Rekaya Bahan Tugas 1 PDF

Please download to get full document.

View again

of 5
5 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
Rekayasa Bahan
Document Share
Document Tags
Document Transcript
   TUGAS REKAYASA BAHAN KELAS C 1.Buatlah sebuah soal mengenai proses pembuatan Semikonduktor dengan menggunakan persamaan difusi - Sebuah proses difusi pembuatan semikonduktor digambarkan sebagai berikut. Dengan menggunakan  persamaan Difusi hitunglah waktu yang dibutuhkan selama proses (t) Debbi Triambodo 2414100055 Cs Cx Co X C Dengan Cs = 0.80% Co = 0.15% Cx = 0.30% X = 0.4mm D 927C =1.28.10 -11  m 2 /s ANSWER  Co Cs Cx  XX 2. Berikan penjelasan mengenai 4 tipe pembentukan semikondukor    Pertumbuhan Epitaksial Adalah proses pertumbuhan lapisan semikonduktor yang pertumbuhan lapisanya ke atas lapisan. Jenis pertumbuhan ini baik digunakan untuk jenis Single-Crystal   Semikonduktor. Teknik pertumbuhan ini biasa digunakan untuk devais bipolar atau lebih  popular disbut MOSFET.    Pertumbuhan Difusi Adalah proses pertumbuhan lapisan semikonduktor yang pertumbuh lapisannya ke  bawah. Sumber padat, cair dan gas    Pertumbuhan Oksidasi Adalah proses pertumbuhan lapisan semikonduktor yang pertumbuh lapisannya ke atas dan ke bawah. Sumber cair dan gas    Pertumbuhan Implantasi Ion Adalah proses pertumbuhan lapisan semikonduktor yang pertumbuh lapisannya dari dalam ion. Sumber padat, cair dan gas Co Cx Cs X Co Cs  Cx XXX Co Cx Cx Cs   3.Bidang Kristal Semikonduktor Semi konduktor merupakan bahan dengan konduktivitas listrik yang berada diantara isolator dan konduktor. Bahan semikonduktor kebanyakan berupa silicon (si), germanium (ge) dan gaium arsenida (GaAs). Berdasarkan kemurnian baha, semikonduktor dibedakan menjadi dua jenis yaitu, semikonduktor intrinsik dan ekstrensik. 1. Semikonduktor Intrinsik Semikonduktor intrinsik adalah semikonduktor yang murni dan belum disisipi atom-atom lain. Sifat kelistrikannya ditentukan oleh sifatsifat alam yang melekat pada unsur itu sendiri (Nyoman Suwitra, 1989:202). Contoh dari semikonduktor murni adalah silikon dan germanium. Dalam semikonduktor intrinsik, banyaknya hole di pita valensi sama dengan banyaknya elektron bebas di pita konduksi. Gerakan termal terusmenerus menghasilkan pasangan elektron-hole yang baru, sedangkan elektron-hole yang lain menghilang sebagai akibat proses rekombinasi. Konsentrasi (rapat) hole p harus sama dengan konsentrasi (rapat) elektron n, sehingga dimana i n disebut konsentrasi atau rapat intrinsik. Energi Fermi ( ) p ada semikonduktor intrinsik terletak di antara  pita konduksi dan pita valensi yang besarnya adalah: dengan Ec adalah energi pada pita konduksi dan v E adalah energi pada pita valensi. Ciri-ciri yang menonjol dari semikonduktor intrinsik adalah : 1. Jumlah elektron dalam pita konduksi sama dengan jumlah hole dalam pita valensi. 2. Energi Fermi terletak ditengah-tengah energi gap. 3. Elektron memberikan sumbangan terbesar terhadap arus, tetapi sumbangan hole juga berperan  penting. 4. Ada sekitar 1 atom diantara 109 atom yang memberikan sumbangan terhadap hantaran listrik (Nyoman Suwitra, 1989: 222-227).  2. Semikonduktor Ekstrinsik Semikonduktor ekstrinsik adalah semikonduktor yang tidak murni (setelah disisipi atom-atom  pengotor) yaitu dengan cara memasukkan elektron atau hole yang berlebih. Semikonduktor jenis ini sifat konduktivitas listriknya ditentukan oleh atom pengotor yang disisipkan pada semikonduktor tersebut (doping). Semikonduktor ekstrinsik dibagi menjadi dua macam yaitu semikonduktor tipe-p dan semikonduktor tipe-n. a) Semikonduktor tipe-p Semikonduktor tipe-p dapat dibuat dengan menambahkan sejumlah kecil atom pengotor trivalen  pada semikonduktor murni. Atom-atom pengotor (dopan) ini mempunyai tiga elektron valensi sehingga secara efektif hanya dapat membentuk tiga ikatan kovalen. Saat sebuah atom trivalen menempati posisi atom dalam kisi kristal, terbentuk tiga ikatan kovalen lengkap dan tersisa sebuah muatan positif dari atom silikon yang tidak berpasangan yang disebut lubang (hole). Material yang dihasilkan dari proses pengotoran ini menghasilkan pembawa muatan negatif pada kristal yang netral. Karena atom pengotor (dopan) menerima elektron dari pita valensi, maka atom pengotor ini disebut sebagai atom akseptor (acceptor). Semikonduktor yang yang didopping dengan atom-atom akseptor ini dinamakan semikonduktor tipe-p (p-type semicond uctor) dimana “p” adalah kependekan dari   “positif” karena pembawa muatan positif  jauh melebihi pembawa muatan negatif, Gambar 8 menunjukkan tingkat energi semikonduktor tipe-p. Di dalam semikonduktor tipe-p terbentuk tingkat energi yang letaknya sedikit diatas pita valensi. Oleh karena energi yang diperlukan elektron untuk meninggalkan pita valensi dan mengisi tingkat energi akseptor kecil sekali, maka hole-hole yang dibentuk oleh elektronelektron ini merupakan pembawa muatan mayoritasnya adalah hole di dalam pita valensi sedangkan  pembawa muatan minoritasnya adalah elektron di dalam pita konduksi.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks