Kerja Sama Bilateral Indonesia dan Hong Kong Special Administrative Region Mengenai Stolen Asset Recovery : Studi Kasus Bank Century.

Please download to get full document.

View again

of 19
62 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
i Kerja Sama Bilateral Indonesia dan Hong Kong Special Administrative Region Mengenai Stolen Asset Recovery : Studi Kasus Bank Century Skripsi Disusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan Pendidikan
Document Share
Document Transcript
i Kerja Sama Bilateral Indonesia dan Hong Kong Special Administrative Region Mengenai Stolen Asset Recovery : Studi Kasus Bank Century Skripsi Disusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan Pendidikan Strata 1 Departemen Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro Penyusun Nama : Samudra Ginting NIM : DEPARTEMEN HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2017 ii SURAT PERNYATAAN Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Samudra Ginting NIM : Fakultas Jurusan : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik : Hubungan Internasional Dengan ini menyatakan bahwa Skripsi yang saya susun dengan judul : Kerja Sama Bilateral Indonesia dan Hong Kong Special Administrative Region Mengenai Stolen Asset Recovery : Studi Kasus Bank Century adalah benar benar hasil karya saya sendiri dan bukan merupakan plagiat dari skripsi orang lain. Apabila kemudian hari pernyataan saya tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi akademis yang berlaku (dicabut predikat kelulusan dan gelar kesarjanaannya) Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya, untuk dapat dipergunakan bilamana diperlukan. Semarang, 26 September 2017 Pembuat Pernyataan, Samudra Ginting iii PENGESAHAN Judul Skripsi Nama Penyusun Jurusan : Kerja Sama Bilateral Indonesia dan Hong Kong Special Aministrative Region Mengenai Stolen Asset recovery : Studi Kasus Bank Century : Samudra Ginting : Hubungan Internasional Dinyatakan sah sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Pendidikan Strata 1 Semarang, 26 September 017 Dekan Pembantu dekan Bidang Akademis Drs. Sunarto, MSi DR. Hedi Pudjo Santosa, M.Si NIP NIP Dosen Pembimbing : 1.Ika Riswanti Putranti, SH., MH., P.hD ( ) 2.Fendy E. Wahyudi, S.IP., M.Hub.Int ( ) Dosen Penguji : 1.Nadia Farabi, S.Hub.Int., M.A ( ) 2.Fendy E. Wahyudi, S.IP., M.Hub.Int ( ) 3.Ika Riswanti Putranti, SH., MH., P.hD ( ) iv MOTTO He has made everything beautiful in it s time (Ecclesiastes 3:11) v PERSEMBAHAN Karya ini saya persembahkan untuk Keluarga terkasih Bapak Sempakita Ginting dan Ibu Mutiara Br Sembiring, Ripka, Immanuel Eslan, Indra, Rani, Junita, Albert Jefferson, Linda, serta keponakan terkasih Alvino Khaverim, Anne Everly dan Argya Natanael vi KATA PENGANTAR Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yesus Kristus karena atas berkat dan kasih karunia-nya yang begitu melimpah, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Kerja Sama Bilateral Indonesia dan Hong Kong Special Administrative Region Mengenai Stolen Asset Recovery Studi Kasus : Bank Century. Penyusunan skripsi ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan pemahaman mengenai upaya pengembalian dana atau aset Bank Century yang berada di Hong Kong. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi Pemerintah Indonesia supaya lebih fokus dan mengerahkan segala upaya terhadap permasalahan pengembalian aset antarnegara. Penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari peran dari berbagai pihak dalam memberikan bantuan, dukungan, bimbingan dan kerja sama. Pada kesempatan ini penulis ingin menyempaikan ucapan terima kasih kepada : 1. Bapak Dr. Sunarto, M.Si, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro. 2. Mbak Ika Riswanti Putranti, SH., MH., P.hD, selaku Kepala Departemen Hubungan Internasional serta sekaligus dosen pembimbing yang penulis hormati. 3. Mas Fendy E. Wahyudi, S.IP., M.Hub.Int, selaku dosen Pembimbing yang telah mendukung dan mengarahkan hingga tulisan ini selesai. vii 4. Mbak Nadia Farabi S.Hub.Int, MA., selaku dosen Penguji yang telah memberikan saran untuk memperbaiki tulisan ini. 5. Seluruh dosen Departemen Hubungan Internasional: Ibu Dra. Rr. Hermini Susiatiningsih, M.Si; Bapak Drs. Tri Cahyo Utom,MA; Ibu DR. Reni Windiani, Mas Marten H., S.IP, MPS; Mas Rosyidin, S.Sos, MA; Mas Satwika Paramasatya, S.IP, MA; Mas Andi Akhmad Basith Dir, MA, MPS; Mbak Sheiffi Puspapertiwi, MA; 6. Kedua orangtua penulis terkasih, Bapak Sempakata Ginting dan Ibu Mutiara Br Sembiring, serta keempat saudara kandung penulis, Ripka Alfianty Ginting, Indra Ginting, Junita Ginting dan Linda Nopitasari Ginting yang senantiasa mendukung, memotivasi dan mendoakan penulis. Saya sangat bersyukur diberikan keluarga yang luar bisa oleh Tuhan Yesus Kristus. 7. Bapak Sumarsono, SH, M.Si, Selaku Kepala subdit Bantuan Hukum Timbal Balik dan Ibu Afi selaku Kepala Seksi Bantuan Hukum Timbal Balik Kementerian Hukum dan HAM yang telah bersedia menjadi narasumber. 8. Bapak Chuck Suryosumpeno, selaku pakar Pemulihan Aset dari Kejaksaan yang telah memberikan waktu luangnya untuk menjawab pertanyaan penulis. 9. Prof. Simon NM Young, selaku pakar Asset Recovery di University of Hong Kong yang telah memberikan referensi bacaan dan bersedia meluangkan waktunya yang padat untuk menjawab pertanyaan penulis. 10. Saudara KTB terkasih Johnson, Gideon, Wahyu serta Mas Fery, Christian, Yosafat dan Andrew yang sudah memberikan rasa kekeluargan seperti saudara sendiri. viii 11. Keluarga Besar UPK PMK khususnya saudara sepelayanan Magnet Kristus: Bagas, Widya, Ester, Hesti, Esra, Keren, Emi, Ines, Nika, Juwita, Mauli, Maria, Marta, Chela, Desy, Iren, Citra, Ivo yang telah menjadi keluarga kedua di Semarang. 12. Keluarga Bapak H.Syamsul serta Ibu Hj. Andi Nurwati yang telah menerima penulis dengan hangat di kediaman beliau selama penelitian di Jakarta. 13. Gracia dan Perianda sebagai sahabat yang selalu mendukung baik suka duka. Begitu juga untuk Debora dan Dita, terimakasih untuk kebersamaan dan semangatnya. 14. Geng Tengguli; Joe, Emyria, Cindy, Gretta, Frans. See you on top guys. 15. Sahabat KKN Margotuhu Kidul: Roy, Umi, Tika, Adri, Yudi, Weni, Sasti, Welda. Terimakasih sobat untuk kebersamaan dan kekompakannya. 16. Penghuni Kos 35B Konco Kentel : Andy, Mahar, Odi, Faiq, Bagas, Fahran, Surya, Samuel, Ricky, Wahyu, Gusti, Akbar, Tedo, Ilham dan squad Teman teman Mahasiswa Hubungan Internasional angkatan 2013 Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih terdapat kekurangan. Oleh sebab itu, penulis sangat terbuka akan kritik dan saran yang membangun guna perbaikan skripsi ini kedepannya seta dapat bermanfaat dan berkontribusi dalam bidang akademis untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan. Semarang, 26 September 2017 Penulis ix DAFTAR ISI HALAMAN i HALAMAN PERNYATAAN ii HALAMAN PENGESAHAN iii MOTTO iv PERSEMBAHAN v KATA PENGANTAR vi DAFTAR ISI ix DAFTAR TABEL xiii DAFTAR GAMBAR xiv DAFTAR BAGAN xv DAFTAR GRAFIK xvi DAFTAR SINGKATAN xvii ABSTRAKSI xviii ABSTRACT xix BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Massalah Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Manfaat Akademis 8 x Manfaat Praktis Kerangka Pemikiran Teori Compliance Metode Penelitian Definisi Konseptual Asset Recovery Kerja sama Kepatuhan Pencucian uang Operasionalisasi Konsep Asset Recovery Kerja sama Kepatuhan Pencucian uang Tipe Penelitian Jangkauan penelitian Teknik Pengumpulan Data Teknik Analisa Data Sistematika Penulisan 24 BAB II ASSET RECOVERY BANK CENTURY MELALUI KERJA SAMA MLA 26 xi 2.1 Kasus Bank century Sebagai Bentuk Kejahatan Keuangan Transnasional Kerja Sama Mutual Legal Assistance Sejarah Kerja Sama Bilateral Indonesia Hong Kong terkait MLA Mekanisme Kerja Sama MLA Indonesia Hong Kong Stolen Asset Recovery Upaya Melakukan Asset Recovery Bank Century Melalui MLA Kesimpulan 54 BAB III HAMBATAN PELAKSANAAN ASSET RECOVERY DAN ANALISIS KEPATUHAN HONG KONG Hong Kong Sebagai International Financial Centre (IFC) Kaitan Tax Heaven Country dengan Proses Pemulihan Aset Lemahnya Penegakan Hukum Terkait Asset Recovery di Hong Kong Faktor Faktor Penghambat Asset Recovery Ketidakpatuhan Hong Kong Logika Konsekuensi Sebagai Dasar Perilaku Hong Kong Pertimbangan Untung dan Rugi Hong Kong Pilihan Rasional : Proteksi Keamanan Finansial Kontribusi Sektor Finansial pada Pendapatan Nasional Kesimpulan 91 xii BAB IV PENUTUP Kesimpulan Saran 94 DAFTAR PUSTAKA 97 DAFTAR LAMPIRAN xiii DAFTAR TABEL Tabel 1.1 Setoran PMS LPS ke Bank Cntury 3 Tabel 2.1 Penempatan Aset Bank Century di Luar Negeri 30 Tabel 2.2 Modus Operandi Layering Dana Bank Century di Yurisdiksi Hong Kong 31 Tabel 2.3 Sepuluh Negara dengan Aliran Dana Gelap Terbesar 48 Tabel 3.1 Indeks Rahasia Finansial Tertinggi Global Tahun Tabel 3.2 Statistik Pemulihan Aset Hong Kong 71 Tabel 3.3 Indikator Kepatuhan MLA 77 Tabel 3.4 Distribusi Tenaga Kerja Hong Kong dan GDP xiv DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Peresmian Perjanjian MLA Indonesia dan Hong Kong 38 Gambar 3.1 Iklan Penawaran untuk Akun Offshore 68 xv DAFTAR BAGAN Bagan 1.1 Unit Analisa 15 Bagan 2.1 Kategori Utama dan Sub Kategori Kejahatan Keuangan 27 Bagan 2.2 Tahapan Pencucian Uang 29 Bagan 2.3 Rezim Internasional Tentang MLA 34 Bagan 2.4 Permohonan MLA Indoneisa Kepada Hong Kong 41 Bagan 2.5 Proses Asset Recovery 44 Bagan 2.6 Perkembangan Asset Recovery Bank Century Bagan 3.1 Peran Pemerintah Hong Kong dan Dampaknya pada Sektor Finansial 59 Bagan 3.3 Kebijakan Finansial Hong Kong 85 Bagan 3.4 Hubungan Pemerintah dan Swasta pada Kebijakan Finansial 86 xvi DAFTAR GRAFIK Grafik 2.1 Arus Keluar dana Gelap dari Indonesia Grafik 3.1 Laporan Transaksi Mencurigakan Hong Kong Grafik 3.2 Statistik Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan Pada Sektor Finansial 62 Grafik 3.3 Aliran Dana Gelap Ke/Dari Hong Kong xvii DAFTAR SINGKATAN ARIN-AP BI BPK CARIN DoJ DPR FATF FIU FPJP GFI IFC Kemenkumham KSSK LPS MLA PMS PPATK SSB UNCAC UNODC UNTOC USD Asset Recovery Interagency Network for Asia and Pasific Bank Indonesia Badan Pemeriksa Keuangan Camden Asset Recovery Interagency Network Department of Justice Dewan Perwakilan Rakyat Financial Action Task Force Financial Inteligence Unit Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek Global Financial Integrity International Financial Center Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Komite Stabilitas Sektor Keuangan Lembaga Penjamin Simpanan Mutual Legal Assistance Penyertaan Modal Sementara Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan Surat Surat Berharga United Nations Convention Againts Corruption United Nations Office on Drugs and Crime United Nations Transnational Organized Crime United States Dollar xviii KERJA SAMA BILATERAL INDONESIA DENGAN HONG KONG SPECIAL ADMINISTRATIVE REGION MENGENAI STOLEN ASSET RECOVERY : STUDI KASUS BANK CENTURY Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penyebab lambatnya pelaksanaan asset recovery Bank Century di Hong Kong. Upaya pemulihan aset dari yurisdiksi Hong Kong telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia melalui jalur formal yaitu perjanjian bilateral tentang Bantuan Hukum Timbal Balik Masalah Pidana. Akan tetapi, upaya dari tahun 2009 hingga tahun 2016 mengalami beberapa hambatan di Hong Kon, sehingga aset tersebut belum ada yang berhasil dikembalikan. Penelitian ini menggunakan teori compliance dengan pendekatan rasionalisme dari tradisi realis. Kemudian metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan tipe penelitian eksplanatif melalui teknik pengumpulan data wawancara dan studi pustaka. Adapun hasil penelitian ini adalah Hong Kong belum sepenuhnya mematuhi isi ketentuan di dalam perjanjian tersebut. Ketidakpatuhan ini berkaitan dengan sikap rasional pemerintah Hong Kong yaitu menjaga prinsip kerahasiaan keuangannya. Kata Kunci : Pemulihan Aset, Bantuan Hukum Timbal Balik, Ketidakpatuhan, Kerahasiaan Keuangan xix BILATERAL COOPERATION BETWEEN INDONESIA AND HONG KONG SPECIAL ADMINISTRATIVE REGION CONCERNING ON STOLEN ASSET RECOVERY : CASE STUDY CENTURY BANK Abstract This research aims to explain the obstacles to implementation of Century Bank's asset recovery in the Hong Kong jurisdiction. Asset recovery efforts from Hong Kong Jurisdiction has been undertaken by the Government of Indonesia through bilateral agreements on Mutual Legal Assistance in Criminal Matters. However, the efforts have some obstacles from 2009 to 2016, so that the asset has not been returned successfully. This research uses compliance theory with rationalism approach from realist tradition. Then the method used in this researh is qualitative, with the kind of exploratory research through interview data collection techniques and literature. The result of this researh is Hong Kong has not complied to the content of agreement. This non-compliance is related to the rational act of Hong government. In addition, the rational choice of Hong Kong is keeping the principle of financial confidential. Key Words: Asset Recovery, Mutual Legal Assistance, Non-compliance, Financial Confidential
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks