MODERASI CORPORATE GOVERNANCE

Please download to get full document.

View again

of 13
22 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
MODERASI CORPORATE GOVERNANCE PADA HUBUNGAN EARNINGS MANAGEMENT DENGAN PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) (Pada Perusahaan Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia Peserta Corporate Governance
Document Share
Document Transcript
MODERASI CORPORATE GOVERNANCE PADA HUBUNGAN EARNINGS MANAGEMENT DENGAN PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) (Pada Perusahaan Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia Peserta Corporate Governance Perception Index Tahun ) Yuliana Mahasiswa Program Studi Manajemen Pascasarjana Universitas Tadulako Abstract The Study determine the moderation of corporate governance on the relationship between earning management and corporate social responsibility disclosure of the companies listed on Indonesia stock exchange as participants of corporate governance perception index in Population of this study consist of 35 companies listed on Indonesia stock exchange as participants of corporate governance perception index in Sampling technique used is purposive sampling, by wich this study selected 6 companies as samples. Technique analysis is data panel regressions with Moderate Regression Analysis (MRA) method; hypothesis testing is using t- statistics to determine the partial regression coefficient with significant level of 5%. The study has resulted two empirical finding. Fisrt, earning management has positive but insignificant influence on corporate social responsibility disclosure. Second, variabel of corporate governance that proxied with corporate governance perception index score is unable to moderate the relationship between earning management and corporate social responsibility disclosure. Keywords: corporate governance; earning management; corporate social responsibility disclosure Keberlanjutan suatu perusahaan (Corporate Sustainability) akan terjamin apabila perusahaan tidak hanya berfokus pada penigkatan laba perusahaan tapi juga memperhatikan dimensi sosial dan lingkungan hidup, yaitu menerapkan konsep yang dikenal dengan Corporate Sosial Responsibility (CSR) yaitu tujuan bisnis tidak hanya mencari laba (Profit), tetapi juga mensejahterakan orang (People), dan menjamin keberlanjutan hidup Planet ini (Elkington, 1997 dalam Daniri, 2006), karena itu pengambilan keputusan ekonomi hanya dengan melihat kinerja keuangan suatu perusahaan, saat ini sudah tidak relevan lagi. Seiring dengan banyaknya tuntutan akan tanggungjawab sosial perusahaan, mulai terdengar adanya modus atau tujuan lain dari tanggung jawab sosial perusahaan itu sendiri. Giner (1997) dalam Sun et al. (2010) menyatakan bahwa dalam konteks teori keagenan, manajemen yang profitable akan menyajikan informasi pengungkapan CSR untuk mendukung posisi para manajer yang bersangkutan dan mendapatkan kompensasi. Menurut Sulistyanto (2008) Kegiatan dan pengungkapan CSR yang dilakukan oleh perusahaan tidak dapat menjamin bahwa perusahaan tersebut tidak melakukan tindakan earnings management. Earnings management adalah suatu pilihan keputusan oleh manajer dalam menentukan kebijakan akuntansi untuk mencapai beberapa tujuan tertentu. Tindakan earnings management yang dilakukan oleh manajer dapat mengancam pekerjaan manajer, merusak reputasi perusahaan, dan menyebabkan perusahaan kehilangan kepercayaan dari stakeholder yang menyebabkan tekanan dari investor, boikot 160 161 e Jurnal Katalogis, Volume 4 Nomor 11, November 2016 hlm ISSN: oleh para aktivis masyarakat, ekspos oleh media, kesalah pahaman dari pelanggan, maupun tindakan hukum dari regulator (Zahra et al., dalam Sari, 2014), karena itu pengungkapan CSR digunakan manajer sebagai bentuk pertahanan terhadap reaksi dan pengawasan stakeholder, untuk mengalihkan perhatian investor atau pihak-pihak yang berkepentingan dari pengawasan aktivitas earnings management (Prior et al., 2008). Praktik earnings management masih saja ditemukan, walaupun pasar modal telah membuat sejumlah peraturan untuk melindungi investor, oleh sebab itu telaah mengenai earnings management sangatlah penting karena banyak investor tidak dapat mendeteksi laba hasil rekayasa dan mengakibatkan para investor tersebut salah dalam mengalokasikan dananya dan mengalami kerugian. Berkaitan dengan masih maraknya kasus penyimpangan yang terjadi, sangat relevan apabila ditarik suatu pertanyaan logis tentang efektivitas penerapan good corporate governance, khususnya di Indonesia. Hal tersebut mendorong berkembangnya perhatian publik terhadap konsep good corporate governance. Konsep ini secara definitif diartikan sebagai sistem yang mengatur dan mengendalikan perusahaan agar selalu menciptakan nilai tambah untuk semua stockholder dan stakeholder-nya. Berikut merupakan tabel perbandingan penerapan prinsip good corporate governance di negara-negara ASEAN pada tahun Tabel 1. Data Score GCG Negara-Negara ASEAN Nama Score GCG No Tahun Tahun Negara Thailand Malaysia Singapore Philippines Indonesia Viet Nam Sumber:Asean Corporate Governance Scorecard (2013) Dari tabel 1 di atas dapat kita lihat bahwa pada tahun 2012 hingga 2013 Indonesia masih menempati peringkat yang rendah dalam penerapan prinsip-prinsip good corporate governance dibandingkan negaranegara ASEAN lainnya. Rendahnya kesadaran perusahaan di Indonesia akan penerapan corporate governance juga dapat dilihat dari survei yang dilakukan oleh the Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) yang bekerjasama dengan masalah SWA dalam pemeringkatan Corporate Governance Perception Index (CGPI), hanya diikuti kurang lebih 10% dari total perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Fenomena rendahnya partisipasi atas survei IICG ini menunjukkan masih banyak perusahaan yang menjalankan praktik bisnis tidak sehat atau lingkungan bisnis disekitarnya tidak sehat, sehingga tidak bersedia diketahui kualitas penerapan good corporate governance dalam perusahaan-nya. The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) adalah salah satu organisasi yang melakukan kegiatan pemeringkatan terhadap praktik corporate governance di Indonesia, dengan mengacu pada nilai CGPI, tersebut diharapkan manfaatnya bagi pihak manajemen dan investor. Hasil penelitian Jiang et al., (2008) menunjukkan bahwa tingkat corporate governance yang tinggi berdampak pada tingkat earnings management yang rendah Yuliana, Moderasi Corporate Governance Pada Hubungan Earnings Management dan mengindikasikan peningkatan kualitas laba. Hasil penelitian Sun et al., (2010) menemukan bahwa mekanisme corporate governance yang diproksikan oleh jumlah rapat komite audit mampu memperlemah pengaruh earnings management terhadap CED, namun mereka tidak menemukan pengaruh yang signifikan antara earnings management terhadap CED. Hasil penelitian Terzaghi (2012) juga tidak menemukan adanya pengaruh yang signifikan antara earning management dengan pengungkapan CSR. Hasil penelitian yang dilakukan Prior et al., (2008) membuktikan adanya pengaruh positif antara earnings management dengan CSR. Penelitian Sari (2014) juga menunjukkan bahwa tindakan earnings management perusahaan memengaruhi pengungkapan CSR perusahaan, namun penelitian ini tidak berhasil membuktikan bahwa efektifitas komite audit dapat mengurangi hubungan antara earnings management dengan pengungkapan CSR. Penelitian Herawaty (2010) tidak dapat membuktikan bahwa corporate governance berpengaruh terhadap earnings management, sedangkan hasil penelitian Nasution (2007) membuktikan bahwa mekanisme corporate governance dapat mengurangi earnings management perusahaan perbankan. Nasution (2010) menyarankan agar untuk penelitian selanjutnya perlu menggunakan indeks corporate governance karena dapat menangkap informasi mengenai corporate governance. Maka dari itu penelitian mencoba menggunakan indeks corporate governance. METODE Penelitian ini merupakan jenis penelitian verifikatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif verifikatif dengan pendekatan kuantitatif, Periode tahun yang digunakan dalam penelitian ini adalahselama 5 (lima) tahun yaitu dari tahun 2010 sampai dengan tahun Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia peserta corporate governance perception index dalam kurun waktu penelitian tahun 2010 sampai dengan tahun Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 35 perusahaan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Kriteria perusahaan yang akan dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang menjadi peserta Corporate Governance Perception Index (CGPI) yang di selenggarakan oleh IICG pada tahun Perusahaan yang konsisten menjadi peserta Corporate Governance Perception Index (CGPI) tahun Perusahaan yang termasuk dalam kriteria perusahaan non-keuangan. 4. Perusahaan menerbitkan laporan keuangan dan tahunan yang telah diaudit secara lengkap di Bursa Efek Indonesia tahun Variabel-variabel yang akan di analisis dalam penelitian ini diklasifikasikan sebagai berikut: 1. Variabel Dependent Variabel dependent dalam penelitian ini adalah Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) yang diukur dengan indeks pengungkapan CSR. 2. Variabel Independent Variabel independent dalam penelitian ini adalah Earnings Management yang diukur dengan discretionary accrual. 3. Variabel Moderating Variabel Moderating dalam penelitian ini adalah diukur dengan skor CGPI. 4. Variabel Kontrol Corporate Governance yang Variabel kontrol dalam penelitian ini adalah Ukuran Perusahaan (Size) yang 165 e Jurnal Katalogis, Volume 4 Nomor 11, November 2016 hlm ISSN: diukur dengan Total asset dan Leverage yang diukur dengan Debt to Asset Ratio. Adapun definisi operasional dari masing-masing variabel yang diamati dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Earnings Management adalah usaha campur tangan yang dilakukan oleh manajemen dalam proses pelaporan keuangan eksternal dengan tujuan untuk menguntungkan dirinya sendiri. 2. Pengungkapan corporate social responsibility merupakan proses pengkomunikasian dampak sosial dan lingkungan dari kegiatan ekonomi organisasi terhadap kelompok khusus yang berkepentingan dan terhadap masyarakat secara keseluruhan. 3. Corporate governance adalah seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara pemegang saham, pengurus (pengelola) perusahaan, pihak kreditur, pemerintah, karyawan serta para pemegang kepentingan intern dan ekstern lainnya yang berkaitan dengan hak-hak dan kewajiban mereka. 4. Ukuran perusahaan (size) merupakan skala yang digunakan dalam menetukan besar kecilnya suatu perusahaan. 5. Leverage adalah Ratio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh kreditor. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen, Earning Management, variabel dependen yaitu Pengungkapan CSR, variabel moderating yaitu Corporate governance serta variabel kontrol ukuran perusahaan dan leverage yang dapat diukur dengan menggunakan skala rasio. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder.data tersebut bersumber dari Laporan Keuangan Perusahaan selama 5 (lima) tahun dari tahun Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan studi dokumentasi, Asumsi klasik yang digunakan yaitu: uji normalitas. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel dengan Moderated Regression Analysis (MRA) yang digunakan untuk menguji moderasi variabel corporate governance pada hubungan earning management dengan pengungkapan corporate social responsibility. Model regresi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Persamaan Unmoderated CSRD it = α + β 1 EM it + β 2 Size it + β 3 LEV it + e 2. Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA) CSRD it = α + β 1 EM it + β 2 CGPI it + β 3 EM it *CGPI it + β 4 Size it + β 5 LEV it + e Dimana: CSRD : Pengungkapan Corporate Social Responsibility α: Konstanta β 1 β 5 : Koefisien Regresi EM: Earnings Management CGPI: Corporate Governance Perception Index EM*CGPI: Interaksi antara Earnings Management dengan CGPI Size : Return On Asset (variabel kontrol) LEV: Leverage (variabel kontrol) e: Error Term Pengujian terhadap hipotesis dilakukan dengan cara uji signifikansi variabel independen terhadap variabel dependen dan pengaruh variabel moderating terhadap hubungan variabel independen terhadap variabel dependen dengan t-statistik untuk menguji koefisien regresi parsial dengan level of significance 5% dan mengukur nilai koefisien determinasi (R 2 ). HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Variabel Penelitian Gambaran dari variabel-variabel yang diteliti antara lain Earning Management, Pengungkapan Corporate Social Responsibility, Corporate governance serta variabel kontrol ukuran perusahaan dan Yuliana, Moderasi Corporate Governance Pada Hubungan Earnings Management leverage selama tahun sebagai berikut. Earning Management Rata-rata nilai earning management yang diproksikan dengan nilai discretionary accruals mengalami fluktuasi tertinggi terdapat pada tahun Rata-rata nilai earning management pada tahun 2010 yaitu sebesar dan pada tahun 2011 yaitu sebesar Nilai negatif mengindikasikan bahwa perusahaan melakukuan earning management pola penurunan laba terjadi baik dengan menurunkan pendapatan maupun menaikkan beban. Nilai discretionary accruals bernilai positif tertinggi yaitu pada tahun 2012 yaitu sebesar Discretionary accruals yang bernilai positif mengindikasikan bahwa perusahaan sampel pada tahun 2012 melakukuan earning management dengan pola penaikan laba (income incresing). Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa perusahaan sampel tidak selalu melakukan pola earning management yang sama dan konsisten tergantung dengan kondisi perusahaan target dan faktor-faktor lainnya. Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) Indeks pengungkapan CSR diukur dengan 60 item pengungkapan. Pengungkapan CSR setiap periode, menunjukkan bahwa selama tahun 2010 hingga 2013, terjadi peningkatan pengungkapan CSR yang dilakukan oleh perusahaan sampel tiap tahunnya, dimana rata-rata pengungkapan CSR terendah yaitu pada tahun 2010 sebesar 0,76 dan rata-rata pengungkapan CSR tertinggi yaitu tahun 2013 sebesar 0,79, namun rata-rata pengungkapan CSR perusahaan sampel mengalami penurunan pada tahun 2014 hal tersebut terkait dengan terjadinya penurunan laba pada beberapa perusahaan sampel diantaranya yaitu perusahaan Aneka Tambang Tbk dan Garuda Indonesia Tbk, terjadinya penurunan laba pada perusahaan akan mengakibatkan dana yang dialokasikan untuk kegiatan CSR juga berkurang. Corporate Governance Rata-rata skor corporate governance perception index (CGPI) tertinggi berada pada tahun 2014 sebesar 86,27 dan terendah pada tahun 2010 sebesar 83,15. Skor CGPI tertinggi dimiliki oleh perusahaan Telekomunikasi Indonesia (Persero) dimana nilai rata-rata skor di atas atau berada pada level sangat terpercaya. Skor CGPI terendah dimiliki oleh perusahaan Timah (Persero), dimana nilai rata-rata skor di bawah atau berada pada level terpercaya. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dari tahun 2010 hingga 2014 rata-rata skor CGPI perusahaan sampel selalu mengalami kenaikan tiap tahunnya, artinya bahwa perusahaan-perusahaan tersebut selalu berusaha untuk miningkatkan kualitas penerapan good corporate governance melalui perbaikan yang berkesinambungan (continous improvement) dengan melaksanakan evaluasi setiap tahunnya. Ukuran Perusahaan (Size) Rata-rata total aset (dalam jutaan rupiah) perusahaan sampel tahun 2010 hingga tahun 2014 mengalami kenaikan setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan sampel mengalami perkembangan dan kenaikan aset dari tahun 2010 hingga tahun Peningkatan aset akan diikuti dengan peningkatan hasil operasional. Ratarata total aset tertinggi yaitu pada tahun 2014 sebesar Rp dan terendah pada tahun 2010 yaitu sebesar Rp Apabila dilihat pada masing-masing perusahaan sampel diketahui bahwa dari 6 perusahaan sampel yang dijadikan sampel penelitian terdapat 1 perusahaan yang memiliki nilai total aset di atas nilai rata-rata total aset perusahaan sampel, yaitu Perusahaan Telekomunikasi Indonesia Tbk, sedangkan perusahaan sampel lainnya memiliki nilai total aset di bawah nilai rata- 165 e Jurnal Katalogis, Volume 4 Nomor 11, November 2016 hlm ISSN: rata total aset perusahaan sampel. Hal ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian, memiliki total aset berbeda-beda. Leverage rata-rata data leverage perusahaan tertinggi yaitu pada tahun 2014 sebesar dan terendah berada pada tahun 2011 yaitu sebesar Apabila dilihat pada masingmasing perusahaan sampel diketahui bahwa dari 6 perusahaan yang dijadikan sampel penelitian terdapat 3 perusahaan yang memiliki nilai leverage di atas nilai rata-rata pada tahun , yaitu perusahaan Telkomunikasi Indonesia, Garuda Indonesia dan Jasa Marga. Semakin tinggi rasio ini berarti semakin besar jumlah modal pinjaman yang digunakan untuk investasi pada aktiva guna menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Total aset ketiga perusahaan tersebut juga mengalami peningkatan selama periode Apabila debt ratio semakin tinggi, sementara proporsi total aktiva tidak berubah maka hutang yang dimiliki perusahaan semakin besar. Hasil Analisis Regresi Data Panel Pemilihan Model Regresi Data panel Uji Chow dilakukan untuk menguji model mana yang terbaik diantara model Commont effect dan fixed effect dan Uji Hausman dilakukan untuk menguji model mana yang terbaik diantara model fixed effect dan random effect, yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 2 Hasil Uji Chow Effects Test X 2 - Hitung p-value Keterangan Crosssection F Cross-section Chi-square Commont Effect Pada table 2 diatas hasil uji Chow menunjukkan bahwa pada persamaan 1 (Unmoderated) memiliki p-value yang lebih besar dari α = 0,05, sehingga Ho diterima, artinya model estimasi mengikuti model Commont Effect. Tabel 3 Hasil Uji Hausman Effects X 2 - Hitung p-value Keterangan Test Crosssection F Random Effect Hasil pengujian menunjukkan bahwa model 2 memiliki p-value yang lebih besar dari α = 0,05 sehingga Ho diterima, artinya model estimasi mengikuti model random effect. Fixed Effect Model Pada Persamaan 1 (Unmoderated) Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan fixed effect model diperoleh hasil untuk persamaan unmoderated sebagai berikut: Tabel 3 Fixed Effect Model Pada Persamaan 1 (Unmoderated ) CSRD : α + β 1 EM it + β 2 Size it + β 3 LEV it + e VariableCoefficient Std. Error t-statistic Prob. C EM SIZE LEV R-squared Yuliana, Moderasi Corporate Governance Pada Hubungan Earnings Management Berdasarkan hasil pengolahan data dapat diperoleh Persamaan unmoderated sebagai berikut: CSRD it = EM it Size it LEV it + e Dari hasil persamaan 1 (unmoderated) tersebut di atas dapat dilihat nilai konstanta sebesar Artinya jika variabel earning management dan variabel kontrol ukuran perusahaan dan leverage dianggap konstan, maka besarnya nilai pengungkapan CSR adalah sebesar Persamaan unmoderated di atas mempunyai makna sebagai berikut : 1) Variabel earning management menunjukkan pengaruh positif terhadap variabel Pengungkapan CSR, dengan nilai koefisien regresi sebesar Tanda positif pada koofisien regresi menunjukkan bahwa setiap adanya peningkatan variabel earning management akan mengakibatkan peningkatan pengungkapan CSR. 2) Variabel kontrol ukuran perusahaan menunjukkan pengaruh positif terhadap Pengungkapan CSR dengan nilai koefisien regresi sebesar Tanda positif pada koefisien regresi menunjukkan bahwa setiap adanya peningkatan ukuran perusahaan akan mengakibatkan peningkatan pengungkapan CSR. 3) Variabel kontrol leverage menunjukkan pengaruh negatif terhadap pengungkapan CSR dengan nilai koefisien regresi sebesar Tanda negatif pada koefisien regresi menunjukkan bahwa setiap adanya peningkatan leverage akan mengakibatkan penurunan pengungkapan CSR. Random Effect Model Pada Persamaan 2 (Moderated) Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan random effect model diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 3 Random Effect Model Pada Persamaan 2 CSRD : α + β 1 EM it + β 2 CGPI it + β 3 EM it * CGPI it + β 4 Size it + β 5 LEV it + e Variable Coefficient Std. Error t-statistic Prob. C EM CGPI EM?*CGPI SIZE LEV Random Effects Cross TLKM-C -3.60E-12 ANTAM-C 4.67E-12 GIAA-C -3.
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks