KARYA ILMIAH AKHIR NERS. Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Ners. Disusun Oleh: NUR HASANAH, S.

Please download to get full document.

View again

of 71
67 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) DENGAN MASALAH PENURUNAN CURAH JANTUNG DI RUANG ICCU RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO KARYA ILMIAH AKHIR NERS Diajukan sebagai
Document Share
Document Transcript
ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) DENGAN MASALAH PENURUNAN CURAH JANTUNG DI RUANG ICCU RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO KARYA ILMIAH AKHIR NERS Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Ners Disusun Oleh: NUR HASANAH, S. Kep A PEMINATAN KEPERAWATAN GADAR KRITIS PROGRAM STUDI PROFESI NERS SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH GOMBONG 2017 i ii iii iv v KATA PENGANTAR Puji syukur penulis hanturkan kehadirat Alloh SWT karena atas limpahan karunia dan Rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Akhir dengan judul : Analisis Asuhan Keperawatan Pada Pasien Congestive Heart Failure (Chf) dengan Masalah Penurunan Curah Jantung Di Ruang ICCU RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Karya Tulis Akhir ini disusun sebagai dasar untuk memenuhi syarat memperoleh gelar profesi di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Gombong. Selama proses penulisan karya tulis akhir ini, penulis banyak mendapat bimbingan, dorongan, serta bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu pada kesempatan ini perkenankanlah penulis dengan segala kerendahan hati dan penuh rasa syukur menyampaikan terima kasih yang setulusnya kepada : 1. Herniyatun, M. Kep. Sp. Mat selaku Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Gombong. 2. Isma Yuniar, M. Kep. Ns selaku Ketua Program Studi Profesi Ners Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Gombong sekaligus pembimbing akademik yang telah memberikan bimbingan, saran, dan masukan dalam pembuatan karya tulis akhir ini. 3. Dr. Haryadi Junaidi, Sp. B selaku Direktur Rumah Sakit Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto yang telah memberikan ijin serta memfasilitasi penulis dalam melaksanakan pengelolaan pasien. 4. Rusmanto, S. Kep. Ns selaku penguji klinik yang telah memberikan saran dan masukan kepada penulis dalam penyelesaian karya tulis ini. 5. Seluruh dosen dan staff karyawan Program Studi Keperawatan STIKes Muhammadiyah Gombong yang telah membantu dalam penyusunan karya tulis ini. 6. Orang tua dan keluarga yang telah memberikan dukungan baik secara moril ataupun materil dalam penyusunan karya tulis ini. vi 7. Teman-teman seperjuangan mahasiswa Program Studi Profesi Ners Keperawatan tahun akademik yang selalu memberikan semangat. 8. Pasien dan keluarga pasien yang telah bersedia bekerja sama sehingga karya ilmiah akhir ners ini terbentuk. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan Karya Tulis Akhir ini, oleh karena itu peneliti berterimakasih atas segala saran dan masukan yang diberikan demi perbaikan karya tulis ini. Gombong, 15 Agustus 2017 Penulis, vii viii Program Studi Profesi Ners Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Gombong KTAN, Agustus 2017 Nur Hasanah 1), Isma Yuniar 2), Rusmanto 3) Xv + 65 halaman + 4 tabel + 2 gambar +3 lampiran ABSTRAK ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) DENGAN MASALAH KELEBIHAN VOLUME CAIRAN DI RUANG ICCU RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO Latar belakang : Fugsi utama jantung adalah mendorong darah agar dapat mengalir dengan lancar didalam pembuluh pada sistem sirkulasi keseluruh tubuh. Congestive heart failure (CHF) adalah suatu kondisi dimana jantung mengalami kegagalan dalam memompa darah guna mencukupi kebutuhan sel-sel tubuh akan nutrient dan oksigen secara adekuat. Penurunan curah jantung di tegakkan sebagai prioritas diagnosa pertama karena penurunan curah jantung akan menggangu sistem vaskularisasi darah, menyebabkan sel dan jaringan mengalami kekurangan suplai oksigen maupun nutrient, menyebabkan perubahan membrane kapileralveolar, edema, peningkatan tekanan vena. Tujuan : Untuk menganalisis Asuhan Keperawatan pasien CHF dengan masalah Penurunan Curah Jantung. Hasil asuhan keperawatan : Hasil pengkajian data yang ditemukan bahwa kelima kasus kelolaan penulis memiliki batasan karakteristik yang sama. Hasil analisa data didapatkan masalah keperawatan Penurunan Curah Jantung berhubungan dengan perubahan preload. Intervensi yang dilakukan yaitu monitor tanda-tanda vital, observasi keadaan umum, monitor status pernafasan, monitor balance cairan, monitor adanya edema, tinggikan posisi kaki 30 derajat, monitor toleransi aktifitas,evaluasi adanya nyeri dada, atur periode latihan dan istirahat, kolaborasi pemberian terapi farmakologi. Hasil inovasi bahwa pemberian posisi kaki 30 derajat diatas tempat tidur terbukti efektif terhadap pengurangan edema kaki pada masalah keperawatan penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan preload. Kata Kunci : Congestive heart failure (CHF), Penurunan Curah jantung, Peninggian Posisi kaki 30 derajat. 1) Mahasiswa Profesi Ners STIKES Muhammadiyah Gombong 2) Dosen Pembimbing I Program Studi Profesi Ners STIKES Muhammadiyah Gombong 3) Dosen pembimbing II Lahan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto ix Profession Ners Program Muhammadiyah Health Science Institute of Gombong KTAN, August 2017 Nur Hasanah 1), Isma Yuniar 2), Rusmanto 3) xv + 65 pages + 4 tables + 2 picture+ 3 appendices ABSTRACT ANALYSIS OF THE NURSING CARE OF THE CONGESTIVE HEART FAILURE'S PATIENT WITH THE DECREASING OF CARDIAC OUTPUT PROBLEM IN ICCU RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO Background : the main function of heart is to pump blood in order that can flowing swiftly in the aretry of the circulation system to whole of body. Congestive heart failure is the condition that the heart is being failure in the blood pumping to give the cells body necessary about the nutrient and oxygen adequately. The cardiac output decreasing is upheld as the priority of the first diagnosa because the cardiac output decreasing of heart is being less of oxygen and nutrient supply, it causes the capillary alveolar membrane, edema, and increasing veins tension. General purpose : to analyze nursing care patient of CHF with the decreasing of cardiac output problem. Result nursing care : the result of data analysis is got the nursing problem.the cardiac output decreasing is related with the preload changing. The intervention that has done is monitoring vital marks, observe the general condition, monitor the breathing condition, monitor liquid balance, monitor about edema situation, elevate the leg 30 degree above the bed is proved being an effective to decrease leg edema to nursing problem about cardiac output decreasing with the preload changing. Keyword : Congestive Heart Failure (CHF), The Cardiac Output Decreasing, Elevate the leg 30 degree. 1) Student of Muhammadiyah Health Science Institute of Gombong 2) Research Consultant 1 Muhammadiyah Health Science Institute of Gombong 3) Clinical Consultant 2 RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto x DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN BEBAS PLAGIARISME... ii HALAMAN PERNYATAAN... iii HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING... iv HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING... v KATA PENGANTAR... vi HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI... viii ABSTRAK... ix ABSTRAC... x DAFTAR ISI... xi DAFTAR LAMPIRAN... xiii DAFTAR TABEL... xiv DAFTAR GAMBAR... xv BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang... 1 B. Tujuan Penelitian... 4 D. Manfaat Penelitian... 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep dasar penyakit Pengertian Klasifikasi Tanda dan gejala... 9 xi 4. Penyebab Patofisiologi Pemeriksaan penunjang Penatalaksanaan B. Konsep dasar Masalah Keperawatan Pengertian Tanda dan Gejala Etiologi Patofisiologi C. Asuhan Keperawatan berdasarkan teori Fokus Pengkajian Diagnosa Keperawatan Intervensi BAB III LAPORAN MANAJEMEN KASUS KELOLAAN A. Profil Lahan Praktik Visi, Misi dan Motto Rumah Sakit Gambaran ruangan tempat praktek Jumlah Kasus di Ruangan B. Ringkasan proses Asuhan Keperawatan BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Karakteristik Klien/Pasien B. Analisis Masalah Keperawatan C. Analisis salah satu intervensi D. Inovasi tindakan keperawatan untuk pemecah kasus BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA xii DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lembar konsul Jurnal Asuhan Keperawatan xiii DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Fokus intervensi keperawatan CHF Tabel 3.1 Distribusi frekuensi 5 besar penyakit bulan Mei Juli 2017 RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Karakteristik 5 Pasien di Ruang ICCU RSUD Prof. DR. Margono Soekarjo Purwokerto 2017 Tabel 4.2 Distribusi frekuensi hasil monitor edema pada pasien 5 kasus kelolaan dengan inovasi peninggian posisi kaki 30 derajat diatas tempat tidur. xiv DAFTAR GAMBAR Gambar 3.1 Gambar 3.2 Struktur Organisasi Pelayanan Keperawatan Ruang ICCU RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Denah Ruang ICCU RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. xv xvi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit kardiovaskuler merupakan salah satu jenis penyakit yang saat ini banyak di teliti dan di hubungkan dengan gaya hidup seseorang. Penyakit ini merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia (WHO, 2013). Berdasarkan data American Heart Association (AHA) (2012), pasien yang mengalami hospitalisasi akibat CHF di seluruh dunia sebanyak pasien. Menurut data WHO 2013, 17,3 juta orang meninggal akibat gangguan kardiovaskular pada tahun 2008 dan lebih dari 23 juta orang akan meninggal setiap tahun dengan gangguan kadiovaskular. Indonesia menempati urutan nomor empat Negara dengan jumah kematian terbanyak akibat penyakit kardiovaskuler (WHO, 2013). Berdasarkan data Riskesdas tahun 2013, Prevalensi gagal jantung di Indonesia sebesar 0,13 persen. Prevalensi gagal jantung tertinggi DI Yogyakarta 0,25%. Prevalensi penyakit gagal jantung meningkat seiring dengan bertambahnya umur, tertinggi pada umur tahun (0,5%). Untuk prevalensi lebih tinggi pada perempuan (0,2%) dibanding laki-laki (0,1%), Prevalensi lebih tinggi pada masyarakat dengan pendidikan rendah. Prevalensi di perkotaan dan dengan kuintil indeks kepemilikan tinggi (Riskesdas, 2013). Prevalensi gagal jantung Jawa tengah menduduki peringat ketiga (0,18 %) setelah DI Yogyakarta (0,25%), disusul Jawa Timur (0,19%) (Riskesdas, 2013). Angka kejadian Congestive Heart Failure (CHF) dalam tiga bulan terakhir diruang ICCU RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto menjadi urutan ke tiga yaitu sebanyak 7 kasus dengan prosentase 15.3%. 1 2 Congestive Heart Failure (CHF) adalah ketiadakmampuan jantung untuk mempertahankan curah jantung yang adekuat guna memenuhi kebutuhan metabolic dan kebutuhan oksigen pada jaringan meskipun aliran balik vena adekuat (Stillwell, 2011). Sedangkan menurut Udjianti (2012) Congestive heart failure (CHF) adalah suatu kondisi dimana jantung mengalami kegagalan dalam memompa darah guna mencukupi kebutuhan sel-sel tubuh akan nutrient dan oksigen secara adekuat. Sebagai akibatnya, ginjal sering merespon dengan menahan air dan garam. Hal ini akan mengakibatkan bendungan cairan dalam beberapa organ tubuh seperti tangan, kaki, paru, atau organ lainnya sehingga tubuh klien menjadi bengkak (congestive). Penurunan curah jantung adalah ketidakadekuatan darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh (Herdman, 2015). ). Penurunan curah jantung di tegakkan sebagai prioritas diagnosa pertama karena penurunan curah jantung akan menggangu sistem vaskularisasi darah, menyebabkan sel dan jaringan mengalami kekurangan suplai oksigen maupun nutrient, menyebabkan perubahan membrane kapileralveolar, edema, peningkatan tekanan vena (Prihantono, 2013). Penurunan curah jantung mengakibatkan kompensasi jantung gagal mempertahankan perfusi jaringan yang berdampak pada penurunan kemampuan otot jantung dalam pemenuhan kebutuhan tubuh dan jaringan, terjadi peningkatan pada sirkulasi paru menyebabkan cairan didorong kealveoli dan jaringan interstisium menyebabkan dispnea, ortopnea dan batuk yang akan mengakibatkan gangguan pola nafas, penurunan curah jantung juga menghambat jaringan dari sirkulasi normal dan oksigen serta menurunnya pembuangan sisa hati dan metabolisme yang tidak adekuat dari jaringan dapat menyebabkan lelah juga akibat dari meningkatnya energi yang digunakan untuk bernapas dan insomnia yang terjadi akibat distress pernapasan dan batuk, akibatnya klien akan mengalami intoleransi aktivitas (Brunner & Sudadart, 2012). Untuk masalah diagnosa yang muncul pada pasien dengan congestive heart 3 failure (CHF) antara lain masalah penurunan curah jantung teratasi dengan melakukan pembatasan natrium untuk mengurangi edema dan pemberian terapi farmakologi ISDN, masalah kelebihan volume cairan teratasi dengan memberikan terapi diuretik dan memonitoring Tekanan Darah dan untuk masalah intoleransi aktivitas teratasi dengan memberikan istirahat untuk mengurangi beban jantung, dan alih baring (Dewi, 2012). Fugsi utama jantung adalah mendorong darah agar dapat mengalir dengan lancar didalam pembuluh pada sistem sirkulasi keseluruh tubuh. Darah membawa bahan kebutuhan pokok jaringan berupa oksigen dan nutrisi serta bahan buangan yang berasal dari sisa metabolisme sel dari jaringan. Dengan berkontraksinya otot jantung, darah dapat mengalir keseluruh pembuluh darah yang terdapat didalam tubuh. Bila jantung tidak lagi berkontraksi maka aliran darah akan terhenti dan sisa metabolisme akan menumpuk menjadi toksik. Jika kemampuan pompa otot jantung terus berkurang, aliran darah keginjal akan berkurang sedemikian rendah dan keadaan ini menjadi menetap. Akibatnya retensi cairan menjadi sangat banyak dan volume darah sangat meningkat sehingga tekanan fitrasi kapiler menjadi sangat tinggi yang akhirnya menimbulkan edema hebat diseluuh tubuh (Herman, 2010). Menurut Siregar (2010) dalam Cherynasari (2014), Edema merupakan pengumpulan cairan dijaringan bawah kulit atau organ tubuh. Edema merupakan terkumpulnya cairan didalam jaringan intersisial lebih dari jumlah yang biasa atau di dalam rongga tubuh mengakibatkan gangguan sirkulasi pertukaran cairan dan elektrolit antara plasma dan jaringan interstisial. Jika edema mengumpul didalam rongga maka dinamakan efusi. Penimbunan cairan didalam rongga peritoneal dinamakan asites. Edema pada tungkai kaki terjadi karena kegagalan jantung kanan dalam mengosongkan darah dengan adekuat sehingga tidak dapat mengakomodasi semua darah yang secara normal kembali dari sirkulasi vena. Edema ini dimulai pada kaki dan tumit (edema dependen) dan secara 4 bertahap bertambah keatas tungkai dan paha dan akhirnya ke genetalia eksterna dan tubuh bagian bawah. Menurut hasil penelian cherynasari (2014), untuk mengurangi edema pada pasien gagal jantung dilakukan tindakan memonitor balance cairan, peninggian posisi kaki 30 derajat, memotivasi untuk membatasi cairan dan kolaborasi pemberian diuretik dan setelah dievaluasi terjadi penurunan derajat edema. Dari hasil studi pendahuluan di ruang ICCU RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto penanganan pasien CHF yang mengalami penurunan curah jantung telah dilakukan tindakan farmakologi seperti kolaborasi pemberian terapi obat jantung, diuretik, dan lain-lain. Untuk tindakan non farmakologi telah dilakukan seperti motivasi pembatasan natrium, monitor tanda-tanda vital, monitor balance cairan namun belum dilakukan secara maksimal. Berdasarkan hasil analisa diatas maka penulis tertarik melakukan penelitian tentang analisis asuhan keperawan pada pasien CHF dengan masalah Penurunan Curah Jantung di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. B. Tujuan 1. Tujuan Umum Menganalisis asuhan keperawatan pasien CHF dengan masalah Penurunan Curah Jantung. 2. Tujuan Khusus a. Memaparkan hasil pengkajian pada pasien CHF dengan masalah Penurunan Curah Jantung. b. Memaparkan hasil analisa data pada pasien CHF dengan masalah Penurunan Curah Jantung. c. Memaparkan hasil intervensi pada pasien CHF dengan masalah Penurunan Curah Jantung. 5 d. Memaparkan hasil implementasi pada pasien CHF dengan masalah Penurunan Curah Jantung. e. Memaparkan hasil evaluasi pada pasien CHF dengan masalah Penurunan Curah Jantung. f. Memaparkan hasil analisis inovasi keperawatan pada pasien CHF dengan masalah keperawatan Penurunan Curah Jantung. C. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Keilmuan a. Asuhan keperawatan akan memberikan wawasan yang luas mengenai masalah keperawatan Penurunan Curah Jantung pada klien dengan Congestive Heart Failure (CHF). b. Asuhan keperawatan sebagai bahan masukan dalam kegiatan belajar mengajar khususnya untuk menganalisis intervensi yang telah diberikan pada masalah Penurunan Curah Jantung, dalam hal ini adalah pemberian posisi 30 derajat pada kaki terhadap pasien Congestive Heart Failure (CHF) yang mengalami edema. 2. Manfaat aplikatif a. Maafaat untuk Tenaga Kesehatan Asuhan keperawatan sebagai bahan masukan dan evaluasi yang diperlukan dalam pelaksanaan pelayanan keperawatan khususnya pada pasien Congestive Heart Failure (CHF) dengan Penurunan Curah Jantung. b. Manfaat untuk Mahasiswa Untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang asuhan keperawatan pada pasien Congestive Heart Failure (CHF) dengan Penurunan Curah Jantung. 3. Manfaat metodologis Hasil penulisan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan informasi khususnya di bidang keperawatan terkait keefektifitasan tindakan keperawatan dalam pemecahan masalah Penurunan Curah Jantung pada pasien Congestive Heart Failure (CHF). DAFTAR PUSTAKA American Heart Association. (2012). Herart Disease And Stroke Statistic. Diakses pada tanggal 2 Juni Brunner & Suddart. (2012). Keperawatan Medikal Bedah Volume 2. Jakarta : EGC. Bulechek, G Nursing Intervention Classification (NIC). Singapura. MC Mocomedia. Cheng, T. Y. L & Boey, K. W. (2012). The Effectiveness of cardiac Rehabilitation program on self efficacy and Exercise tolerance. Diakses pada tanggal 29 Juni Cherynasari, M. (2014). Pemberian Peninggian Posisi Kaki 30 Derajat Terhadap Penurunan Derajat Edema Pada Asuhan Keperawatan Ny. S Dengan Congestive Heart Failure (CHF) di Ruang Melati RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Surakarta. STIKES Kusuma Husada Surakarta. Deswani. (2009). Asuhan Keperawatan dan Berfikir Kritis. Jakarta : Salemba Media. Dewi, I. N. (2012). Asuhan Keperawatan Pada Ny. S Dengan Congestive Heart Failure (CHF) di Ruang Intensive Coronary Care Unit Dirumah Sakit Umum Daerah Dr. Soehadiprijonegoro Sragen. Surakarta. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Herdman, T. H Diagnosa Keperawatan. Definisi dan Klasifikasi. Jakarta: EGC. Herman., Rahmatian, B. (2010). Buku Ajar Fisiologis Jantung. Jakarta : EGC. Kaplan, H. I. (2010). Synopsis Of Psychiatry (10 Ed) Philadelphia : Lippincont Williams & Wilkns. Kowalak. (2012). Buku Ajar Patofisiologi. Jakarta : EGC Mansjoer, A. (2007). Kapita Selekta Kedokteran Jilid II. Jakarta. Media Acsculapius. Maulidta, K. W. (2015). Gambaran Karakteristik Pasien CHF Di Instalasi Rawat Jalan RSUD Tugurejo Semarang. Semarang. Akademi Keperawatan Widya Husna Semarang. Moorhead, S Nursing Outcomes Classification (NOC). Singapura : MC Mocomedia. Muttaqin, Arif. (2009). Asuhan Keperawatan Klien Dengan Gangguan Sistem Kardiovaskuler. Jakarta : Salemba Medika. Prihantono, W. E. (2013). Asuhan Keperawatan Pada Ny. G Dengan Gangguan Sistem Kardiovaskuler : Congestive Heart Failure (Gagal Jantung Kongestif) Dibangsal Anggrek Bougenville RSUD Pandanarang Boyolali. Surakarta. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). (2013). Pedoman Pewawancara Petugas Pengumpul Data. Jakarta : Badan Litbangkes, Depkes RI Siregar, R.E. (2012). Pengaruh Peninggian Posisi Kaki Ditinggikan 30 Derajat Diatas Tempat Tidur Terhadap Penurangan Edema Kaki Pada Pasien Jantung Kongestif Di RSUP HAM. Diakses Pada Tanggal 4 April Smeltzer, S.C., Suzanne. (2013). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Edisi 8 Vol. 2. Jakarta : EGC. Stillwel. (2011). Pedoman Keperawatan Kritis Edisi 3. Jakarta : EGC. Udjianti Wajan J. (2012). Asuhan Keperawatan Sistem Kardiovaskular. Salemba Medika. LAMPIRAN
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks