PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, IKLIM ORGANISASI DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN PESISIR SELATAN

Please download to get full document.

View again

of 16
66 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, IKLIM ORGANISASI DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN PESISIR SELATAN ARTIKEL Oleh : APRI JUNAIDI NPM PROGRAM
Document Share
Document Transcript
PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, IKLIM ORGANISASI DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN PESISIR SELATAN ARTIKEL Oleh : APRI JUNAIDI NPM PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS BUNG HATTA 2015 PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, IKLIM ORGANISASI DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN PESISIR SELATAN Apri Junaidi ¹, Dwi Fitri Puspa ¹, Ice Kamela ¹ 1 Program Studi Manajemen, Program Pascasarjana Universitas Bung Hatta ABSTRACT The aims of this study was to analyze the effect of transformational leadership, organizational climate and motivation to job satisfaction in Regional Secretary Office, Soutern Pesisir Regency. The population of the study is civil servents who are currently working for Regional Secretary Office, Soutern Pesisir Regency. This study used all population members as respondent that accounted for 135 employess. In order to test hypotheses, this study conducted multiple regression analysis by using SPSS version 21. The results of analysis revealed that a) There was positive and significant effect of transformational leadership on job satisfaction, b) Organizational climate was found to have positive but not significant effect on job satisfaction, c) Motivation positive and significant influenced job satisfaction. The findings of this study provided practical recommendation, in terms of enhancing job satisfaction, it is needed to develop transformational leadership, organizational climate, and motivation. Keywords: Transformational Leadership, Organizational Climate, motivation, Job satisfaction. PENDAHULUAN Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Pesisir Selatan Nomor 10 Tahun 2010 Tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, Selatan mempunyai tugas dan fungsi membantu Kepala Daerah dalam penyusunan kebijakan Pemerintah Daerah, pengkoordinasian pelaksanaan tugas dinas daerah dan lembaga teknis daerah, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan Pemerintahan Daerah, pembinaan administrasi dan aparatur Pemerintahan Daerah, serta pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah sesuai dengan tugas dan fungsinya. Berbagai kompleksitas pekerjaan dan kegiatan yang ada menuntut pegawai pada Selatan harus mampu, cakap, dan terampil agar mencapai hasil kerja yang optimal, efektif dan efisien, akan tetapi hal tersebut tidak akan berarti jika pegawai tidak memiliki kepuasan kerja yang tinggi sehingga dapat mempengaruhi tujuan dan keberhasilan yang ingin dicapai organisasi secara keseluruhan. Kepuasan kerja adalah perasaan yang dimiliki oleh pegawai terhadap pekerjaannya baik secara keseluruhannya maupun terhadap aspek dalam pekerjaan sebagai hasil pengetahuan dan penilaian terhadap pekerjaan yang pada akhirnya akan mengarahkan pegawai pada tingkah laku tertentu (Luthans, 2006). Menurut Robbins dan Judge (2008: 107) kepuasan kerja sebagai perasaan positif tentang pekerjaan seseorang yang merupakan hasil dari sebuah evaluasi karakteristiknya. Mengelola sumber daya manusia organisasi bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan karena sumber daya manusia sangat sulit untuk diprediksi. Mereka memiliki kebutuhan, ambisi, sikap, kehendak, tanggungjawab, serta potensi yang berbeda-beda. Untuk itu diperlukan peran seorang pemimpin dalam mencapai tujuan yang sama. Kepemimpin transformasional diyakini lebih mampu menginspirasi para pengikutnya untuk mengenyampingkan kepentingan pribadi demi kebaikan organisasi dan mampu memiliki pengaruh yang luar biasa pada diri pengikutnya (Robbins dan Judge (2008). Yukl (2010: 320) mengemukakan bahwa para pemimpin transformasional membuat para pengikutnya menjadi lebih menyadari kepentingan dan nilai dari pekerjaan dan membujuk pengikut untuk tidak mendahulukan kepentingan diri sendiri demi organisasi. Singh dkk (2011) mengatakan bahwa iklim organisasi juga berdampak disetiap aktivitas dalam suatu organisasi secara langsung atau tidak langsung dan dipengaruhi oleh hampir segala sesuatu yang terjadi dalam organisasi, dikatakan pula iklim organisasi sebagai faktor pendorong utama yang bertanggungjawab untuk kepuasan dan ketidakpuasan karyawan. Selanjutnya, Wirawan (2007) menyatakan bahwa iklim organisasi adalah persepsi anggota organisasi baik secara individual ataupun kelompok yang secara tetap berhubungan dengan organisasi mengenai apa yang ada atau terjadi di lingkungan internal organisasi secara rutin yang mempengaruhi sikap dan prilaku organisasi. Pegawai yang memperoleh kepuasan kerja akan termotivasi untuk bekerja lebih lebih baik dibandingkan dengan pegawai yang tidak memiliki motivasi. Menurut Hasibuan (200 7) motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang agar mereka mau bekerjasama, bekerja efektif, dan terintegrasi dengan segala upayanya untuk mencapai kepuasan. Sementara itu, Siagian dalam Sutrisno (2009), menyatakan bahwa motif adalah keadaan kejiwaan yang mendorong, mengaktifkan atau mengerakan dan motif itulah yang mengarahkan dan menyalurkan perilaku, sikap dan tindak tanduk seseorang yang selalu dikaitkan dengan pencapaian tujuan baik tujuan organisasi maupun tujuan pribadi masing-masing anggota organisasi. Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan memiliki karyawan yang cukup banyak dan struktur organisasi yang cukup kompleks. Hal ini terlihat dari adanya sembilan Bagian serta karyawan yang menunjang di dalamnya. Setiap karyawan memiliki kemampuan dan keterampilan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya dengan berbagai macam latar belakang pendidikan, usia, dan kepribadian. Berdasarkan hasil survey pra penelitian yang dilakukan terhadap 15 orang pegawai pada Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan mengenai kepuasan kerja, diketahui bahwa indeks rata-rata persepsi responden dari seluruh total indikator yang digunakan untuk mengukur kepuasan kerja adalah sebesar 61,87%. Hasil tersebut menunjukkan persepsi responden terhadap kepuasan kerja di Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan masuk kategori sedang, dengan artian dari setiap item pertanyaan yang diajukan untuk mengukur indikatorindikator tersebut menurut persepsi responden masih belum terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan kerja pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, untuk menganalisis secara empiris pengaruh iklim organisasi terhadap kepuasan kerja pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, dan untuk menganalisis secara empiris pengaruh motivasi kerja terhadap kepuasan kerja pegawai Selatan. Dengan demikian kerangka pemikiran penelitian ini berdasarkan pada hasil telaah teoritis seperti yang telah diuraikan diatas, dapat digambarkan sebagai berikut: Gambar 1. Kerangka Pemikiran Penelitian Kepemimpinan Transformasional (X 1 ) Iklim Organisasi (X 2 ) Motivasi (X 3 ) Metode Penelitian H 1 H 2 H 3 Kepuasan Kerja (Y) Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai negeri sipil di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan yang berjumlah 135 orang. Pemilihan responden secara purposive dilakukan karena responden yang dipilih adalah orang yang benar-benar mengetahui atau terlibat langsung serta fokus terhadap permasalahan yang akan diteliti. Dalam penelitian ini jumlah anggota populasi hanya 135 orang, maka pengambilan sampel menggunakan teknik sensus, yaitu semua anggota populasi dijadikan obyek penelitian. Data yang digunakan adalah data primer. Data primer ini dikumpulkan dengan metode questioner. Questioner yang telah terstruktur dibagikan secara langsung kepada responden yaitu pegawai negeri sipil di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan untuk diisi. Kepuasan kerja ( Y) adalah suatu perasaan positif seorang pegawai dalam melaksanakan pekerjaannya di Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan yang diukur dengan menggunakan indikator sebagaimana yang dikemukakan oleh (Celluci, Antoni J dan David L. DeVries dalam Mas ud, 2004), antara lain: 1) Kepuasan dengan gaji, 2) Kepuasan dengan promosi, 3) Kepuasan dengan rekan sekerja, 4) Kepuasan dengan Supervisor, dan 5) Kepuasan dengan pekerjaan itu sendiri. Kepemimpinan transformasional (X 1 ) adalah gaya kepemimpinan yang diimplementasikan dan dianggap mampu memiliki pengaruh yang luar biasa serta mampu menginspirasi pegawai di Selatan mengenyampingkan kepentingan pribadi untuk mencapai tujuan bersama dan kebaikan organisasi yang diukur dengan menggunakan indikator sebagai berikut dilihat dari ( Behling, Orlando dan James M. McFillen dalam Mas ud, 2004): 1) Inspirasi, 2) Kekaguman, 3) Pemberdayaan, 4) Menunjukkan Empati, 5) Menjelaskan Misi dengan Menarik, 6) Menunjukkan Keyakinan Diri, 7) Meningkatkan Image, 8) Yakin dengan Kemampuan Pengikut, 9) Memberikan Peluang untuk Sukses. Iklim organisasi (X 2 ) adalah persepsi pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan baik secara individual ataupun kelompok mengenai apa yang ada atau terjadi di lingkungan internal organisasi secara rutin yang mempengaruhi prilaku organisasi secara keseluruhan, diukur dengan menggunakan indikator sebagai berikut dilihat dari (A. Gani dan Farooq A. Shah, dalam Mas ud, 2004): 1) Hubungan antar personal, 2) Manajemen partisipatif, 3) Formalisasi dan standardisasi, 4) Pelatihan dan pengembangan, 5) Tunjangan finansial, 6) Obyektivitas dan rasionalitas, 7) Cakupan kemajuan, 8) Supervisi (pimpinan), 9) Perhatian terhadap kesejahteraan, dan 10) Keselamatan dan keamanan. Motivasi (X 3 ) adalah suatu dorongan kejiwaan yang menciptakan kegairahan kerja pegawai di Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan agar mereka mau bekerjasama, bekerja efektif dan optimal untuk mewujudkan tujuan baik tujuan organisasi maupun tujuan pribadi masing-masing anggota organisasi diukur dengan menggunakan indikatorindikator sebagai berikut (Mitchell, Vance F. dan Pravin Moudgill dalam Mas ud, 2004): 1) Kebutuhan keamanan, 2) Kebutuhan sosial, 3) Kebutuhan harga diri, 4) Kebutuhan otonomi, dan 5) Kebutuhan aktualisasi diri. Data yang berhasil dikumpulkan dari hasil jawaban questioner yang disebarkan ke responden, dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan program paket statistik SPSS ver 21. Adapun metode pengukuran yang digunakan untuk mengukur tanggapan responden adalah dengan menggunakan Skala Likert, cara pengukurannya yaitu responden diminta untuk memilih salah satu jawaban dari lima (5 ) pilihan jawaban yang telah disediakan di setiap pertanyaan. Jawabanjawaban ini diberi skor 1 sampai 5. HASIL DAN PEMBAHASAN Dari 135 questioner yang disebarkan, terdapat 120 questioner yang diterima, dan sebanyak 5 questioner tidak dapat diikutsertakan dalam analisis karena pengisian yang tidak lengkap. Oleh karena itu jumlah data yang bisa diolah untuk analisis adalah sebanyak 115 questioner dengan tingkat respon rate sebesar 85%. Mayoritas responden berjenis kelamin pria 56,5%, berusia tahun 59,1%, dengan tingkat pendidikan S1/Sederajat 57,4%, dan memiliki masa kerja lebih dari 6 tahun 77,4%. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Uji validitas dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan korelasi bilvariate antara masing-masing skor indikator dengan total skor konstruk. Hasil analisis korelasi bilvariate dengan melihat output Pearson Correlation (Ghozali, 2005). Suatu item pertanyaan dikatakan valid jika signifikansi p 0,01 atau p 0,05. Sedangkan uji reliabilitas dilakukan dengan uji statistik Cronbach Alpha. Suatu variabel atau konstruk dikatakan reliabel apabila nilai Cronbach Alpha masingmasing variabel 0,60 (Ghozali, 2005 ). Ringkasan hasil uji validitas dan reliabilitas dapat dilihat pada tabel 1 sebagai berikut: Tabel 1. Uji Validitas dan Reliabilitas Jumlah Tidak Cronbach s Variabel Valid Ket item Valid Alpha Kepuasan Kerja (Y) Reliabel Kepemimpinan Transformasional (X 1 ) Reliabel Iklim Organisasi (X 2 ) Reliabel Motivasi (X 3 ) Reliabel Sumber: Data Primer yang diolah, 2014 Dari table 1 diatas dapat terlihat bahwa masing-masing item pertanyaan dalam variabel penelitian ini dinyatakan valid. Disamping itu tabel di atas juga menunjukkan bahwa nilai cronbach alpha 0,60 untuk masing-masing variabel dalam penelitian ini. Hal ini berarti bahwa variabel kepemimpinan transformasional, iklim organisasi, motivasi dan kepuasan kerja adalah reliabel. Hasil Analisis Deskriptif Analisis deskriptif ini digunakan untuk memberikan gambaran atau deskripsi empiris atas data yang dikumpulkan dalam penelitian (Ferdinand, 2006). Penelitian ini menggunakan teknik analisis indeks yang menggambarkan persepsi responden atas item-item pertanyaan dalam questioner. Adapun perhitungan indeks persepsi responden dapat dilakukan dengan rumus sebagai berikut (Ferdinand, 2006): Dimana: I I = x 100 = Indeks = Sigma (jumlah) n = Bobot jawaban responden f = Frekuensi r = Jumlah pilihan jawaban (5) N = Jumlah responden Dari hasil perhitungan indeks tersebut digunakan kriteria three box method, maka interpretasi angka indeks persepsi responden dikategorikan dalam tiga kelompok, yaitu: = Rendah = Sedang = Tinggi Berdasarkan hasil analisis deskriptif ditemukan indeks rata-rata persepsi responden dari seluruh total indikator yang digunakan untuk mengukur variabel kepuasan kerja adalah sebesar 66,50%. Hasil tersebut menunjukkan persepsi responden terhadap kepuasan kerja di Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan masuk kategori sedang. Artinya dari semua item pertanyaan yang diajukan untuk mengukur indikator tersebut menurut persepsi responden di Selatan masih belum terpenuhi. Hasil ini juga sejalan dengan temuan yang didapatkan dari pra-survey yang dilakukan diawal penelitian. Indeks rata-rata persepsi responden dari seluruh total indikator yang digunakan untuk mengukur variabel kepemimpinan transformasional adalah sebesar 72,10%. Hasil tersebut menunjukkan persepsi responden terhadap kepemimpinan transformasional di Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan masuk kategori tinggi. Artinya dari setiap item pertanyaan yang diajukan untuk mengukur indikator tersebut menurut persepsi responden telah terpenuhi. Indeks rata-rata persepsi responden dari seluruh total indikator yang digunakan untuk mengukur variabel iklim organisasi adalah sebesar 72,29%. Hasil tersebut menunjukkan persepsi responden terhadap iklim organisasi di Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan masuk kategori tinggi. Artinya dari setiap item pertanyaan yang diajukan untuk mengukur indikator tersebut menurut persepsi responden telah terpenuhi. Sedangkan indeks rata-rata persepsi responden dari seluruh total indikator yang digunakan untuk mengukur variabel motivasi adalah sebesar 69,47%. Hasil tersebut menunjukkan persepsi responden terhadap motivasi di Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan masuk kategori sedang. Artinya dari semua item pertanyaan yang diajukan untuk mengukur indikator tersebut menurut persepsi responden di Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan masih belum terpenuhi. Hasil Pengujian Asumsi Klasik 1. Hasil Uji Normalitas Salah satu cara termudah untuk melihat normalitas adalah dengan melihat histogram yang menggambarkan variabel dependent sebagai sumbu vertikal sedangkan nilai residual terstandarisasi digambarkan sebagai sumbu horizontal. Jika Histogram Standardized Regression Residual membentuk kurva seperti lonceng (bell-shaped curve) dimana kedua sisinya melebar sampai tidak terhingga maka nilai residual tersebut dinyatakan normal. Berdasarkan hasil pengujian SPSS, Histogram yang terbentuk dapat dilihat pada gambar berikut ini: Gambar 2 Hasil Uji Normalitas Cara lainnya dengan normal probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dari distribusi normal. Distribusi normal akan membentuk satu garis lurus diagonal. Jika distribusi normal, maka garis yang menggambarkan dan sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya (Ghozali, 2005). Berdasarkan hasil pengujian SPSS, Normal Probability Plot yang terbentuk dapat dilihat pada gambar berikut ini: Gambar 3 Hasil Uji Normalitas Tampilan grafik histogram dan normal probability plot pada gambar diatas menunjukkan bahwa model-model regresi dalam penelitian ini memenuhi asumsi normalitas. 2. Hasil Uji Multikolinieritas Pengujian multikolinieritas dapat dilakukan dengan melihat nilai tolerance dan nilai variance inflation factor (VIF). Adanya multikolinieritas dapat diketahui jika nilai tolerance 0,1 atau sama dengan nilai VIF 10. Hasil uji multikolinieritas dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 2. Hasil Uji Multikolinieritas Coefficients a Model Unstandardized Coefficients B Std. Error Standardized Coefficients Beta T Sig. Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant),710,222 3,200,002 KT,457,110,465 4,140,000,287 3,487 IO,061,094,085,646,519,209 4,784 MK,215,083,277 2,575,011,313 3,191 a. Dependent Variable: Kepuasan Kerja Sumber: data primer yang diolah, Oktober 2014 Berdasarkan tabel hasil uji multikolinieritas di atas, hasil perhitungan nilai tolerance menunjukkan tidak ada variabel bebas yang memiliki nilai tolerance kurang dari 0,1. Hasil perhitungan nilai VIF juga menunjukkan hal yang sama tidak ada satu variabel bebas yang memiliki nilai VIF lebih dari 10. maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinieritas antar variabel bebas dalam model regresi tersebut. 3. Hasil Uji Heteroskedastisitas Pendeteksian ada atau tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterpolt antara nilai prediksi variabel terikat (ZPRED) dengan nilai residualnya (SRESID). Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. Namun jika tidak ada pola yang jelas serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Gambar 4 Hasil Uji Heteroskedastisitas Tabel 3. Hasil Uji Regresi (Uji t) Coefficients a Unstandardized Coefficients Sumber: hasil output SPSS, Oktober 2014 Tampilan gambar hasil uji heteroskedastisitas diatas memperlihatkan bahwa titik-titik menyebar secara acak serta tesebar di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas sehingga model regresi layak untuk digunakan. Hasil Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji regresi berganda untuk mengetahui pengaruh variabel X (kepemimpinan transformasional, iklim organisasi dan motivasi) terhadap variabel Y ( kepuasan kerja). Hasil analisis regresi dapat dilihat pada tabel 3 berikut: Standardized Coefficients Model B Std. Error Beta t Sig. 1 (Constant),710,222 3,200,002 KT,457,110,465 4,140,000 IO,061,094,085,646,519 MK,215,083,277 2,575,011 a. Dependent Variable: Kepuasan Kerja Sumber: data primer yang diolah, Oktober Hasil Pengujian Hipotesis Pertama Dari Tabel 3 diatas diketahui bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh positif sebesar 0,457 terhadap kepuasan kerja, dengan nilai t hitung 4,140 pada tingkat signifikansi 0,000 yang berarti signifikan karena berada dibawah nilai signifikansi 0,05. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan kerja pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, jadi hipotesis pertama (H1) diterima. 2. Hasil Pengujian Hipotesis Kedua Dari Tabel 3 diketahui bahwa iklim organisasi berpengaruh positif sebesar 0,061 terhadap kepuasan kerja, dengan nilai t hitung 0,646 pada tingkat signifikansi 0,519 yang berarti tidak signifikan karena berada diatas nilai signifikansi 0,05. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif namun tidak signifikan antara iklim organisasi terhadap kepuasan kerja pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, jadi hipotesis kedua (H2) ditolak. 3. Hasil Pengujian Hipotesis Ketiga Dari Tabel 3 diketahui bahwa motivasi berpengaruh positif sebesar 0,215 terhadap ke
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks