Kebijakan Wisata Berkelanjutan Negara Perancis

Please download to get full document.

View again

of 5
18 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
Kebijakan Wisata Berkelanjutan Negara Perancis
Document Share
Document Tags
Document Transcript
  Nama : Mar’atul Mochtar  NPM : 1506813624 Mata Kuliah : Pariwisata Eropa Ujian Akhir Semester Kebijakan Wisata Berkelanjutan Negara Perancis Perancis ditetapkan sebagai salah satu negara tujuan wisata utama di dunia dengan kunjungan hingga 83 juta wisatawan dari seluruh dunia. 1  Perancis sempat memimpin di peringkat  pertama dunia dalam sektor pariwisata pada tahun 2013 sebelumnya akhirnya diambil alih oleh Spanyol pada tahun 2015. Pariwisata Prancis menghasilkan surplus dan dinamis bertransformasi dengan cepat berkat datangnya wisatawan baru dan meningkatnya promosi wisata internasional yang semakin meluas. 2  Meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara di Perancis didorong oleh  para travel agent   yang berasal dari Eropa dan Asia. Wisatawan terbanyak yang datang ke Prancis  berasal dari Jerman dan disusul dari Inggris. Sementara itu, para wisatawan asing dari Asia didominasi oleh warga Cina hingga rata-rata 1.5 juta orang per-tahun. 3  Selain itu, jumlah wisatawan asal Brazil dan Rusia juga meningkat dengan pesat pada dimulai pada tahun 2013. 4  Pariwisata merupakan sumber pemasukan yang besar bagi perdagangan luar negeri Perancis. Sejak tahun 1999, sektor ini menjadi sektor utama yang menghasilkan surplus neraca  pembayaran. Neraca belanja dari pariwisata juga meningkat secara signifikan hingga mencapai sekitar 13 miliar euro di tahun 2012, dibandingkan pada tahun 2011 yang hanya mencapai 7,5 miliar euro. 5  Hal ini disebabkan karena adanya perpanjangan masa tinggal dan penambahan waktu menginap yang dapat meningkatkan wisatawan mancanegara di Perancis, sehingga dapat memberikan pemasukan tambahan hingga mencapai 35,8 miliar euro di tahun 2013. 6   1   France, the world’s leading tourist destination. http://www.diplomatie.gouv.fr/en/french-foreign-policy/economic-diplomacy-foreign-trade/facts-about-france/one-figure-one-fact/article/france-the-world-s-leading-tourist diakses pada 29 Mei 2017 2  Ibid. 3  Ibid. 4  Ibid. 5  The place of tourism in the French economy. http:/www.diplomatie.gouv.fr/en/french-foreign-policy/tourism/the-place-of-tourism-in-the-french/ diakses pada 24 Mei 2017 6  Ibid. The place of tourism in the French economy  Sektor pariwisata merupakan sektor penting dari perekonomian Perancis, baik dari segi kontribusi terhadap GDP maupun penyediaan lapangan pekerjaan. Total pengeluaran wisatawan asing terhadap pendapatan negara dapat mencapai 36 miliar euro atau hampir menyumbangkan sekitar 6.5% dari GDP Perancis. Sektor pariwisata memberi kehidupan lebih dari 900.000 orang dengan rincian 72% di restoran dan industri katering, 15.5% di industri perhotelan, 4% di agen-agen perjalanan, 1,5% untuk penginapan outdoor (tempat perkemahan, rumah mobil, dll) dan 4,5% di spa termal. 7  Kebijakan publik pada sektor pariwisata Prancis diterapkan sebagai upaya untuk menciptakan industri pariwisata yang berkualitas. Maka, Prancis membuat kebijakan Sustainable Tourism dengan program-program seperti Green Passport, Excellence in Energy for the Tourism Industry, Quality Tourism dan The National Holiday Vouchers Agency (ANCV). 8  Diciptakannya  program-program tersebut adalah upaya Perancis untuk menarik minat wisatawan asing agar dapat  berkunjung dan menikmati pariwisata di Perancis. Selain itu, dengan mengimplementasikan kebijakan dalam sektor pariwisata tersebut dapat menjadi daya tarik politik luar negeri Perancis untuk melakukan kerjasama bilateral dengan beberapa negara. Usaha nyata dari pemerintah Perancis untuk mengembangkan sektor pariwisata dapat dilihat dari kebijakan pariwisata yang berasal dari kebutuhan yang diinginkan publik, salah satunya kebijakan Sustainable Tourism. Kebijakan pariwisata Perancis dilakukan langsung oleh Kementerian Negara, Kementerian Ekonomi dan Kementerian Pemberdayaan Tenaga Kerja. 9  Kerjasama beberapa kementerian ini dianggap pilihan yang tepat untuk menghasilkan kinerja yang efektif dan menyeluruh terhadap sektor pariwisata Perancis. Kebijakan publik dalam sektor  pariwisata ini memasukan isu lingkungan hidup dengan harapan wisata Perancis yang ramah lingkungan. Sebelum tahun 2006, kebijakan pariwisata Perancis lebih bersifat umum, yang  berkiblat pada  Maison de la France 10 , yang sudah terbentuk sejak 1987. 7  Facilitating Tourists in France. http://www.diplomatie.gouv.fr/en/french-foreign-policy/tourism/facilitating-tourists-in-france/ diakses pada 25 Mei 2017 8  A Three-Year Journey for Sustainable Tourism. Final Report. The French Ministries in charge of Sustainable Development, Foreign Affairs, and Tourism http://www.unep.org/resourceefficiency/Portals/24147/scp/tourism/activities/taskforce/pdf/TF%20REPORT_FINAL.pdf diakes pada 25 Mei 2017 9  Ibid. A Three-Year Journey for Sustainable Tourism, hal. 10 10  Telah berubah nama menjadi France Tourism Development Agency, suatu organisasi yang bertanggung jawab mempromosikan pariwisata Prancis.  Kebijakan Sustainable Tourism yang dilakukan Perancis berdasarkan dua hal utama. Pertama, fakta bahwa Perancis menduduki peringkat pertama dalam pariwisata dunia, tetapi secara ekonomi pendapatan yang diperoleh masih kalah berada di urutan ketiga di dunia (tahun 2013). 11  Dengan dimplementasikanya kebijakan ini diharapkan dapat meningkatakan daya tarik wisatawan asing serta dapat meningkatan pendapatan negara. Kedua, Uni Eropa yang memposisikan dirinya sebagai “polisi” lingkungan hidup memberikan tuntutan bagi  negara-negara anggotanya untuk lebih memperhatikan isu lingkungan hidup. 12  Sustainable Tourism ini sebagai salah satu kebijakan  pemerintah Prancis diantara banyak kebijakan pariwisata yang lain. Kebijakan pariwisata Perancis mempunyai beberapa program yang masing-masing memiliki tujuan khusus. Pertama, program “Excellence in Energy for the Tourism Industry” yang memberlakukan aturan bagi pelaku bisnis pariwisata Perancis khususnya pengelola hotel dan destinasi wisata untuk menggunakan barang-barang yang ramah lingkungan. Kebijakan ini dapat menjawab masalah kurangnya pendapatan. Dengan memberlakukan program ini maka  pengeluaran energi dapat ditekan sekaligus memperbesar pemasukan negara. Kedua, p rogram “Green Passport” yaitu sebuah kampanye di internet dengan tujuan meningkatkan kesadaran isu lingkungan hidup dan mencuri simpatik wisatawan untuk memilih Perancis sebagai tujuan wisata yang ramah lingkungan. Ide awal paspor hijau ini dicetuskan oleh UNEP (United Nations Environment Program) yang kemudian diadopsi Perancis dengan tambahan ciri khas Prancis yaitu pemeliharaan keanekaragaman hayati. Langkah nyata yang dilakukan adalah pemasangan poster di bandara internasional dan menyebarkan selebaran bagi  penumpang pesawat menuju Perancis. 13  Ketiga, adanya pen erapan label “Qualité Tourisme”. Label ini mengindikasikan bahwa tempat-tempat tersebut telah memenuhi standart pariwisata Perancis. Berkat adanya label tersebut,  pariwisata Prancis menunjukkan dampak yang signifikan. Sejak diberlakukan dari tahun 2006, terdapat peningkatan kepercayaan wisatawan bagi tempat-tempat yang telah diberi label tersebut. 11  Ibid. A Three-Year Journey for Sustainable Tourism, hal. 12 12  Ibid. A Three-Year Journey for Sustainable Tourism, hal. 15 13  International Union for Conservation of Nature. Green passport for sustainable tourism in France overseas  http://iucn.org/about/union/secretariat/offices/oceania/?9119/Green-passport-for-sustainable-tourism-in-France-overseas diakses pada 25 Mei 2017  Sudah lebih dari 2600 perusahaan yang telah menggunakan label ini untuk menarik wisatawan dengan kualitas wisata yang lebih dipercaya oleh wisatawan asing. Kebijakan pariwisata keempat yang diberlakukan pemerintah Perancis yaitu The National Holiday Vouchers Agency (ANCV) atau Agen Voucher Hari Libur. Kebijakan ini mengikutsertakan beberapa aktor penting di setiap kota. Kebijakan yang diberikan adalah menyediakan layanan khusus warga lanjut usia, berkebutuhan khusus, dan keluarga yang kurang mampu. Hal ini menjadi bentuk dedikasi pemerintah dengan menyediakan anggaran khusus. Berdasarkan penjelasan kebijakan-kebijakan tersebut, sebagian besar berhasil diimplementasiakan dengan baik. Namun, ada beberapa yang tidak berjalan sesuai rencana. Kebijakan pariwisata Perancis berlandaskan pada kebutuhan pemasukan yang diharapkan dapat semakin maksimal. Akan tetapi, kebijakan pemberlakuan ANVC atau Agen Voucher Hari Libur kurang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Hal ini disebabkan kebijakan tersebut tidak secara spesifik menjawab bagaimana tenaga kerja dapat diserap dan bagaimana pemasukan ekonomi negara dapat meningkat. Kebijakan ANVC ini lebih berfokus dan menuju pada kebijakan sosial dibandingkan sebagai kebijakan pariwisata, karena penekanannya adalah dedikasi terhadap kelompok yang kurang beruntung. Terlebih lagi, dengan penambahan layanan khusus dari anggaran dana khusus, akan semakin tidak sejalan dengan tujuan utama diciptakan kebijakan yaitu  peningkatan ekonomi. Meskipun demikian, keberhasilan beberapa kebijakan pariwisata Perancis dapat dilihat sebagai bentuk hasil kerjasama menyeluruh yang dilakukan oleh beberapa aktor, baik kementerian atau pemerintah kota. Keunggulan lain yang dimiliki oleh Perancis adalah bagaimana negara ini tanggap terhadap apapun yang diperkirakan dapat menambah daya tarik wisatawan asing.  Sumber Referensi France, the world’s leading tourist destination. http://www.diplomatie.gouv.fr/en/french -foreign- policy/economic-diplomacy-foreign-trade/facts-about-france/one-figure-one-fact/article/france-the-world-s-leading-tourist diakses pada 29 Mei 2017 The place of tourism in the French economy. http:/www.diplomatie.gouv.fr/en/french-foreign- policy/tourism/the-place-of-tourism-in-the-french/ diakses pada 24 Mei 2017 Facilitating Tourists in France. http://www.diplomatie.gouv.fr/en/french-foreign- policy/tourism/facilitating-tourists-in-france/ diakses pada 25 April 2017 A Three-Year Journey for Sustainable Tourism. Final Report. The French Ministries in charge of Sustainable Development, Foreign Affairs, and Tourism http://www.unep.org/resourceefficiency/Portals/24147/scp/tourism/activities/taskforce/pdf/TF%20REPORT_FINAL.pdf diakes pada 25 Mei 2017 International Union for Conservation of Nature. Green passport for sustainable tourism in France overseas http://iucn.org/about/union/secretariat/offices/oceania/?9119/Green-passport-for-sustainable-tourism-in-France-overseas diakses pada 25 Mei 2017
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks