KASUS ASWA.docx

Please download to get full document.

View again

of 27
3 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
Description:
Document Share
Document Transcript
  MAKALAH PRAKTIKUM COMPOUNDING DISPENSING PERCAKAPAN DENGAN DOKTER RESEP 1   Dosen Pengampu : Dra. Pudiastuti, RSP., MM., Apt  Disusun oleh : Muhamad Nur Aswadi 1920374200 PROGRAM PROFESI APOTEKER UNIVERSITAS SETIA BUDI SURAKARTA 2019  BAB I PENDAHULUAN Mata adalah organ penglihatan. Mata mendeteksi cahaya dan mengubahnya menjadi impuls elektrokimia  pada sel saraf. Mata manusia memiliki cara kerja otomatis yang sempurna, mata dibentuk dengan 40 unsur utama yang berbeda dan ke semua bagian ini memiliki fungsi  penting dalam proses melihat kerusakan atau ketiadaan salah satu fungsi bagiannya saja akan menjadikan mata mustahil dapat melihat. Lapisan tembus cahaya di bagian depan mata adalah kornea, tepat dibelakangnya terdapat  pupil, fungsi dari pupil sendiri adalah untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk ke mata. Selain pupil ada juga bagian mata yang disebut selaput pelangi, fungsinya adalah memberi warna pada mata, selaput pelangi juga dapat mengubah ukuran pupil secara otomatis sesuai kekuatan cahaya yang masuk, dengan bantuan otot yang melekat padanya. Misalnya ketika berada ditempat gelap pupil akan membesar untuk memasukkan cahaya sebanyak mungkin. Ketika kekuatan  cahaya bertambah, pupil akan mengecil untuk mengurangi cahaya yang masuk ke mata. Berikut adalah berbagai macam penyakit pada mata : 1.   Miopi Miopi ialah seseorang yang tidak dapat melihat  benda yang berjarak jauh. Biasanya terjadi pada  pelajar. Dapat dibantu dengan kacamata berlensa cekung. 2.   Hipermetropi Hipermetropi yaitu seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat dari mata. Dapat dibantu dengan kacamata berlensa cembung. 3.   Presbiopi Presbiopi adalah seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat maupun  berjarak jauh. Dapat dibantu dengan kacamata  berlensa rangkap. Biasanya terjadi pada lansia. 4.   Kerabunan dan kebutaan Buta berarti seseorang tidak dapat melihat benda apapun sama sekali. Buta bisa saja diakibatkan  keturunan, maupun kecelakaan. Bayi yang lahir  prematur dengan usia kehamilan kurang dari 32 minggu, juga dapat mengalami Rethinopathy of Prematurity (ROP) dan dapat mengalami gangguan penglihatan hingga kebutaan total, jika tidak diterapi secepatnya. Rabun berarti seseorang hanya dapat melihat dengan samar-samar. Orang-orang yang buta maup un rabun biasanya “membaca” menggunakan  jari-jarinya dengan alat bantu huruf Braille. 5.   Buta warna Buta warna adalah suatu kondisi seseorang tidak mampu merepresentasikan warna. Buta warna total sama sekali tidak dapat membedakan warna, yang dapat dilihat hanyalah warna hitam, abu-abu, dan putih (grey scale). Sedangkan jika tidak dapat membedakan warna tertentu disebut buta warna  parsial. Buta warna biasanya merupakan penyakit turunan, artinya jika seseoragbuta warna, pasti anaknya juga mewarisi gen buta warna, namun  belum tentu menderita buta warna.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks