PERENCANAN STRATEGI DALAM RANGKA PENINGKATAN DAYA SAING PADA PROFESI KONSULTAN MANAJEMEN

Please download to get full document.

View again

of 13
9 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
PERENCANAN STRATEGI DALAM RANGKA PENINGKATAN DAYA SAING PADA PROFESI KONSULTAN MANAJEMEN Handy Aribowo 1, Yudithia Dian Putra 2, Imam Wijoyo 3 STIE IBMT Surabaya
Document Share
Document Transcript
PERENCANAN STRATEGI DALAM RANGKA PENINGKATAN DAYA SAING PADA PROFESI KONSULTAN MANAJEMEN Handy Aribowo 1, Yudithia Dian Putra 2, Imam Wijoyo 3 STIE IBMT Surabaya ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kiat, strategi serta yang harus dilakukan konsultan manajemen dalam rangka meningkatkan daya saing di tengah persaingan serta kompetisi antar konsultan manajemen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dalam rangka untuk mencari, mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data hasil penelitian melalui wawancara yang mendalam terhadap tiga orang informan. Adapun hasil penelitian antara lain diperlukan beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam rangka meningkatkan daya saing profesi konsultan manajemen, serta diperlukan kegiatan dalam rangka peningkatan skill dan penguasanaan tools manajemen serta diperlukan pemahaman serta penguasaan alat bantu analisis bidang sumber daya manusia seperti alat tes tertulis maupun tes lisan pun sangat diperlukan dalam mendukung kinerja konsultan manajemen pada saat penanganan proyek. Kata Kunci : Skill, Tools Manajemen, Metode, dan Konsultan Manajemen. ABSTRACT The purpose of this research to find how the trick, the strategy and to be done consultants management in order to increase the competitiveness of competition between in competitive and management consultant.the qualitative method was used in the study descriptive in their efforts to find, gather, process and analyze the results of the research through interviews deep to the three who informants.as for the result of study between other required several steps need to be taken to increase the competitiveness of the profession of a management consultant, and required activity in order to increase the skill and penguasanaan tools management as well as the tools needed understanding as well as mastery of analysis the field of human resources as assay written or oral test is also really is required in support the performance of a management consultant at the time of the handling of the project Keywords : Skill, Management Tools, Method, and Management Consultant 204 PENDAHULUAN Di abad ke dua puluh satu ini diawali banyak peristiwa yang disebabkan adanya perubahan cepat di lingkungan bisnis seperti globalisasi, kemajuan teknologi, keberagaman angkatan kerja, persaingan di dunia kerja dan lain-lain. Tentunya peristiwa-peristiwa tersebut membawa pengaruh tersendiri terhadap organisasi atau perusahaan, sehingga mau tidak mau organisasi atau perusahaan harus cepat tanggap dan sensitif untuk dapat menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi perubahan pada lingkungan bisnis tersebut. Globalisasi dan teknologi telah mendorong terjadinya seleksi alam yang mengarah pada yang terkuat yang dapat bertahan di dalam persaingan bisnis. Dampak dari globalisasi dan perubahan teknologi mendorong situasi pasar saat ini keadaannya berbeda jauh di bandingkan situasi pasar sebelumnya. Dengan adanya perubahan yang cepat di lingkungan bisnis, tentunya perusahaan membutuhkan suatu inovasi dan strategi yang tepat untuk dapat bersaing di dalam perubahan-perubahan yang terjadi di dalam lingkungan bisnis. bisnis telah memasuki era baru hiperkompetisi, pergeseran dramatis dari yang bergerak lambat seperti oligopoli atau stabil untuk lingkungan yang rumit menjadi tak terduga di mana keunggulan kompetitif tidak lagi berkelanjutan dalam jangka panjang.(kaplan,2011). Persaingan secara global telah melahirkan standar kompetisi baru, dimana globalisasi memperberat tekanan persaingan bisnis dari negara-negaran di seluruh dunia. Di dalam globalisasi, dituntut untuk menghilangkan batas-batas di dalam kelompok negara yang emasuki pasar ecara bersama. Bahkan globalisasi menuntut setiap perusahaan hingga di tingkat mikro untuk dapat meningkatkan efisiensi agar dapat bersaing di tingkat lokal dan tingkat internasional. Walaupun suatu perusahaan berorientasi pada pasar domestik atau diantar lintas batas negara, perusahaan tersebut tetap tidak dapat menghindar dari tekanan persaingan global dan terdapatnya peluang pasar global (Assauri,2005). Tujuan utama dari setiap bisnis adalah agar terus dapat eksis, sehingga agar perusahaan tetap eksis maka diharapkan perusahaan dapat menciptakan keunggulan daya saing yang berstandar kinerja global.pada kondisi ini setiap 205 perusahaan yang ingin tetap survive dan growth harus dapat menciptakan dan mempertahankan competitive advantage yang dimilikinya dengan terus-menerus meningkatkan daya saing. Persaingan bisnis yang semakin tinggi menuntut perusahaan untuk terus meningkatkan kinerja berbagai elemen di dalam organisasi/perusahaan. Selain itu, munculnya temuan konsep-konsep manajemen baru seperti produk, proses kerja, sistem kerja, dan lain sebagainya kadang membawa masalah baru bagi perusahaan, sehingga dibutuhkan konsep manajemen yang mampu mengidentifikasi permasalahan, mencari akar permasalahan, dan memberikan solusi atas permasalahan tersebut. Banyaknya perusahaan yang ingin bangkit dari keterpurukan maupun yang sedang mengembangkan diri untuk menyongsong era persaingan yang diperkirakan makin ketat memerlukan beberapa sentuhan dari berbagai segi manajemen. Akan tetapi adanya keterbatasan resource yang dimiliki lingkungan internal perusahaan membuat perusahaan menjadi sulit untuk bangkit dan lebih berkembang. Adanya keterbatasan resource yang dimiliki pada lingkungan internal perusahaan membuat perusahaan menjadi sulit untuk menyusun strategi bersaing di tengah perubahan yang terjadi di lingkungan bisnis, dengan adanya situasi tersebut organisasi atau perusahaan membutuhkan bantuan dari lingkungan eksternal, yaitu jasa konsultan manajemen dalam membenahi kelemahan serta menyusun strategi agar mereka dapat bersaing di dalam perubahan lingkungan bisnis yang cepat Dengan semakin dibutuhkannya jasa serta bantuan dari lingkungan eksternal perusahaan, tentunya membuat perkembangan perusahaan yang menyediakan jasa konsultasi di Indonesia cukup menjanjikan opportunity yang sangat besar. profesi konsultan manajemen tentunya akan menjadi solusi terbaik bagi perusahaanperusahaan yang memiliki keterbatasan sumber daya manusia karena konsultan manajemen akan siap membantu dengan memberikan sentuhan dari berbagai aspek manajemen. Semua input yang diberikan oleh seorang konsultan manajemen nantinya bisa dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan yang terkait dengan aktivitas-aktivitas di bidang manajemen. Konsultasi bisa berupa 206 masukan atau saran, pemberian solusi, dan aktivitas-aktivitas lain yang secara langsung berkiatan dengan dapur manajemen perusahaan. Menggunakan jasa konsultan saat ini banyak diterapkan oleh perusahaanperusahaan sebagai opini kedua walaupun keputusan tetap berada di tangan perusahaan. Inilah sebabnnya seorang konsultan harus mampu memberikan saransaran yang berkualitas bagi perusahaan. Terkait dengan hal ini dibutuhkan kompetensi yang mencukupi termasuk pengalaman yang cukup dalam bidang yang bersangkutan. Tak cukup hanya itu, seorang konsultan dituntut pula untuk menjadi mentor serta mengawasi realisasi dari strategi yang telah disarankannya mulai dari awal sampai akhir. Dengan membanjirnya perusahaan-perusahaan konsultan manajemen di Indonesia ini, maka persaingan antar perusahaan konsultan manajemen dalam meningkatkan daya saing akan melahirkan kompetisi yang sangat ketat. Para konsultan manajemen berlomba-lomba untuk menciptakan metode dan tools untuk membantu perusahaan dalam menghadapi persaingan bisnis yang sangat ketat. Metode dan tools yang ditawarkan dengan tujuan untuk dapat mencapai tujuan serta keinginan perusahaan, tentunya beda perusahaan, beda permasalahan maka beda pula strategi yang digunakan. Di tengah sengintinya persaingan antar konsultan manajemen, membuat setiap perusahaan konsultan manajemen pun menyadari pentingnya diferensiasi jasa, kualitas, dan orientasi dalam rangka peningkatan daya saing antar konsultan manajemen terhadap pengguna jasa konsultan manajemen. Adapun permasalahan yang terjadi dalam penelitian ini adalah bagaimana kiat, strategi serta yang harus dilakukan konsultan manajemen dalam rangka meningkatkan daya saing di tengah persaingan serta kompetisi antar konsultan manajemen dalam rangka membantu perusahaan untuk memecahkan serta membantu pengembangan bisnis perusahaan. 207 LANDASAN TEORI Konsultan Manajemen Ada banyak pendapat tentang pengertian Konsultan, seperti Institute of Management Consultant (1996) yang mendefinisikan bahwa Konsultan Manajemen adalah Suatu badan usaha jasa pelayanan konsultasi yang dikelola dan dilakukan oleh pihak-pihak yang independen dan memenuhi syarat (qualified), baik secara perorangan maupun secara kelompok. Kemudian seperti Kubr (2000) yang mendefinisikan bahwa Konsultan Manajemen adalah sebuah profesi dimana seseorang menjadi mitra yang membantu Klien(Client)nya untuk memecahkan masalah-masalah manajemen dan bisnis, membantu organisasi untuk mencapai tujuannya, membantu mengidentifikasi peluang baru, meningkatkan kapabilitas pembelajaran, dan melakukan perubahan. Sedangkan Ray (2005) yang berpendapat bahwa konsultan adalah orang yang mempunyai keahlian dalam bidang tertentu dan memberi opini dari satu sudut pandang, dimana opininya tersebut dibayarkan sebagai biaya. Opini atau saran tersebut dibuat secara eksklusif untuk klien yang dapat berupa rangkuman, analisa, rekomendasi, dan implementasi. Selain itu konsultan manajemen juga dapat didefinisikan selaku pihak independen yang memiliki keahlian khusus di bidang manajemen yang memberikan suatu professional advice terhadap permasalahan atau hambatan yang dialami perusahaan dalam rangka membantu mencapai tujuan perusahaan. Daya Saing Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 41 Tahun 2007 tentang standar proses, mendefinisikan daya saing adalah kemampuan untuk menunjukkan hasil yang lebih baik, lebih cepat atau lebih bermakna. Kemampuan yang dimaksud adalah : (1) kemampuan memperkokoh pangsa pasarnya, (2) kemampuan menghubungkan dengan lingkungannya, (3) kemampuan meningkatkan kinerja tanpa henti, (4) kemampuan menegakkan posisi yang menguntungkan. 208 Daya saing adalah sebuah konsep yang melibatkan berbagai disiplin ilmu seperti keunggulan komparatif atau perspektif daya saing harga, strategi, dan perspektif manajemen, juga perspektif sebagai sejarah dan sosial budaya (Waheeduzzaman dan Ryans,1996). Menurut Porter (1995) daya saing didefinisikan sebagai kemampuan usaha suatu perusahaan dalam industri untuk mengadapi berbagai lingkungan yang dihadapi. Daya saing ditentukan oleh keunggulan bersaing suatu perusahaan dan sangat bergantung pada tingkat sumber daya relatif yang dimilikinya atau biasa kita sebut keunggulan kompetitif. Sedangkan menurut OECD dalam Astuti dan Lindiasari (2009) bahwa daya saing merupakan kemampuan perusahaan, industri, daerah, negara atau antar daerah untuk menghasilkan faktorpendapatan dan faktor pekerjaan yang relatif tnggi dan berkesinambungsn untuk menghadapi persaingan internasional. Barney (1991) mengemukakan bahwa keunggulan bersaing yang sustainable bersumber dari sumber daya yang bernilai, jarang, sulit ditiru, dan substitutability dan fungsi utama pendekatan berbasis sumber daya untuk merumuskan strategi. Peningkatan daya saing dapat dicapai dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada, meningkatkan kapabilitas pengelolaan sehingga mempunyai daya saing (Grant,1999). Sedangkan Hitt, et al. (2005) mengungkapkan bahwa sumberdaya dan kapabilitas (kompetensi inti) akan dapat memiliki daya saing strategis dan berkontribusi pada penambahan nilai, apabila sumberdaya dan kapabilitas mempunyai kreteria membentuk kompetensi inti strategik atau kapabilitas strategi. Selanjutnya, Porter (1995) menjelaskan pentingnya suatu daya saing harus dimiliki perusahaan karena tiga hal berikut : (1) untuk mendorong produktivitas dan meningkatkan kemampuan mandiri, (2) agar dapat meningkatkan kapasitas ekonomi, baik dalam konteks regional ekonomi maupun kuantitas pelaku ekonomi sehingga pertumbuhan ekonomi meningkat, (3) kepercayaan bahwa mekanisme pasar lebih menciptakan efisiensi. 209 METODE PENELITIAN Daya sainpenelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dalam rangka untuk mencari, mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data hasil penelitian melalui wawancara yang mendalam. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menganalisis data dengan mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi (Sugiyono, 2009). Pendekatan deskriptif kualitatif ini sesuai dengan tema penelitian yang dilakukan peneliti yaitu terkait dengan bagaimana upaya peningkatan strategi dalam rangka peningkatan daya saing profesi konsultan manajemen Dalam penelitian kualitatif tidak digunakan istilah populasi, akan tetapi di dalam penelitian kualitatif terdapat subyek penelitian dan obyek penelitian. Subyek penelitian adalah subjek yang dituju untuk diteliti oleh peneliti, sedangkan Obyek penelitian adalah obyek yang dijadikan penelitian atau yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. Adapun yang menjadi obyek penelitian adalah keseluruhan profesi konsultan manajemen khususnya yang berdomisili di Kota Surabaya, sedangkan yang menjadi subyek penelitian adalah 3 orang yang berprofesi selaku konsultan manajemen yang telah berpengalaman menangani permasalahan bisnis maupun pengembangan bisnis klien mereka, dengan bidang keahlian konsultasi khusus, adapun gambaran lengkap dari subyek penelitian tersebut adalah sebagai berikut : Sumber : Olahan Peneliti Tabel 3.1 Profil Subyek Penelitian No Nama Jenis Pengalaman Bidang Keahlian Konsultasi Kelamin konsultan 1 EL Wanita Branding, Web Development, dan 5 tahun Interior Design 2 HA Pria Marketing 10 tahun 3 FE Wanita Human Resource 15 tahun 210 ANALISA DAN PEMBAHASAN Konsep manajemen merupakan suatu alat bantu bagi perusahaan untuk mengerti apa yang harus dilakukan dalam mencapai tujuan perusahaan. Di dalam perkembangan ilmu bisnis dan manajemen hngga saat ini terdapat ratusan konsep serta tools manajemen yang oleh para penciptanya diklaim benar dan cocok apabila diterapkan oleh perusahaan. Akan tetapi tidak semua konsep dan tools harus diterapkan dan dijalankan perusahaan ketika mengalami permasalahan bisnis, pilih konsep dan tools yang benar-benar diperlukan serta disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi internal perusahaan dalam menjalankan konsep tersebut. Salah satu peran konsultan khususnya di bidang manajemen adalah membantu perusahaan dalam merancang konsep dan tools manajemen yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Pada saat perusahaan tidak mampu menangani permasalahan maupun pengembangan bisnis, biasanya salah satu alternatif yang digunakan adalah menggunakan jasa pihak lain diluar perusahaan atau konsultan manajemen. Konsultan Manajemen diharapkan dapat membantu merancang konsep manajemen suatu perusahaan agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Menurut Aribowo (2014), jasa konsultan manajemen merupakan salah satu peluang dari lingkungan eksternal perusahaan untuk dapat menjadi alternatif untuk dapat bersaing maupun pengembangan bisnis. Konsultan manajemen bisa dikatakan merupakan pemberi solusi atas permasalahan bisnis yang dihadapi oleh klien. Selain itu, konsultan manajemen juga dapat memberikan gambaran tentang perkembangan serta peluang bisnis dari klien ke depannya melalui kegiatan riset. Solusi maupun analisa riset yang diberikan oleh konsultan manajemen merupakan sudut pandang eksternal dari business owner atau klien yang mana keputusan akhir tetap ada pada business owner atau klien untuk melaksanakan atau tidak terhadap solusi maupun analisa riset dari konsultan manajemen. Akan tetapi solusi maupun gambaran terhadap perkembangan bisnis klien dari konsultan manajemen memiliki dasar yang kuat apabila disetujui maupun dieksekusi oleh klien. Peran dan posisi dari Konsultan manajemen bisa dikatakan sebagai second opinion, sehingga keputusan akhir tetap 211 diambil klien/perusahaan.(aribowo,2014). Konsultan manajemen juga dapat dikatakan sebagai sparing partner dari business owner atau klien ketika mereka menghadapi permasalahan bisnis. Menurut Aribowo (2014), bahwa Ditengah keterbatasan informasi seputar situasi dan kondisi yang terjadi di wilayah Indonesia terutama dari perusahaan asing yang ingin penetrasi pasar maupun membuka lahan bisnis di negara Indonesia, peran konsultan manajemen lokal lebih dipercaya, karena konsultan manajemen lokal dianggap lebih mengerti medan perang di daerah maupun negara mereka sendiri. Menurut Burthonshaw-Gunn (2011), ada beberapa alasan mengapa organisasi atau perusahaan menggunakan jasa konsultan manajemen antara lain : 1) konsultan manajemen sering memeberikan hasi analisis dengan menarik kesimpulan dari ahli yang banyak dan keahlian spesialis mandiri yang tersedia di dalam organisasi atau perusahaan, 2) orang luar lebih mudah memberikan penghargaan objektif dengan melihat gambaran yang lebih luas sambil mengenali dengan realistis persyaratan organisasi jangka panjang, 3) konsultan manajemen dapat memberikan bantuan sementara ketika ada peningkatan beban kerja manajemen. Adapun cakupan jasa konsultansi yang dapat diberikan konsultan manajemen (Kubr dalam Burthonshaw-Gunn 2011) antara lain a) memberikan sumber informasi dan spesialis, b) menjaga hubungan dan jaringan bisnis, c) memberikan opini ahli, d) melakukan pekerjaan diagnostik dan mengembangkan rencana tindakan, d) perbakan sistem dan metode, e) pelatihan dan pengembangan manajemen dan staff, f) memberikan konseling pribadi. Dunia konsultan manajemen sekarang ini dipenuhi banyak perusahaan konsultan manajemen baik skala lokal maupun skala global.. Setiap konsultan manajemen memiliki kemampuan dan spesialisasi yang berbeda-beda. Konsep manajemen yang berasal dari luar negeri dalam penerapan maupun aplikasinya harus disesuaikan dengan kondisi di Indonesia. Belum tentu setiap konsep manajemen yang berasal dari luar negeri dengan mudah dapat diterapkan pada perusahaan di Indonesia, karena budaya dan orang-orang yang ada di luar negeri berbeda dengan yang ada di dalam negeri. Diharapkan perusahaan konsultan 212 manajemen lokal harus mempersiapkan segala kiat, daya dan upaya dalam menghadapi persaingan antar konsultan manajemen baik skala lokal maupun skala internasional, sehingga dapat tetap eksis di tengah persaingan yang sangat ketat dan keras. Sebagai konsultan manajemen yang lebih fokus menangani Branding, Web Development, dan Interior Design dalam rangka meningkatkan daya saing profesi konsultan manajemen, maka diperlukan peningkatan skill dan penguasaan bahasa Inggris, dimana ini kemampuan ini sangat diperlukan pada saat kita sedang menangani klien maupun bekerjasama dengan pihak negara lain langsung yang tidak bisa berbahasa Indonesia, bahasa inggris sangat diperlukan untuk berkomunikasi. Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana agar seorang konsultan manajemen tertinggal akan kemampuan teknologi, maka perlu update untuk mengikuti perkembangan teknologi saat ini. Teknologi juga sangat berperan di dalam mendukung pekerjaan konsultan manajemen ketika sedang menangani klien. Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah kemampuan komunikasi terutama komunikasi verbal, dimana kemampuan berkomunikasi dengan klien mapun partner kerja sangat dibutuhkan untuk mempererat dan mengakrabkan suasana kerja. Sebagai konsultan manajemen yang berkonsentrasi pada bidang manajemen pemasaran, sebagai sarana peningkatan daya saing profesi konsultan manajemen, maka diperlukan kemampuan berbahasa Inggris terutama pada saat kita berkomunikasi dengan klien maupun mitra kerjasama dari negara diluar Indonesia yang hanya menguasai bahasa Inggris. Selain itu seorang konsultan manajemen juga wajib untuk mampu mengaplikasikan dengan tepat tools di bidang pemasaran ketika menangani permasalahan klien, sehingga diharapkan permasalahan yang dihadapi klien benar-benar dapat dipecahkan serta mampu memberikan added
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks