PERANAN SENIMAN PRIBUMI KEIMIN BUNKA SHIDOSO PADA MASA PENJAJAHAN JEPANG DI JAKARTA

Please download to get full document.

View again

of 155
136 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
PERANAN SENIMAN PRIBUMI KEIMIN BUNKA SHIDOSO PADA MASA PENJAJAHAN JEPANG DI JAKARTA Disusun oleh RIZQY NOOR PRATAMA C PROGRAM STUDI ILMU SEJARAH FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS SEBELAS
Document Share
Document Transcript
PERANAN SENIMAN PRIBUMI KEIMIN BUNKA SHIDOSO PADA MASA PENJAJAHAN JEPANG DI JAKARTA Disusun oleh RIZQY NOOR PRATAMA C PROGRAM STUDI ILMU SEJARAH FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2016 i ii iii iv MOTTO Bekerjalah bagai tak butuh uang. Mencintailah bagai tak pernah disakiti. Menarilah bagai tak seorang pun sedang menonton. (Mark Twain) v PERSEMBAHAN Skripsi ini dengan hormat dan tulus penulis persembahkan kepada : 1. Orang tua penulis yang terkasih 2. Keluarga besar Jarry Achmad 3. Sahabat-sahabat penulis vi KATA PENGANTAR Assalamualaikum, Wr. Wb Syukur Alhamdulillah senantiasa penulis panjatkan ke-hadirat Allah SWT, yang telah memberikan berbagai kemudahan dan limpahan karunia-nya kepada penulis, hingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi dengan judul PERANAN SENIMAN PRIBUMI KEIMIN BUNKA SHIDOSO PADA MASA PENJAJAHAN JEPANG DI JAKARTA Penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada berbagai pihak yang telah mendukung, baik moral, material maupun spiritual, hingga akhirnya penulisan skripsi ini dapat berjalan dengan baik dan selesai sesuai yang penulis harapkan, yaitu kepada : 1. Prof. Drs. Riyadi Santosa, M.Ed, Ph.D selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Surakarta. 2. Tiwuk Kusuma Hastuti, S.S. M.Hum selaku Kepala Prodi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya. 3. Waskito Widi Wardojo, S.S., M.A. selaku Pembimbing Skripsi yang memberikan banyak dorongan, masukan dan kritik yang membangun dalam proses penulisan skripsi ini. 4. Drs. Sri Agus, M.Pd selaku dosen pembimbing akademik, terima kasih untuk bimbingannya. vii 5. Segenap dosen pengajar di Prodi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah memberikan bekal ilmu dan wacana pengetahuan. 6. Segenap petugas Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan Arsip Nasional, terima kasih atas kerjasama dan waktu yang diluangkan untuk penulis selama pencarian data dan referensi. 7. Orangtua yang telah merawat penulis sampai sekarang dengan segala kasih yang telah mereka berikan dan membuat penulis selalu ingin membanggakan mereka. 8. Komunitas Reptzone, terima kasih untuk kebersamaan dan nasihatnya selama ini 9. Dito, Danang, Beni, Jony, Fitri, Alfriza, Ari, terima kasih untuk nasihat dan dukungan yang sangat berarti bagi penulis. 10. Lasera, Triyanto, Ajhi, Fuad, Gandi, Dimas, terima kasih untuk bantuan, semangat, dorongan, dan kebersamaan kepada penulis. 11. Seluruh teman-teman Prodi Ilmu Sejarah angkatan 2011, Theo, Annisa, Anik, Vety, Putri, Natisya, Anastasia, Endah, Atika, Ajhi,Usman, Ustman, Baharudin, Adenata, Triyanto, Gandi, Seno, Aswab, Pramudya, Viky, Sholeh, Dimas, Dhimas, Fuad, Ghazian, Purnomo, Pandu, Adit, Fahad, terima kasih untuk 4 tahun yang luar biasa. 12. Keluarga KKN Desa Sirnoboyo Pacitan, Bayu, Fandy, Reiza, Retha, Ika, Nisita, Desti. Terima kasih untuk kesempatan saling berbagi meski terbatas waktu. Semoga kita dipertemukan lagi dengan keadaan yang lebih baik. viii 13. Segenap Karyawan Benteng Vredeburg Yogyakarta, terimakasih telah membimbing penulis dan teman-teman yang magang di Vredeburg dengan sabar dan ikhlas. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini tidak lepas dari kekurangan dan kekeliruan, serta masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis sangat menghargai adanya saran dan kritik yangbersifat membangun guna menyempurnakan penulisan-penulisan serupa di masa yang akan datang. Akhinya penulis berharap bahwa hasil skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca sekalian. Amin. Wassalamualaikum Wr.Wb Surakarta, 23 Juni 2016 Penulis ix DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PERSETUJUAN... ii HALAMAN PENGESAHAN... iii HALAMAN PERNYATAAN... iv HALAMAN MOTTO... v HALAMAN PERSEMBAHAN... vi KATA PENGANTAR... vii DAFTAR ISI... x DAFTAR GAMBAR... xii DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN... xiii DAFTAR LAMPIRAN... xv ABSTRAK... xvi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah... 1 B. Rumusan Masalah... 6 C. Tujuan Penelitian... 6 D. Manfaat Penelitian... 7 E. Kajian Pustaka....7 F. Metode Penelitian G. Sistematika Penulisan BAB II AWAL MULA PENJAJAHAN JEPANG DI INDONESIA A. Masuknya Jepang Di Indonesia B. Berdirinya Pemerintahan Jepang Di Indonesia Awal Berdirinya Pemerintahan Jepang Di Indonesia Sistem Pemerintahan Jepang Di Indonesia...24 x C. Propaganda Jepang Di Indonesia Arti Propaganda Sistim Propaganda Jepang...31 BAB III PERKEMBANGAN KEIMIN BUNKA SHIDOSHO DI JAKARTA A. Berdirinya Keimin Bunka Shidosho B. Perkembangan Pergerakan Keimin Bunka Shidosho Bagian Kasusasteraan Bagian Seni Lukis Bagian Seni Musik Bagian Sandiwara dan Tari Bagian Film...65 C. Pembubaran Keimin Bunka Shidosho...68 BAB IV PENGARUH KARYA PARA SENIMAN KEIMIN BUNKA SHIDOSHO DALAM MEMBANGUN NASIONALISME MASYARAKAT INDONESIA. A. Dualisme dari Karya Seniman Keimin Bunka Shidosho Pengertian Dualisme Unsur dualisme dari karya para seniman Keimin Bunka Shidosho B. Penyelewengan yang dilakukan oleh Keimin Bunka Shidosho C. Pengaruh Karya Para Seniman Pribumi Bunka Shidodho Terhadap Nasionalisme Masyarakat Indonesia...93 BAB V KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN xi DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1 Poster Boeng Ajo Boeng... Gambar 2 Foto Grafiti Freedom For All Nation... Gambar 3 Foto Grafiti Freedom is the Glory Of Any Nation. Indonesia for Indonesians!... Gambar 4 Foto Grafiti Merdeka Atoe Mati xii DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN 1. ISTILAH Brigade Bu Djawa Hookoo Kai Djawa Tai Iku Kai Gunshiereikan Gunseikan Gunseinbu Hinomaru Indonesia Goseibi Iinkai Jakarta Ika Daigaku Kaigun Keimin Bunka Shidosho Kentyo Kimigayo Kotsubu Naimubu-bunkyoku Nirom Rikugun Saiko Syikikan Sanyo Sendenbu Shihobu :Satuan Militer yang terdiri dari sampai orang. :Departemen. :Himpunan Kebaktian Jawa. : Badan keolahragaan Asia Timur Raya. : Panglima Tentara Jepang. : Kepala Pemerintahan Militer. : Koordinator Pemerintahan Militer Setempat. : Bendera Jepang. :Komisi Penyempurnaan Bahasa Indonesia. :Sekolah Tabib Tinggi. : Angkatan Laut. :Badan Pusat Kebudayaan. : Bupati pada masa Jepang. : Lagu Kebangsaan Jepang. :Departemen Lalu Lintas. :Biro Pendidikan dan Kebudayaan Departemen Dalam Negeri. : Radio pada masa Belanda. : Angkatan Darat Jepang. : Panglima Tertinggi Balatentara Jepang. : Penasihat. : Departemen Propaganda. : Departemen Kehakiman. xiii Somubu Sumera Syu :Departemen Urusan Umum. :Tahun Jepang. :Karisidenan. Tencosetsu :Hari lahirnya Kaisar Hirohito. : Tonarigumi :Rukun Tetangga. 2. SINGKATAN ABDACOM KNIL ISI :America, British, Dutch, and Australia Command. :Koninklijke Nederlandsch Indische Leger. :Ikatan Sport Indonesia. xiv DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1. Oendang-oendang No. 1 Dari Pembesar Balatentara Dai Nippon Oendang-oendang No. 2 Dari Pembesar Balatentara Dai Nippon Poesat Keboedajaan Poesat Keboedajaan Melangkah Rapat-rapat Istimewa Pertemoean Besar Kesenian Doea Tahoen Masa Pembangunan di Asia Warta-warta Keboedajaan I Warta-warta Keboedajaan II Warta-warta Keboedajaan III Pertoendjoekan Loekisan di Djawa Osamu Serei No. 6 Pengawasan Penerbitan Peraturan Dasar Gerakan Djawa Hookookai jang Baroe Kumpulan Puisi Tahun xv ABSTRAK Rizqy Noor Pratama. C PERANAN SENIMAN PRIBUMI KEIMIN BUNKA SHIDOSO PADA MASA PENJAJAHAN JEPANG DI INDONESIA Skripsi: Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui latar belakang didirikannya Keimin Bunka Shidosho (KBS) di Jakarta pada tahun dan perkembangannya. 2) Mengetahui cara para seniman pribumi Keimin Bunka Shidosho dalam membangun semangat nasionalisme masyarakat di Jakarta pada tahun Penelitian ini merupakan penelitian sejarah menggunakan metode sejarah meliputi empat tahap yaitu heuristik, kritik sumber baik intern maupun ekstern, interpretasi, dan historiografi. Teknik pengumpulan data melalui studi dokumen, sumber-sumber utama atau data yang digunakan berupa koran-koran yang terbit pada masa penjajahan Jepang seperti Asia Raja, Tjahaja,dan Sin Po, majalah yang terbit pada masa penjajahan Jepang, buku berkala yang berjudul Keboedajaan Timoer karya Keimin Bunka Shidosho dan studi pustaka. Dari pengumpulan data, kemudian data dianalisa dan diinterpretasikan berdasarkan kronologisnya. Teknik analisis data yang digunakan bersifat deskriptif, menghasilkan penelitian yang bersifat deskriptif analistis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa organisasi Keimin Bunka Shidosho awal mulanya terbentuk karena kebutuhan propaganda Jepang dalam bidang kebudayaan. Keimin Bunka Shidosho dalam perkembangannya mengelompokkan para seniman dalam lima bidang yaitu : bidang kasusasteraan, bidang seni lukis, bidang seni musik, bidang sandiwara dan tari, dan bidang film. Pada masa awal para seniman Keimin Bunka Shidosho memang membantu Jepang dalam menyampaikan propagandanya. Para seniman melihat bagaimana kemiskinan semakin merajalela di negeri ini, sehingga tercipta karya-karya yang memiliki sifat dualisme. Sifat dualisme pada karya itu berarti, jika dilihat dari pandangan bangsa Jepang, karya tersebut terlihat seperti membantu Jepang tetapi jika dilihat dari pandangan bangsa Indonesia karya ini memang benar-benar tercipta untuk membela bangsa Indonesia. Dari analisis ini dapat ditarik kesimpulan bahwa organisasi Keimin Bunka Shidosho berdiri karena kepentingan propaganda Jepang yang menghimpun para Seniman Indonesia di dalamnya untuk menarik simpati masyarakat agar mereka dapat membantu pada perang Asia Timur Raya. Seniman pribumi yang pada awalnya membantu Jepang pada akhirnya berubah menjadi melawan Jepang dengan karya yang bersifat dualisme. Para seniman pribumi menyisipkan pesan berbau nasionalis pada karya mereka agar dapat mengajak masyarakat dalam perjuangan menegakkan kemerdekaan Indonesia. Cara mereka dalam membangun nasionalisme Indonesia berhasil dengan poster Boeng Ajo Boeng yaitu bentuk simbolis dari Indonesia merdeka dengan gambar anak muda yang mengibarkan bendera Indonesia dengan kedua tangan terlepas dari rantai. Kata kunci: Seniman, Budaya, Keimin Bunka Shidoso. xvi ABSTRACT Rizqy Noor Pratama. C PERANAN SENIMAN PRIBUMI KEIMIN BUNKA SHIDOSO PADA MASA PENJAJAHAN JEPANG DI INDONESIA Skripsi: Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret Surakarta This research have purpose to : 1) Knowing the establishment background of Keimin Bunka Shidoso (KBS) in Jakarta in and their development. 2) To know how Keimin Bunka Shidoso (KBS) indigene artist rise people s nationalism spirit in Jakarta in This study is history research which using history methode include four steps of Heuristics, Critics of source both internal and external, Interpretation, and Historiograph. Data collection techniques through the study of documents, Primary Sources or data used either newspapers published during the occupation of Japan such as Asia Raja, Tjahaja,dan Sin Po, Magazine published during the occupation of Japan, The Regular book entitled Keboedajaan Timoer karya Keimin Bunka Shidosho and study of the literature. From collecting of data, then the data analyzed and interpreted based on the chronology. Technique data used are descriptive, generate descriptive analytical research. The result of this research indicate that the beginning of Keimin Bunka Shidoso Organization was formed because of Japan's propaganda necessity in the field of cultural. In its development, Keimin Bunka Shidoso grouped the artists in five areas i.e. literary, painting, music, skits and dance, and film. At the beginning of Keimin Bunka Shidoso's artist does help Japan in conveying their propaganda. The artists look at how proverty is getting rampant in this country, so that they created works which have dualism traits. Dualism traits in their works means, if seen from Japan's view, these works look like help japan, but if seen from indonesian's view these work does really was created to defending Indonesia. From this analysis it can be concluded that the organization Keimin Bunka Shidosho stand for the interests of the Japanese propaganda that brought together Indonesian artists in it to attract public sympathy so that they can help in the Greater East Asia War. Indigenous artists who initially helped Japan in the end turn out to be against Japan with the work that is dualism. The indigenous artists insert smelled nationalist messages in their work in order to engage the community in the struggle to uphold the independence of Indonesia. The way they build nationalism in Indonesia managed by poster Boeng Boeng Ajo is a symbolic form of Indonesia's independence with the image of young people who raise the Indonesian flag with both hands regardless of the chain. Key word: Artist, Culture, Keimin Bunka Shidoso. xvii 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada tanggal 9 Maret 1942 Belanda mengakhiri penjajahannya terhadap Indonesia, dan diumumkan melalui radio Nirom yaitu sebuah radio resmi Pemerintahan Hindia Belanda. Belanda menyerah kepada Jepang tanpa syarat melalui perjanjian yang dilangsungkan di Kalijati, dari Delegasi Belanda yang datang adalah Ter Poorten, Van Starkenborgh, Pessman dan beberapa perwira staff Belanda. Jepang memilih diadakan perjanjian di Kalijati dengan maksud memperlihatkan pesawat-pesawat mereka yang siap membumihanguskan Bandung, karena waktu itu posisi pihak Kolonial Belanda terdesak di Bandung, sehingga mereka menyerah tanpa syarat kepada Jepang. 1 Setelah terjadinya penyerahan ini secara otomatis Indonesia berada di bawah pemerintahan Jepang. Usaha-usaha Jepang dalam rangka menarik simpati rakyat Indonesia dilakukan menggunakan berbagai propaganda yang cukup menarik, seperti Jepang Saudara Tua dan Asia Untuk Asia dan juga slogannya yang terkenal yaitu Tiga A (Jepang adalah Pemimpin Asia, Pelindung Asia, dan Cahaya Asia). 2 Namun, dalam kenyataan propaganda-propaganda tersebut hanyalah slogan semata karena semua kepentingan hanya digunakan untuk kepentingan Bangsa Jepang sendiri. Sumber-sumber ekonomi dieksploitasi dan diangkut ke Jepang. Hal ini dikarenakan pada saat itu setelah penyerangan Pearl Harbour pada hari 1 Capt. R. P. Suryono., Seks Dan Kekerasan Pada Zaman Kolonial, (Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia, 2005), hlm M. C. Ricklefs., Sejarah Indonesia Modern, (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2011), hlm 2 Senin tanggal 7 Desember 1941 waktu setempat di Hawaii, bangsa Eropa memblokade ekonomi Jepang, sehingga Jepang mencari sumber-sumber lainnya guna tujuannya untuk mencapai Asia Timur Raya. Selain itu, pengawasan terhadap penggunaan dan peredaran sisa-sisa persediaan barang diperketat. Semua harta benda dan perusahaan penting seperti pertambangan, listrik, telekomunikasi, dan transportasi langsung dikuasai oleh Pemerintah Jepang. Pada awal kedatangannya, Jepang bersikap lembut terhadap orang orang Indonesia. Mereka berpura pura mendukung cita-cita bangsa Indonesia untuk merdeka pada awal pemerintahannya. Tokoh tokoh nasionalis Indonesia sendiri seperti Ir. Soekarno dan Muh. Hatta juga menyambut dengan baik kedatangan Jepang ini. Jika pada masa Belanda mereka bersikap non-kooperatif atau tidak ingin bekerja sama dengan pemerintah, maka pada masa Jepang ini mereka bersikap kooperatif atau bersedia bekerja sama dengan pemerintah. Hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor. Faktor pertama adalah kebangkitan bangsabangsa Timur. Faktor lainnya adalah Ramalan Joyoboyo yang hidup di kalangan rakyat. Diramalkan bahwa akan datang orang-orang kate yang akan menguasai Indonesia selama umur jagung dan sesudahnya kemerdekaan akan tercapai. Juga ada faktor diperkenalkannya pendidikan Barat kepada orang -orang pribumi yang dibutuhkan Pemerintah Hindia Belanda pada masa jajahannya guna mengisi kekurangan tenaga-tenaga terlatih dan terdidik. Faktor luar yang mempengaruhi adalah kemenangan Jepang atas Rusia pada tahun Perjanjian perdamaian di Portsmouth pada tahun itu telah membawa Jepang kepada suatu posisi yang 2 3 setingkat dengan negara-negara Barat. 3 Orang Timur memandang kemenangan Jepang sebagai suatu kemenangan Asia atas Eropa yang turut membakar semangat nasionalisme dan kemerdekaan mereka. Hal tersebut membuat bangsa Asia berjuang untuk mendapatkan kemerdekaannya. Orang Indonesia sangat membenci orang orang Eropa dikarenakan mereka memperlakukan orang Indonesia dengan sangat keji. Kondisi ini dimanfaatkan Jepang untuk mengkompori orang Indonesia agar membantu Jepang melawan Eropa dalam Perang Dunia II. Dalam menjajah, Jepang berbaik hati terhadap orang-orang Indonesia. Mereka menaikkan derajat kaum pribumi dari sistem stratifikasi yang ada pada masa Belanda, sehingga orang Indonesia pun suka terhadap Jepang dan bersedia untuk membantu Jepang dalam Perang Dunia II. Tetapi kelembutan Jepang hanya berlangsung singkat, ternyata mereka lebih kejam daripada Belanda. Mereka menyuruh pemuda-pemuda desa ikut dalam kerja rodi atau romusha 4 dan melakukan pelecehan-pelecehan seksual terhadap wanita Indonesia, serta mengeksploitasi besar-besaran hasil bumi Indonesia. Ternyata dalam melakukan aksi propagandanya Jepang juga mengambil hati orang-orang Indonesia melalui budaya dan pendidikan. Untuk itu, Jepang mendekati golongan pemuda, cendekiawan, dan seniman Indonesia agar dapat mengubah mentalitas dan cara berfikir orang orang Indonesia dan mengalihkannya ke alam pikiran Nippon. Jepang pun membuat wadah-wadah untuk mereka agar dapat menampung aspirasi yang mereka miliki. Namun tidak 3 Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto., Sejarah Nasional Indonesia VI, (Jakarta: PT Balai Pustaka, 1993), hlm Capt. R. P. Suyono, op.cit, hlm 4 semua aspirasi disetujui oleh Jepang untuk disebarluaskan ataupun diterbitkan. Hanya yang mendukung aksi propaganda Jepang-lah yang boleh terbit pada saat itu. Karya-karya yang berbau nasionalis maupun kebarat-baratan dilarang. Jika berani melanggar, maka seniman tersebut bisa dipenjara bahkan dibunuh oleh Kenpetai (Polisi Jepang). 5 Wadah para seniman pada waktu itu adalah Keimin Bunka Shidosho (KBS) yang didirikan pada tanggal 1 April 2603 tahun Jepang atau 1943 tahun Masehi di Jakarta. Pada waktu peresmian berdirinya Keimin Bunka Shidosho disebutkan bahwa badan ini bertugas memimpin dan menilik budaya umum untuk meningkatkan derajat (mutu) budaya rakyat asli. Akan tetapi, semua itu tidak lepas dari kepentingan Jepang, karena disebutkan bahwa maksud dan tujuan utama badan ini, adalah menanamkan dan menyebarkan seni Jepang untuk rakyat di Indonesia. 6 Keimin Bunka Shidosho mempunyai bagian-bagian, antara lain bagian musik, bagian sandiwara, bagian seni-tari, dan bagian seni lukis. 7 KBS merupakan wadah bagi seniman-seniman sehingga banyak seniman yang kemudian bergabung. Pada masa Belanda seni tidak terlalu diperhatikan berbeda dengan masa kependudukan Jepang, mereka mendapat perhatian sebagai alat propaganda Jepang. Pada awal berdirinya tentu saja para seniman KBS menuruti keinginan Jepang untuk membuat karya-karya yang mengandung unsur propaganda agar mengubah mentalitas masyarakat Indonesia menjadi mentalitas 5 Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto., op. cit., hlm Prof. Dr. A. Teeuw, Pokok dan Tokoh Dalam Kesusastraan Indonesia Baru, (Yogyakarta: Yayasan Pembangunan, 1990), hlm Ibid., hlm 5 Nippon, maka para seniman tersebut kemudian sadar dan jengkel terhadap ketatnya pengawasan Jepang terhadap karya-karya mereka. Oleh sebab itu, para seniman tersebut membuat karya-karya yang mempunyai sifat seperti pedang bermata dua yang penuh arti bagi bangsa Indonesia, seperti drama Usmar Ismail Api dan Tjitra, yang mengambil tema kecintaan dan pengabdian kepada tanah air serta karya El Hakim (dr. Abu Hanifah) yang menciptakan Taufan di atas Asia, Intelek Istimewa, dan Dewi Rini. 8 Adanya peranan dari para seniman yang khususnya tergabung dalam organisasi bentukan Jepang yaitu Keimin Bunka Shidosho dalam mempengaruhi semangat nasionalisme bangsa Indonesia tentunya menarik untuk dikaji. Biasanya karya-karya yang dibuat seniman hanya dipandang sebagai alat pemuas indra saja, tetapi ternyata di sini da
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks