LAPORAN PENDAHULUAN KISTA OVARIUM.docx

Please download to get full document.

View again

of 4
26 views
DOCX
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
LAPORAN PENDAHULUAN KISTA OVARIUM A. Definisi Kista ovarium adalah pertumbuhan sel yang berlebihan / abnormal pada ovarium yang membentuk seperti kantong (Agusfarly, 2008). B. Etiologi 1. Gaya hidup tidak sehat. 2. Faktor genetic C. Klasifikasi 1. Kista Ovarium Non Neoplastik (Fungsional) a. Kista folikel b. Kista corpus luteum c. Sindroma rolisistik ovarium d. Kista Theca- lutein 2. Kista Ovarium Plastik (Abnormal) a. Kistadenoma b. Kista coklat (endometri
Document Share
Document Transcript
    LAPORAN PENDAHULUAN KISTA OVARIUM A.   Definisi Kista ovarium adalah pertumbuhan sel yang berlebihan / abnormal pada ovarium yang membentuk seperti kantong (Agusfarly, 2008). B. Etiologi 1. Gaya hidup tidak sehat. 2. Faktor genetic C. Klasifikasi 1.   Kista Ovarium Non Neoplastik (Fungsional) a.   Kista folikel  b.   Kista corpus luteum c.   Sindroma rolisistik ovarium d.   Kista Theca- lutein 2.   Kista Ovarium Plastik (Abnormal) a.   Kistadenoma  b.   Kista coklat (endometrioma) c.   Kista dermoid d.   Kista endometriosis e.   Kista hemorrhage f.   Kista lutein g.   Kista polikistik ovarium D. Manifestasi Kinis 1.   Menstruasi yang tidak teratur, disertai nyeri 2.   Perasaan penuh dan dtertekan diperut bagian bawah. 3.    Nyeri saat bersenggama. 4.   Perdarahan menstruasi yang tidak biasa. Mungkin pendarahan lebih lama, mungkin lebih pendek, atau mungkin tiak keluar darah menstruasi pada siklus biasa atau siklus menstruasi tidak teratur. 5.   Jika sudah menekan rectum mungkin terjadi konstipasi atau sering berkemih. 6.   Dapat terjadi peregangan atau penekanan daerah panggul yang menyebabkan nyeri spontan dan sakit diperut. 7.   Asites 8.   Penyebaran ke omentum (lemak perut) serta oran organ di dalam rongga perut (usus dan hati) 9.   Perut membuncit, kembung, mual, gangguan nafsu makan, 10.   Gangguan buang air besar dan kecil. 11.   Sesak nafas akibat penumpukan cairan terjadi pada rongga dada akibat penyebaran  penyakit ke rongga dada yang mengakibatkan penderita sangat merasa sesak nafas E. Pemeriksaan penunjang 1.   Ultrasonografi (USG) 2.   Laparaskopi 3.   Pemeriksaan darah lengkap 4.   F. Penatalaksanaan    5.   Tindakan Operasi 6.   Dressing post op 7.   Pemberian antibiotic 8.   Pemberian anti nyeri G. Diagnosa Keperawatan 1.   Preoperasi a.   Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan proses penyakit (penekanan/kompresi) jaringan pada organ ruang abdomen.  b.   Cemas berhubungan dengan diagnosis dan rencana pembedahan 2.   Post operasi a.   Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan luka post operasi  b.   Resiko infeksi berhubungan dengan tindakan invasif dan pembedahan c.   Defisit perawatan diri berhubungan dengan imobilitas (nyeri paska pembedahan) d.   Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan pengangkatan bedah kulit (jaringan, perubahan sirkulasi).      F. Inervensi 1.   Preoperasi a.   Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan proses penyakit (penekanan/kompresi) jaringan pada organ ruang abdomen Rasa nyeri klien hilang/ berkurang setelah tinakan keperawatan 2 × 24 jam. Kriteria hasil: ♦   Klien tidak mengeluh nyeri / nyeri berkurang ♦   TTV normal ♦   Menunjukkan nyeri berkurang/terkontrol ♦   Menunjukkan ekspresi wajah/postur tubuh rileks ♦   Berpartisipasi dalam aktivitas dan tidur/istirahat dengan tepat ♦   Skala nyeri 0 dari skala nyeri 0-10.  NIC : 1.   Kaji penyebab nyeri 2.   Kaji skala nyeri 3.   Monitor TT 4.   Ajarkan tehnik relaksasi 5.   Atur posisi yang nyaman 6.   Kolaborasi pemberian analgetik  b.   Cemas berhubungan dengan diagnosis dan rencana pembedahan cemas dapat berkurang dan hilang dan pengetahuan klien bertambah setelah dilakukan tindakan keperawatan 2 × 24 jam. Kriteria hasil: ♦  Klien dapat menuturkan pemahanan kondisi, efek prosedur dan pengobatan ♦  Klien dapat menunjukkan prosedur yang diperlukan dan menjelaskan alasan suatu tindakan  NIC: 1.   Bina hubungan yang terapeutik dengan klien. 2.   Kaji dan pantau terus tingkat kecemasan klien. 3.   Berikan penjelasan tentang semua permasalahan yang berkaitan dengan  penyakitnya. 4.   Libatkan orang terdekat ssesuai indikasi bila keputusan penting akan dibuat    DAFTAR PUSTAKA Doengoes, Marilyn E (2000).  Rencana Asuhan keperawatan. Edisi 3. EGC. Jakarta. Mansjoer, Arif.1999. Kapita Selekta Kedokteran Edisi 3. Jakarta; Media Aesculapius. FKUI Mohtar Rustam. 1999. Sinopsis Obstetris, Obstetri Fisiologis, Obstetri Patologi Edisi 2. Jakarta; EGC. Prawirto Hardjo, Sarwono. 1997. Ilmu Kandungan Edisi 2. Jakarta; Yayasan Bina Pustaka. Banjarmasin, April 2018 Preseptor akademik Preseptor klinik (.....................................) (......................................)
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks