KEEFEKTIFAN IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE DAN THINK PAIR SHARE BERBASIS ETNOMATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS

Please download to get full document.

View again

of 55
6 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
KEEFEKTIFAN IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE DAN THINK PAIR SHARE BERBASIS ETNOMATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS Skripsi disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh
Document Share
Document Transcript
KEEFEKTIFAN IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE DAN THINK PAIR SHARE BERBASIS ETNOMATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS Skripsi disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika oleh Widyanita Indah Probosiwi JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2016 ii PERNYATAAN iii PENGESAHAN iv MOTO DAN PERSEMBAHAN Motto: Masa depanmu baik, masa depanmu baik, masa depanmu baik, yakinlah itu, lalu belajat dan bekerjalah dengan sebaik-baiknya (Mario Teguh) Persembahan: Untuk kedua orangtuaku tercinta, Ibu Isworo Indriati dan Bapak Hadi Wiyono yang senantiasa selalu memberikan doa terbaik, semangat serta motivasi. Untuk Almamaterku Universitas Negeri Semarang. v PRAKATA Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan di Jurusan Matematika Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang. Skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik atas bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada 1. Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum., Rektor Universitas Negeri Semarang 2. Prof. Dr. Zaenuri, S.E., M.Si., Akt., Dekan FMIPA Universitas Negeri Semarang 3. Drs. Arief Agoestanto, M.Si., Ketua Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Semarang 4. Dr. Nurkaromah Dwidayati, M.Si., dosen pembimbing I yang telah memberikan bimbingan, arahan, saran, dan masukan kepada penulis dalam penyusunan skripsi ini. 5. Dr. Isti Hidayah, M.Pd., dosen pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, arahan, saran, dan masukan kepada penulis dalam penyusunan skripsi ini. 6. Ardhi Prabowo, S.Pd., M.Pd, dosen penguji yang telah memberikan arahan dan saran perbaikan dalam skripsi ini. vi 7. Bapak Ibu dosen Jurusan Matematika yang telah memberikan ilmu kepada penulis selama perkuliahan. 8. Kedua orang tua, Bapak Hadi Wiyono dan Ibu Isworo Indriati yang selalu memberikan doa, dukungan dan memberi motivasi kepada penulis. 9. Untuk adik-adikku tersayang, Wisnu Aji Wicaksono dan Widhiatma Bhanu Saputra yang memberikan doa dan semangat. 10. Mas Soleh Uzain yang selalu memberikan motivasi, dukungan, dan semangat. 11. Sahabatku Vintha, Ria, Ana Dwi, Palupi yang telah memberikan bantuan dan semangat. 12. Drs. Eko Djatmiko, M.Pd., Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Semarang yang telah memberikan izin penelitian di sekolah. 13. Yohana Kristiani T.K, S.Pd., guru matematika SMP Negeri 3 Semarang serta staf karyawan yang telah bekerjasama dengan baik dan membantu penulis selama penelitian. yang telah membantu terlaksananya penelitian ini. 14. Siswa-siswi kelas VII A VIID SMP Negeri 3 Semarang yang telah bekerjasama dalam kelancaran pelaksanaan penelitian. Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi dunia pendidikan matematika dan bagi pembaca. Semarang, Agustus 2016 Penulis vii ABSTRAK Probosiwi, Widyanita Indah Keefektifan Implementasi Model Pembelajaran Think Talk Write dan Think Pair Share Berbasis Etnomatematika terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VII. Skripsi. Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang. Pembimbing Utama Dr. Nur Karomah Dwidayati, M.Si., dan Pembimbing Pendamping Dr. Isti Hidayah, M.Pd. Kata Kunci: Keefektifan, Model Think Talk Write, Model Think Pair Share, Etnomatematika, Kemampuan Komunikasi Matematis Kemampuan komunikasi matematis merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa. Namun pada kenyataannya, menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis belum sepenuhnya dimiliki oleh siswa khususnya pada siswa kelas VII. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa masih rendah. Berdasarkan hal tersebut, peneliti mengembangkan kemampuan komunikasi matematis dengan pembelajaran Think Talk Write berbasis etnomatematika dan Think Pair Share berbasis etnomatematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan implementasi model pembelajaran Think Talk Write berbasis etnomatematika dan model pembelajaran Think Pair Share berbasis etnomatematika terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VII SMP Negeri 3 Semarang tahun pelajaran 2015/2016. Dengan menggunakan teknik random sampling terpilih siswa kelas VII-D sebagai kelas eksperimen 1 dengan pembelajaran Think Talk Write berbasis etnomatematika, siswa kelas VII-C sebagai kelas eksperimen 2 dengan pembelajaran Think Pair Share berbasis etnomatematika, dan siswa kelas VII-B sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran Ekspositori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hasil tes kemampuan komunikasi matematis dengan model Think Talk Write berbasis etnomatematika dan model Think Pair Share berbasis etnomatematika mencapai ketuntasan klasikal. (2) ratarata hasil tes kemampuan komunikasi matematis siswa dengan model pembelajaran Think Talk Write berbasis etnomatematika dan model pembelajaran Think Pair Share berbasis etnomatematika lebih dari rata-rata hasil tes kemampuan komunikasi matematis siswa dengan model Ekspositori. (3) rata-rata hasil tes kemampuan komunikasi matematis siswa dengan model pembelajaran Think Talk Write berbasis etnomatematika lebih dari rata-rata hasil tes kemampuan komunikasi matematis siswa dengan model Think Pair Share berbasis etnomatematika. viii DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL...i PERNYATAAN... iii PENGESAHAN... iv MOTO DAN PERSEMBAHAN... v PRAKATA... vi ABSTRAK... viii DAFTAR ISI... ix DAFTAR TABEL... xiii DAFTAR GAMBAR... xiv DAFTAR LAMPIRAN... xv BAB 1. PENDAHULUAN Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Manfaat Teoritis Manfaat Praktis Penegasan Istilah Keefektifan Model Pembelajaran Think Talk Write Model Pembelajaran Think Pair Share Etnomatematika Kemampuan Komunikasi Matematis Pembatasan Masalah Kemampuan Komunikasi Matematis Materi Segi Empat ix 1.6.3 Etnomatematika Sistematika Penulisan Skripsi TINJAUAN PUSTAKA Landasan Teori Belajar dan Pembelajaran Pembelajaran Matematika Teori Belajar Model Pembelajaran Ekspositori Model Pembelajaran Kooperatif Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW) Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) Kemampuan Komunikasi Matematis Etnomatematika Langkah-langkah Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW) Berbasis Etnomatematika Langkah-langkah Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) Berbasis Etnomatematika Materi Pokok Penelitian yang Relevan Kerangka Berpikir Hipotesis Penelitian METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Tempat Penelitian Waktu Penelitian Populasi dan Sampel Populasi Sampel dan Teknik Sampling Variabel Penelitian Desain Penelitian x 3.5 Prosedur Penelitian Data dan Sumber Data Teknik Pengumpulan Data Observasi Dokumentasi Teknik Tes Instrumen Penelitian Silabus Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Lembar Kegiatan Siswa Lembar Tugas Siswa Instrumen Tes Kemampuan Komunikasi Matematis Instrumen Lembar Observasi Analisis Data Hasil Uji Coba Instrumen Penelitian Analisis Validitas Item Analisis Reliabilitas Item Analisis Daya Pembeda Item Analisis Tingkat Kesukaran Item Analisis Data Penelitian Uji Asumsi Prasyarat Analisis Data Tes HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Analisis Data Tes Pembahasan Pembelajaran pada Kelas dengan Model Think Talk Write Berbasis Etnomatematika Pembelajaran pada Kelas dengan Model Think Pair Share Berbasis Etnomatematika Pembahasan Hasil Uji Hipotesis xi 5. PENUTUP SIMPULAN SARAN DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN xii DAFTAR TABEL Tabel Halaman 2.1 Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif Langkah-langkah Pembelajaran Think Talk Write Berbasis Etnomatematika Langkah-langkah Pembelajaran Think Pair Share Berbasis Etnomatematika Penelitian yang relevan Desain Penelitian Hasil Analisis Validitas Item Kriteria Indeks Daya Pembeda Kriteria Indeks Tingkat Kesukaran Hasil Analisis Butir Soal Uji Coba Kriteria Skor Tiap Aspek Kegiatan Guru Hasil Uji Normalitas Data Tes Hasil Uji Homogenitas Data Tes Hasil Uji Anava Satu Arah Data Tes Hasil Uji Lanjut Tukey Persentase Pelaksanaan Pembelajaran xiii DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 2.1 Budaya Jawa Tengah Persegi Panjang Kerangka Berpikir Diagram Alir Penelitian xiv DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman 1. Daftar Nama Siswa Kelas Ekperimen Daftar Nama Siswa Kelas Eksperimen Daftar Nama Siswa Kelas Kontrol Daftar Siswa Kelas Uji Coba Data Nilai Uas Uji Normalitas Data UAS Populasi Uji Homogenitas Data UAS Populasi Kisi-kisi Soal Uji Coba Soal Uji Coba Tes Kemampuan Komunikasi Pedoman Penskoran dan Jawaban Soal Uji Coba Analisis Hasil Uji Coba Perhitungan Validitas Butir Soal Perhitungan Reliabilitas Butir Soal Perhitungan Daya Pembeda Butir Soal Perhitungan Tingkat Kesukaran Butir Soal Kisi-kisi Soal Tes Kemampuan Komunikasi Soal Tes Kemampuan Komunikasi Matematis Pedoman Penskoran dan Jawaban Soal Tes Uji Normalitas Data UAS Sampel Uji Homogenitas Data UAS Sampel Uji Kesamaan Rata-rata Data UAS Silabus Kelas Eksperimen xv 23. Silabus Kelas Eksperimen Silabus Kelas Kontrol RPP Kelas Eksperimen 1 Pertemuan Lembar Kegiatan Siswa Lembar Tugas Siswa Kunci Jawaban Lembar Tugas Siswa RPP Kelas Eksperimen 1 Pertemuan Lembar Kegiatan Siswa Lembar Tugas Siswa Kunci Jawaban Lembar Tugas Siswa RPP Kelas Eksperimen 1 Pertemuan Lembar Kegiatan Siswa Lembar Tugas Siswa Kunci Jawaban Lembar Tugas Siswa RPP Kelas Eksperimen 1 Pertemuan Lembar Kegiatan Siswa Lembar Tugas Siswa Kunci Jawaban Lembar Tugas Siswa RPP Kelas Eksperimen 2 Pertemuan Lembar Kegiatan Siswa Lembar Tugas Siswa Kunci Jawaban Lembar Tugas Siswa RPP Kelas Eksperimen 2 Pertemuan Lembar Kegiatan Siswa xvi 47. Lembar Tugas Siswa Kunci Jawaban Lembar Tugas Siswa RPP Kelas Eksperimen 2 Pertemuan Lembar Kegiatan Siswa Lembar Tugas Siswa Kunci Jawaban Lembar Tugas Siswa RPP Kelas Eksperimen 2 Pertemuan Lembar Kegiatan Siswa Lembar Tugas Siswa Kunci Jawaban Lembar Tugas Siswa RPP Kelas Kontrol Pertemuan RPP Kelas Kontrol Pertemuan RPP Kelas Kontrol Pertemuan RPP Kelas Kontrol Pertemuan Daftar Nilai Tes Kemampuan Komunikasi Matematis Uji Normalitas Data Tes Uji Homogenitas Data Tes Uji Ketuntasan Klasikal Analisis Varians Lembar Observasi Eksperimen 1 Pertemuan Lembar Observasi Eksperimen 1 Pertemuan Lembar Observasu Eksperimen 1 Pertemuan Lembar Observasu Eksperimen 1 Pertemuan Lembar Observasi Eksperimen 2 Pertemuan xvii 71. Lembar Observasi Eksperimen 2 Pertemuan Lembar Observasu Eksperimen 2 Pertemuan Lembar Observasu Eksperimen 2 Pertemuan Dokumentasi Surat Izin Penelitian Surat Keterangan Penelitian xviii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Matematika merupakan induk dari ilmu pengetahuan yang berperan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini dikarenakan aspek penalaran dan penerapan matematika banyak dimanfaatkan diberbagai bidang dalam kehidupan sehari-hari. Matematika dibekalkan kepada setiap peserta didik sejak sekolah dasar, bahkan sejak sebelum mengenal bangku sekolah, untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Menurut Suyitno (2010: 1) menyatakan bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang sangat penting bagi peserta didik. Kemahiran matematika dipandang sangat bermanfaat bagi peserta didik untuk mengikuti pembelajaran pada jenjang lebih lanjut atau untuk mengatasi masalah dalam kehidupan nyata. Salah satu tujuan pembelajaran matematika dalam standar isi mata pelajaran matematika pada kurikulum tingkat satuan pendidikan, adalah melalui pembelajaran matematika peserta didik diharapkan memiliki kemampuan memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh. Selain itu peserta didik juga diharapkan memiliki kemampuan mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, 1 2 diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah. Seorang peserta didik yang sudah memiliki kemampuan pemecahan masalah dituntunt untuk dapat mengkomunikasikannya, agar pemecahan masalah tersebut dapat dimengerti oleh orang lain. Dengan mengkomunikasikan ideide matematikanya, peserta didik dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Oleh karena itu kemampuan komunikasi matematis sudah selayaknya mendapatkan perhatian khusus dalam pembelajaran matematika. Kemampuan berkomunikasi dengan orang lain merupakan salah satu kunci kesuksesan dari seseorang. Pada dunia pendidikan, komunikasi menjadi hal yang sangat penting dan seharusnya perlu mendapat perhatian khusus dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam proses pembelajaran, apabila peserta didik tidak mampu menjalin komunikasi dengan peserta didik lainnya ataupun dengan guru, maka proses pembelajaran akan berlangsung kurang optimal. Komunikasi dalam pembelajaran matematika mencakup kemampuan mengkomunikasikan konsep, penalaran, dan pemecahan masalah, sebagai tujuan dalam pembelajaran. Selain itu, komunikasi dalam pembelajaran matematika membantu guru untuk mengetahui sejauh mana kemampuan peserta didik menerima dan memahami konsep serta proses matematika yang mereka pelajari. Oleh karena itu, kemampuan untuk berkomunikasi merupakan komponen yang penting dalam proses pembelajaran. Hal ini sejalan dengan pernyataan 3 NCTM bahwa komunikasi merupakan bagian terpenting dari matematika dan pembelajaran matematika. Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti pada tanggal 29 Januari 2016 dan 1 Februari 2016 terhadap siswa, guru matematika dan proses pembelajaran di kelas VII-D dan VII-A SMP Negeri 3 Semarang diperoleh bahwa masih kurangnya kemampuan komunikasi matematis siswa. Hal ini dapat dilihat pada saat siswa dihadapkan pada suatu soal cerita, siswa tidak terbiasa menuliskan apa yang diketahui dalam soal dan apa yang ditanyakan dari soal sebelum menyelesaikannya, terkadang siswa salah dalam menafsirkan maksud dari soal dan masih kurang tepat dalam menyebutkan simbol-simbol atau notasi-notasi dalam matematika. Pada saat observasi, peneliti memberikan dua nomor soal kepada siswa kelas kelas VII-A, terbukti bahwa dalam menyelesaikan soal cerita, siswa langsung menuliskan jawaban akhir, tanpa menuliskan apa yang diketahui, dan apa yang ditanyakan. Dari beberapa hasil pekerjaan siswa yang langsung menuliskan jawaban akhir dengan benar, menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah yang diperoleh siswa sudah baik, namun siswa belum mampu mengkomunikasikan ide-ide yang terdapat dalam soal, sehingga apabila siswa diberikan soal yang sukar, siswa akan kesulitan dalam memecahkan masalah. Berdasarkan hasil Ulangan Akhir Semester gasal matematika kelas VII tahun ajaran 2015/2016, menunjukkan bahwa rata-rata keseluruhan nilai yang diperoleh peserta didik adalah 70, sedangkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan sekolah 4 adalah 75. Berdasarkan wawancara, hal ini disebabkan dalam menyelesaikan soal UAS, siswa kurang tepat dalam menafsirkan maksud dari soal, siswa merasa kesulitan menuangkan ide/gagasan dalam pikirannya dan salah dalam menuliskan simbol-simbol matematika pada soal uraian, sehingga mengakibatkan nilai yang diperoleh rendah. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, perlu ditingkatkannya kemampuan komunikasi matematis. Berdasarkan wawancara dengan guru matematika kelas VII, diperoleh keterangan bahwa model pembelajaran yang digunakan adalah model ekspositori. Kegiatan pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal. Pada umumnya siswa mempelajari matematika hanya diberi tahu oleh gurunya dan bukan melalui kegiatan eksplorasi. Siswa tidak dituntut untuk menemukan materi pelajaran. Hal ini sesuai dengan hasil observasi yang dilakukan terhadap proses pembelajaran, menunjukkan bahwa proses pembelajaran berpusat pada guru, guru lebih mendominasi proses aktivitas belajar di dalam kelas, sedangkan siswa cenderung pasif, hanya mendengarkan guru menjelaskan materi pelajaran. Berdasarkan hal tersebut di atas, model pembelajaran ekspositori belum memfasilitasi siswa untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembelajaran secara berkelompok, sehingga siswa mampu berkomunikasi dengan temannya 5 untuk membangun pengetahuan dari aktivitas belajar. Guru perlu menerapkan suatu model pembelajaran yang melibatkan siswa dalam proses pembelajarannya. Sehingga diharapkan siswa dapat memecahkan masalah matematika dan dapat menumbuhkembangkan kemampuan komunikasi matematis. Salah satu model pembelajaran matematika yang diduga dapat menumbuhkembangkan kemampuan komunikasi matematis adalah model pembelajaran kooperatif Think Talk Write (TTW) dan model pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS). Kedua model pembelajaran tersebut merupakan model pembelajaran kooperatif yang memberi kesempatan siswa untuk berinteraksi, berdiskusi, dan bekerja sama dengan siswa lain untuk menyelesaikan suatu permasalahan matematika. Sehingga kemampuan komunikasi matematis siswa akan dapat meningkat dan terlatih lebih baik. Dari kedua model pembelajaran kooperatif ini, masing-masing memiliki tahap think (berpikir). Tahap think yang dimiliki kedua model pembelajaran kooperatif ini dapat meningkatkan respon siswa ketika menghadapi suatu permasalahan matematika. Pada model pembelajaran TTW, tahap talk memberikan kesempatan kepada siswa agar berani mengungkapkan pendapat kepada teman sekelompoknya, tahap write memberikan kesempatan kepada siswa untuk menuliskan hasil pemikiran siswa dalam bahasa matematika. Pada model pembelajaran kooperatif TPS, tahap pair memberikan kesempatan kepada siswa agar berani mengungkapkan pendapat kepada pasangan masing-masing, sedangkan 6 tahap share memberikan kesempatan kepada siswa agar berani mengungkapkan pendapat di depan kelas. Seiring dengan perkembangan IPTEK yang semakin pesat, tingkat kesadaran dan rasa menghargai budaya daerah semakin menurun. Hal ini sesuai dengan pendapat Wahyuni (2013: 1) bahwa pengaruh modenisasi terhadap kehidupan berbangsan tidak dapat dipungkiri lagi, akan berdampak pada mengikisnya nilai budaya luhur bangsa. Terjadinya hal tersebut dikarenakan bahwa kurangnya penerapan dan pemahaman terhadap pentingnya nilai budaya dalam masyarakat. Nilai budaya merupakan suatu landasan karakter bangsa merupakan hal yang sangat penting untuk ditanamkan dalam setiap individu dan perlu diperkenalkan sejak dini, agar setiap individu mampu memahami, memaknai dan menghargai pentingnya nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan dan budaya adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan sehari-hari, karena budaya merupakan kesatuan yang utuh dan menyeluruh yang berlaku dalam masyarakat, dan pendidikan merupakan kebutuhan mendasar bagi setiap individu. Upaya penumbuhan sikap menghargai budaya dapat dimunculkan melalui proses pendidikan. Oleh karena itu, konsepsi pendidikan seharusnya dikombinasikan dengan budaya. Pendidikan sebagai proses pembudayaan berperan untuk menginternalisasikan nilai-nilai kearifan di dalam kehidupan siswa sehingga dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman namun tidak melupakan kebudayaan daerah. 7 Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menumbuhkembangkan sikap memahami dan menghargai budaya dalam proses pendidikan adalah mengaplikasikan budaya dalam pembelajaran matematika dengan etnomatematika. Melalui etnomatematika konsep-konsep matematika dapat dikaji dalam praktik-praktik matematika. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Wahyuni (2013: 2) etnomatematika adalah bentuk matematika yang dipengaruhi atau didasarkan budaya. Dalam pembelajaran berbasis etnomatematika, siswa di tuntut untuk mengenal dan memahami budaya terkait dengan materi yang akan diajarkan oleh guru. Diharapkan dengan menerapkan etnomatematika dalam pembelajaran, pemahaman
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks