Rakyat Kalbar 25_2_2016

Please download to get full document.

View again

of 16
56 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
Rakyat Kalbar 25_2_2016
Document Share
Document Transcript
                                     S󰁩󰁮󰁴󰁡󰁮󰁧-RK.  Kejaksaan Negeri (Kejari) Sintang saat ini tengah menyelidiki dugaan korupsi cetak sawah di lingkungan pemerin-tahan setempat. Selasa (23/2), jaksa memeriksa tiga Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).Mereka yang diperiksa antara lain Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Murjani, Kepala Badan Pem-bangunan dan Perencanaan Daerah (Bappeda) Florentius Anum, serta Kepala Dinas Kehutanan dan Perke-bunan (Dishutbun) Elisa Gultom. Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pid-sus) Kejari Sintang, Choki Souloy, membenarkan hal tersebut.                                          Koran dengan sebaran TERLUAS di Kalbar, Tersebar di empat belas Kabupaten-Kota HARIAN Rakyat Kalbar Rakyat Kalbar Redaksi/Sirkulasi/Iklan: Graha Pena Kalbar, Jalan Supadio (Ahmad Yani II) Km 3,5 Kubu RayaTelp: 0561 768677 (Hunting) Fax: 0561 768675 Iklan/ Langganan... 0561 - 768677 Injet-injet Sangsot  Kepala Desa pun pasang bendera setengah tiang -Pilkada udah selesai,bantuan ponngarap daripemerintah jak. Rakyat Kalbar @Rakyat_Kalbar  Jadwal Shalat PONTIANAK & SEKITARNYA Dzuhur Ashar Maghrib Isya Subuh 11.5815.1318.0319.1104.30 Sumber : Kementerian Republik Indonesia  󰁳󰁥󰁬󰁡󰁭󰁡 ini, perubahan iklim dipahami bergantung pada pergerakan massa udara  yang mengitari bumi, rata-rata memiliki peri-ode tertentu yang cukup lama, bisa mencapai tiga puluh tahun.Jalur pergerakan massa udara Iklim THE NEWS LEADER REFERENCE Rakyat Kalbar Harga Rp 3.000  (Luar kota+ongkos kirim) Kamis, 25 Februari 2016 Klik! website: equator.co.id THE NEW Kepala Desa pun Pasang Bendera Setengah Tiang Tatung Ancam Tak Mau Ikut Pawai Cap Go Meh di Kota Singkawang Lagi                      S󰁩󰁮󰁧󰁫󰁡󰁷󰁡󰁮󰁧-RK. Ratusan tatung mendatangi sekretariat Festival Imlek dan Cap Go Meh 2016 di Jalan Kalimantan, Kota Singkawang, Rabu (24/2).       TWA GUNUNG MELINTANG SAMBAS DIBALAK         Petinggi SKPD Sintang Diperiksa KEPALA BAPPEDA SINTANG: CUMA KOORDINASI HUKUM                                                                                   Resmi dilantik Gubernur Drs. Cornelis, MH menjadi Bupati Keta-pang periode 2016-2021, namun Martin Rantan, SH tidak merubah penampilannya yang sederhana. Politikus yang dulunya meng-abdi sebagai guru honorer SMA PGRI di Kecamatan umbang iti, tahun 1990 hingga 1991 ini sangat dekat dengan warga Ketapang. Politikus Partai Gol-kar yang bertarung pada Pilkada serentak 2015 lalu menggunakan  jalur independen (perseorangan) itu tetap mengacu pada slogannya saat kampanye, “Ketapang maju ma-syarakat sejahtera”. P R O I L SEKILAS TENTANG MARTIN RANTAN     KORBAN TERPAPAR BANJIR SAMBAS SUDAH 3.869 JIWA S󰁡󰁭󰁢󰁡󰁳-RK.  Banjir  yang melanda Kabupaten Sambas, tepatnya di Desa Sepantai dan Desa Seman-gak, Kecamatan Sejangkung, semakin tinggi debit airnya. Pasang sungai disertai hujan dan banjir kiriman dari kabupaten           BKSDA Incar Otak Pembabatan Hutan S󰁡󰁭󰁢󰁡󰁳-RK.  Senin (22/2) sekitar 10.30 WIB, delapan belas per-sonil Satuan Polhut Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Bekantan Barat,  yang diback-up  dua personil NI     Bupati Kubu Raya Rus-man Ali berang bukan buatan, kemarin (24/2). Ia marah besar menden-gar korban kecelakaan di Jalan rans Kalimantan ‘dipalak’ oleh Laporan Kepala Dinas Ditunggu KASUS ‘AMBULANS RP300 RIBU’           Guru Honorer yang Jadi Bupati Ketapang   DUGAAN KORUPSI CETAK SAWAH,      esa Empangau iusulkan Raih Kalpataru Desa Empangau Diusulkan Raih Kalpataru P󰁵󰁴󰁵󰁳󰁳󰁩󰁢󰁡󰁵-RK.  Potensi alam berupa danau lindung di wilayah Desa Empangau, kecamatan Bunut Hilir merupakan aset ung-gulan Kabupaten Kapuas Hulu. Sehingga Kantor Lingkungan Hidup kabupaten mengusulkan desa Empangau untuk meraih penghargaan tertinggi bidang lingkungan hidup yakni Kal-pataru. Diusulkannya desa itu dalam lomba meraih Kalpataru tingkat provinsi dan pusat, karena Desa Empangau berhasil mengelola dan memelihara danau Empan-gau sebagai danau kawasan lindung.                                                                                     qu tori n Equatoriana  Pengantar: Tumpahkan unek-unek, kritik, pujian ataupun k omentar Anda tentang la ya nan umum dalam kolom SMS Inter  Aktif. Untuk SMS yang be lum di muat harap bersabar, antre! Kami tidak melayani SMS berbau SARA dan menyudutkan pribadi tanpa fakta. Redaksi menerima surat pembaca, isi maksimal 300 kata ukuran huruf 12. Silakan kirim ke e-mail: equatorianarakyatkalbar@gmail.com Rakyat albar Rakyat Kalbar 2 Kamis, 25 Februari 2016 Kantor Pusat: Graha Pena Kalbar, lantai 2 & 3 Jalan Supadio (Ahmad Yani II) Km 3,5 Sungai RayaKubu Raya 78391, Kalimantan Barat Tel. +62 561 768677  (Hunting), +62 561 721229  (Order Koran & Iklan)Faks. +62 561 768675,  SMS, Line, WhatsApp +62 81 254 660990 Facebook: Rakyat Kalbar Twitter: @Rakyat_Kalbar EMail: rakyatkalbar.news@yahoo.co.id Website : www.equator.co.id Penerbit PT Kapuas Media Utama Press Jawa Pos Group Rakyat albar THE LEADER NEWS REFERENCE Harian Rakyat Kalbar dilahirkan 9 Juli 2012, sebagai perubahan dari Harian Equator yang terbit perdana 29 November 1998. Pembina: Dahlan Iskan, HM Alwi Hamu, Zainal Muttaqin. Direktur/Pemimpin Umum: Djunaini KS. Wakil Direktur/Personalia:  Djailani Kasno. Corporate Lawyer Jawa Pos Grup:  Dr Harris Arthur Hedar SH MH. Lawyer Rakyat Kalbar:  HM Tamsil Sjoekoer SH MH, Kusuma Dilaga SH & Rekan. Pemimpin Redaksi/ Penanggung Jawab : Hamka Saptono. Dewan Redaksi:  Mohamad Iqbal (Redaktur Pelaksana), Yuni Kurnianto, Mordiadi, Kiram Akbar, Andre Wahyudi, Arman Hairiadi. Sekretaris Redaksi:  Miftahul Jannati. Pracetak/Layout : Denis Firmansyah (Manajer), Defri, Muhammad Fahrizal, Faqihudin, Hery, Polar. IT &   Website: Febriandi Bahroni   (Koordinator),    Aditya .Corporate & Pengembangan Bisnis: Mohamad Qadhafy, David T Marpaung . Keuangan:  Nurbani (Manajer), Susanto. Umum & Kesekretariatan:  Adi Dharma (Koordinator), Hendra Ramawan. Biro Pontianak:  Ocsya Ade C Putra, Deska Irnansyafara, Achmad Mundzirin, Gusnadi, Is  ansyah, Fikri Akbar. Kubu Raya: Syamsul Ari  n. Mempawah:  Arisandy, Jalan Teratai Blok ANo 3, Tel. 0813-4657-7220. Singkawang: Mordiadi, Jalan Alianyang (sebelah Koperasi Sinka), Tel. 0812-5667-3567. Sambas: Muhammad Ridho, Jalan Suka Ramai Komplek Didis Permai Blok G/10, Dalam Kaum, Tel. 0852-4569-8977. Bengkayang: Kurnadi, Jalan Tiga Desa Komplek SMP Negeri 3 No 111, Bumi Emas, Tel. 0821-59838787. Landak:  Antonius,   Jalan Jalur 2 (depan Wisma Usaha Jaya Pal 2) Ngabang, Tel. 0813-4529-4139. Sanggau: Kiram    Akbar,   Jalan Nenas Komplek Dinkes No 40 Tanjung   Sekayam, Kapuas, Tel.   0813-5253-3013. Sekadau:  Abdu   Syukri, Komplek   Terminal Lawang Kuari No 225 (Fotocopy GSI), Tel. 0856-5234-7489. Sintang:  Achmad Munandar, Jalan MT.Haryono, Komp. BTN Cipta Mandiri 1, Jalur 1 No 5. Tel. 0822-3359-3192. Melawi: Sukartaji,   Jalan Juang Nanga Pinoh, Tel.   0568-22069. Kapuas Hulu:  Andreas, Jalan M Yasin No 3, Tel. 0856-5231-1288. Kayong Utara: Kamiriluddin,   Dusun Siduk, Desa Simpang Tiga, Sukadana, Tel. 0852-4518-7777. Ketapang:  Jaidi Chandra, Jalan Ketapang-Siduk, Sungai Awan, Tel. 0821-5948-6599. Sirkulasi/Pemasaran & Promosi : Mohamad Qadhafy (Manajer), Abu Bakar, Arninda Idris (Admin). Ekspedisi/Distribusi : Ferry Firmansyah (Koordinator). Iklan : Mohamad Qadhafy (Manajer), Julianus Ratno. Biro Jakarta :   Jalan Jeruk Purut Al Ma’ruf No 4 Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12560, Tel. 021-78840827, Faks. 021-78840828. Tarif Iklan Mili Meter Kolom: Hitam-Putih (Black-White/BW)= Rp 25.000, Warna (Full Colour/FC)= Rp 35.000; Baris: Rp 8.000/baris (2 s/d 10 baris). Eceran : Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, Singkawang, Sambas, Bengkayang= Rp 3.000/eksemplar; Landak, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi, Kapuas Hulu, Kayong Utara, Ketapang= Rp 3.500/eksemplar; Langganan :   Pontianak, Kubu Raya= Rp 80.000/eksemplar;   Mempawah, Singkawang, Sambas, Bengkayang= Rp 85.000/eksemplar;   Landak, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi, Kapuas Hulu, Kayong Utara= Rp 90.000/eksemplar;   Ketapang=   Rp 95.000/eksemplar.  Akun Bank:  Bank Mandiri cabang Pontianak Sidas, nomor rekening: 146-0000-094784 a/n PT Kapuas Media Utama Press ( Giro/Online Payment ); Bank Kalbar pusat Pontianak Tanjungpura, nomor rekening: 100-400-1-555 a/n PT Kapuas Media Utama Press. BRI cabang Pontianak Barito, nomor rekening: 0071-01-020303-502 a/n Djunaini KS. Parlementaria  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Barat Daerah Pedalaman Krisis BBM P󰁯󰁮󰁴󰁩󰁡󰁮󰁡󰁫-RK.  Akhir-akhir ini, Komisi I DPRD Provinsi Kalbar kerap mendapatkan keluhan masyarakat dari sejumlah daerah di seantero Kalbar. Rakyat mengadu karena Bahan Bakar Minyak (BBM) di daerah sulit didapat. Pasokan dari Pertamina Pontianak sangat diharapkan.“Krisis BBM di daerah sangat berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat. Sudah banyak warga menghubungi saya, berkeluh kesah,” ucap Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalbar, Krisantus Kurniawan dijumpai awak media di Gedung Parlemen Kalbar, kemarin siang.Oleh karena itu, Krisantus mengharap-kan, Pertamina Pontianak segera men-girim stok ke daerah-daerah yang tengah dilanda krisis BBM. “Jangan sampai warga mendorong motornya akibat BBM langka,” ingatnya.Legislator Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini mendesak, Pertamina mengirim BBM ke sejumlah daerah pedala-man di tanah Borneo Barat. “Pokoknya  jangan sampai menyulitkan masyarakat,” lugasnya. Wakil rakyat asal Dapil Kabupaten Sang-gau-Kabupaten Sekadau ini berpendapat,  jika BBM di daerah sulit didapatkan maka akan mengganggu stabilitas perekonomian masyarakat. “Makanya kita harus menjaga ini,” tegasnya.Orang dekat Gubernur Cornelis ini men-gungkapkan, Pertamina jangan beralasan. “Jangan ada kata bahwa kapal terkendala oleh cuaca yang tidak bagus. Dari dulu, BBM selalu dibawa menggunakan kapal. Pertamina harusnya sudah ada persiapan atau antisipasi. Jadi kalau sudah terjadi kelangkaan jangan beralasan,” cetusnya.Mantan Ketua DPRD Kabupaten Sang-gau ini mengingatkan, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) supaya tidak berbuat curang atau ‘nakal’. Jangan sesekali melayani pembeli yang menggunakan jer-iken dan sejenisnya. “Kalau ditemukan seperti itu. Polisi tolong tangkap mereka itu. Kalau terbukti harus diproses secara hukum,” ucapnya. ( dsk  )                                  Masalah kita  Mengakhiri tahun 2015 dan menyambut tahun 2016 dengan keberhasilan, menjadi hara-pan semua orang. Merasakan hidup yang lebih sejahtera merupakan keinginan masyarakat Kalbar. Perbaikan kehidupan yang diidam-idamkan tentu pada semua bidang.Menjelang akhir tahun 2015, sebanyak 7 kabupaten di Kalbar telah menggelar Pilkada serentak. Yaitu Kabupaten Bengkayang, Sam-bas, Sekadau, Sintang, Melawi, Kapuas Hulu, dan Ketapang. Kini pasangan calon kepala dae-rah terpilih tinggal menunggu dilantik sebagai penguasa di wilayahnya masing-masing. Rakyat  yang telah memilih maupun tidak saat Pilkada, berharap mereka menjadi pemimpin ideal yang mampu mewujudkan cita-cita bangsa, kemak-muran, kesejahteraan dan keadilan. Sementara secara nasional, ekonomi 2015 tidak seindah harapan yang pernah dijanjikan pemerintah. Pasalnya, data BPS yang dirilis November lalu menunjukkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III 2015 hanya mencapai 4,73 persen. Padahal, asumsi per-tumbuhan ekonomi yang ditetapkan pemer-intah awalnya mencapai 5,7 persen.Salah satu yang memberatkan rakyat adalah tarif listrik dan bahan bakar minyak (BBM). arif listrik golongan rumah tangga (R1) dengan daya 1.300 volt ampere (VA) dan 2.200 VA naik sebesar 11 persen, atau Rp 157 per kilowatthour per Desember 2015. Apalagi disertai pemada-man yang kerap terjadi. Sedangkan BBM dan gas, penurunan harga mulai Selasa (5/1) pukul 00.00 belum meringankan beban rakyat, karena pungutan dana ketahanan energi sebesar Rp 200 per liter hanya ditunda.Rakyat tentu berharap, pembangunan yang dilakukan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota bisa terlaksana sesuai rencana. Eksekutif dan legislatif diharapkan mampu mewujudkan kehidupan yang lebih sejahtera. ermasuk memenuhi berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, bukan malah membebani rakyat dengan harga yang terus naik. Menurut anda?     ms Warga Sms  Warga Sebagai bentuk dukungan terhadap produk lokal, ayo hanya beli dan jual barang-barang yang mengede-pankan produk asli Indonesia.08538770826422-2-2016 07.15  ngg p n  Ta ngga pa n Jika program pemerintah mengutamakan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Secara pasti tidak akan terjadi krisis kehidupan dan kepercayaan di negara ini. Hukum merupakan alat kekuasaan? Harga bahan pokok masyarakat merangkak naik dan tidak stabil. Listrik sering padam, PDAM keruh untuk mencuci pun juga berat. Harga karet & sawit anjlok tajam. Setiap musim hujan, dimana-mana terjadi menin-gkatnya banjir karena maraknya ilegal logging berakibat erosi. Gepeng marak dimana-mana. Keberingasan kapitalis radikal babat kawasan hutan, hutan lindung, taman nasional, cagar alam berkedok IPK? Mangrove, lahan gambut dan marga satwa berangsur punah. PEI marak dimana-mana menguras BBM bersubsidi tanpa henti. Sungai-sungai keruh mengental terkontaminasi merkuri. Korupsi dan narkoba merajalela sudah tak ter-bendung, dan hukum semakin rapuh. Jika semua bahan pokok masyarakat diimpor dari luar negeri, akan terjadi kemiskinan melanda tanah air. 08128867350024-2-2016 08.24 Gubernur ornelis Tolong Perjuangkan Nelayan Kalbar Gubernur Cornelis Tolong Perjuangkan Nelayan Kalbar P󰁯󰁮󰁴󰁩󰁡󰁮󰁡󰁫-RK.  Wakil rakyat di Parlemen Kalbar tengah sibuk memecahkan perma-salahan nelayan tradisional yang beroperasi di sepanjang kawasan Pantai Utara (Pantura) Kalbar. Legislator berkeinginan pemerintah pusat membuat aturan yang berpihak kepada nelayan.“idak semua daerah di Indonesia ini sama. Pemerintah Pusat harus melihat kondisi rill Kalbar,” ujar Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kalbar, Guntur, SP, MM di-jumpai wartawan desk politik Harian Rakyat Kalbar, Rabu (24/2). Seperti diberitakan koran ini sebelumnya, sejumlah nelayan di kawasan Pantura Kalbar. Yakni, Kabupaten Mempawah, Kabupaten Kubu Raya (KKR) dan Kabupaten Sambas. Mereka mengeluhkan ihwal Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 ahun 2015. Dalam peraturan tertera, nelayan tradis-ional dilarang menangkap ikan menggu-nakan alat seperti pukat hela dan pukat tarik. ak pelak, keputusan ini dianggap nelayan setempat sebagai boomerang.Legislator Partai Amanat Nasional (PAN) ini berpandangan, jika berbicara soal aturan.  Apalagi aturan dari pemerintah pusat, sebagaimana aturan-aturan yang lain. Me-mang wajib dilaksanakan dan patuhi. “api sekarang ini kondisinya lain,” terang Dewan  yang membidangi Komisi Kelautan dan Perikanan ini.  Wakil rakyat asal daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Sambas ini berpendapat, seyog- yanya yang lebih tahu kondisi di lapangan adalah nelayan. Sebab yang merasakan adalah nelayan.Sebenarnya, wakil rakyat di Parlemen Kalbar sudah membicarakan persoalan ini bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Pemerintah Provinsi Kalbar. “Kita minta mereka menunda dan menyetop larangan itu. Permintaan kami sudah ditindaklanjuti oleh Gubernur Cornelis,” ujarnya. Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Kalbar sudah melayangkan surat ke Kemen-terian Kelautan dan Perikanan. “Pemda Kal-bar minta peraturan itu ditunda. Kita tunggu surat balasan menteri seperti apa. Karena ada beberapa provinsi lain, melakukan hal yang sama,” paparnya.Di samping menunggu keputusan Menteri Susi, Parlemen Kalbar mengharapkan Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Kalbar segera mencarikan solusi atas permasalahan tersebut. “Sebab ada ratusan atau bahkan ribuan nelayan di Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Sambas yang menggan-tungkan hidupnya sebagai nelayan tradisional,” ulasnya. Guntur tak mau solusi untuk ne-layan tradisional hanya bersifat se-mentara. Misalnya peraturan men-teri ditunda. Katakanlah sampai 31 Desember 2016, nelayan masih dibolehkan beroperasi. api setelah itu, jika tidak diperbolehkan lagi, Pemda Kalbar harus berbuat sesuatu  yang konkret. “Dinas Keluatan dan Perikanan Kal-bar pikirkanlah bagaimana caranya. Kalau tidak bisa ditampung di APBD. Kan sekarang APBN mau perubahan. Usulkanlah ide-ide ke pemerintah pusat,” lugasnya.Sementara itu, anggota Fraksi Partai NasDem, Syarif Amin Muhammad Assegaf mengatakan, jika nelayan tradisional tidak menggunakan pukat hela maupun pukat tarik. Nelayan tentu susah untuk mendapat-kan ikan.“Kebijakan Menteri Susi soal larangan penggunaan pukat itu seperti tidak berlaku di Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. Di sana bukan karang, tapi lumpur,” jelasnya.Oleh karena itu, harus ada solusi dalam permasalahan tersebut. Syarif Amin me-nambahkan, apalagi sekarang ada peraturan ihwal zona tangkapan. Jika nelayan mau mencari ikan ke 0-12 mil dari bibir pantai, harus memiliki izin dari Pemerintah Provinsi Kalbar.Sementara jika mau mencari ikan ke ten-gah laut harus punya izin dari Pemerintah Pusat. “Kebijakan ini menyulitkan mereka. Sudah banyak yang menganggur gara-gara aturan itu. Nelayan tradisional di Kalbar menolak Kebijakan Menteri Susi,” tegas Syarif Amin. Reporter: Deska IrnansyafaraRedaktur: Andry Soe         3  ontianak Pontianak it  K i t e Rakyat albar Rakyat Kalbar Kamis, 25 Februari 2016 Pemkot Belum Berlakukan Kantong Plastik Berbayar Bintang Timur Inisiasi Kejuaraan Sepak Bola U-17 P󰁯󰁮󰁴󰁩󰁡󰁮󰁡󰁫-RK.  Di tengah lesunya ke-juaraan-kejuaraan sepakbola daerah, buntut dari kisruh PSSI. Bintang imur salah satu klub sepakbola di Kecamatan Pontianak imur, berinisiatif untuk menyelenggarakan kejuaraan sepakbola Usia 17 (U-17).“Kami ambil bagian untuk menggai-rahkan lagi sepakbola di Kota Pontianak. Karena untuk yang U-15 kan sudah dari Dispora, nah kami yang U-17,” kata Syarif Abdurrahman, selaku pelatih Bintang imur dan koordinator pertandingan, via se-lulernya, Rabu (24/2).Kendati kejuaraan yang bakal terseleng-gara mulai 12 Maret sampai 2 April ini berlokasi di Kecamatan Pontianak imur, di Stadion Sultan Muhammad, namun ke-juaraan ini diperuntukkan untuk 17 tim atau semua klub yang berada di bawah bendera PSSI Kota Pontianak. Pada pembukaan acara ini nantinya, tambah Abdurrahman, akan dihadiri oleh KONI Kalbar dan Ketua PSSI Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. “Sejauh ini sudah ada 12 tim yang sudah positif ikut. Kegiatan ini juga dalam rangka HU Bintang imur yang ke 12, selain ada piala bergilir nanti, kami juga menyiapkan hadiah, dengan total puluhan juta rupiah,” jelasnya.Melalui penyelengaraan ini, Abdurrah-man sangat berharap bahwa pembinaan sepakbola di Kota Pontianak terus berlanjut secara berjenjang. “Ya misalnya Dispora U15, kami ada U17, nanti yang lain juga kita harapkan juga ikut mengadakan, kami ingin agar pembinaan sepakbola ini terus berlan-jutlah,” demikian Abdurrahman.  (Fik)  P󰁯󰁮󰁴󰁩󰁡󰁮󰁡󰁫-RK  . Lesbian, Gay, Biseksual, dan ransgender (LGB) diyakini sudah banyak di Kota Pontianak. Hanya saja mer-eka belum berani terang-terangan.Saiful Muqadas, Anggota Komisi A DPRD Kota Pontianak, mengatakan fenomena LGB bukan lagi penyakit masyarakat, melainkan virus sosial yang harus dicegah, sekalipun mereka berda-lih pada Hak Asasi Manusia (HAM). “LGB ini penyakit menular, ibaratnya  virus sosial dan harus ditanggapi serius. Karena memang kenyataannya sudah ada, minimal kita harus melawannya untuk menunjukkan bahwa perilaku LGB ini tidak benar,” ujarnya, Selasa (24/2) kepada Rakyat Kalbar.Masalah penyimpangan seks ini harus ditanggapi serius oleh sejumlah kalangan. Sehingga tidak semakin berkembang di masyarakat. “Kalau kita menganggapnya biasa, walaupun mungkin penganutnya atau pengikutnya hanya sebagian kecil saja. api sudah ada indikasi menjadi besar, apalagi ada beberapa orang yang menganggapnya biasa,” ujar Politisi Partai Kebangkitan bangsa (PKB) ini.Dinas Sosial, kata dia, harus bekerja keras untuk memberikan pembinaan bersama dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama. “Kalau memang ada bukti penganut LGB, jangaan dibiarkan. Ha-rus ada pembinaan, berikan pemahaman secara agama, dan sisi kesehatannya,” tambah Saiful.Bahkan, lanjutnya, virus LGB ini jauh lebih parah dari perilaku hewan. Padahal manusia dikatakan lengkap dari sisi pen-gatahuan dan sebagainya. Atas dasar ini-lah ia secara pribadi mengecam perilaku LGB tersebut. “Minimal dia faham bahwa hewan saja tidak mengerjakan seperti itu, kenapa manusia yng punya agama, keyakinan dan akal melakukan tindakan seperti itu,” ucapnya.Jika tidak ada penindakan dan perhatian serius, ia khawatir LGB akan berkembang pesat sama sep-erti Narko-ba yang diump-amak-annya sep-erti fenomena gunung es. Jika itu sudah terjadi, pencegahan akan sulit dilakukan, karena penyimpangan itu sudah kuat dan menjamur di masyarakat. “Jangan sampai LGB ini berkembang seperti Narkoba, ini sudah sangat berbahaya,” tukasnya.Sejauh ini, kata dia, tanpa disadari komunitas LGB sudah ada di Kota Ponti-anak. Walaupun hanya sebagian kecil, tapi itu sudah mengarah pada perilaku meny-impang. “Kalau kita lihat di Pontianak, sepertinya sudah ada. Karena salah satu cirinya, misalnya rambutnya sesama je-nis tapi yang satunya pendek dan satunya panjang, walaupun tidak semua seperti itu berperilaku menyimpang, apakan lagi ada lokasi yang secara terang-terangan menampakkan diri laki-laki menjadi  wanita,” lugasnya.“Kalau kita berbicara kemanusian atau HAM, penindakan itu justru kita hendak mengembalikannya pada kodrat mereka sebagai manusia yang sayang terhadap lawan jenisnya,” tutup Saiful.  (agn)  BUKAN PENYAKIT MASYARAKAT, TAPI VIRUS MENULAR LGBT  BANYAK DI PONTIANAK Pontianak-RK  . ak mau salah lang-kah dalam pengelolaan keuangan daerah, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mulai menerapkan Sistem Manajemen Daerah (SIMDA) untuk pelaporan keuangan yang dikoordinir langsung Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalbar. Ap-likasi program yang terintegrasi terse-but meliputi penganggaran, penatausa-haan, akuntansi dan pelaporannya.  Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyatakan, bahwa pihaknya memandang perlu dan sudah saatnya pengelolaan keuangan di Pemkot dengan menggunakan suatu aplikasi  yang terintegrasi mulai dari perenca-naan, penganggaran sampai dengan pelaporan. “Agar informasi yang di-hasilkan dapat lebih komprehensif dan lebih kini, serta dapat menjadi kontrol otomatis terhadap kemungkinan ter- jadinya kekeliruan dalam pengelolaan keuangan,” ujarnya, Rabu (24/2) usai menjadi narasumber Seminar Interaktif ‘Melihat Peluang dan Potensi Ekonomi di Kalbar dalam menghadapi Masyara-kat Ekonomi Asean (MEA) di Hotel Santika, Pontianak.Pria yang karib disapa Edi ini menjelaskan, SIMDA merupakan ker- jasama Pekot Pontianak dengan BPKP Kalbar. Sistem yang telah diterapkan pada beberapa kabupaten/kota di Indonesia ini juga akan mendukung akrual basik yang digadang-gadang pemerintah pusat pada setiap dae-rah. “Ini akan mempermudah dalam mengontrol dan mengawasi keuangan daerah,” tukasnya. Agar lebih matang penggunaan aplikasi ini, Edi menyatakan tengah mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) jajarannya melalui bimbingan teknis atau pelatihan yang diseleng-garakan BPKP kalbar.“Untuk menunjang itu semua, diper-lukan waktu untuk beradaptasi sebagai proses peralihan dari sistem lama ke SIMDA, terlebih agar lebih matang dalam penerapan aplikasi tersebut,”  jelas mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Pontianak ini. (agn)  Pemkot Siap Terapkan SIMDA                                   Kerja Sama dengan BPKP Provinsi Kalbar     I N D O N E S IA  R O D U K S I     SA M PA H  P LA S T I K     T E R T I N G G I     S E T E LA H  T I O N G K O K P󰁯󰁮󰁴󰁩󰁡󰁮󰁡󰁫-RK  . Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak belum mewajib-kan super market maupun swalayan menerapkan kantong plastik berbayar.pasalnya, sampai saat ini pun belum ada instruksi dari pemerintah pusat khusus-nya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK) terkait itu.“api kita menggunakan inisiatif sendiri untuk mengimbau kepada masyarakat agar mengurangi pemakaian plastik kresek,” ujar Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Ponti-anak Kota Pontianak, Multi Juhto Bhataarendro, Selasa (24/2).Pria yang akrab disapa Multi ini menyatakan memang dampak negatif yang dimun-culkan dari sampah memang sangat luar biasa. Apalagi sampah plastik, karena ti-dak dapat di urai tanah. Banyaknya sampah tentu saja mengaki-batkan pencemaran lingkungan, yang beru- jung pada persoalan kesehatan.“Masalah sampah itu berhubun-gan dengan aktivitas ma-nusia dan sampah ini sebetulnya sisa produksi dari masyarakat. Yang ber-bahaya dari sampah adalah pencemarannya  yang bisa menyebabkan kerusakan lingkungan secara keseluruhan, mulai dari ekosistem atau rangkaian makanan kehidupan dari organ-isme yang paling besar sampai yang terkecil,” paparnya.Menurut data, kata dia, Indonesia meru-pakan produksi terbesar sampah plastik kedua setelah iongkok. Hal ini dibarengi dengan pertumbuhan penduduknya yang juga se-makin berkembang pesat. “Biarpun sekarang sudah ada plastik yang mudah diurai, tapi hanya produk tertentu saja. Namun kebanyak-kan produk sampah itu susah diurai dengan dampak pada kerusakan lingkungan dan bisa membahayakan kesehatan,” papar Multi.Multi menambahkan, Indonesia juga meru-pakan pengimpor produk plastik terbesar. Jika saja sampah plastik dapat dikelola dengan baik maka dipastikan Indonesia tidak perlu impor lagi, karena bisa mengolahnya dalam bentuk apapun. Sebagai langkah meminimalisir pere-daran sampah plastik kresek, masyarakat dim-inta saat berbelanja untuk tidak menggunakan plastik.“Jika masyarakat masih menggunakan plastik kresek kita bebankan dengan iuran Rp200, sehingga masyarakat bisa menggeser dengan tidak lagi menggunakannya atau ma-syarakat bisa bekal dari rumah berupa tas atau keranjang yang dipergunakan untuk belanja,” tutupnya. Laporan: Gusnadi Editor: Arman Hairiadi                  PERSATUAN BULUTANGKIS BERSAMA P󰁯󰁮󰁴󰁩󰁡󰁮󰁡󰁫-RK  . Persatuan Bulutangkis (PB) Bersama Pontianak menggelar kejuaraan bulu-tangkis ganda putra perorangan di Gedung Olahraga (GOR) Nirbaya, Kota Baru, 13-23 Februari 2016. “Lomba ini diadakan dalam rangka menam-pung serta memenuhi keinginan masyarakat pecinta bulutangkis di Kota Pontianak,” ucap Ketua PB Bersama Pontianak, Sujiman dihubungi Harian Rakyat Kalbar, kemarin.Perhelatan ini merupakan kelanjutan ke- juaraan Bulutangkis PB Bersama Cup I yang di-gelar pada medio 2013 lalu. “Olaharga ini sangat digandrungi masyarakat Kota Pontianak. Paling tidak, lomba ini bisa menyalurkan bakat-bakat masyarakat,” jelas Sujiman.Ia berpendapat, kejuaraan bulutang-kis masih minim di-laksanakan di Kota Pontianak. Oleh karena itu, dirinya berharap Pemerintah Kota Pontianak maupun pengurus cabang olahraga bulutangkis sering melaksanakan kejuaraan ke depannya. “Se-hingga di masa mendatang Kalimantan Barat bisa menciptakan atlet berbakat. Sehingga berkompetensi di kancah nasional maupun internasional,” serunya. (dsk/pk)  Berharap Kejuaraan Badminton Terus Digelar                        2013 silam, buat perta-ma kalinya, Ded-dy Supriadi yang merupakan pria kelahiran Kota Pontianak, 30 November 1982 silam ini terjun ke dunia usaha.Sebelumnya, dia merupakan salah seorang karyawan di sebuah perusahaan penjualan mobil di Jalan Imam Bonjol, Pontianak, 2008-2012. Dia memutuskan untuk berhenti, karena didorong oleh kondisi kesehatan anak perta-manya, Kelata Deviza Putra (Deza), yang sejak lahir divonis mengidap kelainan jantung.Di tengah antara kondisi ekonomi yang sulit serta biaya pengobatan buah hatinya yang tidak murah, lulusan D3 Manajemen Perkantoran ASMI Pontianak ini pun mulai mencoba mem-buka usaha cemilan khas Kota Pontianak atau yang sekarang lebih dikenal dengan brand. Diantaranya, Billionaire Cokelat, Kripis (Kripik Pisang), Cempon atau Cemilan Pontianak.Meskipun begitu, perjalanan suami dari Nurmiza dan ayah dari Auri Keiza Kelata Pu-tri (Keiza) dalam membangun usahanya ini tidaklah mulus. Bahkan, awal-awal melakoni usahanya, tak satupun toko baik tradisional maupun modern yang mau “membuka pintu” untuk menerima dan menjual produknya.Hal itu berlaku jauh sebelum produk-produk yang berpusat di Jalan RE Martadinata, Gang Pala II ini bisa diterima oleh pasar domestik, bahkan sampai menembus hingga ke pasar Perancis dan Jerman saat ini.Untuk lebih jauh mengenal pria yang terlibat aktif di Himpu-nan Pengusaha Muda Indoneaia (HIPMI) Kalbar dan Asosiasi Pengusaha Lidah Buaya (Aspelia) Kalbar ini serta seperti apa usaha yang dijalankan pria  yang juga pencetus berdirinya Ko-munitas Basket Kalbar ini. Berikut  wawancara selengkapnya bersama Rakyat Kalbar; +Apa yang menginspirasi  Anda terjun ke dunia usaha? -Sekitar tahun 2012, saya me-nonton sebuah film judulnya “Te Billionaire”. Film itu bercerita tentang seorang pemuda biasa yang berkeinginan memiliki usaha. Di tengah kondisi ekonominya yang susah, ayahnya yang juga terlibat hutang, bingung sampai akhirnya dia bisa keluar mengatasi masalah-masalahnya. Saya merasa kehidupan saya hampir sama dengan yang ada di dalam 󿬁lm itu. Saya terdorong dengan anak pertama saya  yang sekarang berusia tujuh tahun, dimana sejak lahir dia punya kelainan jantung. Dialah  yang mendorong saya menjadi seperti sekarang ini. Saya terinspirasi dari 󿬁lm itu. Saya jenuh bekerja di bawah orang, saya pingin usaha, pingin mandiri. +Setelah keluar dari pekerjaan lama Anda, bagaimana proses membangun usaha? -Saya membuka usaha makanan atau cemi-lan yang biasa dikemas buat oleh-oleh khas Kota Pontianak. Awalnya dulu memang sangat sulit sekali, pasar tidak percaya, tapi saya terus memperbaiki dan memperbaikinya. Sampailah sekarang produk saya sudah banyak dijual di toko-toko modern atau swalayan-swalayan. Seperti carrefour di Pontianak, Jakarta, Jogja serta Palembang. Yang terakhir, produk kami juga sempat di-pamerkan di Perancis dan Jerman pada 2015. Saat itu kami bekerjasama dengan Disperin-dagkop Provinsi Kalbar. +Bagaimana menurut Anda peluang eko-nomi dari produk-produk kuliner saat ini? -Saya rasa sangat potensial sekali. Mulai dari bahan baku yang kita butuhkan, segmen pasarnya, asalkan kita mau benar-benar mer-intisnya. Peluangnya sangat bagus. +Hambatan apa yang Anda rasakan dalam melakoni usaha ini? -Modal. Karena untuk mengembangkan usaha kita menjadi besar, berstandar interna-sional kita perlu banyak modal. Ya, sekarang ada fasilitas KUR dari Perbankan, saya pernah mencobanya, ribet. Makanya sekarang ini saya ingin mengembangkan usaha ini dengan sumber daya yang saya miliki. +Apa target Anda tahun ini? -Saat ini saya baru merambah 10 toko mod-ern dari seratusan toko-toko modern yang ada di Jakarta. Di Palembang ada dua. Di Bandung ada empat, Jogja ada dua. arget saya tahun ini masuk 20 toko lagi. +Saat awal-awal Anda merintis usaha, produk Anda seringkali ditolak pasar. Apa sebabnya? -Awal-awal dulu saya sering ditolak pasar. Pertama, karena pasar belum percaya dan kedua packaging-nya. Dari situ saya mulai memperbaiki packaging. Saya ikut bagaimana sistem penjualannya, lama kelamaan akhirnya bisa diterima sampai sekarang. +Apa Anda mempunyai rencana untuk membuka usaha lain atau melakukan pengembangan dengan usaha yang sudah ada sekarang ini? -Saya kebetulan juga membuka Klinik Rumah Kemasan di Jalan Sepakat I, Jalan  Ahmad Yani. Sudah dari Desember 2015 kerjasama dengan Disperindagkop Kota Pon-tianak dan kebetulan saya ketuanya. +Kalau boleh tahu apa fokus dari klinik ini? -Klinik ini sebenarnya salah satu program  Wakil Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono dari Kementerian Perdagangan yang bertujuan untuk membantu UMKM dalam hal packaging dan pemasaran.Kita sangat terbantu sekali dengan program Pemkot Pontianak ini. Di klinik ini, kita juga membuka konsultasi. Mulai dari produk, le-galitas, konsep pemasaran, pembuatan logo, mendesain pack-nya sampai jadi, sampai membukakan pasar bagi UMKM-UMKM. Un-tuk konsultasinya gratis, hanya UMKM akan dikenakan biaya desain dan pembuatan logo Rp350 ribu. ahun 2015, kami berhasil terpilih untuk desain terbaik di Bandung. +Dengan beberapa bidang usaha yang  Anda jalani ini, bagaimana mengejar target untuk memenuhi kebutuhan pasar? -Saya mempunyai karyawan lima sampai delapan orang, termasuk karyawan lepas untuk “Billionaire”. Di samping saya juga dibantu oleh istri saya. Untuk klinik Rumah Kemasan ini, saya dibantu oleh tiga orang karyawan. Reporter: Fikri Akbar Redaktur: Andry Soe  P󰁯󰁮󰁴󰁩󰁡󰁮󰁡󰁫-RK.  Sempat kecolongan melambatnya pelaksanaan sejumlah proyek di APBD 2015, Pemerintah Kota Pontianak kini menekankan percepatan proses lelang agar penyerapan anggaran tersebut berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan. Dengan percepatan pem-bangunan, diyakini turut mempercepat pertumbuhan perekonomian suatu  wilayah. Karena semakin baik sarana dan prasarana penunjang, maka ekonominya akan pesat.Di Kota Pontianak, pertumbuhan ekonomi di 2015, hanya men-capai 5,2 persen saja sebagai dampak dari lambannya pemban-gunan yang terkendala dengan proses tender  yang dilakukan jelang pergantian tahun ang-garan. Namun lantaran diproyeksikan, 2016 ket-ertinggalan persentase itu akan dikejar dengan target 6,2 persen di 2016 ini. “Memacu pertum-buhan ekonomi, kita melakukan percepatan investasi pemerintah, terutama penyerapan  APBD Kota Pontianak tahun 2016 dengan melakukan lelang proyek pembangu-nan secepatnya,” ujar Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Rabu (24/2) saat menjadi narasumber Seminar Interaktif ‘Melihat Peluang dan Potensi Ekonomi di Kalbar dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di Hotel Santika, Pontianak.Perekonomian yang melambat terse-but, dikatakan Edi disebabkan beberapa faktor. Maka pihaknya berupaya dengan memberikan peringatan pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) jajaran-nya untuk merealisasikan anggaran se-bagaik mungkin dan tepat sasaran. “Se-hingga serapan anggaran bisa maksimal dan memacu pertumbuhan ekonomi di Kota Pontianak,” tukasnya.Sebagai penunjang lain, Edi me-nyatakan perlu didorong dengan kreati- vitas-kreativitas, baik itu dari pihak dinas bahkan sampai pada pelaku usaha di Kota Pontianak. Ia meyakini dengan kreativitas apakah itu pelaku usaha besar dan kecil, pertumbuhan ekonomi akan membaik. Sebagai langkah untuk mewujudkannya, khusus untuk usaha kecil, pihaknya sudah menargetkan empat ribu peserta harus direktur Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM, guna di-berikan pelatihan, peralatan, bahkan izin usaha. “erlebih kita akan menghadapi MEA, tentunya butuh kreativitas dan daya saing yang tinggi untuk bisa bersa-ing dengan negara-negara tetangga,” katanya.Upaya yang dilakukan pihaknya ini, merupakan kemudahan-kemudahan  yang disuguhkan bagi masyarakat yang domisilinya di Kota Pontianak. Mengin-gat tidak hanya mempersilahkan pelaku usaha luar untuk berivestasi, melainkan penduduk asal pun dimintanya demiki-an sebagai langkah mendukung program pemerintah. “Cara memberikan lahan-nya untuk pelebaran jalan tanpa ganti rugi sehingga aset milik masyarakat di kawasan itu nilainya juga meningkat. Ini upaya-upaya kita dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi,” lugas mantan Kepal Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Pontianak itu. Laporan: Gusnadi Editor: Arman Hariadi  4 akyat albar Kamis, 25 Februari 2016 Dunia Usaha  Harga Komoditi dan Pakan Ternak di Pontianak  Minggu ke 1 (Kesatu) Bulan Januari 2016 Data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar  Komoditi Harga Distributor (Rp) Harga Eceran (Rp) DOC Broiler FS 3.500 4.500Broiler Hidup 26.000 28.000Ayam Buras Hidup 40.000 50.000Daging Sapi 115.000 120.000Daging Babi 50.000 65.000Karkas Kambing 125.000 135.000Telur Ayam Ras 21.000 23.200 Pakan Petelur Starter   6.000 6.650 Pakan Petelur Grower   5.700 5.900Pakan Layer 6.600 7.000 Pakan Pedaging Starter    7.000 8.500 Pakan Pedaging Finisher   6.000 7.500 Satuan Ekor KgKgKgKgKgKgKgKgKgKgKg   Selasa, 23 Februari 2016 Valas  Mata Uang Jual Beli  AUD 1.00 9,742.55 9,642.92EUR 1.00 14,866.95 14,713.65MYR 1.00 3,219.13 3,184.04 SAR 1.00 3,590.50 3,553.34 SGD 1.00 9,611.65 9,509.20USD 1.00 13,464.00 13,330.00   Sumber Bank Indonesia Kreativitas Pelaku Usaha Picu Pertumbuhan Ekonomi   P ro il   rofil P󰁯󰁮󰁴󰁩󰁡󰁮󰁡󰁫-RK.  Deddy Supriadi, pengusaha cemilan khas Kota Pontianak dengan brand “Billionaire” menyam-paikan, seorang calon pengusaha tidak hanya pandai tapi harus pandai-pandai membaca peluang pasar. Karena menurutnya, inovasi saja kurang cukup, jika hal itu tidak didukung dengan pondasi pasar yang kuat.“Selalu menjalin hubungan baik, dengan siapapun, baik itu teman, maupun pemerintahan, kemudian pelan-pelan memulai memperkenalkan produk, didalam dan diluar daerah,” katanya, Rabu (24/2) kemarin.Dia pun menyarankan, bagi pengusaha pemula henda-knya dapat memulai dengan usaha yang menjadi unggulan daerahnya, seperti tanaman lidah buaya dan lainnya. “Aloi- vera boleh dicoba, amplang, steak keladi dan lainnya, yang produksinya masih sedikit. Artinya kita juga membantu produktivitas bahan-bahan baku tersebut bisa berkembang,” ujarnya.Di samping itu, para calon pengusaha yang berkeingi-nan terjun menjadi pengusaha harus banyak memperkaya referensi. Salah satunya dengan memperbanyak bertanya dengan para penguasaha senior atau yang sudah lebih dulu berusaha. “Yang penting juga go dulu. Artinya jangan terlalu banyak teori juga. Karena dengan terjun langsung kita akan tahu dimana nanti kelemahan-kelemahannya, nah kita perbaiki sedikit-sedikit,” lugasnya.“Intinya jangan kita menutup diri. Jalin komunikasi. Soal persaingan pasti ada, karena dengan persaingan menun- jukkan bahwa usaha kita berkembang. Semakin bersaing, semakin usaha menjadi besar,” timpal Deddy.Selain itu, Deddy mengatakan, pengusaha harus fokus. Dia tidak mempermasalahkan adanya fenomena beberapa pengusaha pemula yang langsung melakoni banyak usaha diawal-awal terjun. Hanya saja, terkadang hal itu membuat manajemennya terganggu. “Fokus satu dulu, baru berkem-bang, saya yakin pasti akan ketemu jalannya,” serunya. ( Fik  ) Calon Pengusaha Mesti Pandai Baca Peluang Billionaire   yang Menembus Pasar Perancis dan Jerman  D e d d y  S u p r i a d i/ P e n g u s a h a  K u l i n e r  “ B i l l i o n a i r e ”
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks