Rakyat Kalbar 27_2_2016

Please download to get full document.

View again

of 16
59 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
Rakyat Kalbar 27_2_2016
Document Share
Document Transcript
                                           Koran dengan sebaran TERLUAS di Kalbar, Tersebar di empat belas Kabupaten-Kota HARIAN Rakyat albar Rakyat Kalbar Redaksi/Sirkulasi/Iklan: Graha Pena Kalbar, Jalan Supadio (Ahmad Yani II) Km 3,5 Kubu RayaTelp: 0561 768677 (Hunting) Fax: 0561 768675 Iklan/ Langganan... 0561 - 768677 - Injet-injet Sangsot  Yakin polisi tak perlu tes kejiwaan berkala Iye ke? Masa’ dua nyawa melayang itu tak penting. Rakyat Kalbar @Rakyat_Kalbar  Jadwal Shalat PONTIANAK & SEKITARNYA Dzuhur Ashar Maghrib Isya Subuh 11.5815.1318.0319.1104.30 Sumber : Kementerian Republik Indonesia  THE NEWS LEADER REFERENCE Rakyat albar Harga Rp 3.000  (Luar kota+ongkos kirim) Sabtu, 27 Februari 2016 Klik! website: equator.co.id THE NEW ersandung kasus penganiayaan dan Narkoba, tidak ada celah bagi Anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPR, Fanny Safrian-syah atau Ivan Haz untuk bertahan di Senayan. Anggota DPR Jual Nama Bapaknya     M󰁥󰁬󰁡󰁷󰁩-RK.  Diduga mengidap Schizo-phrenia, anggota Satuan Intelkam Pol-res Melawi, Brigadir Petrus Bakus tega memutilasi dua anaknya yang masih Balita, di rumah dinasnya,  Asrama Polres Melawi, Gang Darul Falah, Desa Paal, Kecamatan Nanga Pinoh, Jumat (26/2) dinihari. Bakus juga mencoba membunuh istrinya, Windri Hairin Yanti. Berun-tung, Sang Istri dapat melarikan diri dari maut. Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP  Arianto, membenarkan peristiwa terse-but. Ia mengatakan, ketika mendapat kabar itu, Kapolda Brigjen Pol Arief Sulistyanto segera meluncur ke lokasi kejadian yang jaraknya sekitar tujuh jam jika menempuh  jalur darat. Mutilasi di Asrama Polisi Melawi M󰁥󰁬󰁡󰁷󰁩-RK. Kondisi kejiwaan ang-gota Satuan Intelkam Polres Melawi, Brigadir Petrus Bakus, tengah didalami Tim Penyelidik Polres Melawi dan Polda Kalbar. Kata Kapolda Arief Sulistyanto, kondisi  sik ter-sangka yang memu-tilasi buah hatinya sendiri itu dalam keadaan sehat. “etapi bicaran- ya meracau, tidak menjadi dirinya sendiri. (Kata Bakus,red) apa yang dia lakukan itu perintah dari uhan. Dia mendapat bisikan untuk melaku-kan itu semua,” tutur Arief kepada sejumlah wartawan di Markas Polres Melawi, Jumat (26/2).Merasa men- jalankan perintah uhan dari bisikan terse-but terungkap setelah Bakus diinterogasi. “Dia (Bakus,red) merasa tindakan-nya benar, dia tidak menyesal. Karena, katanya anaknya pun ikhlas, tersenyum saat peristiwa mutilasi terjadi. Dia tenang saat menjawab pernyataan tim penyeli-dik. Menurut dia, anaknya (Fabian dan Amora,red) sudah dikirim ke surga,” papar Arief.Psikiater pilihan Polda Kalbar akan di-datangkan. Hanya saja, terang Arief, selama ini tersangka tidak pernah menunjukkan perilaku gangguan jiwa. Bakus pernah terpilih untuk mengawal salah seorang calon Bupati Melawi saat Pilkada 2015 berlangsung. Bakus Pernah KawalCalon Bupati Melawi Mereka Baik, Mereka mengerti, Mereka Pasrah  K󰁡󰁲󰁵󰁮 yang congkak itu baru sadar bahwa hartanya yang melimpah ti-dak sedikitpun dapat menyelamat-kannya dari kematian. Ia beserta hartanya dibenamkan uhan ke dalam perut bumi. Menaklukkan Harta                                                                  J󰁡󰁫󰁡󰁲󰁴󰁡-RK.  Kasus mutilasi yang dilakukan Brigadir Petrus Bakus pada dua anaknya diduga karena anggota Polres Melawi itu sakit jiwa. epatnya schizophrenia. Yakin Polisi Tak Perlu Tes Kejiwaan Berkala    P S I K O L O G :  J A N G A N  B U R U - B U R U  S I M P U L K A N  S C H I Z O P H R E N I A         ““  “   “            Tak mbil Kesempatan dalam Kesempitan Tak Ambil Kesempatan dalam Kesempitan PEDAGANG KELONTONG DI LOKASI BANJIR SAMBAS TETAP JUALAN                          Walau tempat usahanya dimasuki air setinggi satu meter, sejumlah  pengusaha toko kelontong di Dusun Setambah, Desa Semangak, Kecamatan Sejangkung, Sambas, tetap berjualan. Barang-barang dagangan diletakkan di atas  panggauan, pembeli datang dengan menaiki sampan.     Pemilik toko kelontong beru-kuran 4 x 7 meter, Edi, tetap melayani masyarakat setempat sesama korban banjir.                            Rakyat albar Rakyat Kalbar 2 Sabtu, 27 Februari 2016 Kantor Pusat: Graha Pena Kalbar, lantai 2 & 3 Jalan Supadio (Ahmad Yani II) Km 3,5 Sungai RayaKubu Raya 78391, Kalimantan Barat Tel. +62 561 768677  (Hunting), +62 561 721229  (Order Koran & Iklan)Faks. +62 561 768675,  SMS, Line, WhatsApp +62 81 254 660990 Facebook: Rakyat Kalbar Twitter: @Rakyat_Kalbar EMail: rakyatkalbar.news@yahoo.co.id Website : www.equator.co.id Penerbit PT Kapuas Media Utama Press Jawa Pos Group Rakyat albar THE LEADER NEWS REFERENCE Harian Rakyat Kalbar dilahirkan 9 Juli 2012, sebagai perubahan dari Harian Equator yang terbit perdana 29 November 1998. Pembina: Dahlan Iskan, HM Alwi Hamu, Zainal Muttaqin. Direktur/Pemimpin Umum: Djunaini KS. Wakil Direktur/Personalia:  Djailani Kasno. Corporate Lawyer Jawa Pos Grup:  Dr Harris Arthur Hedar SH MH. Lawyer Rakyat Kalbar:  HM Tamsil Sjoekoer SH MH, Kusuma Dilaga SH & Rekan. Pemimpin Redaksi/ Penanggung Jawab : Hamka Saptono. Dewan Redaksi:  Mohamad Iqbal (Redaktur Pelaksana), Yuni Kurnianto, Mordiadi, Kiram Akbar, Andre Wahyudi, Arman Hairiadi. Sekretaris Redaksi:  Miftahul Jannati. Pracetak/Layout : Denis Firmansyah (Manajer), Defri, Muhammad Fahrizal, Faqihudin, Hery, Polar. IT &   Website: Febriandi Bahroni   (Koordinator),    Aditya .Corporate & Pengembangan Bisnis: Mohamad Qadhafy, David T Marpaung . Keuangan:  Nurbani (Manajer), Susanto. Umum & Kesekretariatan:  Adi Dharma (Koordinator), Hendra Ramawan. Biro Pontianak:  Ocsya Ade C Putra, Deska Irnansyafara, Achmad Mundzirin, Gusnadi, Isfiansyah, Fikri Akbar. Kubu Raya: Syamsul Arifin. Mempawah:  Arisandy, Jalan Teratai Blok A No 3, Tel. 0813-4657-7220. Singkawang: Mordiadi, Jalan Alianyang (sebelah Koperasi Sinka), Tel. 0812-5667-3567. Sambas: Muhammad Ridho, Jalan Suka Ramai Komplek Didis Permai Blok G/10, Dalam Kaum, Tel. 0852-4569-8977. Bengkayang: Kurnadi, Jalan Tiga Desa Komplek SMP Negeri 3 No 111, Bumi Emas, Tel. 0821-59838787. Landak:  Antonius,   Jalan Jalur 2 (depan Wisma Usaha Jaya Pal 2) Ngabang, Tel. 0813-4529-4139. Sanggau: Kiram    Akbar,   Jalan Nenas Komplek Dinkes No 40 Tanjung   Sekayam, Kapuas, Tel.   0813-5253-3013. Sekadau:  Abdu   Syukri, Komplek   Terminal Lawang Kuari No 225 (Fotocopy GSI), Tel. 0856-5234-7489. Sintang:  Achmad Munandar, Jalan MT.Haryono, Komp. BTN Cipta Mandiri 1, Jalur 1 No 5. Tel. 0822-3359-3192. Melawi: Sukartaji,   Jalan Juang Nanga Pinoh, Tel.   0568-22069. Kapuas Hulu:  Andreas, Jalan M Yasin No 3, Tel. 0856-5231-1288. Kayong Utara: Kamiriluddin,   Dusun Siduk, Desa Simpang Tiga, Sukadana, Tel. 0852-4518-7777. Ketapang:  Jaidi Chandra, Jalan Ketapang-Siduk, Sungai Awan, Tel. 0821-5948-6599. Sirkulasi/Pemasaran & Promosi : Mohamad Qadhafy (Manajer), Abu Bakar, Arninda Idris (Admin). Ekspedisi/Distribusi : Ferry Firmansyah (Koordinator). Iklan : Mohamad Qadhafy (Manajer), Julianus Ratno. Biro Jakarta :   Jalan Jeruk Purut Al Ma’ruf No 4 Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12560, Tel. 021-78840827, Faks. 021-78840828. Tarif Iklan Mili Meter Kolom: Hitam-Putih (Black-White/BW)= Rp 25.000, Warna (Full Colour/FC)= Rp 35.000; Baris: Rp 8.000/baris (2 s/d 10 baris). Eceran : Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, Singkawang, Sambas, Bengkayang= Rp 3.000/eksemplar; Landak, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi, Kapuas Hulu, Kayong Utara, Ketapang= Rp 3.500/eksemplar; Langganan :   Pontianak, Kubu Raya= Rp 80.000/eksemplar;   Mempawah, Singkawang, Sambas, Bengkayang= Rp 85.000/eksemplar;   Landak, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi, Kapuas Hulu, Kayong Utara= Rp 90.000/eksemplar;   Ketapang=   Rp 95.000/eksemplar. Akun Bank:  Bank Mandiri cabang Pontianak Sidas, nomor rekening: 146-0000-094784 a/n PT Kapuas Media Utama Press ( Giro/Online Payment ); Bank Kalbar pusat Pontianak Tanjungpura, nomor rekening: 100-400-1-555 a/n PT Kapuas Media Utama Press. BRI cabang Pontianak Barito, nomor rekening: 0071-01-020303-502 a/n Djunaini KS. Parlementaria  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Barat Jangan Unggah Foto Korban Mutilasi di Medsos Parlemen Minta Petani apor ke Polda Parlemen Minta Petani Lapor ke Polda Pontianak-RK. Perwakilan petani sawit plasma Desa Nusapati, Ka-bupaten Mempawah mendatangi Gedung DPRD Provinsi Kalbar, Kamis (25/2). Mereka minta atensi wakilnya di Parlemen Kalbar untuk menyelesaikan permasalahan yang mendera petani sawit plasma. Perwakilan kaum akar rumput itu menyambangi Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar, Ermin Elviani, SH. Mereka mengadu serta menjelaskan panjang lebar di ruangan pimpinan Parlemen Kalbar. “Sudah dua tahun lebih perusa-haan yang bermitra dengan petani tidak membagi keuntungan plasma,” keluh Ketua Lembaga Pemberday-aan Masyaraat Desa (LPMD), Zailani kepada Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar, Ermin Elviani yang disaksi-kan para wartawan, kemarin. Sekadar informasi, beberapa ta-hun lalu, P Peniti, Sungai Pinyuh, Purun (PSP) yang bergerak di bidang perkebunan mengajak ribuan warga Desa Nusapati bekerja sama berbisnis sawit. Dengan janji pembagian keun-tungan 70 persen dan 30 persen untuk petani plasma.Setelah ada kata sepakat, peru-sahaan lantas menanam sawit di lahan seluas 750 hektar. Setelah pohon berbuah, perusahaan terus memanen hasil. Namun P PSP tak jua memberikan ‘jatah’ petani.  Alasannya, 43 hektar dari lahan 750 hektar tumpang tindih.“Pihak perusahaan bilang ke-pada petani bahwa ada beberapa orang (pihak luar) mengaku tanah seluas 40 hektar merupakan mi-liknya. Mereka mengaku punya serti󿬁kat,” kisahnya. Pengakuan pihak luar itulah  yang disinyalir membuat P PSP tak mau membagi keuntungan kepada petani. Perusahaan juga menyatakan bahwasannya keun-tungan selama dua tahun lebih masih disimpan dan tidak di-ganggu gugat. “Mereka bilang seperti itu. Katanya petani harus selesaikan masalah ini dulu. Kalau sudah, pe-rusahaan baru mau bayar. Sekarang mereka tak mau bayar, selain tanah disebut bermasalah. Perusahaan tak mau ambil resiko,” papar Zailani.Sementara itu, Ketua BPD Nusa-pati, Fahmi dan Sekretaris Forum R, Burhanudin serta Ketua Forum Ko-munikasi Nusapati Peduli, Sudarwin membenarkan hal tersebut. Mereka menambahkan kisah petani yang berjuang mencari keadilan.Menurut Zailani, petani sudah mengadukan nasib mereka ke mana-mana. Mulai dari tingkat desa, kecamatan berlanjut ke Dinas Perke-bunan dan Pertanian. Kemudian, mengharapkan solusi dari DPRD Ka-bupaten Mempawah sampai mereka curhat kepada Bupati Ria Norsan.“Perjuangan kami belum mem-buahkan hasil. Makanya hari ini kami minta DPRD Provinsi Kalbar coba membantu menyelesaikan per-masalahan kami ini,” harapnya.Melihat para konstituennya berkeluh kesah, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar, Ermin Elviani tak tinggal diam. Dia memastikan bakal membantu petani sawit untuk men-cari jalan keluar. Wakil rakyat asal daerah pe-milihan (Dapil) Kabupaten Mem-pawah-Kabupaten Kubu Raya ini menambahkan, apabila persoalan ini tidak bisa diselesaikan secara musyawarah. Jalan terbaik adalah melapor kepada pihak berwenang. “Sebaiknya petani laporkan ke Polda Kalbar,” tegasnya. Reporter: Deska IrnansyafaraRedaktur: Andry Soe Belum Merasakan Keuntungan Plasma                              P󰁯󰁮󰁴󰁩󰁡󰁮󰁡󰁫-RK.  “Bapaknya pan-tas dihukum mati. Binatang buas seperti harimau saja tidak mau makan dan menyakiti anaknya,” ucap Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalbar, Krisantus Kurniawan, di Gedung DPRD Provinsi Kalbar, Jumat (26/2).Oleh karena itu, legislator PDI Perjuangan itu mengharapkan, publik di seantero Kalbar tidak memosting atau mengunggah foto dan gambar korban mutilasi di Kabupaten Melawi di media sosial (Medsos).“Kasihan, coba kita rasakan apa  yang dialami mereka. Kita harus rasakan betapa sedihnya ibu sang anak. Publik harus merasakan ditimpa musibah seperti itu,” ujar Krisantus. Mantan Ketua DPRD Kabupaten Sanggau ini berpendapat, sebena-rnya foto-foto korban mutilasi tidak layak menjadi konsumsi publik. “Ibu si anak itu lagi bersedih. Lalu anak-anaknya dipertontonkan di media sosial. Publik harusnya berempati,” lugasnya. Wakil rakyat asal daerah pemili-han (Dapil) Kabupaten Sanggau-Kabupaten Sekadau ini berharap, masyarakat di jagat Borneo Barat tidak menyebarkan foto-foto korban mutilasi tersebut. “Saya pikir tidak usahlah disebar-sebarkan seperti itu. Kalau terjadi pada keluarga kita, bagaimana perasaan? Berilah ketenangan un-tuk ibunya,” tuturnya sambil me-nyatakan prihatin serta turut berbe-lasungkawa. Krisantus mengatakan, apa yang dilakukan ayah sang korban tidak masuk akal. “Anak sebesar itukan seharusnya masih disayang. Ma-sih dimanja-manja. Kok dia tega motong kaki dan tangan anaknya,” sesalnya. Krisantus mengutuk keras perbua-tan keji sang oknum polisi yang tega menghabisi nyawa anak kandung sendiri. “Kalau bapaknya, saya pikir pantas dihukum mati. idak perlu pakai pengadilan-pengadilan lagi,” tegasnya. Sementara ini, dirinya tak mau menganalisa mengapa sang oknum polisi itu tega berbuat kejam seperti itu. Krisantus berpandangan, jika melihat dari kondisi rumah dan pe-kerjaan sang oknum polisi. “Seper-tinya tidak ada tekanan yang begitu berat, saya pikir. Memang orangnya tidak waras. Orang gangguan jiwa kali,” sebutnya datar. Orang dekat Gubernur Cornelis ini mengaku heran mengapa laki-laki yang keji itu bisa lolos menjadi polisi. “Sebenarnya tes polisi ada seleksi kejiwaan. Mungkin pada saat tes, dia lagi eror,” satirnya. Krisantus mengharapkan, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalbar untuk terus memantau media massa. Seperti televisi, media cetak (koran) mapun media online. “Media juga perlu diingatkan supaya tidak menyajikan foto dan gambar yang terlalu fulgar. Kalau ada media menyiarkan terlalu fulgar sebaiknya ditegur,” ingatnya. Sebelum menutup pembicaraan dengan wartawan, Krisantus meng-ingatkan, supaya para orangtua  jangan sampai berbuat kasar kepada anak. Walaupun ada permasalahan, sebaiknya tidak dilampiaskan ke-pada anak-anak. “Bapaknya pantas dihukum mati. Binatang buas seperti harimau saja tidak mau makan dan menyakiti anaknya,” ucapnya. ( dsk  )  qu tori n Equatoriana  Pengantar: Tumpahkan unek-unek, kritik, pujian ataupun k omentar Anda tentang la ya nan umum dalam kolom SMS Inter Aktif. Untuk SMS yang be lum di muat harap bersabar, antre! Kami tidak melayani SMS berbau SARA dan menyudutkan pribadi tanpa fakta. Redaksi menerima surat pembaca, isi maksimal 300 kata ukuran huruf 12. Silakan kirim ke e-mail: equatorianarakyatkalbar@gmail.com Masalah kita  Pemerintah terus mengklaim sanggup menjaga stabilitas nasional, kenyataannya?. Jika dulu penjajah datang menggunakan ka-pal perang, sekarang cukup dengan ‘investor asing’ yang membawa kertas yang mereka cetak jadi uang Dollar dengan membawa bulldozer, guna mengeruk kekayaan alam negara berkembang, seperti Indonesia. ak ada bedanya, mayoritas rakyat Indonesia tetap miskin dan terjajah.Jika penjajahan gaya lama mengarah pada pendudukan, penjajahan gaya baru membelenggu politik, ekonomi, hukum, pendidikan, dan budaya. idak hanya ko-rupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang sengaja diwariskan penjajahan gaya lama. Begitu pula dengan tindak kriminalistas dan narkoba yang merusak moral dan mental bangsa. Ibarat teori pencet balon, satu sisi dipencet, di sisi lain langsung meng-gelembung. Belum lagi dengan menyebarnya ajaran dan faham yang menyesatkan. idak hanya aksi terorisme berdalih jihad, bahkan be-lum lama ini Kalbar digemparkan dengan keberadaan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).Secara budaya dan agama, bangsa kita  juga dipertontonkan dengan budaya barat  yang kian meresahkan. Salah satunya, maraknya lesbi, gay, biseksual dan trans-gender (LGB) merupakan model gaul yang kebablasan. LGB berbahaya, semakin lama bisa jadi penyakit kolektif. Pemahaman agama yang benar, dan memurnikan kembali budaya asli bangsa ini sudah saatnya dipilih. Generasi muda harus dirangkul, bukan dibiarkan mencari  jati dirinya tanpa pembinaan dan tuntunan. Menurut anda?  ms Warga Sms  Warga   Gara-gara pelebaran jalan, Midji bantah parit jadi kecil (RK, Rabu 24/2). Ban-tahan Midji tersebut karena ada yang menuding gara-gara pelebaran jalan yang dilakukan pihaknya mengakibatkan parit menjadi kecil, atau bahkan ditutup. Mungkin yang menuding Midji tersebut lupa, atau bisa jadi tidak tahu sama sekali bahwa, orang pertama sekali menutup parit di Kota Pontianak adalah para pengusaha yang pada waktu itu dipelopori P kxxx dan perusahaan lainnya hingga parit di sepanjang Jalan Juanda hilang. Akibat dimulainya penutupan parit tersebut, maka banyak parit di Kota Ponti-anak yang ditutup seperti sebagian Parit Besar yang menghubungkan Parit okaya melalui Jalan Cemara atau Jalan Anim (sekarang Jalan Sulung Lelanang), Jalan Parit Pekong melalui parit di sepanjang Jalan Ir H Juanda yg menghubungkan Sungai Jawi, Sungai Bangkong dan Parit okaya. Jadi parit mana yang ditutup oleh Midji sebagai Walikota Pontianak saat ini ? Semoga dimaklumi.085245391975 24-2-2016 07.48Berita kasus narkoba di media cetak dan elektronik di seantero NKRI hampir tiap hari dan tiap waktu. Begitu pula para gepeng alias gelandang dan pengemis, termasuk pemulung kebanyakan dari luar Kalimantan tetap ada saja. Siapa sebagai dalang dan pemasok narkoba, gepeng dan pemulung? Jawaban-nya, jika semua itu tidak menjadi perhatian pemerintah NKRI, dan seluruh warga di NKRI secara serius.08215227311 30-1-2016 14.54  ngg p n    Ta ngga pa n Pemuda Kalbar Harus Cerdas P󰁯󰁮󰁴󰁩󰁡󰁮󰁡󰁫-RK.  Atensi Pemer-intah Provinsi Kalbar untuk me-ningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di ‘anah Borneo Barat’ dinilai perlu ditingkatkan. Pasalnya, di era pasar bebas seper-ti sekarang ini kualitas SDM masih dirasakan jauh panggang dari api.“Pemerintah jangan hanya mengutamakan pembangunan infrastruktur saja, perbaikan SDM  juga perlu terutama kalangan muda,” tegas Ketua Komisi V DPRD Provinsi Kalbar, Markus  Amid dijumpai awak media, be-lum lama ini.Provinsi Kalbar yang berba-tasan langsung dengan Malaysia menjadi penilaian wakil rakyat di Parlemen Akcaya. Wakil rakyat khawatir jika masyarakat Kalbar kalah cerdas dengan warga negeri  jiran.Legislator Partai Demokrat ini berpendapat, sasaran yang pal-ing efektif untuk dicerdaskan saat ini ialah kaum muda. Apabila pemuda terus dibina secara baik dan benar. Bukan tidak mungkin bisa memberikan kontribusi posi-tif bagi perkembangan ekonomi Indonesia. “Sebagai kaum intelektual, kita harus bisa menyiapkan diri meng-hadapi arus globalisasi. Semoga kita mampu mengha-dapinya,” ucap wakil rakyat asal Dapil Kabupaten Landak ini. ( dsk  )            Jumat (26/2) Harian Rakyat Kalbar berkunjung ke Wali Kota Pontianak H. Sutarmidji SH. MHum. Pertemuan santai tersebut sekitar satu jam Sutarmidji, SH. MHum. Pertemuan santai tersebut sekitar satu jam dan membicarakan banyak hal. dan membicarakan banyak hal. 3  ontianak Pontianak it  K i t e Rakyat albar Rakyat Kalbar Sabtu, 27 Februari 2016 AUDIENSI WALI KOTA-RAKYAT KALBAR Undang Pejabat Kalbar dan Pontianak  P󰁯󰁮󰁴󰁩󰁡󰁮󰁡󰁫-RK.  Kejuaraan Invitasi Bola Voli Pelajar dan Mahasiswa (IBV-PM) yang diselengarakan Fakultas eknik Universitas anjungpura di GOR Pangsuma memasuki sesi akhir. Sabtu (27/2) diselenggrakannya Grand Clossing IBV-PM.Ketua panitia penyelenggara, Adindya Febriandana mengatakan dalam Grand Clos-ing ini turut mengundang Gubernur Kali-mantan Barat, Walikota Pontianak, Kapolda, Kepala Dispora, Ketua KONI, Ketua BAPOPSI, Ketua BAPOMI, Rektor Universitas an-jungpura, Dekan Fakultas eknik Unversitas anjungpura, serta Ketua-ketua Unit kegiatan mahasiswa Fakultas eknik UNAN. “Memang kegiatan ini belum usai namun atas dukungan dari semua pihak kegiatan semi 󿬁nal ini bisa digelar dari tanggal 18 kemarin dibuka hingga pada grand clossing yang akan digelar besok malam (hari ini, red),” katanya Jumat (27/2) kemarin.Dia mengatakan, sebelum grand clossing, juga digelar pertandingan antar masing-mas-ing klub, baik pelajar maupun mahasiswa. “Semi 󿬁nal IBV PM XVII yang berlangsung pada hari ini, Jumat 26 Februari, dilakukan dua sesi. Pada sesi pertama hasil yabg perole-han dari lapangan 1, pertandingan dimenang-kan dari fakultas SIE Indonesia dengan skor 3-0,” katanya. Sementara untuk sesi lapangan 2, yakni pertandingan antara IKIP PGRI Pontianak melawan Polnep, dimenangkan oleh PGRI Pontianak dengan skor 3-0. “Kemudian juga pertandingan antara UPB Pontianak melawan SKIP Melawi, SKIP menang dengan skor 3-0. adi juga ada peetandingan FPOK IKIP PGRI Pontianak melawan IKIP PGRI Ponti-anak,” ujarnya.Selain dari kalangan mahasiswa, ma-suk dalam semi 󿬁nal dari kalangan pelajar kemarin diantaranya, SMA Negeri 1 Ngabang melawan SMAN 1 Rasau Jaya. SMAN 7 Ponti-anak melawan SMAN 1 Meliau. “Selain itu ada juga pertandingan antara SMAN 2 Pontianak melawan SMA Negeri 1 Rasau Jaya, SMAN 7 Pontianak melawan SMK Amaliyah Sekadau. Kegiatan ini berlanjut pada malam hari,” tutupnya.  (󿬁k)  Minyak Goreng Curah Akan Ditarik  Pagar Rantai di Gajah Mada Dipotong D󰁡󰁬󰁡󰁭  kepemimpinannya, Sutarmidji tidak akan main-main dengan anggaran. Secara tegas Midji, sapaan karib Sutarmidji mengatakan penggunaan anggaran, baik di Kantor Wali Kota sampai ke Jajarannya di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD, agar digunakan sesuai kebutuhan.“Kalau sudah pemaparan anggaran itu sampai malam, bahkan sampai beberapa hari di rumah dinas. Mereka harus papar-kan atas apa yang telah dianggarkan itu,” ujarnya saat menerima audiensi Rakyat Kalbar di ruang rapat Wali Kota Pontianak.Orang nomor satu di Pemkot Pontianak ini tidak akan bermain-main dengan ang-garan. Sekecil apapun penggunaannya ha-rus benar-benar efektif. Bukan berdasarkan keperluan, tapi kebutuhan barang tersebut.  Agar bisa dipakai dan tidak terjadi kelebi-han yang nantinya justru akan menambah pekerjaan di instansi bersangkutan. “Sam-pai kertaspun kenapa banyak-banyak, tapi anggaran foto copy pun ada lagi, itu kan tidak pas namanya,” tukasnya.Mantan Wakil Wali Kota dan saat ini menjadi Wali Kota Pontianak dua periode, Midji, tahu dan faham betul bagaimana pola kerja jajarannya sejauh ini. Bahkan ia mencontohkan beberapa dinas yang dalam penggaran dinilainya tidak rasional. “Salah satu dinas mengurus anak jalanan 30 orang ditargetkan setahun. Kertas dibeli 38 rim, untuk apa itu satu orang satu rim. Satu sisi juga dianggarkan untuk foto copy, nah kalau juga diangg arkan ya sudah,” ujarnya.Setiap penggunaan anggaran harus dipertanggungjawabkan. Makanya mesti dipastikan anggaran itu e󿬁sien. “Nanti au-ditnya akan jadi masalah. BPK meengaudit masalah persediaan, itu dipakai berapa rim. Masih ada sisa, letih lagi menghitung-nya. Bagus belanja sesuai kebutuhan. Ka-lau ada sisanya, simpan di gudang. Perlu tenaga mencatatnya, nilai penyusutannya lagi, kan banyak kerja kita,” jelas Midji.Hal-hal sekecil itu pun akan tetap menjadi perhatian pihaknya. Apalagi dana  yang diajukan SKPD dalam jumlah besar.  Akan tetapi, ia memastikan sekalipun dana yang dibutuhkan besar, tetap akan disetujuinya asalkan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan demi kepentin-gan masyarakat Kota Pontianak. “Makanya daerah-daerah itu tidak bisa WP karena masalah seperti ini. Buat kerjaan sendiri,” lugasnya.Di SKPD lain disebutkannya Dinas Kesehatan di mana perencanaan harus sematang mungkin khsusunya dalam pengadaan obat-obatan. Mengingat ada rentang waktu yang harus diperhitungkan untuk menjaga ketersediaan obat. “Obat misalnya, paling susah mengurus obat itu karena harus tersedia. Pengadaannya itu delapan bulan, yang berikutnya satu tahun. Kalau pengadaan satu tahun nanti akan ada jeddah dari Januari sampai Maret tidak ada obat,” jelasnya.“ender misalnya maret, selesainya kan  juni. Nah sekarang obat tidak ada selama enam bulan, kan jadi masalah,” tutup Wali Kota. (*) Penggunaan nggaran Sesuai Kebutuhan Bukan Keperluan Penggunaan Anggaran Sesuai Kebutuhan Bukan Keperluan P󰁯󰁮󰁴󰁩󰁡󰁮󰁡󰁫-RK.  Sabtu (27/2), melalui Musyawarah Provinsi (Musrov) ke-I tahun 2016, Dewan Pengurus Daerah (DPD)  Asosiasi enaga Ahli Konstruksi Indonesia (Astakindo) Kalbar dan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Perusahaan Indonesia (Asperindo) Kalbar secara resmi dikukuh-kan. Secara seremonial, Musrov ke-I DPD  Astakindo Kalbar dan DPP Asperindo ini, berlangsung di Ballroom lantai 4 Hotel Har-ris Jalan Gadjah Mada, Kota Pontianak.Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN)  Astakindo, H Bukhari Muslim dan Ketum DPP Asperindo, M Soleh Tahir, yang juga hadir memberikan sambutan dalam Mus-prov ke-I Kalbar menyampaikan, adapun langkah strategis ini merupakan tindak-lanjut dari penyelenggaraan Musyawarah Nasional Astakindo dan Asperindo yang dilaksanakan pada Rabu 21 Oktober 2015  yang bertempat di Rumah Polonia I/29 Cipinang Cempedak, Jakarta imur.Di mana kehadiran kedua asosiasi ini dalam rangka menyambut tatanan era baru,  yakni Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), yang tujuannya turut mem-perkokoh profesionalisme guna mempercepat pembangunan infra-struktur nasional. erlebih hal ini sekaligus pula diharapkan untuk mere󿬂eksikan lang-kah-langkah positif asosiasi secara cerdas sebagai bagian dari kontribusinya kepada penyelesaian program pembangunan nasi-onal yang syarat tantangan dewasa ini.Bukhari Muslim juga menyampaikan, bahwa kelahiran Astakindo merupakan suatu keharusan dengan memandang reali-ta yang ada. entu, kata dia, sebagai asosiasi,  Astakindo tidak hanya sebatas mengeluar-kan legalitas dan serti󿬁kasi badan usaha, atau memberikan Serti󿬁kat Keterampilan (SK) bagi SMA/SMK/sederajat atau Surat Keterampilan Ahli bagi para sarjana. Lebih dari itu, Astakindo juga berkomitmen dalam melakukan pemadangan dengan mem-berikan penyuluhan, seminar, pelatihan, agar SDM maupun perusahaan betul-betul siap bersaing di MEA. “Dengan adanya pembentukan dan pengukuhan ini, maka Kalbar merupakan provinsi ke tujuh yang menyelenggarakan Musrov. Sebelumnya ada DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa imur, Riau, Sumatra Barat,” katanya.Selanjutnya, dalam Musrov ke-I ini dia menekankan bahwa musyawarah ini turut bertujuan untuk silahturrahmi, sebagai pendidikan untuk menyampaikan aspirasi program kerja dan rencana kerja kepemimpinan lima tahun kedepan. Senada dengan itu, M Soleh Tahir men-gatakan sinergisitas Asperindo-Astakindo bertujuan untuk memperkokoh “konstruk-si” SDM dan perusahaan yang memiliki daya saing yang tinggi. “Kalau memang mau bersaing kita harus siap bersaing dan ber-tanding, dalam aspek konstruksi, kita harus memiliki tenaga ahli maupun terampil. Urusan ini tidak bisa sembaranang. arget-nya kami adalah bagaimana menciptakan tenaga ahli dan perusahaan yang handal dan punya kompetensi,” tegasnya.Selanjutnya Witono Eria Wijaya, Ketum DPP Asperindo Kalbar secara teknis me-nyampaikan, pengukuhan kepengurusan  Astakindo dan Asperindo Provinsi Kalbar ini juga dirangkai dengan pengukuhan kepengurusan DPC Asperindo di 14 kabu-paten/kota se-Kalbar. Untuk periodesasi 2016-2021.Dia mengatakan, kehadiran Asperindo dan Astakindo di Kalbar turut bertujuan in-gin ikut serta mendukung pembangunan di Kalbar. “Kami siap menjadi mitra stragetis Pemda untuk membangun Kalbar ini. Kami pun ingin buktikan pengusaha lokal bidang  jasa konstruksi juga bisa bersaing di daerah hingga nasional,” ujarnya.Sementara itu, Hadi Muslim Fauzie se-laku Ketum DPD Astakindo Kalbar menam-bahkan, sebagai asosiasi baru, pihaknya berusaha memberikan pelayanan terbaik pada anggotanya, terutama penerbitan Serti󿬁kasi Badan Usaha (SBU). Asperindo dan Astakindo Kalbar pun siap bekerjasama baik dengan asosiasi lain pada bidang  yang sama. “Kami hadir dengan visi misi, turut memperkokoh profesionalisme guna mempercepat pembangunan Infrasturktur nasional dalam menghadapi Ekonomi  ASEAN,” ujarnya.Sebelumnya, Sekjen DPN Astakindo,  Yakub F Ismail menyampaikan, bahwa hingga tahun 2018 ke depan, seluruh provinsi yang ada di Indonesia juga akan membentuk Astakindo dan Asperindo di daerahnya masing-masing. “arget kita dua tahun kedepan, sudah terbentuk di 34 provinsi. Untuk tahun 2016 ini kami me-miliki mandat 12 provinsi untuk Astakindo dan 10 provinsi untuk Asperindo. Dalah hal kepengurusan di daerah kami tetap memprioritaskan putra daerah. Karena bagaimanapun putra daerah memiliki tanggungjawab besar terhadap kemajuan daerahnya,” ujarnya. (󿬁k)                                                  Asrakindo-Asperindo Hadir di Kalbar  Perkokoh “Konstruksi” SDM Berdaya Saing Hadapi MEA P󰁯󰁮󰁴󰁩󰁡󰁮󰁡󰁫-RK.  Dinas Perhubungan, Ko-munikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Pontianak menertibkan pagar pem-batas ilegal di depan toko sepanjang Jalan Gajah Mada. Sebagian besar pagar tersebut menggunakan rantai besi di atas Fasiltas Umum (Fasum).“Ini kami lakukan sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. idak ada toleransi lagi bagi mereka yang memasang pagar ilegal tersebut,” ujar Kepala Dishubkominfo Kota Pontianak, Utin Srilena Candramidi di sela-sela penertiban bersama petugasnya,” Jumat (26/2) siang kemarin.Mantan Kepala Disperindagkop Kota Pontianak ini memastikan penertiban yang dilakukan pihaknya ini berlaku untuk semua pelaku usaha di kawasan tersebut. Ini seka-ligus sebagai peringatan bagi pelaku usaha tempat lainnya. “Fasum digunakan untuk tempat pribadi, padahal seharusnya bisa digunakan untuk umum. Makanya kami tertibkan dengan memotong bagian rantai besi yang mereka pasang,” tegasnya.Setelah pagar rantainya dipotong dan ternyata dipasang lagi oleh pelaku usaha, maka Utin berjanji akan kembali melaku-kan penertiban. Bahkan ia berjanji akan memberikan sanksi tegas, termasuk akan mengajukan agar izin mereka dicabut. “ujuannya agar memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang akan memarkirkan kendaraannya, baik kendaraan roda dua dan empat agar tidak masuk ke badan jalan,” tuturnya.Pemasangan pagar di Jalan Gajah Mada ini sudah sejak lama, sehingga dampaknya parkir menjadi terganggu. Bahkan banyak  yang resah, kemudian dilaporkan ke pihak Dishubkominfo Kota Pontianak. “Saat ini banyak keluhan dari masyarakat karena sulitnya lahan parkir, para pemilik ruko dan perkantoran harusnya menyediakan lahan parkir, bukan malah memagar lahan Fasum,” tukasnya.Setelah melakukan penertiban ini, pihaknya akan melakukan pengawasan. Jika parkir masih tetap menggunakan badan jalan, pihaknya tidak segan-segan memberikan peringatan, hingga dilaku-kan pengempesan ban dan kendaraannya diderek. Laporan: Gusnadi Editor: Arman Hairiadi                                              G R A N D  C L O S I N G    I  B   V -  P  M   X   V  I  I                                 P󰁯󰁮󰁴󰁩󰁡󰁮󰁡󰁫-RK  . Rawan tidak steril dan higienis, Pemerintah Kota (Pem-kot) Pontianak akan menarik sejumlah pasokan minyak goreng curah dalam kemasan yang umumnya beredar di pasar tradisional. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagan-gan, Koperasi (Disperindakop) dan UMKM Kota Pontianak, Haryadi mengatakan wa-cana yang diberlakukan ini adalah hal baru. Untuk itu, pihaknya akan gencar melakukan sosialisasi terhadap pedagang dan pemasok. “Sesuai dengan peraturan kita memang ti-dak boleh. Akan kita sosialisasikan lagi, kita panggil semua perusahaan yang melakukan pengemasan, supaya mereka lebih faham,” ujarnya, Jumat (26/2). Aturan ini, kata Haryadi, perlahan akan disosialisasikan. Jika tidak diabaikan, pi-haknya memastikan akan melakukan penin-dakan. “Kita melakukan persuasif dulu, kalau masih melanggar ya kita tarik, atau jika perlu perusahaannya akan kita tutup,” tegasnya.Ia mengakui, seluruh pasar tradisional di Kota Pontianak masih sangat tergantung dengan minyak curah yang dijual ke ma-syarakat. Untuk melakukan penarikan tidak bisa dilakukan dengan cepat, dan pihaknya masih memberikan rentang waktu. Hanya saja, ia belum bisa memastikan sampai bera-pa lama. “Saya rasa kita beri waktu dalam so-sialisasi ini. Kalau sudah disosialisasi, tetap kita temukan tidak standar kita langsung ambil,” tegas mantan Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) ini.Ia berharap ada sinegritas masyarakat dengan pihaknya untuk memberikan lapo-ran jika menemukan minyak goreng curahm asih dijual di pasaran. Agar pengawasan berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan pemerintah dalam menyuguhkan produk layak konsumsi. “Makanya kita perlu ma-sukan-masukan dari konsumen untuk mel-aporkan, kita tegas saja,” imbau Haryadi.Menanggapi wacana Pemkot ini, salah seorang pedagang di Pasar eratai Jalan Komyos Sudarso, Kecamatan Pontianak Barat, sangat keberatan dengan hal itu.  Apalagi, mereka sudah lama lama menjual minyak goreng curah. Sementara konsumen pun lebih banyak membeli mintak goreng curah dari pada berlabel. “Kita kurang setuju, karena sebagian besar konsumen kita lebih banyak membeli minyak ini (sambil menunjuk kemasan minyak curah, red),” kata pria yang enggan menyebutkan namanya ini.  (agn)   4 akyat albar Sabtu, 27 Februari 2016 Dunia Usaha  Harga Komoditi dan Pakan Ternak di Pontianak  Minggu ke 1 (Kesatu) Bulan Januari 2016 Data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar  Komoditi Harga Distributor (Rp) Harga Eceran (Rp) DOC Broiler FS 3.500 4.500Broiler Hidup 26.000 28.000Ayam Buras Hidup 40.000 50.000Daging Sapi 115.000 120.000Daging Babi 50.000 65.000Karkas Kambing 125.000 135.000Telur Ayam Ras 21.000 23.200 Pakan Petelur Starter   6.000 6.650 Pakan Petelur Grower   5.700 5.900Pakan Layer 6.600 7.000 Pakan Pedaging Starter    7.000 8.500 Pakan Pedaging Finisher   6.000 7.500 Satuan Ekor KgKgKgKgKgKgKgKgKgKgKg   Selasa, 23 Februari 2016 Valas  Mata Uang Jual Beli  AUD 1.00 9,742.55 9,642.92EUR 1.00 14,866.95 14,713.65MYR 1.00 3,219.13 3,184.04 SAR 1.00 3,590.50 3,553.34 SGD 1.00 9,611.65 9,509.20USD 1.00 13,464.00 13,330.00   Sumber Bank Indonesia Shally ri Yuanita, perempuan kelahiran Pontianak, 18 Juli 1984 silam ini mulai terjun ke dunia usaha pada medio 2006 silam. Uniknya, kendati menganton-gi gelar Sarjana Hukum dari Universitas anjungpura (Untan) Pontianak, istri dari Reza Oktariando, SH ini  justru lebih memilih menjadi pengusaha ketimbang lawyer.Bahkan, ketika usaha pertamanya, distro RNS Op-tion di Jalan Sultan Syahrir nyaris mandek atau bah-kan sampai usaha rumah makan nasi uduknya tutup, ibunda dari Darren Ariando (4 tahun) dan Serkan Emier Ariando (1 tahun) ini tetap keukeh ingin men- jadi pengusaha. Alih-alih jera, dirinya justru melebarkan lagi sayap usaha distronya menjadi usaha online yang bisa men- jangkau ke seluruh Kalbar dan Indonesia. erakhir, dia  juga bekerja sebagai marketing di P Fachri Property Land, perusahaan yang bergerak pada pembangunan dan penjualan properti. Apa sebenarnya yang mendorong Shally ri Yuanita terjun ke dunia usaha dan seperti apa proses serta usaha yang dijalaninya? Berikut wawancara seleng-kapnya bersama Rakyat Kalbar; +Apa yang mendorong Anda, alumnus S1 Hu-kum Untan Pontianak tahun 2006, terjun ke dunia usaha? -Kalau yang namanya usaha ini sudah saya lakukan sejak saya masih kuliah. Asik-asiknya berusaha jadi keenakan jualan sampai sekarang, hehe. Saya jadi ti-dak kepikiran untuk meneruskan kuliah dan menjadi lawyer lagi. +Apa atau siapa yang menginspirasi Anda men- jadi pengusaha? -Kebetulan saya punya kawan yang usaha jahit baju, konveksi. Melihat itu jadi saya pingin juga. Saya coba ke Bandung ambil barang, saya sudah buka distro. Dulu distro saya di Jalan Sultan Syahrir, namun karena tidak mampu bayar sewa rukonya, kan mahal, jadi saya tutup. Saya pindahkan ke rumah saya di Jalan AR Saleh, Gang Panorama, Nomor 1 A.l sampai sekarang. +Bagaimana ceritanya dari usaha distro, kemu-dian beralih ke online? -Saya dulu juga bisa menerima pesanan baju anak-anak sekolah, untuk seragam olahraga kantoran juga.  Ya akhirnya, dari situ, saya kemudian mulai mengem-bangkannya dengan cara online. Saya pasarkan semua produk-produk saya di instagram dengan akun Pre-mium Store atau premiumstorepnk. Sekarang pangsa pasar kita sudah seluruh Indonesia. +Apa-apa saja yang Anda jual di Premuim Store? -Banyak, ada macam-macam. Seperti diantaranya gadget, aksesoris, mainan anak, sticker bluetooth, lampu solar sell dan lainnya. +Apa kira-kira hambatan Anda dalam menjalani usaha online ini? -Mungkin persaingan, namanya persaingan tetap pasti ada ya. Bagi saya hal itu biasa. +Apa keuntungannya berbelanja di tempat Anda? -Kami menyediakan bonus. Untuk pembelian produk tertentu atau pembelian dengan jumlah ter-tentu, kami tetap berikan bonus kepada konsumen dan diskon harga. +Anda juga katanya menjadi marketing untuk usaha properti. Sejak kapan itu? -Sejak tahun 2013, saya mencoba properti sendiri dan tahun 2014, saya gabung di P Fachri Property Land, kantornya di Jalan Profesor M Yamin, Nomor 22. +Di mana wilayah properti yang  Anda pasarkan dan siapa target konsumen dari properti yang  Anda jual? -Wilayahnya di Siantan, Sungai Raya Dalam, Parit H Husein II dan Sepakat I Jalan Jenderal Ah-mad Yani. Sasaran saya mereka  yang masuk kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), maka dari itu tipe rumah yang saya jual tipe 36. +Bagaimana Anda melihat prospek perkembangan bisnis properti saat ini? -Saya melihat pada aspek ke-butuhannya ya. Saya rasa tahun ini akan semakin meningkat. Kalau tahun 2015, memang ada terjadi kenaikan harga-harga material, namun menurut saya penjualannya tidak terlalu menurun, karena kita  juga punya strategi di dalam me-masarkannya. +Anda kabarnya  juga pernah gagal dalam usaha? - Ya, rumah makan nasi uduk saya tutup. Karena  waktu itu ruko yang saya sewa, oleh pemiliknya mau dibangun kembali. Kalau distro, menurut saya tidak gagal, walaupun sempat mandek. +Apa rencana Anda ke depan, apakah Anda juga akan membuka usaha baru? -Cita-cita saya ke depan mau buka usaha rental mobil. Karena saya melihat peluangnya bagus, karena sekarang oplet kan sudah jarang, sementara kita di sini banyak juga pendatang, perlu sewa mobil untuk trans-portasi kebutuhan wisata dan lainnya. Dan lagi, mobil ini penting untuk keperluan masyarakat sehari-hari. Masyarakat bisa menyewanya, karena tidak semua masyarakat mampu membeli mobil. Reporter: Fikri Akbar Redaktur: Andry Soe    P ro il   rofil  Premium Store yang Merambah Pangsa Pasar Indonesia  S h a l l y  T r i  Y u a n i t a/ P e n g u s a h a  Online   d a n  Marketing Property
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks