MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN SEJARAH SMA/SMK TERINTEGRASI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER KELOMPOK KOMPETENSI C

Please download to get full document.

View again

of 184
85 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN SEJARAH SMA/SMK TERINTEGRASI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER KELOMPOK KOMPETENSI C PROFESIONAL: PENGANTAR SEJARAH INDONESIA III PEDAGOGIK: ANALISIS PERMASALAHAN
Document Share
Document Transcript
MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN SEJARAH SMA/SMK TERINTEGRASI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER KELOMPOK KOMPETENSI C PROFESIONAL: PENGANTAR SEJARAH INDONESIA III PEDAGOGIK: ANALISIS PERMASALAHAN PEMBELAJARAN SEJARAH DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2017 MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN SEJARAH SMA/SMK TERINTEGRASI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER Kelompok Kompetensi C Profesional: Pengantar Sejarah Indonesia III Pedagogik: Analisis Permasalahan Pembelajaran Sejarah PENYUSUN Yudi Setianto, M.Pd. Syachrial Ariffiantono, M.Pd. Didik Budi Handoko, S.Pd. Rif atul Fikriya, S.Pd., S.Hum. DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2017 Penulis: Yudi Setianto, M.Pd., PPPPTK PKn dan IPS, , Syachrial Ariffiantono, M.Pd., PPPPPTK PKn dan IPS, , Didik Budi Handoko, S.Pd., PPPPTK PKn dan IPS, , Rif atul Fikriya, S.Pd., S.Hum, PPPPTK PKn dan IPS, Penelaah: 1. Drs. Kasimanuddin Ismain, M.Pd, Universitas Negeri Malang, , 2. Endang Setyoningsih, S.Pd., SMAN 10 Malang, Deny Yudo Wahyudi, M.Hum, Universitas Negeri Malang, , 4. Budi Santoso, S.Pd., SMA Negeri 2 Batu, , Copyright 2016 Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang PKn dan IPS Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang Dilarang mengkopi sebagian maupun keseluruhan isi buku ini untuk kepentingan komersial tanpa ijin dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan KATA SAMBUTAN Peran guru profesional dalam proses pembelajaran sangat penting sebagai kunci keberhasilan belajar siswa. Guru profesional adalah guru yang kompeten membangun proses pembelajaran yang baik sehingga dapat menghasilkan pendidikan yang berkualitas. Hal tersebut menjadikan guru sebagai komponen yang menjadi fokus perhatian pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam peningkatan mutu pendidikan terutama menyangkut kompetensi guru. Pengembangan profesionalitas guru melalui program Guru Pembelajar (GP) merupakan upaya peningkatan kompetensi untuk semua guru. Sejalan dengan hal tersebut, pemetaan kompetensi guru telah dilakukan melalui uji kompetensi guru (UKG) untuk kompetensi pedagogik danprofesional pada akhir tahun Hasil UKG menunjukkan peta kekuatan dan kelemahan kompetensi guru dalam penguasaan pengetahuan. Peta kompetensi guru tersebut dikelompokkan menjadi 10 (sepuluh) kelompok kompetensi. Tindak lanjut pelaksanaan UKG diwujudkan dalam bentuk pelatihan guru pasca UKG melalui program Guru Pembelajar. Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi guru sebagai agen perubahan dan sumber belajar utama bagi peserta didik. Program Guru Pembelajar dilaksanakan melalui pola tatap muka, daring (online), dan campuran (blended) tatap muka dengan online. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK), Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kelautan Perikanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (LP3TK KPTK), dan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS) merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan yang bertanggungjawab dalam mengembangkan perangkat dan melaksanakan peningkatan kompetensi guru sesuai bidangnya. Adapun perangkat pembelajaran yang dikembangkan tersebut adalah modul untuk program Guru Pembelajar (GP) tatap muka dan GP online untuk semua mata pelajaran dan kelompok kompetensi. Dengan modul ini diharapkan program GP memberikan sumbangan yang sangat besar dalam peningkatan kualitas kompetensi guru. Mari kita sukseskan program GP ini untuk mewujudkan Guru Mulia Karena Karya. Jakarta, Februari 2016 Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Sumarna Surapranata, Ph.D, NIP i KATA PENGANTAR Salah satu komponen yang menjadi fokus perhatian dalam peningkatan kualitas pendidikan adalah peningkatan kompetensi guru. Hal ini menjadi prioritas baik oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun kewajiban bagi Guru. Sejalan dengan hal tersebut, peran guru yang profesional dalam proses pembelajaran di kelas menjadi sangat penting sebagai penentu kunci keberhasilan belajar siswa. Disisi lain, Guru diharapkan mampu untuk membangun proses pembelajaran yang baik sehingga dapat menghasilkan pendidikan yang berkualitas. Sejalan dengan Program Guru Pembelajar, pemetaan kompetensi baik Kompetensi Pedagogik maupun Kompetensi Profesional sangat dibutuhkan bagi Guru. Informasi tentang peta kompetensi tersebut diwujudkan, salah satunya dalam Modul Pelatihan Guru Pembelajar dari berbagai mata pelajaran. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial (PPPPTK PKn dan IPS) merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, mendapat tugas untuk menyusun Modul Pelatihan Guru Pembelajar, khususnya modul untuk mata pelajaran PPKn SMP, IPS SMP, PPKn SMA/SMK, Sejarah SMA/SMK, Geografi SMA, Ekonomi SMA, Sosiologi SMA, dan Antropologi SMA. Masingmasing modul Mata Pelajaran disusun dalam Kelompok Kompetensi A sampai dengan J. Dengan selesainya penyusunan modul ini, diharapkan semua kegiatan pendidikan dan pelatihan bagi Guru Pembelajar baik yang dilaksanakan dengan moda Tatap Muka, Daring (Dalam Jaringan) Murni maupun Daring Kombinasi bisa mengacu dari modulmodul yang telah disusun ini. Semoga modul ini bisa dipergunakan sebagai acuan dan pengembangan proses pembelajaran, khususnya untuk mata pelajaran PPKn dan IPS. ii DAFTAR ISI Kata Pengantar i Daftar Isi ii Daftar Peta iv Pendahuluan 1 A. Latar Belakang 1 B. Tujuan 5 C. Peta Kompetensi 6 D. Ruang Lingkup 7 E. Saran Penggunaan Modul 8 Pro : Pengantar Sejarah Indonesia III Kegiatan Pembelajaran 1 Pengaruh Hindu-Budha di Indonesia 18 A. Tujuan Pembelajaran 18 B. Indikator Pencapaian Kompetensi 18 C. Uraian Materi 18 D. Aktivitas Pembelajaran 39 E. Latihan / Kasus / Tugas 41 F. Rangkuman 45 G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut 46 Kegiatan Pembelajaran 2 Pengaruh Islam di Indonesia 47 A. Tujuan Pembelajaran 47 B. Indikator Pencapaian Kompetensi 47 C. Uraian Materi 47 D. Aktivitas Pembelajaran 67 E. Latihan / Kasus / Tugas 69 F. Rangkuman 72 G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut 74 Kegiatan Pembelajaran 3 Imperialisme dan Kolonialisme di Indonesia 75 A. Tujuan Pembelajaran 75 B. Indikator Pencapaian Kompetensi 75 C. Uraian Materi 75 D. Aktivitas Pembelajaran 84 E. Latihan / Kasus / Tugas 85 F. Rangkuman 88 G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut 89 Kegiatan Pembelajaran 4 Upaya Mengatasi Disintegrasi Bangsa 90 A. Tujuan Pembelajaran 90 B. Indikator Pencapaian Kompetensi 90 C. Uraian Materi 90 D. Aktivitas Pembelajaran 112 E. Latihan / Kasus / Tugas 112 F. Rangkuman 115 G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut 116 iii Ped : Analisis Permasalahan Pembelajaran Sejarah Kegiatan Pembelajaran 5 Penyusunan RPP 117 A. Tujuan Pembelajaran 117 B. Indikator Pencapaian Kompetensi 117 C. Uraian Materi 117 D. Aktivitas Pembelajaran 139 E. Latihan / Kasus / Tugas 140 F. Rangkuman 145 G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut 146 Kegiatan Pembelajaran 6 Konsep Penilaian Otentik 147 A. Tujuan Pembelajaran 147 B. Indikator Pencapaian Kompetensi 147 C. Uraian Materi 147 D. Aktivitas Pembelajaran 163 E. Latihan / Kasus / Tugas 165 F. Rangkuman 169 G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut 169 Daftar Pustaka 170 iv DAFTAR PETA Peta 7.1. Peta 7.2. Peta 7.3. Pusat dan Rute Pelayaran dan Perdagangan pada Awal Tarikh Masehi 48 Rute Perdagangan Internasional di Asia Tenggara pada Abad XVI M Sebelum Malaka Jatuh ke Tangan Portugis 50 Jalur Penyebaran Agama Islam di Indonesia Abad XIII XVI M 53 v PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Guru dan tenaga kependidikan wajib melaksanakan kegiatan pengembangan keprofesian secara berkelanjutan agar dapat melaksanakan tugas profesionalnya. Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) adalah pengembangan kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan yang dilaksanakan sesuai kebutuhan, bertahap, dan berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitasnya. Pengembangan keprofesian berkelanjutan sebagai salah satu strategi pembinaan guru dan tenaga kependidikan diharapkan dapat menjamin guru dan tenaga kependidikan mampu secara terus menerus memelihara, meningkatkan, dan mengembangkan kompetensi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Pelaksanaan kegiatan PKB akan mengurangi kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki guru dan tenaga kependidikan dengan tuntutan profesional yang dipersyaratkan. Dalam pelaksanaannya PKB harus dikaitkan dengan Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter. Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), yaitu gerakan pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati (etik), olah rasa (estetik), olah pikir (literasi), dan olah raga (kinestetik) dengann dukungan pelibatan publik dan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Implementasi PPK tersebut dapat berbasis kelas, berbasis budaya sekolah, dan berbasis masyarakat (keluarga dan komunitas). Dalam rangka mendukung kebijakan gerakan PPK, modul ini mengintegrasikan lima nilai utama PPK, yaitu religius, nasionalis, mandiri, gotong-royong, dam imtegritas. Kelima nilai utama tersebut terintegrasi pada kegiatan-kegiatan pembelajaran yang ada pada modul. Setelah mempelajari modul ini, selain guru dapat meningkatkan kompetensi pedagogik dan 1 profesional, guru juga diharapkan mampu mengimplementasikan PPK khususnya PPK berbasis kelas. Guru dan tenaga kependidikan wajib melaksanakan PKB baik secara mandiri maupun kelompok. Khusus untuk PKB dalam bentuk diklat dilakukan oleh lembaga pelatihan sesuai dengan jenis kegiatan dan kebutuhan guru. Penyelenggaraan diklat PKB dilaksanakan oleh PPPPTK dan LPPPTK KPTK atau penyedia layanan diklat lainnya. Pelaksanaan diklat tersebut memerlukan modul sebagai salah satu sumber belajar bagi peserta diklat. Modul merupakan bahan ajar yang dirancang untuk dapat dipelajari secara mandiri oleh peserta diklat berisi materi, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang disajikan secara sistematis dan menarik untuk mencapai tingkatan kompetensi yang diharapkan sesuai dengan tingkat kompleksitasnya. Pedoman penyusunan modul diklat PKB Terintegrasi PPK bagi guru dan tenaga kependidikan ini merupakan acuan bagi penyelenggara pendidikan dan pelatihan dalam mengembangkan modul pelatihan yang diperlukan guru dalam melaksanakan kegiatan PKB. Dasar Hukum penulisan Modul PKB untuk Guru Sejarah SMA/SMK adalah : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. 3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. 4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru; 6. Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. 7. Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 14 Tahun 2010 dan Nomor 03/V/PB/2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. 2 8. Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Penilikdan Angka Kreditnya 9. Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawasdan Angka Kreditnya. 10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 tahun2007 tentangstandarpengawassekolah 11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 tahun2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah 12. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. 13. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2008 tentang StandarTenagaAdministrasiSekolah/Madrasah 14. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 25 tahun 2008 tentang StandarTenagaPerpustakaan 15. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor No 26 tahun 2008 tentang StandarTenagaLaboran 16. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor No 27 tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor; 17. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2009 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan. 18. Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. 19. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2009 tentangstandarpengujipadakursusdanpelatihan 20. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2009 tentangstandarpembimbingpadakursusdanpelatihan 21. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2009 tentangstandarpengelolakursus 3 22. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 43 tahun 2009 tentang Standar Tenaga Administrasi Pendidikan pada Program Paket A, Paket B, dan Paket C. 23. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 44 tahun 2009 tentangstandarpengelolapendidikanpada Program Paket A, Paket B, danpaket C. 24. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2009 tentang Standar Teknisi Sumber Belajar pada Kursus dan Pelatihan 25. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. 26. Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawasdan Angka Kreditnya. 27. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2011 tentang Sertifikasi Guru dalam Jabatan. 28. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kelola Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 29. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 41 tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja PPPPTK. 30. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2013 tentangpetunjukteknisjabatanfungsionalpenilikdanangkakreditnya. 31. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2013 Tentang Juknis Jabatan Fungsional Pamong Belajar dan Angka Kreditnya. 32. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 72 tahun 2013 tentangpenyelenggaraanpendidikanlayanankhusus 33. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 152 Tahun 2014 Tentang Standar Kualifikasi Akademik Dan Kompetensi Pamong Belajar. 4 34. Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan Nomor 143 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas dan Angka Kreditnya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 tahun 2014 tentang StandarNasionalPendidikanAnakUsiaDini. 36. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 143 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas dan Angka Kreditnya. 37. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata KerjaKementerian dan Pendidikan dan Kebudayaan. 38. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2015 tentangorganisasidan Tata Kerja Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan. B. Tujuan Modul Kompetensi C ini, merupakan kesatuan utuh dari materi-materi yang ada pada modul Kompetensi C.Modul diklat ini sebagai panduan belajar bagi guru Sejarah SMA/SMK dalam memahami materi Sejarah Sekolah Menengah Atas. Modul ini bertujuan dalam upaya peningkatan kompetensi pedagogik dan profesional materi Sejarah SMA/SMK sebagai tindak lanjut dari UKG tahun Kita akan mengajak Anda, mengkaji terkait materi yang terdiri atas materi professional dan pedagogik. Materi profesional terkait dengan materi sejarah, sesuai periodisasi dalam sejarah, sehingga materi ini mencakuppengaruh Hindu- Budha di Indonesia, Pengaruh Islam di Indonesia,Imperialisme dan Kolonialisme di Indonesia. Dilanjutkan dengan Upaya Mengatasi Disintegrasi Bangsa. Materi pedagogik berhubungan dengan materi yang mendukung proses pembelajaran seperti Penyusunan RPP, Konsep Penilaian Otentik. 5 C. Peta Kompetensi adalah : Kompetensi yang ingin dicapai setelah peserta diklat mempelajari Modul ini Kegiatan Pembelajaran ke - Nama Mata Diklat 1 Pengaruh Hindu-Budha di Indonesia Kompetensi Memahami Pengaruh Hindu- Buddha di Indonesia secara kronologis 2 Pengaruh Islam di Indonesia Memahami Pengaruh Islam di 3 Imperialisme dan Kolonialisme di Indonesia 4 Upaya Mengatasi Disintegrasi Bangsa Indonesia secara kronologis. Memahami Imperialisme dan Kolonialisme Barat di Indonesia dan perubahan-perubahan yang terjadi di Eropa serta pengaruhnya bagi Indonesia Menunjukkan dinamika perjalanan stabilitas keamanan terkait dengan gerakan separatisme dan makar Indonesia pada awal kemerdekaan munculnya Orde Baru sampai 5 Penyusunan RPP Menyusun rencana pembelajaran sejarah sesuai dengan prinsip dan sistematika yang berlaku. 6 Konsep Penilaian Autentik Memahami penilaian autentik dan mengaplikasikan dalam pembelajaran Sejarah 6 D. Ruang Lingkup Pengaruh Hindu- Budha di Indonesia Pengaruh Islam di Indonesia Profesional Imperialisme Dan Kolonialisme Di Indonesia Materi Sejarah SMA/SMK Upaya Mengatasi Disintegrasi Bangsa Penyusunan RPP Pedagogik Konsep Penilaian Autentik 7 E. Saran Penggunaan Modul Untuk dapat memahami dengan baik modul ini, peserta diharapkan untuk memperhatikan alur model pembelajaran dengan cernat. Adapun alur model pembelajaran secara umum dapat dilihat pada bagan berikut. Gambar 1. Alur Model Pembelajaran Tatap Muka E. 1. Deskripsi Kegiatan Diklat Tatap Muka Penuh Kegiatan pembelajaran diklat tatap muka penuh adalah kegiatan fasilitasi peningkatan kompetensi guru melalui model tatap muka penuh yang dilaksanakan oleh unit pelaksana teknis dilingkungan Ditjen GTK maupun lembaga diklat lainnya. Kegiatan tatap muka penuh ini dilaksanan secara terstruktur pada suatu waktu yang di pandu oleh fasilitator. Tatap muka penuh dilaksanakan menggunakan alur pembelajaran yang dapat dilihat pada alur dibawah ini. 8 Gambar 2. Alur Pembelajaran Tatap Muka Penuh Kegiatan pembelajaran tatap muka pada model tatap muka penuh dapat dijelaskan sebagai berikut, a. Pendahuluan Pada kegiatan pendahuluan fasilitator memberi kesempatan kepada peserta diklat untuk mempelajari : Latar belakang yang memuat gambaran materi Tujuan kegiatan pembelajaran setiap materi Kompetensi atau indikator yang akan dicapai melalui modul. Ruang lingkup materi kegiatan pembelajaran Langkah-langkah penggunaan modul b. Mengkaji Materi Pada kegiatan mengkaji materi modul kelompok kompetensi profesional dan pedagogik fasilitator memberi kesempatan kepada guru sebagai peserta untuk mempelajari materi yang diuraikan secara singkat sesuai dengan 9 indikator pencapaian hasil belajar. Guru sebagai peserta dapat mempelajari materi secara individual maupun berkelompok dan dapat mengkonfirmasi permasalahan kepada fasilitator. c. Melakukan Aktivitas Pembelajaran Pada kegiatan ini peserta melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan rambu-rambu atau instruksi yang tertera pada modul dan dipandu oleh fasilitator. Kegiatan pembelajaran pada aktivitas pembelajaran ini akan
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks