Pengaruh Profitabilitas, Free Cash Flow, dan Ukuran Perusahaan pada Nilai Perusahaan. Putu Ayu Widiastari 1 Gerianta Wirawan Yasa 2

Please download to get full document.

View again

of 25
227 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
DOI: https://doi.org/ /eja.2018.v23.i02.p06 Pengaruh Profitabilitas, Free Cash Flow, dan Ukuran Perusahaan pada Nilai Perusahaan Putu Ayu Widiastari 1 Gerianta Wirawan Yasa 2 1 Fakultas Ekonomi
Document Share
Document Transcript
DOI: https://doi.org/ /eja.2018.v23.i02.p06 Pengaruh Profitabilitas, Free Cash Flow, dan Ukuran Perusahaan pada Nilai Perusahaan Putu Ayu Widiastari 1 Gerianta Wirawan Yasa 2 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (Unud), Bali, Indonesia Telp: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (Unud), Bali, Indonesia ABSTRAK Tujuan perusahaan bukan hanya untuk memperoleh keuntungan, namun juga berorientasi pada kemakmuran pemegang saham melalui peningkatan nilai perusahaan. Nilai perusahaan dicerminkan dari harga sahamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh profitabilitas, free cash flow, dan ukuran perusahaan pada nilai perusahaan. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan consumer goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 24 perusahaan dengan metode pengambilan sampel menggunakan metode non probability sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi non partisipan. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa profitabilitas dan ukuran perusahaan mempunyai pengaruh positif pada nilai perusahaan. Sementara free cash flow tidak berpengaruh pada nilai perusahaan. Kata Kunci: profitabilitas, free cash flow, ukuran perusahaan, nilai perusahaan ABSTRACT The company's goal is not only to gain profit, but also to shareholder prosperity through enhancing corporate value. Company value is reflected from its share price. This study aims to determine the effect of profitability, free cash flow, and firm size on the value of the company. This study was conducted on consumer goods companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the period The number of samples used are 24 companies with sampling method using non probability sampling method. Data collection method used is non participant observation. The analysis technique used is multiple linear regression analysis. Based on the results of the analysis found that the profitability and size of the company have a positive influence on the value of the company. While free cash flow does not affect the value of the company. Keywords: profitability, free cash flow, company size, corporate value PENDAHULUAN Tujuan perusahaan bukan hanya berorientasi pada memaksimalkan keuntungan saja, namun perusahaan juga berfokus pada meningkatkan kemakmuran pemilik atau para pemegang saham melalui peningkatan nilai perusahaan (Salvatore, 2005). Nilai perusahaan adalah harga saham yang bersedia dibayar oleh calon pembeli (pemegang saham atau investor) apabila perusahaan dijual. Nilai suatu 957 Putu Ayu Widiastari dan Gerianta Wirawan Yasa. Pengaruh perusahaan sangatlah penting bagi pemilik perusahaan karena hal tersebut merupakan persepsi investor terhadap tingkat keberhasilan kinerja perusahaan yang dikaitkan dengan harga saham. Harga saham memiliki korelasi yang positif terhadap nilai perusahaan karena harga saham yang tinggi maka akan meningkatkan nilai perusahaan. Suharli (2006) menyatakan bahwa harga saham yang meningkat akan meningkatkan nilai perusahaan yang ditandai dengan tingkat pengembalian investasi yang tinggi kepada pemegang saham. Nilai perusahaan yang tinggi akan membuat pasar percaya pada kinerja perusahaan dan yang lebih penting bahwa perusahaan memiliki prospek yang baik di masa mendatang. Terdapat beberapa cara yang digunakan untuk mengukur nilai perusahaan, salah satunya dengan menggunakan Tobin s Q. Rasio Tobin s Q digunakan untuk melihat bagaimana reaksi pasar atau penilaian pasar terhadap perusahaan dari berbagai aspek yang dilihat oleh pihak luar termasuk investor. Menurut Smithers dan Wright (2008:40), Tobin s Q memiliki keunggulan seperti Tobin s Q mencerminkan aset perusahaan secara keseluruhan, mencerminkan sentimen pasar (misalnya analisis dilihat dari prospek perusahaan atau spekulasi), mencerminkan modal intelektual perusahaan. Meningkatkan laba dan nilai perusahaan merupakan hal yang saling berkaitan karena merupakan hal yang penting bagi kelangsungan hidup perusahaan. Nilai perusahaan juga dipengaruhi oleh besar kecilnya profitabilitas yang dihasilkan. Menurut Wiagustini (2010:86), profitabilitas adalah kemampuan perusahaan menghasilkan laba atau ukuran efektivitas pengelolaan manajemen 958 perusahaan. Para investor yang menanamkan investasinya pada suatu perusahaan bertujuan untuk mendapatkan return. Semakin tinggi profit yang mampu dihasilkan oleh perusahaan, maka semakin besar harapan investor untuk mendapatkan return yang tinggi dari perusahaan. Profitabilitas yang tinggi menunjukkan prospek perusahaan dimasa mendatang akan diprediksi menguntungkan oleh investor sehingga investor akan tertarik merespon sinyal positif yang diberikan, sehingga nilai perusahaan meningkat (Kusumayanti, 2016). ROA (Return On Assets) digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur variabel profitabilitas. ROA memiliki keunggulan seperti manajemen menjadi menitikberatkan perhatiannya pada laba yang maksimal, analisis ROA digunakan perusahaan dalam hal perencanaan, sebagai alat pengukur prestasi manajemen dalam efisiensi penggunaan modal yang menyeluruh. Chen dan Chen (2011), Pratama (2016), dan Garmayuni (2015) melakukan penelitian dan memperoleh hasil bahwa profitabilitas yang diproksikan dengan ROA memiliki pengaruh positif terhadap nilai perusahaan karena ROA yang semakin tinggi maka kemampuan perusahaan membayar dividen juga tinggi yang akan menarik investor sehingga nilai perusahaan akan meningkat melalui peningkatan harga saham. Namun, hasil berbeda diperoleh dari penelitian yang dilakukan oleh Yastini (2015) dan Herawati (2013) dimana ROA tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Selain profitabilitas, arus kas bebas (free cash flow) juga merupakan salah satu faktor yang dapat berpengaruh pada nilai perusahaan. Menurut Brigham dan 959 Putu Ayu Widiastari dan Gerianta Wirawan Yasa. Pengaruh Houston (2006) free cash flow adalah arus kas bebas yang dimiliki perusahaan yang diperuntukkan untuk dapat dibagikan kepada pemegang saham maupun didistribusikan kepada kreditur diluar arus kas yang dipergunakan perusahaan untuk menjalankan operasinya dan juga dijadikan indikator untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengembalikan keuntungan para pemegang saham. Perusahaan yang memiliki tingkat arus kas bebas tinggi cenderung akan mempunyai return lebih besar dibandingkan perusahaan dengan tingkat arus kas bebas yang rendah (Vogt dan Vu, 2000). Apabila perusahaan ingin memaksimalkan nilai perusahaannya maka free cash flow yang dimiliki harus dibayarkan kepada para pemegang saham dalam bentuk dividen. Free cash flow yang tinggi akan berdampak pada meningkatnya nilai perusahaan, yang diindikasikan melalui kinerja perusahaan yang tinggi sehingga harga saham perusahaan pun menjadi tinggi (Arfan, 2013). Gregory dan Wang (2010) menemukan bahwa apabila perusahaan memiliki free cash flow yang tinggi maka perusahaan akan menghasilkan return yang lebih baik daripada perusahaan yang memiliki free cash flow yang rendah. Pada prinsipnya, free cash flow yang dimiliki perusahaan digunakan untuk mendanai proyek, membayar utang, dan dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen (Dewi, 2016). Penelitian yang dilakukan oleh Wang (2010) pada perusahaan go public di Taiwan, free cash flow berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, ini berarti bahwa semakin tinggi free cash flow yang ada di perusahaan maka kinerja perusahaan akan semakin baik. Penelitian lain yang dilakukan oleh Arfan (2013) serta Andini dan Wirawati (2014) memperoleh hasil free cash flow berpengaruh 960 positif pada nilai perusahaan. Berbeda dengan Yudianti (2005) dan Naini (2014), serta Arieska dan Gunawan (2011) memperoleh hasil free cash flow tidak berpengaruh pada nilai perusahaan. Faktor lainnya yang dikatakan dapat mempengaruhi nilai perusahaan adalah ukuran perusahaan, karena semakin besarnya ukuran perusahaan akan mempengaruhi mudahnya perusahaan mendapat sumber pendanaan (Dewi, 2013). Hasil penelitian yang dilakukan Nurhayati (2013) menemukan bahwa dalam membeli saham suatu perusahaan, investor juga mempertimbangkan ukuran perusahaan. Ukuran perusahaan dijadikan patokan dalam menilai kinerja perusahaan, dimana kinerja perusahaan yang bagus akan dapat meningkatkan total aset yang dimiliki sehingga ukuran perusahaan menjadi lebih besar. Perusahaan besar memiliki kecenderungan kondisi yang lebih stabil sehingga investor menjadi tertarik untuk membeli saham perusahaan tersebut yang berdampak pada meningkatnya nilai perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Armadi (2016) mendapatkan hasil bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan karena semakin besar ukuran perusahaan maka nilai perusahaannya akan meningkat. Hasil penelitian tersebut didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Analisa (2011) dan Nurhayati (2013). Sementara penelitian yang mendapatkan hasil bertentangan yaitu yang dilakukan oleh Dewi (2013) menemukan hasil bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Consumer goods merupakan salah satu faktor penting dalam perekonomian karena tingginya kebutuhan dan daya beli masyarakat Indonesia 961 Putu Ayu Widiastari dan Gerianta Wirawan Yasa. Pengaruh sehingga menjadi perhatian menarik bagi dunia bisnis dan investasi. Industri barang konsumsi terdiri dari beberapa subsektor yaitu subsektor makanan dan minuman, rokok, farmasi, kosmetik, dan peralatan rumah tangga. Berikut disajikan dalam tabel indeks harga saham perusahaan consumer goods dari tahun yang menarik untuk diamati seperti dibawah ini Indeks Harga Saham Consumer Goods INDEKS Gambar 1. Grafik Indeks Harga Saham Perusahaan Consumer Goods Tahun Sumber: Data diolah 2017 Berdasarkan Gambar 1. diatas dapat dilihat bahwa indeks harga saham perusahaan consumer goods pada tahun 2010 sampai dengan 2014 terlihat adanya peningkatan, namun di tahun 2015 terjadi sedikit penurunan. Indeks harga saham pada tahun 2010 adalah sebesar dan terus meningkat pada tahun 2011 hingga tahun 2014 yaitu masing-masing sebesar 1.315, 1.565, 1.782, dan Namun, pada tahun 2015 terjadi sedikit penurunan harga saham consumers goods menjadi Peningkatan indeks harga saham perusahaan consumers goods yang meningkat menandakan, bahwa perusahaan terus berupaya untuk dapat meningkatkan kinerja perusahaan sehingga mampu meningkatkan nilai perusahaan dan menarik investor. 962 Penelitian ini merupakan modifikasi dari penelitian yang dilakukan oleh Rudangga (2016). Hal yang membedakan dari penelitian sebelumnya yaitu Return On Assets (ROA) dipilih menjadi proksi dari profitabilitas karena semakin besar ROA maka semakin efektif perusahaan menggunakan aktivanya untuk beroperasi menghasilkan laba. Sesuai dengan teori sinyal bahwa semakin besar laba maka nilai perusahaan akan meningkat. Selain itu, dalam penelitian ini variabel free cash flow dipilih karena profitabilitas yang tinggi disertai dengan peningkatan free cash flow dapat menjadi good news perusahaan dalam meyakinkan pasar bahwa perusahaan memiliki kinerja yang baik, mampu memberikan return yang tinggi dan memiliki prospek yang baik di masa mendatang. Good news tersebut diharapkan dapat direspon dengan baik oleh investor sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan melalui peningkatan harga saham. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh profitabilitas, free cash flow, dan ukuran perusahaan pada nilai perusahaan. Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat mendukung aplikasi teori sinyal (signalling theory) terkait dengan faktor fundamental meliputi profitabilitas, free cash flow, dan ukuran perusahaan dalam mempengaruhi nilai perusahaan sehingga dapat menambah referensi bagi dunia pendidikan dan pihak-pihak yang berkepentingan dalam menilai suatu perusahaan. Menurut Wolk et al., (2001), teori sinyal menjelaskan alasan perusahaan menyajikan informasi untuk pasar modal terkait dengan aktivitas bisnisnya. Informasi merupakan unsur penting bagi investor dan pelaku bisnis karena menyajikan gambaran tentang kondisi perusahaan pada masa lalu, saat ini, dan masa yang akan datang mengenai kelangsungan hidup suatu 963 Putu Ayu Widiastari dan Gerianta Wirawan Yasa. Pengaruh perusahaan. Informasi yang lengkap, akurat, relevan, dan tepat waktu akan membantu para investor di pasar modal untuk melakukan analisis dalam pengambilan keputusan investasi. Signalling theory menjelaskan bahwa perusahaan didorong untuk dapat memberikan informasi laporan keuangannya kepada pihak eksternal (investor dan kreditor) untuk mencegah terjadinya asimetri informasi. Informasi yang diberikan perusahaan kepada pihak eksternal diharapkan dapat mengurangi terjadinya asimetri informasi antara pihak internal dan pihak eksternal sekaligus diharapkan dapat meningkatkan nilai perusahaan. Menurut Jogiyanto (2010) informasi yang dipublikasikan sebagai suatu pengumuman akan memberikan sinyal kepada investor. Apabila pengumuman tersebut mengandung nilai yang positif, maka pasar akan merespon dengan baik informasi tersebut sehingga akan terjadi perubahan dalam volume perdagangan dan perubahan harga saham dimana hal tersebut dapat mempengaruhi nilai perusahaan yang tercermin dari peningkatan harga saham perusahaan. Menurut signalling theory, pelaporan informasi keuangan terkait dengan kinerja perusahaan akan dapat meningkatkan nilai perusahaan. Semakin tinggi laba yang dihasilkan perusahaan akan menunjukkan bahwa kinerja keuangan perusahaan semakin baik dan prospek perusahaan kedepannya menjadi menjanjikan. Selain itu, pertumbuhan ROA akan dapat meyakinkan investor bahwa perusahaan mampu memberikan tingkat return investasi yang tinggi. Hal tersebut ditangkap sebagai sinyal positif oleh investor sehingga akan termotivasi 964 untuk meningkatkan transaksi permintaan sahamnya yang akan berdampak pada peningkatan nilai perusahaan. Ghosh dan Ghosh (2008), Chen dan Chen (2011) serta Dwipayana (2016) memperoleh hasil penelitian yaitu profitabilitas berpengaruh positif pada nilai perusahaan. Berdasarkan teori dan hasil penelitian terdahulu, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah. H 1 : Profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Free cash flow adalah dana yang dimiliki perusahaan diluar dana untuk modal kerja yang diperuntukkan untuk dapat dibagikan kepada kreditur maupun para pemegang saham (Ross et al., 2000). Menurut signalling theory, profitabilitas yang tinggi merupakan sinyal positif, ditambah lagi perusahaan memiliki free cash flow yang tinggi sehingga hal tersebut akan menambah keyakinan investor bahwa perusahaan mampu memberikan return yang tinggi dalam bentuk dividen. Jensen (1986) dalam Vogt dan Vu (2000) menyatakan bahwa harga saham dari perusahaan dengan free cash flow yang positif seharusnya akan terus mengalami peningkatan, karena manajemen didorong untuk meningkatkan pembayaran kepada pemegang saham. Tingginya free cash flow yang dimiliki di perusahaan akan menunjukkan semakin sehat perusahaan tersebut sebab perusahaan memiliki kas bebas yang tersedia yang dapat menunjukkan bahwa perusahaan dalam kondisi yang baik. Penelitian yang dilakukan oleh Al Zararee (2014), Tommy (2010), dan Wardani dan Siregar (2009) menunjukkan free cash flow berpengaruh positif 965 Putu Ayu Widiastari dan Gerianta Wirawan Yasa. Pengaruh terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan hal tersebut maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini. H 2 : Free cash flow berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Ukuran perusahaan adalah suatu skala atau nilai dimana perusahaan dapat diklasifikasikan besar atau kecilnya berdasarkan total aktiva, total penjualan, nilai saham dan sebagainya. Risqia (2013) menyatakan bahwa ukuran perusahaan adalah tingkat untuk menunjukkan perkembangan perusahaan dalam bisnis. Hal yang sama juga dinyatakan oleh Sujoko dan Soebianto (2007) dalam Kusumayanti (2016) bahwa perkembangan perusahaan ditunjukkan melalui ukuran perusahaan yang besar, hal tersebut akan menarik respon dari para investor secara positif sehingga akan meningkatkan nilai perusahaan. Menurut signalling theory, semakin besar ukuran perusahaan maka investor akan lebih tertarik untuk membeli sahamnya, sehingga akan meningkatkan permintaan saham perusahaan dan memacu naiknya harga saham perusahaan. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan dianggap memiliki nilai yang lebih besar di mata investor (Analisa, 2011). Penelitian yang dilakukan oleh Analisa (2011), Armadi (2016), dan Risqia (2013) membuktikan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap nilai perusahan. Berdasarkan teori dan dukungan dari hasil penelitian tersebut, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah. H 3 : Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. 966 METODE PENELITIAN Desain penelitian menunjukkan pengaruh langsung antara profitabilitas (ROA) dengan nilai perusahaan (Q), free cash flow (FCF) dengan nilai perusahaan (Q), dan ukuran perusahaan (Size) nilai perusahaan (Q). Lokasi penelitian ini yaitu perusahaan-perusahaan consumer goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode tahun dengan mengakses website resmi Bursa Efek Indonesia yaitu Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dengan sumber data sekunder yaitu laporan keuangan tahunan perusahaan consumers goods yang telah dipublikasikan untuk periode yang diakses melalui website resmi BEI yaitu Penelitian ini menggunakan 4 variabel yang terdiri dari varibel bebas yaitu profitabilitas, free cash flow, dan ukuran perusahaan serta variabel terikat yaitu nilai perusahaan. Nilai perusahaan dalam penelitian ini diproksikan dengan Tobin s Q. Alasan menggunakan rasio Tobin s Q karena rasio ini juga menggunakan unsur kewajiban yang juga digunakan sebagai dasar perhitungan, sehingga dapat menggambarkan perusahaan secara keseluruhan serta untuk melihat bagaimana reaksi pasar terhadap perusahaan. Rumus Tobin s Q adalah sebagai berikut (Suartawan dan Yasa, 2016) : Q= MVE+Debt TA.. (1) Keterangan : Q = Nilai Perusahaan MVE = Nilai pasar ekuitas (jumlah saham beredar x closing price) Debt = Nilai buku hutang TA = Nilai buku total asset 967 Putu Ayu Widiastari dan Gerianta Wirawan Yasa. Pengaruh Menurut Wiagustini (2010:86) profitabilitas adalah kemampuan perusahaan menghasilkan laba atau ukuran efektivitas pengelolaan manajemen peusahaan. Return On Assets (ROA) dipilih menjadi proksi profitabilitas karena melalui ROA dapat dilihat seberapa efektif perusahaan menghasilkan laba berdasarkan kekayaan yang dimiliki, sehingga semakin besar ROA maka semakin efektif perusahaan menggunakan aktivanya untuk beroperasi yang akan meningkatkan nilai perusahaan. ROA dihitung dengan menggunakan rumus : ROA = Laba Bersih Setelah Pajak x 100%... (2) Total Aset Free Cash Flow (FCF) merupakan kas yang tersedia dalam perusahaan yang sudah terbebas dari pajak serta biaya-biaya lain dalam perusahaan. FCF diproksikan denga rumus yang dikemukakan oleh Ross et al. (2000) sebagai berikut : FCF = AKO - PM - NWC...(3) Total Aset Keterangan : FCF = Free Cash Flow AKO = Aliran Kas Operasi perusahaan PM = Pengeluaran Modal bersih perusahaan NWC = Modal Kerja Bersih perusahaan (aset lancar kewajiban lancar) Ukuran Perusahaan (Size) merupakan besar kecilnya perusahaan yang dapat diukur melalui besar kecilnya total aset yang dimiliki oleh perusahaan. Rumus ukuran perusahaan : Size = Ln (Total Aset)... (4) Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan barang konsumsi (consumer goods) yang terdaftar di BEI yaitu sebanyak 33 perusahaan. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan metode 968 nonprobability sampling teknik purposive sampling, yaitu metode penentuan sampel dengan menggunakan kriteria-kriteria tertentu (Sugiyono, 2012:122). Kriteria-kriteria yang digunakan yaitu: 1) Perusahaan consumer goods yang terdaftar secara berturut-turut di BEI dan mempublikasikan laporan keuangannya dari tahun ; 2) Perusahaan consumer goods tidak mengalami kerugian. Berdasarkan kriteria
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks