Metode Penelitian Dan Penulisan Hukum Fixx

Please download to get full document.

View again

of 17
2 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
test
Document Share
Document Tags
Document Transcript
  KEBERADAAN PASAL 18 UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2008DALAM MEMENUHI NILAI PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMENPADA PRAKTIK PENYELESAIAN SENGKETA TRANSAKSI ELEKTRONIK  (E-COMMERCE) I.PENDAHULUANA.Latar Belaka! Ma ala# Berkembangnya zaman telah membawa kita memasuki era globalisasi.Globalisasi digambarkan melalui pertumbuhan dan peningkatanketergantungan antar negara sebagai bagian dari  global marketplace , dimanasalah satunya dalam hubungan perdagangan. Faktor-faktor pendorongglobalisasi tersebut diantaranya keterlibatan teknologi canggih dan sistemkomunikasi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dalam meningkatkan proses produksinya. 1  Salah satu dampak globalisasi dalam dunia perdaganganadalah berkembangnya  E-Commerce .  E-Commerce merupakan suatu proses berbisnis dengan memakaiteknologi elektronik yang menghubungkan antara perusahaan, konsumen danmasyarakat dalam bentuk transaksi elektronik dan pertukaranpen!ualan barang, ser is, dan informasi secara elektronik . #  E-Commerce  sebagai metode perdagangan elektronik berkembang pesat di $ndonesia. %enurut lembaga riset pasar e-%arketer, $ndonesia saat inimenduduki peringkat ke-& dalam pengguna internet terbanyak di dunia.'engguna internet di (anah )ir mencapai *+, !uta orang pada #1, +  dari !umlah penduduk $ndonesia yaitu #+.&1.++ !iwa. 'erkembangan tersebut berpengaruh pada pelaku pembeli  E-Commerce  $ndonesia. 'ada tahun #1+ nilai pasar  E-Commerce  $ndonesia mencapai /*miliar 0p 2,3 triliun4 dan di tahun #1& akan tersebut diprediksikanmeningkat + kali lipat men!adi /#3 miliar 0p #23 triliun4. 5imana transaksi 1   6asbi 6awari, 7Globalisasi dan 'erdagangan $nternasional8, https9www.academia.edu1*+&&Globalisasi:dan:'erdagangan:$nternasional diunduh # September #1& 2  %unawar ;holil, #2 7  E-commerce 8, http9staff.uns.ac.id. diunduh # September #1& 3  ;ementerian ;omunikasi dan $nformatika $, 7'engguna $nternet $ndonesia <omor =nam 5unia8 https9kominfo.go.idcontentdetail#*&pengguna-internet-indonesia-nomor-enam-duniasorotan:media diunduh # September #1& 1   E-Commerce  dilakukan sebanyak 2,*> oleh pembeli perorangan, sisanyaadalah ?@, '(, A;%, ;operasi dan pembeli perorangan berbadan hukum.   %araknya pengguna  E-Commerce  di $ndonesia ter!adi kabanyakan pada perdagangan dengan nilai transaksi yang tidak besar. <ilai transaksi yangdikeluarkan oleh para pelanggan untuk pembeli perorangan yang mendominasi pada nilai transaksi kurang dari 3. dengan nilai sebesar &*>, kemudiannilai barang senilai 3.-1.. senilai ##>. 3  %enurut riset yangdiprakarsai oleh )sosiasi =-?ommerce $ndonesia 0id=)4, Google $ndonesia,dan (<S 0(aylor <elson Sofres4, produk fashion tetap mendominasi pasar  online  sebagai produk yang paling sering dibeli. Secara sederhana, proses  E-Commerce  dapat dilakukan dengan carakonsumen berkun!ung ke toko online atau online marketplace untuk melihatdan memilih produk yang diinginkan. alu, konsumen setu!u untuk membeli produk yang ada pada toko online atau online marketplace  dan memberiinstruksi pembelian online ke merchant. Setelah itu, prinsip pembayarannyatidak !auh berbeda dengan dunia nyata, hanya sa!a semua metode yangditawarkan menggunakan teknologi canggih. ?ara pembayaran yangdigunakan antara lain melalui transfer )(% 0automatic teller macine4, pembayaran tanpa perantara, pembayaran dengan pihak ketiga creditcard  /check 0kartu kreditcek4, micropayment   0uang receh4, electronic money  0e-money4 atau  Anonymous digital cash. 5i $ndonesia, alat pembayaran sepertiini telah diatur dalam 'eraturan Bank $ndonesia 0'B$4 nomor 1111'B$#2tentang 'enyelenggaraan )lat 'embayaran dengan %enggunakan ;artu0)'%;4 dan 'B$ nomor 111#'B$#2 tentang Aang =lektronik 0=-%oney4. & %ekanisme transaksi  E-Commerce sebagaimana diatas akanmemunculkan kemungkinan lahirnya bentuk C bentuk kecurangan ataukekeliruan, sehingga men!adi perhatian utama yang perlu penanganan lebih besar. 5ampak negatif dari  E- commerce  itu sendiri cenderung merugikan 4   Ibid 5  Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, “ Persentase Aktivitas E-Commerce di Indonesia taun 2!1! tt#$%%statistik&kominfo&'o&id%site%data(idtree)43!*iddoc)12+5*data-data#a'e)3 ,  diunduh # September #1&    5endy )smara, 7'erlindungan 6ukum 'engguna )lat 'embayaran %enggunakan ;artu dala(ransaksi =lektronik,8 0(esis Ani ersitas $ndonesia, Dakarta, #114, hlm.  2  konsumen. 5iantaranya dalam hal yang berkaitan dengan produk yang dipesantidak sesuai dengan produk yang ditawarkan, kesalahan dalam pembayaran,ketidaktepatan waktu menyerahkan barang atau pengiriman barang dan hal C hal lain yang tidak sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. 5isamping itu, bagi produsen, banyaknya !umlah orang yang dapat mengakses internetmengakibatkan produsen kesulitan untuk mendeteksi apakah pembeli yanghendak memesan produknya adalah pembeli yang sesungguhnya atau bukan.Budi )gus iswandi mengungkapkan bahwa 7%asalah perlindungankonsumen dalam  E-commerce merupakan aspek yang penting untuk diperhatikan, karena beberapa karakteristik khas  E-commerce akanmenempatkan pihak konsumen pada posisi yang lemah atau dirugikan seperti9a.'erusahaan di internet (the internet merchant) tidak memiliki alamat secarafisik di suatu negara tertentu, sehingga hal ini akan meyulitkan konsumenuntuk mengembalikan produk yang tidak sesuai dengan pesanan. b.;onsumen sulit memperoleh !aminan untuk mendapatkan local follow up service or repair. c.'roduk yang dibeli konsumen ada kemungkinan tidak sesuai atau tidak kompatible dengan persyaratan lokal (local reuairments) .  ;ondisi di atas !elas merugikan baik bagi konsumen ataupun bagi produsen terlebih konsumen yang relatif memiliki posisi tawar (bargaining  position) yang lebih rendah dibandingkan produsenpelaku usaha. emahnya posisi konsumen seringkali men!adi obyek akti itas untuk memperolehkeuntungan sebesar C besarnya dari produsen, sehingga keseimbangan yangdiharapkan melalui hubungan !ual beli tidak tercapai. Berbagai 'raktik  pelanggaran hak konsumen diatas menghasilkan adanya sengketa, yang diikutidengan penyelesaian sengketa. 5alam terminologi kontrak elektronik, penyelesaian sengketa ditu!ukan untuk menyelesaikan sengketa antar satu pihak terhadap pihak lain, dan sebagai pembangun !embatan kepercayaanantara produsen dan konsumen, dimana hal ini men!adi dasar nota +  Budi )gus iswandi,  !ukum dan nternet di ndonesia , 0Eogyakarta9A$$ 'ress, #+4, hlm. &1-& #. 3  kesepahaman penyelenggara praktik kontrak elektronik dalam menyediakankepercayaan dan keamanan transaksi dagang ini. * %elihat besarnya potensi pelanggaran hak konsumen khsususnya diranah  E-Commerce , tentunya men!adi penting untuk mengulas tentang dasar hukum terkait hal tersebut. 2  egulasi internasional memberikan pengaturanatas model penyelesaian sengketa ini, dalam 123* ?on ention on theecognition and =nforcement of Foreign )rbitral )wards atau !uga lazimdikenal sebagai <ew Eork ?on ention. 'eraturan lain serupa dalam alternatif  penyelesaian sengketa, namun lebih dikhususkan pada arbitrase ialahA<?$() %odel aw on $nternational ?ommercial )rbitration 12*3 yangdiamandemen pada tahun #&, guna memberikan pengenalan terhadapinformasi dan komunikasi elektronik dalam per!an!ian arbitrase asing. 1 $ndonesia sebagai bagian dari masyakarat internasional, !uga turut mengatur  praktik kontrak elektronik ini dalam Andang-Andang <omor 11 (ahun #*tentang $nformasi dan =lektronik, khususnya dalam keberadaan pasal 1*dengan tu!uan dapat men!embatani adanya kesen!angan 0gap4 antara hambatanteknologi dan memenuhi nilai perlindungan hukum dalam praktik  penyelesaian sengketa transaksi elektronik. 5alam pasal 1* Andang-Andang <omor 11 (ahun #* tentang $nformasi dan (ransaksi =lektronik, disebutkan914(ransaksi elektronik yang dituangkan ke dalam kontrak elektronik mengikat para pihak #4'ara pihak memiliki kewenangan untuk memilih hukum yang berlaku bagitransaksi elektronik internasional yang dibuatnya+4Dika para pihak tidak melakukan pilihan hukum dalam transaksi elektronik internasional, hukum yang berlaku didasarkan pada asas hukum perdatainternasional .   ). Sony ;eraf   # Etika $isnis %untutan dan &elevansinya , 0Eogyakarta9 ;anisius, #3 /, 0m& +3   uslan Burhani, 7amendag9 'engaturan Bisnis He-commerceH indungi ;onsumen8 http9www.antaranews.comberita+31*2wamendag-pengaturan-bisnis-e-commerce-lindungi-konsumen diunduh # September #1&. 1!  )bdul 6alim Barakatullah, 'engketa %ransaksi E-Commerce nternasional  , 0Bandung9  <usa %edia, #34, hlm. +&. 4
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks