Keywords: PSAK 4, Consolidation Financial Reports. Kata Kunci: PSAK 4, Laporan, Keuangan Konsolidasi. PENDAHULUAN

Please download to get full document.

View again

of 13
10 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
PERSYARATAN PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI BERDASARKAN PSAK 4 (REVISI 2009) PADA PT BANK MANDIRI (PERSERO) TBK (PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA) Andi Rustam Dosen Jurusan Akuntansi
Document Share
Document Transcript
PERSYARATAN PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI BERDASARKAN PSAK 4 (REVISI 2009) PADA PT BANK MANDIRI (PERSERO) TBK (PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA) Andi Rustam Dosen Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unismuh Makassar Jl.Sultan Alauddin no.259 Makassar Keywords: PSAK 4, Consolidation Financial Reports. Kata Kunci: PSAK 4, Laporan, Keuangan Konsolidasi. ABSTRACT This study aims to determine: the requirements of disclosure of consolidated financial statements in accordance with PSAK 4 (Revised 2009) at PT. Mandiri Bank. Tbk. The method in this research is descriptive analysis and comparative analysis. Secondary Data in the form of Consolidated Financial Statement of PT. Mandiri Bank. Tbk As of December 31, 2012 and The results show that: (1) consolidated statement of financial position; (2) consolidated statements of comprehensive income; (3) consolidated statement of changes in equity; and (4) consolidated statements of cash flows of PT. Mandiri Bank. Tbk And Subsidiaries are in accordance with PSAK 4 (Revised 2009). The Company's parent in consolidating the financial statements of sharia-compliant subsidiaries refers to the Islamic Standard Accounting Standards and Accounting Guidelines for Indonesian Sharia Banking (PAPSI). The hypothesis in this studyisaccepted. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: persyaratan pengungkapan laporan keuangan konsolidasian berdasarkan PSAK 4 (Revisi 2009) pada PT. Bank Mandiri. Tbk. Metode dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis komparatif. Data Sekunder berupa Laporan Keuangan Konsolidasi PT. Bank Mandiri. Tbk Per 31 Desember 2012 dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) laporan posisi keuangan konsolidasian; (2) laporan laba rugi komprehensif konsolidasian; (3) laporan perubahan ekuitas konsolidasian; dan (4) laporan arus kas konsolidasian PT. Bank Mandiri. Tbk Dan Entitas Anak telah sesuai PSAK 4 (Revisi 2009). Entitas Induk dalam mengkonsolidasi laporan keuangan entitas anak yang bebasis syariah mengacu pada PSAK syariah dan Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia (PAPSI). Hipotesis dalam penelitian ini diterima. PENDAHULUAN Akuntansi merupakan disiplin ilmu yang sangat penting dalam sistem perekonomian baik ditingkat nasional maupun internasional, sehingga keberadaan akuntansi terus berkembang seiring kebutuhan entitas bisnis maupun non bisnis karena memang akuntansi dirancang dan dikembangkan mengikuti kebutuhan lingkungannya. Akuntansi hampir digunakan oleh seluruh kegiatan bisnis diseluruh dunia untuk mengambil keputusan sehingga disebut sebagai bahasa bisnis. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan suatu organisasi beserta AL-MASHRAFIYAH: Jurnal Ekonomi, Keuangan dan Perbankan Syariah Volume 1, Nomor 2 April 2018 perubahan yang terjadi di dalamnya, informasi mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh manajer/manajemen untuk membantu keputusan suatu organisasi. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) sebagai lembaga asosiasi akuntan, telah menetapkan 4 (empat) Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku di Indonesia, yaitu; SAK Internasional Financial Reporting Standard, SAK Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik, SAK Syariah dan SAK Pemerintahan. Keberadaan 4 (empat) SAK yang berlaku di Indonesia menunjukkan bahwa perkembangan sistem akuntansi di Indonesia cukup signifikan sebagai wujud besarnya kuantitas dari aktivitas bisnis maupun non bisnis yang terjadi di Indonesia (Ardiansyah, 2013). Kegiatan pencatatan umumnya dilakukan oleh perusahaan apapun, baik yang bergerak di bidang pelayanan jasa, dagang, ataupun industri (manufaktur). Oleh karena itu, setiap perusahaan membuat laporan keuangan di akhir periode sebagai informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi. Begitu pula dengan penyusunan laporan keuangan konsolidasi yang merupakan laporan keuangan induk perusahaan yang mencakup asset dari tiap-tiap anak perusahaan. Secara hukum, entitas induk dan entitas anak adalah entitas-entitas yang berbeda, bahkan Undang-undang anti trust mensyaratkan arm slength transaction di antara entitas-entitas yang berafiliasi. Dengan persyaratan ini, entitas induk tidak diperkenankan membedakan harga jual produknya terhadap entitas anak dan entitas lain yang tidak berafiliasi, atau melakukan pembelian dengan harga yang berbeda dari entitas lain yang tidak berafiliasi. Laporan konsolidasi dimaksudkan untuk menunjukkan aspek substansi hubungan entitas induk-anak (Karyawati, 2011).Laporan keuangan konsolidasi menggambarkan aspek ekonomi entitas yang beroperasi secara individu tetapi berada dalam satu pengendalian. Penyusunan laporan keuangan konsolidasi di Indonesia mengacu pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 4 revisi 2009, tentang laporan keuangan konsolidasi dan laporan keuangan tersendiri. PSAK 4 revisi 2009 memberi istilah laporan keuangan konsolidasi sebagai laporan keuangan suatu kelompok usaha yang disajikan seperti suatu entitas ekonomi tunggal. PSAK 4 ini diadopsi dari Standar Akuntansi Internasional (IAS) 27 tahun 2009, yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) pada tanggal 22 Desember 2009 (Karyawati, 2011). Laporan keuangan konsolidasi yang telah disusun diharapkan dapat memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pengguna. Suatu laporan keuangan bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna apabila informasi yang disajikan dalam laporan keuangan tersebut dapat dipahami, relevan, andal dan dapat diperbandingkan. Namun demikian, perlu disadari bahwa laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi. Secara umum, laporan keuangan menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi non keuangan.sehingga laporan keuangan perlu diungkapkan secara jelas, terperinci dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum. Tingkat pengungkapan dalam laporan keuangan akan membantu pengguna laporan keuangan untuk memahami isi dan angka yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Terdapat tiga tingkatan pengungkapan yaitu pengungkapan penuh, pengungkapan wajar, dan pengungkapan cukup. Pengungkapan penuh mengacu pada seluruh informasi yang diberikan oleh perusahaan, baik informasi keuangan maupun informasi non keuangan. Pengungkapan penuh tidak hanya meliputi laporan keuangan tetapi juga mencakup informasi yang diberikan pada management letter, company prospect, dan sebagainya. Pengungkapan cukup adalah pengungkapan yang diwajibkan oleh standar akuntansi yang berlaku. Sementara pengungkapan wajar adalah pengungkapan cukup ditambah dengan informasi lain yang dapat berpengaruh pada kewajaran laporan keuangan seperti contingencies, commitments, dan sebagainya.laporan keuangan konsolidasi disusun berdasarkan laporan akhir periode oleh 83 Andi Rustam. Persyaratan Pengungkapan Laporan Keuangan Konsolidasi masing-masing anak perusahaan yang nantinya akan disetor ke perusahaan induk untuk dikonsolidasi oleh induk perusahaan. Dalam hal ini PT Bank Mandiri Tbk sebagai induk perusahaan dan anak perusahaan yang tercakup dalam laporan keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut: Tabel 1. Entitas Anak PT Bank Mandiri (Persero) Tbk No Nama Perusahaan Jenis Usaha 1 PT Bank Syariah Mandiri (BSM) Perbankan syariah 2 PT Usaha Gedung Mandiri Pengelolaan properti 3 PT Bumi Daya Plaza Pengelolaan properti 4 Bank Mandiri (Europe) Limited (BMEL) Perbankan 5 PT Mandiri Sekuritas Sekuritas 6 PT Bank Sinar Harapan Bali (BSHB) Perbankan 7 PT Mandiri Tunas Finance (MTF) Pembiayaan konsumen 8 PT AXA Mandiri Financial Services Asuransi jiwa 9 PT Mandiri AXA General Insurance (MAGI) Asuransi kerugian 10 Mandiri International Remittance Sendirian Berhad Layanan remittence Sumber: Laporan tahunan 2012 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. LANDASAN TEORI a. Laporan Keuangan 1) Pengertian Laporan Keuangan Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari suatu proses pencatatan, yang merupakan suatu ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan. Beberapa definisi laporan keuangan menurut para ahli, di antaranya:laporan keuangan adalah laporan yang diharapkan bisa memberi informasi mengenai perusahaan dan digabungkan dengan informasi yang lain, seperti industri, kondisi ekonomi, bisa memberikan gambaran yang lebih baik mengenai prospek dan resiko perusahaan (Hanafi dan Halim, 2002:63). Adapun menurut (Sumarso, 2006:430) laporan keuangan adalah hubungan antara suatu angka dalam laporan keuangan dengan angka lain yang mempunyai makna atau dapat menjelaskan arah perubahan (trend) suatu fenomena. Berdasarkan pengertian di atas laporan keuangan dibuat sebagai bagian dari proses pelaporan keuangan yang lengkap, dengan tujuan untuk mempertanggung jawabkan tugastugas yang dibebankan kepada manajemen. Penyusunan laporan keuangan disiapkan mulai dari berbagai sumber data, terdiri dari faktur-faktur, bon-bon, nota kredit, salinan faktur penjualan, laporan bank dan sebagainya. Data yang asli bukan saja digunakan untuk mengisi buku perkiraan, tetapi dapat juga dipakai untuk membuktikan keabsahan transaksi. Laporan keuangan terdiri dari:pertama Neraca, menginformasikan posisi keuangan pada saat tertentu, yang tercermin pada jumlah harta yang dimiliki, jumlah kewajiban, dan modal perusahaan.kedua,perhitungan laba rugi, menginformasikan hasil usaha perusahaan dalam suatu periode tertentu. Ketiga, Laporan arus kas, menginformasikan perubahan dalam posisi keuangan sebagai akibat dari kegiatan usaha, pembelanjaan, dan investasi selama periode yang bersangkutan.keempat,catatan atas laporan keuangan, menginformasikan kebijaksanaan akuntansi yang mempengaruhi posisi keuangan dari hasil keuangan perusahaan.laporan keuangan diharapkan disajikan secara layak, jelas, dan lengkap, yang mengungkapkan kenyataan-kenyataan ekonomi mengenai eksistensi dan operasi perusahaan tersebut. 84 AL-MASHRAFIYAH: Jurnal Ekonomi, Keuangan dan Perbankan Syariah Volume 1, Nomor 2 April ) Tujuan Laporan Keuangan Laporan keuangan bertujuan untuk menyajikan informasi perubahan posisi keuangan dan tidak diwajibkan menyediakan informasi non-keuangan. Menurut PSAK (2004), tujuan laporan keuangan untuk tujuan umum adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi serta menunjukkan kinerja yang telah dilakukan manajemen (stewardship) atau pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber-sumber daya yang dipercayakan kepadanya. b. Laporan Keuangan Konsolidasi (PSAK 4 Revisi 2009) 1) Pengertian Laporan Keuangan Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi merupakan laporan keuangan gabungan antara entitas induk dan entitas anak. Laporan keuangan konsolidasi menggambarkan aspek ekonomi entitas yang beroperasi secara individu tetapi berada dalam satu pengendalian. Penyusunan laporan keuangan konsolidasi di Indonesia mengacu pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 4 revisi 2009, tentang laporan keuangan konsolidasi dan laporan keuangan tersendiri. PSAK 4 revisi 2009 memberi istilah laporan keuangan konsolidasi sebagai laporan keuangan suatu kelompok usaha yang disajikan seperti suatu entitas ekonomi tunggal. PSAK 4 revisi 2009 diadopsi dari Standar Akuntansi Internasional (IAS) 27 tahun 2009, yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) pada tanggal 22 Desember 2009 (Karywati,2011:30). Pada dasarnya, laporan konsolidasi adalah laporan asumsi yang memandang makna ekonomi suatu entitas. Secara hukum, entitas induk dan entitas anak adalah entitas-entitas yang berbeda, bahkan Undang-undang anti trust mensyaratkan arm slength transaction di antara entitasentitas yang berafiliasi. Dengan persyaratan ini, entitas induk tidak diperkenankan membedakan harga jual produknya terhadap entitas anak dan entitas lain yang tidak berafiliasi, atau melakukan pembelian dengan harga yang berbeda dari entitas lain yang tidak berafiliasi. Laporan konsolidasi dimaksudkan untuk menunjukkan aspek subtansi hubungan entitas induk-anak. PSAK 4 mewajibkan entitas yang mengendalikan entitas lain untuk menyusun laporan keuangan konsolidasi. Entitas induk tidak lagi menyusun laporan keuangan individunya saja (tanpa laporan keuangan konsolidasi) ketika entitas tersebut telah memiliki pengendalian atas entitas anak, karena hanya ada satu laporan keuangan yang berlaku umum (general pupose financial statement) bagi entitas tersebut, yaitu laporan keuangan konsolidasi. Akan tetapi, PSAK 4 tetap mengizinkan entitas induk menyusun laporan tersendiri (laporan individu) dalam batas sebagai informasi tambahan. Dalam hal ini, laporan keuangan konsolidasi tetap harus disajikan, sementara laporan tersendiri hanya sebagai informasi pelengkap. Jika entitas induk menyajikan laporan tersendiri sebagai informasi pelengkap, maka sesuai dengan ketentuan dalam PSAK 4 revisi 2009, investasi dalam entitas anak dicatat berdasarkan biaya perolehan (cost) atau sesuai dengan PSAK 55: instrumen keuangan: pengakuan dan pengukuran (Karywati, 2011:31). Setiap akhir periode, entitas anak harus menyerahkan laporan keuangannya kepada entitas induk. Kemudian entitas induk mengkonsolidasi laporan tersebut dengan laporan keuangan individunya sehingga terbentuk laporan konsolidasi. 2) Tujuan Laporan Keuangan Konsolidasi Maksud dan tujuan laporan keuangan konsolidasi disusun, yaitu: agar dapat memberikan gambaran yang obyektif dan sesuai atas keseluruhan posisi dan aktivitas dari satu perusahaan (economic entity) yang terdiri atas sejumlah perusahaan yang berhubungan istimewa, dimana laporan konsolidasi keuangan diharapkan tidak boleh menyesatkan pihak-pihak yang berkepentingan dan harus didasarkan pada substansi atas peristiwa ekonomi juga. Menurut PSAK No. 4, penyajian laporan keuangan konsolidasi oleh induk perusahaan bertujuan untuk 85 Andi Rustam. Persyaratan Pengungkapan Laporan Keuangan Konsolidasi memberikan informasi kepada para pemakai laporan keuangan mengenai data keuangan dari suatu kelompok perusahaaan dalam kelompok tersebut merupakan suatu entitas hukum yang terpisah satu sama lain. 3) Manfaat Laporan Keuangan Konsolidasi Manfaat dari laporan keuangan konsolidasi adalah:a.dapat memberikan gambaran yang jelas tentang total sumber daya perusahaan hasil gabungan di bawah kendali induk perusahaan, kepada para pemegang saham, kreditor dan penyedia dana lainnya.b.dapat memberikan informasi terkini bagi manajemen induk perusahaan, baik mengenai operasi gabungan dari entitas konsolidasi dan juga mengenai perusahaan individual yang membentuk entitas konsolidasi.perlu disadari bahwa disamping memberi manfaat, laporan keuangan konsolidasi juga dapat menjadi ekses yang tidak baik, antara lain:c.dapat menyembunyikan kinerja perusahaan individu yang tidak bagus dengan kinerja perusahaan lain yang bagus.d.tidak semua saldo laba ditahan konsolidasi tersedia untuk deviden induk perusahaan, begitu pula dengan aktiva.e.rasio keuangan berdasarkan laporan keuangan konsolidasi yang terbentuk tidak mencerminkan kondisi entitas yang membentuk konsolidasi maupun induk perusahaan.f.beberapa akun tidak dapat seluruhnya dibandingkan, misalnya akun piutang.g.banyaknya informasi tambahan yang dibutuhkan untuk memberikan penyajian yang wajar. 4) Sifat-Sifat Laporan Keuangan Yang Dikonsolidasikan Sifat-sifat laporan keuangan yang dikonsolidasikan antara lain terdiri dari, sebagai berikut:a.laporan keuangan konsolidasi adalah model laporan akuntansi untuk menunjukkan pengaruh ekonomi dari penggabungan dua atau lebih perusahaan yang tersendiri, yang didasarkan atas pemilikan dan pengendalian bersama meskipun peleburan secara hukum tidak dilakukan.b.dalam menyusun neraca konsolidasi untuk perusahaan induk dan anak, perusahaan anak ini dipandang seakan-akan sebagai cabang; aktiva dan kewajiban masingmasing perusahaan anak digabungkan dengan aktiva dan kewajiban perusahaan induk; pos-pos silang yang tidak mempunyai arti penting apabila kesatuan usaha bersangkutan dipandang sebagai kesatuan usaha tunggal harus dihapuskan.c.neraca perusahaan induk yang melaporkan saham perusahaan anak sebagai investasi, dan neraca perusahaan anak yang melaporkan kepentingan yang dipegang oleh perusahaan induk sebagai modal saham. 5) Prinsip Subtance Over Form dan Laporan Konsolidasi Pengendalian atas entitas lain merupakan acuan dalam menentukan apakah suatu entitas diwajibkan menyusun laporan konsolidasi. Pengendalian biasanya ada ketika entitas induk memiliki secara langsung atau tidak langsung melalui entitas anak lebih dari setengah suara entitas lain. Menurut PSAK 4 menyatakan bahwa tidak semua kepemilikan lebih dari 50% suara entitas lain, baik secara langsung maupun tidak langsung, menunjukkan adanya pengendalian. METODE PENELITIAN Metode analisis dalam penelitian ini mencakup analisis deskriptif dan analisis komparatif, yang bertujuan untuk mengetahui persyaratan dalam mengungkapkan laporan keuangan konsolidasi berdasarkan PSAK 4 (Revisi 2009) pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.Sebagai bersikut: Analisis deskriptif adalah suatu analisis yang menguraikan perkembangan persyaratan dalam pengungkapan laporan keuangan konsolidasi PT Bank Mandiri Tbk. Analisis komparatif adalah menganalisis perbandingan yang digunakan untuk membandingkan rata-rata antara dua atau lebih kelompoksampel data. 86 AL-MASHRAFIYAH: Jurnal Ekonomi, Keuangan dan Perbankan Syariah Volume 1, Nomor 2 April HASIL DAN PEMBAHASAN a. Pengungkapan Laporan Konsolidasian PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1) Periode Laporan Konsolidasian PT Bank Mandiri Tbk (selanjutnya disebut Bank Mandiri) sebagai perusahaan yang mengakuisisi entitas anak dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasiannya dan laporan keuangan masing-masing entitas anak berdasarkan tahun kalender dalam periode waktu dari 1 Januari sampai dengan 31 Desember tiap tahunnya. Kewajiban Bank Mandiri dalam menyusun laporan keuangan konsolidasi sejak mengakuisisi entitas anak, dengan demikian Bank Mandiri sebagai entitas induk bertanggung jawab dalam menyajikan laporan keuangan konsolidasi yang meliputi:pertama, Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian. Kedua, Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian. Ketiga, Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian, Keempat, Laporan Arus Kas Konsolidasian.Kelima, Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian Semua entitas anak mengikuti periode laporan konsolidasian Bank Mandiri (entitas induk) karena penyajian informasi keuangan perusahaan yang sistematis, aktual dan kredibel memiliki pengaruh yang signifikan dalam perspektif ekonomi yang dapat memengaruhi investor dan stakeholder dalam pengambilan keputusan bisnis. 2) Karakteristik Transaksi Internal PT Bank Mandiri Tbk menguasai lebih dari 50,00% hak suara disetiap entitas anak. Oleh karena itu, Bank Mandiri sebagai entitas induk memiliki hak pengendalian baik dalam rangka menentukan kebijakan keuangan dan jalannya operasi entitas anak, memberhentikan atau menunjuk mayoritas anggota Direksi di Entitas Anak. Oleh karena itu, dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian dilakukan dengan cara menjumlahkan atau menggabungkan aset setiap entitas anak dan aset entitas induk sehingga menjadi aset konsolidasian. Adapun krakteristik transaksi internal antara Bank Mandiri (entitas induk) dengan entitas anak dalam proses penyusunan laporan konsolidasian adalah, sebagai berikut:a.sebelum konsolidasi semua saldo dan transaksi yang signifikan antara entitas induk dan entitas anak dilakukan eliminasi terlebih dahulu, yang meliputi akun: Investasi, Utang Piutang, Transaksi Internal, Aset Tetap, Obligasi dan Efek-Efek, Ekuitas Entitas Anak dan Ekuitas Entitas Induk. Penyajian kepentingan non pengendali atas laba bersih Entitas Anak disajikan sebagai pengurang dari laba bersih konsolidasian untuk mendapatkan jumlah laba yang menjadi hak Bank Mandiri (entitas induk) Pertama, Bank Mandiri
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks