PERANCANGAN CONCEPT ART KARAKTER ANIMASI 2D SEBAGAI UPAYA DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI PADA WANITA REMAJA- DEWASA

Please download to get full document.

View again

of 7
33 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
ISSN : e-proceeding of Art & Design : Vol.5, No.1 Maret 2018 Page 174 PERANCANGAN CONCEPT ART KARAKTER ANIMASI 2D SEBAGAI UPAYA DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI PADA WANITA REMAJA- DEWASA
Document Share
Document Transcript
ISSN : e-proceeding of Art & Design : Vol.5, No.1 Maret 2018 Page 174 PERANCANGAN CONCEPT ART KARAKTER ANIMASI 2D SEBAGAI UPAYA DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI PADA WANITA REMAJA- DEWASA DESIGNING 2D ANIMATION CHARACTER CONCEPT ART AS AN EFFORT TO RAISE SELF CONFIDENCE IN YOUNG ADULT WOMEN Abstrak Vianja Magfira Lacinta Indra Prodi S1 Desain Komunikasi Visual, Fakultas Industri Kreatif, Universitas Telkom Perancangan concept art ini merupakan kontribusi dalam gerakan body positive sebagai upaya untuk meningkatkan rasa kepercayaan dan cinta diri, khususnya untuk wanita remaja dewasa yang pernah atau sedang mengalami masalah dengan body image atau citra tubuhnya. Pada perancangan concept art ini, bentuk anthropomorfis bunga digunakan untuk menggambarkan keindahan dari keragaman bentuk tubuh wanita. Bentuk anthropomorfis juga digunakan agar tidak bersinggungan langsung dengan isu yang dianggap sensitif seperti ras dan warna kulit yang berkaitan dengan persepsi masyarakat tentang kecantikan. Dalam perancangan concept art animasi 2D dengan fokus karakter ini, penulis melakukan perancangan dengan metode pengumpulan data, analisis data, dan merancangnya ke bentuk visual menggunakan media art book. Diharapkan dirancangnya concept art karakter ini dapat menginspirasi dan meningkatkan rasa cinta dan kepercayaan diri pada khalayak yang melihatnya, khususnya untuk para wanita remaja-dewasa yang tidak percaya diri. Kata kunci: Body Image, Karakter, Concept Art, Animasi 2D. Abstract This concept art was made as a contribution for the body positive movement to raise self-confidence and self-love, especially for the young adult women who has had problems with their body image and their perceptions of themself. This concept art uses the form of anthropomorphic flowers to represent the beauty and diversity of women s body. The anthropomorphic form was also used to avoid the explicit intersection with sensitive issues such as race and skin colours, which are linked to people s perceptions of beauty. In designing the character focused 2D animation concept art, the author uses a method of data collecting, data analysis, and then process it to a visual form, using art book as it s media. It is hoped that the character concept art design will inspire and boost the self-love and confidence of many people who sees it, especially the young adult women who lacks confidence. Keywords: Body Image, Characters, Concept Art, 2D Animation. 1. Pendahuluan Setiap manusia dilahirkan berbeda. Tuhan menganugerahkan setiap orang dengan berbagai macam perbedaan. Dari perbedaan fisik seperti bentuk tubuh, rambut, warna kulit, hingga perbedaan sifat, kepribadian, dan kemampuan diri. Semuanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sudah diketahui secara umum bahwa dalam kehidupan sosial, penampilan fisik adalah hal pertama yang dilihat sebagai representasi diri seseorang. Hal ini menyebabkan orang menjadi terdorong untuk memiliki bentuk tubuh yang ideal (Nourmalita, 2016:533). Bentuk tubuh ideal dan keinginan seseorang untuk memiliki bentuk tubuh tersebut berkaitan erat dengan istilah body image atau citra tubuh. Body image adalah gambaran mental seseorang terhadap bentuk dan ukuran tubuhnya, bagaimana seseorang mempersepsi dan memberikan penilaian atas apa yang dia pikirkan dan rasakan terhadap ukuran dan bentuk tubuhnya, dan atas bagaimana kira-kira penilaian orang lain terhadap dirinya (Nahdiyah, 2015:17). Media adalah salah satu faktor yang mempengaruhi pemikiran seseorang terhadap body image. Dapat dilihat dari berbagai iklan produk kecantikan, media kerap mempromosikan bentuk tubuh kurus, putih, tinggi, dan langsing sebagai bentuk tubuh yang ideal yang akhirnya ditetapkan menjadi sebuah standar kecantikan. Rice ISSN : e-proceeding of Art & Design : Vol.5, No.1 Maret 2018 Page 175 (Dalam Nourmalita, 2016:547) mengatakan bahwa hal tersebut sangat berpengaruh terhadap bagaimana seseorang menilai body image nya, terutama bagi kaum wanita, sebagaimana wanita lebih terpengaruh oleh bayangan atau citra tubuh ideal yang diajarkan oleh kebudayaan atau lingkungan mereka. Dengan membandingkan apa yang dianggap cantik/ideal di media, mudah bagi seorang wanita untuk menjadi tidak percaya diri, dan tidak jarang mengalami atau terjangkit gangguan mental atas ketidakpuasan terhadap tubuhnya. Ditemukan peningkatan kelainan mental terutama kecemasan pada wanita muda usia tahun. Mereka merasa cemas, sedih dan tak jarang stres karena penampilannya menimbulkan kesan yang tidak baik terhadap orang lain termasuk lawan jenisnya (Romansyah, 2012:204). Dalam kasus ekstrem, obsesi terhadap penampilan tersebut dapat dijadikan indikasi seorang tersebut menderita Body Dysmorphic Disorder (BDD). Seorang yang menderita BDD akan terus merasa berkekurangan dan hanya fokus terhadap kekurangan fisik yang ia anggap ia miliki. Fenomena penurunan rasa kepercayaan diri pada wanita dan akibatnya yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental ini menjadi suatu hal yang tidak jarang terjadi di Indonesia. Hal ini dapat terlihat dari banyaknya curhatan yang disebar melalui media sosial tentang pengalaman masalah body image seseorang, serta jurnal-jurnal dan penelitian yang membahas tentang permasalahan body image di Indonesia, khususnya pada wanita muda. Kini, mulai bermunculan gerakan body positive, yaitu gerakan yang merayakan perbedaan bentuk tubuh yang dimiliki setiap orang, yang mengajak untuk mencintai tubuh apa adanya dan untuk lebih percaya diri dan nyaman dengan tubuh atau body image sendiri. Namun, kemunculannya dalam bentuk visual, khususnya dalam bentuk animasi 2D, masih tergolong sedikit, terlebih lagi di Indonesia. Representasi karakter dengan bentuk tubuh yang dianggap tidak ideal dalam animasi biasanya hanya dijadikan bahan olokan sehingga dapat menimbulkan body image yang negatif. Adanya representasi body image positif dalam media dapat membantu seseorang dalam meningkatkan rasa kepercayaan dan cinta dirinya. Seperti halnya model plus-size Ashley Graham sebagai representasi wanita yang bertubuh gemuk yang percaya diri sehingga sukses di bidang modelling yang terkenal dengan wanita-wanita bertubuh kurus dan ramping. Tokoh seperti Ashley Graham menginspirasi wanita-wanita lain agar lebih percaya diri dengan pesan-pesan body positive yang disampaikan nya. Bahasan tentang body image masih dianggap sebagai bahasan yang sensitif karena tidak lepas dari isu sosial dalam konteks kecantikan, ras, warna kulit, gender, bentuk tubuh dan persepsi masyarakat terhadap apa yang dianggap ideal. Oleh karena itu, penulis memutuskan untuk meminjam fitur bentuk flora (bunga) untuk merepresentasikan perbedaan bentuk dan keunikan tubuh wanita. Peminjaman bentuk bunga penulis gunakan agar tidak bersinggungan langsung dengan bahasan sensitif tersebut. Bentuk bunga juga penulis gunakan untuk merepresentasikan hal tersebut karena kerap dikaitkan dengan makna keindahan, kecantikan, dan feminimitas. Atas alasan-alasan tersebut, Penulis ingin berkontribusi dalam upaya meningkatkan rasa kepercayaan dan cinta diri pada wanita remaja dewasa dengan merancang concept art untuk kebutuhan film animasi 2D, dengan meminjam bentuk dan fitur flora (bunga), untuk menyampaikan pesan moral agar wanita dapat lebih percaya diri serta menerima dan mencintai perbedaan tubuh yang mereka miliki. 2. Dasar Teori 2.1 Concept Art Dalam buku How to Make Animated Films, Tony White (2009:231) mengatakan bahwa perancangan film animasi yang baik sangatlah bergantung dengan concept art nya, yang terdiri dari perancangan karakter, properti, dan environment. Menurut Jason Pickthall dalam creativebloq.com, concept art tidaklah sama dengan ilustrasi. Tujuan utama dari sebuah concept art adalah untuk mewujudkan sebuah representasi visual dari sebuah desain, ide, dan/atau mood untuk kebutuhan film, video game, animasi, atau komik sebelum dijadikan hasil final nya. Singkatnya, concept art digunakan untuk merancang dan mengeksplor ide ke bentuk visual. Concept art dapat berisi dari mood shots, detail skematik dari sebuah properti, atau karakter Pipeline Concept Art Patrick Ballesteros, seorang concept artist dan instruktur dalam website Linkedin Learning, menjelaskan dalam video kursusnya tentang Concept Art. Dalam videonya tersebut, ia menjelaskan pipeline dari concept art sebagai berikut: 1. Ide / Design brief Menempelkan bentuk visual ke sebuah ide adalah hal yang membuat ide tersebut hidup. Dalam tahapan ini, tugas utama dari seorang concept artist adalah untuk mengeksplorasi. Karena dalam tahap ini belum ada bentuk visual yang pasti, seorang concept artist akan mulai dari kanvas kosong. Membuat ide menjadi nyata dalam bentuk visual dengan eksplorasi dari style, warna, ISSN : e-proceeding of Art & Design : Vol.5, No.1 Maret 2018 Page 176 karakter, adalah hal yang diutamakan. Dalam proses ini, ditentukan arahan artistik dari sebuah projek. 2. Produksi Ketika arahan artistik/ art direction sudah ditentukan, seorang concept artist ditugaskan untuk merancang desain karakter, environments, kendaraan, dan aset visual lain yang diperlukan dalam pembuatan sebuah proyek. Dalam tahap ini juga seorang concept artist mulai memasuki aspek teknis dari desain, seperti merancang turnarounds, dan material callouts. Segala aspek desain diselesaikan di tahap produksi. 2.2 Karakter Dalam merancang sebuah karakter monster atau mahluk, perancang harus memikirkan keseluruhan aspek karakter tersebut, siapa karakter tersebut, dari mana asalnya, bagaimana bentuknya, dan lain-lain. Penulis membagi aspek-aspek perancangan visual karakter tersebut menjadi sebagai berikut Bentuk dan Ukuran Tom Bancroft dalam bukunya Creating Character with Personality menjelaskan bahwa dalam membuat karakter, hal pertama yang diperhatikan adalah bentuk, ukuran, dan variasi. Hal tersebut adalah elemen dasar yang dijadikan dalam fondasi membuat desain karakter. 1. Bentuk Bentuk dasar dari sebuah karakter dapat menunjukkan sifat-sifat dari karakter tersebut. Menentukan bentuk dasar dari sebuah karakter juga penting untuk membuat ulang karakter tersebut dari berbagai sisi. Bentuk simpel memberikan karakter/sifat dasar, dan dengan mengombinasikan bentuk akan membuat karakter yang lebih kompleks. Bentuk dasar tersebut dibagi menjadi tiga, yaitu: a. Lingkaran Bentuk dasar lingkaran biasanya menggambarkan karakter yang baik, memberikan kesan lucu, imut, menyenangkan dan bersahabat. b. Persegi Bentuk dasar persegi biasanya digunakan untuk menggambarkan karakter yang dapat diandalkan, tegas, kuat, dan gagah. Biasanya bentuk persegi digunakan dalam penggambaran superhero. c. Segitiga Bentuk dasar persegi biasanya digunakan untuk menggambarkan karakter yang jahat, mencurigakan. Biasanya digunakan untuk menggambarkan karakter antagonis. 2. Ukuran / Proporsi Ukuran digunakan dalam membentuk variasi yang menarik dalam sebuah karakter sehingga tidak terlihat membosankan dan lebih terlihat dinamis. Dalam bukunya yang berjudul Character Costume Figure Drawing, Tan Huaixiang menjelaskan bahwa ada banyak konsep dan metode untuk mengukur proporsi tubuh manusia. Metode dasar proporsi yang biasanya digunakan adalah dengan mengukur tinggi tubuh dengan proporsi delapan kepala. Proporsi dasar tersebut juga bisa di aplikasikan dalam penggambaran tubuh kurus atau berat. Namun dalam menggambar tubuh kurus dan tinggi, proporsi dasar tersebut dapat di modifikasi untuk menekankan bentuk tubuh yang langsing. Dalam menggambar tubuh pendek juga dapat dimodifikasi untuk menekankan fitur pendek dan kecil. Metode penaikan atau penurunan ukuran ini biasanya sengaja digunakan untuk mengembangkan gambar karakter Gestur Gestur adalah dasar dari perancangan konsep. Dalam perancangan gestur, anatomi, proporsi, gerak dicampurkan menjadi satu keseluruhan sehingga dapat dilihat baik tidaknya karakter tersebut. Penggambaran gestur memungkinkan perancang untuk melihat bentuk visual awal. (Hedgpeth, Missal, 2007:95) Ekspresi dan Emosi Menurut McCloud, ekpresi karakter dapat dibagi menjadi enam ekspresi primer, yaitu marah, jijik, takut, senang, dan terkejut. Dari enam ekpresi tersebut, dapat dihasilkan beragam ekspresi lain dengan mencampur atau memodifikasinya. Misalnya dengan menggabungkan intensitas dari emosi primer, sehingga didapatkan emosi-emosi peralihan. Emosi-emosi peralihan ini sangat jelas sehingga setiap ekspresinya membawa makna tertentu dan masing-masing memiliki nama. Seperti ISSN : e-proceeding of Art & Design : Vol.5, No.1 Maret 2018 Page 177 misalnya emosi sedih yang bisa dibagi sesuai intensitasnya, dari kecewa, murung, sedih lalu duka. Dengan menggabungkan dua emosi primer, dapat dihasilkan juga ekpresi ketiga. Seperti misalnya dengan mencampurkan ekspresi senang dan terkejut, dapat dihasilkan ekpresi kagum. 2.3 Anthropomorphism Guthrie (Dalam Yusra, 2013:28) menjelaskan bahwa anthropomorfis adalah pemindahan karakteristik manusia ke dalam semua yang bukan manusia. Dalam teori anthropomorfis nya, ia menjelaskan bahwa ada 3 alasan utama penggunaan bentuk anthropomorfis. Familiarity untuk mengubah sebuah objek sehingga memiliki sifat manusia; Comfort untuk memberikan rasa kebebasan dan hiburan;risk reduction untuk mengurangi rasa ketidaknyamanan dengan dunia nyata yang lebih kompleks. Menurut Burke (Dalam Jardim, 2011:2-3) bentuk anthropomorfis dan dapat digunakan sebagai sarana penyampaian pesan moral agar lebih mudah untuk dicerna. Anthropomorfisme memang sering dikaitkan dengan peminjaman bentuk binatang, tetapi anthropomorfisme didefinisikan sebagai penggambaran layaknya manusia dan karakteristiknya pada semua objek yang bukan manusia, misalnya: hewan, tumbuhan, robot, bintang, bulan, dan lain sebagainya. 3. Pembahasan 3.1 Analisis Data Dari hasil pengumpulan dan analisis data, dapat disimpulkan bahwa perlu dibuatnya karakter yang dapat mewakilkan bentuk tubuh wanita normal, ideal, serta bentuk tubuh yang dianggap sebagai kekurangan. Hal tersebut dilakukan agar penulis dapat menyampaikan pesan body-positive kepada target audiens. Fitur kekurangan utama yang penulis jadikan sebagai landasan adalah fitur ukuran tubuh atau berat badan. Hal ini dikarenakan atas hasil wawancara yang menyebutkan bahwa variabel yang biasanya paling mempengaruhi dalam body image adalah ukuran tubuh atau berat badan. Hal tersebut didasari atas ketakutan seseorang atas kegemukan. Untuk variabel bentuk tubuh yang lain penulis ambil dari data tubuh wanita dari observasi dan responden kuesioner, serta data dari pertanyaan kuesioner Bagian tubuh mana saja yang anda perhatikan/anggap penting dalam penilaian citra diri anda? dan.apakah anda memiliki fitur tubuh yang anda tidak sukai?. Pengalaman responden kuesioner terhadap masalah citra diri/body-image nya juga penulis jadikan referensi dalam perancangan karakter. Dalam menentukan rancangan karakter, penulis mempertimbangkan dari hasil data wawancara, observasi, dan kuesioner. Hasil observasi dilihat untuk melihat tampilan fisik wanita remaja-dewasa pada umumnya, yang digunakan untuk perancangan karakter utama yang mewakili wanita pada umumnya. Hasil kuesioner digunakan untuk melihat fitur apa saja yang tidak disukai/dinilai dalam penampilan responden. Hasil kuesioner juga digunakan oleh penulis untuk menentukan karakter yang menampakan tubuh yang dianggap ideal pada umumnya. 3.2 Segmentasi Data Demografis Jenis kelamin : Wanita Usia : tahun Pekerjaan : Pelajar atau Mahasiswi Data Psikografis Segmentasi psikografis ditujukan untuk remaja-dewasa berumur tahun yang pernah atau masih memiliki masalah dengan body image mereka Perilaku Konsumen Di era informasi ini, media, baik media sosial, televisi, ataupun internet, memiliki pengaruh yang besar dalam membentuk pendapat masyarakat. Hal-hal tersebut tidak lepas dari kehidupan seharihari wanita remaja-dewasa. Media memiliki pengaruh besar dalam membentuk gambaran wanita yang ideal, dan wanita sering membandingkan dirinya dengan gambaran ideal tersebut. Bagi wanita, penampilan adalah hal yang sangat penting. Penilaian dari lingkungan (baik media, orang tua, teman, dll) mempengaruhi body image wanita dan tingkat kepercayaan dirinya Data Geografis Segmentasi ini ditujukan untuk wanita yang tinggal di kota besar/metropolitan seperti Bandung dan daerah Jabodetabek. 3.3 Konsep Pesan Ide yang digunakan dalam merancang concept art karakter ini adalah body image wanita. Berhubung bahasan body image memiliki ranah yang luas dan menyinggung isu-isu sensitif seperti ras, penulis memutuskan untuk ISSN : e-proceeding of Art & Design : Vol.5, No.1 Maret 2018 Page 178 menggunakan bentuk anthropomorfis bunga. Konsep ide dirancang berdasarkan data yang telah dikumpulkan dan hasil analisis teori, objek, observasi, wawancara, kuesioner, dan karya sejenis. Landasan perancangan concept art karakter ini berawal dari fenomena yang ada, yaitu permasalah body image pada wanita remaja dewasa yang mempengaruhi rasa kepercayaan diri mereka. Maka dari itu, pesan yang ingin disampaikan dari perancangan ini sesuai dengan latar belakang penulis yaitu untuk menyampaikan pesan body positivity yaitu untuk menerima dan mencintai bentuk tubuh apa adanya dalam upaya untuk meningkatkan rasa kepercayaan diri pada wanita remaja dewasa. 3.4 Konsep Kreatif Dengan merancang concept art karakter animasi 2D yang menggambarkan tubuh wanita yang berbeda, diharapkan dapat menginspirasi dan membantu wanita remaja dewasa yang memiliki masalah dengan body image nya. Hal ini penulis lakukan dengan merancang beberapa karakter yang memiliki tubuh yang dianggap tidak ideal namun tetap percaya diri dan mencintai tubuhnya. Karakter-karakter yang memiliki tubuh tidak ideal ini, berperan sebagai karakter yang akan mendukung karakter utama yang mewakili tubuh wanita remaja dewasa kebanyakan. Penggunaan bentuk bunga dalam perancangan ini digunakan sebagai perumpamaan wanita, dimana bunga dengan keanekaragaman bentuknya dari ukurannya yang besar, kecil, melengkung, memiliki corak bintik-bintik, aneh, dan berbagai bentuk lainnya masih dianggap cantik dan indah. Justru atas perbedaannya tersebut, suatu bunga memiliki kecantikannya tersendiri. Pada perancangan ini penulis lebih mengutamakan untuk menggambarkan ragam bentuk tubuh wanita dengan fokus bentuk utama yaitu ukuran tubuh wanita. Sehingga penulis merancang karakter yang didasari ukuran tubuh karakter, lalu variabel tubuh lainnya digunakan sebagai faktor pendukung permasalahan body image yang lainnya. Karakter-karakter yang digambarkan dengan bentuk tubuh yang tidak sesuai dengan tubuh ideal ini dirancang sebagai pendukung karakter utama yang memiliki tubuh normal untuk lebih percaya diri dengan tubuhnya. 3.5 Konsep Media Media utama yang digunakan untuk menampilkan hasil perancangan concept art karakter ini adalah dalam bentuk art book yang menampilkan konsep dan rancangan dari desain karakter yang telah dibuat. Di dalam art book ini akan berisi konsep cerita, konsep karakter, sketsa, hingga visualisasi akhir karakter. Dengan dirancangnya art book concept art karakter ini, diharapkan dapat menarik target audience sehingga pesan body positive tersampaikan dan menginspirasi untuk mencintai tubuh dan lebih percaya diri. Media lain yang digunakan sebagai pendukung media utama berupa sampel animatic dari setiap karakter serta kelengkapan merchandise seperti poster, sticker, mug, postcard, tote bag, dan cutout karakter. 3.6 Konsep Visual Gaya Visual Penggayaan visual yang digunakan dalam perancangan karakter menggunakan penggayaan kartun simpel yang menggunakan proporsi tubuh semi realis yang disederhanakan seperti halnya dengan referensi karya sejenis. Penggayaan ini digunakan untuk karena penggayaan ini memiliki gaya penggambaran yang dianggap imut dan lucu yang digemari oleh banyak wanita. Gambar 1 Referensi Gaya Visual Karakter Sumber : google.com ISSN : e-proceeding of Art & Design : Vol.5, No.1 Maret 2018 Page Gaya Pewarnaan Warna yang digunakan dalam merancang concept art karakter ini adalah warna-warna yang diambil dari warna bunga asl
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks