PERANAN PASAR DERIVATIF DALAM MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN STUDI KASUS DEPARTEMEN KEUANGAN RI. Hinsa Siahaan *

Please download to get full document.

View again

of 9
10 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
PERANAN PASAR DERIVATIF DALAM MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN STUDI KASUS DEPARTEMEN KEUANGAN RI Hinsa Siahaan * Abstract: A derivative is a financial instrument that is derived from some other asset, index,
Document Share
Document Transcript
PERANAN PASAR DERIVATIF DALAM MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN STUDI KASUS DEPARTEMEN KEUANGAN RI Hinsa Siahaan * Abstract: A derivative is a financial instrument that is derived from some other asset, index, event, value or condition (known as the underlying asset). Rather than trade or exchange the underlying asset itself, derivative traders enter into an agreement to exchange cash or assets over time based on the underlying asset. A simple example is a futures contract: an agreement to exchange the underlying asset at a future date Derivatives are often leveraged, such that a small movement in the underlying value can cause a large difference in the value of the derivative. Derivatives can be used by investors to speculate and to make a profit if the value of the underlying moves the way they expect (e.g. moves in a given direction, stays in or out of a specified range, reaches a certain level). Alternatively, traders can use derivatives to hedge or mitigate risk in the underlying, by entering into a derivative contract whose value moves in the opposite direction to their underlying position and cancels part or all of it out. Keywords: globalization, derivative, forwards, futures, options, swaps, hedging, hedger, and speculator. PENDAHULUAN Pergerakan harga minyak dunia yang sangat volatile memaksa penyusunan APBN selalu mengalami perubahan dan bahkan memaksa adanya APBN Perubahan. Selain pergerakan minyak dunia yang sukar diprediksi, pemerintah yang juga banyak menggunakan SUN (Surat Utang Negara) sebagai sumber pendanaan juga dihadapkan dengan risiko suratsurat utang negara yang mungkin menyebabkan pemerintah default atau cidera janji dalam memenuhi kewajibannya membayar bunga dan pokok surat-surat utang negara. Sesungguhnya seluruh item APBN yang merupakan target yang ingin dicapai selalu atau pasti dihadapkan dengan risiko atau kemungkinan tidak terjadi seperti di inginkan pemerintah. Seluruh item dalam APBN dan asumsi-asumsi makro yang mendukungnya adalah mengandung risiko yakni kemungkinan tidak terwujud sebagaimana diharapkan pemerintah. Apa akibatnya jika meleset dan yang ditargetkan? Salah satu risiko dan berbagai risiko yang dihadapi, adalah kemungkinan terjadi pembengkakan defisit, yang melewati toleransi yang berakibat resesi ekonomi yang menghambat pertumbuhan ekonomi, yang pada akhirnya menyengsarakan rakyat banyak. Ibarat efek domino, defisit anggaran menyebabkan pertumbuhan sektor riil terhambat, penciptaan lapangan kerja Hinsa Siahaan adalah Lektor Manajemen Risiko, Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanagara Jakarta, Alumni Graduate School of Management Boston University : Hubert H. Humphrey Fellowships Program 1991/1992, Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Jakarta 1980, dengan konsentrasi Corporate Finance. 116 5iahaan: Peranan Pasar berivatif balam Manajemen Risiko Keuangan... terhambat, pengangguran dimana-mana, inflasi tinggi melewati ambang batas, membuat ekonomi stagnant dan membuat derita berkepanjangan. Setelah selesai menelaah tulisan ini, diharapkan pembaca akan lebih mudah memahami tentang (1) apa yang dimaksudkan dengan pasar keuangan tradisionil dan pasar derivatif; (2) peran kedua macam pasar diatas bagi perekonomian suatu negara dan perekonomian dunia; (3) perbedaan utama antara pasar keuangan tradisionil dan pasar derivatif; (4) definisi forwards, futures, options, swaps, dan karakteristik masing-masing derivatif; (5) macam-macam risiko yang selalu dihadapi lembaga keuangan (bank komersil, perusahaan asuransi, departemen keuangan, dan lembaga lain sebagainya); (6) bagaimana pemanfaatan pasar derivatif di dalam penyusunan RAPBN sehingga dapat mengoptimalkan risiko fiskal yang pasti dihadapi Indonesia setiap tahun. METODE Pada hakekatnya tulisan ini didasarkan pada riset literatur, pendekatannya adalah bersifat descriptive analysis. Data yang digunakan adalah data sekunder yang dikumpulkan dari berbagai publikasi, buku-buku teks, dan informasi umum (public information) dari berbagai jej aring internet. Kerangka Pemikiran. Secara tradisionil pasar keuangan (financial markets) adalah terdiri dari pasar uang (money market) yang instrumennya adalah surat-surat utang jangka pendek, dibawah atau paling lama satu tahun, dan pasar modal (capital market) yang memperdagangkan instrumen utang (debt) dan hak kepemilikan (equity) yang jangka waktunya panjang, lebih dari satu tahun bahkan juga yang tidak punya jatuh tempo. Contoh instrumennya adalah obligasi, saham, dan hipotik. Pasar keuanga tradisionil adalah sebagai sumber dana bagi unit defisit (emiten) dan wacana investasi bagi pihakpihak surplus (investor). Sementara pasar keuangan moderen adalah terdiri dari pasar forwards, futures, options, dan swaps yang lazim digunakan sebagai wacana lindung nilai (hedging) bagi hedger dan sebagai wacana investasi bagi speculator. Pemerintah yang bermaksud melindungi kemungkinan tidak tercapainya target APBN seyogianya dapat menggunakan pasar derivatif yang ada di pasar global atau menggunakan pasar derivatif dalam negeri. (Kalau belum memadai atau belum mencapai large scale, hams dibangun dulu dan ditumbuh kembangkan). Pasar Keuangan Tradisionil. Pasar keuangan yang terdiri dari pasar uang, pasar modal yakni pasar surat utang jangka panjang, pasar ekuiti, dan pasar hipotik adalah sangat diperlukan oleh setiap negara yang percaya pada keunggulan ekonomi pasar dibandingkan ekonomi sosialis atau ekonomi komunis dalam mensejahterakan rakyatnya. Pasar keuangan yang efisien sebagai supra-sistem adalah meliputi sub-sistem pasar uang dan pasar modal yang terdiri dari pasar utang jangka panjang, pasar saham, dan sub-sistem pasar hipotik dapat mempertemukan pelaku-pelaku ekonomi defisit yang membutuhkan uang (dana) dengan pihak-pihak surplus yang kelebihan uang jangka pendek maupun jangka panjang pada satu harga keseimbangan. Dimana harga keseimbangan pasar yang dimaksudkan dalam hal ini, adalah suatu harga yang terbentuk berdasarkan hukum permintaan dan penawaran, yang bebas dari distorsi. Pasar keuangan yang efisien akan memobilisir dana pada sektor-sektor produktip yang paling menjanjikan 117 Jurnal ManajemeniTahun XIV, No. 01, Februari 2010: kesempatan investasi yang paling menguntungkan yang pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan sektor riil, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas. Pasar keuangan tradisionil sebagai supra-sistem adalah terdiri dan subsistem pasar uang, pasar obligasi, pasar saham, dan sub-sistem pasar hipotik digambarkan seperti terlihat pada Gambar 1, mempertemukan pihak defisit (emiten) dengan pihak surplus (investor). Pasar (Money Markets). Seperti terlihat pada Gambar 1 adalah suatu tempat atau mekanisme melalui mana para pelaku ekonomi yang terdiri dan kalangan usahawan atau kelompok produsen, kelompok konsumen, pemerintah (government), dan pelaku-pelaku eksport dan import, yang deficit atau kekurangan uang untuk jangka pendek dapat menjual surat-surat utang jangka pendek (aktiva pasar uang) untuk memenuhi kebutuhan likuiditasnya, dan pada sisi lain kelompok surplus yang memiliki uang menganggur untuk jangka pendek dapat menginvestasikan uangnya pada sekuritas pasar uang untuk mendapatkan tambahan penghasilan berupa bunga (interest) yang merupakan sewa uang yang dipinjamkannya melalui pembelian surat-surat utang jangka pendek. Pasar Obligasi (Bond Markets): adalah suatu tempat atau mekanisme melalui mana para pelaku ekonomi memenuhi kebutuhannya akan modal jangka panjang, atau dimana para pelaku ekonomi yang defisit dapat menjual obligai (surat utang jangka panjang) kepada pelaku-pelaku ekonomi surplus yang memiliki uang menganggur dalam jangka panjang. Pihak surplus atau dalam hal ini investor akan mendapat penghasilan dari bunga obligasi dan capital gain (loss) jika harga obligasi mengalami appreciation (depreciation). Sekuritas Pasar Money Markets ( Pasar ) Sekuritas Pasar Surplus Units Y=I+C+G+(X-M) t Obligasi Bond Markets ( Pasar Obligasi ) t Obligasi Defisit Units Y=I+C+G+(X-M) Saham Stock Markets ( Pasar Saham ) Saham Sekuritas Hipotik Mortgage Markets ( Pasar Hipotik ) Sekuritas Hipotik Gambar 1: Pasar Sekuritas & Modal Tradisionil Sumber : Hinsa Siahaan, Seluk Beluk Perdagangan Instrumen Derivatif, Edisi Pertama, Elexmedia Komputindo 2008, p Siahaan: Peranan Pasar berivatif Dalam Manajemen Risiko Keuangan... Pasar Saham (Stock Markets) adalah suatu tempat atau mekanisme melalui maim perusahaan atau emiten dapat memperoleh dana jangka panjang tanpa jatuh tempo dan tanpa biaya tetap (fixed charges). Dengan menjual ekuiti (saham) perusahaan tidak perlu terancam pailit. Penjualan saham dapat memperkuat struktur permodalannya. Pasar Hipotik (Mortgage Markets): adalah suatu tempat atau mekanisme melalui mana perusahaan dapat menjual obligasi yang dijamin dengan hipotik tanah dan bangunan. Pasar ini sama dengan pasar obligasi biaya, hanya berbeda karena obligasi di pasar hipotik adalah obligasi yang dijamin dengan tanah dan bangunan. Obligasi hipotik adalah obligasi yang dananya digunakan untuk pembangunan perumahan. Penerbit atau emiten adalah lembaga khusus yang melakukan sekuritisasi tagihan-tagihan kredit perumahan sehingga bank-bank yang memberi kredit perumahan (KPR) tidak perlu menunggu cicilan kreditnya berlama-lama yang kemungkinan menjadi non performing loan. Jadi pada intinya pasar keuangan tradisionil adalah pasar uang, pasar obligasi, pasar saham, dan pasar hipotik yang mempertemukan pihak-pihak defisit dan surplus pada satu harga keseimbangan yang ditentukan oleh hukum permintaan dan penawaran. Apabila menurut J.M. Keynes Y = GDP =I+C+G+(X M) dimana; Y = Pendapatan domestic bruto atau total barang dan jasa yang dihasilkan dalam satu Negara selama satu periode (selama satu tahun) tertentu.; I = investasi yang dilakukan oleh rumah tangga produksi atau dunia usaha swasta.; C = konsumsi yang dilakukan oleh rumah tangga konsumen atau orang per orang.; G = belanja yang dilakukan oleh pemerintah, untuk belanja rutin maupun belanja pembangunan.; (X M) = ekspor dan impor yang dilakukan dalam transaksi antar lintas Negara, maka yang dimaksud dengan unit-unit defisit maupun unit-unit surplus dalam dunia pasar keuangan adalah para kalangan pengusaha swasta, para konsumen atau rumah tangga konsumen, pemerintah, dan para eksportir dan importer yang melakukan kegiatan-kegiatan antar lintas Negara. Mereka menggunakan pasar sekuritas uang dan pasar modal sebagai sumber dana jangkapendek dan jangka-panjang, dan wacana berinvestasi jangka-pendek dan jangka-panjang bagi investor, lihat Gambar 1. Pasar Keuangan Moderen (Derivative Markets). Berbeda dengan pasar keuangan tradisionil, yang mempertemukan pihak defisit dan pihak surplus seperti dikemukakan diatas, pasar derivatif adalah lebih cenderung mempertemukan pihak hedger yang ingin melindungi nilai aktivanya dari risiko kerugian karena perubahan harga dengan pihak speculator yang bersedia menanggung risiko perubahan harga (kerugian kemerosotan nilai aktiva milik hedger) sebab untuk itu dia di dibayar. Pembayarannya dapat dalam bentuk premi maupun dalam bentuk keuntungan-keuntungan lainnya. Meningkatnya kegiatan pasar derivatif penggunaan instrument derivatif sebagai alat mengendalikan risiko (derivatives as a risk management techniques) adalah karena globalisasi ekonomi dan integrasi keuangan dunia ditambah pula dengan peningkatan volatiliti atau sangat mudahnya pasar keuangan berfluktuasi, alias sangat mudahnya pasar keuangan gonjang-ganjing. Kegagalan the Bretton Woods System di dalam mematok nilai uang berdasarkan cadangan emas yang dimiliki suatu negara, dan kemunculan sistem kurs uang mengambang telah menimbulkan risiko kurs yang amat sangat kejam yang melanda seluruh dunia. Meningkatnya volatiliti pasar internasional telah mendorong penggunaan instrument derivative di dalam pengendalian risiko keuangan. Risk management 119 Jurnal Manajemen/Tahun XIV, No. 01, Februari 2010: (manajemen risiko) sesungguhnya adalah merupakan fokus utama kegiatan-kegiatan di pasar derivatif, yang dapat digunakan oleh para pelaku (para partisipan) mengurangi berbagai macam risiko. Risiko yang dihadapi tidak terbatas pada risiko kurs, tetapi juga meliputi risiko pergerakan harga komoditi, tingkat suku bunga, harga saham, serta risiko saling hubungan antar berbagai risiko tersebut satu sama lain. Berbagai instrumen derivatif bermunculan seperti kontrak berjangka untuk faktor produksi pertanian, misalnya derivatif untuk pupuk dan untuk pencegahan kerusakan lingkungan hidup. Peranan Pasar Derivatif Dalam Perekonomian Nasional. Seperti disinggung sepintas kilas, sejak awal, salah satu fungsi ekonomis derivatif terpenting adalah sebagai alat pemindahan risiko pasar (transfer of market risk) yakni pemindahan risiko akibat perubahan harga aktiva secara drastis atau perubahan harga portofolio aktiva yang sangat flutuatif oleh pihak yang ingin menghindarinya (hedgers) kepada pihak yang bersedia dan mampu mengendalikannya dengan lebih baik (speculators). Derivatif memperbaiki efisiensi perekonomian dengan memungkinkan pemakai mengenal pasti, mengisolir, dan mengelola risiko harga dasar yang selalu terdapat dalam masalah keuangan individual. Pihak yang merasa terancam risiko dapat memindahkan risikonya kepada pihak lain yang dapat mengendalikan dan menanggung risiko dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya pada satu sisi memang derivatif dapat memindahkan risiko secara efisien, tetapi pada sisi lain dapat menimbulkan risiko-risiko lain. Pengguna Pasar Derivatif. Berbagai pihak berbeda menggunakan pasar futures dan pasar options dengan tujuan dan horizon waktu yang berbeda-beda. Banyaknya dan aktifnya partisipasi para pelaku dengan tujuan yang beranekaragam menciptakan likuiditas yang sangat penting untuk keberhasilan produk-produk derivatif yang didaftarkan di bursa untuk diperdagangkan. Meskipun pengelompokan pengguna bursa derivatif seringkali saling tumpang tindih, namun pada umumnya dapat dikelompokkan atas pengguna komersil, pengguna professional, dan spekulator. Diantara pelaku-pelaku tersebut, sekedar contoh, adalah; produsen atau fabrikan, konsumen, pedagang, perusahaan efek, bank, pengelola reksadana derivative, investor lembaga, pedagang professional dan arbitrajer, dan speculator individual. Pengelompokan ini tidak mutually-exclusive sifatnya. Contohnya, pengguna professional mungkin mengambil posisi spekulasi, tetapi kadangkadang sebagai speculators pada saat yang sama juga melakukan hedging atau bertindak sebagai hedger. Atau sebaliknya pengguna komersil melalui batas hedge (overhedge) sehingga sebenarnya dia telah berubah menjadi speculator. PEMBAHASAN Lembaga keuangan seperti bank komersil, bank tabungan, perusahaan asuransi, dana pensiun, reksa dana, multifinance, perusahaan efek (investment banking), termasuk departemen keuangan, selalu dihadapkan dengan berbagai macam risiko, terutama risiko suku bunga (interest rate risk) dan risiko valuta asing (foreign exchange rate) Pada intinya bagian ini adalah membahas tentang risiko keuangan (financial risk) lembaga keuangan Departemen Keuangan yang berkaitan dengan risiko APBN atau risiko fiskal yang mungkin dapat dilindungi atau di hedge baik secara makro macrohedging atau secara mikro (microhedging) dengan menggunakan instrumen derivatif, sebagaimana lazimnya dilakukan oleh bank komersil. 120 Siahaan: Peranan Pasar Derivatif balam Manajemen Risiko Keuangan... Risiko Keuangan Negara. Tentang risiko keuangan negara atau risiko fiskal dalam tulisan ini adalah dibatasi hanya sebatas kemungkinan terjadinya yang tidak diinginkan pada APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yang menyebabkan defisit anggaran melebihi yang ditargetkan, dan dikuatirkan menyebabkan kegoncangan ekonomi dan terganggunya pembangunan ekonomi. Defisit anggaran negara dapat bersumber dari kegagalan pencapaian target pendapatan, dapat pula karena kegagalan dalam pembelanjaan negara, sehingga untuk mengoptimalkan kedua macam risiko tersebut sesungguhnya dapat digunakan transaksi futures, forwards, options, swaps, dan structured notes, sebagaimana lazimnya dilakukan oleh lembaga-lembaga keuangan swasta (seperi dilakukan bank komersil). Tentunya setelah dilakukan kajian secara mendalam dan komprehensif. Untuk jangka pendek, mungkin cukup dengan menggunakan pasar derivatif internasional, tetapi untuk jangka panjang Indonesia harus mengembangkan pasar derivatif sendiri, sehingga pasar derivatif dalam negeri dapat digunakan dalam penyusunan APBN. Menurut pemikiran penulis, dalam mengelola risiko keuangan negara atau dalam mengelola risiko fiskal, setiap item dalam APBN dapat dilindungi (di hedge) baik dengan pendekatan macrohedging atau microhedging sebagaimana lazimnya dilakukan oleh lembaga-lembag keuangan swasta. Lembaga keuangan (LK) dinyatakan melakukan microhedging ketika LK menggunakan instrumen derivatif kontrak futures atau kontrak forward melindungi item asset atau liability tertentu dari risiko. Misalnya LK ingin mengisolir obligasi yang digunakannya sebagai wacana investasi dari risiko naiknya suku bunga, pada sisi asset (aktiva), dan/atau pada sisi liability neraca, berusaha mengunci cost of funds (biaya bunga pinjamannya) dari kenaikan suku bunga jangka pendek, caranya dengan mengambil posisi short (jual) kontrak berjangka CDs (Sertifikat Deposito) atau T'bills (Surat Perbendaharaan Negara). Dalam microhedging manajer LK seringkali memilih kontrak futures atau forward yang penyerahan aktiva induk sesuai (matches) dengan posisi asset (liability) yang dilindungi dari risiko yang tidak diinginkan. Lembaga keuangan (LK) disebut melakukan macrohedging ketika manajer LK menggunakan kontrak futures atau sekuritas derivatif lain untuk melindungi seluruh duration gap (perbedaan jatuh tempo asset dan liability) dari risiko yang tidak diinginkan. Ini sangat kontras dengan microhedging dimana manajer LK hanya ingin melindungi assets dan liabilities tertentu saja dan memilih kontrak futures atau sekuritas derivatif tertentu dari risiko yang tidak dikehendaki. Jadi pemilihan antara microhedging atau macrohedging akan menyebabkan pemilihan strategi hedging dengan hasil yang berbeda. Sebagai ilustrasi bagaimana forward contract digunakan melindungi risiko tingkat bunga pada lembaga keuangan dengan naive hedge dapat digunakan contoh berikut. Pengertian naive hedge dalam hal ini adalah melakukan hedge aktiva tunai secara langsung atas dasar dollar untuk dollar dengan kontrak forward atau kontrak futures. Katakanlah manajer reksadana lembaga keuangan (manajer reksadana LK) memiliki Obligasi pemerintah 20-tahun bernominal $ 1 juta yang tercatat dalam neraca LK. Pada waktu-0, nilai pasar obligasi ini adalah $97 per nominal $100 atau totalnya $ 970,000. Diasumsikan menerima forecast atau ramalan bahwa tingkat bunga akan naik 2 persen, dari 8 persen sekarang ini menjadi 10 persen dalam 3 bulan yang akan datang. Dengan mengetahui jika prediksi perubahan tingkat bunga tersebut benar, dan kenaikan tingkat bunga tersebut pasti akan menurunkan harga obligasi, si manajer menyadari pasti akan menanggung capital loss akibat penurunan nilai portofolio obligasi yang dikelolanya. 121 Jurnal Manajemen/Tahun XIV, No. 01, Februari 2010: Si manajer investasi yang memang ahli tentang duration kebetulan telah mengkalkulasi durasi obligasi 20-tahun adalah persis sembilan tahun. Jadi si manajer dapat memprediksi capital loss, atau perubahan nilai obligasi ( Ap ) dari persamaan: AP AR D x P (1+R) Dimana: AP = capital loss on bond = kerugian penurunan nilai obligasi =?; P = Initial value of bond position = harga obligasi semula = $970,000; D = Duration of the bond = durasi obligasi = 9 tahun; AR = Change in forecast yield = perubahan tingkat bunga pasar = 0.02; 1 + R = 1 plus the current yield on 20-year bond = 1.08 AP =9 x (0.02) $970, AP = - 9 x $970,000 x (0.02 _ $161, Akibat kenaikan tingkat bunga pasar 2 persen, dari 8 persen menjadi 10 persen, si manajer reksadana LK akan mengalami kerugian $161,667 yakni persen
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks