ringkasan buku 1 fix.docx

Please download to get full document.

View again

of 7
14 views
DOCX
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
BAB 3 PENILAIAN BUNUH DIRI Latar Belakang dan Pengenalan Di seluruh dunia setiap tahun sekitar 1.000.000 orang meninggal karena bunuh diri. Menggunakan data nasional terbaru, pada tahun 2008 di Amerika Serikat, lebih dari 36.000 orang meninggal karena bunuh diri. Perawatan gawat darurat merupakan perawatan utama untuk pasien bunuh diri. Ketika pasien secara khusus ditanya tentang ide bunuh diri, 11% dari pasien yang kare
Document Share
Document Transcript
  BAB 3 PENILAIAN BUNUH DIRI Latar Belakang dan Pengenalan Di seluruh dunia setiap tahun sekitar 1.000.000 orang meninggal karena bunuh diri. Menggunakan data nasional terbaru, pada tahun 2008 di Amerika Serikat, lebih dari 36.000 orang meninggal karena bunuh diri. Perawatan gawat darurat merupakan  perawatan utama untuk pasien bunuh diri. Ketika pasien secara khusus ditanya tentang ide bunuh diri, 11% dari pasien yang karena alasan non-psikiatri melaporkan keinginan  bunuh diri pasif dan 8% berpikir aktif tentang membunuh diri mereka sendiri. Keberadaan subkelompok pasien yang berulang kali terlihat di layanan gawat darurat dengan ide bunuh diri dan upaya mencerminkan kebutuhan masyarakat medis untuk merespon tekanan dan meningkatkan keterampilan koping pasien. Salah satu tantangan dalam hal bunuh diri adalah untuk menemukan cara-cara inovatif untuk meningkatkan keterlibatan dengan pelayanan kesehatan jiwa dalam arahan pasca dari layanan gawat darurat, dan dengan demikian meminimalkan kunjungan kegagalan manajemen untuk layanan gawat darurat. Standar saat perawatan di layanan gawat darurat untuk pasien bunuh Dibutuhkan metode yang efektif dan efisien untuk menilai pasien bunuh diri di layanan gawat darurat. Metode ini sebagai penilaian dan menentukan intervensi yang akan dilakukan. Diperlukan juga adanya rantai perawatan pasien bunuh diri setelah dari layanan gawat darurat.  Risiko dan faktor pelindung bunuh diri Pasien yang sebelumnya memiliki upaya untuk bunuh diri memiliki peluang lagi untuk melakukan upaya bunuh diri lagi. Faktor risiko lain untuk bunuh diri adalah niat bunuh diri. Indikator termasuk ingin mati, direncanakan terlebih dahulu, menghindari penemuan pada saat upaya, dan rencana bunuh diri.  Pasien bunuh diri yang datang memiliki potensi untuk gangguan kejiwaan,  pemakaian alcohol, dan penyalahgunaan zat. Gangguan kejiwaan yang berhubungan kuat dengan bunuh diri adalah gangguan depresi. Sebuah riwayat keluarga bunuh diri atau perilaku bunuh diri berhubungan dengan peningkatan risiko untuk bunuh diri. Selain ituu memiliki sifat agresif dan impulsif juga bisa menjadi faktor resiko. Kekersan fisik dan seksual bisa menjadi faktor resiko untuk bunuh diri. Akses ke sarana mematikan seperti senjata api bisa menjadi faktor resiko. Selain itu, stressor psikososial seperti kehilangan pekerjaan, memburuknya kesehatan fisik, pembubaran perkawinan dan kerugian inter personal  juga bisa menjadi faktor resiko. Selain faktor resiko di atas juga terdapat faktor resiko lain yaitu orang dengan trauma otak, gangguan bipolar pada laki-laki, penggunaan zat beresiko pada  perempuan, laki-laki berkulit putih, perempuan muda usia15-19 tahun. Selain faktor resiko juga terdapat faktor pelindung dari upaya untuk bunuh diri. Adapun faktor tersebut adalah kesehatan mental dan fisik yang baik, hubungan sosial yang baik, memiliki kemampuan pemecahan masalah yang baik, menjalani pengobatan untuk penyakit jiwanya, keyakinan dan agama yang melarang untuk bunuh diri, dan akses ke tempat senjata minimal. Skrining faktor resiko di layanan gawat darurat Setiap pasien yang datang dengan ide dan upaya bunuh diri memerlukan evaluasi medis. Identifikasi ini dilakukan sebagai upaya untuk menilai resiko bunuh diri. Setiap pasien yang datang dengan keinginan,upaya dan rencana bunuh diri memerlukan perlindungan diri. Pasien harus tetap berada dibawah pengawasan keluarga dan anggota staf keamanan dan tidak boleh meninggalakan pasien sebelum evaluasi psikiatri selesai. Terdapat 2 macam faktor yang dapat meningkatkan dan menurunkan resiko  bunuh diri. Penilaian faktor ini bertujuan untuk evaluasi dan penentuan keputusan  perihal perawatan pasien selanjutnya.   Dapat meningkatakan resiko bunuh diri Dapat menurunkan resiko  bunuh diri Faktor sosial Seks Usia Status perkawinan Pengaturan hidup Anak-anak Kerja Hubungan Peristiwa kehidupan Pria <19 atau > 65 tahun Janda, bercerai, dipisahkan (pemisahan terutama baru- baru ini) Tinggal sendiri Tidak ada anak-anak Penganggur Sarat konflik Sosial terisolasi, tanpa dukungan yang baik Peristiwa kehidupan yang  penuh stres terutama baru- baru ini, memalukan Wanita Dewasa setengah baya Menikah Tinggal bersama keluarga,  pasangan Anak-anak, terutama tergantung dan berusia <18 tahun Dipekerjakan Stabil Hubungan sosial yang mendukung Tidak ada peristiwa kehidupan baru-baru ini Kesehatan Fisik Batin Penyakit kronis penyakit degenerative Depresi Skizofrenia Alkohol dan obat ketergantungan Gangguan panik Gangguan kepribadian terutama borderline, narsis, antisosial Agresif, perilaku kekerasan Sehat Perilaku bunuh diri Upaya bunuh diri Uapaya sebelumnya Baru saja Beberapa rencana Tidak mungkin diselamatkan Metode Lethal Tunggal atau tidak ada sejarah bunuh diri impulsive Mungkin ditemukan dan diselamatkan  Penyesalan yang masih hidup Jelas menyatakan tekad untuk membuat upaya lain untuk mati Metode kurang mematikan Lega ketika masih hidup Perhatian besar, komponen banding Pemikiran bunuh diri Pervasif Intens Memiliki rencana yang  jelas dengan metode dan memiliki akses ke metode Sekejap Ringan Kekurangan rencana yang  jelas Faktor kognitif dan gejala  putus asa Tidak berorientasi masa depan Beberapa alasan untuk hidup Pengaruh yang tidak stabil Anhedonia Insomnia Beberapa optimism Beberapa rencana untuk masa depan Banyak alasan yang kuat untuk hidup Pengaruh stabil Tidak ada gangguan tidur Hubungan dengan tenaga kesehatan profesional Kekurangan wawasan Kekurangan hubungan Ada wawasan Ada hubungan Faktor-faktor kontekstual Akses ke sarana mematikan Kematian sering terjadi pada tahun-tahun pertama setelah upaya untuk bunuh diri terutama pada mereka dengan skizofrenia, gangguan bipolar, dan depresi unipolar. Meskipun terdapat kesulitan dalam penilaian resiko bunuh diri namun semua  pasien gawat darurat yang datang harus melalui penilaian tersebut. Terdapat skala SAD PERSONS didasarkan pada huruf pertama dari 10 faktor resiko berdasarkan bukti. Jika dari 10 faktor resiko ini bernilai >1/4 6 maka memiliki sensitifatss 94% dan spesifitas 71% serta pasien tersebut memerlukan perawatan inap. Jika bernilai < ¼ 5 maka tidak memerlukan rawat inap.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x