PENANGANAN ADMINISTRASI SENGKETA TANAH OLEH BAGIAN KEAGRARIAAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BONE

Please download to get full document.

View again

of 26
18 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
PENANGANAN ADMINISTRASI SENGKETA TANAH OLEH BAGIAN KEAGRARIAAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BONE
Document Share
Document Tags
Document Transcript
  1 PENANGANAN ADMINISTRASI SENGKETA TANAH OLEH BAGIAN KEAGRARIAAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BONE A. Latar Belakang Masalah Jumlah sengketa pertanahan makin meningkat, baik intensitas maupun ukurannya di seluruh Indonesia. Sebagian sengketa ini sudah sampai kepengadilan yang secara umum akan memakan waktu dan dana besar. Mengingat besarnya beban yang harus ditanggung oleh pihak yang bersengketa dan juga menyebabkan hilangnya sebagian produktivitas bangsa Indoensia, maka upaya untuk mencegah sebelum ke pengadilan sangat penting dilakukan. Banyaknya permasalahan sengketa tanah yang tidak dapat terselesaikan oleh pemerintah, menyebabkan masyarakat menjadi kecewa dan pesimis atas kinerja pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten/kota. Kekecewaan ini cukup beralasan dikarenakan masyarakat berharap pemerintah dapat dengan tanggap menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi. Akan tetapi, pada kenyataannya harapan tersebut tidak sesuai dengan yang diinginkan, dikarenakan respon dari pihak pemerintah daerah (kabupaten/kota) yang begitu lamban, bisa dikatakan hanya bersifat basa-basi (lip service ) saja. Tindakan semacam inilah yang kemudian membuat masyarakat semakin  jenuh dengan pelayanan yang diberikan oleh pemerintah yang bertolak  2 belakang dengan amanah Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999, tentang Penyelenggaraan Pemerintahan Yang Baik, Bersih dan Bebas Kolusi. Korupsi dan Nepotisme (KKN). Dengan kondisi seperti ini masyarakat kemudian mencoba untuk mencari alternatif lembaga yang dapat menyelesaikan permasalahan mereka, yaitu lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang merupakan lembaga tempat wakil-wakil rakyat berkumpul untuk memikirkan nasib daerahnya serta melaksanakan amanah konstituennya. Akan tetapi, yang diharapkan oleh masyarakat sebagai konstituen mereka, jauh dari harapannya, karena ketika masyarakat mengadukan masalah yang mereka hadapi. Kekecewaan ini kemudian mengubah pola berpikir masyarakat yang tadinya ingin menyampaikan permasalahannya dengan baik melalui proses musyawarah mufakat, akhirnya menjadi pola berpikir perlawanan, yaitu diwujudkan dalam bentuk aksi demonstrasi. Aksi ini cara yang paling baik dilakukan menurut mereka, karena selama ini pihak pemerintah baik kabupaten/kota, provinsi maupun pusat tidak pernah tahu dan mendengar masalah yang mereka hadapi, maka cara inilah yang dianggap mereka paling tepat untuk dilakukan agar suara mereka didengar, sehingga permasalahan yang mereka hadapi akan ditanggapi secara serius.  3 Salah satu mekanisme yang sebenarnya sudah dikenal sejak dulu untuk keperluan bersama maupun untuk memecahkan masalah adalah melalui mekanisme musyawarah yang berorientasi kemenangan bersama, yang selalu berorientasi pemecahan bersama. Saat ini untuk penyelesaian sengketa tanah dianjurkan kembali melalui mekanisme musyawarah, tetapi dari sisi teknis pelaksanaan dalam peraturan, masih bersifat umum dan tidak spesifik. Di era otonomi daerah di mana peran pemerintah daerah makin besar, dan salah satunya adalah membantu menyelesaikan sengketa tanah garapan (dan juga tentu sengketa pertanahan yang lain akan berperan). Dalam hal ini peran pemerintah daerah untuk memahami budaya dan karakteristik lokal menjadi lebih penting, dan pada akhirnya partisipasi masyarakat menjadi salah satu penentu penyelesaian masalah sengketa. Dan juga yang tak kalah pentingnya peran dan fungsi Bagian Keagrariaan Sekretariat Daerah Kabupaten Bone yang khusus membidangi kasus pertanahan yang secara penanganan administrasi merupakan tugas pokok dan fungsi Bagian Keagrariaan Sekertariat Daerah Kabupaten Bone.  4 Didasari oleh latar belakang di atas, penulis tertarik untuk mengadakan peneliti an dengan judul “ Penanganan Administrasi Sengketa Tanah oleh Bagian Keagrariaan Sekretariat Daerah Kabupaten Bone”. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimanakah proses pelaksanaan penanganan administrasi sengketa tanah oleh Bagian Keagrariaan Sekertariat Daerah Kabupaten Bone? 2. Faktor-faktor apa yang menghambat dalam penanganan administrasi sengketa tanah oleh Bagian Keagrariaan Sekertariat Daerah Kabupaten Bone? C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1. Tujuan Penelitian a. Untuk mengetahui pelaksanaan penanganan administrasi sengketa tanah oleh Bagian Keagrariaan Sekertariat Daerah Kabupaten Bone b. Untuk mengetahui faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan penanganan administrasi sengketa tanah oleh Bagian Keagrariaan Sekertariat Daerah Kabupaten Bone.  5 2. Kegunaan Penelitian a. Kegunaan Akademis Diharapkan dapat memberi gambaran tentang penanganan administrasi sengketa tanah oleh Bagian Keagrariaan Sekertariat Daerah Kabupaten Bone. b. Kegunaan Praktis Diharapkan dapat menjadi sumbangan pemikiran bagi pimpinan sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan terhadap penanganan administrasi sengketa tanah oleh Bagian Keagrariaan Sekretariat Daerah Kabupaten Bone. D. Tinjauan Pustaka 1. Pengertian Penanganan Secara umum arti penanganan adalah proses, cara, perbuatan menangani, penggarapan. Sementara menurut Mulyadi (2009:5) penanganan adalah suatu kegiatan klerikel, biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu departemen atau lebih yang dilaksanakan untuk menjamin penanganan secara seragam. Zakir Baridwan (2009:30) mengatakan bahwa penanganan adalah suatu urut-urutan pekerjaan kerani ( clericial  ) biasanya melibatkan
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks