PERBEDAAN LAMA PERSALINAN KALA I FASE AKTIF PADA IBU MULTIPARA YANG DIBERI DAN TIDAK DIBERI NIPPLE STIMULATION DI RSUD UNGARAN

Please download to get full document.

View again

of 8
2 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
PERBEDAAN LAMA PERSALINAN KALA I FASE AKTIF PADA IBU MULTIPARA YANG DIBERI DAN TIDAK DIBERI NIPPLE STIMULATION DI RSUD UNGARAN Wylda Widyaigrum*), Machmudah**), Sayoo***) *) Mahasiswa Program Studi S.1
Document Share
Document Transcript
PERBEDAAN LAMA PERSALINAN KALA I FASE AKTIF PADA IBU MULTIPARA YANG DIBERI DAN TIDAK DIBERI NIPPLE STIMULATION DI RSUD UNGARAN Wylda Widyaigrum*), Machmudah**), Sayoo***) *) Mahasiswa Program Studi S.1 Ilmu Keperawata STIKES Telogorejo Semarag **) Dose Program Studi Keperawata Uiversitas Muhammadiyah Semarag ***) Dose Program Studi Kesehata Masyarakat Uiversitas Muhammadiyah Semarag ABSTRAK Kala I merupaka awal dari persalia aktif yag dimulai dega awita kotraksi da diakhiri dega dilatasi serviks secara legkap. Lama persalia kala I sagat dipegaruhi oleh kemajua kala I da kotraksi uterus. stimulatio merupaka tekik yag dapat medorog terjadiya sebuah kotraksi dega cara mestimulasi putig susu ibu. Peelitia ii bertujua utuk megaalisis perbedaa lama persalia kala I fase aktif pada ibu multipara yag diberi da tidak diberi ipple stimulatio di RSUD Ugara. Desai peelitia ii adalah quasi experimet dega post test oly o equivalet cotrol group. Respode peelitia ii adalah ibu multipara dega persalia ormal sebayak 32 respode megguaka tekik accidetal samplig. Hasil aalisis data megguaka idepedet t-test diperoleh ilai p=0,001 (p 0,05) dega rerata lama fase aktif pada ibu yag diberi ipple stimulatio 130 meit sedagka pada ibu yag tidak diberi ipple stimulatio 179 meit, sehigga disimpulka ada perbedaa lama persalia kala I fase aktif pada ibu multipara yag diberi da tidak diberi ipple stimulatio di RSUD Ugara. Kata kuci : stimulatio, lama persalia, kala I, fase aktif ABSTRACT Phase I is a early stage of a active childbirth iitiated by cotractios ad eded by fully cervix dilatatio. The duratio of phase I is heavily iflueced by the progress of phase I ad uterus cotractios. stimulatio is a techique which eables the uterus to cotract by stimulatig the ipple. This study is iteded to aalyze the differece of the duratio of active phase I of multipara mothers who are give ad ot give ipple stimulatio at the District Geeral Hospital of Ugara. The desig of this study is Quasi Experimet with posttest oly foro equivalet cotrol group.the respodets of this research is the 32 multipara mothers with ormal childbirths by usig accidetal samplig. The result of the data aalysis of the idepedet t-test reveals p=0,001 (p 0,05) with the average duratio of active phase of mothers give ipple stimulatio for 130 miutes, while the mothers who are ot give ipple stimulatio for 178 miutes. Thus, it ca be cocluded that there is a differece of duratio of active phase I of multipara mothers who are give ad ot give ipple stimulatio at the District Geeral Hospital of Ugara. Key Words : stimulatio, childbirth duratio, active phase I Perbedaa Lama Persalia Kala I Fase Aktif Pada Ibu Multipara (W.Widyaigrum, 2015) 1 PENDAHULUAN Persalia merupaka proses alamiah da fisiologis yag harus dilewati oleh setiap waita hamil. Berbagai budaya di duia megaggap bahwa persalia merupaka peristiwa petig dalam kehidupa yag makaya setara dega kematia (Simki, Whalley & Keppler, 2008, hlm.2). Persalia ormal dibagi ke dalam empat kala persalia yaitu kala I, kala II, kala III, da kala IV. Kala I diamaka juga kala pembukaa. Kala I merupaka awal dari persalia aktif, sehigga perlu dipatau kemajuaya (Reeder, Marti & Koiak, 2011, hlm.594). Kemajua persalia pada kala I adalah saat yag palig melelahka da kebayaka ibu mulai merasaka sakit atau yeri yag hebat karea kegiata uterus semaki lama, semaki kuat, da semaki serig. Gejalagejala yag timbul pada kala I ii tidak jarag membuat kodisi psikologi ibu mejadi gelisah, tegag, cemas, rasa percaya diri ibu mulai goyah, merasa sepertiya persalia membutuhka waktu lama da tidak aka selesai (Dauatmadja, 2008, hlm.31). Kadar katekolami yag berlebiha pada kala I dapat meyebabka alira darah ke rahim meuru. Peurua alira darah ke rahim ii meyebabka kotraksi uterus mejadi lemah yag berakibat pada memajagya lama kala I. Memajagya lama kala I dapat dicegah dega memberika asuha keperawata yag maksimal pada ibu bersali. Upaya dalam meigkatka atau mempertahaka kemajua pesalia dapat dilakuka dega memberika itervesi sederhaa o bedah da o famakologi. Itervesi yag dapat diberika atara lai meyediaka suasaa bersali yag yama, rileks, da medukug ibu, meciptaka hubuga salig percaya atara perawat da ibu, serta mejawab semua pertayaa da kekhawatira ibu tetag proses persaliaya (Dauatmadja, 2008, hlm.33). Selai memberika dukuga psikologis pada ibu, tidaka lai yag dapat dilakuka adalah meigkatka kotraktilitas uterus. Itervesi yag dapat dilakuka utuk meigkatka kotraktilitas uterus atara lai dega akupresur, pemecaha ketuba artificial, da ipple stimulatio atau stimulasi putig (Chapma, 2006, hlm.99). stimulatio atau stimulasi putig merupaka tekik yag dapat medorog terjadiya sebuah kotraksi awal dega cara melakuka geraka meligkar, melakuka gosoka atau pijata yag lembut pada daerah sekitar putig (Vaderlaa, 2014). Mestimulasi putig memicu pelepasa hormo oksitosi dari hipofisis posterior yag meyebabka kotraksi uterus mejadi terorgaisir (Razgaitis, Ashlee, & Lyvers, 2010). Sebayak 86,3% ibu bersali megalami peigkata kotraksi uterus pada kala II setelah diberika ipple stimulatio (Aggraei, 2012). Metode ipple stimulatio dapat mempercepat kelahira plaseta ibu bersali 2,582 meit lebih cepat dari kelahira plaseta ormal (Yuita, 2010). Dari feomea yag peeliti temuka masih bayak rumah sakit yag belum maksimal dalam memberika perawata pada ibu ipartu. Selama ii perawat lebih cederug berfokus pada kodisi fisik ibu da megguaka terapi farmakologi seperti oksitosi itra-muskular utuk meragsag pegeluara hormo oksitosi. Jadi itervesi keperawata utuk meigkatka kotrakatilitas uterus megguaka terapi o farmakologi seperti metode ipple stimulatio masih jarag diterapka. Tujua dari peelitia ii adalah utuk megaalisis pegaruh ipple stimulatio terhadap lama persalia kala I fase aktif di RSUD Ugara. METODE PENELITIAN Metode peelitia yag diguaka dalam peelitia ii adalah quasi experimet, dega desai peelitia post test oly o equivalet cotrol group. Pada peelitia post test oly o equivalet cotrol group ii pegukura dilakuka setelah kelompok itervesi diberika perlakua, kemudia hasil pegukura atau observasi dibadigka dega hasil observasi pada kelompok kotrol. Skema desai pada peelitia ii meurut Sugiyoo (2008, hlm.112). Populasi dalam peelitia ii adalah seluruh ibu bersali ormal di RSUD Ugara. Tekik samplig yag diguaka dalam 2 Jural Ilmu Keperawata da Kebidaa (JIKK), Vol No peelitia ii adalah accidetal samplig. Pegambila data akhir ii dilaksaaka di ruag Flamboya taggal 27 Maret 27 April 2015 di RSUD Ugara. Alat pegumpula data yag diguaka yaitu lembar observasi megguaka partograf, lembar karakteristik respode yag berisi taggal masuk, jam masuk, omor repode, iisial, usia, paritas, data observasi lama fase aktif, da alat peghitug waktu yaitu jam utuk meghitug lama waktu persalia kala I fase aktif. Setiap jam yag diguaka di ruaga tempat peelitia diatur sesuai stadar asioal. Aalisa uivariat dilakuka pada tiap variabel dari hasil peelitia. Dalam peelitia ii variabel yag diaalisis meguaka aalisis uivariat yaitu karakteristik respode berdasarka usia, paritas, da lama kala I fase aktif. Pada peelitia ii aalisis biavariat diguaka utuk meguji perbedaa lama persalia kala I fase aktif pada ibu multipara yag diberi da tidak diberi ipple stimulatio. Sebelum dilakuka uji hipotesis terlebih dahulu dilakuka uji ormalitas data megguaka Shapiro-Wilk. Kemudia uji statistik dilajutka dega idepedet t-test karea data berdistribusi ormal. HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Karakteristik respode berdasarka usia Tabel 1 Karakteristik respode berdasarka usia ibu dega persalia ormal di RSUD Ugara bula Maret-April 2015 (=32) Varia bel Diberi Tidak Diberi Mi Ma ks Rata± s.b Mi Ma ks 29,44 Usia ± ,054 Total Rata± s.b 28,25 ± 2,793 Berdasarka tabel 1 diperoleh hasil bahwa rerata usia respode pada kelompok yag diberi ipple stimulatio adalah 29 tahu dega stadar deviasi 3,054 da rerata usia respode pada kelompok yag tidak diberi ipple stimulatio adalah 28 tahu dega stadar deviasi 2,793. Semua usia respode berada dalam retag usia produktif utuk ibu hamil da bersali yaitu usia tahu (Detiaa, 2010, hlm.54). Rerata usia respode pada kedua kelompok tidak memiliki jarak atau retag yag berbeda serta memiliki usia termuda da tertua yag sama yaitu 25 tahu da 34 tahu yag artiya kedua kelompok memiliki keseragama usia yag sama. Pada peelitia ii tidak terdapat pegaruh yag begitu berarti atara usia dega lama fase aktif kala. 2. Karakteristik respode berdasarka paritas Tabel 2 Karakteristik respode berdasarka paritas ibu dega persalia ormal di RSUD Ugara bula Maret-April 2015 (=32) Paritas Diberi Tidak Diberi % % , , ,2 2 12,5 Total Berdasarka tabel 2 diperoleh hasil bahwa respode dega paritas 2 pada kelompok yag diberi ipple stimulatio sebayak 11 (68,8%) respode da paritas 3 sebayak 5 (5%) respode. Pada kelompok yag tidak diberi ipple stimulatio respode dega paritas 2 sebayak 14 (87,5%) respode da paritas 3 sebayak 2 (12,5%) respode. Pada kedua kelompok rerata lama persalia kala I fase aktif respode dega paritas 3 lebih cepat dibadigka dega respode yag memiliki paritas 2. Respode dega paritas 3 Perbedaa Lama Persalia Kala I Fase Aktif Pada Ibu Multipara (W.Widyaigrum, 2015) 3 megalami perubaha pada serviksya karea sudah dua kali dilewati oleh jai dibadigka respode dega paritas 2 yag baru satu kali dilewati oleh jai. Jai yag melewati serviks meyebabka otot-otot serviks meregag. Semaki serig terjadi peregaga elastisitas otot-otot serviks semaki luak karea serviks tidak kembali ke betuk seperti sebelumya sehigga durasi fase aktifya berlagsug lebih cepat (Prawirohardjo, 2014, hlm.175). Grafik 1 Rata-rata lama persalia kala I fase aktif respode berdasarka paritas ibu dega persalia ormal di RSUD Ugara bula Maret-April 2015 (=32) Lama fase aktif (meit) ,63 187, Paritas 2 Paritas 3 3. Karakteristik respode berdasarka lama persalia kala I fase aktif Tabel 3 Karakteristik respode berdasarka lama persalia kala I fase aktif ibu dega persalia ormal di RSUD Ugara bula Maret-April 2015 (=32) Varia bel Diberi Tidak Diberi Mi Ma ks Rata± s.b Mi Ma ks 129,9 Lama 4 ± fase ,81 aktif Total Rata± s.b 179,0 6± 44,73 0 Berdasarka tabel 5.4 diperoleh hasil bahwa rerata lama fase aktif pada kelompok yag diberi ipple stimulatio adalah 130 meit dega stadar deviasi 30,812. Sedagka rerata lama fase aktif pada kelompok yag tidak diberi ipple stimulatio adalah 179 meit dega stadar deviasi 44,730. Berdasarka grafik 1 diperoleh hasil bahwa pada kelompok yag diberi ipple stimulatio rata-rata lama fase aktif respode dega paritas 2 adalah 143 meit da rata-rata lama fase aktif respode dega paritas 3 adalah 102 meit. Pada kelompok yag tidak diberi ipple stimulatio rata-rata lama fase aktif respode dega paritas 2 adalah 188 meit da rata-rata lama fase aktif respode dega paritas 3 adalah 120 meit. 4. Perbedaa lama persalia kala I fase aktif pada ibu multipara yag diberi da yag tidak diberi ipple stimulatio Tabel 5 Perbedaa lama persalia kala I fase aktif pada ibu multipara yag diberi da yag tidak diberi ipple stimulatio di RSUD Ugara bula Maret-April 2015 (=32) Lama fase aktif Diberi Stimulat io Tidak Diberi Stimulat io Rata±s. b Perbedaa rerata (IK 95%) 129,94 ± 30,812 49,125 (21, ,06 ± 44,730 76,857) P 0,001 Berdasarka tabel 5 meujukka bahwa rerata lama fase aktif pada kelompok yag diberi ipple stimulatio adalah Jural Ilmu Keperawata da Kebidaa (JIKK), Vol No meit dega stadar deviasi 30,812. Sedagka rerata lama fase aktif pada kelompok yag tidak diberi ipple stimulatio adalah 179 meit dega stadar deviasi 44,730. Hasil uji statistik megguaka idepedet-t test diperoleh ilai p=0,001 dega perbedaa rerata yaitu 49,125, maka Ho ditolak da Ha diterima artiya terdapat perbedaa lama persalia kala I fase aktif pada ibu multipara yag diberi da tidak diberi ipple stimulatio di RSUD Ugara. Terdapat perbedaa lama kala I fase aktif pada ulipara da multipara. Pada ulipara periode kala I fase aktif ormalya berlagsug sekitar 360 meit (6 jam), sedagka pada multipara berlagsug sekitar 150 meit atau 2,5 jam (Reeder, Marti, da Koiak, 2011, hlm.595). Perbedaa durasi fase aktif atara ulipara da multipara berdasarka kurva Friedma dikareaka pembukaa pada multipara diasumsika 1,5 cm/jam sehigga fase late, fase aktif da fase deselerasi pada multipara terjadi lebih pedek. Selai itu pada multipara OUI (Ostium Uteri Iterum) sudah sedikit terbuka. OUI da OUE (Ostium Uteri Eksterum) serta peipisa da pedatara servik pada multipara terjadi pada saat yag sama (Sumarah, 2008, hlm.5). Pada kelompok yag diberi ipple stimulatio sebagia besar respode megalami lama persalia kala I fase aktif kurag dari 150 meit dega rata-rata lama fase aktif 130 meit. Lama persalia kala I fase aktif respode pada kelompok yag diberi ipple stimulatio lebih pedek dibadigka dega lama persalia kala I fase aktif pada kelompok yag tidak diberi ipple stimulatio yag mempuyai rata-rata 179 meit. Hal ii dikareaka pada salah satu kelompok respode medapatka ipple stimulatio. stimulatio atau stimulasi putig merupaka salah satu itervesi yag dapat dilakuka utuk meigkatka kotraksi uterus (Chapma, 2006, hlm.99). Impuls eural yag terbetuk dari stimulasi pada papilla mammae merupaka stimulus primer utuk pelepasa oksitosi. Stimulasi ii kemudia dibawa oleh serabut afferet melalui jalur eural ke hipotalamus meuju lobus hipofisis posterior da memicu ukleus euro paravetrikel utuk mesekresika hormo oksitosi. Hormo oksitosi selajutya dibawa oleh alira darah utuk berikata dega reseptor oksitosi yag berada di uterus. Ikata ii kemudia meragsag otot polos uterus utuk meigkatka kekuata serta frekuesi kotraksi otot pada uterus yag sudah berkotraksi utuk medorog jai lebih kuat meuju serviks sehigga pembukaa serviks terjadi lebih cepat yag pada akhirya dapat memperpedek durasi lama persalia kala I fase aktif (Guyto & Hall, 2014, hlm.980). Hasil peelitia ii didukug peelitia yag dilakuka oleh Christesso (2013) pada 10 ibu hamil. 9 dari 10 ibu hamil megalami peigkata kotraksi uterus setelah melakuka ipple stimulatio selama 30 meit. Dari sampel darah yag diambil 15 detik setelah ibu megalami kotraksi terjadi peigkata oksitosi secara sigifika dalam darah ibu. Serta hasil peelitia yag dilakuka oleh Beiravad (2009) bahwa ipple stimulatio adalah tekik yag efektif da ama utuk iduksi atau augmetasi persalia. Pada kelompok yag tidak diberi ipple stimulatio respode haya dilakuka observasi pada durasi fase aktifya. Dari hasil peelitia didapatka sebagia besar respode memiliki lama persalia kala I fase aktif lebih dari 150 meit, amu tidak ada respode yag megalami durasi fase aktif lebih dari 360 meit (6 jam) yag berarti meskipu tidak diberika ipple stimulatio durasi fase aktif pada kelompok yag tidak diberi ipple stimulatio masih ormal. Durasi fase aktif pada multipara dikataka abormal apabila berlagsug lebih dari 6 jam da memiliki laju dilatasi serviks yag kurag dari 1,5 cm/jam (Hakimi, 2010, hlm.634). SIMPULAN Berdasarka hasil peelitia ii dapat disimpulka bahwa ada perbedaa lama persalia kala I fase aktif pada ibu multipara yag diberi da yag tidak diberi ipple stimulatio di RSUD Ugara. Perbedaa Lama Persalia Kala I Fase Aktif Pada Ibu Multipara (W.Widyaigrum, 2015) 5 SARAN Berdasarka dari hasil peelitia yag diperoleh ada beberapa sara bagi pihak-pihak terkait, atara lai: 1. Bagi Rumah Sakit da Masyarakat Peelitia ii disaraka diguaka sebagai baha utuk memberika iformasi berupa peyuluha kepada pasie di Rumah Sakit sehigga dapat meambah pegetahua kepada ibu tetag ipple stimulatio. 2. Bagi Pedidika Keperawata Hasil peelitia ii disaraka dapat dijadika sebagai salah satu referesi dalam proses pembelajara tetag mafaat ipple stimulatio dalam mempercepat lama persalia kala I fase aktif. 3. Bagi Perkembaga Ilmu Keperawata Dega terlaksaaya peelitia ii diharapka dapat meigkatka pegetahua tetag mafaat ipple stimulatio da pegaruhya terhadap lama persalia kepada masyarakat terutama bagi ibu bersali. 4. Bagi Peeliti Selajutya Hasil peelitia ii dapat dijadika sebagai baha acua atau dasar utuk melakuka peelitia lebih lajut megeai pegaruh ipple stimulatio terhadap peigkata kotraksi uterus ibu pada ibu. DAFTAR PUSTAKA Ambarwati, Ey Reta, Diah Wuladari. (2009). Asuha Kebidaa (Nifas). Yogyakarta: Mitra Cedikia Press Aggraei, Aprilia. (2012). Pegaruh Ragsaga Putig Susus Terhadap Peigkata Kotraksi Uterus Pada Ibu Ipartu Kala II Di Polides Ayelir Tuggalpager Puggig Mojokerto. -cotet/uploads/2012/05/hospital-vol- 4-o-2.pdf diperoleh taggal 3 Desember 2014 Beiravad, Sohila Pirdadeh. (2009). A compariso of the effect of ipple stimulatio ad oxytoci ifusio o the duratio of phases of labor. p/jkums/article/dowload/344/764 diperoleh 21 Mei 2015 Bobak IM, Lowdermilk DL, Jese MD. (2012). Buku Ajar KeperawataMateritas Edisi 4. Alih Bahasa Maria A Wijayarti da Peter Augerah. Jakarta: EGC Bloom, Willia., Fowcett. (2002). Buku Ajar Histologi Edisi 12. Alih Bahasa: Ja Tambayog. Jakarta: EGC Chapma, Vicky. (2006). Asuha Kebidaa: Persalia & Kelahira. Alih Bahasa: Kucara. Jakarta: EGC Christesso, Kyllike. (2013). Effect of ipple stimulatio o uterie activity ad o plasma levels of oxytoci i full term, healthy, pregat wome, / diperoleh taggal 3 Mei 2015 Dauatmaja,B. (2008) Persalia Normal Tapa Rasa Sakit. Puspa Swara, Jakarta Detiaa, Pilia. (2010). Hamil Ama da Nyama di Atas Usia 30 Tahu. Yogyakarta: PT. Buku Kita Dharma, Kelaa Kusuma. (2011). Metodologi Peelitia Keperawata. Jakarta: Peerbit Buku Kesehata Guyto & Hall. (2014). Buku Ajar Fisiologi Kedoktera Edisi 12. Editor: M. Djauhari da Atoia Tazil. Sigapore: Sauders Elsevier 6 Jural Ilmu Keperawata da Kebidaa (JIKK), Vol No Hakimi. (2010). Ilmu Kebidaa: Patologi da Fisiologi Persalia. Yogyakarta: CV Adi Offset Hamid, Achir Yai Buku Ajar Riset Keperawata: Kosep, Etika, da Istrumesasi Edisi 2. Jakarta: EGC Hamraai, Sri Sat Titi. (2013). Hubuga Tigkat Kecemasa Dega Lama Persalia Kala I Pada Primipara Di Ruag Sata Aa Maria Rumah Sakit Pati Nirmala Malag. hp/motorik/article/view/4 diperoleh 15 Desember 2014 Hidayat, Alimul A. (2009). Metode peelitia Keperawata da Tekik Aalisa Data. Jakarta: Salemba Medika Husai, Riskha. (2008). Faktor-faktor yag berhubuga dega terjadiya risiko tiggi pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Ampaa Timur tahu 2008, ch.html?act=tampil&id=55410&idc=24 diperoleh 4 Mei 2015 Keedy, Besty B., Ruth, Doa J., Marti, EJ. (2013). Modul Maajeme Itrapartum. Jakarta: EGC Kristiyasari, Wei. (2009). ASI, Meyusui da Sadari. Yogyakarta : Nuha Medika Leveo, Keeth et.al. (2009). Obstetri Williams Edisi 21. Alih Bahasa: Brahm U. Pedit. Jakarta: EGC Llewelly, Derek. (2002). Dasar Dasar Obstetri da Giekologi Edisi 6. Jakarta : Hipokrates Mauaba, Ida Gede. (2010). Ilmu Kebidaa, Peyakit Kaduga & Keluarga Berecaa. Jakarta: EGC Murray, Michelle L., Huelsma, Gyle M. (2013). Persalia & Melahirka. Jakarta: EGC Nasir, Abd, Abdul Muhith, da Ideputri. (2011). Buku Ajar Metodologi Peelitia Kesehata: Kosep Pembuata Karya Tulis da Thesis Utuk Mahasiswa Kesehata. Yogyakarta: Nuha Medika Nursalam. (2008). Kosep da Peerapa Metodologi Peelitia Ilmu Keperawata Pedoma Skripsi, Tesis, da Istrume Peelitia Keperawata. Jakarta: Salemba Medika Notoadmodjo, Soekidjo. (2010). Metodologi Peelitia Kesehata. Jakarta: PT. Rieka Cipta Prawirohardjo, S. (2014). Ilmu Kebidaa. Jakarta: Peerbit Yayasa Bia Pustaka Razgaitis, Elle J., Ashlee., Lyvers. (2010). Maagemet of Protracted Active Labor with : A Viable Tool for Midwives? _4 diperoleh taggal 15 Desember 2014 Reeder., Marti., Koiak-Griffi. (2011). Keperawata Materitas: Kesehata Waita, Bayi & keluarga Edisi 18 Volume 1. Alih Bahasa: Yati Afiyati. Jakarta: EGC Satoso, Siggih. (2010). Statistik Noparametrik: Kosep da Aplikasi Dega SPSS. Jakarta: Gramedia Sastroasmoro, Sudigdo. (2008). Dasar-Dasar Metodologi Peelitia Kliis Edisi 3. Jakarta: Sagug Seto Setiawa, A & Saryoo. (2010). Metodologi Peelitia Kebidaa DIII, DIV, S1, da S2. Jakarta: Nuha Medika Setyorii, Reto Heru. (2013). Belajar Tetag Persalia. Yogyakarta: Graha Ilmu Simki, Pey., & Achefa, Ruth. (2005). Buku Saku Persalia. Alih Bahasa: Chrisd
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks