LT2A_3_PENGATURAN KERJA ATAU PERFORMA PADA ALTENATOR (2).docx

Please download to get full document.

View again

of 12
20 views
DOCX
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
LAPORAN PRAKTIKUM 5 REGULATION PERFORMANCES ALTENATOR DISUSUN OLEH: 1. ELANG IHZA LESMONO ( 3.31.16.0.08 ) 2. EVI KARTIKA SARI ( 3.31.16.0.09 ) 3. FREDY BAKTIYAR ( 3.31.16.0.10 ) PROGRAM STUDI D3 TEKNIK LISTRIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 2018/2019 I. TUJUAN Tujuan dilakukannya praktikum ini adalah untuk : 1. Menganalisis karakteristik perubahan nilai arus pada beban yang
Document Share
Document Transcript
  LAPORAN PRAKTIKUM 5 REGULATION PERFORMANCES ALTENATOR DISUSUN OLEH: 1.   ELANG IHZA LESMONO ( 3.31.16.0.08 ) 2.   EVI KARTIKA SARI ( 3.31.16.0.09 ) 3.   FREDY BAKTIYAR ( 3.31.16.0.10 ) PROGRAM STUDI D3 TEKNIK LISTRIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 2018/2019  I.   TUJUAN  Tujuan dilakukannya praktikum ini adalah untuk : 1.   Menganalisis karakteristik perubahan nilai arus pada beban yang memiliki faktor daya yang berbeda. 2.   Dapat menggambarkan grafik arus terhadap perubahan tegangan pada berbagai jenis  beban. II.   PENDAHULUAN  Generator adalah alat yang mengubah energi mekanik menjadi energi mekanik (gerak) menjadi energi listrik. Konstruksi generator tiga fasa terdiri dari stator dan rotor. Stator adalah bagian generator yang diam, diantaranya badan generator, lilitan stator, sikat arang, terminal box. Rotor merupakan bagian generator yang bergerak, terdiri dari kutub rotor, slipring. lilitan stator terdiri dari 3 fasa yaitu lilitan fasa U, lilitan phasa V dan lilitan fasa . Ujung-ujung lilitan diberikan notasi U1-U2, V1-V2, dan W1-W2. Rotor memiliki dua kutub utara (N) north, dan kutub selatan (S) south. Arus listrik DC yang mengalir melewati slipring dan sikat arang, tujuannya untuk mendapatkan fluk magnet yang diatur besarnya. Pengaturan tegangan pada alternator dilakukan dengan mengatur besarnya arus Eksitasi (arus penguatan) dengan cara mengatur potensiometer atau tahanan asut. Potensiometer atau tahanan asut mengatur arus penguat generator pertama dan generator  penguat kedua menghasilkan arus penguat generator utama. Dengan cara ini arus penguat yang diatur tidak terlalu besar nilainya (dibandingkan dengan arus generator penguat kedua) sehingga kerugian daya pada potensiometer tidak terlalu besar. PMT arus penguat generator utama dilengkapi tahanan yang menampung energi medan magnet generator utama karena jika dilakukan pemutusan arus penguat generator utama harus dibuang ke dalam tahanan. Sekarang banyak generator arus bolak-balik yang dilengkapi penyearah untuk menghasilkan arus searah yang dapat digunakan bagi penguatan generator utama sehingga penyaluran arus searah bagi penguatan generator utama, oleh generator penguat kedua tidak memerlukan cincin geser karena. penyearah ikut berputar bersama poros  generator. Cincin geser digunakan untuk menyalurkan arus dari generator penguat  pertama ke medan penguat generator penguat kedua. Nilai arus penguatan kecil sehingga  penggunaan cincin geser tidak menimbulkan masalah. Pengaturan besarnya arus penguatan generator utama dilakukan dengan pengatur tegangan otomatis supaya nilai tegangan klem generator konstan. Pengaturan tegangan otomatis pada awalnya berdasarkan prinsip mekanis, tetapi sekarang sudah menjadi elektronik. Perkembangan sistem eksitasi pada generator sinkron dengan sistem eksitasi tanpa sikat, karena sikat dapat menimbulkan loncatan api pada putaran tinggi. Untuk menghilangkan sikat digunakan dioda berputar yang dipasang pada jangkar. Gambar 2 menunjukkan sistem excitacy tanpa sikat. Sifat-Sifat Beban Listrik: 1.   Beban Resistif (R) Beban resistif (R) yaitu beban yang terdiri dari komponen tahanan ohm saja (resistance), seperti elemen pemanas (heating element) dan lampu pijar. Beban jenis ini hanya mengkonsumsi beban aktif saja dan mempunyai faktor daya sama dengan satu. Tegangan dan arus sefasa. 2.   Beban Induktif (L) Beban induktif (L) yaitu beban yang terdiri dari kumparat kawat yang dililitkan  pada suatu inti, seperti coil, transformator, dan solenoida. Beban ini dapat mengakibatkan pergeseran fasa (phase shift) pada arus sehingga bersifat lagging. Arus lagging yang biasa disebut dengan PF lagging (Power Factor) ini adalah sudut fase arus relatif terhadap tegangan yaitu arus tertinggal dari tegangan. Hal ini disebabkan oleh energi yang tersimpan berupa medan magnetis akan mengakibatkan fasa arus bergeser menjadi tertinggal terhadap tegangan. Beban jenis ini menyerap daya aktif dan daya reaktif. 3.   Beban Induktif (L) Beban induktif (L) yaitu beban yang terdiri dari kumparat kawat yang dililitkan  pada suatu inti, seperti coil, transformator, dan solenoida. Beban ini dapat mengakibatkan pergeseran fasa (phase shift) pada arus sehingga bersifat lagging. Arus lagging yang biasa disebut dengan PF lagging (Power Factor) ini adalah sudut  fase arus relatif terhadap tegangan yaitu arus tertinggal dari tegangan. Hal ini disebabkan oleh energi yang tersimpan berupa medan magnetis akan mengakibatkan fasa arus bergeser menjadi tertinggal terhadap tegangan. Beban jenis ini menyerap daya aktif dan daya reaktif.
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks