Oleh: Justika Salim S-1 Manajemen Darwin Lie, Efendi, Julyanthry

Please download to get full document.

View again

of 10
171 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
PENGARUH PENETAPAN HARGA DAN PERILAKU KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA TOKO SEKOLAH YAYASAN PERGURUAN SULTAN AGUNG (Survei pada Siswa/i SMA Swasta Sultan Agung) Oleh: Justika Salim S-1 Manajemen
Document Share
Document Transcript
PENGARUH PENETAPAN HARGA DAN PERILAKU KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA TOKO SEKOLAH YAYASAN PERGURUAN SULTAN AGUNG (Survei pada Siswa/i SMA Swasta Sultan Agung) Oleh: Justika Salim S-1 Manajemen Darwin Lie, Efendi, Julyanthry Abstraksi Adapun rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana pengaruh penetapan harga dan perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian pada Toko Sekolah Yayasan Perguruan Sultan Agung. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Populasinya adalah seluruh konsumen Toko Sekolah Yayasan Perguruan Sultan Agung yang berjumlah 146 orang. Data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif, dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuesioner, metode wawancara dan metode dokumentasi. Kemudian teknik analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif dan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian disimpulkan sebagai berikut: 1. Penetapan harga, perilaku konsumen dan keputusan pembelian sudah baik. 2. Hasil analisis regresi Ŷ = 7, ,483X 1 + 0,753X 2, artinya penetapan harga dan perilaku konsumen berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. 3. Hasil analisis koefisien korelasi diperoleh r=0,761, artinya terdapat hubungan yang kuat dan positif antara penetapan harga dan perilaku konsumen dengan keputusan pembelian pada Toko Sekolah Yayasan Perguruan Sultan Agung. Tinggi rendahnya keputusan pembelian dapat dijelaskan sebesar 57,9% oleh penetapan harga dan perilaku konsumen. 4. Hasil uji hipotesis H 0 ditolak, artinya penetapan harga dan perilaku konsumen berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada Toko Sekolah Yayasan Perguruan Sultan Agung baik secara simultan maupun parsial. Saran dari hasil penelitian ini. Penetapan harga dapat ditingkatkan dengan membeli alat tulis dari supplier yang menawarkan harga yang lebih murah, sehingga harga yang dijual lebih murah dari pesaing. Perilaku konsumen dapat ditingkatkan dengan meningkatkan kualitas dan kepuasan, sehingga teman memberikan masukan positif terhadap alat tulis kantor yang dijual. Keputusan pembelian dapat ditingkatkan dengan memperhatikan peningkatan pada penetapan harga dan perilaku konsumen seperti memberi potongan harga, menambah variasi, mengurangi produk yang harga murah tapi kualitasnya kurang baik. Kata Kunci: Penetapan Harga, Perilaku Konsumen dan Keputusan Pembelian Abstraction The formulation of this research problem is how the influence of price and consumen behaviour on purchase decisions at Toko Sekolah Yayasan Perguruan Sultan Agung. The method used in this paper is literature research and field research. The population is all consumer of Toko Sekolah Yayasan Perguruan Sultan Agung which amounted to 146 people. The data used are qualitative data and quantitative data, and data collection techniques used are questionnaire method, interview method and documentation method. Then the technique of data analysis using qualitative descriptive method and quantitative descriptive method. The result of this study can be summarized as follows: 1. Pricing, consumer behavior and buying decision have been good. 2. Result of regression analysis is Ŷ = 7, ,483X 1 + 0,753X 2, meaning the pricing and consumer behavior have positive influence on the buying decision. 3. The result of the correlation analysis is r=0.761, meaning that there is a strong and positive relation between pricing, consumer behavior and buying decision at Toko Sekolah Yayasan Perguruan Sultan Agung. Level of buying decision can be explained by 57,9% by pricing and consumer behavior. 4. Result of the hypothesis stated that H 0 is rejected, meaning that the pricing and consumer behavior positive and significant impact the buying decision at Toko Sekolah Yayasan Perguruan Sultan Agung either simultaneously or partially. The suggestions of this research. Pricing can be improved by buying stationary from suppliers that offer cheaper prices, so that stationary is sold cheaper than the price sold by competitors.consumer behavior can be improved by improving the quality and satisfaction, so that friend will give positive feedback on stationary that is sold. Buying decision can be improved by paying attention to improvement at the pricing and consumer behavior such as giving discount, adding product variations, and decreasing product that have cheap price but the quality is bad. Keywords: Pricing, Consumer Behavior, Buying Decision Jurnal MAKER ISSN : Vol. 3, No. 2, DESEMBER A. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah Toko sekolah merupakan salah satu bagian dari Yayasan Perguruan Sultan Agung. Toko sekolah menyediakan berbagai keperluan alat tulis kantor (ATK) berupa buku, pulpen, penggaris, folio dan sebagainya yang dibutuhkan oleh siswa/i. Toko sekolah diadakan dengan tujuan siswa/i dapat membeli kebutuhan dalam lingkungan sekolah. Dalam memenuhi kebutuhan siswa/i, toko sekolah perlu memperhatikan harga dan keragaman produk sehingga siswa/i tertarik untuk membeli produk di toko sekolah. Keputusan pembelian merupakan proses identifikasi permasalahan dan peluang, kemudian menyesuaikannya. Dimensi keputusan pembelian dapat dilihat dari proses pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian dan perilaku pasca pembelian. Fenomena keputusan pembelian yang terjadi di toko sekolah Yayasan Perguruan Sultan Agung adalah siswa/i membeli kebutuhan berdasarkan kebiasaan, dimana siswa/i memiliki kepercayaan terhadap kualitas merek tertentu sehingga sulit untuk berpindah ke merek yang lain. Contohnya dalam membeli pulpen siswa/i lebih memilih merek kenko, akan tetapi merek tersebut tidak tersedia di toko sekolah sehingga siswa/i hanya bisa membeli merek pulpen yang ada. Pada toko sekolah ada beberapa produk alat tulis kantor (ATK) terutama pulpen memiliki kualitas yang kurang baik, sehingga ketika siswa/i membeli produk tersebut mereka merasa kecewa dan tidak akan kembali membeli produk tersebut lagi. Hal ini tentunya akan berdampak terhadap perilaku pasca pembelian, dimana toko sekolah akan kekurangan konsumen atas produk tersebut. Harga sebuah produk merupakan salah satu faktor pertimbangan bagi konsumen dalam menentukan keputusan pembelian. Harga merupakan satuan moneter atau ukuran lainnya (termasuk barang dan jasa lainnya) yang ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikan atau penggunaan suatu barang atau jasa. Dimensi penetapan harga pada toko sekolah Yayasan Perguruan Sultan Agung dapat dilihat dari keterjangkauan harga, kesesuaian harga dengan kualitas produk, daya saing harga dan kesesuaian harga dengan manfaat. Penetapan harga di toko sekolah dapat dilihat dari harga alat tulis kantor yang relatif murah sehingga mampu dijangkau oleh siswa/i. Harga yang ditetapkan di toko sekolah tidak bisa bersaing jika dibandingkan dengan grosir. Hal ini akan mempengaruhi keputusan pembelian siswa/i atas produk tersebut. Pada dimensi kesesuaian harga dengan kualitas, jika barang memiliki kualitas yang baik maka harga yang ditetapkan akan lebih mahal dan sebaliknya barang dengan kualitas yang kurang baik maka harga yang ditetapkan akan lebih murah. Contohnya untuk pulpen cair merek My-gel harganya lebih mahal karena kualitasnya lebih baik. Pada dimensi daya saing harga, toko sekolah menjual produk dengan harga yang dapat bersaing dengan toko lainnya tetapi tidak dapat bersaing harga dengan toko grosir. Faktor lain selain harga yang mempengaruhi keputusan pembelian adalah perilaku konsumen. Perilaku konsumen menggambarkan cara individu mengambil keputusan untuk memanfaatkan sumber daya mereka yang tersedia (waktu, uang, usaha) guna membeli barang-barang yang berhubungan dengan konsumsi. Konsumen akan kembali membeli barang yang mereka rasa sesuai dengan kebutuhan mereka setelah menggunakan dan mengevaluasinya. Dimensi perilaku konsumen dapat dilihat dari faktor budaya, faktor sosial dan faktor pribadi. Pada dimensi faktor budaya, pembelian produk disesuaikan kepada gaya hidup atau status sosial siswa/i. Contohnya siswa/i dengan golongan menengah ke bawah cenderung membeli produk yang lebih murah dan sebaliknya siswa/i dengan golongan menengah ke atas cenderung membeli produk lebih mahal dengan kualitas yang lebih baik. Pada dimensi faktor sosial, siswa/i membeli suatu produk karena ada rekomendasi dari teman akibat dari respon pemakaian yang positif. Pada faktor pribadi, produk yang dijual masih ada yang belum sesuai dengan keinginan konsumen, misalnya tidak menjual produk tertentu yang diinginkan siswa/i sehingga mereka kecewa dan hanya dapat menggunakan merek tersedia. 2. Rumusan Masalah a. Bagaimana gambaran penetapan harga, perilaku konsumen dan keputusan pembelian pada Toko Sekolah Yayasan Perguruan Sultan Agung. b. Bagaimana pengaruh penetapan harga dan perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian pada Toko Sekolah Yayasan Perguruan Sultan Agung baik secara simultan maupun parsial. 3. Tujuan Penelitian a. Untuk mengetahui pengaruh penetapan harga dan perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian pada Toko Sekolah Yayasan Perguruan Sultan Agung baik secara simultan maupun parsial. b. Untuk mengetahui pengaruh penetapan harga dan perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian pada Toko Sekolah Yayasan Perguruan Sultan Agung baik secara simultan maupun parsial. Jurnal MAKER ISSN : Vol. 3, No. 2, DESEMBER 4. Metode Penelitian Objek penelitian dalam penelitian ini adalah Toko Sekolah Yayasan Perguruan Sultan Agung. Toko Sekolah merupakan salah satu badan usaha yang menyediakan kebutuhan peralatan dan perlengkapan sekolah. Toko Sekolah Yayasan Perguruan Sultan Agung berlokasi di Jalan Surabaya No.19 Pematangsiantar. Desain penelitian adalah penelitian kepustakaan (library research) dan penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data berupa observsi, kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Jenis data yang adalah jenis data kualitatif dan data kuantitatif. Hasil data yang diperoleh dari lapangan akan dianalisis secara deskriptif baik bersifat kualitatif dan kuantitatif. B. LANDASAN TEORI 1. Manajemen Pemasaran Pemasaran merupakan salah satu kegiatan yang penting dalam dunia bisnis. Menurut Boyd, et al (2000:18), manajemen pemasaran (marketing management) adalah proses menganalisis, merencanakan, mengkoordinasikan dan mengendalikan program-program yang mencakup pengkonsepan, penetapan harga, promosi dan distribusi dari produk, jasa dan gagasan yang dirancang untuk menciptakan dan memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan. Manajemen pemasaran menurut Kotler dan Gary (2008:10), adalah seni atau ilmu memilih target pasar dan membangun hubungan yang menguntungkan dengan target pasar itu. Menurut Tjiptono (2015:13), manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi dan distribusi gagasan, barang dan untuk menciptakan pertukaran tujuan individual dan organisasional. Setiap perusahaan memiliki tujuan yang ingin dicapai melalui produk yang dihasilkannya. Salah satu tujuannya adalah terjualnya seluruh produk dengan laba yang diharapkan dan tercapainya kepuasan pelanggan. Berdasarkan beberapa pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa manejemen pemasaran adalah semua proses perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian mulai dari penetepan harga sampai dengan memasarkan barang dan jasa ke tangan pelanggan, termasuk memuaskan kebutuhan pelanggan dan mencapai tujuan organisasi. 2. Harga Menurut Kotler dan Gary (2008:345), harga (price) adalah jumlah semua nilai yang diberikan oleh pelanggan untuk mendapatkan keuntungan dari memiliki atau menggunakan suatu produk atau jasa. Menurut Tjiptono (2015:289), harga merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran yang mendatangkan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan, sedangkan ketiga unsur lainnya (produk, distribusi, dan promosi) menyebabkan timbulnya biaya (pengeluaran). Menurut Kotler d an Kevin (2009:67), harga adalah salah satu elemen bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan, harga merupakan elemen termudah dalam program pemasaran untuk disesuaikan, fitur produk, saluran dan bahkan komunikasi membutuhkan lebih banyak waktu. Berdasarkan beberapa pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa harga adalah suatu nilai atau jumlah yang ditukarkan oleh pembeli untuk memiliki suatu barang atau jasa dan untuk mendapatkan keuntungan bagi penjual. Seseorang akan membeli barang kita jika pengorbanan yang dikeluarkan (uang dan waktu) sesuai dengan manfaat yang diperoleh dari prouksi tersebut. Nilai harga barang itu terlalu tinggi akan menyebabkan penjualan akan menurun namun jika harga terlalu rendah akan mengurangi keuntungan yang dapat diperoleh oleh penjual. 3. Perilaku Konsumen Menurut Kotler dan Kevin (2009:166), perilaku konsumen adalah studi tentang bagaimana barang, jasa, ide, atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka. Menurut Mowen dan Michael (2002:6), perilaku konsumen (consumer behavior) didefinisikan sebagai studi tentang unit pembelian (buying units) dan proses pertukaran yang melibatkan perolehan, konsumsi, dan pembuangan barang, jasa, pengalaman, serta ide-ide. The American Marketing Association dalam Setiadi (2008:3), mendefenisikan perilaku konsumen merupakan interaksi dinamis antara afeksi dan kognisi, perilaku, dan lingkungannya di mana manusia melakukan kegiatan pertukaran dalam hidup mereka. Seorang pemasar dituntut mampu menciptakan strategi pemasaran yang tepat dalam rangka persaingannya dengan perusahaan lain. Perilaku setiap individu berbeda-beda. Perbedaan itu terdapat ketika mereka mengkonsumsi barang dan jasa. Konsumen dengan pendapatan yang tinggi dan kelas sosial atas, pasti mengkonsumsi barang yang berbeda dengan konsumen dengan pendapatan rendah dan kelas sosial bawah. Berdasarkan pendapat ahli di atas maka dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen adalah proses pembelian, pertukaran suatu barang atau jasa yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan, cara pandang, motivasi, dan pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka. Jurnal MAKER ISSN : Vol. 3, No. 2, DESEMBER 4. Keputusan Pembelian Menurut Schiffman dan Leslie (2007:108), keputusan pembelian adalah suatu keputusan seseorang dimana dia memilih salah satu dari beberapa alternatif pilihan yang ada. Menurut Setiadi (2008:38), keputusan pembelian adalah proses pengintegrasian yang mengkombinasi sikap pengetahuan untuk mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternatif, dan memilih salah satu diantaranya. Keputusan pembelian menurut Kotler dan Gary (2008:181) adalah keputusan pembeli tentang merek mana yang dibeli. Konsumen dapat membentuk niat untuk membeli merek yang paling disukai. Dua faktor yang berada diantara niat pembelian dan keputusan pembelian yaitu sikap dan situasi yang tidak terantisipasi. Kegiatan pembelian merupakan suatu rangkaian tindakan fisik maupun mental yang dialami oleh seorang konsumen dalam melakukan pembelian. Berdasarkan pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa keputusan pembelian merupakan pemilihan yang dilakukan tentang merek mana yang dibeli konsumen dari sejumlah alternatif yang ada. C. PEMBAHASAN 1. Analisa a. Deskriptif Kualitatif Analisis deskriptif dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran atau deskripsi mengenai tanggapan dari pelanggan mengenai pengaruh penetapan harga dan perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian produk teh pada Toko Sekolah Yayasan Perguruan Sultan Agung. Sesudah pengujian data, maka langkah selanjutnya penelitian melakukan pengkajian analisis kualitatif sebagai gambaran fenomenal dari variabel penelitian pada saat sekarang ini. Adapun penetapan kriteria nilai rata-rata jawaban dari responden tersebut dimasukkan dalam kelas-kelas interval dimana penetapan intervalnya memakai rumus sebagai berikut: Interval Kelas = Nilai Tertinggi - Nilai Terendah Jumlah Kelas = = 4 5 = 0,8 Dari rumus diatas dapat diperoleh interval kelas 0,8 sehingga berlaku ketentuan kategori dengan hasil berikut: Tabel 1 Nilai Interval dan Kategori Jawaban Responden Nilai Interval 1,00 1,80 1,81 2,60 Harga Sangat Tidak Baik Kategori Citra Merek Sangat Tidak Baik Keputusan Pembelian Sangat Tidak Baik Tidak Baik Tidak Baik Tidak Baik 2,61 3,40 3,41 4,20 4,21 5,00 Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Baik Baik Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sumber: hasil pengolahan data (2017) 1) Gambaran Penetapan Harga pada Toko Sekolah Yayasan Perguruan Sultan Agung Dari hasil analisa, berdasarkan dimensi keterjangkauan harga pada indikator harga yang ditawarkan memperoleh nilai 3,72 dengan kategori baik, hal ini disebabkan karena harga alat tulis kantor yang ditawarkan sesuai dengan manfaat alat tulis kantor yang diterima oleh siswa/i. Pada indikator kesesuaian harga dengan kondisi keuangan memperoleh nilai 3,54 dengan kategori baik, hal ini dikarenakan harga alat tulis kantor yang ditetapkan disesuaikan dengan kemampuan kondisi keuangan siswa/i. Pada indikator terakhir keterjangkauan harga alat tulis kantor yang dijual memperoleh nilai 3,53 dengan kategori baik, hal ini dikarenakan harga alat tulis kantor yang dijual memiliki harga yang standar sehingga mampu dijangkau oleh siswa/i. Untuk dimensi kesesuaian harga dengan kualitas produk pada indikator kualitas alat tulis kantor memperoleh nilai 4,10 dengan kategori baik, hal ini disebabkan karena harga alat tulis kantor yang dijual yang ditetapkan sesuai dengan kualitasnya. Pada indikator daya tahan alat tulis kantor memperoleh nilai 3,85 dengan kategori baik, hal ini dikarenakan alat tulis kantor yang dijual memiliki daya tahan yang baik sehingga alat tulis kantor tersebut dapat dipakai dalam jangka waktu yang lama. Pada indikator terakhir kondisi fisik alat tulis kantor yang dijual memperoleh nilai 4,16 dengan kategori baik, hal ini dikarenakan kondisi alat tulis kantor yang dijual berada dalam kondisi yang masih baik dan tidak cacat. Pada dimensi daya saing harga pada indikator keberagaman alat tulis kantor memperoleh nilai 3,94 dengan kategori baik, hal ini disebabkan karena harga alat tulis kantor yang dijual dibandingkan dengan toko di sekitar Sultan Agung tersedia beberapa merek sehingga siswa/i bebas memilih yang disukai. Pada indikator persaingan harga alat tulis kantor dengan toko lain memperoleh nilai 3,36 dengan kategori cukup baik, hal ini dikarenakan harga alat tulis kantor yang ditetapkan jika dibandingkan dengan toko grosir masih lebih tinggi. Pada indikator terakhir kemudahan membeli alat tulis kantor memperoleh nilai 3,76 dengan kategori baik, hal ini dikarenakan dengan adanya Toko Sekolah di lingkungan sekolah mempermudah siswa/i membeli alat tulis kantor dalam memenuhi kebutuhan. Dimensi terakhir kesesuaian harga dengan manfaat pada indikator manfaat alat Jurnal MAKER ISSN : Vol. 3, No. 2, DESEMBER tulis kantor yang dirasakan memperoleh nilai 4,08 dengan kategori baik, hal ini disebabkan karena alat tulis kantor yang dijual mempunyai nilai manfaat yang baik sehingga siswa/i merasa puas dari segi harga dan kualitas. Pada indikator pemenuhan alat tulis kantor yang disediakan memperoleh nilai 3,91 dengan kategori baik, hal ini dikarenakan alat tulis kantor yang dijual di Toko Sekolah mampu memenuhi kebutuhan siswa/i, seperti Apabila ada kebutuhan pembelajaran yang tidak tersedia yang diperlukan siswa/i maka Toko Sekolah akan secepatnya menyediakannya. Pada indikator terakhir keinginan membeli alat tulis kantor memperoleh nilai 3,75 dengan kategori baik, hal ini dikarenakan adanya manfaat yang dirasakan dari penggunaan alat tulis kantor dan terpenuhnya kebutuhan yang mereka inginkan. Dari total jawaban responden mengenai penetapan harga baik dari keterjangkauan harga, kesesuaian harga dengan kualitas produk, daya saing harga dan kesesuaian harga dengan manfaat mendapat nilai rata-rata sebesar 3,81 dengan kriteria baik. Nilai rata-rata tertinggi sebesar 4,16 dengan kriteria baik untuk dimensi kesesuaian harga dengan kualitas produk pada indikator kondisi alat tulis kantor yang dijual. Nilai rata-rata terenda
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks