Santiyo Wibowo, Lisna Efiyanti, & Gustan Pari. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Jl. Gunung Batu No. 5 Bogor 16610, Jawa Barat, Indonesia

Please download to get full document.

View again

of 17
15 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
Penelitian Hasil Hutan Vl. 35 N. 2, Juni 2017: ISSN: Terakreditasi N.: 642/AU3/P2MI-LIPI/07/2015 KARAKTERISASI BIO-OIL TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DENGAN PENAMBAHAN KATALIS Ni/NZA MENGGUNAKAN
Document Share
Document Transcript
Penelitian Hasil Hutan Vl. 35 N. 2, Juni 2017: ISSN: Terakreditasi N.: 642/AU3/P2MI-LIPI/07/2015 KARAKTERISASI BIO-OIL TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DENGAN PENAMBAHAN KATALIS Ni/NZA MENGGUNAKAN METODE FREE FALL PYROLYSIS (Characterizatin f Palm Fruit Empty Bunches Bi-il with the Additin f Ni/NZA Catalyst Using Free Fall Pyrlisis Methd) Santiy Wibw, Lisna Efiyanti, & Gustan Pari Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Jl. Gunung Batu N. 5 Bgr 16610, Jawa Barat, Indnesia Te lp. (0251) ; Fax. (0251) Diterima 24 Januari 2017, Direvisi 21 Februari 2017, Disetujui 10 April 2017 ABSTRACT Bimass resurce mainly frm frest industries waste such as il palm empty fruit bunches (TKKS) is abundantly available, Currently, the utilizatin f TKKS as pyrlysis prducts is still limited t charcal prduct, activated charcal and charcal briquettes. On the ther hand, research n bi-il manufacturing frm bimass using fast pyrlysis methd may increase hydrcarbns and calrific values, hwever the amunt f catalyst used is higher than the bimass. This paper bserves data and infrmatin n the characteristics f bi-il made frm il palm empty fruit bunches thrugh the additin f Ni/NZA as a catalyst. The ptimal results ( yield 30.27%, ph 2.94, specific gravity 1.068, viscsity 44 cst and calrific value MJ/kg with flame in medium categry ) were btained with the additin f 6% catalyst. The bi-il prduced was dminated by acetic acid, phenl and benzene r tluene, and there were als alkene hydrcarbns cmpund, fr instance hexadecene and armatic hydrcarbns naphthalene. Keywrds: Bi-il, ligncellulse, il palm empty fruit bunches, catalyst, hydrcarbns ABSTRAK Sumber daya bimassa terutama dari limbah industri kehutanan seperti tandan ksng kelapa sawit (TKKS) tersedia melimpah. Saat ini pemanfaatan TKKS sebagai prduk pirlisis masih terbatas pada prduk arang, arang aktif, dan briket arang. Di sisi lain penelitian pembuatan bi-il dari bimassa menggunakan metde pirlisis cepat menghasilkan prduk yang mengandung hidrkarbn dan nilai kalr yang meningkat, akan tetapi jumlah katalis yang digunakan lebih tinggi dibandingkan dengan bimassa. Tulisan ini mempelajari data dan infrmasi karakteristik bi-il dari tandan ksng kelapa sawit melalui penambahan katalis Ni/NZA. Hasil penelitian menunjukkan penambahan 6% katalis menghasilan bi-il yang ptimal, yaitu rendemen sebesar 30,27%, ph 2,94, berat jenis 1,068, visksitas 44 cst, nilai kalr 29,38 MJ/kg, dan daya nyala dengan kategri sedang. Bi-il yang dihasilkan didminasi leh asam terutama asam asetat, fenl, benzene, atau tluene, serta terdapat senyawa glngan hidrkarbn alkena seperti hexadecene dan hidrkarbn armatik naphthalene. Kata kunci: Bi-il, lignselulsa, tandan ksng kelapa sawit, katalis, hidrkarbn DOI : 83 Penelitian Hasil Hutan Vl. 35 N. 2, Juni 2017: I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan pemakaian minyak bumi adalah karena sifatnya yang tidak dapat dipulihkan (nn renewable), leh karena itu perlu disubstitusi leh bahan bakar yang dapat dipulihkan antara lain yang berasal dari tanaman pertanian atau kehutanan. Peraturan Presiden Nmr 5 Tahun 2006 memuat rencana pengellaan energi hingga tahun 2025 dimana Indnesia memberikan prsi 17% untuk energi baru terbarukan (EBT) (Peraturan Presiden, 2006). Salah satu cabang dari EBT itu adalah bienergi (Natinal Gegraphic Indnesia, 2014). Bienergi merupakan bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar minyak bumi seperti bensin dan slar. Salah satu bienergi yang berptensi dikembangkan adalah bi-il. Bi-il atau dikenal juga sebagai pyrlysis il adalah bahan bakar sejenis slar yang memiliki berat jenis dan visksitas yang tinggi serta ph rendah sehingga pemakaiannya masih terbatas sebagai bahan bakar biler atau dibakar langsung untuk keperluan pengeringan dan belum dapat digunakan secara langsung pada bahan bakar transprtasi. Untuk dapat digunakan pada mesin, bi-il harus dilah lebih lanjut melalui prses perengkahan. Bi-il dapat diprduksi dari bimassa menggunakan teknlgi pirlisis yaitu pirlisis lambat dan pirlisis cepat. Pirlisis lambat berlangsung pada suhu lebih rendah dan waktu tinggal bimassa dalam reaktr cukup lama yaitu lebih dari 5 jam. Prduk utamanya adalah arang dan dihasilkan destilat yang mengandung bi-il. Pirlisis cepat (fast pyrlysis) berlangsung pada suhu C dan waktu tinggal bimassa di dalam reaktr sangat cepat sekitar 1 10 detik, prduk utama adalah bi-il, arang dan gas (Wibw & Hendra, 2014). Menurut Brwn dan Hlmgren (2013) terdapat beberapa teknlgi pembuatan bi-il dengan teknik fast pyrlysis yaitu bubling fluidized bed, circulating fluidized beds/transprt reactr, rtating cne pyrlyzer, ablative pyrlysis, vacum pyrlysis, auger reactr, dan free fall reactr. Penelitian pembuatan bi-il dengan penambahan katalis telah dilakukan leh beberapa peneliti dengan menggunakan bahan baku berbeda dan atau alat/teknik pirlisis yang berbeda. Zhang, Xia, Huang, Xia, dan Xu (2009) menggunakan limbah tngkl jagung dengan teknik pirlisis cepat yaitu fluidized bed reactr. Jacksn, Cmptn, dan Bateng (2009) mengaplikasikan katalis hetergen untuk pirlisis lignin. Demikian juga French dan Czernik (2010) yang mengaplikasikan katalis hetergen ZSM-5 untuk pirlisis bimassa. Meskipun keduanya menghasilkan bi-il yang mengandung hidrkarbn dan nilai kalr yang meningkat, akan tetapi jumlah katalis yang digunakan lebih tinggi dibandingkan dengan bimassa. Zhang et al. (2009) menggunakan perbandingan bimassa dan katalis HZSM 1:5 artinya jumlah katalis lima kali lipat dibandingkan bimassa, demikian juga French dan Czernik (2010) menggunakan perbandingan bimassa dan katalis 10:50 dan 10:100. Meskipun sampel bimassa yang digunakan dalam penelitian tersebut kecil hanya 10 mg berbanding 50 mg katalis, akan sangat tidak efektif bila kapasitas penelitian diperbesar, karena jumlah katalis yang digunakan lebih besar dari bimassa serta mengingat harga katalis yang cukup mahal. Rahmah, Sahan, dan Bahri (2014) menggunakan 50 g bimassa dengan katalis zelit alam sebanyak 1,2 g dan 3 g atau 2, 4 dan 6% dari berat bimassa. Hasil terbaik diperleh dengan penambahan 2 g atau 4% katalis. Sementara Rizky, Bahri, dan Yusnimar (2014) menggunakan 50 g bimassa dengan katalis C-M/NZA sebanyak 1,5%, 2% dan 2,5% dari berat bimassa pada pirlisis lambat. Hasil terbaik diperleh dengan penambahan katalis 2,5%. Jumlah katalis yang diujicbakan pada penelitian tersebut tidak besar karena fungsi katalis adalah untuk mempercepat reaksi. Sumberdaya bimassa sangat besar terutama dari sektr pertanian dan kehutanan, seperti limbah pemanenan dan limbah industri kehutanan, misalnya serbuk gergaji atau tandan ksng kelapa sawit (TKKS). Pemanfatan TKKS sebagai prduk pirlisis masih terbatas pada prduk arang, arang aktif dan briket arang (Putra, Hakim, Yuriandala, & Anggraini, 2013). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data dan infrmasi karakteristik bi-il dari tandan ksng kelapa sawit menggunakan teknik pirlisis cepat melalui penambahan katalis Ni/NZA. 84 Karakterisasi Bi-il Tandan Ksng Kelapa Sawit dengan Penambahan Katalis Ni/NZA Menggunakan Metde Free Fall Pyrlysis (Santiy Wibw, Lisna Efiyanti & Gustan Pari) II. BAHAN DAN METODE A. Bahan dan Alat Bahan baku yang digunakan dalam penelitian ini adalah tandan ksng kelapa sawit (TKKS) dari Malingping, Banten. Bahan kimia yang digunakan antara lain zelit alam, metanl, etanl, air suling, asam flurida (HF), asam klrida (HCl), amnium klrida (NH Cl), natrium sulfat 4 (Na2SO 4) anhidrat, dan kristal Ni(NO 3) 2.6H2O. Peralatan yang digunakan antara lain mesin pembuat serbuk kayu, saringan, reaktr pirlisis bi-il, free fall reactr, refluks, penampung larutan bi-il, penampung partikulat, alat distilasi, pengaduk ( stirer), desikatr, ph meter, piknmeter, erlenmeyer asah, neraca, dan ven. B. Metde 1. Persiapan bahan Bahan baku diambil dari lkasi di Malingping, Banten, dan dikeringkan pada suhu C, dihaluskan dan disaring lls 40 mesh dan tertahan 60 mesh. Selanjutnya dilakukan analisis kadar untuk penetapan kadar lignin sesuai SNI (Standar Nasinal Indnesia, 1989b), kadar hlselulsa SNI (Standar Nasinal Indnesia, 1989a), kadar alpha selulsa SNI 0444:2009 (Standar Nasinal Indnesia, 2009), dan kelarutan dalam alkhl benzena SNI (Standar Nasinal Indnesia, 1989c). 2. Pembuatan katalis Katalis yang digunakan adalah zelit alam dengan impregnasi nikel. Prses pembuatan katalis tersebut menggunakan mdifikasi prsedur yang telah dilakukan leh Tadeus, Silalahi, Sayekti, dan Sianipar (2013) dan Irvantin (2013). Zelit alam dihaluskan dengan ukuran 100 mesh, lalu dicuci dengan aqudes dan dikeringkan, selanjutnya direfluks dalam larutan HCl 6 N selama 30 menit pada temperatur 50 C sambil diaduk, kemudian dicuci berulang kali sampai - tidak terdeteksi in Cl dengan cara air cucian ditetesi AgNO3 apabila setelah ditetesi tidak terbentuk endapan putih maka zelit alam sudah - bebas dari in Cl dan siap dikeringkan. Zelit direndam dalam larutan NH4Cl pada temperatur 90 C sambil diaduk selama 3 jam perhari selama 1 minggu. Zelit direndam dalam larutan lgam Ni(NO 3) 2.6H20, dan direfluks selama 6 jam pada suhu 60 C, selanjutnya dikalsinasi pada suhu 500 C. 3. Pembuatan bi-il Penelitian pembuatan bi-il menggunakan alat free fall reactr pada suhu reaksi 550 C dengan bahan baku TKKS. Pada bahan baku ditambahkan katalis zelit alam aktif atau disebut juga NZA (Natural Zelite Activated) dengan pengembang nikel (Ni/NZA) dan katalis masingmasing 0%, 2%, 4%, 6% dan 8% dari sampel tandan ksng sawit. 4. Pengujian bi-il Pengujian dilakukan terhadap sifat fisik-kimia yaitu: rendemen (bi-il, arang, dan gas), ph (ph meter), visksitas (viscmeter Brkfield), berat jenis (metde piknmeter), nilai kalr (bmb calrimetry), daya nyala (kemampuan bakar dengan skr cepat: 0 2 detik, sedang: 3 5 detik, lambat 6-10 detik, tidak menyala 11) (Wibw & Hendra, 2015) dan analisis kmpnen kimia menggunakan GCMS Shimadzu QP 2010 Ultra. Kndisi alat memakai suhu klm 60 C dengan jenis klm RTX 5MS dengan gas pembawa helium, suhu detektr 300 C, suhu injectr 280 C, kecepatan kenaikan suhu 10 C per menit dan waktu analisa 35 menit. Sampel disaring dengan kertas saring, kemudian sampel langsung diinjeksikan ke dalam GC sejumlah 0,2 μl sehingga terkrmatgrafi dengan kmpnen yang terpisah. Adapun sampel yang diinjeksikan ke dalam GC adalah satu sampel untuk tiap perlakuan katalis. Kuantifikasi kmpnen menggunakan metde perbandingan kurva relatif. Pendeteksian berlangsung di dalam MS (Mass Spectrmetry) dengan mekanisme penembakan senyawa leh elektrn menjadi mlekul terinisasi dan pencatatan pla fragmentasi yang terbentuk dibandingkan dengan pla fragmentasi senyawa standar yang ada di dalam perangkat GCMS yang diindikasikan dengan persentase Similarity Index (SI), mengacu pada library Wiley 7. Senyawa standar SI tertinggi (dapat mencapai 99%) akan terbaca pada klm hasil bersamaan dengan grafik (BPPT, 2014). 5. Analisis Data Perlakuan penelitian menggunakan variabel tetap: massa bimassa tandan ksng kelapa sawit, ukuran partikel bimassa 40 mesh, ukuran katalis Ni-Zelit 100 mesh, dan temperatur 85 Penelitian Hasil Hutan Vl. 35 N. 2, Juni 2017: pirlisis 550 C. Penelitian merupakan percbaan yang disusun dalam rancangan acak lengkap dengan faktr tunggal persentase berat katalis 0, 2, 4, 6, dan 8% dari berat bimassa dengan masing-masing 3 kali ulangan. Perangkat lunak yang digunakan dalam pengujian statistik adalah SPSS 18. Mdel rancangan yang digunakan adalah sebagai berikut: Y ij = µ + A i + ᵋij... (1) Y ij = Pengamatan taraf ke-ij µ = nilai rataan umum Ai = Pengaruh berat katalis pada taraf ke-i ᵋ = Kmpnen rendm errr ij Data yang diperleh dianalisa menggunakan sidik ragam (Anva) yaitu rendemen bi-il, ph, berat jenis, visksitas dan nilai kalr, dan dilanjutkan dengan uji Duncan. III. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Prksimat Tandan Ksng Kelapa Sawit Hasil analisis kimia tandan ksng kelapa sawit dapat dilihat pada Tabel 1. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa tandan ksng kelapa sawit mempunyai kadar hlselulsa sebesar 75,19%. Hasil ini lebih besar dari hlselulsa TKKS hasil penelitian Indrawan et al. (2015) sebesar 71,99% terdiri atas alpha selulsa 56,24% dan hemiselulsa 15,75%. Hlselulsa merupakan karbhidrat dalam kayu yang terdiri atas selulsa, hemiselulsa, dan pektin setelah lignin dihilangkan dari kayu. Kadar ekstraktif tandan ksng kelapa sawit yang larut dalam alkhl benzena adalah 6,12%. Zat ekstraktif terdiri dari berbagai jenis kmpnen senyawa rganik seperti minyak atsiri, terpenid, sterid, lemak, lilin, phenl (stilben, lignan, tanin terhidrlisis, tanin kndensasi, flavnid) (Sjstrm, 1998). Kadar lignin dalam tandan ksng kelapa sawit adalah 16,14%. Kadar lignin ini masih sesuai dengan hasil penelitian Simatupang, Nata, dan Herlina (2012) yang mengislasi lignin dari TKKS sebesar 6,85-16,42. Kadar lignin TKKS tersebut di bawah rentang kadar lignin kayu pada umumnya yang berkisar antara 20-25%. Lignin merupakan zat rganik plimer yang penting dan banyak terdapat dalam tumbuhan tingkat tinggi. Kadar lignin dalam bahan baku berpengaruh terhadap rendemen bi-il yang dihasilkan, dimana semakin tinggi kadar lignin rendemen bi-il akan semakin besar. Sedangkan hlselulsa berkntribusi pada kmpnen asam yang terbentuk dalam bi-il seperti asam asetat, asam frmic dan asam prpanat (Fahmi, Bridgwater, Dnnisn, Yates, & Jnes, 2008). B. Karakterisasi Bi-il 1. Hasil GCMS (Gas Chrmatgraphy Mass Spectrmetry). Hasil pengujian GCMS menunjukkan bahwa kmpnen kimia bi-il serbuk TKKS pada suhu 550 C tanpa katalis terdeteksi 25 kmpnen (Lampiran 2), yang didminasi leh glngan Tabel 1. Sifat fisik kimia tandan ksng kelapa sawit Table 1. Physical and chemical prperties f palm empty fruit bunches Parameter (Parameters) Kadar (Cntent, %) Kadar Air (Misture cntent) 8,84 Kadar ekstraktif (Extractive cntent) 6,12 Kadar hlselulsa (Hlcellulse cntent) 75,19 Kadar alpha selulsa (Alpha cellulse cntent) 56,16 Kadar hemiselulsa (Hemicellulse cntent) 19,03 Kadar Lignin (Lignin cntent) 16,14 86 Karakterisasi Bi-il Tandan Ksng Kelapa Sawit dengan Penambahan Katalis Ni/NZA Menggunakan Metde Free Fall Pyrlysis (Santiy Wibw, Lisna Efiyanti & Gustan Pari) phenl, asam palmitat dan asam stearat. Belum terlihat adanya senyawa hidrkarbn. Terdapat senyawa hexane yang cukup tinggi pada hampir di semua GCMS, yang merupakan pelarut sampel. Sedangkan untuk penggunaan katalis Ni/NZA 2% (Lampiran 2), terdeteksi 68 kmpnen kimia (dari 69 senyawa kimia terdapat satu senyawa yang sama) dan didminasi leh glngan phenl, glngan benzene atau acetne, dan 2- furancarbxaldehyde, teridentifikasi juga adanya senyawa hidrkarbn alkena yaitu 1- hexadecene (C16H 32). Pada katalis Ni/NZA 4% (Lampiran 2) teridentifikasi 69 kmpnen kimia (dari 80 senyawa kimia terdapat 11 senyawa yang sama) yang didminasi leh glngan phenl, benzene, asam asetat, dan glngan hidrkarbn alkena 1- hexadecene (C16H 32) dan hidrkarbn armatik n aphthalene (C12H 12). Kmpnen kimia bi-il menggunakan katalis Ni/NZA 6% (Lampiran 2) teridentifikasi sebanyak 74 (dari 78 senyawa kimia terdapat 4 senyawa yang sama) kmpnen yang didminasi leh glngan metanl, phenl, benzene, naphthalene, dan asam asetat. Pada penggunaan katalis Ni/NZA 8% (Lampiran 2) teridentifikasi 59 kmpnen (dari 64 senyawa kimia terdapat 5 senyawa yang sama) yang didminasi leh phenl, 1-Acetxy-2-prpanl dan asam asetat, teridentifikasi juga senyawa hidrkarbn 1- hexadecene(c16h32) dan hidrkarbn armatik naphthalene (C12H12). Dari hasil GCMS bi-il dengan prses free fall reactr menggunakan katalis Ni/NZA dapat dilihat bahwa adanya penambahan katalis pada bahan baku menghasilkan kmpnen senyawa kimia yang lebih banyak dibandingkan tanpa menggunakan katalis. Kmpnen terbanyak diperleh pada penambahan Ni/NZA 4%, dan kembali menurun pada penambahan katalis 6% dan 8% per berat sampel. Akan tetapi penambahan katalis hanya menghasilkan hidrkarbn dari glngan alkena. Sedangkan hidrkarbn alkana yang merupakan senyawa di dalam bahan bakar slar dan bensin, tidak terdeteksi. Hal ini diduga leh waktu kntak bahan baku dan katalis dengan panas, sangat cepat terjadi, sehingga terbentuknya hidrkarbn alkana tidak terjadi. Dari hasil analisis GCMS dapat dilihat bahwa penambahan katalis secara langsung pada bahan baku dapat mempengaruhi kmpnen kimia biil yang dihasilkan. Adanya katalis tersebut menghasilkan kmpnen kimia yang lebih banyak jika dibandingkan tanpa penambahan katalis. Jumlah kmpnen kimia terbanyak diperleh dari penambahan katalis Ni/NZA 6% b/b yaitu 74 kmpnen kimia. Pada penambahan katalis Ni/NZA 8% b/b, kmpnen kimia yang terbentuk kembali turun menjadi 59 kmpnen. Hal ini diduga pada penambahan jumlah katalis menjadi 8% Ni/NZA menyebabkan serbuk katalis lebih banyak menempel pada serbuk sampel sehingga sampel menjadi lebih berat dan lebih cepat sampai di wadah penampung arang sehingga kntak sampel dengan panas reaktr tidak maksimal. Hal ini ditunjukkan leh knsentrasi phenl pada sampel berkatalis 8% sebesar 28 (Lampiran 2). Bi-il serbuk tandan ksng kelapa sawit didminasi leh phenl dan asam asetat. Hasil ini tidak berbeda dengan bi-il dari batang gandum barley, bi-il kayu sengn, dan limbah kayu mahni juga didminasi leh phenl dan asam rganik terutama asetat dengan jumlah yang berbeda karena perbedaan bahan baku (Mullen, Bateng, Hicks, Gldberg, & Mreau, 2010; Wibw, 2013; Wibw & Hendra, 2015). Terdapat kmpnen hidrkarbn alkena di dalam bi-il pirlisis, tetapi kmpnen hidrkarbn alkana belum terbentuk, selain itu terdapat kmpnen yang termasuk bahan bakar mudah terbakar yaitu acetne, benzene, dan tluene. 2. Rendemen Hasil rendemen prduk dari pirlisis serbuk tandan ksng kelapa sawit pada knsentrasi katalis Ni/NZA 2, 4, 6 dan 8% b/b dengan temperatur 550 C menggunakan free fall pyrlysis dapat dilihat pada Tabel 2 dan Gambar 1. Dari hasil penelitian diperleh cairan bi-il berkisar antara 20,39 30,27%. Rendemen terbesar diperleh dari serbuk tandan ksng kelapa sawit pada perlakuan penambahan 6% katalis yaitu sebesar 30,27% dan yang terkecil dihasilkan dari sampel pada penambahan 0% katalis yaitu 20,39% (Tabel 2). Bila dibandingkan dengan penelitian sebelumnya yang meng- gunakan serbuk kayu mahni pada suhu 550 C (tanpa adanya penambahan katalis) diperleh rendemen bi-il sebesar 25% (Wibw, 2016), maka hasil penelitian ini lebih rendah (20,39%). Menurut Ellens (2009) rendemen bi-il 87 Penelitian Hasil Hutan Vl. 35 N. 2, Juni 2017: tergantung dari prses yang dilakukan dan karakteristik bahan baku. Berdasarkan analisis pada Tabel 1 diketahui tandan ksng sawit mempunyai kadar lignin 16,14%, sedangkan kayu mahni mempunyai kandungan lignin lebih besar yaitu 26,9% (Martawijaya, Kartasujana, Mandang, Prawira, & Kadir, 1989). Menurut Fahmi et al. (2008), kadar lignin berpengaruh terhadap rendemen bi-il yang dihasilkan, semakin tinggi kadar lignin rendemen bi-il akan semakin besar. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa penambahan katalis berpengaruh nyata terhadap rendemen bi-il (Lampiran 1). Hasil uji Duncan menunjukkan perlakuan katalis 2, 4 dan 8% tidak berbeda nyata, sedangkan perlakuan 6% menghasilkan rendemen tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Pada penelitian ini perlakuan katalis 6% merupakan kndisi yang ptimal terjadinya cracking sampel tandan ksng sawit menjadi senyawa dalam bentuk asap, arang dan gas. Asap dan gas yang melalui kndensr akan terkndensasi menjadi cairan bi-il, sedangkan asap dan gas yang tidak terkndensasi akan terbuang ke udara. Pada perlakuan 8% katalis, rendemen kembali turun, hal ini diduga disebabkan leh banyaknya serbuk sampel yang tertutupi leh katalis sehingga kntak sampel terhadap panas reaktr tidak maksimal. Adanya penambahan katalis secara langsung pada bahan baku terbukti dapat meningkatkan jumlah rendemen bi-il tandan ksng kelapa sawit dibandingkan kntrl atau tanpa penambahan katalis. Hal ini sesuai dengan Sukarj (1997) bahwa katalis memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat atau memungkinkan reaksi pada suhu lebih rendah akibat perubahan yang dipicunya terhadap pereaksi. Katalis menyediakan suatu jalur pilihan dengan energi aktivasi yang lebih rendah. Katalis mengura
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks