Penilaian Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Menggunakan Metode EVA (Economic Value Added) (Studi Kasus pada PT. Krakatau Steel Tbk Periode )

Please download to get full document.

View again

of 12
139 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
Penilaian Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Menggunakan Metode EVA (Economic Value Added) (Studi Kasus pada PT. Krakatau Steel Tbk Periode ) Meutia Dewi Fakultas Ekonomi, Universitas Samudra
Document Share
Document Transcript
Penilaian Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Menggunakan Metode EVA (Economic Value Added) (Studi Kasus pada PT. Krakatau Steel Tbk Periode ) Meutia Dewi Fakultas Ekonomi, Universitas Samudra Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kinerja keuangan PT. Krakatau Steel Tbk tahun 2012 sampai dengan tahun 2016 berdasarkan metode EVA. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data laporan keuangan tahun Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis statistik deskriptif. Dari analisis data berdasarkankan metode EVA menunjukkan kinerja yang kurang baik karena selama 5 tahun penelitian EVA perusahaan menunjukkan nilai negatif ((EVA 0). Pada tahun 2012 nilai EVA sebesar US$ Kemudian tahun 2013 nilai EVA naik menjadi -US$ , dan di tahun 2014, 2015 nilai EVA kembali mengalami penurunan yang signifikan sebesar US$ dan US$ Tahun 2016 perusahaan kembali belum mampu meningkatkan nilai EVA hingga sebesar US$ hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan belum mampu menciptakan nilai tambah bagi para pemegang sahamnya. Kata Kunci: Kinerja Keuangan, Laporan Keuangan, EVA PENDAHULUAN Pada umumnya perusahaan merupakan salah satu kegiatan perekonomian dalam dunia usaha yang berubah setiap saat dengan harapan dapat melangsungkan kehidupan usahanya untuk mewujudkan harapan tersebut. Suatu perusahaan didirikan dengan berbagai tujuan, antara lain untuk memperoleh laba, memaksimalkan nilai saham, meningkatkan penjualan, meningkatkan pelayanan dan lain sebagainya. Sehingga perusahaan yang mengalami penurunan penjualan secara terus menerus adalah hal yang dinilai buruk karena tidak dapat mencapai tujuannya. Perkembangan dunia bisnis saat ini mengharuskan perusahaan memiliki kinerja keuangan yang bagus untuk menarik pihak eksternal agar dapat menginvestasikan modal mereka ataupun mempertahankan investasi para investor. Penilaian kinerja terhadap perusahaan dimaksudkan untuk menilai dan mengevaluasi tujuan yang telah dicapai perusahaan dalam ukuran waktu yang telah ditentukan serta untuk memotivasi karyawan dalam mencapai sasaran organisasi dan dalam mematuhi standar perilaku yang telah ditetapkan sebelumnya, agar membuahkan tindakan dan hasil yang diinginkan oleh organisasi. Manajemen keuangan mempunyai peran yang penting dalam pengelolaan keuangan perusahaan, sehingga manajemen keuangan dituntut untuk menjalankan fungsinya secara efektif. Pihak manajemen perusahaan dalam melaksanakan usahanya memerlukan suatu alat pengukur kinerja keuangan untuk mengevaluasi perusahaannya. Menurut Fahmi (2013), kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturanaturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar. Pengukuran kinerja keuangan perusahaan timbul sebagai akibat dari proses pengambilan keputusan manajemen. Hal ini merupakan pekerjaan yang lebih kompleks karena akan menyangkut efektivitas pemanfaatan modal, efisiensi dan rentabilitas dari perusahaan. Meutia Dewi: Penilaian Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Menggunakan Metode EVA(Economic Value Added) Dalam melakukan penilaian kinerja keuangan, setiap perusahaan memiliki ukuran yang bervariasi sehingga antara perusahaan yang satu dan perusahaan yang lainnya berbeda. Ukuran yang sering digunakan dalam mengukur kinerja perusahaan adalah dengan menggunakan analisis rasio keuangan. Namun, analisis rasio keuangan masih mempunyai kelemahan-kelemahan, salah satu kelemahan dari rasio keuangan adalah kesulitan dalam memilih rasio yang tepat yang dapat digunakan untuk kepentingan stakeholder. Penilain kinerja keuangan dengan menggunakan rasio keuangan hanya berorientasi pada profit oriented, akan tetapi pada saat ini perusahaan dituntut untuk tidak hanya berorientasi pada profit namun juga harus berorientasi pada value. Untuk mengatasi kelemahan tersebut maka digunakan metode Economic Value Added (EVA). Economic Value Added (EVA) pertama kali dikembangkan oleh Stern dan Steward, seorang analisis keuangan dari perusahaan konsultan Stern and Steward Company pada tahun 1990-an (Sawir, 2009). Economic Value Added (EVA) merupakan ukuran yang dapat digunakan oleh banyak perusahaan untuk menentukan apakah suatu investasi yang diusulkan atau yang ada, dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap kekayaan pemegang saham. Berdasarkan pengertian tersebut Economic Value Added (EVA) adalah pengukuran kinerja keuangan perusahaan yang mempertimbangkan harapan-harapan pemegang saham dan kreditur dengan cara mengurangkan laba operasi setelah pajak dengan biaya tahunan dari semua modal yang digunakan perusahaan. Penerapan Economic Value Added (EVA) dalam suatu perusahaan akan lebih memfokuskan perhatian pada penciptaan nilai perusahaan, hal ini merupakan salah satu keunggulan Economic Value Added. Dengan pendekatan ini, pemegang saham dapat melihat berapa besar nilai tambah yang diraih perusahaan. PT Krakatau Steel Tbk merupakan perusahaan dibawah naungan BUMN yang bergerak di bidang manufaktur yang berdiri pada 31 agustus 1970 dalam masa pemerintahan presiden Soeharto yang berlokasi di Cilegon, Banten dan PT Krakatau Steel Tbk berperan sebagai produsen barangbarang industri terbesar di Indonesia. Perusahaan tersebut memproduksi barangbarang industri seperti besi, baja, pipa spiral dan lain-lain yang nantinya tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan baja nasional saja, namun dipasarkan ke dalam pasar internasional juga. Adapun laporan laba (rugi) PT. Krakatau Steel Tbk, berdasarkan laporan keuangan tahun 2012 sampai dengan tahun 2016 dapat dilihat melalui tabel 1 berikut ini: Tabel 1. Laporan Laba Rugi PT. Krakatau Steel Tbk Tahun Rugi 2012 (US$ ) 2013 (US$ ) 2014 (US$ ) 2015 (US$ ) 2016 (US$ ) Sumber: Laporan Keuangan PT. Krakatau Steel Tbk Dari tabel 1 dapat dilihat bahwa PT. Krakatau Steel Tbk dari tahun 2012 sampai 2016 terus-menerus mengalami kerugian. Kerugian perusahaan secara terus-menerus ini akan menjadikan perusahaan dinilai buruk dalam memperoleh laba dan dapat terjadi kebangkrutan, dengan demikian analisis kinerja keuangan dibutuhkan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan dari segi keuangan. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan PT. Krakatau Steel Tbk dengan menggunakan metode Economic Value Added (EVA). Analisis Laporan Keuangan Salah satu tugas penting manajemen dan investor setelah akhir tahun adalah menganalisis laporan keuangan perusahaan. Analisis ini didasarkan pada laporan keuangan yang sudah disusun. Menurut Harahap (2013), analisis laporan keuangan adalah menguraikan pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil dan melihat hubungannya yang bersifat Meutia Dewi: Penilaian Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Menggunakan Metode EVA(Economic Value Added) signifikan atau yang mempunyai makna antara satu dengan yang lain baik antara data kuantitatif maupun non kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui kondisi keuangan lebih dalam yang sangat penting dalam proses menghasilkan keputusan yang tepat. Tujuan analisis laporan keuangan menurut Harahap (2013), adalah: 1. Screening. Analisis dilakukan dengan melihat secara analisis laporan keuangan dengan tujuan untuk memilih kemungkinan investasi atau merger. 2. Forcasting. Analisis digunakan untuk meramalkan kondisi keuangan perusahaan di masa yang akan datang. 3. Diagnosis. Analisis dimaksud untuk melihat kemungkinan adanya masalahmasalah yang terjadi baik dalam manajemen operasi, keuangan atau masalah lain. 4. Evaluation. Analisis dilakukan untuk menilai prestasi manajemen, operasional, efisiensi, dan lain-lain. Pengertian Kinerja Keuangan Harmono (2009) menyatakan bahwa kinerja keuangan umumnya diukur berdasarkan penghasilan bersih (laba) atau sebagai dasar bagi ukuran yang lain seperti imbalan investasi (return on investment) atau penghasilan per-saham (earnings per-share). Sedangkan menurut Fahmi (2013), kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar. Tujuan Menilai Kinerja Keuangan Tujuan dari penilaian kinerja suatu perusahaan menurut Sucipto (2007) adalah sebagai berikut: 1. Mengelola operasi organisasi secara efektif dan efisien melalui pemotivasian karyawan secara maksimum. Dalam mengelola perusahaan, manajemen menetapkan sasaran yang akan dicapai dimasa yang akan datang dan di dalam proses tersebut dinamakan planning. 2. Membantu pengambilan keputusan yang bersangkutan dengan karyawan seperti promosi, transfer dan pemberhentian. Penilaian kinerja akan menghasilkan data yang dapat dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan yang bersangkutan dengan karyawan yang dinilai berdasarkan kinerjanya. 3. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan karyawan dan untuk menyediakan kriteria seleksi dan evaluasi program pelatihan karyawan. Jika manajemen puncak tidak mengenal kekurangan dan kelemahan yang dimilikinya, sulit bagi manajemen untuk mengevaluasi dan memilih program pelatihan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan karyawan. 4. Menyediakan umpan balik bagi karyawan mengenai bagaimana atasan mereka menilai kinerja mereka. Dalam organisasi perusahaan, manajemen atas mendelegasikan sebagian wewenangnya kepada manajemen dibawah mereka. 5. Menyediakan suatu dasar bagi distribusi penghargaan. Hasil pengukuran tersebut juga dapat dijadikan alat evaluasi kinerja manajemen selama ini apakah mereka telah bekerja secara efektif atau tidak. Jika berhasil mencapai target yang ditentukan mereka dikatakan berhasil mencapai target untuk periode atau beberapa periode. Economic Value Added (EVA) Istilah EVA mula-mula dipopulerkan oleh Stren Steward Management Service, yaitu sebuah perusahaan konsultan di AS sekitar tahun 90-an. EVA adalah salah satu cara untuk menilai kinerja keuangan. EVA merupakan indikator tentang adanya penambahan nilai dari suatu inventasi (Sawir, 2009). Nilai tambah ekonomi (Economic Value Added-EVA) adalah laba bersih (laba operasi dikurangi pajak) dikurangi total biaya modal tahunan. Pada dasarnya, EVA adalah laba residu dengan biaya modal sama dengan biaya modal aktual dari perusahaan (sebagai ganti dari suatu tingkat pengembalian minimum yang diinginkan perusahaan karena alasan lainnya). Jika EVA positif maka perusahaan sedang menciptakan kekayaan. Jika EVA negatif, maka perusahaan sedang Meutia Dewi: Penilaian Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Menggunakan Metode EVA(Economic Value Added) menyia-nyiakan modal. EVA membantu perusahaan untuk menentukan apakah uang yang didapatkannya lebih besar daripada uang yang digunakan untuk mendapatkan uang tersebut. Dalam jangka panjang, hanya perusahaan-perusahaan yang menghasilkan modal atau kekayaan yang dapat bertahan (Hansen dan Mowen, 2009). Menurut Brigham dan Houston (2010), EVA merupakan estimasi laba ekonomi usaha yang sebenarnya untuk tahun tertentu, dan sangat jauh berbeda dari laba bersih akuntansi di mana laba akuntansi tidak dikurangi dengan biaya ekuitas sementara dalam perhitungan EVA biaya ini akan dikeluarkan. Sedangkan menurut Tunggal (2008), EVA adalah suatu sistem manajemen keuangan untuk mengatur laba ekonomi dalam suatu perusahaan yang menyatakan bahwa kesejahteraan hanya dapat tercipta jika perusahaan mampu memenuhi semua biaya operasi (operating cost) dan biaya modal (cost of capital). Tujuan dan Manfaat Economic Value Added (EVA) Tujuan penerapan EVA diharapkan akan mendapatkan hasil perhitungan nilai ekonomis perusahaan yang lebih realistis. Hal ini disebabkan oleh EVA dihitung berdasarkan perhitungan biaya modal yang menggunakan nilai pasar berdasarkan kepentingan kreditur terutama para pemegang saham dan bukan berdasarkan nilai buku yang bersifat historis. Perhitungan EVA diharapkan juga dapat mendukung penyajian laporan keuangan sehingga akan mempermudah bagi para pengguna laporan keuangan diantaranya para investor, kreditur, karyawan, pemerintah, pelanggan dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya (Abdullah 2010). Menurut Abdullah (2010), manfaat yang diperoleh dari penerapan model EVA di dalam suatu perusahaan meliputi: 1. Penerapan model EVA sangat bermanfaat untuk digunakan sebagai pengukur kinerja perusahaan di mana fokus penilaian kinerja adalah penciptaan nilai (value creation). 2. Penilaian kinerja keuangan dengan menggunakan pendekatan EVA menyebabkan perhatian manajemen sesuai dengan kepentingan pemegang saham. 3. EVA mendorong perusahan untuk lebih memperhatikan kebijaksanaan struktur modalnya. 4. EVA dapat digunakan untuk mengidentifikasi proyek atau kegiatan yang memberikan pengembalian yang lebih tinggi daripada biaya modalnya. METODE PENELITIAN Jenis dan Sumber Data Adapun jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Jenis Data a. Data Kualitatif adalah data yang tidak dapat diukur dalam skala numerik (Kuncoro, 2009). Data kualitatif diperoleh dari PT. Krakatau Steel Tbk melalui situs dalam bentuk informasi yang bukan dalam bentuk angka-angka. Data kualitatif ini seperti gambaran umum perusahaan dan teori-teori yang berhubungan dalam penelitian ini. b. Data Kuantitatif adalah data yang dapat diukur dalam skala numerik (Kuncoro, 2009). Data kuantitatif dalam penelitian ini bersumber dari laporan keuangan PT.Krakatau Steel Tbk periode yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia. 2. Sumber Data Sumber data pada penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data yang telah dikumpulkan oleh lembaga pengumpul data dan dipublikasikan kepada masyarakat pengguna data (Kuncoro, 2009). Dalam penelitian ini, data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan, buku-buku, jurnal dan skripsi yang berhubungan dengan penelitian ini. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: 1. Tinjauan Pustaka (Survei Literatur) merupakan identifikasi, lokasi, dan analisis dari dokumen yang berisi Meutia Dewi: Penilaian Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Menggunakan Metode EVA(Economic Value Added) informasi yang berhubungan dengan permasalahan penelitian secara sistematis (Kuncoro, 2009). Data yang digunakan dalam penelitian ini seperti buku-buku yang ada di perpustakaan Universitas Samudera, jurnal dan skripsi yang terkait dengan penelitian ini. 2. Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu yang berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang (Sugiyono, 2010). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data-data keuangan dari PT. Krakatau Steel Tbk yang telah dipublikasikan di situs resmi Bursa Efek Indonesia yaitu dari tahun Metode Analisis Data Pada penelitian ini metode analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Sugiyono (2010) menyatakan statistik deskriptif yaitu statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Adapun alat analisis yang digunakan adalah Economic Value Added (EVA). Langkah langkah dalam menghitung EVA adalah sebagai berikut: 1. Menghitung Economic Value Added (EVA), Dengan rumus yang digunakan (Sartono, 2010): EVA NOPAT (WACC x Invested Capital) 2. Menentukan Net Operating Profit After Tax (NOPAT) Rumus yang digunakan (Brigham dan Houston, 2010): NOPAT EBIT( 1 T) NOPAT = Net Operating Profit After Tax EBIT = Earnings Before Interest and Tax T = Tingkat pajak 3. Biaya Modal (Capital Charges) Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut (Margaretha, 2011): Biaya Modal ( Capital Ch arg es) WACC x InvestedCapital a. WACC dihitung dengan rumus (Margaretha 2011:96): WACC W K W K d d Total Hutan g W d Total Hutan g Ekuitas Total Ekuitas We Total Hu tan g Ekuitas WACC = Weighted Average Cost of Capital W d W e k d e e = Jumlah Hutang terhadap Struktur Modal = Jumlah Modal terhadap Struktur Modal = cost of debt k e = cost of equity 1) Biaya Utang (Cost of Debt) Untuk menghitung biaya utang suatu perusahaan adalah sebagai berikut (Margaretha, 2011): k k ( 1 T) d k dbt dbt bebanbunga hu tan g jangka panjang beban pajak T ( tingkat pajak ) x100% lababersih sebelum pajak k = biaya utang setelah pajak d k dbt = tingkat bunga biaya utang sebelum pajak T = tingkat pajak 2) Biaya Ekuitas (Cost of Equity) Menurut Prawiranegoro (2008), cost of equity dapat dicari dengan menggunakan ROE (Return On Equity). ROE dapat dicari dengan menggunakan rumus: ke Laba Bersih Setelah Pajak ROE Total Ekuitas Meutia Dewi: Penilaian Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Menggunakan Metode EVA(Economic Value Added) b. Modal yang Diinvestasikan (Invested Capital) Dengan rumus sebagai berikut (Young dan O Byrne, 2008): Modal yang diinvestasikan = utang jangka panjang + ekuitas pemegang saham HASIL ANALISIS Dalam rangka menganalisis dan menilai kinerja keuangan pada PT. Krakatau Steel Tbk digunakan economic value added (EVA). Untuk menghitung EVA maka data keuangan yang diperlukan yaitu: 1. NOPAT (Net Operating Profit After Tax) 2. WACC (Weight Average Cost of Capital) 3. Total Modal yang Diinvestasikan (Invested Capital) Analisis NOPAT (Net Operating Profit After Tax) Langkah pertama dalam perhitungan EVA yaitu dengan menghitung besarnya NOPAT (Net Operating Profit After Tax). NOPAT merupakan keuntungan bersih dari operasi perusahaan setelah pajak (Brigham dan Houston, 2010). Hasil perhitungan NOPAT PT. Krakatau Steel Tbk seperti yang ditunjukkan pada tabel 2. Berdasarkan perhitungan NOPAT pada tabel IV-1, menunjukkan bahwa nilai NOPAT (Net Operating Profit After Tax) PT. Krakatau Steel Tbk pada tahun 2012 sebesar US$ Pada tahun 2013 NOPAT menurun menjadi -US$ Penurunan ini disebabkan karena terjadinya penurunan EBIT (Earning Before Interest Tax) dari US$ pada tahun 2012 menjadi -US$ pada tahun Kemudian pada tahun 2014 NOPAT PT. Krakatau Steel Tbk kembali mengalami penurunan yang signifikan menjadi -US$ disebabkan karena terjadinya penurunan EBIT menjadi -US$ Pada tahun 2015 NOPAT kembali mengalami penurunan yang signifikan menjadi -US$ , hal ini disebabkan karena PT. Krakatau Steel Tbk mengalami kerugian yang tinggi atau dengan kata lain memperoleh EBIT sebesar -US$ Kemudian NOPAT kembali meningkat pada tahun 2016 menjadi US$ yang disebabkan dengan meningkatnya EBIT menjadi US$ Berdasarkan uraian di atas terlihat bahwa dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2016 NOPAT perusahaan mengalami penurunan. Laba operasi perusahaan dapat ditingkatkan tanpa adanya tambahan modal, berarti manajemen dapat menggunakan aktiva perusahaan secara efisisen untuk mendapatkan keuntungan yang optimal. Tabel 2. NOPAT PT. Krakatau Steel Tbk Tahun (dinyatakan dalam ribuan dolar) Komponen Tahun NOPAT EBIT (1.067) (70.444) ( ) Beban Pajak (1.147) (25.961) (6.799) (14.375) Laba sebelum pajak (15.471) (14.747) ( ) ( ) ( ) Tax -26,43% 7,77% 14,19% 2,04% 7,36% 1-Tax 1,26 0,92 0,86 0,98 0,92 NOPAT Sumber: Laporan Keuangan PT. Krakatau Steel Tbk, diolah (2017) NOPAT = EBIT (1-Tax) beban pajak Tax x100% laba sebelum pajak Meutia Dewi: Penilaian Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Menggunakan Metode EVA(Economic Value Added) Tabel 3. WACC PT. Krakatau Steel Tbk Tahun (dinyatakan dalam ribuan dolar) Komponen WACC Tahun Beban Bunga Liabilities Jangka Panjang Tax -26,43% 7,77% 14,19% 2,04% 7,36% 1-Tax 1,26 0,92 0,86 0,98 0,92 K d 25,39% 22,19% 15,09% 18,95% 13,46% Total Hutang Total Ekuitas Total Hutang+Total Ekuitas W d 56,44% 55,78% 65,68% 62,30% 53,27% W e 43,56% 44,21% 34,32% 48,29% 46,73% Laba bersih setelah pajak (19.560) (13.600) ( ) ( ) ( ) ROE -1,75% -1,29% -17,59% -18,26% -9,82% WACC 7,61% 11,81% 3,87% 2,98% 2,58% Sumber: Laporan Keuangan PT. Krakatau Steel Tbk, diolah (2017) bebanbunga K d = ( 1 Tax) liabilities jangka panjang Total Hutan g W d Total Hutan g Ekuitas Total Ekuitas We Total Hu tan g Ekuitas Laba Bersih Setelah Pajak ROE Total Ekuitas WACC = W d x K d + W e x ROE Analisis WACC (Weight Average Cost of Capital) Setelah menghitung NOPAT, langkah kedua dalam perhitungan EVA adalah menghitung WACC pe
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks