LP KATIM ALIP.docx

Please download to get full document.

View again

of 24
153 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
LAPORAN PENDAHULUAN MANAJEMEN KEPERAWATAN ROLE PLAY PERAN : KETUA TIM DI RUANG KANTHIL RSUD BANYUMAS Disusun Sebagai Syarat Menyelesaikan Praktek Stase Manajemen Keperawatan di RSUD Banyumas Periode 19 Maret – 07 April 2018 Pembimbing Akademik : Kris Linggardini, S. Kp., M. Kep Pembimbing Lahan : Nurul Hidayati, S. Kep. Ns
Document Share
Document Transcript
  LAPORAN PENDAHULUAN MANAJEMEN KEPERAWATAN ROLE PLAY PERAN : KETUA TIM DI RUANG KANTHIL RSUD BANYUMAS Disusun Sebagai Syarat Menyelesaikan Praktek Stase Manajemen Keperawatan di RSUD Banyumas Periode 19 Maret  –   07 April 2018 Pembimbing Akademik : Kris Linggardini, S. Kp., M. Kep Pembimbing Lahan :  Nurul Hidayati, S. Kep. Ns Disusun Oleh : ALIFTINA RETNO WULANDARI NIM: 1711040067 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMADIYAH PURWOKERTO 2017/ 2018  BAB I PENDAHULUAN A.   Latar Belakang Model tim merupakan suatu model pemberian asuhan keperawatan dimana seorang perawat professional memimpin sekelompok tenaga keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien melalui upaya kooperatif dan kolaboratif (Douglas, 1992). Model tim didasarkan pada keyakinan bahwa setiap staf mempunyai kontribusi dalam merencanakan dan memberikan asuhan keperawatan sehingga timbul motivasi dan rasa tanggung  jawab perawat yang tinggi, sehingga setiap anggota tim merasakan kepuasan karena diakui kontribusinya dalam mencapai tujuan bersama yaitu mencapai kualitas asuhan keperawatan yang bermutu. Model tim menurut Kron & Gray (1987) terkandung dua konsep utama yang harus ada, yaitu kepemimpinan dan komunikasi yang efektif. Kemampuan kepemimpinan harus dikuasai oleh Ketua Tim, yaitu perawat  profesional (  Registered Nurse ).  Registered Nurse  ditunjuk oleh Kepala Ruangan untuk bertanggung jawab terhadap sekelompok pasien dalam merencanakan asuhan keperawatan, merencanakan penugasan kepada anggota tim, melakukan supervisi dan evaluasi pelayanan keperawatan yang diberikan. Prosese komunikasi harus dilakukan secara terbuka dan aktif melalui laporan  pre  atau  post conference  atau pembahasan dalam penugasan,  pembahasan dalam merencanakan dan menuliskan asuhan keperawatan dan mengevaluasi hasil yang telah dicapai.Pelaksanaan model tim tidak dibatasi oleh suatu pedoman yang kaku. Model tim dapat diimplementasikan pada tugas pagi, sore dan malam. Apakah terdapat 2 atau 3 tim tergantung pada  jumlah dan kebutuhan serta jumlah dan kualitas tenaga keperawatan. Umumnya satu tim terdiri dari 3-5 orang tenaga keperawatan untuk 10-20  pasien. Hasil penelitian Lambertson seperti dikutip oleh Douglas (1984), menunjukkan bahwa model tim bila dilakukan dengan benar merupakan  model asuhan keperawatan yang tepat dalam meningkatkan pemanfaatan tenaga keperawatan yang bervariasi kemampuannya dalam memberikan asuhan keperawatan. Hal ini berarti bahwa model tim dilaksanakan dengan tepat pada kondisi dimana kemampuan tenaga keperawatan bervariasi. Kegagalan model ini, jika penerapan konsep tidak dilaksanakan secara menyeluruh atau total dan tidak dilakukan  pre  dan  post conference  dalam sistem pemberian asuhan keperawatan untuk pemecahan masalah yang dihadapi pasien dalam penentuan strategi pemenuhan kebutuhan pasien. B.   Tujuan Menjadi KetuaTim Keperawatan 1.   Membuat perencanaan. 2.   Membuat penugasan, supervisi dan evaluasi. 3.   Mengenal/ mengetahui kondisi pasien dan dapat menilai tingkat kebutuhan  pasien. 4.   Mengembangkan kemampuan anggota. 5.   Menyelenggarakan konferensi.  BAB II TINJAUAN TEORI A.   Pengertian Metode Tim Metode tim merupakan suatu metode pemberian asuhan keperawatan dimana seorang perawat profesional memimpin sekelompok tenaga keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan kelompok klien melalui upaya kooperatif dan kolaboratif ( Douglas, 1984). Model tim didasarkan  pada keyakinan bahwa setiap anggota kelompok mempunyai kontribusi dalam merencanakan dan memberikan asuhan keperawatan sehingga timbul motivasi dan rasa tanggung jawab perawat yang tinggi sehingga diharapkan mutu asuhan keperawatan meningkat.Ketua tim merupakan seorang petugas yang membawahi anggota tim untuk membuat pengkajian sampai perencaan  pada pasien.  B.   Tujuan Metode Tim Tujuan metode tim yaitu : 1.   Memfasilitasi pelayanan keperawatan yang komprehensif. 2.   Menerapkan penggunaan proses keperawatan sesuai standar 3.   Menyatukan kemampuan anggota tim yang berbeda-beda. Menurut Kron & Gray (1987) pelaksanaan model tim harus berdasarkan konsep berikut: a.   Ketua tim sebagai perawat profesional harus mampu menggunakan tehnik kepemimpinan.  b.   Komunikasi yang efektif penting agar kontinuitas rencana keperawatan terjamin. c.   Anggota tim menghargai kepemimpinan ketua tim. d.   Peran kepala ruang penting dalam model tim. Model tim akan  berhasil baik bila didukung oleh kepala ruang.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks