KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)

Please download to get full document.

View again

of 36
50 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
digilib.uns.ac.id TINJAUAN YURIDIS MENGENAI PERLIND UNGAN TERHADAP PEKERJA/BURUH KHUSUSNYA PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) Penulisan Hukum (Skripsi) Disusun dan Diajukan untuk Melengkapi Sebagian
Document Share
Document Transcript
digilib.uns.ac.id TINJAUAN YURIDIS MENGENAI PERLIND UNGAN TERHADAP PEKERJA/BURUH KHUSUSNYA PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) Penulisan Hukum (Skripsi) Disusun dan Diajukan untuk Melengkapi Sebagian Persyaratan guna Memperoleh Derajat Sarjana S1 dalam Ilmu Hukum Pada Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta Oleh : AL DRIEAGNI SOPHIA IKHROMI NIM.E FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 20122 digilib.uns.ac.id PERSETUJUAN PEMBIMBING Penulisan Hukum (Skripsi) TINJAUAN YURIDIS MENGENAI PERLINDUNGAN TERHADAP PEKERJA/BURUH KHUSUSNYA PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) Oleh : Al Drieagni Sophia Ikhromi NIM : E Disetujui untuk dipertahankan di hadapan Dewan Penguji Penulisan Hukum (Skripsi) Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta Surakarta, Juli 2012 Dosen Pembimbing Skripsi Purwono Sungkowo Raharjo, S.H. NIP ii digilib.uns.ac.id PENGESAHAN PENGUJI Penulisan Hukum (Skripsi) TINJAUAN YURIDIS MENGENAI PERLINDUNGAN TERHADAP Hari: Kamis Tanggal : 19 Juli 2012 PEKERJA/BURUH KHUSUSNYA PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) Oleh : Al Drieagni Sophia Ikhromi NIM.E Telah diterima dan dipertahankan di hadapan Dewan Penguji Penulisan Hukum (Skripsi) Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta Pada DEWAN PENGUJI 1. Pius Triwahyudi, S.H., M.Si. :... Ketua 2. Rahayu Subekti, S.H., M.Hum. :... Sekretaris 3. Purwono Sungkowo Raharjo, S.H. :... Anggota Mengetahui, Dekan Prof. Dr. Hartiwiningsih, S.H., M.Hum. NIP commit to user iii digilib.uns.ac.id PERNYATAAN Nama NIM : Al Drieagni Sophia Ikhro : E Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa penulisan hukum (skripsi) berjudul TINJAUAN YURIDIS MENGENAI PERLINDUNGAN TERHADAP PEKERJA/BURUH KHUSUSNYA PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) adalah betul-betul karya sendiri.hal-hal yang bukan karya saya dalam penulisan hukum (skripsi) ini diberi tanda citasi dan ditunjukkan dalam daftar pustaka.apabila kemudian hari terbukti pernyataan saya tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan penulisan hukum (skripsi) dan gelar yang saya peroleh dari penulisan hukum (skripsi) ini. Surakarta, Juli 2012 yang membuat pernyataan Al Drieagni Sophia Ikhromi NIM. E iv digilib.uns.ac.id ABSTRAK Al Drieagni Sophia Ikhromi E TINJAUAN YURIDIS MENGENAI PERLINDUNGAN TERHADAP PEKERJA/BURUH KHUSUSNYA PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3). Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penulisan hukum inibertujuan untuk mengetahui apakah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan telah mampu memberikan perlindungan hukum bagi pekerja khususnya dalam keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Penulisan hukum ini termasuk penelitian hukum normatif, bersifat preskiptif dengan menggunakan sumber bahan hukum, baik yang berupa bahan hukum primer maupun bahan hukum sekunder. Teknik pengumpulan bahan hukum dalam penelitian ini adalah dengan cara studi kepustakaan dan cyber media.dalam penulisan hukum ini, penulis menggunakan analisis dengan metode deduksi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis diperoleh bahwa Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 dan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 belum mampu memberikan perlindungan mengenai keselamatan dan kesehatan bagi pekerja, karena dalam kedua undang-undang tersebut belum memberikan pengaturan mengenai batasan pengertian yang jelas mengenai keselamatan kerja maupun kesehatan kerja, sanksi yang tegas atas pelanggaran terhadap keselamatan dan kesehatan kerja serta standar pelaksanaan keselamatan dan kesehatan. Namun terdapatnya harmonisasi peraturan perundang-undangan mengenai kewajiban pengusaha yang memberikan perlindungan hukum walau belum terdapat harmonisasi sanksi antara peraturan perundang-undangan yang mengatur K3. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan referensi bagi pemerintah untuk merevisi undang-undang yang lama yang hanya mengatur keselamatan kerja sehingga perlu juga mengatur kesehatan kerja sesuai dengan perkembangan industri sehingga mampu memberikan perlindungan bagi pekerja. Kata Kunci : Perlindungan Terhadap Pekerja, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan v digilib.uns.ac.id ABSTRACT Al Drieagni Sophia Ikhromi E LEGAL REVIEW OF THE PROTECTION OF WORKERS / LABOUR ESPECIALLY IN THE OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY. Faculty of Law Sebelas Maret University. This study aims to determine whether the Act No. 1 of 1970 on Occupational Safety and Act No. 13 of 2003 on Employment have been able to provide legal protection for workers, especially in the occupational health and safety. This study uses normative research methods which is prescriptive using legal source materials, including primary legal materials and secondary legal materials. The legal materials collected by library research and cyber media, and analyzed by deductive method. Based on this study obtained results that the Act No. 1 of 1970 and Act No. 13 of 2003 have not been able to provide safety and health protection for workers, because both of them have not given a correct information regarding the occupational health and safety, tough sanctions for violations of it as well as the implementation of safety and health standards. However, the harmonization of regulation regarding the employer s obligations to provide legal protection as yet there is harmonization of sanctions between the legislation governing the occupational health and safety. The results of this study is expected to provide input and reference for the government to revise the old regulation that only regulate occupational safety, so it is also necessary regulate occupational health in accordance with the development of the industry so able to provide protection for workers. Keywords : protection for workers, the occupational health and safety, harmonization of the regulations vi digilib.uns.ac.id MOTTO Orang yang tidak pernah melakukan kesalahan, tidak pernah mencoba sesuatu yang baru (Albert Einstein) Impian mungkin kini hanya sebuah mimpi belaka, namun akan menjadi nyata apabila mau berusaha meraihnya (Al Drieagni Sophia Ikhromi) Semua yang terjadi tak perlu disesali karena waktu tak akan pernah berjalan mundur (Al Drieagni Sophia Ikhromi) vii digilib.uns.ac.id PERSEMBAHAN Karya sederhana ini didedikasikan kepada: 1. Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa memberikan rahmat dan hidayahnya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan Penulisan Hukum ini. 2. Bapak Sudakiem dan Ibu Suprapti serta kakak-kakakku tercinta yang selama ini telah memberikan dukungan dan doa sehingga penulis dapat menyelesaikan Penulisan Hukum ini. 3. Rani, Rizha, Vitri, Intan, Yuni dan teman-teman yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu-satu yang telah membantu memberikan motivasi dan saran sehingga penulis dapat menyelesaikan Penulisan Hukum ini. 4. Semua pihak yang telah membantu dalam terselesaikannya penulisan hukum ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Semoga segala kebaikan Bapak, Ibu, rekan-rekan menjadi amalan dan mendapat balasan kebaikan dari Tuhan Yang Maha Esa. 5. Almamater tercinta Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta. viii digilib.uns.ac.id KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya sehingga penulis akhirnya dapat menyelesaikan Penulisan Hukum (skripsi) yang berjudul TINJAUAN YURIDIS MENGENAI PERLINDUNGAN TERHADAP PEKERJA/BURUH KHUSUSNYA PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3). Penulisan hukum ini disusun dengan tujuan untuk memenuhi syarat guna memperoleh gelar sarjana (S1) pada Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penulisan hukum ini membahas tentang apakah perlindungan hukum yang diberikan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan sudah mampu melindungi pekerja. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan hukum ini terdapat banyak kekurangan, oleh karena itu penulis dengan besar hati akan menerima segala masukan yang dapat memperkaya pengetahuan penulis di kemudian hari. Dengan selesainya penulisan hukum ini maka dengan segala kerendahan hati penulis ingin mengucapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuannya dalam penulisan hukum ini : 1. Ibu Prof. Dr. Hartiwiningsih, S.H., M.Hum. selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta. 2. Bapak Pembantu Dekan I, Pembantu Dekan II, Pembantu Dekan III Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah memberikan ijin dalam penyusunan penulisan hukum ini. 3. Bapak Purwono Sungkowo Raharjo, S.H. yang telah memberikan bimbingan dalam penyusunan penulisan hukum ini. 4. Bapak Sugeng Praptono, S.H.,M.H. selaku Pembimbing Akademik yang telah memberikan saran dan nasihat kepada penulis. 5. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta yang dengan keikhlasan dan commit kemuliaan to user hati telah meberikan bekal ilmu ix digilib.uns.ac.id kepada penulis selama penulis belajar di Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta. 6. Bapak dan Ibu di Bagian Akademik, Bagian Kemahasiswaan, Bagian Tata Usaha dan Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta. 7. Semua pihak yang telah membantu dalam terselesaikannya penulisan hukum ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Semoga segala kebaikan Bapak, Ibu, rekan-rekan menjadi amalan dan mendapat balasan kebaikan dari Tuhan Yang Maha Esa. Demikian, semoga penulisan hukum ini dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan pada umumnya dan ilmu hukum pada khususnya. Surakarta, Juli 2012 Penulis Al Drieagni Sophia Ikhromi x digilib.uns.ac.id DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL..... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING... ii HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI... iii HALAMAN PERNYATAAN... iv HALAMAN MOTTO... v HALAMAN PERSEMBAHAN... vi ABSTRAK... vii KATA PENGANTAR... ix DAFTAR ISI... xi DAFTAR SKEMA... xiii BAB I. PENDAHULUAN... 1 A. Latar Belakang Masalah... 1 B. Rumusan Masalah... 6 C. Tujuan Penelitian... 6 D. Manfaat Penelitian... 7 E. Metode Penelitian... 8 F. Sistematika Penulisan Hukum BAB II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kerangka Teori Tinjauan Umum tentang Teori Efektifitas Peraturan Perundang-Undangan Tinjauan Umum tentangpembentukan Peraturan Perundang-Undangan Tinjauan Umum tentang Hukum Ketenagakerjaan Tinjauan Umum tentanghubungan Kerja Tinjauan Umum tentang Keselamatan Kerja Tinjauan Umum commit tentang to user Kesehatan Kerja xi digilib.uns.ac.id B. Kerangka Pemikiran BAB III. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Perlindungan Hukumyang Diberikan oleh Undang- Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Terhadap Pekerja Khususnya tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja B. Harmonisasi Peraturan Perundang-Undangan Mengenai Kewajiban Pengusaha Dalam Pelaksanaan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Beserta Sanksi BAB IV. SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA xii digilib.uns.ac.id DAFTAR SKEMA Halaman Skema 1. Skema Kerangka Pemikiran xiii digilib.uns.ac.id BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembangunan nasional dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur yang merata baik meteriil maupun spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun Dalam pelaksanaan pembangunan nasional, pekerja/buruh mempunyai peranan dan kedudukan yang sangat penting sebagai pelaku dan tujuan pembangunan nasional. Sesuai dengan peranan dan kedudukan pekerja diperlukan pembangunan ketenagakerjaan untuk meningkatkan kualitas pekerja dan peran sertanya dalam pembangunan serta peningkatan perlindungan pekerja/buruh dan keluarganya sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan. Pekerja mempunyai kebutuhan yang beraneka ragam, untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka dituntut untuk bekerja. Seseorang bekerja bukan sekedar untuk memperoleh sesuatu berupa (uang, harga diri, kebanggaan, prestasi) tetapi adalah proses belajar dan proses yang harus dilaluinya untuk mencapai misi hidupnya. Sedangkan bekerja pada orang maksudnya adalah bekerja dengan bergantung pada orang lain, yang memberi perintah dan mengutusnya karena ia harus tunduk dan patuh pada orang lain yang memberikan pekerjaan tersebut. Dalam segala usaha yang dijalankan setiap perusahaan tertentu mempunyai tujuan tentang yang ingin dicapai secara efisien yaitu dengan sejumlah biaya operasional tertentu yang bisa menghasilkan laba yang maksimal untuk melangsungkan hidup dan perkembangan perusahaan tertentu. Segala usaha dilakukan untuk mencapai tujuan diantaranya dengan menggunakan sumber daya manusia yaitu tenaga kerja yang handal dan profesional, sehingga mencapai prestasi kerja yang maksimal juga. 1 digilib.uns.ac.id 2 Demikian halnya apabilaperusahaan yang menginginkan agar pekerja lebih efektif dalam melakukan pekerjaan maka diperlukan suatu hubungan timbal-balik antara pekerja dengan pengusaha. Hal ini dapat dilakukan dengan memperhatikan dan memberi rangsangan kepada pekerja, agar pekerja mau bekerja dengan segala daya dan upaya sehingga tugas dan kewajiban yang diberikan dapat terlaksana dengan baik. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan adalah faktor yang berhubungan dengan pekerja itu sendiri maupun yang berhubungan dengan lingkungan perusahaan dan kebijaksanaan perusahaan secara keseluruhan, misalnya: jaminan sosial, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), lingkungan kerja, disiplin, pendidikan, ketrampilan, penghasilan, teknologi, kesempatan berprestasi dan lain-lain. Pentingnya pekerja bagi perusahaan, pemerintah dan masyarakat, maka perlu dilakukan pemikiran agar pekerja dapat menjaga keselamatannya dalam menjalankan pekerjaan. Demikian pula perlu diusahakan ketenangan dan kesehatan pekerja agar apa yang dihadapinya dalam pekerjaan dapat diperhatikan semaksimal mungkin, sehingga kewaspadaan dalam menjalankan pekerjaan itu tetap terjamin. Pemikiran-pemikiran itu merupakan program perlindungan pekerja, yang dalam praktik sehari-hari berguna untuk mempertahankan produktivitas dan kestabilan perusahaan (Zainal Asikin dkk. 2008: 95-96). Terjadinya kecelakaan kerja tentu saja menjadikan masalah yang besar bagi kelangsungan suatu usaha. Kerugian yang diderita tidak hanya berupa kerugian materi yang cukup besar namun lebih dari itu adalah timbulnya korban jiwa yang tidak sedikit jumlahnya. Kehilangan sumber daya manusia ini merupakan kerugian yang sangat besar karena manusia adalah satusatunya sumber daya yang tidak dapat digantikan oleh teknologi apapun.(http://septa-ayatullah.blogspot.com/2009/04/budaya-keselamatandan kesehatan kerja.html). Riset yang dilakukan badan dunia International Labour Organization (ILO) menghasilkan kesimpulan, setiap hari rata-rata orang meninggal, setara dengan satu orang setiap commit 15 detik to user atau 2,2 juta orang per tahun akibat digilib.uns.ac.id 3 sakit atau kecelakaan yang berkaitan dengan pekerjaan mereka. Jumlah pria yang meninggal dua kali lebih banyak dibandingkan wanita, karena mereka lebih mungkin melakukan pekerjaan berbahaya. Secara keseluruhan kecelakaan di tempat kerja telah menewaskan orang ( T. Lestari dan Erlin Trisyulianti. Hubungan Keselamatan dan Kesehatan (K3) dengan Produktivitas Kerja (Studi Kasus: Bagian Pengolahan PTPN VIII Gunung Mas, Bogor) Tingginya angka kecelakaan kerja baik tingkat kekerapan maupun tingkat keparahannya menjadi salah satu faktor yang meningkatkan biaya produksi dan menyebabkan kerugian secara ekonomi. Laporan ILO tahun 2008 menyatakan bahwa tiap tahun diperkirakan 1,2 juta jiwa pekerja meninggal karena kecelakaan dan penyakit akibat kerja sementara kerugian ekonomi akibat kecelakaan dan penyakit akibat kerja mencapai 4 persen dari pendapatan perkapita tiap negara (Metronews. Menakertrans: Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Belum Memadai.http://www.metrotvnews.com/read/news/2011/10/07/67366/Menak ertrans-penerapan-kesehatan-dan-keselamatan-kerja). Di Indonesia, selama tahun 2010 Jamsostek mencatat terjadi kasus kecelakaan kerja sebanyak kasus dan sebanyak tenaga kerja meninggal dunia dari kasus-kasus kecelakaan tersebut dan orang mengalami cacat permanen. Diyakini masih banyak kecelakaan kerja yang tidak dilaporkan, sehingga data kecelakaan di atas merupakan phenomena (Metronews. Menakertrans: Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Belum Memadai. Penerapan-Kesehatan-dan-Keselamatan-Kerja). Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar menilai masih banyak perusahaan yang belum menerapkan program kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dengan baik. Terlihat dari tingginya jumlah klaim Jamsostek tahun 2010 yang commit mencapai to user Rp 400 miliar. Pengajuan klaim digilib.uns.ac.id 4 Jamsostek menunjukan angka kecelakaan kerja masih tinggi, bahkan cenderung meningkat, baik untuk angka total kasus kecelakaan kerja maupun biaya yang dikeluarkan untuk klaim tersebut. Pada tahun 2010, jumlah klaim yang harus dibayarkan untuk kasus-kasus tersebut mencapai lebih dari Rp 400 milyar (http://www.metrotvnews.com/read/news/2011/10/07/67366/menakertrans Penerapan-Kesehatan-dan-Keselamatan-Kerja). Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan sistem program yang dibuat bagi pekerja maupun pengusaha sebagai upaya pencegahan (preventif) timbulnya kecelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan kerja dalam lingkungan kerja dengan cara mengenali hal-hal yang berpotensi. menimbulkan kecelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan kerja, dan tindakan antisipatif bila terjadi hal demikian. Tujuan dari dibuatnya sistem ini adalah untuk mengurangi biaya perusahaan apabila timbul kecelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan kerja. Di Indonesia, kewajiban untuk melindungi keselamatan dan kesehatan pekerja telah diatur dalam undang-undang dan peraturan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), yang menjamin perlindungan pekerja terhadap keselamatan dan kesehatan kerja, moral dan kesusilaan, perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama. Undangundang dan peraturan K3 mengatur dengan jelas tentang hak dan kewajiban pengusaha, hak dan kewajiban pekerja, syarat-syarat keselamatan kerja serta sistem manajemen K3. Pada awalnya pelaksanaan K3 mengacu kepada Veiligheidsreglement tahun 1919 (Stbl.No.406), namun sejak dikeluarkannya Undang-undang nomor 14 tahun 1969 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok mengenai Pekerja, maka disusun undang-undang yang memuat ketentuan-ketentuan umum tentang keselamatan kerja yang sesuai dengan perkembangan masyarakat, industrialisasi, teknik dan teknologi. Undang-undang tersebut adalah Undang- Undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, yang mengatur dengan digilib.uns.ac.id 5 jelas tentang kewajiban pimpinan tempat kerja dan pekerja dalam melaksanakan keselamatan kerja. Keselamatan dan kesehatan kerja diatur lebih lanjut dalam Undang- Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang mengatur pengupahan serta kesejahteraan bagi para pekerja. Mengingat faktor keselamatan sangat terkait dengan kesehatan maka pada tahap selanjutnya kegiatan keselamatan kerja menjadi keselamatan dan kesehatan kerja atau disingkat dengan K3. Sebagai penjabaran dan kelengkapan Undang-Undang, Pemerintah juga mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP), Keputusan Presiden terkait penyelenggaraan keselamatan dan kesehatan kerja dan Peraturan Menteri yang terkait. Di era globalisasi dan pasar bebas WTO dan GATT yang akan berlakutahun 2020 mendatang, kesehatan dan keselamatan kerja merupakan salah satuprasyarat yang ditetapkan dalam hubungan ekonomi perdagangan barang danjasa antar negara yang harus dipenuhi oleh seluruh negara anggota, termasukbangsa Indonesia. Untuk mengantisipasi hal tersebut serta mewujudkanperlindungan masyarakat pekerja Indonesia; telah ditetapkan Visi IndonesiaSehat 2010 yaitu gambaran masyarakat Indones
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks