Komisi Etik Penelitian Kesehatan

Please download to get full document.

View again

of 32
28 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
kode etik
Document Share
Document Transcript
  KOMISI ETIK PENELITIAN KESEHATANPOLITEKNIK KESEHATAN KEMENKESMALANG JALAN BESAR IJEN NO. 77C MALANGTELP. 0341-566075, 571388 FAX 0341-556746 Website : http://www.kepk.poltekkes-ml! .#.i$ Ema!   kepk.poltekkesml! %&hoo.#om NO. R#$ 08%&NEP&%'008 'o(m: ))* 'O+M,LI+ P+OTOKOL PENELITIAN,NT,K PENGA,AN ETHICALCLEARANCE PENELITIAN  $l Pe!eliti!: -KEPAT,HAN S+,0 N,+SE 1ALAM PENGELOLAAN INST+,MEN 0E1AH SES,AI SOP PA1A PASA OPE+ASI SETIO ESA+EA 1I +S.LA2ALETTE MALANG-OMPLIANE S+,0 N,+SE IN THE MANAGEMENT O' S,+GIAL INST+,MENTS IN AO+1ANE WITH THE SOP ON POS-OPE+ATI2E SETIO ESA+EA IN HOSPITAL LA2ALETTE MALANG.Nm Pe!eliti/Tim pe!eliti  (tuliskan daftar tim peneliti beserta keahlian/spesialisasinya, termasuk konsultan bila ada):1.ALDIA PALA ! DA#$A, A.d. %ep&. Stts pe!eliti tm  : ahasis'a : DIII DI #1 #& # Dosen Lain*lain, sebutkan: ..................... Asl  Poltekkes alan+ Di luar Poltekkes alan+, sebutkan Poltekkes akarta III 1 Sb&ek pe!eliti!  : Pasien   -on pasien, sebutkan: e'an & ,(ik! pe(ki(! wkt pe!eliti! &! $pt $iselesik! !tk tip sb&ek   aktu yan+ dibutuhkan setiap sub0ek 1*& 0am P(otokol pe!eliti!  : .Mslh /Lt( 0elk!   Sectio cesarea  merupakan proses melahirkan janin, plasenta dan selaput ketubanmelalui dinding perut dengan cara membuat irisan pada dinding perut dan rahim. Sectiocesarea  dapat dilaksanakan bila ibu tidak dapat melahirkan melalui proses alami. Operasi     dilakukan dengan tujuan agar keselamatan ibu dan bayi dapat tertangani dengan baik.Oleh karena itu banyak pasien yang percaya, bahwa melahirkan dengan operasi caesar akan lebih baik bagi ibu dan bayi dari pada proses melahirkan secara normal (Williams,2002). Sectio cesarea dilakukan atas indikasi yang terbatas pada panggul sempit dan plasenta previa. eningkatnya angka kejadian Sectio cesarea  pada waktu sekarang ini justru antara lain disebabkan karena berkembangnya indikasi dan makin kecilnya resikodan mortalitas pada Sectio cesarea  karena kemajuan tehnik operasi dan anastesi, sertaampuhnya antibiotika (ochtar, 2002).!aat ini Sectio cesarea  bukan lagi hanya indikasi medis, tetapi banyak aktor yang bukan medis yang dapat mempengaruhi, misalnya aktor ekonomi, kepercayaan atau adatistiadat mengenai tanggal kelahiran anak dan lain # lain ($ondo, 200%). !elain itu,kehamilan diatas usia &% tahun beresiko & kali lebih besar menjalani persalinan dengan Sectio cesarea  dibandingkan dengan usia di bawah &% tahun. enurut World 'ealth Organiation (W'O), standart rata # rata Sectio Cesaria disebuah negara adalah sekitar % * +% per +000 kelahiran di dunia, rumah sakit pemerintah rata # rata ++, sementara di rumah sakit swasta bisa lebih dari &0($ibbons, 20+0). ngka kejadian Sectio Cesaria di -ndonesia menurut data survey nasional padatahun 200 adalah /2+.000 dari .0&/.000 persalinan atau sekitar 22,1 dari seluruh persalinan (asjidi, 200/). enurut penelitian !umana (200) angka Sectio Cesaria dirumah !akit !anta 3liabeth edan sebesar 2,4  dan sebesar +&,11 diantarayamerupakan Sectio Cesaria tanpa indikasi medis yaitu atas permintaan ibu bersalin itusendiri (!armana, 200).5ari pengambilan data yang telah dilakukan pada tanggal & 5esember 20+%,didapatkan bahwa jumlah kasus sectio cesarea dari tanggal + 6anuari 20+% sampai 25esember 20+%, berjumlah +%+ kasus sectio cesarea. 7ada data pengelolaan instrumen pada set sectio cesarea, didapatakan beberapa alat aus dan memiliki umur yang lama.8emungkinan yang terjadi bahwa, proses pengelolaan instrumen bedah pasca operasisectio cesarea yang dilakukan oleh scrub nurse, kurang atau tidak patuh terhadap sop,sehingga ada beberapa alat yang aus.  5alam 8epmenkes 9o. 00 tahun 200& tentang kebijakan dan strategidesentralisasi bidang kesehatan disebutkan salah satu tujuan strategis adalah upaya penataan manajemen kesehatan diera desentralisasi. !alah satu langkah kunci dalamtujuan tersebut adalah mengembangkan sub sistem pemeliharaan dan optimalisasi peman aatan sarana dan alat kesehatan. 5alam langkah 21 kepmenkes tersebut di atasmenyatakan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pelayanan kesehatan di rumah sakitatau asilitas pelayanan dapat tercapai bila tersedia biaya operasional dan pemeliharaanalat kesehatan yang memadai dan untuk itu haruslah disusun suatu petunjuk teknis dan Standart Operasional Prosedure (!O7) tentang pemeliharaan dan optimalisasi peman aatan sarana rumah sakit dan alat kesehatan (5epkes -, 200&).5alam pengelolaan instrumen bedah,  scrub nurse melakukan beberapa tahapdalam pengelolaan instrumen. 7eran dari  scrub nurse  yaitu bertanggung jawab untuk menutup atau menyelesaikan lapangan steril dan mempersiapkan instrumen untuk  pengelolaan ulang. 'al tersebut harus dilakukan oleh  scrub nurse  untuk menjaga agar  pengelolaan instrumen bedah pasca operasi dapat dilakukan dengan baik, tanpa merusak dari bagian instrumen yang akan dikelola ulang setelah penggunaan pada operasi tersebut.:ahap # tahap tersebut di mulai dari batasi dan tahan, dekontaminasi instrumen, lubrikasi, pemasangan kembali instrumen, sterilisasi, pengemasan, dan penyimpanan (6.$undermann, 2004).  American Society for Healthcare Engineering of the Hospital Association (  +//4),menyatakan bahwa pemeliharaan alat serta sarana dapat terlaksana dengan baik, apabiladirencanakan, dilaksanakan, serta dikendalikan dengan tepat, sehingga menghasilkankegiatan pemeliharaan alat yang aman, e ekti dan e isien. anajemen kinerja perawat instrument yang kurang baik pernah dibuktikan oleh5wi 7uji ;estari dalam penelitiannya yang berjudul <pengaruh Work =alve 7erawat8amar Operasi terhadap 8inerja 7engelolaan -nstrumen !et 8amar Operasi $>: !?.5r. !oetomo !urabaya < bahwa data instrumen pada tahun 2001 menunjukan jumlahkerusakan alat sebesar &% dan kehilangan instrumen sebesar 20. !ementara di tahun200/ diketahui bahwa kerusakan sebesar 0 dan kehilangan sebesar 20 (8husnul,20++). 'al ini menunjukan bahwa adanya pengelolaan instrumen yang kurang sesuaiataupun tidak sesuai standart operasional prosedur yang dapat merugikan rumah sakitapabila kejadian tersebut terjadi berulang, contohnya meningkatnya anggaran rumah sakit  untuk membeli alat kesehatan yang baru. 7roses pengelolaan instrumen yang sesuaistandart operasional prosedur harus dilakukan guna mencapai pengelolaan instrumen yang baik dan memperpanjang umur dari alat kesehatan itu sendiri. 5alam setiap tindakan operasi, kesterilan instrumen bedah sangat diperhatikanguna kesuksesan operasi dan mencegah in eksi. aiha nanda menyebutkan bahwa,salah satu sumber penularan in eksi melalui peralatan operasi yang terkontaminasi atautidak steril. Oleh karena itu, upaya maksimal yang dilakukan dalam pengelolaaninstrumen harus dilakukan untuk mengurangi resiko in eksi yang berasal dari instrumenyang akan digunakan pada operasi. 9amun instrumen yang tidak bebas dari in eksi dapatmeningkatkan potensi terjadi in eksi nosokomial pada saat berjalannya suatu operasi. 'alini harus memperhatikan bagaimana proses pengelolaan instrumen pasca operasidilakukan. !terilisasi merupakan tindakan untuk membunuh dan menghilangkan segala bentuk mikroorganisme termasuk spora dengan prosedur isik atau kimia. !alah satutujuan sterilisasi di bidang kesehatan adalah untuk mencegah terjadinya in eksi silang( das, 20+2).5ari yang telah di uraikan diatas, menarik minat peneliti untuk melakukan pengamatan pada perawat dalam pengelolaan instrumen sesuai !O7 yang berlaku, dengan menyusunskripsi yang berjudul <8epatuhan  scrub nurse  dalam pengelolaan -nstrument >edah sesuai!O7 pada 7asca Operasi !ectio @esaria di ! ;avalete 8ota alangA. b.+ms! Mslh  >agaimanakah kepatuhan  scrub nurse dalam pengelolaan instrumen sesuai !O7  pada pasca operasi Sectio Cesaria B #.T3! Pe!eliti! :ujuan ?mum engetahui kepatuhan  scrub nurse dalam pengelolaan instrumen sesuai !O7 pada pasca operasi Sectio Cesaria  di umah !akit ;avalete alang.:ujuan 8husus+.engidenti ikasi pengelolaan instrumen pada tahap batasi dan tahan.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks