METODE RAPID TEST PREPARATION

Please download to get full document.

View again

of 8
122 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
Jurnal Atomik., 0, 0 () hal - ISSN -00 (Online) PENGEMBANGAN METODE RAPID TEST PREPARATION DALAM PENENTUAN KADAR INHERENT MOISTURE DAN TOTAL SULFUR DENGAN METODE YANG DIPERGUNAKAN OLEH ISO (INTERNATIONAL
Document Share
Document Transcript
Jurnal Atomik., 0, 0 () hal - ISSN -00 (Online) PENGEMBANGAN METODE RAPID TEST PREPARATION DALAM PENENTUAN KADAR INHERENT MOISTURE DAN TOTAL SULFUR DENGAN METODE YANG DIPERGUNAKAN OLEH ISO (INTERNATIONAL ORGANIZATION FOR STANDARDIZATION) DEVELOPMENT OF RAPID TEST METHOD IN DETERMINATION OF INHERENT MOISTURE CONCENTRATION AND TOTAL SULFUR WHICH USED BY THE ISO (INTERNATIONAL ORGANIZATION OF STANDARDIZATION) Lumban Gaol Veronica Destiana *, Aman Sentosa Panggabean, Rudi Kartika Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman, Samarinda * Corresponding Author: ABSTRACT The research about development of rapid test method in determination of inherent moisture concentration and total sulfur which used by the ISO (International Organization for Standardization) has been dove. This research aims to determine is the rapid test method could be use to analyze inherent moisture and total sulfur to determine analytical performance of the rapid test. Parameters of the validation used in this research are accuracy which described in percent of recovery as the percent of recovery of inherent moisture are, % and total sulfur value are, %, precision described in coefficient of variant which gained in inherent moisture are 0,% and total sulfur value are,%. Robustness of method are described in variation of drying time, which accuracy and precision does not affected to time variation in preparation. The results show that rapid test method can be used for alternative method which used by the ISO. Keywords: Rapid test, Inherent moisture, Total sulfur PENDAHULUAN Di Indonesia tersedia cadangan batubara dalam jumlah yang cukup melimpah dan diperkirakan mencapai, miliar ton. Dengan kualitas batubara yang baik dan dengan jumlah yang besar tersebut serta tingkat produksi saat ini, batubara dapat menjadi sumber energi bagi Indonesia selama ratusan tahun. Batubara pada masa mendatang mempunyai prospek yang cerah sebagai bahan bakar alternatif utama. Sejalan dengan perkembangan pemanfaatan batubara di Indonesia, para konsumen baik dari dalam negeri maupun konsumen asing menginginkan batubara dengan kualitas yang lebih baik [] Batubara adalah bahan bakar hidrokarbon padat yang terbentuk dari tumbuhan dalam lingkungan bebas oksigen yang dipengaruhi oleh panas dan tekanan yang berlangsung lama di alam dengan komposisi yang kompleks. Pada proses sedimentasi, batubara terbentuk dari material tumbuh-tumbuhan yang terendapkan di dalam suatu cekungan pada kondisi tertentu dan transformasi baik secara fisik, kimia dan biokimia [] Pada metode yang dipergunakan oleh ISO 0-:00 sebagai acuannya dalam proses pemanasan membutuhkan waktu yang lama dan membuat kerugian pada produsen karena banyaknya waktu yang terbuang sehingga untuk membantu kegiatan di laboratorium dikembangkan metode baru yang disebut dengan rapid test. Sehingga metode rapid test merupakan cara alternatif bagi laboratorium jasa analisa batubara agar pengerjaan parameter seperti inherent moisture dan total sulfur lebih cepat []. Namun, perkembangan metode ini perlu divalidasi dengan metode yang sudah baku atau metode standar. Validasi metode analisis adalah memastikan bahwa metode analisis yang akan digunakan sesuai dengan tujuan yang diinginkan [] Oleh karena itu penelitian mengenai pengembangan metode rapid test dengan parameter inherent moisture dan total sulfur dengan uji akurasi, presisi dan ketahanan metode perlu dilakukan agar laboratorium jasa dan analisa batubara dapat mengerjakan analisa tersebut dengan cepat, efisien dan data yang dihasilkan adalah data yang valid. METODOLOGI PENELITIAN Alat Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah branch scale, hammer crusher dengan output partikel, mm, rotary sample divider (R), drying oven, baki aluminium, analitical balance, cawan bertutup, desikator, oven pengering, cawan dan tutupnya, spatula, LECO S- DR, combustion boat dan skop. Bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel batubara, gas oksigen, gas nitrogen, magnesium perchlorat anhydrous. Preparasi Sampel Metode yang Dipergunakan Oleh ISO 0- :00 Bongkahan sampel batubara disiapkan dan ditempatkan pada baki aluminium. Kemudian sampel batubara ditimbang sebanyak, kg. Lalu dimasukkan sampel batubara secara perlahan kedalam alat hummer crusher. Setelah sampel batubara berukuran, mm, sampel ditampung pada baki aluminium. Kemudian sampel batubara dihomogenkan dengan R, sampel dimasukkan ke dalam hooper tanpa melebihi kapasitas hooper. Setelah sampel terbagi merata feeder dimatikan kemudian alat R dimatikan. Setelah itu sampel ditampung pada baki aluminium. Setelah sampel homogen sampel dimasukkan dalam drying oven dengan suhu 0 C selama jam pemanasan. Kemudia sampel digiling menjadi ukuran 0, mm dengan menggunakan alat pulvelizer. Metode Rapid Test Bongkahan sampel batubara disiapkan dan ditempatkan pada baki aluminium. Kemudian sampel batubara ditimbang sebanyak, kg. Lalu dimasukkan sampel batubara secara perlahan kedalam alat hummer crusher. Setelah sampel batubara berukuran, mm, sampel ditampung pada baki aluminium. Kemudian sampel batubara dihomogenkan dengan R, sampel dimasukkan ke dalam hooper tanpa melebihi kapasitas hooper. Setelah sampel terbagi merata feeder dimatikan kemudian alat R dimatikan. Setelah itu sampel ditampung pada baki aluminium. Setelah sampel homogen sampel dimasukkan dalam drying oven dengan suhu 0 C selama menit pemanasan. Kemudia sampel digiling menjadi ukuran 0, mm dengan menggunakan alat pulvelizer. Analisa Batubara Analisa ISO Cawan dan tutup cawan kosong lalu ditimbang kemudian ditimbang sampel batubara sebanyak g ke dalam cawan. Masukkan cawan yang sudah berisi sampel ke dalam oven yang bersuhu 0 C-0 C dengan membuka tutup cawan tersebut terlebih dahulu dan letakkan di luar dish sesuai dengan urutannya. Kemudian panaskan sampel selama jam dengan dialiri gas nitrogen. Lalu keluarkan cawan yang berisi sampel tersebut dari oven dan kemudian tutup kembali cawan tersebut dengan segera. Lalu didinginkan dalam desikator selama menit. Setelah dingin, timbang kembali cawan yang berisi sampel tersebut. Analisa inherent moisture dilakukan sebanyak sebanyak sepuluh kali. Analisa ISO Sampel batubara ditimbang sebanyak 0, g ke dalam combustion boat, kemudian sampel dianalisa dengan instrumen LECO S- DR dengan mendorong combustion boat ke dalam furnace sampai menyentuh boat stop. Setelah analisa selesai combustion boat dikeluarkan dari dalam furnace. Analisa total sulfur dilakukan sebanyak sepuluh kali. Penentuan Ketepatan (Akurasi) Akurasi metode analisa ditentukan dengan melakukan analisa sebanyak sepuluh kali. Tiap-tiap hasil yang didapatkan selanjutnya dibandingkan dengan nilai rata-rata pengulangan sepuluh kali yang didapat pada penentuan presisi metode analisa sebelumnya. Dengan kata lain nilai rata-rata tersebut digunakan sebagai acuan. Perbandingan tersebut ditunjukkan sebagai %recovery. Penentuan Ketelitian (Presisi) Pengulangan analisa dilakukan sebanyak sepuluh kali. Presisi metode analisa dinilai berdasarkan Coefficient of Variation (CV) yang dihitung dari simpangan baku dibagi dengan nilai rata-rata dikalikan 00 %. Ketahanan Metode Uji ketahanan metode dilakukan dengan memvariasikan kondisi analisis sedemikian rupa dan mengukur pengaruhnya terhadap presisi dan akurasi yang dicapai (setiap perubahan kondisi dilakukan satu kali analisis saja). Kondisi analisis yang divariasikan adalah lama waktu pengeringan yaitu pemanasan selama menit dengan suhu 0 C. HASIL DAN PEMBAHASAN Penentuan Akurasi Tabel. Data Hasil Penentuan Akurasi Metode ISO pada Analisis (b/b) Jurnal Atomik., 0, 0 () hal - ISSN -00 (Online) (b/b) , 00,0 Pada penentuan akurasi metode yang dipergunakan oleh ISO, analisa dilakukan sebanyak sepuluh kali. Akurasi dianggap baik berada pada toleransi perolehan kembali (% recovery) 0 % dalam range 0-0 % []. Pada tabel di atas diketahui bahwa nilai % recovery yang didapat adalah 00,0 %, sehingga nilai tersebut terdapat dalam range yang ditetapkan yaitu 0-0 %. Tabel. Data Hasil Penentuan Akurasi Rapid Test pada Analisis (b/b) ,, Pada penentuan akurasi metode rapid test, analisa dilakukan sebanyak sepuluh kali. Pada tabel di atas diketahui bahwanilai % recovery yang didapat, %, nilai tersebut terdapat dalam range yang ditetapkan yaitu 0-0 %. Tabel. Data Hasil Penentuan Akurasi Metode ISO pada Analisis , 00, Pada penentuan akurasi metode yang dipergunakan oleh ISO, analisa dilakukan sebanyak sepuluh. Pada tabel diatas diketahui bahwa nilai % recovery 00, %, nilai tersebut terdapat dalam range yang ditetapkan yaitu 0-0 %. Tabel. Data Hasil Penentuan Akurasi Rapid Test pada Analisis Pengambila n. 0.0, , , 0,0, Pada penentuan akurasi metode rapid test, analisa dilakukan sebanyak sepuluh kali. Pada tabel di atas diketahui bahwa nilai recovery, % terdapat dalam range yang ditetapkan yaitu 0-0 %. Penentuan Presisi Tabel. Data Hasil Penentuan Presisi Metode ISO pada Analisa 0 c (-0, log c) Dalam penentuan presisi metode yang dipergunakan oleh ISO pada analisa inherent moisture. Berdasarkan hasil uji pada tabel diatas didapat atau % R. Menurut Green () syarat keterimaan untuk nilai atau % R lebih kecil dari % sehingga dapat disimpulkan bahwa metode tersebut memiliki ketelitian yang baik karena memenuhi syarat dari hasil penelitian (b/b) yang didapat adalah 0, % dari nilai yang diperoleh dibandingkan dengan CV Horwitz dengan konsentrasi analit = (-0, log c). Presisi suatu metode akan memenuhi syarat apabila yang diperoleh dari percobaan lebih kecil dari dari Horwitz di mana dari percobaan didapatkan,. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode uji yang digunakan mempunyai presisi yang baik. Jurnal Atomik., 0, 0 () hal - ISSN -00 (Online) Tabel. Data Hasil Penentuan Presisi Rapid Test Pada Analisa 0 C (-0, log c) Sama halnya dengan metode yang dipergunakan oleh ISO, dalam penentuan presisi metode rapid test pada analisa inherent moisture. Berdasarkan hasil uji pada tabel. di atas menunjukkan bahwa 0. % (b/b) (-0, log c) dan lebih kecil dari dari ( Horwitz), yaitu 0, % ,. Sehingga dapat disimpulkan metode rapid test yang digunakan memiliki ketelitian yang baik. Tabel. Data Hasil Penentuan Presisi Metode yang Dipergunakan oleh ISO pada Analisa 0 C (-0, log c) Dalam penentuan presisi metode yang dipergunakan oleh ISO pada analisa total sulfur. Berdasarkan hasil uji pada tabel. di atas menunjukkan bahwa % dan lebih kecil dari dari (-0,logc), yaitu % ,0, sehingga dapat disimpulkan metode yang dipergunakan oleh ISO mempunyai presisi yang baik. 0 Tabel. Data Hasil Penentuan Presisi Rapid Test pada Analisa 0 c (-0, log c) , Tabel di atas adalah tabel hasil analisa penentuan presisi rapid test pada analisa total sulfur. Menunjukkan bahwa, % dan lebih kecil dari dari (-0, log c) yaitu,% ,0, sehingga dapat disimpulkan metode rapid test yang digunakan mempunyai presisi yang baik dan memiliki ketelitian yang baik. Ketahanan Metode Tabel. Data Hasil Uji Ketahanan Metode Dalam Penentuan Akurasi Variasi Waktu Pengeringan menit pada Analisa 0 (b/b),0,0,,,0,,,,0, 00, 00, 00, 00, 00,0,,,,0,,, Dari hasil analisis table di atas didapat % recovery adalah, % dapat disimpulkan bahwa pada waktu yang telah divariasikan selama menit, hasil yang didapat mempunyai akurasi yang baik karena masih terdapat dalam range yang ditetapkan yaitu 0 %-0 %. 0 Jurnal Atomik., 0, 0 () hal - ISSN -00 (Online) Tabel 0. Data Hasil Uji Ketahanan Metode Dalam Penentuan Akurasi Variasi Waktu Pengeringan menit pada Analisa 0 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 00, 00, 00, 00,, Pada penentuan akurasi pada analisa total sulfur yang telah divariasi waktunya yaitu selama menit. Persen perolehan kembali yang didapatkan pada analisa total sulfur adalah, %. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa pada waktu yang telah divariasikan selama menit, hasil yang didapat mempunyai akurasi yang baik karena masih terdapat dalam range yang tetapkan yaitu 0 %-0 %. Tabel. Data Hasil Uji Ketahanan Metode Dalam Penentuan Presisi Variasi Waktu Pengeringan Menit pada Analisa 0 c (-0, log c) (b/b),0,0,,,0,,,,0,, 0,0 0,, 0 -, Berdasarkan hasil uji tersebut menunjukkan bahwa % CV memiliki nilai 0, % yang berarti metode ini memiliki kestabilan yang baik terhadap variasi waktu yang diberikan karena memenuhi kriteria penerimaan yaitu kurang dari % dan lebih kecil dari dari (-0, log c) yaitu 0,% ,. Dari hasil yang diperoleh maka metode rapid test tidak terpengaruh terhadap variasi waktu yang diberikan karena nilai presisi yang didapatkan kurang dari % dengan taraf kepercayaan %. Tabel. Data Hasil Uji Ketahanan Metode Dalam Penentuan Presisi Variasi Waktu Pengeringan Menit pada Analisa 0 C (-0, log c) Berdasarkan hasil uji tersebut menunjukkan bahwa % CV memiliki nilai, % berarti metode ini memenuhi kriteria penerimaan yaitu kurang dari % dan lebih kecil dari dari (-0, log c) yaitu, % ,0. Hasil penelitian yang diperoleh dengan variasi waktu selama menit memiliki akurasi dan presisi yang baik maka metode rapid test berarti metode ini memiliki kestabilan yang baik terhadap variasi waktu yang diberikan hal ini ditunjukkan dari nilai akurasi yang didapat yaitu, % dan nilai presisi yang didapatkan kurang dari % yaitu, % dengan taraf kepercayaan %. KESIMPULAN Dari hasil penelitian pengembangan metode rapid test preparation dalam penentuan kadar inherent moisture dan total sulfur dengan metode yang dipergunakan oleh ISO Kinerja analitik akurasi dari metode yang dipergunakan oleh ISO untuk menganalisa inherent moisture yaitu 00,0 % dan pada metode rapid test yaitu, %. Akurasi total sulfur dari metode yang dipergunakan oleh ISO yaitu 00, % dan pada metode rapid test yaitu, %. Nilai akurasi memiliki perubahan nilai tersebut tidak lebih dari %. Kinerja analitik presisi dari metode yang dipergunakan oleh ISO untuk menganalisa inherent moisture yaitu 0, % dan metode rapid test yaitu 0, %. Presisi total sulfur dari metode yang dipergunakan oleh ISO yaitu % dan metode rapid test yaitu, %. Nilai presisi memiliki perubahan nilai yang tidak signifikan mengingat perubahan nilai tersebut tidak lebih dari 0, %. Kinerja analitik 0, 0, 0, 0, 0, 0,00, 0 -,0 ketahanan metode yang ditunjukkan dari akurasi yaitu, % dan presisi yaitu, %. Sehingga metode rapid test memiliki kestabilan yang baik terhadap variasi waktu yang diberikan. Modifikasi metode yang dikembangkan dengan suhu 0 C selama menit dapat digunakan sebagai metode alternatif untuk penentuan analisa inherent moisture dan total sulfur. DAFTAR PUSTAKA [] Sukandarrumidi. 00. Batubara dan Pemanfaatannya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. [] Arief, I. 0. Analisis Kualitas Batubara Berdasarkan Nilai HGI Dengan Standar ASTM. Bengkulu: Universitas Bengkulu. [] Sari, E.W.L. 0. Validasi Metode Rapid Test Dalam Penentuan Total Moisture, Ash Content, Carolific Value (As Received) Pada Batubara Terhadap Standar ISO (International Organization For Standardization) Ukuran mm (Studi Kasus Di PT. Kaltim Prima Coal) Di Kalimantan Timur. Samarinda: Universitas Mulawarman. [] Kantasubrata, J. 0. Validasi Metode. Pelatihan Pemahaman dan Penerapan SNI ISO/IEC 0:00 Pada Pengelolaan Laboratorium. RC Chem Learning Centre. Bandung. [] Green, M. J.. A Practocal Guide to Analytical Method Validation Anal. Chein, News and Feature, May, Hal 0 A-0A.
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks