Lampiran 1. Surat Persetujuan resmi (Informed Concent)

Please download to get full document.

View again

of 39
13 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
Lampiran 1 Surat Persetujuan resmi (Informed Concent) Persepsi Ibu Hamil Tentang Inisiasi Menyusu Dini Oleh: Dwi Suci Puspitasari ( ) Saya adalah mahasiswa Fakultas Keperawatan yang melakukan penelitian
Document Share
Document Transcript
Lampiran 1 Surat Persetujuan resmi (Informed Concent) Persepsi Ibu Hamil Tentang Inisiasi Menyusu Dini Oleh: Dwi Suci Puspitasari ( ) Saya adalah mahasiswa Fakultas Keperawatan yang melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui persepsi ibu hamil tentang inisiasi menyusu dini. Demi terlaksananya penelitian ini, saya mengharapkan partisipasi Ibu sebagai responden. Saya mengharapkan jawaban yang Ibu berikan sesuai dengan pendapat Ibu sendiri tanpa dipengaruhi oleh orang lain. Saya akan menjamin kerahasiaan identitas dan pendapat Ibu. Informasi yang Ibu berikan hanya akan dipergunakan untuk mengembangkan ilmu keperawatan dan tidak dipergunakan untuk maksud-maksud lain. Terlepas dari semua itu, Ibu bebas menolak untuk berperan serta dalam penelitian ini atau mungkin mengundurkan diri dari penelitian ini setiap waktu dan tidak ada sanksi apapun. Jika Ibu bersedia menjadi responden penelitian ini, maka silahkan menandatangani formulir ini. Medan, Oktober 2011 ( ) No. responden :..(diisi oleh peneliti) Lampiran 2 KUESIONER DATA DEMOGRAFI Petunjuk pengisian : a. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan memberikan tanda silang( ) pada point yang paling cocok dengan keadaan ibu. b. Bila jawaban salah dapat dicoret dengan tanda kros (=) pada kolom yang salah. c. Setelah diisi dimohon untuk dikumpulkan kembali dan peneliti ucapkan terima kasih. Kode : Tanggal : DATA DEMOGRAFI. 1. Umur : 20 thn thn 35 thn 2. Pekerjaan : PNS IRT Peg.Swasta Wiraswasta lain-lain 3. Pendidikan terakhir ibu : SD SMP SMA Diploma/Perg. Tinggi lain-lain 4. Usia Kehamilan : 1-3 bulan 4-6 bulan 7-9 bulan 5. Jumlah anak : Belum ada 1 orang 6. Pendapatan per bulan : Rp Rp Rp Riwayat persalinan sebelumnya : Normal HIV/AIDS Seksio sesar Perdarahan Belum pernah Kuesioner Penelitian Persepsi Ibu Hamil tentang Inisiasi Menyusu Dini Petunjuk pengisian: Berilah tanda ( ) pada setiap kolom jawaban yang tersedia di bawah ini sesuai dengan kondisi dan situasi yang anda alami dimana pernyataan : SS = Sangat Setuju S = Setuju TS = Tidak Setuju STS = Sangat Tidak Setuju No Pernyataan SS S TS STS 1 Menyusui segera setelah persalinan dan kelahiran bayi (Inisiasi Menyusu Dini) dapat meningkatkan jalinan kasih sayang antara ibu dan bayi. 2 Menyusui segera setelah persalinan dan kelahiran bayi memberikan banyak manfaat bagi ibu dan bayi. 3 Menyusui segera setelah persalinan dan kelahiran bayi dapat meningkatkan keberhasilan menyusui bayi secara eksklusif (memberikan ASI sampai usia bayi 6 bulan tanpa makanan tambahan). 4 Bayi tidak dapat segera disusui setelah lahir karena saat disusui untuk pertama kalinya ASI masih sulit keluar. 5 Jika ASI yg keluar sedikit ataupun tidak keluar setelah bayi lahir, pemberian ASI dihentikan sementara sampai ASI mulai keluar. 6 Menyusui segera setelah bayi lahir dapat mempercepat pengeluaran plasenta (uri) serta mengurangi perdarahan setelah persalinan. 7 Menyusui segera setelah bayi lahir dapat membantu bayi untuk melatih kemampuan menghisap ASI. 8 Tidak ada pengaruh atau hubungan antara menyusui segera setelah bayi lahir dengan peningkatan kekebalan tubuh bayi. 9 Dalam 30 menit pertama pelaksanaan proses menyusui segera setelah bayi lahir, bayi diam tidak bergerak, matanya terbuka melihat ibu yang merupakan penyesuaian dari keadaan diluar kandungan. 10 Antara menit pelaksanaan inisiasi menyusu dini bayi mengeluarkan suara, gerakan mulut seperti mau minum, mencium, dan menjilat tangan. Ini merupakan saat yang tepat untuk segera menyusui bayi. 11 Bayi harus melakukan kontak kulit dengan kulit ibunya paling tidak selama satu jam segera setelah bayi lahir agar bayi mengenali ibu dan siap untuk menyusu. 12 Bayi baru lahir tidak dapat langsung menyusu karena pernafasan bayi belum stabil sehingga beresiko bayi tersedak dan sulit bernafas. 13 Dukungan dan partisipasi suami maupun keluarga diperlukan agar membantu ibu untuk melakukan proses menyusui segera setelah bayi lahir. 14 Proses menyusui segera setelah bayi lahir tidak hanya dapat dilakukan pada ibu yang melahirkan secara normal tetapi dapat juga dilakukan pada ibu yang melahirkan melalui cara operasi seksio sesar. 15 Sentuhan ibu kepada bayi akan membantu bayi mencari puting susu ibu untuk menyusu pertama kalinya. 16 Jika bayi tidak dapat menyusu segera setelah lahir, maka bayi dapat diberikan makanan pengganti ASI seperti susu formula. 17 Ibu dapat menentukan cara melahirkan yang diinginkan (normal atau operasi) agar lebih merasa nyaman dalam melakukan proses menyusui segera setelah bayi lahir. 18 Penggunaan obat-obatan pada saat persalinan akan mempengaruhi proses menyusui segera setelah bayi lahir. 19 Apabila bayi kesulitan mencari puting susu ibu pada saat melakukan proses menyusui segera setelah bayi lahir, maka dapat membantu memasukkan puting susu ibu kedalam mulut bayi. 20 Lebih baik bayi di bedong pada saat melakukan proses menyusui segera setelah bayi lahir agar bayi tidak kedinginan. 21 Lemak putih pada tubuh bayi sebaiknya tidak langsung dibersihkan karena akan membuat bayi merasa nyaman merangkak mencari puting susu ibu untuk menyusu pertama kalinya. 22 Proses menyusui segera setelah bayi lahir yang tepat dilakukan jika bayi tidak dibedong, langsung di tengkurapkan di dada ibu lalu ibu dan bayi diselimuti bersama kemudian mencari puting susu tanpa dibantu. 23 Proses menyusui segera setelah bayi lahir tidak dapat langsung dilakukan karena akan membuat bayi kedinginan. 24 Bayi belum siap untuk menyusu dalam satu jam pertama setelah lahir karena akan tertidur. 25 Setelah melahirkan ibu terlalu lelah untuk segera menyusui bayi. 26 Terbatasnya tenaga kesehatan pada saat persalinan dapat menghambat pelaksanaan proses menyusui segera setelah bayi lahir. 27 Penting sekali membersihkan, memandikan, menimbang dan mengukur bayi sebelum melakukan proses menyusui segera setelah bayi lahir. 28 Jika bayi tidak disusui segera setelah bayi lahir maka ia akan sulit menyusu karena akan tertidur. Lampiran 3 PERKIRAAN BIAYA PENELITIAN Perkiraan biaya yang diperlukan dalam penyelesaian penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Bahan peralatan. a. Biaya copy dan print Rp ,- b. Kuesioner penelitian Rp ,- c. Pengandaan proposal Rp ,- d. Biaya Klinik Rp e. Biaya tak terduga Rp ,- Sub total Rp ,- 2. Seminar. a. Konsumsi Rp ,- b. Penggandaan skripsi Rp ,- c. Biaya sidang skripsi Rp ,- Sub total Rp ,- Total Rp ,- Lampiran 4 JADWAL KEGIATAN PENELITIAN No Kegiatan Februari Maret April Mei Juni Okt Des Jan Feb 1. Pengajuan judul penelitian 2. Merevisi judul dan menetapkan judul penelitian 3. Menyiapkan Bab 1 dan revisi 4. Menyiapkan Bab 2 dan revisi 5. Menyiapkan Bab 3 dan revisi 6. Menyiapkan Bab 4 dan revisi 7. Revisi keseluruhan 8. Menyiapkan proposal penelitian 9. Pengumpulan proposal penelitian 10. Mengajukan sidang proposal penelitian 11. Perbaikan proposal penelitian 12. Pengumpulan data dan analisa data 13. Menyiapkan skripsi 14. Pengumpulan skripsi 15. Sidang skripsi 16. Revisi Skripsi 17. Pengumpulan skripsi revisi Lampiran 5 LEMBAR BUKTI BIMBINGAN NAMA : Dwi Suci Puspitasari NIM : JUDUL : Persepsi Ibu Hamil tentang Inisiasi Menyusu Dini di Klinik Bersalin Kota Medan PEMBIMBING : Siti Saidah Nst. S.Kp, M.Kep, Sp.Mat No Tanggal Materi Bimbingan Kritik/Saran Tanda Tangan Pembimbing 1 28 Maret April 2011 Konsul BAB 1 1. Konsul perbaikan BAB 1 2. Konsul BAB2 3. Konsul BAB3 1. Bentuk paragraf terlalu panjang. 2. Penjelasan lebih mengenai IMD bukan ASI eksklusif. 3. Penulisan terkait dengan fenomena yang ada pada ibu hamil dalam pemeriksaaan ANC diberi penjelasan mengenai IMD atau tidak. 4. Fenomena yang terjadi di klinik bersalin ada tidak klinik bersalin yang melaksanakan IMD. 1. BAB 1 di halaman pertama paragraf 1 dan 2 di jadikan satu. 2. Pada latar belakang tambahkan alasan mengapa ibu hamil diberi informasi mengenai IMD. 3. hasilnya untuk apa dilakukan penelitian ini bagi ibu hamil. 4. Persepsi yang positif bagi ibu hamil manfaat kedepannya untuk apa. 5. Parameter persepsi harus dimasukkan kedalam BAB Perbaiki dalam penyusunan urutan konsep IMD. 7. Pada BAB 3 di kerangka konsep tambahkan mengenai IMD 3 16 April April Mei Mei Mei Mei Januari Konsul perbaiakan BAB 2 2. Konsul Perbaikan BAB 3 1. Konsul BAB2 2. Konsul BAB3 3. Konsul BAB4 Konsul perbaikan BAB 3, BAB 4 dan kuesioner Konsul perbaikan BAB 3, BAB 4 dan kuesioner Konsul perbaikan BAB 3, BAB 4 dan kuesioner Konsul perbaikan proposal Konsul hasil penelitian 8. Pada lerangka konsep mengukur atau menilai persepsi ibu hamil tentang IMD bagaimana. 9. Defenisi operasional memakai tabel. 1. Pada BAB 2 tambahkan mengenai konsep kehamilan. 2. Kerangka konsep diperbaiki mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi. 1. Tambahkan konsep laktasi pada BAB Perbaiki kerangka konseptual. 3. Pada defenisi operasional tambahkan variabel persepsi dan IMD lalu jelaskan. 4. Jelaskan desain deskriptif pada BAB 4 sesuai teori. 5. Perbaiki kuesioner. 1. Perbaiki defenisi operasional 2. Perbaiki populasi dan sampel 3. Perbaiki kuesioner 1. Perbaiki kerangka konseptual 2. Perbaiki defenisi operasional 3. Perbaiki kuesioner sesuai dengan indikator pada variabel IMD. 1. Perbaiki BAB Perbaiki kuesioner 1. Perbaikan BAB 2, 3, dan 4 2. Perbaikan kuesioner 1. Perbaiki penulisan kata-kata pada karakteristik responden menggunakan bahasa medis. 2. Lampirkan data yang bermaksa saja pada hasil penelitian. 3. Perbaiki cara penulisan tabel. 4. Tabel di buat kedalam lampiran saja. 10 5 Januari Januari Januari 2012 Konsul hasil penelitian Konsul hasil penelitian dan pembahsan Konsul hasil penelitian dan pembahasan 1. Perbaiki penulisan kata-kata pada karakteristik responden. 2. Tampilkan tabel jumlah skor mengenai pembagian kategori persepsi kemudian dibuat sebagai lampiran. 3. Penjelasan kategori pembagian persepsi berdasarkan skor tidak perlu dijelaskan lagi karena sudah tertera di BAB Lanjutkan ke pembahasan penelitian. 1. Buat tabel item-item dari persepsi tenteng IMD mulai dari manfaat, tahapan perilaku bayi, tatalaksana, IMD yang dianjurkan dan tidak, serta penghambat IMD. 2. Pembahasan mengenai persepsi ibu hamil tentang IMD dikaitkan dengan item-item persepsi mulai dari manfaat IMD, tahapan perilaku bayi, tatalaksana IMD, IMD yang dianjurkan dan tidak serta penghambat IMD. 1. Perbaiki tabel persepsi ibu hamil tentang IMD dan pindahkan sebagai lampiran. 2. Perbaiki pembahasan persepsi ibu hamil tentang IMD dan dikaitkan dengan item-item persepsi yaitu mulai dari manfaat IMD, tahapan perilaku bayi, tatalaksana IMD, IMD yang dianjurkan dan tidak serta penghambat IMD. 3. Buat pembahasan memakai tanda baca agar mengetahui batasanbatasan dari item-item persepsi. 4. Perbaiki penulisan pembahasan memakai paragraf. 5. Lanjut ke BAB 6 13 16 Januari Januari Februari 2012 Konsul pembahasan dan BAB 6 Konsul BAB 6 dan Abstrak Konsul revisi skripsi 1. Perbaiki kesimpulan, jabarkan mengenai persepsi responden kenapa positif dan negatif. 2. Pada saran, buat aplikasinya yang disesuaikan dengan kesimpulan. 1. Kesimpulan dijabarkan saja terkait dengan hasil persepsi responden di hasil penelitian. 2. Saran disesuaikan dengan kesimpulan lalu dijabarkan menurut kesimpulan tersebut. 3. Di dalam abstrak harus terdapat mengenai latar belakang, tujuan, metode, hasil,dan kesimpulan penelitian. 4. Abstrak tidak boleh lebih dari 200 kata. 1. Perbaiki mengenai tingkat pendidikan pada pembahasan. 2. Perbaiki penulisan dan paragraf pada pembahasan. Lampian 8 Tabel 3 Distribusi frekuensi dan presentasi persepsi ibu hamil tentang manfaat inisiasi menyusu dini. No Persepsi ibu hamil tentang inisiasi menyusu dini SS N (%) S N (%) TS N(%) STS N (%) Manfaat Inisiasi Menyusu Dini 1. Menyusui segera setelah persalinan dan kelahiran bayi (inisiasi menyusu dini) dapat meningkatkan jalinan kasih saying antara ibu dan bayi. 63 (65,6) 33 (34,4) 0 (0) 0 (0) 2. Menyusui segera setelah persalinan dan kelahiran bayi memberikan banyak manfaat bagi ibu dan bayi. 54 (56,3) 42 (43,8) 0 (0) 0 (0) 3. Menyusui segera setelah persalinan dan kelahiran bayi dapat meningkatkan keberhasilan menyusui bayi secara eksklusif (memberikan ASI sampai usia bayi 6 bulan tanpa makanan tambahan). 37 (38,5) 54 (56,3) 5 (5,2) 0 (0) 4. Bayi tidak dapat segera disusui setelah lahir karena saat disusui untuk pertama kalinya ASI masih sulit keluar. 10 (10,4) 44 (45,8) 35 (36,5) 7 (7,3) 5. Jika ASI yang keluar sedikit ataupun tidak keluar setelah bayi lahir, pemberian ASI dihentikan sementara sampai ASI mulai keluar. 11 (11,5) 47 (49) 29 (30,2) 9 (9,4) 6. Menyusui segera setelah bayi lahir dapat mempercepat pengeluaran plasenta (uri) serta mengurangi perdarahan setelah persalinan. 17 (17,7) 52 (54,2) 22 (22,9) 5 (5,2) 7. Menyusui segera setelah bayi lahir dapat membantu bayi untuk melatih kemampuan menghisap ASI. 21 (21,9) 68 (70,8) 7 (7,3) 0 (0) 8. Tidak ada pengaruh atau hubungan antara menyusui segera setelah bayi lahir dengan peningkatan kekebalan tubuh bayi. 11 (11,5) 32 (33,3) 43 (44,8) 10 (10,4) Tahapan Perilaku Bayi Dalam Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini 9. Dalam 30 menit pertama pelaksanaan proses menyusui segera setelah bayi lahir, bayi diam tidak bergerak, matanya terbuka melihat ibu yang merupakan penyesuaian dari keadaan diluar kandungan. 2 (2,1) 43 (44,8) 42 (43,8) 9 (9,4) 10. Antara menit pelaksanaan inisiasi menyusu dini bayi mengeluarkan suara, gerakan mulut seperti mau minum, mencium, dan menjilat tangan. Ini saat yang tepat untuk segera menyusui bayi. 2 (2,1) 38 (39,6) 47 (49) 9 (9,4) 11. Bayi harus melakukan kontak kulit dengan kulit ibunya paling tidak selama satu jam segera setelah bayi lahir agar bayi mengenali ibunya dan siap untuk menyusu. 3 (3,1) 39 (40,6) 46 (47,9) 8 (8,3) 12. Bayi baru lahir tidak dapat langsung menyusu karena pernafasan bayi belum stabil sehingga beresiko bayi tersedak dan sulit bernafas. 6 (6,3) 32 (33,3) 51 (53,1) 7 (7,3) Tatalaksana Inisiasi Menyusu Dini 13. Dukungan dan partisipasi suami maupun keluarga diperlukan agar membantu ibu untuk melakukan proses menyusui segera setelah bayi lahir. 33 (34,4) 55 (57,3) 7 (7,3) 1 (1) 14. Proses menyusui segera setelah bayi lahir tidak hanya dapat dilakukan pada ibu yang melahirkan secara normal tetapi dapat juga dilakukan pada ibu yang melahirkan melalui cara operasi seksio sesar. 17 (17,7) 62 (64,6) 16 (16,7) 1 (1) 15. Sentuhan ibu kepada bayi akan membantu bayi mencari puting susu ibu untuk menyusu pertama kalinya. 15 (15,6) 51 (53,1) 29 (30,2) 1 (1,6) 16. Jika bayi tidak dapat menyusu segera setelah lahir, maka bayi dapat diberikan makanan pengganti ASI seperti susu formula. 13 (13,5) 53 (55,2) 29 (30,2) 1 (1) 17. Ibu dapat menentukan cara melahirkan yang diinginkan (normal atau operasi) agar lebih merasa nyaman dalam melakukan proses menyusui segera setelah bayi lahir. 7 (7,3) 53 (55,2) 27 (28,1) 9 (9,4) 18. Penggunaan obat-obatan pada saat persalinan akan mempengaruhi proses menyusui segera setelah bayi lahir. 3 (3,1) 36 (37,5) 50 (52,1) 7 (7,3) Inisiasi Menyusu Dini yang Dianjurkan dan Tidak dianjurkan 19. Apabila bayi kesulitan mencari puting susu ibu pada saat melakukan proses menyusui segera setelah bayi lahir, maka dapat membantu memasukkan puting susu ibu kedalam mulut bayi. 9 (9,4) 64 (66,7) 21 (21,9) 2 (2,1) 20. Lebih baik bayi di bedong pada saat melakukan proses menyusui segera setelah bayi lahir agar bayi tidak kedinginan. 13 (13,5) 49 (51) 28 (29,2) 6 (6,3) 21. Lemak putih pada tubuh bayi sebaiknya tidak langsung dibersihkan karena akan membuat bayi merasa nyaman merangkak mencari puting susu ibu untuk menyusu pertama kalinya. 3 (3,1) 42 (43,8) 47 (49) 4 (4,2) 22. Proses menyusui segera setelah bayi lahir yang tepat dilakukan jika bayi tidak dibedong, langsung ditengkurapkan di dada ibu, lalu ibu dan bayi diselimuti bersama kemudian mencari puting susu tanpa dibantu. 22 (22,9) 39 (40,6) 31 (32,3) 4 (4,2) Penghambat Inisiasi Menyusu Dini 23. Proses menyusui segera setelah bayi lahir tidak dapat langsung dilakukan karena akan membuat bayi kedinginan. 5 (5,2) 49 (51) 36 (37,5) 6 (6,3) 24. Bayi belum siap untuk menyusu dalam satu jam pertama setelah lahir karena akan tertidur. 5 (5,2) 49 (51) 37 (38,5) 5 (5,2) 25. Setelah melahirkan ibu terlalu lelah untuk segera menyusui bayi. 5 (5,2) 38 (39,6) 39 (40,6) 14 (14,6) 26. Terbatasnya tenaga kesehatan pada saat persalinan dapat menghambat pelaksanaan proses menyusui segera setelah bayi lahir. 2 (2,1) 55 (57,3) 34 (35,4) 5 (5,2) 27. Penting sekali membersihkan, memandikan, menimbang dan mengukur bayi sebelum melakukan proses menyusui segera setelah bayi lahir. 25 (26) 42 (43,8) 24 (25) 5 (5,2) 28. Jika bayi tidak disusui segera setelah bayi lahir maka ia akan sulit menyusu karena akan tertidur. 4 (4,2) 39 (40,6) 49 (51) 4 (4,2) Reliability [DataSet0] Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N % Cases ,0 Excluded a 0,0 Total ,0 Reliability Statistics Cronbach's N of Alpha Items, Item Statistics Std. Mean Deviation N VAR ,7500, VAR ,7500, VAR ,5000, VAR ,2500, VAR ,7500, VAR ,0500, VAR ,3500, VAR ,3500, VAR ,9500, VAR ,0500, VAR ,6500, VAR ,6500, VAR ,4000, VAR ,2000, VAR ,3000, VAR ,4000, VAR ,6500, VAR ,5000, VAR ,4500, VAR ,4000, VAR ,8000, VAR ,0000, VAR ,6500, VAR ,8000, VAR ,9000 1, VAR ,1500, VAR ,0500, VAR ,7500, Scale Mean if Item Deleted Item-Total Statistics Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted VAR , ,221,265,736 VAR , ,221,265,736 VAR , ,892,099,743 VAR , ,800 -,107,760 VAR , ,537,211,739 VAR , ,568,367,730 VAR , ,200,426,728 VAR , ,621,244,736 VAR , ,947,537,725 VAR , ,621,412,732 VAR , ,642,429,723 VAR , ,116,511,717 VAR , ,839,345,730 VAR , ,303,567,712 VAR , ,029,613,716 VAR , ,366,092,746 VAR , ,221 -,316,768 VAR , ,524,255,736 VAR , ,158,026,751 VAR , ,682,317,732 VAR , ,134,127,743 VAR , ,997,303,733 VAR , ,800,298,733 VAR , ,871,277,734 VAR , ,261,539,711 VAR , ,221,423,728 VAR , ,989,234,737 VAR , ,221 -,049,751 Scale Statistics Std. N of Mean Variance Deviation Items 51, ,155 7, SAVE OUTFILE='D:\Data Inspiron 1440\Documents\INPUT TERBARU.sav' /COMPRESSED. UMUR PEKERJAAN PENDIDIKAN TERAKHIR USIA KEHAMILAN N Missing Mean 1,9896 2,0000 2,8333 2,1354 Std. Deviation,44709,54290,76319,80289 JUMLAH ANAK PENDAPAT AN PERBULAN RIWAYAT PERSALINAN SEBELUMNYA PERSEPSI IBU HAMILTENTANG IMD ,6250 1,6979 2,5625 1,3854,48666, ,91291,48925 Frequency Table UMUR Frequency ,4 10,4 10,4 TAHUN ,2 80,2 90,6 TAHUN 35 9 9,4 9,4 100,0 TAHUN PEKERJAAN Frequency PNS 10 10,4 10,4 10,4 IRT 80 83,3 83,3 93,8 PEGAWAI 2 2,1 2,1 95,8 SWASTA WIRASWASTA 4 4,2 4,2 100,0 PENDIDIKANTERAKHIR Frequency SD 4 4,2 4,2 4,2 SMP 25 26,0 26,0 30,2 SMA 50 52,1 52,1 82,3 PERGURUANTINGGI 17 17,7 17,7 100,0 USIAKEHAMILAN Frequency Perce nt Perce nt Cumulati ve = ,0 26,0 26,0 BULAN = ,4 34,4 60,4 BULAN = ,6 39,6 100,0 BULAN JUMLAHANAK Frequency BELUM 36 37,5 37,5 37,5 ADA = ,5 62,5 100,0 ORANG PENDAPATANPERBULAN 1 JUTA 1-3 JUTA Frequency 35 36,5 36,5 36, ,3 57,3 93,8 3 6 6,3 6,3 100,0 JUTA RIWAYATPERSALINANSEBELUMNYA Frequency NORMAL 54 56,3 56,3 56,3 SEKSIO SESAR 6 6,3 6,3 62,5 BELUMPERNAH 36 37,5 37,5 100,0 PERSEPSI IBU HAMIL TENTANG IMD Frequency PERSEPSI 42 43,8 43,8 43,8 POSITIF PERSEPSI 54 56,3 56,3 100,0 NEGATIF Frequencies P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 N Missing P10 P11 P12 P13 P14 P15 P16 P17 P18 P19 P P21 P22 P23 P24 P25 P26 P27 P Frequency Table P1 Frequency SANGAT 63 65,6 65,6 65, ,4 34,4 100,0 P2 Frequency SANGAT 54 56,3 56,3 56, ,8 43,8 100,0 P3 Frequency SANGAT 37 38,5 38,5 38, ,3 56,3 94,8 TIDAK 5 5,2 5,2 100,0 P4 Frequency SANGAT 10 10,4 10,4 10, ,8 45,8 56,3 TIDAK 35 36,5 36,5 92,7 7 7,3 7,3 100,0 P5 Frequency SANGAT 11 11,5 11,5 11, ,0 49,0 60,4 TIDAK 29 30,2 30,2 90,6 9 9,4 9,4 100,0 P6 Frequency SANGAT 17 17,7 17,7 17, ,2 54,2 71,9 TIDAK 22 22,9 22,9 94,8 5 5,2 5,2 100,0 P7 Frequency SANGAT 21 21,9 21,9 21, ,8 70,8 92,7 TIDAK 7 7,3 7,3 100,0 P8 Frequency SANGAT 11 11,5 11,5 11, ,3 33,3 44,8 TIDAK 43 44,8 44,8 89, ,4 10,4 100,0 P9 Frequency SANGAT 2 2,1 2,1 2, ,8 44,8 46,9 TIDAK 42 43,8 43,8 90,6 9 9,4 9,4 100,0 P10 Frequency SA
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks