PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) NO 27 PADA LAPORAN KEUANGAN KOPERASI Studi Kasus pada Koperasi Karyawan PT. SARI HUSADA SKRIPSI

Please download to get full document.

View again

of 106
170 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) NO 27 PADA LAPORAN KEUANGAN KOPERASI Studi Kasus pada Koperasi Karyawan PT. SARI HUSADA SKRIPSI Diajukan untuk Memnuhi Salah Satu Syarat Memperoleh
Document Share
Document Transcript
PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) NO 27 PADA LAPORAN KEUANGAN KOPERASI Studi Kasus pada Koperasi Karyawan PT. SARI HUSADA SKRIPSI Diajukan untuk Memnuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi Oleh: Fransiska Fenti Anrisa NIM: PRODI STUDI AKUNTANSI JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2010 PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) NO 27 PADA LAPORAN KEUANGAN KOPERASI Studi Kasus pada Koperasi Karyawan PT. SARI HUSADA SKRIPSI Diajukan untuk Memnuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi Oleh: Fransiska Fenti Anrisa NIM: PRODI STUDI AKUNTANSI JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2010 i ii iii Jangan gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-ku. (Yohanes 14:1) Kupersembahkan untuk: Tuhan Yesus yang selalu menolongku Bapak dan ibu yang selalu mendoakan saya iv v vi KATA PENGANTAR Puji syukur dan terima kasih ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Dalam menyelesaikan skripsi ini penulis mendapat bantuan, bimbingan dan arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada: a. Rama Rektor Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kepribadian kepada penulis. b. Drs. Yohanes Pembaptis Supardiyono., M.Si selaku Dekan Fakultas Ekonomi yang telah memberikan kesempatan belajar kepada penulis. c. Drs. Yusef Widya Karsana, Akt., M.S selaku Ketua Program Studi Akuntansi yang telah memberikan kesempatan belajar kepada penulis. d. Ir. Drs. Hansiadi Yuli Hartanto, M.Si,Akt selaku Pembimbing yang telah membantu serta membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. e. Bapak Heri selaku manajer KOPERKASA yang memberikan ijin untuk melakukan penelitian. f. Segenap karyawan KOPERKASA yang telah banyak membantu dengan mencarikan data yang saya butuhkan khususnya kepada Mbak Evy. vii g. Bapak dan Ibu yang peduli pada pendidikan anaknya, dan banyak mendorong dan mendoakan penulis hingga skripsi ini dapat selesai. h. Esti, Etty, Eska, Ely, Pranti, Cece, Rita, Silvi, Mea, Nila, Liani yang selalu mendukung saya untuk menyelesaikan skirpsi ini i. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangannya, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Yogyakarta, Juli 2010 (Penulis) viii DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING... HALAMAN PENGESAHAN... HALAMAN PERSEMBAHAN... HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA... HALAMAN KATA PENGANTAR... HALAMAN DAFTAR ISI... ABSTRAK... ABSTRACT... i ii iii iv v vi ix xi xii BAB I PENDAHULUAN... 1 A. Latar Belakang Masalah... 1 B. Batasan Masalah... 3 C. Rumusan Masalah... 3 D. Tujuan Penelitian... 3 E. Sistematika Penulisan... 3 BAB II LANDASAN TEORI... 5 BAB III METODE PENELITIAN BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data B. Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No ix BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan B. Keterbatasan Penelitian C. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN x ABSTRAK Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No 27 Pada Laporan Keuangan Koperasi Studi Kasus pada Koperasi Karyawan PT. SARI HUSADA pada periode tahun 2009 Fransiska Fenti Anrisa NIM: Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2010 Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No 27 Pada Laporan Keuangan Koperasi pada Koperasi Karyawan PT. SARI HUSADA. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No 27 pada laporan keuangan koperasi sehingga laporan keuangan menjadi relevan, andal, dan berdaya banding tinggi. Jenis penelitian ini adalah studi kasus. Data diperoleh dengan melakukan wawancara, dan dokumentasi. Teknik Analisis Data yang digunakan adalah dengan mendiskripsikan data hasil penelitian dan menganalisis laporan keuangan di Koperasi Karyawan PT. SARI HUSADA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum Koperasi Karyawan PT. SARI HUSADA sudah menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No 27 pada laporan keuangannya. Hanya ada beberapa akun yang belum sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No 27 yakni akun perlengkapan kantor dan partisipasi bruto non anggota. Akun perlengkapan kantor belum sesuai karena dimasukkan ke pos aset tetap berwujud seharusnya perlengkapan kantor dimasukkan ke pos aset lancar. Akun partisipasi bruto non anggota belum sesuai karena partisipasi bruto merupakan kontribusi anggota, partisipasi bruto non anggota seharusnya diganti menjadi pendapatan non anggota. xi ABSTRACT The Application of Financial Accounting Standard Statement (PSAK) number 27 in Cooperative Financial Report A Case Study At PT. SARI HUSADA s Workers Cooperative Period 2009 Fransiska Fenti Anrisa NIM: Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2010 This research was intended to identify the application of Statement of Financial Accounting Standard Number 27 in the financial report of PT. SARI HUSADA s Workers Cooperative. The background of this research is the importance of application of Statement of Financial Accounting Standard Number 27 in the cooperative s financial report so that the financial report becomes relevant, reliable, and highly comparative. This research was a case study. The data were obtained from interviews and documentation. The data analysis techniques used in this research were by describing the data of the research result and analyzing the finacial report in PT. SARI HUSADA s Workers Cooperative. The research results showed that in general PT. SARI HUSADA s Workers Cooperative had applied the Statement of Financial Accounting Standard Number 27 in its financial report. There were some accounts that were not suitable with the Statement of Financial Accounting Standard Number 27, namely the office supplies and the gross xii participation of nonmember. The office supplies account was incorrect because it was included in the fixed assets item. The office supplies account should be included in the current assets. The gross participation of nonmember account was incorrect because it was the member s contribution. The gross participation of nonmember should be replaced to be nonmember s income. xiii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian pasal 1 disebutkan bahwa, koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan (BP Bina Dharma Pemuda, 1992: 2). Tujuan koperasi dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian pasal 3 adalah memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 (BP Bina Dharma Pemuda, 1992: 3). Tujuan koperasi tersebut diterapkan dalam berbagai aspek program oleh manajemen koperasi pada setiap rapat anggota tahunan. Dalam melaksanakan kegiatannya, koperasi dikelola oleh pengurus koperasi. Pengurus koperasi bertanggungjawab dan wajib melaporkan kepada rapat anggota segala sesuatu yang menyangkut tata kehidupan koperasi. Sitio dan Halomoan (2001) memaparkan bahwa aspek keuangan merupakan salah satu dari aspek-aspek yang tercakup dalam tata kehidupan koperasi, aspek keuangan ini dapat dilihat dalam laporan keuangan koperasi. Apriyono (2008) mendefinisikan laporan keuangan sebagai ringkasan dari proses akutansi 1 2 selama tahun buku yang bersangkutan yang digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap data atau aktivitas perusahaan tersebut. Laporan keuangan menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan. Laporan keuangan koperasi selain merupakan bagian dari sistem pelaporan keuangan koperasi, juga merupakan bagian dari pertanggungjawaban pengurus tentang tata kehidupan koperasi sekaligus sebagai alat untuk mengevaluasi kemajuan koperasi. Dalam menyusun laporan keuangan, pengurus koperasi harus berpedoman pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No 27 yang mengatur tentang akuntansi perkoperasian. Dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan pada Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan tentang karakteristik kualitatif laporan keuangan, yaitu Pasal 31 mengenai karakteristik keandalan menyatakan bahwa agar bermanfaat, informasi juga harus andal (reliable). Informasi memiliki kualitas andal jika bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian yang tulus atau jujur (faithful representation) dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapat disajikan. Oleh karena itu, laporan keuangan koperasi yang disusun berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No 27 akan membuat informasi yang disajikan menjadi lebih mudah dipahami, mempunyai relevansi, keandalan, dan mempunyai 3 daya banding yang tinggi. Sebaliknya jika laporan keuangan koperasi tidak disusun berdasarkan standar dan prinsip yang berlaku, dapat menyesatkan penggunanya. Berdasarkan uraian di atas, peneliti ingin mengetahui apakah KOPERKASA sudah menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No 27 pada laporan keuangannya. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang sudah diuraikan di atas, maka peneliti menetapkan rumusan masalah yaitu: 1. Bagaimana laporan keuangan di KOPERKASA? 2. Apakah KOPERKASA sudah menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No 27 pada laporan keuangannya? C. Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah yang menjadi fokus dalam penelitian ini, maka tujuan dari penelitian ini adalah 1. Untuk mengetahui laporan keuangan di KOPERKASA 2. Untuk mengetahui penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No 27 pada laporan keuangan KOPERKASA D. Sistematika Penulisan BAB I : PENDAHULUAN Bab ini menguraikan mengenai Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, dan Sistematika Penulisan. 4 BAB II : LANDASAN TEORI Bab ini menguraikan mengenai pengertian koperasi, tujuan koperasi, ciri-ciri koperasi, fungsi koperasi, prinsip-prinsip koperasi, jenis-jenis koperasi, manajemen koperasi, laporan keuangan koperasi, dan laporan keuangan berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 27 (Revisi 1998). BAB III : METODE PENELITIAN Bab ini menguraikan mengenai Jenis Penelitian, Waktu Penelitian dan Lokasi, Objek Penelitian, Subjek Penelitian, Teknik Pengumpulan Data, dan Teknik Analisis Data. BAB IV : GAMBARAN UMUM KOPERASI Bab ini menguraikan mengenai gambaran umum koperasi yang meliputi: sejarah berdirinya koperasi, permodalan koperasi, bidang usaha koperasi, dan struktur organisasi. BAB V : ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Bab ini menguraikan mengenai laporan keuangan di koperasi dan menjelaskan mengenai penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No 27 pada laporan keuangan koperasi. BAB VI : PENUTUP Bab ini menguraikan mengenai kesimpulan, keterbatasan penelitian dan saran yang dapat dijadikan pertimbangan bagi koperasi dan peneliti berikutnya. BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Koperasi Sitio dan Halomoan (2001) menuliskan bahwa koperasi berasal dari kata co-operation yang artinya kerjasama. Arti kerjasama dalam ilmu sosial adalah suatu organisasi yang merupakan salah satu unsur dinamika kehidupan bermasyarakat. Sedangkan pengertian dari koperasi menurut Hatta adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong-menolong. Pengertian lain dari koperasi menurut UU No 25 tahun 1992 adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas azas kekeluargaan. Selain itu, pengertian koperasi menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No 27 tahun 1992 adalah badan usaha yang mengorganisir pemanfaatan dan pendayagunaan sumber daya ekonomi para anggotanya atas dasar prinsip-prinsip koperasi dan kaidah usaha ekonomi untuk meningkatkan taraf hidup anggota pada khususnya dan masyarakat daerah pada umumnya, dengan demikian koperasi merupakan gerakan ekonomi rakyat dan sokoguru perekonomian nasional. B. Tujuan Koperasi Tujuan koperasi dalam UU No 25 tahun 1992 tentang perkoperasian pasal 3 adalah memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian 5 6 nasional dalam rangaka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya berarti program utama koperasi adalah meningkatkan kesejahteraan anggota melalui pelayanan usaha. Keberhasilan koperasi dalam mencapai tujuannya dapat diukur dari peningkatan kesejahteraan anggota. C. Ciri-ciri Koperasi Ciri-ciri koperasi yang diungkapkan oleh Widiyanti (2004) adalah: 1. Kekuasaan tertinggi ada pada Rapat Anggota 2. Satu anggota satu suara 3. Keuntungan (SHU) dibagi antara anggota-anggota menurut besarnya jasa masing-masing 4. Koperasi mengutamakan pelayanan kepada anggota 5. Koperasi melakukan pendidikan bagi anggota 6. Koperasi mengusahakan pendidikan bagi anggota D. Fungsi Koperasi Fungsi koperasi dalam UU No 25 tahun 1992 tentang perkoperasian antara lain: 1. Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya. 2. Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat. 7 3. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya. 4. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. E. Prinsip-prinsip Koperasi Prinsip-prinsip koperasi yang diungkapkan oleh Mutis (2000) adalah: 1. Menolong diri sendiri yang tidak terlepas dari solidaritas bersama 2. Memelihara anggota koperasi menjadi pemilik koperasi sekaligus menjadi klien dari pelayanan-pelayanan atau bisnis yang muncul dalam koperasi 3. Mempromosikan anggota-anggota secara ekonomis dan sosial 4. Meningkatkan efisiensi ekonomis dan sosial 5. Meningkatkan citra otonomi dan koperasi 6. Kegotongroyongan yang terbuka 7. Menata keterbukaan manajemen dan kontrol yang demokratis serta egalitarian 8. Menjaga citra koperasi sebagai organisasi sukarela bukan organisasi komando yang digerakkan oleh pihak-pihak dari luar koperasi 9. Meningkatkan distribusi yang adil dan merata dari hasil-hasil usaha koperasi 10. Meningkatkan pemupukan dana cadangan 11. Meningkatkan pendidikan yang bersinambungan bagi para anggotaanggota, bukan kebutuhan dari pihak luar 8 12. Menjaga usaha-usaha koperasi yang muncul dari feltneed anggotaanggota, bukan kebutuhan dari pihak-pihak luar 13. Menata Rapat Anggota Tahunan yang teratur 14. Memelihara ikatan pemersatu atas dsar persamaan F. Jenis-jenis Koperasi Sunindhia (2003) mengklasifikasikan koperasi sebagai berikut 1. Koperasi Konsumsi Koperasi konsumsi adalah koperasi yang mengusahakan kebutuhan sehari-hari seperti beras, gula, garam, tekstil, sabun, dan minyak tanah. Tujuan koperasi konsumsi adalah agar anggota-anggotanya dapat membeli barang-barang konsumsi dengan kualitas yang baik dan harga yang layak. 2. Koperasi Kredit (Koperasi Simpan Pinjam) Koperasi kredit didirikan untuk memberikan kesempatan kepada anggota-anggotanya memperoleh pinjaman dengan mudah dan dengan bunga yang ringan. 3. Koperasi Produksi Koperasi produksi adalah koperasi yang bergerak dalam bidang kegiatan ekonomi pembuatan dan penjualan barang-barang baik yang dilakukan oleh koperasi sebagai organisasi maupun orang-orang anggota koperasi. Anggota koperasi produksi adalah orang-orang yang mampu menghasilkan suatu barang atau jasa. 9 4. Koperasi Jasa Koperasi jasa adalah koperasi yang berusaha di bidang penyediaan jasa tertentu bagi para anggota maupun masyarakat umum. Contoh koperasi jasa antara lain Koperasi Angkutan, Koperasi Perencanaan dan Konstruksi Bangunan, dan Koperasi Jasa Audit. 5. Koperasi Pariwisata Koperasi Pariwisata didirikan dengan maksud memberikan kesempatan kepada anggotanya untuk berpariwisata melalui pemberian jasa angkutan, penginapan, dan konsumsi dengan tarif yang ringan. 6. Koperasi Serba Usaha atau Koperasi Unit Desa Koperasi Unit Desa dibentuk oleh pemerintah dalam rangka meningkatkan produksi dan kehidupan rakyat di daerah pedesaan. Fungsi Koperasi Unit Desa meliputi perkereditan, penyediaan dan penyaluran sarana produksi pertanian, pengolahan serta pemasaran hasil pertanian, pelayanan jasa-jasa lainnya, dan melakukan kegiatan-kegiatan ekonomi lainnya. Sudarsono dan Edilius (2004) mengungkapkan bahwa penduduk atau warga yang bertempat tinggal di daerah perkotaan dapat membentuk koperasi seperti dengan KUD untuk rakyat di pedesaan, dengan sebutan Koperasi Serba Usaha (KSU). KSU dapat menjalankan beberapa macam usaha sesuai dengan keperluan masyarakat di lingkungannya, seperti pengangkutan, pemenuhan kebutuhan sehari-hari, simpan pinjam, penjualan bersama, kerajinan, dan lain-lain. 10 G. Manajemen Koperasi Widiyanti (2004) menyatakan bahwa manajemen koperasi mempunyai arti yang sangat penting untuk meningkatkan kemajuan koperasi di Indonesia. Hendar dan Kusnadi (2002) menyatakan bahwa manajemen koperasi mempunyai kekhususan dan aturan sendiri, dibandingkan dengan badan/ lembaga/ organisasi lainnya jika dilihat dari perangkat dan mekanisme kerja. Kekhususan tersebut berdampak dalam mewujudkan efesiensi dan efektivitas pencapaian tujuan koperasi. Sitio dan Halomoan (2001) mengklasifikasikan manajemen koperasi berdasarkan lingkup keputusan masing-masing unsur manajemen koperasi, yakni: 1. Rapat Anggota Rapat anggota merupakan pemegang kuasa tertinggi dalam menetapkan kebijakan umum di bidang organisasi, manajemen, dan usaha koperasi. Kebijakan yang sifatnya sangat strategis dirumuskan dan ditetapkan pada forum Rapat Anggota. 2. Pengurus Pengurus dipilih dan diberhentikan oleh rapat anggota. Pengurus mempunyai tugas untuk mengelola koperasi dan usahanya, mengajukan rancangan rencana kerja serta anggaran pendapatan dan belanja koperasi, menyelenggarakan Rapat Anggota, mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas, menyelenggarakan pembukuan keuangan dan inventaris secara tertib, dan memelihara buku daftar anggota dan pengurus. Selain mempunyai tugas, pengurus juga berwenang untuk 11 mewakili koperasi di dalam dan luar pengadilan, memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru serta memberhentikan anggota sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar, dan melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan dan kemanfaatan koperasi sesuai dengan tanggungjawabnya dan keputusan Rapat Anggota. 3. Pengawas Pengawas mewakili anggota untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan yang dilaksanakan oleh Pengurus. Pengawas dipilih dan diberhentikan oleh Rapat Anggota. 4. Pengelola Pengelola adalah tim manajemen yang diangkat dan diberhentikan oleh Pengurus untuk melaksanakan teknis operasional di bidang usaha H. Laporan Keuangan Koperasi Sartono dan Artilawati (2007) menyatakan bahwa laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi yang penting, berperan sebagai alat penilaian kinerja, dan dapa
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks