangi penyakit tuberkulosis (TB). Keberhasilan program terletak pada manajemen dan ketersedian sumber daya untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis DOTS dari aspek input dan proses di Puskesmas Parakan Tahun Jenis Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Informan utama yaitu kepala puskesmas, petugas TB, dokter, dan petugas laboratorium. Informan triangulasi yaitu dinas kesehat an dan pengawas menelan obat (PMO). Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara mendalam, lembar observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan DOTS di Puskesmas Parakan belum sesuai dengan Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis tahun Dari segi ketenagaan, puskesmas telah sesuai dengan pedoman, namun puskesmas masih mengalami kekurangan dana, dan logistik DOTS. Perencanaan, dan pengorganisasian belum sesuai dengan pedoman. Penemuan, diagnosis dan pengobatan sudah sesuai dengan pedoman. Pemantauan kemajuan dan hasil pengobatan belum sesuai dengan pedoman. Pemantauan belum dilaksanakan secara maksimal dan belum ada evaluasi program TB di Puskesmas. Puskesmas hendaknya melibatkan semua tenaga pelaksana dalam perencanaan DOTS, meningkatkan kerjasama lintas sektor dalam penjaringan penderita, meningkatkan penjaringan aktif dan kunjungan rumah secara rutin untuk memantau kepatuhan dan kemajuan pengobatan penderita. Puskesmas perlu meningkatkan pemantauan dan mengadakan evaluasi rutin DOTS. Kata Kunci : DOTS, Analisis, Tuberkulosis Kepustakaan : 37 ( ) ii Department of Public Health Faculty of Sport Science Semarang State University ABSTRACT Sri Rahayu Analysis of DOTS (Directly Observed Treatment Short Course) as the Effort of Tuberculosis Control in Puskesmas Parakan Temanggung Regencty 2015, VI pages + 12 tables + 3 images + 10 attacchments DOTS is the stop TB strategy. The success of the program focuses on management and availability of resources to achieve the goals effectively and efficiently. This study aimed to analyze DOTS by the aspects of input and processes at Parakan health center in This type of research was descriptive qualitative. Main informan were head of health center, TB officer, doctor and laboratory worker. Informant triangulation were health department and a treatment supporter. The instrument tools used for this research were form of in-depth interview, observation sheets, and documentations. The results showed that the implementation of DOTS in Parakan health center was not accordance with National Guidelines of Tuberculosis Control in In terms of officer was accordance with the guidelines, but health center lack of fund and logistics. Planning and organizing were not accordance with the guidelines. Finding, diagnosis and treatment were accordance with the guidelines. Monitoring of progress and treatment was not accordance with the guidelines. Monitoring had not implemented optimally and there had not been evaluation of TB programs in Parakan. Health center should involved all personnel in the planning of DOTS, increased cooperation with across sectors in the finding of patients, improved active case finding and home visits. Puskesmas need to improve monitoring and conduct evaluation of DOTS routinely. Key Words : DOTS, Analysis, Tuberculosis Literatur : 37 ( ) iii iv v MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO Never give up, great things take time Barang siapa bertakwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberinya rizki dari jalan yang tidak ia sangka, dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah maka cukuplah Allah baginya, Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-nya. Dia telah menjadikan untuk setiap sesuatu kadarnya (QS. Ath-Thalaq: 2-3) PERSEMBAHAN: Tanpa mengurangi rasa syukur kepada Allah SWAT, skripsi ini penulis persembahkaan untuk: 1. Ayahanda (Subosono) dan Ibunda (Suparni) 2. Kakanda (Sulistiawan dan Sulistriadi) 3. Almamaterku, UNNES vi KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulilah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat, hidayah, dan karunia-nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Analisis Sistem DOTS (Directly Observed Treatment Short-Course) sebagai Upaya Pengendalian Penyakit Tuberkulosis di Puskesmas Parakan Kabupaten Temanggung Tahun 2015 sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar S1 Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang. Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat : 1. Dekan Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang, atas ijin penelitian yang diberikan. 2. Ketua Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang, Irwan Budiono, SKM, M,Kes (Epid), atas ijin penelitian yang diberikan. 3. Dosen pembimbing, dr. Fitri Indrawati, M.P.H., yang telah memberikan bimbingan, pengarahan, dan masukan dalam penyusunan skripsi ini. 4. Kepala Puskesmas Parakan Kabupaten Temanggung yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk pengambilan data dalam penelitian. 5. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk pengambilan data dalam penelitian. vii 6. Seluruh dosen dan staf Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang. 7. Kepala Kesbangpol Kabupaten Temanggung yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk pengambilan data dalam penelitian. 8. Kedua orang tua saya (Bapak Subusono dan Ibu Suparni), kakak saya Sulistiawan dan Sulistriadi, S.Pd. serta seluruh keluarga tercinta yang telah memberi bantuan dan dorongan baik materil maupun spiritual sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini. 9. Tedi Herwansyah, Amd. yang yang telah memberikan dukungan dan motivasi dalam penyusunan skripsi ini. 10. Sahabatku, Dewi Muyasaroh atas bantuannya pada saat studi pendahuluan dan penelitian serta dorongan dalam menyelesaikan skripsi ini. 11. Sahabat sahabatku (Laeli, Dian, Lola, Yuda, Risty, Ani, Erna, Enik, Alifah) atas dukungannya selama penyusunan skripsi ini. 12. Seluruh teman-teman Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang angkatan Semua pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, sehingga penulis mengharapkan masukan-masukan dari semua pihak guna penyempurnaan karya selanjutnya. viii DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL... i ABSTRAK... ii ABSTRACT... iii HALAMAN PERNYATAAN... iv HALAMAN PERSETUJUAN... v MOTTO DAN PERSEMBAHAN... vi KATA PENGANTAR... vii DAFTAR ISI... ix DAFTAR TABEL... xii DAFTAR GAMBAR... xiii DAFTAR LAMPIRAN... xiv BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG RUMUSAN MASALAH TUJUAN PENELITIAN MANFAAT PENELITIAN KEASLIAN PENELITIAN RUANG LINGKUP PENELITIAN BAB II TINJAUAN PUSTAKA ix 2.1. LANDASAN TEORI Teori Sistem Tuberkulosis DOTS Pengendalian Tuberkulosis Sistem DOTS Puskesmas KERANGKA TEORI BAB III METODE PENELITIAN ALUR PIKIR FOKUS PENELITIAN JENIS DAN RANCANGAN PENELITIAN DEFINISI OPERASIONAL DAN SKALA PENGUKURAN VARIABEL POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN SUMBER INFORMASI INSTRUMEN PENELITIAN DAN TEKNIK PENGAMBILAN DATA PROSEDUR PENELITIAN PEMERIKSAAN KEABSAHAN DATA TEKNIK ANALISIS DATA BAB IV METODE PENELITIAN GAMBARAN UMUM HASIL PENELITIAN Gambaran Karakteristik Penderita TB Gambaran Karakteristik Informan x Hasil Penelitian Input Hasil Penelitian Proses BAB V PEMBAHASAN PEMBAHASAN KELEMAHAN PENELITIAN BAB VI SIMPULAN DAN SARAN SIMPULAN SARAN DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN xi DAFTAR TABEL Tabel 1.1. Keaslian Penelitian... 9 Tabel 2.1. Kisaran Dosis OAT Lini Pertama Bagi Pasien Dewasa Tabel 2.2. Dosis Panduan OAT KDT Kategori Tabel 2.3. Dosis Paduan OAT KDT Kategori Tabel 2.4. Pemeriksaan Dahak Ulang Untuk Pemantauan Hasil Pengobatan Tabel 3.1. Definis Operasional dan Skala Pengukuran Variabel Tabel 4.1. Distribusi Pasien TB BTA (+) Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 4.2. Distribusi Pasien TB BTA (+) Berdasarkan Usia Tabel 4.3. Distribusi Pasien TB BTA (+) Berdasarkan Riwayat DM Tabel 4.4. Distribusi Pasien TB BTA (+) Berdasarkan Hasil Pengobatan Tabel 4.5. Karakteristik Informan Utama Tabel 4.6. Karakteristik Informan Triangulasi xii DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1. Algoritme Diagnosis Paru pada TB Gambar 2.2. Kerangka Teori Gambar 3.1. Alur Pikir xiii DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Surat Keputusan Penetapan Dosen Pembimbing Lampiran 2. Surat Ijin Penelitian dari Fakultas Lampiran 3. Surat Ijin Penelitian Untuk Puskesmas Parakan Lampiran 4. Pedoman Observasi Lampiran 5. Pedoman Wawancara Lampiran 6. Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian Lampiran 7. Loog Book Lampiran 8. Hasil Observasi Lampiran 9. Transkrip Wawancara Lampiran10. Dokumentasi xiv BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG MASALAH Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit menular langsung yang diakibatkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini menyerang sejuta manusia setiap tahunnya dan merupakan peringkat pertama yang berdampingan dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV) sebagai penyebab kematian di dunia (WHO, 2015). World Health organization (WHO) telah merekomendasikan Directly Observed Treatment Short-course (DOTS) sejak tahun 1995 sebagai strategi pengendalian penyakit TB demi efektivitas dan efisiensi pelayanan kesehatan dasar. Fokus utama strategi ini adalah penemuan dan penyembuhan pasien untuk memutuskan rantai penularan sehingga menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat TB di masyakarakat (Kemenkes RI, 2014). Di Indonesia strategi DOTS untuk menanggulangi TB telah dijalankan secara bertahap di puskesmas semenjak tahun Meskipun Indonesia telah menunjukan kemajuan bermakna dalam upaya pengendalian TB, namun Indonesia masih menjadi negara ke-5 dengan kasus TB terbesar setelah India, China, Nigeria, dan Pakistan (WHO, 2014). Pelaksanaan program pengendalian TB nasional masih menggambarkan kesenjangan antar daerah, pada tahun 2009 sebanyak 28 provinsi di Indonesia belum dapat mencapai angka penemuan kasus Case Detection Rate (CDR) 70% dan hanya 5 provinsi menunjukkan pencapaian 70% CDR dan 85% angka kesembuhan Cure Rate (CR), (Kemenkes, 2011). 1 2 Pencapaian angka penemuan kasus di Jawa Tengah tahun 2009 sampai tahun 2013 masih di bawah target yang ditetapkan, meskipun capaian CDR tahun 2013 sebesar 58,86% lebih tinggi dibanding tahun 2012 (58,45%). Angka kesembuhan TB paru Provinsi Jawa Tengah tahun 2012 sebesar 81,39% lebih rendah dibanding 2011 sebesar 82,90%, dan belum mencapai target nasional ( 85%). Sedangkan angka keberhasilan pengobatan terus mengalami penurunan setiap tahunnya mulai tahun 2010 dengan angka 90,13%, tahun 2012 sebesar 89,04%, tahun 2012 sebesar 88,43%, tahun 2013 sebesar 87,43%, tahun 2014 sebesar 87,03% (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, 2014). Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, angka penemuan kasus TB di Temanggung tahun 2012 sebesar 38,7%, mengalami penurunan tahun 2013 menjadi 36,78%, tahun 2014 menjadi 34,3% dan belum mampu mencapai target 70%. Angka keberhasilan pengobatan di Temanggung tahun 2012 yaitu sebesar 74,41%, tahun 2013 mengalami penurunan menjadi 71,31%, tahun 2014 sebesar 71,67%. Angka ini belum mencapai target minimal nasional sebesar 85%. Puskesmas Parakan merupakan salah satu puskesmas rujukan mikroskopis di Temanggung dengan angka penemuan kasus yang masih sangat rendah. Berdasarkan laporan dari Puskesmas Parakan didapatkan hasil angka penemuan kasus di Puskesmas Parakan tahun 2012 adalah sebesar 26,32% atau 10 dari 38 perkiraaan kasus baru, tahun 2013 adalah 38,4% (13 dari 38), dan tahun 2014 dan 2015 sebesar 31,6% (12 dari 38 target). Sedangkan angka kesembuhan mengalami 3 fluktuatif yakni tahun 2012 sebesar 63,6% dan 2013 sebesar 60%, tahun 2014 sebesar 69,2% (Profil Kesehatan Puskesmas Parakan, 2014). Penyebab kegagalan program TB adalah kurangnya komitmen politis dan pendanaan, kurang memadainya organisasi pelayanan TB dan tata laksana kasus, dan buruknya infrastuktur kesehatan (Kemenkes, 2014). Data WHO juga menunjukkan bahwa diabetes melitus akan meningkatkan risiko infeksi TB tiga kali lebih besar dari populasi normal (WHO, 2013). Keberhasilan program pengendalian TB menitik beratkan manajemen program dan ketersedian sumber daya sebagai upaya pencapaian tujuan yang efektif dan efisien (Kemenkes, 2014). Puskesmas sebagai penyedia layanan kesehatan dasar dituntut memberikan pelayanan menuju akses universal terhadap layanan TB yang berkualitas dengan meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan DOTS. Upaya pencapaian tujuan program TB perlu mendapatkan dukungan melalui penerapan sistem, baik dari pengambil kebijakan termasuk kepala puskesmas maupun para petugas dalam program TB, sehingga diharapkan dapat mencapai target indikator lain yang telah ditetapkan. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti, diperoleh informasi bahwa terdapat permasalahan yang menyebabkan belum berhasilnya pencapaian program pengendalian TB. Koordinator program TB menyatakan merangkap tugas lain sehingga menambah beban kerja yang cukup berat. Tidak semua tim TB ikut dalam setiap pembuatan perencanaan TB. Terdapat kekurangan logistik non obat anti tuberkulisis (OAT), pasien yang tidak patuh minum obat, kurangnya 4 kerja sama lintas program. Promosi aktif kepada masyarakat juga masih kurang akibat adanya tugas rangkap. Pada penelitian sebelumnya tentang komponen masukan ditemukan masalah yaitu rangkap tugas program TB dengan program lain mempengaruhi kinerja petugas dan ditemukan masalah ruangan laboratorium yang tidak representatif, fasilitas laboratorium kurang memadai, mikroskopis yang rusak diperbaiki sendiri (Firdaufan, 2010). Cakupan layanan kesehatan yang rendah, kurangnya tenaga kesehatan terlatih mengakibatkan rendahnya CDR TB bakteri tahan asam (BTA) positif masih jauh dari target (Datiko, 2009). Menurut Sineri (2013) pada penelitiannya di Papua menyatakan bahwa aspek perencanaan belum dilakukan oleh semua penanggung jawab TB puskesmas karena tidak melacak kasus dan belum menyusun target penyuluhan karena ketiadaan dana, penyusunan obat & alat laboratorium dikerjakan sendiri oleh petugas, meski melalui Planning, Organizing, Actuatinng (POA) puskesmas. Belum ada sosialisasi bagi kader, tokoh masyarakat/tokoh agama dan aparat distrik/kampung. Aspek pengorganisasian belum dilakukan oleh semua petugas TB puskesmas karena belum menyusun kelompok kerja kader/tokoh masyarakat, tidak ada pembagian tugas dan pemberian motivasi. Belum ada kerjasama, baik dengan sesama puskesmas, lintas program maupun lintas sektoral. Petugas tidak mendapatkan pembinaan rutin dari puskesmas maupun dinas kesehatan kabupaten (DKK). Penelitian ini menekankan kepada gambaran penderita pasien TB berdasarkan karakteristik, riwayat diabetes mellitus, dan hasil pengobatan. Selain itu penelitian ini dilengkapi dengan analisis komponen masukan dan proses. Masukan dan 5 proses yang berkualitas diharapkan akan menghasilkan keluaran yang optimal. Hal ini didukung oleh penelitian terdahulu dan Sulaeman (2010) yang menyatakan bahwa keunggulan suatu program ditentukan oleh manajemen mengelola dan memberdayakan sumber daya sebagai masukan untuk menghasilkan keluaran (output). Berdasarkan uraian tersebut berjudul analisis sistem DOTS (Directly Observed Treatment Short-Course) sebagai upaya pengendalian penyakit tuberkulosis di Puskesmas Parakan Kabupaten Temanggung tahun RUMUSAN MASALAH Rumusan Masalah Umum Berdasarkan uraian tersebut rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana analisis sistem DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) sebagai upaya pengendalian penyakit tuberkulosis di Puskesmas Parakan Kabupaten Temanggung tahun 2015? Rumusan Masalah Khusus 1. Bagaimana gambaran karakteristik pasien tuberkulosis paru yang berobat menggunakan DOTS di Puskesmas Parakan Kabupaten Temanggung tahun 2015? 2. Bagaimana masukan yang meliputi sumber daya manusia, pendanaan, material, metode pada DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) sebagai upaya pengendalian penyakit tuberkulosis di Puskesmas Parakan Temanggung tahun 2015? 6 3. Bagaimana perencanaan DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) sebagai upaya pengendalian penyakit tuberkulosis di Puskesmas Parakan Kabupaten Temanggung tahun 2015? 4. Bagaimana pengorganisasian DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) sebagai upaya pengendalian penyakit tuberkulosisdi Puskesmas Parakan Kabupaten Temanggung tahun 2015? 5. Bagaimana pelaksanaan DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) sebagai upaya pengendalian penyakit tuberkulosis di Puskesmas Parakan Kabupaten Temanggung tahun 2015? 6. Bagaimana pengawasan dan evaluasi pada DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) sebagai upaya pengendalian penyakit tuberkulosis di Puskesmas Parakan Kabupaten Temanggung tahun 2015? 1.3. TUJUAN PENELITIAN Tujuan Umum Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem pada DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) sebagai upaya pengendalian penyakit tuberkulosis di Puskesmas Parakan Kabupaten Temanggung tahun Tujuan Khusus 1. Menggambarkan karakteristik pasien tuberkulosis paru yang berobat menggunakan DOTS di Puskesmas Parakan Kabupaten Temanggung tahun 2015. 7 2. Menganalisis ketersediaan input yang meliputi sumber daya manusia, pendanaan, material, metode pada pada DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) sebagai upaya pengendalian penyakit tuberkulosisdi Puskesmas Parakan, Temanggung tahun Menganalisis perencanaan DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) sebagai upaya pengendalian penyakit tuberkulosisdi Puskesmas Parakan Temanggung tahun Menganalisis pengorganisasian DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) sebagai upaya pengendalian penyakit tuberkulosis di Puskesmas Parakan, Kabupaten Temanggung tahun Menganalisis pelaksanaan DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) sebagai upaya pengendalian penyakit tuberkulosis di Puskesmas Parakan, Temanggung tahun Menganalisis pengawasan dan evaluasi DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) sebagai upaya pengendalian penyakit tuberkulosis di Puskesmas Parakan kabupaten Temanggung tahun MANFAAT HASIL PENELITIAN Bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi dan masukan serta evaluasi untuk mendukung keberlangsungan pada DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) sebagai upaya pengendalian penyakit tuberkulosis di Puskesmas Parakan Kabupaten Temanggung. Bagi Puskesmas Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan bahan masukan dalam evaluasi sistem DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) sebagai upaya pengendalian penyakit tuberkulosis di Puskesmas Parakan Kabupaten Temanggung Bagi Mahasiswa Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang Bagi mahasiswa jurusan ilmu kesehatan masyarakat Universitas Negeri Semarang, khususnya mahasiswa peminatan Administrasi Kebijakan Kesehatan hasil penelitian ini dapat memberikan
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks