PERAN ACARA KARANG TUMARITIS DALAM PELESTARIAN KEBUDAYAAN

Please download to get full document.

View again

of 38
38 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
PERAN ACARA KARANG TUMARITIS DALAM PELESTARIAN KEBUDAYAAN Peran Acara Karang Tumaritis di TVRI Stasiun Daerah Istimewa Yogyakarta Sebagai Media Pelestarian Kebudayaan Jawa di Masyarakat Yogyakarta Diajukan
Document Share
Document Transcript
PERAN ACARA KARANG TUMARITIS DALAM PELESTARIAN KEBUDAYAAN Peran Acara Karang Tumaritis di TVRI Stasiun Daerah Istimewa Yogyakarta Sebagai Media Pelestarian Kebudayaan Jawa di Masyarakat Yogyakarta Diajukan Untuk Melengkapi Tugas dan Memenuhi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta Disusun oleh : FABRYAN SANEKEWATRI D PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2011 commit to user PERSETUJUAN Skripsi ini disetujui untuk dipertahankan di hadapan Panitia Ujian Skripsi Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta Persetujuan Pembimbing Surakarta, Februari 2011 Pembimbing Drs. A. Eko Setyanto, M.Si NIP commit to user PENGESAHAN Penulisan Skripsi ini telah diuji dan disahkan Panitia Ujian Skripsi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta Hari : Tanggal : Panitia Ujian Skripsi : 1. Ketua Panitia : Dra. Hj. Sofiah, M.Si ( ) NIP Sekretaris : Drs. Haryanto, M.Lib ( ) NIP Penguji : Drs. A. Eko Setyanto, M.Si ( ) NIP Mengetahui, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta Drs. H. Supriyadi SN, SU NIP commit to user PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul : PERAN ACARA KARANG TUMARITIS DALAM PELESTARIAN KEBUDAYAAN (Peran Acara Karang Tumaritis di TVRI Stasiun Daerah Istimewa Yogyakarta Sebagai Media Pelestarian Kebudayaan Jawa di Masyarakat Yogyakarta) Adalah karya asli saya dan bukan plagiat baik secara utuh atau sebagian serta belum pernah diajukan untuk memperoleh gelar akademik di institusi lain. Saya bersedia menerima akibat dari dicabutnya gelar sarjana apabila ternyata di kemudian hari terdapat bukti-bukti yang kuat, bahwa karya saya tersebut ternyata bukan karya saya yang asli atau sebenarnya. Magelang, 12 Februari 2011 Fabryan Sanekewatri commit to user MOTTO I am not afraid of tomorrow, for I have seen yesterday and I love today (William Allen White) For tomorrow belongs to the people who prepare for it today (African Proverb) commit to user PERSEMBAHAN For God, You re the one and the only reason to live. You are so gracious and giving, there are no words to describe my love and my passion for You. There won t be me without You. I m thankful to all your blessing days. For my whole big family, you are my backbones and my best friends. I couldn t have done this without your support. The time seems to be faster than I ever do without you. And this is only a little gift to make you see that I am with you at this moment. commit to user KATA PENGANTAR Dengan mengucap syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, berkat bimbingan dan petunjuk-nya penulis bisa menyelesaikan skripsi yang berjudul Peran Acara Karang Tumaritis Sebagai Media Pelestarian Kebudayaan Jawa di Masyarakat Yogyakarta dengan sebaik-baiknya. Penulis mengambil tema tentang media massa dan pelestarian kebudayaan karena penulis melihat adanya peran yang besar dari media massa untuk masyarakat. Peran tersebut diantaranya adalah mampu memberikan informasi kepada khalayak luas tentang segala hal tak terkecuali kebudayaan Jawa. Media massa seperti televisi mampu memberikan manfaat untuk pelestarian kebudayaan melalui acara yang ditayangkannya. Karang Tumaritis merupakan salah satu acara yang mengangkat tentang kebudayaan Jawa di Yogyakarta. Dengan adanya acara ini maka diharapkan potensi lokal beserta pelestarian kebudayaan bisa terangkat kembali sebagai khasanah budaya Jawa Yogyakarta. Media massa merupakan wadah yang efektif untuk mengembangkan dan melestarikan kebudayaan demi kebutuhan masyarakat itu sendiri. Skripsi ini bisa terlaksana dan selesai karena adanya arahan, bimbingan, dan masukan dari banyak pihak. Karya ini tidak akan mungkin ada apabila penulis tidak mendapat bantuan dari mereka. Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih sebesarbesarnya kepada : 1. Bapak Drs. A. Eko Setyanto, M.Si, selaku pemimbing skripsi 2. Bu Iwung Sri Widati, Produser dan pembimbing di lapangan 3. Bapak RM. Kristiadi, Desain Program commit to user 4. Bapak Anang Wiharyanto, Penanggung Jawab Humas TVRI Stasiun D. I. Yogyakarta 5. Bapak Maryanta, Kepala Seksi Program 6. Bu Sari Nainggolan, Pengarah Acara 7. Mas Altiyanto dan Bu Yati Pesek, Pembawa Acara Karang Tumaritis 8. Seluruh keluarga besar di Magelang dan Solo 9. Teman-teman dekatku, Kusnul, Hasna, Ria Putri, Arumtyas, Ajeng, Dewi Latif, Intan Astri, Adinda, dan Faradyan. 10. Dan semua pihak yang tak bisa disebutkan satu per satu di atas Akhir kata, penulis sangat mengharapkan adanya perbaikan dan kelengkapan untuk penelitian tentang media massa dan pelestarian kebudayaan selanjutnya. Semoga dengan adanya penelitian yang masih sederhana ini bisa membantu melihat pentingnya kebudayaan Jawa dan pelestariannya melalui media massa terutama televisi. Magelang, 12 Februari 2011 Penulis commit to user DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... PERSETUJUAN... PENGESAHAN... PERNYATAAN... MOTTO... PERSEMBAHAN... i ii iii iv v vi KATA PENGANTAR... vii DAFTAR ISI... ix DAFTAR TABEL... xii DAFTAR BAGAN... xiii ABSTRACT... xiv ABSTRAK... xvi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang... 1 B. Rumusan Masalah... 7 C. Tujuan Penelitian... 7 D. Manfaat Penelitian... 7 E. Tinjauan Pustaka Komunikasi Televisi dalam Komunikasi Massa TVRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik Acara Televisi commit di TVRI... to user 16 5. Kebudayaan Peran Komunikasi Massa dalam Pelestarian Kebudayaan F. Metodologi Penelitian Metode Penelitian Jenis Penelitian Lokasi Penelitian Teknik Pengumpulan Data Teknik Analisa Data Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data BAB II DESKRIPSI PROGRAM ACARA KARANG TUMARITIS A. Acara Karang Tumaritis di TVRI Stasiun D. I. Yogyakarta TVRI Stasiun D. I. Yogyakarta Acara Karang Tumaritis B. Program Pelestarian Kebudayaan Jawa di Yogyakarta Dinas Kebudayaan Provinsi Yogyakarta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Kota Yogyakarta BAB III PENYAJIAN DAN ANALISA DATA A. Karakteristik Narasumber B. Peran Acara Karang Tumaritis Dalam Mensukseskan Pelestarian Kebudayaan Jawa di Masyarakat Yogyakarta Mewartakan Nilai-nilai Luhur yang Terdapat di dalam Kebudayaan Jawa kepada Masyarakat Luas Membangun Kembali commit Spirit to user Kehidupan Bermasyarakat sesuai dengan Nilai Luhur Kebudayaan Jawa... 73 3. Melestarikan Berbagai Produk Kebudayaan Jawa Sarana Dialog Interaktif melalui Televisi yang Mencerdaskan Audien untuk Bidang Budaya Sarana Sosialisasi Program-program Pelestarian Kebudayaan Jawa di Yogyakarta C. Kendala Acara Karang Tumaritis Dalam Mensukseskan Pelestarian Kebudayaan Jawa di Masyarakat Yogyakarta BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN commit to user DAFTAR TABEL Tabel 1.1 Pembagian Waktu Siaran dan Ketersediaan Audien Tabel 2.1 Tempat dan Jumlah Penduduk di Jawa Tengah dan DIY commit to user DAFTAR BAGAN Bagan 1.1 Model Analisis Data Interaktif Miles & Huberman commit to user ABSTRACT Fabryan Sanekewatri. D The Role of Karang Tumaritis Program in Cultural Preserving (The Role of Karang Tumaritis Program in TVRI Stasiun Daerah Istimewa Yogyakarta As Media of Preserving Javanese Culture in Yogyakarta Society). Bachelor Thesis Mass Communication Department Social and Politic Science Faculty Sebelas Maret Surakarta University. Mass media such as television, radio, newspaper, magazine, and internet become a crucial need for society. Especially television as a mass media which is so close and easy to be accessed by every people. Television presents programs which their characteristic can be as entertainment, education, giving knowledge and new experience for every audience. So this is why television programs are liked by every kind of people. However, television programs which take cultural things are lack in amount. Indonesian original culture like Javanese culture should has a place in television. But, programs that contain culture like Javanese culture is still lack in amount. One of the examples is Karang Tumaritis. This program has been presented by TVRI Stasiun Daerah Istimewa Yogyakarta. Karang Tumaritis contains dialogue about Javanese culture and how it relates for its development at the present time in Yogyakarta. TVRI as a Public Broadcasting Organization in Indonesia has a duty to give information serving, education, and healthy entertainment, control, and social adhesive, and preserve nation culture for every society importance. For Daerah Istimewa Yogyakarta that basically from Javanese culture, TVRI Stasiun DIY has missions which one of these is being central of the main information serving and serving healthy entertainment with making optimal local region potency and culture that grows and develops in Daerah Istimewa Yogyakarta. For this research about television program and cultural preserving, writer used qualitative method with the kind of descriptive. It was located in TVRI Stasiun Daerah Istimewa Office in Magelang Street km. 4,5 Yogyakarta. Collecting data technique used from source and kind of main data such as written noted or through record. Then, for written source used document about Karang Tumaritis. Writer used observation, interview, and field note. For data analysis technique used Miles and Huberman Interactive Analysis Data. And then, for data validity technique, writer used diligence in observation and triangulation. Triangulation that writer took was source and method. From data analysis result that had done by the writer it resulted clarification about role of Karang Tumaritis as Javanese preserving media. Those roles were formed from the aim of Karang Tumaritis and data analysis result after doing research. From data analysis result, writer also found obstacles for Karang Tumaritis in persevering Javanese culture. However, those obstacles did not effect for the success of Karang Tumaritis as a media that helped to preserve Javanese culture in Yogyakarta society. From research and data analysis, writer could find role of Karang Tumaritis as a media for Javanese culture preserving commit to in user Yogyakarta society. First, to inform glorious values in Javanese culture to wide society. Second, to rebuild spirit of society s life according to Javanese glorious values. Third, to preserve all kind of Javanese product. Fourth, as a medium for interactive dialogue through television which could sharpen audiences mind in culture field. And fifth, as a medium for socialization of Javanese preserve programs in Yogyakarta. And for the obstacles were financial problem, has not collaborated with young people yet, the technology that has been used by TVRI, human resources of TVRI that were old, how to finish the dialogue when program was in process, the exclusives of its audience who were just older people and someone with high awareness of cultural things, and less in presenting time because of just once in two weeks. As a program about Javanese culture, Karang Tumaritis has roles in preserving Javanese culture. These five roles are important roles which can help process of preserving Javanese culture in Yogyakarta. TVRI Stasiun Daerah Istimewa Yogyakarta has given a space for preserving Javanese culture through television program called Karang Tumaritis. commit to user ABSTRAK Fabryan Sanekewatri. D Peran Acara Karang Tumaritis dalam Pelestarian Kebudayaan (Peran Acara Karang Tumaritis di TVRI Stasiun Daerah Istimewa Yogyakarta Sebagai Media Pelestarian Kebudayaan Jawa di Masyarakat Yogyakarta). Skripsi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Media massa seperti televisi, radio, surat kabar, majalah, dan internet sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat. Terutama televisi sebagai media massa yang paling dekat dan paling mudah untuk diakses oleh setiap lapisan masyarakat. Televisi menyajikan acara-acara yang sifatnya bisa hiburan, pendidikan, dan menambah pengetahuan serta pengalaman baru bagi pemirsanya. Sehingga acara-acara di televisi sangat disukai oleh setiap orang. Namun, sayangnya acara-acara yang mengangkat tentang kebudayaan minim jumlahnya. Kebudayaan asli Indonesia seperti halnya kebudayaan Jawa seharusnya memiliki tempat di televisi. Namun, sayangnya acara yang berisi kebudayaan seperti kebudayaan Jawa masih sedikit di televisi. Salah satu contoh acara kebudayaan di televisi adalah Karang Tumaritis. Program ini ditayangkan oleh TVRI Stasiun Daerah Istimewa Yogyakarta. Karang Tumaritis berisi dialog tentang kebudayaan Jawa dan bagaimana kaitannya dengan perkembangan masa sekarang di Yogyakarta. TVRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik di Indonesia mempunyai tugas memberikan pelayanan informasi, pendidikan, dan hiburan yang sehat, kontrol, dan perekat sosial, serta melestarikan budaya bangsa untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian, untuk Daerah Istimewa Yogyakarta yang berbasis kebudayaan Jawa, maka TVRI Stasiun DIY memiliki misi yang salah satu diantaranya yaitu menjadi pusat pelayanan informasi yang utama serta menyajikan hiburan yang sehat dengan mengoptimalkan potensi daerah dan kebudayaan yang tumbuh dan berkembang di DIY. Untuk penelitian tentang acara televisi dan pelestarian kebudayaan ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif. Lokasi penelitian yaitu di TVRI Stasiun Daerah Istimewa Yogyakarta di Jalan Magelang km. 4,5 Yogyakarta. Teknik pengumpulan data yang dipakai oleh penulis yaitu berasal dari sumber dan jenis data utama seperti catatan tertulis atau melalui perekaman. Kemudian untuk sumber tertulisnya yaitu menggunakan arsip tentang Karang Tumaritis. Penulis juga menggunakan pengamatan, wawancara, dan catatan lapangan. Sedangkan untuk teknik analisa data, penulis menggunakan Model Analisis Data Interaktif Miles dan Huberman. Kemudian selanjutnya teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan ketekunan atau keajegan pengamatan dan triangulasi. Triangulasi yang diambil yaitu triangulasi sumber dan metode. Dari hasil analisa data yang telah dilakukan oleh penulis maka diperoleh jabaran tentang peran Karang Tumaritis sebagai media pelestarian kebudayaan Jawa. Peran-peran itu terbentuk dari tujuan Karang Tumaritis dan hasil analisa data setelah penelitian. Dari hasil analisa data, ternyata penulis juga mendapatkan kendala Karang Tumaritis dalam melestarikan kebudayaan Jawa. Namun, kendala tersebut tidak berdampak besar bagi keberhasilan commit Karang to user Tumaritis sebagai media yang membantu pelestarian kebudayaan Jawa di masyarakat Yogyakarta. Dari hasil penelitian dan analisa data, maka peran Karang Tumaritis sebagai media pelestarian kebudayaan Jawa di masyarakat Yogyakarta adalah pertama, mewartakan nilai-nilai luhur yang terdapat di dalam kebudayaan Jawa kepada masyarakat luas. Kedua, membangun kembali spirit kehidupan bermasyarakat sesuai dengan nilai-nilai luhur kebudayaan Jawa. Ketiga, melestarikan berbagai produk kebudayaan Jawa. Keempat, sarana dialog interaktif melalui televisi yang mencerdaskan audien untuk bidang budaya. Dan kelima, sarana sosialisasi programprogram pelestarian kebudayaan Jawa di Yogyakarta. Sedangkan kendalanya adalah masalah pendanaan, belum menggandeng anak-anak muda, teknologi yang digunakan, SDM di TVRI yang kebanyakan sudah tua, menuntaskan obrolan ketika acara sedang berlangsung, eksklusifme pemirsanya yang hanya sebatas orang tua dan orang yang sadar kebudayaan, dan kurangnya waktu penanyangan karena hanya dua minggu sekali. Sebagai acara tentang kebudayaan Jawa, Karang Tumaritis mempunyai peran dalam melestarikan kebudayaan Jawa. Kelima peran tersebut merupakan peran yang penting untuk membantu proses pelestarian kebudayaan Jawa di Yogyakarta. TVRI Stasiun Daerah Istimewa Yogyakarta telah menyediakan ruang untuk pelestarian kebudayaan Jawa melalui acara televisi yaitu Karang Tumaritis. commit to user BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Media massa telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia pada umumnya. Media massa seperti televisi, radio, surat kabar, majalah, dan internet kini sudah dianggap sebagai sahabat. Dengan adanya perkembangan teknologi komunikasi yang pesat, maka segala macam informasi yang diinginkan oleh masyarakat bisa diperoleh melalui media massa. Sebagai bagian dari media massa, televisi adalah media yang paling dekat dengan masyarakat. Televisi mampu memberikan manfaat terhadap kelangsungan hidup manusia. Manfaat-manfaat tersebut di antaranya yaitu mampu menumbuhkan aspirasi, mengembangkan dialog, mampu mengenalkan norma-norma sosial, menumbuhkan selera, dan sebagai pendidik. Kemudian, sebagai media massa, televisi juga mempunyai fungsi untuk menyampaikan informasi, baik berisi pengetahuan maupun pendidikan. Selain itu televisi bisa menggugah kesadaran masyarakat melalui tayangannya. Manfaat lain yang bisa didapat dari televisi diantaranya yaitu memperluas wawasan, dimana melalui televisi pemirsa bisa melihat hal baru di luar sana yang belum pernah dilihatnya. Kemudian, televisi bisa memberikan pengalaman hidup. Dengan menonton televisi, tanpa harus pergi ke tempat kejadian, pemirsa bisa langsung melihat dan merasakan apa yang terjadi di tempat lain. Dan yang terakhir adalah mampu menyediakan hiburan di dalam rumah. Hiburan jenis ini bisa commit to user didapatkan dengan menonton acara-acara di televisi untuk menghilangkan rasa bosan. Televisi menjadi sangat populer di mata masyarakat karena mempunyai pilihan acara yang menarik untuk ditonton. Dari semua program acara tersebut, ada yang ditujukan untuk anak-anak, remaja, hingga dewasa. Namun, sayangnya hingga saat ini ada sedikit sekali acara terutama pada televisi yang menyajikan tentang kebudayaan. Padahal kebudayaan adalah sesuatu yang penting di dalam kehidupan sosial manusia. Dengan adanya televisi yang mengangkat kebudayaan sebagai isi acaranya, maka televisi bisa memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang kebudayaan bangsa yang telah menjadi identitas Indonesia. Dalam rangka memberikan pengetahuan kepada masyarakat, televisi menyuguhkan program-program yang bervariasi. Mulai dari program yang berisi hiburan hingga pengetahuan. Program yang berisi pengetahuan bisa didapatkan dari program yang memberikan tayangan mendidik seperti masalah kebudayaan. Kebudayaan yang dimaksud yaitu kebudayaan asli dari bangsa, yang merupakan kebudayaan yang beragam dan memiliki nilai luhur dalam membentuk kepribadian atau jati diri bangsa. Dengan adanya televisi, maka acara kebudayaan bisa ikut ditampilkan, selain untuk mendidik generasi bangsa, salah satu tujuannya yaitu pelestarian kebudayaan. Namun, kita mendapati bahwa salah satu tantangan terbesar dalam masalah pelestarian budaya tradisional bangsa yaitu generasi muda yang kurang tertarik terhadap hal-hal berbau tradisi karena dianggap kuno dan ketinggalan jaman. Untuk menghadapi keadaan itu, maka pemerintah dan segenap kelompok masyarakat yang peduli terhadap kebudayaan tidak hanya diam saja. Mengingat kebudayaan tradisional patut dilindungi dan dilestarikan, maka media massa termasuk televisi menjadi medium yang baik untuk memulai commit proses to user pelestarian kebudayaan asli Indonesia. Melalui berbagai macam pengemasan acara, kebudayaan bisa menjadi tontonan yang menarik bagi pemirsa. Ki Manteb Soedharsono menyatakan pendapatnya tentang tantangan dalam upaya melestarikan kesenian wayang yang merupakan bagian dari kebudayaan tradisional Jawa. Salah satu tantangan terbesarnya adalah regenerasi. Dalam upaya pelestarian, seharusnya pemerintah, seniman, dan masyarakat bekerja sama. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah tersedianya ruang di media massa untuk kesenian tradisional. Inilah yang dianggap oleh dalang kondang tersebut masih terbatas (Reko Suroko, Butuh Ruang di Media Massa, Wawasan Minggu, 27 Juli 2010, halaman 3). Sedangkan menurut Drs. Tashadi, peneliti Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta bahwa dalam budaya tradisional terkandung nilai-nilai luhur pembentuk jati diri bangsa. Ketika nilai-ni
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks