PENGEMBANGAN SciDiPro DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SMK MELALUI LESSON STUDY

Please download to get full document.

View again

of 174
54 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
ILMU PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN LAPORAN PENELITIAN HIBAH PENELITIAN TIM PASCASARJANA-HPTP (HIBAH PASCA) TAHUN KE I PENGEMBANGAN SciDiPro DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SMK MELALUI LESSON STUDY
Document Share
Document Transcript
ILMU PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN LAPORAN PENELITIAN HIBAH PENELITIAN TIM PASCASARJANA-HPTP (HIBAH PASCA) TAHUN KE I PENGEMBANGAN SciDiPro DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SMK MELALUI LESSON STUDY Tahun ke-1 dari rencana 3 tahun Prof. Dr. Sudji Munadi NIDN Dr. Widarto NIDN Dr. Bernardus Sentot Wijanarka, M.T. NIDN DIBIAYAI OLEH DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL SURAT PERJANJIAN NOMOR : 062/SP2H/PL/DIT.LITABMAS/II/2015 PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA NOVEMBER, 2015 ii RINGKASAN Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model pembelajaran SciDiPro melalui lesson study yang terdiri dari (1) mengetahui bentuk pelatihan lesson study kepada guru teknik pemesinan di SMK Se-DIY; (2) mengembangkan model SciDiPro berbasis lesson study dalam implementasi Kurikulum 2013; (3) mengembangkan perangkat pembelajaran lesson study pada keahlian bidang teknik pemesinan; (4) mengembangkan assessment for learning pada keahlian bidang teknik pemesinan; (5) menerapkan model pembelajaran problem base learning (PBL) melalui lesson study pada keahlian bidang teknik pemesinan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian dan pengembangan ( Research and Development/R & D). Penelitian dilakukan selama 3 tahun. Pada tahun pertama membahas tentang kajian model pembelajaran SciDiPro ( Scientific, Discovery, dan Problem Based Learning) melalui lesson study. Upaya menghasilkan model pembelajaran yang efektif dan valid maka dilakukan beberapa kajian yang mencakup (1) pelatihan lesson study, (2) pengembangan perangkat pembelajaran lesson study, (3) pengembangan perangkat Assesment for Learning menggunakan Lesson Study, (4) penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Keempat kajian ini dilakukan dibeberapa sekolah, seperti SMKN 2 Yogyakarta, SMKN 3 Yogyakarta, SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, SMK PIRI 1 Yogyakarta, SMK Islam Yogyakarta, SMK N 2 Depok, dan SMKN 1 Seyegan. Pemilihan sekolah ini lebih mengkhususnya kepada SMK yang memiliki program keahlian teknik pemesinan. Subyek pada penelitian ini meliputi perwakilan guru-guru program keahlian teknik yang ada di SMKN 2 Yogyakarta, SMKN 3 Yogyakarta, SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, SMK PIRI 1 Yogyakarta, dan SMK Islam Yogyakarta. Selain itu, peserta didik kelas XI-A dan XI-B di SMK SMK N 2 Depok, serta peserta didik kelas XI-A SMKN 1 Seyegan. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan beberapa teknik yaitu teknik wawancara, observasi, angket, test, dan dokumentasi. Adapun, instrumen penelitian yang digunakan adalah (1) lembar wawancara, (2) kuesioner, (3) soal uraian, (4) lembar observasi, (5) cat atan anekdot, (6) kumpulan dokumen. Analisis yang digunakan pada penelitian tahun pertama adalah analisis kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari hasil penilaian pengetahuan, sikap, dan keterampilan, respon guru dan observer, dan respon peserta didik. Semua data yang mana menggunakan perhitungan yang berbeda-beda sesuai hasil yang ingin dicapai. Perhitungan data kuantitatif iii menggunakan software Microsoft Office Excel Sedangkan, data kualitatif diperoleh dari wawancara guru dan pengelola industri, catatan anekdot dari aktivitas belajar teori dan praktik peserta didik, dan penilaian diri pada kemajuan kerja praktik peserta didik. Hasil penelitian diperoleh dari kegiatan FGD untuk memvalidasi model pembelajaran SciDiPro. Kegiatan FGD yang dilakukan antara peneliti dengan 20 guru yang sudah mendapatkan pelatihan lesson study dari 5 SMK yaitu SMKN 2 Yogyakarta, SMKN 3 Yogyakarta, SMK Muh 3 Yogyakarta, SMK Piri 1 Yogyakarta, dan SMK Islam Yogyakarta. Kegiatan ini membahas terkait komponen plan (perencanaan), do (pelaksanaan), dan see (refleksi). Hasil kegiatan FGD menghasilkan model pembelajaran SciDiPro melalui lesson study dengan perangkat pendukung yang meliputi (1) panduan praktis lesson study, (2) perangkat silabus dan RPP lesson study, dan (3) instrumen assessment for learning dengan lesson study. Kelayakan dari model pembelajaran berdasarkan kegiatan FGD dilanjutkan pada penerapan model di pembelajaran teori dan praktik program keahlian teknik pemesinan. Hasil FGD diterapkan pada 4 kajian penelitian tantang pelatihan lesson study, pengembangan silabus dan RPP serta assessment for learning dengan lesson study, dan penerapan PBL. Pelatihan lesson study kepada 20 guru SMK se-kota Yogyakarta dihasilkan penelitian dengan eksperimen. Pelatihan menitikberatkan pada kompetensi pedagogik guru, motivasi mengajar guru, dan kesipan mengajar guru sebelum (pretest) dan sesudah ( posttest) diberi pelatihan lessosn study. Hasil pretest dan posttest pada kompetensi pedagogik guru menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kompetensi pedagogik guru sesudah diberikan pelatihan lesson study. Berdasarkan grafik menunjukkan rata-rata nilai pretest sebesar 94,65 dan rata-rata nilai posttest sebesar 107,25 sehingga mengalami peningkatan nilai sebesar 12,6. Apabila, dikonversikan ke nilai persentasi maka nilai kompetensi pedagogik guru mengalami peningkatan sebesar 13,31% sesudah dilaksanakannya pelatihan lesson study. Hasil pretest dan posttest pada motivasi mengajar guru terdapat perbandingan nilai pretest dan posttest yang diperoleh rata-rata nilai pretest sebesar 48,3 dan rata-rata nilai posttest sebesar 51,7. Hasil tersebut terjadi peningkatan sebesar 3,4. Apabila dikonversikan ke nilai persentasi terjadi peningkatan sebesar 7,03% sesudah dilaksanakannya pelatihan lesson study. Hasil pretest dan posttest pada kesiapan mengajar guru terdapat nilai pretest dan posttest yang diperoleh rata-rata nilai pretest iv sebesar 59,2 dan rata-rata nilai posttest sebesar 67. Perbandingan ini menghasilkan peningkatan sebesar 7,8. Apabila dikonversikan ke nilai persentasi maka diperoleh peningkatan sebesar 13,17% sesudah dilaksanakannya pelatihan lesson study. Hasil pelatihan lesson study ditunjang dengan penelitian pengembangan perangkat pembelajaran lesson study di SMK. Perangkat pembelajaran yang dibuat adalah silabus dan RPP mata pelajaran praktik pemesinan bubut. Hasil penelitian diawali dari tahapan analisis. Tahapan ini dimaksudkan untuk mencari kebutuhan pembelajaran praktik pemesinan bubut. Responden yang berpartisipasi adalah guru dan pengelola industri. Hasil dari tahapan analisis diperoleh rata-rata analisis kebutuhan silabus bagi guru adalah 3,53 dengan kategori sangat setuju dan kebutuhan RPP bagi guru adalah 3,45 dengan kategori sangat setuju. Hasil wawancara dianalisis bahwa kebutuhan silabus dan RPP yaitu: (1) disesuaikan dengan jumlah jam pelajaran, (2) pengembangan sesuai dengan kebutuhan sekolah, (3) dievaluasi secara rutin, dan (4) penerapan saintifik disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran. Analisis kebutuhan bagi pengelola industri rata-rata dihasilkan 3,45 dengan kategori sangat setuju. Tahapan perancangan silabus dan RPP lesson study. Perancangan produk membutuhkan masukan dari guru produktif teknik pemesinan dan pengelola industri. Hasil angket menunjukkan nilai rata-rata terhadap perancangan silabus bagi guru adalah 3,37 dengan kategori sangat setuju dan perancangan RPP bagi guru adalah 3,43 dengan kategori sangat setuju. Selain itu, hasil wawancara kepada guru dapat disimpulkan perancangan terhadap silabus dan RPP sebagai berikut: (1) sinergisitas dengan industri dalam mengembangkan silabus dan RPP, (2) pengembangan silabus dan RPP diterapkan melalui lesson study, (3) sosialisasi lesson study, (4) penilaian pada silabus dan RPP menggabungkan antara penilaian sekolah dengan industri, dan (5) pengembangan silabus dan RPP menggunakan pedoman Kurikulum 2013 secara menyeluruh. Analisis perancangan produk bagi pengelola industry adalah 3,5 dengan kategori sangat setuju. Hasil analisis kebutuhan, perancangan, dan sumber referensi digunakan sebagai acuan pada tahapan pengembangan. Produk yang dibuat adalah silabus dan RPP mata pelajaran praktik pemesinan bubut kelas XI. Komponen silabus menggunakan pedoman dari Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Komponen RPP menggunakan pedoman dari Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. v Kumpulan dokumen menghasilkan produk silabus dan RPP. Pembelajaran yang ada pada produk silabus dan RPP menggunakan pendekatan saintifik. Setiap mata pelajaran peserta didik harus mampu mengamati, menanya, mengumpulkan data, menganalisis/mengasosiasikan data, dan mengkomunikasi materi yang dipelajari. Pendekatan yang digunakan untuk mengukur tingkat aktivitas belajar peserta didik. Aktivitas belajar yang diwujudkan pada kemandirian dan keaktifan belajar peserta didik, khususnya mata pelajaran praktik pemesinan bubut. Oleh karena itu, tahapan pembelajaran tersebut mengharuskan peserta didik lebih aktif dalam belajar ( student centered), bukan pengetahuan lebih banyak disampaikan oleh guru (teacher centered). Hasil pengembangan produk silabus dan RPP diterapkan untuk mengetahui tingkat kelayakan produk. Kelayakan produk dilakukan dengan uji coba internal dan uji coba eksternal. Kedua uji coba ini bagian dari tahapan evaluasi dalam pengembangan produk. Uji coba internal diperoleh dari validasi instrumen dan validasi produk. Validasi instrumen bertujuan untuk memberikan judgement (keputusan) terhadap instrumen yang divalidasi oleh ahli. Validitas isi pada validasi instrumen penilaian silabus dan RPP, respon guru dan observer, dan respon peserta didik oleh ahli memiliki tingkat rata-rata validitas isi 0,57 dengan kategori sedang. Jadi, ketiga instrumen masih perlu di perbaiki dari segi isi ( content), baik relevansi isi maupun cakupan isi. Sedangkan, penilaian reliabilitas dari hasil validasi instrumen oleh 2 ahli/rater diperoleh data ICC 0,632 dengan kategori good agreement. Penilaian instrumen oleh 2 ahli/rater menghasilkan tingkat reliabel/keajekan yang tinggi. Uji coba internal yang berikutnya pada validasi produk. Validasi ini dinilai oleh 3 ahli/rater. Hasil validitas isi pada tiap item untuk menilai silabus mata pelajaran praktik pemesinan bubut menghasilkan rata-rata 0,841 dengan kategori sangat tinggi. Penilaian produk silabus lesson study menghasilkan koefisien yang sangat tinggi dan ketiga validator relatif sama dalam menilai silabus, sehingga item pada instrumen penilaian silabus valid untuk menilai produk silabus. Validitas isi pada tiap item untuk menilai RPP pada kompetensi praktik pembubutan ulir metrik dan withworth menghasilkan rata-rata 0,843 dengan kategori sangat tinggi. Hasil ini menunjukkan validasi produk RPP lesson study memiliki tingkat validitas yang sangat tinggi. Sedangkan, penilaian reliabilitas dari hasil validasi instrumen oleh 3 ahli/rater dari guru diperoleh data ICC 0,830 dengan kategori very good agreement pada silabus dan vi 0,736 dengan kategori good agreement pada RPP. Penilaian produk oleh 3 ahli/rater menghasilkan tingkat reliabel/keajekan yang sangat tinggi dan tinggi. Uji coba eksternal diperoleh dari data respon guru dan observer terhadap kegiatan lesson study, data penilaian efektivitas belajar peserta didik, dan data respon peserta didik terhadap proses pembelajaran. Data respon guru dan observer mengindikasikan bentuk evaluasi untuk mengetahui tingkat efektivitas pelaksanaan lesson study. Hasil rangkuman pada tabel menunjukkan 17 yang menilai sangat baik dan 3 yang menilai baik dari 20 penilaian oleh 5 responden. Secara keseluruhan, pelaksanaan lesson study selama 4 kali pertemuan sangat baik. Apabila, dihitung setiap pertemuan rata-rata mengalami naik dan turun, namun rata-rata kategori menilai sangat baik. Penilaian efektivitas belajar peserta didik diperoleh dari aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Aspek pengetahuan nilai rata-rata dari teori ulir dan pengerjaan WP. Nilai rata-rata soal uraian teori ulir adalah 79,63. Penilaian ini lebih tinggi dari standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) SMK Negeri 2 Depok Yogyakarta pada aspek pengetahuan sekitar 76. Sedangkan, penilaian isian pada penelitian pengembangan produk berbentuk penilaian work preparation (WP). Rata-rata nilai dari hasil pekerjaan WP oleh peserta didik diperoleh nilai 80,17. Penilaian tes uraian WP menunjukkan lebih tinggi dari standar KKM SMK Negeri 2 Depok Sleman pada penilaian aspek pengetahuan sekitar 76. Jenis penilaian sikap yang digunakan adalah observasi dan jurnal ( anecdotal record/catatan anekdot). Penilaian sikap tersebut dilakukan pada materi teori dan materi praktik. Materi teori ulir sebagai pengetahuan dasar sebelum menjalankan praktik pengerjaan ulir dengan menggunakan pendekatan saintifik. Penilaian observasi sikap belajar peserta didik dengan rating scale menghasilkan rata-rata nilai 2,99 dengan kategori sering pada pembelajaran teori di pertemuan ke-1. Penilaian pada pertemuan ke-2 sampai ke-4 adalah pembelajaran praktik yang menghasilkan nilai rata-rata 3,23 dengan kategori sering, nilai 3,22 dengan kategori sering. dan nilai 3,38 dengan kategori selalu. Penilaian ini menunjukkan sikap belajar peserta didik pada materi teori dan praktik ulir metrik dan withworth setiap pertemuan terjadi peningkatkan keaktifan belajar. Secara keseluruhan, keempat nilai rata-rata dihasilkan dengan kategori sering. vii Catatan anekdot diperoleh dari sikap belajar peserta didik pada pembelajaran teori dan praktik. Hasil catatan anekdot pada pembelajaran teori menghasilkan kegiatan belajar diantaranya (1) kegiatan diskusi; (2) presentasi; dan (3) mengerjakan soal uraian berlangsung. Pembelajaran praktik terdapat berbagai catatan sikap belajar peserta didik. Hasil catatan sikap pada pertemuan ke-2 sampai ke-4 yaitu (1) kegiatan saat memperhatikan pengantar praktik oleh guru; (2) bertanya kepada guru; (3) diskusi dengan teman; (4) me-setting benda kerja dan pahat; (5) mengatur kecepatan putar; (6) memahami gambar kerja dan WP; dan (7) membubut muka ( facing), rata ( roughing), bertingkat, alur, ulir metrik dan withworth, dan membuat laporan praktik. Penilaian keterampilan kerja terdiri dari penilaian diri, produk, unjuk kerja, dan tertulis. Penilaian diri dilakukan dengan mengisi kemajuan kerja peserta didik pada pembelajaran praktik. Penilaian kemajuan kerja dominan peserta didik aktif mengerjakan ulir metrik dan withworth pada pertemuan ke-3 dan ke-4. Penilaian Pembuatan ulir yang sudah selesai dinilai produknya oleh guru. Produk yang dikerjakan oleh peserta didik diperoleh nilai rata-rata 85,36. Penilaian tersebut meningkat dari standar KKM aspek keterampilan 80 di SMK Negeri 2 Depok Sleman. Oleh karena itu, penilaian produk mengalami peningkatan 5,36. Penilaian unjuk kerja yang dilakukan pada penelitian pengembangan produk adalah penilaian presentasi. Hasil presentasi pelajaran teori ulir oleh peserta didik diperoleh nilai rata-rata 83,88. Penilaian presentasi mengalami peningkatan dari standar KKM aspek keterampilan 80 di SMK Negeri 2 Depok Sleman. Oleh karena itu, penilaian produk meningkat sebesar 3,88. Penilaian tertulis pada penelitian pengembangan produk adalah penilaian laporan praktik ulir metrik dan withworth. Hasil pengerjaan laporan praktik diperoleh nilai rata-rata 81,5. Penilaian presentasi mengalami peningkatan dari standar KKM aspek keterampilan 80 di SMK Negeri 2 Depok Sleman. Peningkatan tersebut sebesar 1,5. Penilaian pada uji coba eksternal juga dihasilkan dari respon peserta didik terhadap proses pembelajaran. Respon peserta didik mencakup penilaian penyajian materi yang diperoleh dari pengisian kuisioner secara rata-rata peserta didik menilai penyajian materi berkategori baik dengan nilai 2,97. Sedangkan, penilaian respon peserta didik juga menilai aspek bahasa. Diperoleh rata-rata pada penggunaan bahasa berkategori baik dengan nilai 3. Pada penelitian yang lainnya dihasilkan pengembangan perangkat assessment for learning melalui lesson study. Pertama, penelitian dengan merancang instrumen viii sesuai dengan SKKNI yang ada. Rancangan yang dibuat selanjutnya dilakukan validasi pakar. Hasil validasi menghasilkan validitas isi sebesar 3,52 dengan kategori sangat baik dan uji reliabilitas menggunakan cohen kappa diperoleh nilai reliabilitas 0,737 tergolong reliabilitas tinggi, sehingga dapat dibuktikan bahwa rancangan perangkat awal penilaian yang digunakan merupakan perangkat yang reliabel. Kedua, perangkat selanjutnya dilakukan validasi lagi oleh para guru-guru melalui kegiatan FGD. Adapun hasil validasi menunjukan point 3,32 tergolong baik sekali. Selanjutnya hasil uji reliabilitas didapatkan 0,663, sehingga dapat dikategorikan perangkat termasuk kategori tinggi. Ketiga, uji coba produk yang terdiri dari uji coba terbatas dan diperluas. Rerata hasil ujicoba terbatas menunjukan nilai validitas 2,73 dan termasuk kategori sedang, sehingga perlu dilakukan perbaikan. Adapun uji reliabiltas menunjukan 0,601. Dan termasuk kategori good. Sehingga perangkat dapat digunakan untuk ujicoba diperluas dengan beberapa perbaikan. Uji coba diperluas menunjukan validitas bernilai 3,27 termasuk pada kategori tinggi sehingga dapat dikatakan perangkat penilaian valid. Sementara hasil uji reliabilitas 0,614 termaasuk dalam kategori tinggi. Sehingga dapat dikatakan perangkat valid dan reliabel. Hasil penelitian berikutnya untuk menunjang kelayakan model SciDiPro adalah penerapan PBL untuk meningkatkan prestasi peserta didik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan 2 siklus. Siklus pertama didapat hasil observasi kinerja siswa yang diperoleh nilai cukup dan siklus kedua kinerja siswa yang diperoleh nilai baik. Data hasil belajara peserta didik diperoleh posttest pada siklus pertama rata-rata nilai 7,80 dan siklus kedua rata-rata nilai 9,13. Hasil penelitian pada tahun pertama terdapat beberapa saran untuk ditingkatkan pada tahun kedua. Saran pada penelitian model pembelajaran SciDiPro di SMK sebagai berikut. 1. Kegiatan pelatihan lesson study lebih disebar luaskan ke seluruh guru produktif di SMK DIY. 2. Kegiatan uji coba eksternal diupayakan untuk diterapkan ke seluruh kabupaten di DIY. 3. Penerapan lesson study secara komprehensif dapat dilakukan dengan membuat tim untuk menjadwal pelaksanaan lesson study di SMK yang ada di DIY. ix CAPAIAN INDIKATOR KINERJA No Penelitian Hibah Tim Pascasarjana tahun I yang berjudul: Pengembangan Pengembangan SciDiPro dalam Implementasi Kurikulum 2013 di SMK melalui Lesson Study melibatkan 6 mahasiswa S-2 Prodi PTK, Program Pascasarjana UNY yang terdiri sebagai berikut. Nama Mahasiswa/NIM Haris Abizar/ Rivandra Rezani/ Endri Triwiyono/ B. Agus Munadi/ Adi Irfan R/ Tristiyanto/ Judul Tesis Pembimbing Keterangan Pengembangan Perangkat Pembelajaran Lesson Study pada Paket Keahlian Teknik Pemesinan di SMK Pengaruh Pelatihan Lesson Study terhadap Kompetensi Pedagogik, Motivasi Mengajar, dan Kesiapan Mengajar Guru SMK di Kota Yogyakarta dalam Implementasi Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik Pengembangan Perangkat Assessment for Learning melalui Lesson Study pada Kompetensi Praktik Pemesinan Siswa SMK sesuai Kurikulum 2013 Implementasi Problem Based Learning untuk Meningkatkan Prestasi Siswa pada Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Las Oxy Asitilin di SMK Implementasi Discovery Inquiry pada Pelajaran Pengukuran di SMK Analisis Dokumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Sebagai Evaluasi Pemahaman Guru Pada Tuntutan Kurikulum Melalui Kegiatan Lesson Study Dr. Bernardus Sentot Wijanarka, M.T. Dr. Widarto, M.Pd. Dr. Wagiran, M.Pd. Dr. Sunaryo Soenarto Prof. Thomas Sukardi, M.Pd. Dr. Istanto Wahyu Djatmiko Lulus Lulus Progres Bab IV-V Progres Bab IV-V Progres Bab I-III Progres Bab I-III x PRAKATA Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmatnya sehingga penelitian dan laporan ini dapat selesai. Penelitian ini selama 3 tahun memiliki tujuan untuk: (1) Mengembangkan model teoritis SciDiPro dalam implementasi Kurikulum 2013 melalui Lesson Study; (2) Menerapkan SciDiPro dalam proses pembelajaran Kurikulum 2013 melalui kegiatan Lesson Study tentang pengembangan dan implementasi Scie
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks