P U T U S A N. Nomor : 52 / PDT / 2018 / PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Please download to get full document.

View again

of 24
184 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
P U T U S A N Nomor : 52 / PDT / 2018 / PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Jawa Barat di Bandung, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara perdata pada peradilan
Document Share
Document Transcript
P U T U S A N Nomor : 52 / PDT / 2018 / PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Jawa Barat di Bandung, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara perdata pada peradilan tingkat banding, telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara antara : 1. Nyonya. HJ.JESICCA KURNIATI, Ibu rumah tangga, beralamat di Jalan Cihampelas No.81 Rt 04 Rw 08 Kel. Tamansari Kec. Bandung Wetan Kota Bandung ; 2. Nyonya HJ.AASYE MARIA, Ibu rumah tangga beralamat di Jl. Cihampelas No.81 Rt 04 Rw 08 Kel. Tamansari Kec. Bandung Wetan Kota Bandung ; 3. ABDUL HAMID, Karyawan Swasta beralamat di Jl. Cihampelas No.81 Rt 04 Rw 08 Kel. Tamansari Kec. Bandung Wetan Kota Bandung ; 4. Nyonya HJ.SORAYA, Ibu rumah tangga beralamat di Jl. Suryalaya Barat II No.13 Rt 01 Rw 01 Kel. Cijagra Kec. Lengkong Kota Bandung ; 5. TOMMY SYARIF HIDAYAT, Wiraswasta beralamat di Jl. Cihampelas No.81 Rt 04 Rw 08 Kel. Tamansari Kec. Bandung Wetan Kota Bandung ; 6. Nyonya. RINA MARIANA, Ibu rumah tangga beralamat di Jl. Cihampelas No.81 Rt 04 Rw 08 Kel. Tamansari Kec. Bandung Wetan Kota Bandung ; 7. Ir.H. DANNY ABDULRACHMAN, Wiraswasta beralamat di Jl. Cihampelas No.81 Rt 04 Rw 08 Kel. Tamansari Kec. Bandung Wetan Kota Bandung ; 8. Nyonya. YASMEN SITI SARAH, Ibu rumah tangga beralamat di Jl. Kiputih No.31 Rt 05 Rw 05 Kel. Ciumbuleuit Kec. Cidadap Kota Bandung ; Para Pembanding Nomor 1 sampai dengan Nomor 8 semula para Tergugat I, adalah ahli waris dari Almarhumah RADEN HADJI ROCHANAH, yang dalam hal ini semula, berdasarkan : 1. Surat Kuasa Khusus tanggal 18 Januari 2017, memberi kuasa kepada : Halaman 1 dari 69 Putusan Nomor : 52/PDT/2018/PT.BDG 1. FREDY PANGGABEAN,SH., 2. WAWAN DARMAWAN, SH.M.Hum, 3. R.SUNJAYA,SH. 4. RADEN RICHE JULIANA,SH, kesemuanya Advokat dan Penasehat Hukum pada kantor Hukum FREDY PANGGABEAN,SH. & REKAN, alamat kantor di Jl. Terusan Cisokan No.3 Kota Bandung ; 2. Kemudian berdasarkan Surat Pencabutan Kuasa tanggal 24 Januari 2018, Jo. Surat Kuasa Khusus No.1/SK.EFK.I/2018, tanggal 26 Januari 2018, memberikan Kuasa Kepada: DESYANA, SH.MH.,ERIC FRISCO KALIGIS,SH., YULIANA,SH.MH., AHMAD WIDI ADITYA,SH., M.NAZAMUDDIN,SH., R.GILANG WISNHU DHUARA,SH.,FICKY FIHER ACHMAD,SH. (Surat Kuasa Khusus, ditandatangani Pemberi Kuasa TOMY SYARIF HIDAYAT dan Penerima Kuasa DESYANA, ERIC FRISCO KALIGIS,SH., dan FICKY FIHER ACHMAD,SH) untuk selanjutnya disebut sebagai para Pembanding semula sebagai para Tergugat I ; L A W A N 1. Nyonya EUCHARIA SASTRAMIDJAJA ALIAS EUCHARIA, CUTARMAN Pekerjaan Wiraswasta beralamat tinggal di Jl. Cidadap Girang Nomor 2 Rt 01 Rw 05 Kel. Ledeng Kecamatan Cidadap Kota Bandung, bertindak dalam kedudukannya selaku ahli waris pengganti dari almarhum Tuan NENENG SASTRAMIDJAJA ALIAS N.SASTRAMIDJAJA NENENG sebagaimana Fatwa akhli waris Pengadilan Agama Bandung Nomor : C/2/463/75 tanggal 6 September 1975, yang dalam hal ini berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 8 Februari 2018, memberi kuasa kepada : H.AGUS SUMARNA SH.MH., dan SUWANTO NIERWADY,SH., keduanya Advokat dan Konsultan Hukum pada kantor Law Firm AN & Co, alamat kantor di Komplek Cibolerang Blok I Nomor 45 Jl. Satria Raya Kota Bandung, untuk selanjutnya disebut sebagai Terbanding I semula sebagai Penggugat ; 2. CUCU KOSWARA, Swasta beralamat di Jalan Soekarno Hatta Nomor 427 Rt 04 Rw 02 Kelurahan Ciseureuh Kecamatan Regol Kota Bandung, Halaman 2 dari 69 Putusan Nomor : 52/PDT/2018/PT.BDG untuk selanjutnya disebut sebagai Terbanding II semula sebagai Tergugat II ; 3. CAMAT KECAMATAN REGOL, beralamat di Jalan Dengki No.54 Kota Bandung, dalam hal ini berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 17 Januari 2017, memberi Kuasa kepada Drs.H.KODIR. H.HERYANTO, Pegawai Kecamatan Regol Pemerintah Kota Bandung, berkantor di Jalan Denki No.54 Kota Bandung, untuk selanjutnya disebut sebagai Turut Terbanding I semula sebagai Turut Tergugat I ; 4. KEPALA KANTOR PERTANAHAN KOTA BANDUNG, beralamat di Jalan Soekarno Hatta No.586 Kota Bandung, dalam hal ini berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 13 Januari 2017, memberi kuasa kepada : 1. YANA RISMAYADI,SH, 2. SALMAN, 3. HIDAYAT 4. DICKI ISKANDAR,SH., 5. RUDI BARNAS Kesemuanya pegawai BPN Kota Bandung, berkantor di Jl. Soekarno Hatta No.586. Kota Bandung, untuk selanjutnya disebut sebagai TURUT TERBANDING II, semula sebagai Turut Tergugat II ; PENGADILAN TINGGI TERSEBUT ; Telah membaca : 1. Surat Penetapan Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Barat, tanggal 6 Februari 2018, Nomor : 52/PEN/PDT/2018/PT.BDG., tentang penunjukan Majelis Hakim untuk memeriksa dan mengadili perkara tersebut, ditingkat Banding ; 2. Berkas perkara, Nomor : 505/Pdt.G/2016/PN.Bdg, tanggal 25 Oktober 2017, dan surat-surat yang bersangkutan dengan perkara tersebut ; TENTANG DUDUKNYA PERKARA Menimbang, bahwa Penggugat dengan surat gugatan tertanggal 27 Desember 2016, yang diterima dan didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Bandung, pada tanggal 28 Desember 2016, terdaftar dalam Register perkara Nomor : 505/Pdt.G/2016/PN.Bdg, telah mengajukan gugatan terhadap para Tergugat I, Tergugat II dan Turut Tergugat I, serta Turut Tergugat II, dengan alasan-alasan yang pada pokoknya adalah sebagai berikut : Halaman 3 dari 69 Putusan Nomor : 52/PDT/2018/PT.BDG 1. Bahwa ayah kandung Penggugat yang bernama Neneng Sastramidjaja Alias N. Sastramidjaja Neneng (Almarhum) selama hidupnya telah 2 (dua) kali menikah, yakni dengan Ny. Dajimah Kadarsari pada tanggal 14 Juni 1924 yang kemudian pada tanggal 29 Mei 1931 bercerai, dan dari pernikahan tersebut diperoleh 4 (empat) orang anak, namun yang kini masih hidup 1 (satu) orang bernama Ny. Tating Surianegara ; 2. Bahwa kemudian ayah kandung Penggugat yang bernama Neneng Sastramidjaja Alias N. Sastra midjaja Neneng (almarhum) pada tanggal 1 Oktober 1934 menikah lagi dengan Ny. PUDJA AMONAH (almarhumah), dimana dari perkawinan tersebut diperoleh 8 (delapan) orang anak, namun yang masih hidup 6 (enam) orang anak, masing-masing bernama: 1. Ali Sastramidjaja ; 2. Ir. Sulaeman Sastramidjaja ; 3. Benny Sastramidjaja ; 4. Eucharia Cutarman (Penggugat) ; 5. Achmad Hidayat Sastramidjaja ; 6. Colih Sastramidjaja ; 3. Bahwa kini ayah dan ibu kandung Penggugat yang bernama Neneng Sastramidjaja Alias N. Sastramidjaja Neneng (Almarhum) dan Ny. PUDJA AMONAH (Almarhumah) telah meninggal dunia di Bandung, dengan meninggalkan 7 (tujuh) orang ahli waris masing-masing : 1. Ny. Tating Surianegara ; 2. Ali Sastramidjaja ; 3. Ir. Sulaeman Sastramidjaja ; 4. Benny Sastramidjaja ; 5. Eucharia Cutarman (Penggugat) ; 6. Achmad Hidayat Sastramidjaja ; 7. Colih Sastramidjaja Sebagaimana ternyata dari Fatwa Akhlis Waris Pengadilan Agama Bandung Nomor : C/2/463/75, tanggal 6 September 1975; 4. Bahwa selama hidup pasangan suami isteri Neneng Sastramidjaja Alias N. Sastramidjaja Neneng dan Almarhumah Ny. PUDJA AMONAH selain meninggalkan anak kandung dan ahliwaris, juga meninggalkan harta warisan beberapa bidang tanah diantaranya tanah sawah milik adat Persil Nomor 30 D.II. Kohir Nomor 353 seluas M2, dahulu terletak di Blok Dungussema, Desa Pasawahan, Ketjamatan Bodjongloa, Kewedaaan Karees, Kabupaten Bandung, Halaman 4 dari 69 Putusan Nomor : 52/PDT/2018/PT.BDG Keresidenan Priangan, Propinsi Jawa Barat, tercatat dalam Buku Induk C Kelurahan Pasawahan atas nama SASTRAMIDJAJA NENENG, dan oleh karena telah terjadi pemekaran wilayah, kini bidang tanah waris objek sengketa a quo masuk dalam wilayah perkotaan (haminte), Kelurahan Ciseureuh, Kecamatan Regol Kota Bandung dan sebagaimana kini tercatat pula dalam Buku C Kecamatan Regol (Turut Tergugat I) dengan batas-batas tanah berdasarkan Peta Persil adalah sebagai berikut : Utara : Jalan Soekarno-Hatta ; Selatan : Tembok dan tanah persil 33 dan 34 ; Timur : Tembok ; Barat : Solokan ; (Selanjutnya akan disebut tanah warisan objek sengketa) ; 5. Bahwa Almarhum Neneng Sastramidjaja Alias N. Sastramidjaja Neneng dan Almarhumah Ny. PUDJA AMONAH semasa hidupnya maupun segenap ahli waris penggantinya belum pernah menjual atau mengalihkan hak (kepemilikan) dalam bentuk apapun atas tanah waris objek sengketa a quo kepada siapapun ; 6. Bahwa ketika terjadi pergolakan politik di Indonesia dengan timbulnya Gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1965, demi menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anaknya, almarhum Sastramidjaja Neneng beserta keluarga dan anak-anaknya, termasuk Penggugat untuk sementara pindah dan menetap sementara di Negeri Belanda, dan ketika gejolak politik di Indonesia mereda pada sekitar tahun 1973, Sastramidjaja Neneng beserta keluarga dan anak-anaknya kembali lagi ke Indonesia. Dan selama menetap sementara di Negeri Belanda seluruh tanah-tanah milik almarhum Sastramidjaja Neneng diurus dan digarap oleh pekerjanya, diantaranya Persil Nomor 30 D.II. Kohir Nomor 353 seluas M2, milik Sastramidjaja Neneng (ayah kandung Penggugat) yang terletak di Blok Dungussema/Kelurahan Cisereuh, Kecamatan Regol, Kota Bandung. Namun ketika orang tua Penggugat (Sastramidjaja Neneng beserta keluarga) kembali ke Indonesia tahun 1973, tanah-tanah miliknya, diantaranya tanah objek waris objek sengketa telah dikuasai dengan tanpa hak oleh pihak-pihak lain, diantaranya oleh Tergugat I dan Tergugat II ; 7. Bahwa oleh karena hal di atas, Penggugat sejak September 2016 berusaha untuk mendatangi berbagai instansi terkait, diantaranya ke-kantor Turut Tergugat I dan Turut Tergugat II, untuk selain mencari tahu dan mengumpulkan bukti-bukti secara detail berkenaan tanah-tanah warisan peninggalan milik orang tua Penggugat, juga untuk mencari tahu dan mengumpulkan bukti-bukti berupa alas Halaman 5 dari 69 Putusan Nomor : 52/PDT/2018/PT.BDG hak apa Tergugat I dan Tergugat II menguasai sebagian tanah waris objek sengketa ; 8. Bahwa Penggugat sekitar November 2016 baru mengetahui ternyata diatas tanah Persil Nomor : 30 D.II Kohir Nomor : 353 milik Sastramidjaja Neneng (ayah kandung Penggugat) terletak di Blok Dungussema, Kelurahan Cisereuh, Kecamatan Regol, Kota Bandung oleh Tergugat I telah terbit 3 (tiga) Sertipikat Hak Milik atas nama Raden Hadji Rochanah (Tergugat I), masing-masing : 8.1. Sertifikat Hak Milik Nomor Desa Pasawahan, seluas M2 Surat Ukur/Uraian Batas No.1017/1971, tanggal , terletak (dahulu) di Propinsi Djawa Barat Kotamadya Bandung, Wilayah Karees, Ketjamatan Regol, Desa Pasawahan, kini terletak di Propinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Kecamatan Regol, Kelurahan Ciseureuh, tercatat atas nama Raden Hadji Rochanah (Tergugat I). Dan oleh karena dimana dari tanah waris objek sengketa pada tanggal 24 Juni 1972 terkena proyek Bandung Arterial Haghway sebagaimana kini di kenal sebagai Jalan Soekarno-Hatta, sisa luas tanah waris objek sengketa tercatat dalam Sertifikat Hak Milik Nomor 8/Desa Pasawahan, seluas M2 dengan batas-batas tanah tercantum sebagai berikut : Utara : Solokan (kini by pass Soekarno-Hatta) ; Timur : Solokan ; Selatan : PLN (kini tembok PLN) ; Barat : Djadja/Persil34 ; 8.2. Sertipikat Hak Milik Nomor 717/Kelurahan Ciseureuh, seluas 844 M2 Gambar Situasi tanggal Nomor /1996, terletak di Propinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Kecamatan Regol, Kelurahan Ciseureuh, tercatat atas nama Raden Hadji Rochanah (Tergugat I) dengan batas-batas tanah tercantum berikut : Utara : Jalan By Pass Soekarno Hatta ; Timur : Persil34/Benteng PLN ; Selatan : Persil 30 ; Barat : Persil 30 ; 8.3. Sertipikat Hak Milik Nomor 719/Kelurahan Ciseureuh, seluas 300 M2, Gambar Situasi tanggal Nomor /1996, terletak di Propinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Kecamatan Regol, Kelurahan Ciseureuh, tercatat atas nama Raden Hadji Rochanah (Tergugat I) dengan batas-batas tanah tercantum sebagai berikut : Halaman 6 dari 69 Putusan Nomor : 52/PDT/2018/PT.BDG Utara : Solokan ; Timur : Tanah E. Herman ; Selatan : Jalan Soekarno-Hatta ; Barat : Tanah Sirait ; Bahwa Sertipikat Hak Milik Nomor 717/Kelurahan Ciseureuh dan Sertipikat Hak Milik Nomor 719/Kelurahan Ciseureuh sebagaimana point 8.2 dan 8.3, diketahui merupakan sertipikat hak milik hasil pemecahan (splitsing) dari Sertipikat Hak Milik Nomor 15/Kelurahan Ciseureuh, terletak di Propinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Kecamatan Regol, Kelurahan Ciseureuh, tercatat atas nama Raden Hadji Rochanah (Tergugat I 9. Bahwa dengan adanya 3 (tiga) sertipikat hak milik, yakni SHM. No.8/Desa Pasawahan, SHM No.717/Kelurahan Ciseureuh dan SHM No.717/Kelurahan Ciseureuh yang dijadikan dasar penguasaan Tergugat I atas sebagian tanah waris objek sengketa, maka Penggugat berusaha untuk mencari tahu mengenai alas hak apa yang dijadikan dasar oleh Tergugat I sehingga di atas sebagian tanah Persil Nomor : 30 D.II. Kohir Nomor : 353 milik Sastramidjaja Neneng (ayah kandung Penggugat) dapat terbit SHM-SHM a quo atas nama Tergugat I ; 10. Bahwa Penggugat baru mengetahui, ternyata Sertifikat Hak Milik Nomor 8/Desa Pasawahan yang dijadikan alas hak Tergugat I untuk menguasai dengan tanpa hak bagian tanah objek sengketa (semula) seluas M2 (oleh karena dimana dari tanah a quo pada tanggal 24 Juni 1972 terkena Proyek Bandung Arterial Haghway, Jalan Soekarno-Hatta) sisa luas tanah waris objek sengketa tercatat dalam SHM a quo seluas M2 milik Sastramidjaja Neneng (ayah kandung Penggugat), merupakan hasil manipulasi data juridis dan fisik tanah adat waris objek sengketa a quo, dengan melakukan rekayasa seolah-olah Tergugat I pada tanggal membeli tanah SHM No.8 Desa Pasawahan dari pemiliknya bernama EMUS padahal EMUS tidak pernah memiliki tanah SHM No.8/ Pasawahan, halmana diketahui dari Warkah Tanah yang dijadikan dasar permohonan sertipikat Hak Milik Nomor 8 sebagaimana tercatat pada Turut Tergugat II ternyata bukan atas nama EMUS melainkan atas nama USEN dengan bukti kepemilikan tanah adat Persil No.43. D.III Kohir C No.2361 seluas + 60 M2, terletak di Blok Ciburuy, Kelurahan Ciseureuh, Kecamatan Regol, Kotamadya Bandung. Rekayasa SHM aquo terlihat dari gambar situasi yang menunjuk batas-batas tanah dengan menggunakan batas tanah Persil 34 Kohir 353 yang juga merupakan milik Neneng Sastramidjaja, juga menyebutkan diatas tanah SHM a quo terdapat bentangan kabel tekanan tinggi , padahal faktanya tidak ada kabel tekanan tinggi ; Halaman 7 dari 69 Putusan Nomor : 52/PDT/2018/PT.BDG 11. Bahwa demikian pula dengan Sertipikat Hak Milik Nomor 717/Kelurahan Ciseureuh seluas 844 M2 dan Sertipikat Hak Milik Nomor 719/Kelurahan Ciseureuh seluas 300 M2 yang merupakan hasil pemecahan (splitsing) dari Sertipikat Hak Milik Nomor : 15/Kelurahan Ciseureuh yang dijadikan alas hak Tergugat I untuk menguasai dengan tanpa hak bagian tanah waris objek sengketa milik Sastramidjaja Neneng (ayah kandung Penggugat), adalah juga merupakan hasil rekayasa dengan manipulasi data juridis dan fisik tanah adat waris objek sengketa aquo. Halmana diketahui dari Warkah Tanah yang dijadikan dasar permohonan Sertipikat Hak Milik Nomor 15/Kelurahan Ciseureuh (yang merupakan sertipikat induk) sebagaimana tercatat pada Turut Tergugat II, ternyata Pemohon Hak Atas Tanah a quo bukan atas nama Raden Hadji Rochanah (Tergugat I) melainkan atas nama D. SUBHAN ATORI dengan bukti kepemilikan tanah adat Persil No.123.D.II Kohir C No.2993 seluas M2, terletak di Kelurahan Ciseureuh, Kecamatan Regol, Kotamadya Bandung ; 12. Bahwa berdasarkan fakta-fakta di atas, jelas kiranya oleh karena telah ternyata Sertipikat Hak Milik No.8/Pasawahan, Sertipikat Hak Milik Nomor 717/Ciseureuh dan Sertipikat Hak Milik Nomor 719/Ciseureuh yang dijadikan dasar bagi Tergugat I untuk menguasai sebagian tanah waris objek sengketa milik Sastramidjaja Neneng (ayah kandung Penggugat) merupakan hasil rekayasa dan manipulasi data juridis dan fisik tanah adat waris objek sengketa aquo, sehingga dengan demikian jelas dalam penerbitan SHM-SHM a quo atas nama Tergugat I oleh Turut Tergugat II ( jika memang SHM-SHM a quo ada), telah terkandung unsur perbuatan melawan hukum, sehingga berakibat SHM-SHM a quo menjadi cacat hukum dan tidak sah, karenanya harus dibatalkan atau setidak-tidaknya dinyatakan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat; 13. Bahwa selain itu, yang lebih aneh lagi, jika benar Tergugat I merasa sebagai pemilik sah dari tanah objek sengketa, khususnya tanah Sertipikat Hak Milik Nomor 719/KeIurahan Ciseureuh seluas 300 M2, ketika diketahui kini tanah a quo dikuasai dan ditempati oleh Tergugat II, ternyata Tergugat I tetap membiarkan dan tidak pernah melakukan upaya-upaya hukum apapun untuk menuntut kembali tanah a quo menjadi dalam penguasaan Tergugat I, padahal jika benar tanah a quo sebagai milik dari dan karenanya pula Tergugat I memperoleh tanah aquo dengan cara-cara yang sah, tentunya Tergugat I telah menempuh upaya-upaya hukum untuk menuntut kembali tanah a quo dari Tergugat II tersebut ; 14. Bahwa demikian terlepas dari persoalan, apakah sebagian tanah waris objek sengketa seluas 300 M2 dikuasai dan ditempati oleh Tergugat I atau Tergugat II, Halaman 8 dari 69 Putusan Nomor : 52/PDT/2018/PT.BDG namun oleh karena dengan tanpa hak telah menguasai tanah waris objek sengketa seluas M2, oleh karena Sertipikat Hak Milik Nomor 719/KeIurahan Ciseureuh yang dijadikan dasar merupakan hasil rekayasa dan manipulasi dan karenanya telah terkandung perbuatan melawan hukum, sehingga berakibat SHM a quo menjadi cacat hukum dan tidak sah, maka penguasaan Tergugat II atas tanah waris objek sengketa juga merupakan penguasaan dengan tanpa hak dan melawan hukum pula ; 15. Bahwa bertitik tolak dari fakta-fakta hukum, adalah beralasan hukum pula apabila Pengadilan Negeri Kls IA Bandung Cq. Majelis Hakim yang memeriksa dan memutus perkara ini memerintahkan kepada Turut Tergugat II untuk mencoret Sertifikat Hak Milik Nomor 8/Desa Pasawahan, Sertifikat Hak Milik Nomor 717/ Kelurahan Ciseureuh dan Sertifikat Hak Milik Nomor 719/Kelurahan Ciseureuh atas nama Tergugat I ( jika SHM-SHM a quo ada ) dari Daftar Buku Tanah yang disediakan untuk itu, dan selanjutnya memerintahkan kepada Turut Tergugat II mencatat kembali tanah objek sengketa masing-masing : (sisa) seluas M2, seluas M2 dan seluas 300 M2 yang merupakan bagian dari tanah Persil Nomor 30 D.II. Kohir Nomor 353 seluas M2, terletak di Blok Dungussema, Kelurahan Ciseureuh, Kecamatan Regol, Kota Bandung atas nama dan sebagai pemilik yang sah N. Sastramidjaja Neneng ; 16. Bahwa berdasarkan fakta-fakta hukum di atas, maka jelas tindakan Tergugat I dan Tergugat II yang hingga kini tetap menguasai tanah objek waris sengketa sebagaimana tercantum dalam SHM No.8/Pasawahan, SHM No.717/Ciseureuh dan SHM No.719/Ciseureuh, tanah-tanah aquo merupakan bagian dari luas tanah milik adat Persil No.30 D.II. Kohir : 353 seluas M2 terletak di Blok Dungussema, Kelurahan Ciseureuh, Kecamatan Regol, Kota Bandung milik N.Sastramidjaja Neneng ( ayah kandung Penggugat ) adalah penguasaan dengan tanpa alas hak yang sah, sehingga perbuatan mana jelas merupakan perbuatan melawan hukum yang telah menimbulkan kerugian kepada Penggugat dan segenap saudara-saudara Penggugat selaku para ahli waris dari almarhum N. Sastramidjaja Neneng, yang merupakan pemilik sah tanah objek sengketa a quo ; 17. Bahwa oleh karena alasan di atas, maka patut apabila Tergugat I dan Tergugat II atau pihak lain yang menerima hak dari padanya dihukum untuk mengosongkan dan menyerahkan tanah waris objek sengketa milik Almarhum N. Sastramidjaja Neneng, sebagaimana pada posita butir 8.1, 8.2 dan 8.3. a quo kepada Penggugat selaku ahli warisnya yang sah, bilamana perlu melalui upaya paksa dengan menggunakan alat-alat keamanan Negara; Halaman 9 dari 69 Putusan Nomor : 52/PDT/2018/PT.BDG 18. Bahwa untuk menjamin agar gugatan Penggugat tidak illusoir ( sia-sia ) dan guna mencegah dilakukannya penjualan dan atau pengalihan hak (kepemilikan) dalam bentuk apapun atas tanah-tanah sengketa oleh Tergugat I kepada pihak lain, beralasan hukum apabila Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk meletakkan sita jaminan (conservatoir beslag) atas tanah-objek sengketa : Sebidang (sisa) tanah Sertifikat Hak Milik Nomor 8/Desa Pasawahan, seluas M2, Surat Ukur/Uraian Batas No.1017/1971, tanggal , terletak (dahulu)
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks