PERENCANAAN LANSKAP KAWASAN WISATA TAMAN HUTAN RAYA WAN ABDUL RACHMAN. (Skripsi) Oleh TANTRI AGITAPUTRI

Please download to get full document.

View again

of 48
168 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
PERENCANAAN LANSKAP KAWASAN WISATA TAMAN HUTAN RAYA WAN ABDUL RACHMAN (Skripsi) Oleh TANTRI AGITAPUTRI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2018 PERENCANAAN LANSKAP KAWASAN WISATA TAMAN
Document Share
Document Transcript
PERENCANAAN LANSKAP KAWASAN WISATA TAMAN HUTAN RAYA WAN ABDUL RACHMAN (Skripsi) Oleh TANTRI AGITAPUTRI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2018 PERENCANAAN LANSKAP KAWASAN WISATA TAMAN HUTAN RAYA WAN ABDUL RACHMAN ABSTRAK Oleh Tantri Agitaputri Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rachman adalah hutan yang ditetapkan pemerintah dengan fungsi pokok sebagai hutan konservasi. Bagian dari Tahura Wan Abdul Rachman yang direncanakan sebagai kawasan ekowisata adalah 22 ha. Potensi wisata pada kawasan tersebut berupa air terjun batu lapis dan rumah pohon yang berada pada ketinggian mdpl. Perencanaan lanskap kawasan Tahura Wan Abdul Rachman diharapkan menjadi rekomendasi konsep pengembangan kawasan objek destinasi wisata yang bernilai fungsional dan estetis bagi wisatawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji potensi wisata yang terdapat di kawasan Tahura Wan Abdul Rachman. Berdasarkan analisis dan sintesis, zona kawasan terdiri dari zona semi intensif dan zona konservasi. Ruang kegiatan yang direncanakan pada kawasan tahura adalah area penerimaan 5 ha; area pelayanan 5 ha; wisata air terjun dan batu lapis 5 ha, dan area konservasi 7 ha. Sirkulasi terdiri dari sirkulasi utama sepanjang 5 km dan sirkulasi tracking sepanjang 10 km. Vegetasi yang digunakan pada tapak berupa kombinasi tanaman asli dan tanaman untuk estetika, yang mendukung nilai fungsional dan estetik kawasan sebagai objek destinasi wisata. Perencanaan kawasan ini menghasilkan desain lanskap perencanaan lanskap kawasan wisata, sebagai referensi pengembangan kawasan hutan konservasi menjadi kawasan agrowisata Kata kunci: Kawasan Wisata, Perancangan Lanskap, Taman Hutan Raya PERANCANGAN LANSKAP KAWASAN WISATA TAMAN HUTAN RAYA WAN ABDUL RACHMAN Oleh Tantri Agitaputri Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar SARJANA PERTANIAN pada Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lampung FAKUTAS PERTANIAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2018 Juei Skripsi tlama lttahasis$ra tlo. Pokok Mahasiswa Jurusan nahrltas ; FESTNGIINQAFI IANSTAP traf,lal$al{ WI$Tf,A TAITIAIT IIUIATI NAYA UIAFI ABDT'L BACHI IAI{ ; Tbntrl Agltaputrl : L3L4l2lL77 : Agroteknologi : Pertanian [TEI'TT'ETUJUI L. Komisi Pembimbing I 705?; L 001 Wldagdo, Ff.Sl t2l2 L9p/ , I{etua Jurusan Agroteknologi /^ Prof. Dr. Ir. Srl Yuennlnl, ltl.sl. NrP ffit FIENGESANKilI 1. Tton PenguJi t{efrra : Ir, IInc Hendarts, ll.s. S#aris : Ir. Setyo f,fidagdo, li.sl. Pengqji Eukan Pembimbing: hrof. I)r. lr, Irtan $tm Banuwa,!l.Sl 2. D kan Fakultas Pertanian Banuwa, Iil.gl Tanggal Lulus Ujian $kripsi: 5 Januarl 2018 SURAT PERI{YATAAI\I Sslra yang bertanda tangan di bawatr ini menyatakan bahwa skripsi saya yang bcrju&l'?-erai{cangan LANSKAP KAWASAN WISATA TAMAN HUTAII RAYA WAl.i ABDUL RACHMAN'merupakan hasil karya saya sendiri &n bukan hasil karya orang lain. Semua hasil yang tertuang dalam skripsi ini elah mengikuti kaidah penulisan karya ilmiah Universias Lampung. Apabila di kemudian hari terbukti bahwa skripsi ini merupakan hasil salinan atau dibuat oleh sang laigl maka saya bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan akademik.yang berlaku. Bandar Lampung, 5 januari 2018 Penulis, Tantri Agitaputri }{PM t RIWAYAT HIDUP Penulis merupakan anak pertama dari pasangan Bapak Sugito dan Ibu Tri Listiyowati. Penulis dilahirkan di Bandar Lampung pada 4 Feburai Penulis menjalani pendidikan taman Kanak-kanak di TK Pratama ( ), dan melanjutkan pendidikan sekolah dasar di SD Negeri 2 Rawa Laut ( ). Pendidikan menengah pertama penulis tempuh di SMP Negeri 2 Bandar Lampung ( ), kemudian dilanjutkan di SMA YP Unila Bandar Lampung ( ). Penulis diterima sebagai mahasiswi di Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lampung melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Selama menjadi mahasiswi, penulis pernah menjadi Pengurus Persatuan Mahasiswa Agroteknologi (Perma AGT), yaitu sebagai anggota Bidang Eksternal (2015/2016). Selain aktif di Himpunan Mahasisa Jurusan, penulis juga aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertaninan, sebagai anggota Bidang Eksternal (2015/2016) dan Duta Mahasiswa Pertanian (2016/2017). Penulis memilih Hortikultura sebagai konsentrasi perkuliahan. Penulis pernah menjadi asisten praktikum mata kuliah Produksi Tanaman Hortikultura (2016), dan Pengantar Ilmu Kewirausahaan (2016). Pada 2016, penulis melaksanakan Praktik Umum (PU) di PT Kusuma Agrobio Taniperkasa, Kota Wisata Batu, Malang dan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Gayau, Kecamatan Padang cermin, Kabupaten Pesawaran. Bismillahirohmanirohim Dengan mengucap syukur dan bangga, Alhamdulillah aku persembahkan karya kecilku ini kepada: Bapak, Ibuku tersayang, saudara saudaraku tercinta, dan sahabat terkasih Sebagai tanda terima kasihku atas doa yang selalu terucap untuk kesuksesan dan semua pengorbanan yang telah diberikan kepada diriku selama ini Dan untuk almamaterku tercinta Lakukan apa yang kamu bias untuk membantu orang di sekitarmu dengan apa yang kamu punya, dan kamu akan mendapatkan kebaikan dari orang - orang yang tidak kamu duga (Tantri Agitaputri) So be patient, Indeed, the promise of Allah is truth (Ar- Rum: 60) Kenyataannya, tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi besok. Hidup adalah pengendara yang gila dan tidak ada yang menjaminnya SANWACANA Alhamdulillahirabbil alamin, puji syukur penulis ucapkan atas kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Pada kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada: 1. Bapak Ir. Kus Hendarto, M.S., selaku Pembimbing Pertama yang telah memberikan bimbingan dan saran selama penelitan dan penulisan skripsi. 2. Bapak Ir. Setyo Widagdo, M.Si., selaku Pembimbing Kedua dalam memberikan bimbingan, motivasi, arahan, nasihat, dan ilmu selama penulisan skripsi. 3. Bapak Prof. Dr. Ir. Irwan Sukri Banuwa, M.Si., selaku pembahas yang telah memberikan kritik dan saran dalam penyelesesain skripsi. 4. Ibu Prof. Dr. Ir. Sri Yusnaini, M.Si., selaku Ketua Jurusan Agroteknologi. 5. Bapak dan Ibu tercinta, serta saudara-saudaraku tersayang yang selalu mengiringi langkahku dengan doa, dukungan, dan pengorbanan terhadap penulis selama ini. 6. Rachmad Idham dan Sahabat Akrala selaku tim yang telah meluangkan waktu untuk kelancaran skripsi selama ini. 7. Sahabat LDR dan sahabat yang bertemu di Ganseha Operation: Sarah, Dian, Gusti, Ajengteu, Anin, Dila, dan Haifa yang selalu menyemangati penulis selama menyelesaikan skrpsi 8. Oci, kucing kesayangan penulis yang selalu menemani di setiap waktu. 9. Saudara dan sahabat BCD penulis: Kia, Sheilla, Ade, Yamatri, Chintara, Dina, Sugeng, Roby, Farish, Irfan, Pepe, Ivan, Bang Andi, dan eko, serta temanteman Agroteknologi angkatan 2011, 2012, dan Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan yang telah dilakukan dan semoga skripsi ini dapat bermanfaat.aamiin. Bandar Lampung, 4 Februari 2018 Penulis Tantri Agitaputri DAFTAR ISI Halaman DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... xv xvi I. PENDAHULUAN Latar Belakang Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Landasan Teori Kerangka Pemikiran... 7 II.TINJAUAN PUSTAKA Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman Kawasan Wisata Agrowisata Prinsip Agrowisata Manfaat Agrowisata Perencanaan Kawasan Wisata Perencanaan Lanskap Pertimbangan Perencanaan III. METODE Tempat dan Waktu Alat dan Bahan... 21 3.3 Metode Penelitian Inventarisasi Analisis Sintesis Konsep Desain IV.HASIL DAN PEMBAHASAN Inventarisasi, Sintesis, dan Analisis Letak dan Luas Aksebilitas Iklim Topogrrafi Jenis Tanah Vegetasi Potensi Pemandangan Kebijakan Sosial Konsep Konsep Dasar Konsep Zona Konsep Ruang Konsep Sirkulasi Konsep dan Desain Tata Hijau Desain Desain Jalan Utama Desain Area Penerimaan Desain Area Pelayanan SIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN DAFTAR TABEL Tabel Halaman 1. Jenis, bentuk, sumber, dan cara pengambilan data... 23 DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 1. Bagan kerangka pemikiran kegiatan penelitian Tahap perancangan lanskap Bagan alir kegiatan Penelitian Lokasi Tahura Wan Abdul Rachman Kondisi jalan dan pintu masuk Tahura Wan Abdul Rachman Distribusi kemiringan lahan di Tahura Wan Abdul Rachman Peta kontur lahan Tahura Wan Abdul Rachman Pola penyebaran tanah dan jenis tanah Peta vegetasi kawasan Tahura Wan Abdul Rachman Potensi pemandangan dari Tahura Wan Abdul Rachman Fasilitas yang sedang dalam pembangunan Mata pencaharian masyarakat di Desa Sumber Agung Analisis dan sintesis kawasan Tahura Wan Abdul Rachman Peta zonasi penggunaan lahan Tahura Wan Abdul Rachman Perencanaan ruang pada kawasan Tahura Wan Abdul Rachman Jalur sirkulasi Tahura Wan Abdul Rachman Desain tata hijau Tahura Wan Abdul Rachman Jenis dan Vegetasi jalan utama... 55 18. Ilustrasi jalan utama kawasan Tahura Wan Abdul Rachman Jenis dan penempatan vegetasi pada area penerimaan Ilustrasi pintu masuk utama Tahura Wan Abdul Rachman Jenis tata hijau dan penempatan vegetasi area mushola Ilustrasi mushola kawasan Tahura Wan Abdul Rachman Jenis dan penempatan vegetasi pada kawasan parkir Ilustrasi tata hijau kawasan parkir Jenis dan penempatan vegetasi kawasan rumah kaca Ilustrasi tata hijau kawasan agroflora Ilustrasi air mancur pada kawasan taman terbuka Jenis dan penempatan vegetasi area perkemahan Ilustrasi area perkemahan Jenis dan penempatan vegetasi kawasan air terjun dan batu lapis Ilustrasi tata hijau kawasan air terjun dan batu lapis Jenis dan penempatan vegetasi pusat oleh - oleh dan kuliner Ilustrasi tata hijau area pusat oleh oleh dan kuliner... 75 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Taman Hutan Raya (Tahura) adalah hutan yang ditetapkan pemerintah dengan fungsi pokok sebagai hutan konservasi yaitu kawasan pelestarian alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan satwa yang alami atau buatan, jenis asli atau bukan asli. Taman Hutan Raya dapat dimanfaatkan sebagai kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya, patariwisa dan rekreasi untuk masyarakat di sekitar Taman Hutan Raya (Direktorat Jendral Pelestarian Hutan dan Konservasi Alam, 2003). Tahura Wan Abdul Rachman merupakan kawasan ekowisata yang di dalamnya terdapat kegiatan wisata yang dapat memberikan pengalaman dan pendidikan kepada wisatawan, sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan apresiasi terhadap daerah tujuan wisata yang dikunjunginya. Pendidikan diberikan melalui pemahaman tentang pentingnya hutan konservasi dan pemberdayaan petani di sekitar wisata melalui kelompok tani, sedangkan pengalaman diberikan melalui kegiatan - kegiatan wisata yang kreatif disertai dengan pelayanan yang prima. Tahura Wan Abdul Rachman yang semula merupakan kawasan hutan lindung kemudian diubah fungsinya menjadi Taman Hutan Raya dengan pertimbangan untuk menjamin pelestarian lingkungan dan konservasi alam yang alami. 2 Kawasan Tahura Wan Abdul Rachman memiliki potensi sebagai kawasan wisata karena berada pada ketinggian meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan kontur yang beragam, sehingga pada kawasan tersebut dapat terlihat pemandangan yang indah dan asri. Selain itu, terdapat objek wisata di dalam kawasan tersebut yang dapat menjadi objek destinasi bagi wisatawan. Objek destinasi tersebut berupa air terjun batu lapis, dan rumah pohon. Air terjun batu lapis dan rumah pohon merupakan potensi dasar yang terdapat di kawasan Tahura Wan Abdul Rachman. Suatu kawasan memiliki potensi dasar yang harus diketahui agar dapat dikembangkan menjadi objek destinasi wisata. Potensi dasar tersebut berupa daya tarik, memiliki akses jalan (aksebilitas) berupa pintu masuk dan pintu keluar, area pejalan kaki (pedestrian), serta infrastruktur berupa fasilitas yang dapat menunjang kebutuhan wisatawan misalnya penunjuk arah, sistem sirkulasi, dan pemberdayaan masyarakat di sekitar destinasi (Maryani, 1991). Tahura Wan Abdul Rachman memiliki daya tarik yang secara alami maupun buatan. Daya tarik secara alami yang dimiliki berupa wisata air terjun batu lapis, sedangkan daya tarik buatan yang dibuat oleh penduduk di sekitar yaitu rumah pohon dan kawasan perkampungan durian. Aksebilitas untuk menuju Tahura Wan Abdul Rachman dapat ditempuh melalui dua arah yaitu melalui Jalan Teuku Cik Ditiro dan jalan Wan Abdul Rachman. Namun, dalam pemenuhan infrastruktur kawasan Tahura Wan Abdul Rachman belum terencana dengan baik sehingga perlu dilakukan perencanaan pembangunan infrastruktur sehingga kawasan Tahura Wan Abdul Rachman dapat menjadi objek destinasi wisata. 3 Perencanaan pembangunan infrastruktur perlu dilakukan untuk menunjang kawasan Tahura Wan Abdul Rachman menjadi objek destinasi wisata. Sarana infrastruktur yang perlu dilakukan perencanaan adalah area menuju wisata air terjun batu lapis. Wisata air terjun batu lapis merupakan lokasi wisata yang sudah banyak dikunjung di kawasan Tahura Wan Abdul Rachman. Perencanaan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara bertahap, sistematis, dan terstruktur untuk mengetahui potensi wisata di kawasan Tahura Wan Abdul Rachman yang mendukung aktivitas wisatawan. Perencanaan lanskap wisata air terjun batu lapis di kawasan Tahura Wan Abdul Rachman dirancang sesuai dengan tahap perencanaan lanskap yang baik, akan menghasilkan suatu kondisi yang bernilai fungsional dan estetis bagi penggunanya. 1.2 Tujuan Penelitian Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) Mengkaji potensi wisata di kawasan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman yang akan digunakan untuk perencanaan kawasan wisata (2) Membuat perencanaan lanskap kawasan wisata Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman 1.3 Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini adalah memberikan informasi dan masukan kepada pihak terkait dalam perencanaan wisata air terjun batu lapis di kawasan Tahura Wan Abdul Rachman. 4 1.4 Landasan Teori Taman Hutan Raya (Tahura) adalah hutan yang ditetapkan pemerintah dengan fungsi pokok sebagai hutan konservasi yaitu kawasan pelestarian alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan atau satwa yang alami atau buatan, jenis asli dan atau bukan asli. Tahura dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan yaitu, kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya, pariwisata dan rekreasi (Direktorat Jendral Pelestarian Hutan dan Konservasi Alam, 2003). Tahura Wan Abdul Rachman memiliki potensi sebagai objek wisata karena di dalam kawasan tersebut terdapat empat buah gunung yaitu Gunung Ratai (1.671 mdpl), Gunung Pesawaran (1.661 mdpl), Gunung Betung (1.240 mdpl), dan Gunung Tangkit Ulu Padang Ratu (1.600 mdpl). Selain itu, di dalam kawasan tersebut memiliki tipe vegetasi hutan hujan tropis yang berpotensi sebagai wisata pendidikan (Direktorat Jendral Pelestarian Hutan dan Konservasi Alam, 2003). Perencanaan suatu kawasan wisata yang ideal adalah upaya untuk menata dan mengembangkan suatu areal dan jalur pergerakan pendukung kegiatan wisata agar tidak terjadi kerusakan lingkungan akibat pembangunannya dapat di minimumkan tetapi pada saat yang bersamaan kepuasan wisatawan dapat terwujudkan di kawasan wisata tersebut (Nurisjah, 2004). Kawasan wisata memiliki kegiatan - kegiatan yang terpadu dan terkoordinasi untuk pengembangan pariwisata sekaligus pertanian, dalam kaitannya dengan pelestarian lingkungan, peningkatan kesejahteraan masyarakat petani merupakan kegiatan wisata agrowisata (Nurisjah, 2001). 5 Agrowisata pada dasarnya memiliki prinsip yang sama dengan ekowisata. Ekowisata atau wisata ekologis merupakan suatu kegiatan menikmati keanekaragaman hayati dengan tanpa melakukan aktifitas yang menyebabkan perubahan pada alam, atau hanya sebatas mengagumi, meneliti dan menikmati serta berinteraksi dengan masyarakat lokal dan objek wisata (Qomariah, 2009). Agrowisata merupakan suatu bentuk kegiatan pariwisata dengan tujuan untuk memperkuat pengetahuan, pengalaman, rekreasi dan hubungan usaha di bidang pertanian dalam arti luas yaitu meliputi pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Perencanaan lanskap pada kawasan Tahura Wan Abdul Rachman merupakan suatu proses untuk memberdayakan peran masyarakat dalam pemanfaatan lahan dan pengelolaan sebuah ruang terbuka karena di dalam terdapat masyarakat yang menjaga dan membudidayakan Taman Hutan Raya tersebut. Menurut Hakim dan Utomo (2008), pada perencanaan lanskap terdapat tiga faktor penting yang dianalisis, yaitu ekologi lanskap, manusia dengan sosial ekonomi dan budaya, dan estetika. Perencanaan lanskap memiliki dasar ilmu dan ekologi yang kuat dan berkaitan dengan evaluasi sistemik terhadap area luas pada lahan yang cocok untuk setiap kemungkinan penggunaan di masa yang akan datang (Laurie, 1975). Menurut Simond (1983), proses perencanaan lanskap merupakan suatu kegiatan yang kontinyu tanpa akhir dan dapat bertambah. Perencanaan lanskap terdapat tahap urutan kerja yang masing-masing tahapan tersebut saling berhubungan. Oleh 6 karena itu, dalam suatu perencanaan apabila terdapat perubahan dari sebuah tahap akan mempengaruhi bagian lainnya. Perencanaan tapak pada desain lanskap merupakan usaha penanganan tapak secara optimal melalui proses keterpaduan penganalisaan. Perencanaan tapak terdapat tahap perancangan lanskap yang harus diikuti. Tahap perencanaan lanskap meliputi kegiatan infentarisasi, analisis, sintesis, konsep, dan desain (Gold, 1988). Inventarisasi adalah tahap awal yang dilakukan dalam proses perencanaan berupa pengumpulan data di kawasan Tahura Wan Abdul Rachman yang dibutuhkan. Kemudian, analisis dan sintesis berkaitan dengan masalah dan potensi yang didapat dari informasi hasil inventarisasi di kawasan TahuraWan Abdul Rachman. Konsep merupakan tahap pemecahan fisik secara arsitektural sesuai dengan fungsi dan kegunaannya, selanjutnya akan diperoleh desain lanskap yang bernilai fungsional dan estetis. Perencanaan tapak terdapat elemen-elemen lanskap yang perlu dipertimbangkan untuk menghasilkan desain tapak yang sesuai dengan fungsi dan kegunaannya. Elemen - elemen tersebut yaitu elemen keras (hard material) dan elemen lunak (soft material). Elemen keras mencakup semua elemen yang berkarakter keras dan tidak hidup, misalnya bangunan taman, bangunan rumah, pagar, batuan dan jalan setapak, sedangkan elemen lunak terdiri dari tanaman dan satwa. Pada elemen lunak manusia termasuk di dalamnya karena manusa berperan langsung maupun tidak langsung (Hakim, 2012). Suatu karya lingkungan yang mengikuti tahap - tahap perencanaan yang telah ditetapkan akan menghasilkan terciptanya sebuah ekosistem yang fungsional, 7 indah, efisien, efektif, dan serasi yang dapat memberikan kepuasan jasmani dan rohani bagi yang menggunakannya (Irwan, 2005). 1.5 Kerangka Pemikiran Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman terletak di Jalan Wan Abdul Rahman dan memiliki luas ,31 dengan kondisi fisik dan topografi yang beragam. Kawasan Tahura Wan Abdul Rachman semula merupakan lahan perkebunan kopi dengan tujuan koleksi yang kemudian pada kawasan tersebut sebagian dimanfaatkan oleh penduduk di sekitar Tahura Wan Abdul Rachman untuk ditanami tanaman tahunan seperti; pohon aren, durian, kakao, dan karet. Metode penanaman yang diterapkan oleh petani di sekitar kawasan tersebut sedikit kurang tertata. Namun, kawasan yang sudah terolah tersebut memiliki potensi sebagai kawasan yang memiliki pola tanam hirarki. Pola tanaman secara hirarki merupakan penataan tanaman dengan jarak tanam yang beragam dan dengan ukuran tajuk yang berbeda. Selain itu, di dalam kawasan tersebut terdapat objek wisata air terjun, batu lapis, dan rumah pohon yang sudah banyak dikunjungi oleh wisatawan khususnya dari Bandar Lampung. Pada kawasan tahura Wan Abdul Rachman sedang dibangun kawasan teropong bintang yang rencananya akan dijadikan lokasi penelitian bintang di luar angkasa oleh mahasiswa Itera (Institut Tehnologi Sumatera) dan juga akan dijadikan objek destinasi wisata untuk umum sebagai lokasi teropong bintang. Upaya untuk menjadikan kawasan tropong bintang menjadi kawasan wisata terbuka diperlukan fasilitas pendukung agar kawasan tersebut menjadi destinasi wisata yang ideal bagi wisatawan yang akan berkunjung. 8 Suatu kawasan wisata dapat dikatakan ideal apabila di
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks