Oleh : ASTRI KUSUMA WARDANI NIM K

Please download to get full document.

View again

of 173
135 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PECAHAN MATEMATIKA SISWA KELAS III SD NEGERI KARANGASEM 1 LAWEYAN SURAKARTA SEMESTER GENAP TAHUN 2010 Oleh : ASTRI KUSUMA WARDANI NIM K
Document Share
Document Transcript
PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PECAHAN MATEMATIKA SISWA KELAS III SD NEGERI KARANGASEM 1 LAWEYAN SURAKARTA SEMESTER GENAP TAHUN 2010 Oleh : ASTRI KUSUMA WARDANI NIM K FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2 PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PECAHAN MATEMATIKA SISWA KELAS III SD NEGERI KARANGASEM 1 LAWEYAN SURAKARTA SEMESTER GENAP TAHUN 2010 Oleh : ASTRI KUSUMA WARDANI NIM K SKRIPSI Ditulis Dan Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2010 ii iv 3 4 5 ABSTRAK Astri Kusuma Wardani, NIM K PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PECAHAN MATEMATIKA SISWA KELAS III SD NEGERI KARANGASEM 1 LAWEYAN SURAKARTA SEMESTER GENAP TAHUN Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juni Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah: (1) meningkatkan motivasi belajar pecahan matematika melalui pendekatan Kontekstual siswa kelas III SD Negeri Karangasem 1 Kecamatan Laweyan Surakarta Semester Genap Tahun 2010 (2) meningkatkan prestasi belajar pecahan siswa melalui pendekatan kontekstual kelas III SD Negeri Karangasem 1 Laweyan Surakarta Semester Genap Tahun Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan model siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas III SD Negeri Karangasem 1 Laweyan Surakarta. Pengumpulan data digunakan dengan teknik dokumen untuk mengetahui seberapa besar prestasi sebelum dan setelah tindakan, observasi untuk mengetahui situasi kelas dan motivasi siswa, angket motivasi untuk melihat pendapat siswa dan tes untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar. Teknik analisis data digunakan model deskriptif interaktif dengan langkah reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian siklus 1, 2 dan siklus 3 diperoleh nilai ratarata angket motivasi sebesar 72,75; 78,85 dan 81,10. Rata-rata nilai prestasi matematika siswa pada siklus 1, 2, dan siklus 3 diperoleh nilai sebesar 72,25; 85,25 dan 85,25. Prosentase siswa yang memperoleh nilai prestasi belajar di atas KKM pada siklus 1, 2 dan siklus 3 adalah sebesar 52,25%; 67,5% dan 82,5%. Dengan demikian dapat disarankan bahwa Pendekatan Kontekstual dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa. Kata kumci: motivasi, prestasi, pendekatan kontekstual, pecahan, matematika. v 6 ABSTRACT Astri Kusuma Wardani, K IMPROVING STUDENTS MOTIVATION IN LEARNING MATHEMATICS FRACTION THROUGH CONTEXTUAL APPROACH ON SECOND SEMESTER OF THE THIRD GRADE STUDENTS OF SDN KARANGASEM 1, LAWEYAN, SURAKARTA, ACADEMIC YEAR Thesis, Surakarta : Teacher Training and Education Faculty. Sebelas Maret University, Surakarta, June The purposes of this classroom action research are: (1) to improve the motivation of third grade students of SDN Karangasem 1 Laweyan Surakarta, academic year 2010 in learning rational number throught contextual approach (2) to improve the achievement of third grade students of SDN Karangasem 1 Laweyan Surakarta academic year 2010 in learning rational number through cotextual approach. This is a classroom action research through cycle model. The subject of the research is third grade students of SD Negeri Karangasem 1, Laweyan, Surakarta. The techniques of collecting data in this research are document, observation, questionare, and test. Document technique is used to identify to what extent students learning achievement. Observation is used to identify the class situation and students motivation. Motivation questionare is used to see the students opinion. And test is used to identify students learning achievement. The technique of data analysis is interactive descriptive model by reducing data, presenting data, and taking research conclusion or verification. Based on the research result in cycle 1 st, 2 nd, and 3 rd, there can be obtained that the average scores of motivation questionare are 72,75; 78,85 and 81,10. And the average of students mathematics scores in cycle 1, 2, and 3 are 72,25; 85,25 and 85,25. The precentage of the students who get study achievement above minimum passing criteria are 52,25%; 67,5% and 82,5%. Therefore, it is concluded that contextual approach can improve students motivation and learning achievement. Key words: motivation, learning achievement,contextual approach, fraction, mathematics vi 7 MOTTO Bersabarlah... semua hal itu sulit sebelum menjadi mudah. (Saadi Shiraz) Kepuasan terletak pada usaha, bukan pada hasil. Berusaha dengan keras adalah kemenangan yang hakiki. (Terjemahan Mahatma Gandhi) You have to endure caterpillars if you want to see butterflies Anda harus tahan terhadap ulat jika ingin dapat melihat kupu-kupu (Antoine De Saint) vii 8 PERSEMBAHAN Kupersembahkan Skripsi ini dengan hati yang tulus teruntuk : Kedua orangtuaku (Alm. Bapak Sutarmanto - Ibu Yuliati) yang selalu aku banggakan dan menjadi inspirasi terbesarku Kedua kangmasku (Agung Yuniawan, SE - Briptu Anton Dewantoro, SE) yang tiada lelah memberi motivasi kepada penulis, segala limpahan doa dan penyemangat menjadi penguat yang begitu hangat Keponakanku Faiz Alfatirafi Ananta... rindu ini selalu memacu untuk memelukmu. Mas Allvian dan keluarga atas sebentuk kesabaran dan kebaikan tulus Sahabatku tersayang, terima kasih atas perjalanan indah ini sampai kita bisa seperti sekarang. Teman-teman D Fresh Zero 06, Dosen dan Staf di PGSD, kakak-kakak dan adikadik tingkatku di PGSD, FKIP, UNS Bersamamu menjadi sebuah kenangan yang tak pernah terlupakan dan memberi kerinduan yang indah. Almamaterku tercinta yang senantiasa aku banggakan dalam meraih mimpi menjadi seorang pendidik. viii 9 KATA PENGANTAR Puji syukur Alhamdulillah kehadirat Allah karena atas limpahan rahmat, taufik, hidayah, serta inayah-nya skripsi ini dapat terseleseikan. Skripsi ini disusun untuk memenuhi persyaratan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan pada Progran Studi S1 PGSD, Jurusan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penulis menyadari bahwa penelitian tindakan kelas ini tidak akan berhasil tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak yang telah berpartisipasi dalam penyusunan skripsi ini, untuk itu dengan segala kerendahan hati penulis menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak, khususnya kepada yang terhormat : 1. Prof. Dr. M Furqon Hidayatullah selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah memberi ijin serta kesempatan belajar. 2. Drs. R. Indianto, M Pd. selaku Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah memberi ijin untuk menyusun skripsi. 3. Drs Kartono, M. Pd. selaku Ketua Program Studi PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah banyak membimbing dalam penulisan skripsi ini. 4. Dra. Siti Kamsiyati, M. Pd. selaku Pembimbing 1 yang telah tulus memberikan bimbingan dan semangat kepada penulis untuk menyeleseikan skripsi. 5. Drs. Djaelani, M. Pd. selaku Pembimbing II yang dengan sabar memberi petunjuk dan memotivasi sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. 6. Heru Prasetyo, S. Pd. selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri Karangasem 1 Laweyan Surakarta yang telah mengijinkan melakukan penelitian dengan segala kesabaran dan bimbingannya. ix 10 7. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah memberi bantuan dalam menyelesaikan skripsi ini. Semoga amal kebaikan semua pihak tersebut mendapat imbalan dari Allah SWT. Dalam penyusunan skripsi ini, penulis menyadari masih banyak kekurangan dan keterbatasan pengetahuan, namun diharapkan skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak dan bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Surakarta, Juni 2010 Penulis x 11 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGAJUAN... ii HALAMAN PERSETUJUAN... iii HALAMAN PENGESAHAN... iv HALAMAN ABSTRAK... v HALAMAN MOTTO... vii HALAMAN PERSEMBAHAN... viii KATA PENGANTAR... ix DAFTAR ISI... xi DAFTAR TABEL... xiii DAFTAR GAMBAR... xiv DAFTAR LAMPIRAN... xv BAB I PENDAHULUAN... 1 A. Latar Belakang... 1 B. Rumusan Masalah... 5 C. Tujuan Penelitian... 6 D. Manfaat Penelitian... 6 BAB II LANDASAN TEORI... 7 A. Kajian Pustaka Belajar dan Pembelajaran Matematika Motivasi Belajar Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Bilangan Pecahan B. Hasil Penelitian yang Relevan C. Kerangka Berfikir D. Hipotesis Penelitian BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat Penelitian xi 12 2. Waktu Penelitian B. Bentuk dan Strategi Penelitian C. Subjek Penelitian D. Subjek Data E. Teknik Pengumpulan Data F. Indikator Kinerja G. Prosedur Penelitian H. Validitas Data I. Teknik Analisis Data BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Kondisi Awal Sebelum PTK Pelaksanaan PTK Siklus I Pelaksanaan PTK Siklus II Pelaksanaan PTK Siklus III B. Pembahasan Hasil Penelitian BAB V PENUTUP A. Simpulan B. Implikasi Hasil Penelitian C. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN xii 13 DAFTAR TABEL Tabel 1 Kategori motivasi siswa (untuk 20 butir pernyataan/ pertanyaan dengan rentang skor ) Tabel 2 Jadwal penyusunan penelitian Tabel 3 Frekuensi Data Nilai Angket Nilai Motivasi Sebelum PTK Tabel 4 Frekuensi Data Nilai Matematika Siswa Sebelum PTK Tabel 5 Hasil pengamatan pada pembelajaran matematika dengan pendekatan Kontekstual Pada Siklus I Tabel 6 Frekuensi Data Nilai Angket Motivasi Belajar Setelah Siklus I Tabel 7 Frekuensi Data Nilai Matematika Siswa Setelah Siklus I Tabel 8 Perbandingan hasil antara sebelum PTK dan setelah Siklus I Tabel 9 Hasil Pengamatan Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Kontekstual pada Siklus Tabel 10 Frekuensi Data Nilai Angket Motivasi Setelah Siklus Tabel 11 Frekuensi Data Nilai Matematika Setelah Siklus Tabel 12 Perbandingan Hasil Antara Siklus 1 dengan Siklus Tabel 13 Hasil Pengamatan Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Kontekstual pada Siklus Tabel 14 Frekuensi Data Nilai Angket Motivasi Setelah Siklus Tabel 15 Frekuensi Data Nilai Matematika Setelah Siklus Tabel 16 Perbandingan Hasil Antara Siklus 2 dengan Siklus Tabel 17 Klasifikasi Keberhasilan Nilai Angket Motivasi dan Nilai Matematika Tabel 18 Rekapitulasi Nilai Angket dan Nilai Matematika Siswa xiii 14 DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Rentang Nilai Untuk Kategori Angket Motivasi Gambar 2 Sebuah lingkaran dibagi menjadi 2 bagian Gambar 3 Sebuah bujur sangkar dibagi menjadi 4 bagian yang sama luasnya. 30 Gambar 4 Sebuah bujur sangkar dibagi menjadi 4 bagian yang 2 bagian diberi bayang-bayang Gambar 5 Alur kerangka berfikir Gambar 6 Mengenai kondisi awal sebelum PTK, tindakan perbaikan motivasi Kondisi akhir setelah PTK Gambar 7 Model Penelitian Tindakan Kelas Gambar 8 Komponen-komponen Analisis Data Gambar 9 Grafik Data Nilai Angket Motivasi Sebelum Tindakan Gambar 10 Grafik Data Nilai Matematika Sebelum Tindakan Gambar 11 Grafik Data Nilai Angket Motivasi Setelah Siklus I Gambar 12 Grafik Data Nilai Matematika Setelah Siklus I Gambar 13 Grafik Data Nilai Angket Motivasi Belajar Setelah Siklus Gambar 14 Grafik Data Nilai Matematika Siswa Setelah Siklus Gambar 15 Grafik Data Nilai Angket Motivasi Belajar Setelah Siklus Gambar 16 Grafik Data Nilai Matematika Siswa Setelah Siklus xiv 15 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Kisi-kisi Motivasi Belajar Matematika Siswa Kelas III SDN Karangasem I Laweyan Surakarta Lampiran 2 Angket motivasi Belajar Matematika Lampiran 3 Lembar Jawab Angket Motivasi Belajar Matematika Siswa Lampiran 4 Materi Ajar Matematika Kelas III dalam Silabus Lampiran 5 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Siklus 1) Lampiran 6 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Siklus 2) Lampiran 7 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Siklus 3) Lampiran 8 Lembar Pengamatan Guru dan Siswa pada Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Konstekstual pada Siklus Lampiran 9 Lembar Pengamatan Guru dan Siswa pada Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Konstekstual padasiklus Lampiran 10 Lembar Pengamatan Guru dan Siswa pada Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Konstekstual pada Siklus Lampiran 11 Perhitungan Nilai Tiap Akhir Siklus Lampiran 12 Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) Lampiran 13 Rekapitulasi Hasil Angket Motivasi Lampiran 14 Rekapitulasi Nilai Matematika Lampiran 15 Cara Perhitungan Pembuatan Tabel Lampiran 16 Dokumentasi Penelitian Lampiran 17 Surat Keterangan Penelitian dari Sekolah Lampiran 18 Ijin Penelitian xv 16 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan usaha sadar untuk memenuhi kebutuhan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Maju mundurnya suatu bangsa banyak ditentukan oleh kualitas pendidikan itu sendiri. Proses pendidikan dapat terjadi di dalam tiga lingkungan pendidikan yaitu pendidikan keluarga (pendidikan informal), pendidikan sekolah (pendidikan formal), dan pendidikan masyarakat ( pendidikan non formal). Sekolah sebagai pusat pendidikan formal mencerminkan masyarakat yang maju, karena pemanfaatan secara optimal ilmu pengetahuan, dan teknologi. Pendidikan di sekolah seharusnya secara seimbang dan serasi mencakup aspek pembudayaan, penguasaan, pengetahuan, dan pemilikan keterampilan siswa untuk melakukan kegiatan belajar sehingga para siswa memperoleh pengalaman pendidikan yang bermakna. Dengan demikian, dapat mendorong pertumbuhan dan perkembangan siswa ke arah suatu tujuan yang dicita-citakan. Mata pelajaran matematika di Sekolah Dasar (SD) merupakan mata pelajaran yang mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam upaya untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Adapun tujuan dari pembelajaran matematika dalam Kurikulum KTSP SD/ MI 2007 adalah agar peserta didik memiliki kemampuan : (1) Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep, dan mengaplikasikan konsep atau logaritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah ; (2) Menggunakan penalaran pada pola dan sifat melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika ; (3) Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh ; (4) Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram atau media lain untuk memperoleh keadaan atau masalah ; (5) Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, memiliki rasa ingin 17 tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah. Proses pembelajaran merupakan inti dari pendidikan, akan lebih efektif apabila siswa berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Untuk dapat terlaksananya pembelajaran matematika dengan baik pada jenjang pendidikan SD diperlukan guru yang terampil merancang dan mengelola proses pembelajaran seperti yang tercermin dalam rambu- rambu pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan ( KTSP ) Rambu- rambu tersebut antara lain guru hendaknya dapat memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan siswa aktif dalam belajar, baik secara mental, fisik, dan sosial. Aktivitas dalam kelompok sosial dikatakan maksimal bila interaksi itu terjadi antara guru dengan siswa, siswa dengan guru, dan antara siswa dengan siswa (Syaiful Djamarah, 2000:128). Dari pernyataan di atas dapat dikatakan bahwa guru diharapkan dapat merancang dan mengelola proses pembelajaran, agar dapat mengajarkan matematika dengan lancar dan berbagai arah, sehingga mampu merangsang semangat siswa untuk belajar dengan melibatkan berbagai komponen pengajaran dan tujuan yang ditetapkan dapat tercapai. Oleh karena itu guru perlu memperhatikan kebutuhan, keinginan, dan memberikan dorongan kepada siswa. Pemberian dorongan dan semangat yang diberikan oleh guru diharapkan dapat memberikan suatu dorongan dalam diri siswa untuk mengetahui segala sesuatu mengenai apa yang dipelajarinya tanpa ada beban dalam diri siswa tersebut karena motivasi merupakan dorongan dan kekuatan dalam diri seseorang untuk melakukan tujuan tertentu yang ingin dicapainya. Hal ini dapat diartikan bahwa yang dimaksud dengan tujuan adalah sesuatu yang berada di luar diri manusia sehingga kegiatan manusia lebih terarah karena seseorang akan berusaha lebih semangat dan giat dalam berbuat sesuatu ( Hamzah. B. Uno, 2007: 8 ). Pemberian dorongan semangat dalam diri siswa merupakan hal penting dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar siswa bukan hanya sekedar perintah untuk menghafal dan mendengarkan, akan tetapi mengkontruksi pengetahuan melalui pengalaman yang dialami. Pengetahuan bukanlah hasil pemberian dari orang lain seperti guru, akan tetapi hasil dari proses mengkontruksi yang dilakukan setiap individu. Pembelajaran 18 interaktif memiliki dua karakteristik yaitu yang pertama proses pembelajaran yang melibatkan proses mental siswa secara maksimal, bukan hanya menuntut siswa sekedar mendengar, mencatat, akan tetapi menhendaki aktivitas siswa dalam berpikir dengan tingkat motivasi yang tinggi. Kedua, dalam proses pembelajaran membangun suasana yang membangkitkan proses tanya jawab terus menerus yang diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berpikir siswa, pada gilirannya kemampuan berpikir diharapkan membantu siswa untuk memperoleh pengetahuan yang dapat mereka konstruksi sendiri. Pengelolaan kegiatan belajar yang tidak membangkitkan motivasi belajar siswa, strategi pembelajaran yang keliru, dan pemberian ulangan penguatan (reinforcement) yang tidak tepat merupakan penyebab utama problema belajar (learning problems). Hal demikian juga dialami oleh siswa-siswi di SD Negeri Karangasem I Kecamatan Laweyan Kota Surakarta. Berdasarkan hasil pengamatan, peneliti melihat bahwa kegiatan belajar kurang aktif karena siswa terlihat malas menjalani kegiatan pembelajaran. Di SD Negeri Karangasem I juga merupakan SD komplek yang terdiri dari tiga SD, di SD Negeri Karangasem I bangunan yang ada di kelas III berdekatan dengan ruang kelas V, ruang kelas IV, ruang kelas VI, Ruang Kesenian dan kantor kepala sekolah, menurut peneliti hal ini mempengaruhi proses pembelajaran karena bangunan ruang kelas antara yang satu dengan yang lain sangat berdekatan sehingga konsentrasi siswa kurang optimal. Ketika guru menyampaikan materi, siswa cenderung tidak tertarik mengenai materi yang disampaikan karena hanya diam mendengarkan, terkesan kurang peduli dan lebih memperhatikan keadaan luar kelas. Saat guru mengajukan beberapa pertanyaan mengenai materi matematika yang sudah disampaikan, hanya ada beberapa siswa yang mau menjawab pertanyaan dan lebih didominasi oleh siswa tertentu. Interaksi positif terhadap siswa, seperti memahami kebiasaan anak sehari-hari yang dikaitkan dengan materi yang ada di sekolah, penggunaan pendekatan pembelajaran yang kurang inovatif, dan pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan masih belum optimal. Berdasarkan hasil wawancara siswa setelah proses pembelajaran berlangsung, mereka merasa proses pembelajaran matematika sulit dipahami karena suasana terlihat tegang, kurang 19 menyenangkan dan cara mengajar yang relatif sama, sehingga motivasi belajar siswa cenderung rendah. Berdasarkan hasil wawancara dari pihak guru, mereka mengatakan bahwa mata pelajaran matematika merupakan mata pelajaran yang sulit dimengerti siswa terutama pada pokok bahasan pecahan karena pada pokok bahasan tersebut siswa menjadi bingung karena bilangan yang digunakan merupakan pecahan dari suatu keseluruhan. Ketika pengenalan bilangan pecahan di kelas rendah, diperlukan alat-alat peraga yang tepat dan sesuai dengan kondisi anak yang disertai dengan penerapan pendekatan pembelajaran yang tepat dan inovatif. Dengan adanya hal tersebut, pengenalan bilangan pecahan dapat mudah dimengerti oleh siswa sehingga siswa menjadi termotivasi dan diharapkan di kelas selanjutnya anak lebih mudah mengembangkan materi pecahan karena sudah termotivasi saat pengenalan materi pecahan sederhana di kelas III. Kurangnya motivasi belajar siswa di SD Negeri Karangasem I Kecamatan Laweyan Kota Surak
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x