PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBANTUAN MEDIA FLASH TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI KINGDOM ANIMALIA PADA SISWA KELAS X DI MAN FILIAL PONTIANAK

Please download to get full document.

View again

of 8
179 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBANTUAN MEDIA FLASH TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI KINGDOM ANIMALIA PADA SISWA KELAS X Dirga Mahardika Riandi 1), Hanum Mukti Rahayu 1), Arif Didik Kurniawan (1)
Document Share
Document Transcript
PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBANTUAN MEDIA FLASH TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI KINGDOM ANIMALIA PADA SISWA KELAS X Dirga Mahardika Riandi 1), Hanum Mukti Rahayu 1), Arif Didik Kurniawan (1) 1) Program StudiPendidikanBiologi, FKIP, UniversitasMuhammadiyah Pontianak Jalan. Ahmad Yani No. 111, Pontianak, Kalimantan Barat HP: , ABSTRAK Materi kingdom animalia merupakan salah satu materi yang diajarkan di MAN Filial Pontianak yang dianggap sulit oleh siswa, sehingga hasil belajar siswa belum mencapai KKM ( 75). Oleh sebab itu dibutuhkan model pembelajaran yang tepat agar hasil belajar siswa pada materi kingdom animalia dapat tercapai secara maksimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan dan pengaruh penggunakan model kooperatif tipe Jigsaw dan model konvensional ceramah terhadap hasil belajar siswa pada materi kingdom animalia kelas X di MAN Filial Pontianak tahun ajaran 2014/2015. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen dengan bentuk Quasy Exsperimental Design dengan rancangan Nonequivalent Control Group Design. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Alat pengumpul data yang digunakan adalah tes hasil belajar dan lembar observasi. Hasil uji U Mann-Whitney nilai hasil belajar siswa diperoleh angka signifikan sebesar 0,024 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan siswa yang diajar menggunakan model konvensional ceramah. Sedangkan perhitungan pengaruh menggunakan Effect Size diperoleh sebesar 0,6 atau sebesar 38,2% berdasarkan tabel interpretasi cohen s dengan kategori sedang. Kesimpulan dalam penelitian adalah terdapat perbedaan dan pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar. Katakunci:Jigsaw, Konvensional, Flash, Materi Kingdom Animalia, Hasil belajar. PENDAHULUAN Mata pelajaran biologi merupakan pelajaran yang terdiri dari banyak materi, di mana sebagian besar materi bersifat abstrak dan hafalan (Zulaikha, 2014: 48). Salah satu materi yang memiliki karakteristik tersebut adalah materi kingdom animalia. Materi kingdom animalia merupakan salah satu materi yang diajarkan di kelas X SMA pada semester genap. Pada materi animalia terdapat sembilan sub materi yaitu filum Porifera, Coelenterata, Platyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Arthopoda, Echinodermata, dan Chordata. Secara umum kesembilan sub materi kingom animalia memiliki konsep yang saling berkaitan, sehingga dengan cara belajar menghapal tidak cukup untuk mempelajari dan memahami materi kingdom animalia. Konsep dasar pada materi ini harus dipahami dengan baik oleh siswa karena digunakan terus pada materi selanjutnya yang berhubungan dengan materi animalia. Hasil wawancara yang dilakukan terhadap guru biologi dan siswa di MAN Filial Pontianak tahun ajaran 2013/2014 pada tanggal 18 Desember 2014 dan 7 maret 2015, serta observasi langsung dalam proses pembelajaran pada materi kingdom animalia diketahuiadanya permasalahan yaitu alokasi waktu pembelajaran hanya 6 jam pelajaran, cakupan materinya cukup banyak, siswa sulit untuk memahami materi tersebut, guru melakukan proses pembelajaran menggunakan media powerpoint, guru menggunakan bahan bacaan yang disediakan oleh sekolah dan guru masih menerapkan pola Teacher Centered Learning (TCL) dalam menyampaikan mata pelajaran biologi. Sehingga siswa menjadi pasif dan belum cukup memahami materi kingdom animalia. Kurangnya pemahaman konsep pada materi animalia tergambar dari persentase ketidaktuntasan hasil belajar siswa yang dapat dilihat padatabel Tabel 1.1 Persentase Ketidaktuntasan Hasil Belajar Siswa Pada Ulangan Harian Semester Genap Kelas X Madrasah Aliyah Negeri Filial Pontianak Tahun Ajaran 2013/2014 Persentase (%) MateriPelajaran Tuntas (T) TidakTuntas (TT) Fungi 69,05 30, 95 Kingdom Plantae 64,29 35,71 Kingdom Animalia 33,33 66,66 BerdasarkanTabel 1.1 diperoleh informasi 28 dari 42 siswa dikelas (66,66%) nilainya belum mencapai ketuntasan hasil belajar, yang diterapkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) disekolah yaitu 75. Berdasarkan uraian permasalahan di atas, perlu dilakukan langkah-langkah perbaikan dalam proses pembelajaran, salah satunya dengan menentukan model-model pembelajaran yang tepat. Salah satu model yang bisa diterapkan adalah model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Melalui model pembelajaran kooperatif tipejigsaw, materi kingdom animalia yang cakupan materinya luas dapat dipelajari oleh siswa dengan mudah. Karena dalam pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw materi yang cakupannya banyak dapat dibagikan menjadi sub materi yang akan mudah dipahami oleh siswa. Beberapapenelitian yang menunjukkan hasil yang positif terhadap hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw yaitu penelitian Maria (2013: 9), dimana hasil belajar siswa meningkat dari nilai rata-rata 65,78 menjadi 76,9 atau meningkat sebesar 11,12%, sedangkan hasil belajar siswa dengan metode konvensional nilai rata-rata siswa 61,1 menjadi 70,8 atau meningkat 8,8%. Kemudian penelitian Pranata (2013: 52), terdapat pengaruh yang signifikan menggunakan model pembelajaran Jigsaw dengan perolehan nilai rata-rata posttest di kelas ekperimen sebesar 67,56 dengan standar deviasi 11,51. Selain penggunaan model pembelajaran yang tepat. Penggunaan media yang tepat dapat membantu siswa. Salah satu media yang dapat digunakan yaitu media flash. Media flash menyediakan fasilitas slide powerpoint yang dapat dimodifikasi menjadi multimedia interaktifsehingga dapat memvisualisasikan konsep-konsep dan pokok materi kingdom animalia kepada siswa. Hal ini sesuai dengan pendapa Laksmi, dkk (2013: 6. Media pembelajaran berbasis multimedia yang telah dikembangkan dapat dikatakan sudah mencakup multimedia interaktif. Penelitian Sakti, dkk ( 2012: 9) menunjukkan hasil positif pada penggunaan media flash. Berdasarkan permasalahan dan fakta-fakta yang ditemukan, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai perbedaan dan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan berbantuan media flash terhadap hasil belajar biologi khususnya materi kingdom animalia. METODE PENELITIAN Metode dan Bentuk Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan bentuk desain quasi experiment design. Jenis desain yang digunakan dalam penelitian yaitu non equivalent control group design. Variabel Penelitian 1. Variabel Bebas Variabel bebas yang digunakan yaitu model pembelajarankooperatiftipejigsawdibantu dengan media Flashdan model pembelajaran konvensional (metodeceramah) dibantu dengan media Flash. 2. Variabel terikat Variabel terikat pada penelitian ini yaitu hasil belajar siswa kelas X MAN Filial Pontianak pada materi kingdom animalia. Populasi dan Sampel Seluruh populasi dalam penelitian iniadalah siswa kelas X MAN FilialPontianak tahun ajaran2014/2015 yang terdiri dari atas kelas XA, XB, danxc.teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu sampling purposive. Sampel dalam 2 penelitian ini menggunakan dua kelas yakni 2014/2015 sebagai kelas kontrol (Konvensional). Waktu dan Tempat Penelitian kelas XB 2014/2015 sebagai kelas eksperimen (Jigsaw) dan kelas XC Penelitian dilaksanakan pada tanggal 9 Mei - 21 Mei Tempat penelitian di MAN Filial Pontianak pada kelas XBdan XC Tahun Ajaran 2014/2015. Teknik dan Alat Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan pengukuran. Alat pengumpul data yang digunakan adalah lembar observasi dan tes. Soal tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah pilihan ganda sebanyak 30 soal. Teknik Analisis Data Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Hasil Belajar a. Pengolahan data hasil pretest dan posttest Penskoran hasil pretest dan posttest siswa diberi dengan skor 1 jika menjawab benar dan 0 jika menjawab salah. Skor akan di konversikan dengan menggunakan rumus di bawah ini: Nilai = X 100 (Majid, 2014: 343) b. Perhitungan perbedaan nilai hasi lbelajar siswa. Pengukuran hasil belajar didapat dan dianalisis dengan menggunakan nilai gain. (Gain= nilai posttest nilai pretest). Selanjutnya melakukan analisis statistic untuk menguji perbedaan hasil belajar, melalui uji sebagai berikut: 1) Uji prasyarat Uji normalitas nilai gain dengan menggunakan SPSS 17,0 for windows. Penelitian ini menggunakan uji Kolmogorov Smirnov dengan koreksi Liliefors dengan taraf signifikasi 0,05. Setelah dilakukan uji normalitas, bahwa kedua kelas tidak berdistribusi normal maka dilanjutkan dengan menggunakan uji statistik non parametric cuji U-Mann Whitney. 2) UjiU-Mann Whitney Untuk menentukan uji U Mann-Whithney dalam penelitian maka terlebih dahulu menentukan hipotesis yaitu: Menentukan hipotesis H o= Hasil belajar siswa kelas eksperimen Jigsaw sama dengan hasil belajar siswa kelas kontrol ceramah H a= Hasil belajar siswa kelas eksperimen Jigsaw lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar siswa kelas kontrol ceramah Kriteria pengujian berdasarkan probabilitas atau signifikansi yaitu: H 0 diterima jika Sig. 0,05 H 0 ditolak jika Sig. 0,05 2. Besar Pengaruh Untuk mengetahui berapa besar persentase pengaruh pada pembelajaran model kooperatif tipe Jigsaw berbantuan media flash terhadap hasil belajar siswa kelas X MAN Filial Pontianak pada materi kingdom animalia, maka digunakan effect size dengan rumus: ES = S X X 3 Keterangan : ES : Effect Size X X : : Rata-rata hitungteskelaseksperimen Rata-rata hitungteskelaskontrol S : Standardeviasikelaskontrol HASIL Ada pun hasil dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Tabel1.2:Nilai Rata-Rata Pretest, Posttest dan Nilai GainKelas Eksperimen dan Kontrol Kelas Pretest Postest Gain Kontrol 31,28 71,80 40,52 Eksperimen 32,97 77,66 44,69 Berdasarkan penelitian yang dilakukan nilai gain pada kelas kontrol yaitu 40,52 dan pada kelas eksperimen yaitu 44.69, hal ini berarti gain kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol 1. UjiPrasyarat Pengujian normalitas ini dilakukan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atautidak. Hasil uji normalitas data disajikan dalam tabel 1.3 berikut ini: Tabel 1.3: Uji Normalitas Nilai hasil belajar kelas eksperimen dan kontrol Kolmogorov-Smirnov a Kelas Statistik Df Sig. eksperimen kontrol Berdasarkan tabel 1.3, uji normalitas dengan uji Kolmogrov-Smirnov ternyata nilai signifikan hasil belajar kelas eksperimen = 0,000 dan kelas kontrol = 0,004, artinya kedua nilai hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki nilai signifikan 0,05. Maka H 0 ditolak artinya data tersebut tidak berdistribusi normal. Berdasarkan uji normalitas kedua kelas tidak berdistribusi normal, maka dilanjutkan dengan uji U-Mann Whitney. 2. UjiU Mann-Whithney Uji U Mann-Whithney dalam penelitian dilakukanuntukmengetahuiadatidaknyaperbedaanhasilbelajarantarakelaseksperimendankelaskontrol. Adapun uji U Mann-Whithney data gain tersebut adalah sebagai berikut: Tabel 1.4: Hasil Uji U Mann-Whitney Hasil Belajar Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Nilai U Mann-Whitney Asymp. Sig. (2-tailed) Berdasarkan tabel1.4diperoleh angka probabilitas, yaitu 0.024 0.05, maka H a diterima yang berarti hasil bahwa Hasil belajar siswa yang di ajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berbantuan media flash lebih tinggi dari pada hasil belajar biologi pada siswa yang diajar menggunakan model konvensional berbantuan media flash pada materi kingdom animalia di MAN Filial Pontianak. 4 3. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Siswa dengan PerhitunganEffect Size (ES) Pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berbantuan media flash terhadap hasil belajar maka dilakukan perhitungan Effect Size. Berdasarkan perhitungan menggunakan Effect Size (ES) diperoleh nilai sebesar 0,6 yang termasuk dalam kategori sedang dan memberikan pengaruh sebesar 38,2% berdasarkan tabel interpretasi cohen s. PEMBAHASAN 1. PerbedaanHasilBelajar Model PembelajaranKooperatifTipeJigsawdengan Model Konvensional Menurut Faridah (2012: 35) hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki oleh siswa setelah ia menerima pengalaman belajar. Cara mengetahui seberapa jauh siswa menguasai materi yang sudah diajarkan maka diperlukan serangkaian pengukuran menggunakan alat evaluasi. Hasil belajar yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pretest dan posttest. Perbandingan nilai gain kelas kontrol dan eksperimen dapat dilihatpadagambar1.1berikut : Nilai Gain Kontrol Eksperimen Hasil Belajar Gambar 1.1 Grafik nilai hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol Berdasarkan nilai gaindapat dilihat bahwa nilai kelas eksperimen yang diberikan pembelajaran menggunakan model kooperatif tipe Jigsaw lebih tinggi dibandingkan nilai kelas kontrol yang diberikan pembelajaran menggunakan model konvensional. Diketahui nilai gain untuk kelas eksperimen adalah 44,69, sedangkan nilai gain untuk kelas kontrol 40,52. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Maria (2013: 9),dimana hasil belajar siswa meningkat dari nilai rata-rata 65,78 menjadi 76,9 atau meningkat sebesar11,12%, sedangkan hasil belajar siswa dengan metode konvensional nilai rata-rata siswa 61,1 menjadi 70,8 atau meningkat 8,8%. Berdasarkan pengamatan saat proses pembelajaran, terlihat bahwa suasana belajar kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran kooperatiftipe Jigsaw terjadi adanya interaksi antara guru dan siswa dengan baik pada saat siswa dikelompokkan, mendiskusikan dan mempresentasikan hasil diskusinya. Hal ini dikarenakan siswa memahami perintah dan arahan dari guru yang sebagai fasilitator. Pembelajaran ini merupakan model pembelajaran yang mengutamakan adanya kerjasama antar siswa dalam menyelesaikan soal diskusi di dalam kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran. Para siswa dibagi kedalam kelompok-kelompok kecil berdasarkan tingkat kemampuannya yang berbeda, hal ini bermanfaat agar siswa saling membantu dan dapat meningkatkan kerjasama tim. Hal ini sesuai dengan pendapat Meilawati (2013: 38) bahwa manfaat dari model kooperatif tipe Jigsaw adalah mengembangkan kerja tim, keterampilan kooperatif dan menguasai pengetahuan secara mendalam yang tidak mungkin diperoleh apabila mereka mencoba untuk mempelajari semua materi sendirian. Pembelajaran berikutnya siswa diarahkan untuk mempelajari materi pelajaran yang telah ditentukan dalam penelitian ini yaitu kingdom animalia yang meliputi filum Porifera, Coelenterata, Platyhelminthes, Nemathelminthesdan Annelida. Adanya kelompok tersebut siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran berpusat pada siswa, yakni mempelajari materi pelajaran serta berdiskusi untuk memecahkan masalah. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Shoimin (2013: 93-94) bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw merupakan jalan yang efektif untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan dan daya 5 PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBANTUAN MEDIA FLASH TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI KINGDOM ANIMALIA PADA SISWA KELAS X pemecahan masalah, karena pada model pembelajaran ini dapat melibatkan lebih banyak siswa dalam menelaah materi yang tercangkup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut. Keberhasilan yang dicapai pada kelas eksperimen dapat terjadi karena hubungan antar siswa yang saling membantu, saling mendukung, dan peduli dalam kelompoknya pada proses pembelajaran. Siswa yang kurang paham akan dibantu temannya yang paham dalam kelompoknya. Terjadilah proses pembelajaran yang baik dalam kerjasamanya. Hal ini sesuai dengan pendapat Alsa (2010: 171) bahwa model kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan kerjasama kelompok. Kerjasama kelompok di dalam metode Jigsaw ini dapat membuat materi kingdom animalia yang cakupannya luas dapat dijadikan sub materi yang akan lebih mudah dipahami oleh siswa, sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. KemudianmenurutRusman (2011: 218) model pembelajaran kooperatif model jigsawadalahsebuah model belajar kooperatif yang menitik beratkan pada kerja kelompok siswa dalam bentuk kelompok kecil yang disebut dengan kelompok ahli, sehingga dapat mempengaruhi pola interaksisiswa agar lebihaktif. Hambatan yang terjadi pada saat penelitian dikelas eksperimen yaitu dimana guru ( peneliti) harus mengkondisikan siswa terlebih dahulu, siswa masih belum kondusif dalam menyesuaikan kelompok dan tempat duduk masing-masing. Guru (peneliti) juga harus membagikan LKS pada masing-masing kelompok, serta masih adanya siswa yang belum paham akan intruksi yang diberikan guru (peneliti). Hal ini menjadikan waktu yang tersita. Akibat dari hambatan tersebut kekurangan penerapan model kooperatif tipe Jigsaw ialah harus memerlukan waktu yang banyak. Namun, Guru (peneliti) sudah mengantisipasi agar jam pelajaran dapat terlaksana dengan efektif dan efisien dengan cara membagi kelompok diminggu sebelumnya. Pembelajaran pada kelas kontrol dilakukan dengan model konvensional dengan metode ceramah. Pada model ini, guru menyampaikan materi secara langsung dan dapat menyampaikan materi pelajaran dengan baik, serta dalam model konvensional dengan metode ceramah guru mudah dalam mempersiapkan dan melaksanakan proses pembelajaran, hal ini merupakan kelebihan dari metode ceramah. Hal ini sesuai dengan pendapat Djamarah dan Zain (2006: 97) bahwa model konvensional dengan metode ceramah guru lebih mudah mempersiapkan dan melaksanakan proses pembelajaran. Namun, model konvensional dengan metode ceramah ini membuat siswa menjadi pasif dan siswa belum maksimal dalam memahami materi. Hal ini sesuai dengan pendapat Hamdani (2011: 156) bahwa model konvensional dengan metode ceramah adalah bentuk penjelasan konsep, prinsip, dan fakta yang ditutup dengan tanya jawab antara guru dan siswa. Setelah guru menjelaskan materi guru membagikan LKS yang akan dikerjakan oleh siswa. Pada proses pembelajaran dikelas kontrol siswa belum memiliki konsep dasar yang maksimal tentang materi yang akan dipelajari dan pengetahuan yang diperoleh melalui penjelasan lebih cepat terlupakan dan siswa merasa bosan. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Djamarah dan Zain (2006: 97) metode ceramah terdapat kekurangan yaitu siswa menjadi rugi karena siswa mendapatkan informasi yang terbatas. Model konvensional juga membuat siswa menjadi bosan terhadap terhadap proses pembelajaran. Hal ini sesuai dengan pendapat Daud dan Fauzan (2011:41), penyampaianmateridenganmetodeceramah atau konvensional, membuatsiswamerasabosan. Model konvensional seperti ini yag menyebabkan hasil belajar siswa kelas kontrol lebih rendah dibandingkan hasil belajar siswa kelas eksperimen. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Azizah (2013:12) pembelajaran menggunakan model konvensional kurang m endukung dalam proses pembelajaran. Penelitian ini selain menerapkan dua model yang berbeda juga menerapkan media pembelajaran yaitu media flash untuk membantu proses pembelajaran. Menurut Asyhar (2011: 28), penting peran media dalam pembelajaran mengharuskan para pendidik untuk lebih kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan berbagai sumber belajar dan media. Media merupakan alat bantu mengajar termasuk salah satu komponen lingkungan belajar yang dirancang oleh pembelajar. Media pembelajaran merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran. Media flash juga mendukung model pembelajaran yang diterapkan karena media ini membantu dan melatih siswa untuk memahami konsep-konsep materi yang akan mereka kuasai. Proses pembelajaran seperti ini dapat meningkatkan pemahaman siswa. 6 Pada penelitian ini antara model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan model konvensional dengan metode ceramah sama-sama menggunakan alat bantu pembelajaran berupa media flash. Hanya saja terdapat perbedaan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, yaitu siswa dibimbing dan terlibat langsung dalam menggunakan media flash secara maksimal. Sedangkan model konvensional siswa hanya mendengarkan dan melihat guru (peneliti) menggunakan media flash dalam proses pembelaj
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks