KAK DFTERI - CAMPAK - NEW.docx

Please download to get full document.

View again

of 5
56 views
DOCX
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
PEMERINTAH KABUPATENGRESIK DINAS KESEHATAN UPT PUSKESMAS SUKOMULYO Jl. Kalimantan No. 104 GKB Telp. 031-3954818 Gresik KERANGKA ACUAN KEGIATAN (TERM OF REFERENCE) SURVEILANS CAMPAK A. PENDAHULUAN Penyakit campak dikenal sebagai Morbili atau Measles, merupakan penyakit yang sangat menular yang dis
Document Share
Document Transcript
  S PEMERINTAH KABUPATENGRESIK DINAS KESEHATAN UPT PUSKESMAS SUKOMULYO Jl. Kalimantan No. 104 GKB Telp. 031-3954818 Gresik KERANGKA ACUAN KEGIATAN (TERM OF REFERENCE) SURVEILANS CAMPAK A.   PENDAHULUAN Penyakit campak dikenal sebagai Morbili atau Measles, merupakan  penyakit yang sangat menular yang disebabkan oleh virus, 90% anak yang tidak kebal akan terserang penyakit campak. Manusia diperkirakan satu-satunya. Reservoir, walaupun monyet dapat terinfeksi tapi tidak berperan dalam penyebaran. Berdasarkan Data Epidemiologi di indonesia di dapatkan adanya akumulasi anakbalita yang tidak mendapatkan imunisasi dan anak -anakyang tidak mendapatkan kekebalan setelah pemberian vaksin campaksehingga sangat potensial menjadi KLB pada kelompok ini. B.   LATAR BELAKANG World Health Assembly (WHA) pada bulan Mei 2010 menyepakati targetpencapaian pengendalian Pennyakit campak pada thn 2015: 1.   Cakupan imunisasi dosis pertama > 90 % secara nasionaldan minimal 80 % di seluruh kabupaten 2.   Menurunkan angkah insiden campak menjadi <5/1000.000/thn dan mempertahankanya Menurunkan angka kematian campak minimal 95% dari perkiraan angka kematian thn 2000.  S C.   TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS Tujuan Umum 1.   Mengidentifiksi daerah maupun populasi resiko tinggi kemungkinan akan terjadinya transmisi Campak 2.   Memantau kemajuan program pemberantasan campak Tujuan khusus a.   Terlaksananya pengumpulan data campak utk mengetahui gambaan epidemilogi yg meliputi waktu, tempat kejajidian, umur dan status imunisasi.  b.   Terlaksananya penyelidikan Epidemilogi setiap KLB campak dan konfirmasi laboratorium. c.   Terlaksananya analisis data campak dan factor resiko. d.   Terdiseminasinya hasil analisis / informasi kepada unit terkait e.   Terwujudnya pengambilan keputusan dg menggunakan dta surveilans. f.   Tersedianya gambaran Epidemiologi Campak Setelah Kampanye Campak g.   Tersedianya Case Bassed Servelens Secara Bertahap h.   Terwujudnya pengambilan Keputusan denganmenggunakan data Survelens D.   KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN Dilakukan penguatan survelains campak yg lebih sensitive, dg melaksanakan surveilans campak berbasis individu dan melakukan konfirmasi laboratorium secara bertahap.dengan melakukan upaya peningkatan cakupan imunisasi campak rutin dan di tunjang dengakeberhasilan pelaksanaan kampanye campak yang lebih sensitif dengan melaksanakan survelens Campak berbasis Individu dan melakukan konfirmasi Labulatorium secara bertahap. STRATEGI Dengan Upaya peningkatan cakupan imunisasi Campakdan ditunjang dengan keberhasilanpelaksanaan kampanye Campk yang lebih sensitif , dengan melaksanakan Survelens Campak berbasis Individu ( Case BasidSurvelens ) dan melakukan komfirmasi Labolatorium ( serologi ) secara bertahap. MelaksanakanCase Based Measles Surveilans ( CBMS) dg menggunakan format C1. 1.   Pemeriksaan laboratorium lgM utk kasus klinik secara bertahap 2.   Pemeriksaan urinutk penentuan type virus minimal 1 kasus pertahun  S 3.   Pelaksanaan Surveilans di tingkat DinasKesehatan 4.   Semua tersangka KLB campak hrs dilakukan penyelidikan lebih lengkap 5.   Pelaksanaan surveilans campakdiintegrasikandg surveilans AFP E.   CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN Pelaksanaan Di Tingkat Puskesmas 1.   Pengumpulan data Sumber data surveilans rutin di puskesmas: puskesmas, perawat, pelayanan kesehatan yang lain.masyarakat/ posyandu maupun petugas desa 2.   Pencatatan dan pelaporan Petugas memastikan bahwa setiap kasus campak yg ditemukan dicacat di form C1 dan dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten setiap bulan. Setiap minggu laporan W2 . 3.   Setiap kasus campak diberi nomor epid 4.   Pengambilan specimen 5.   Puskesmas dan praktek swasta 6.   Umpan balik SASARAN Anak usia 9  –   11 bln dan anak usia 2  –   3 thn F.   PENCATATAN PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN Setiap  bulan Mengetahui, Kepala UPT Puskesmas Harapan Baru dr. Siti Mardiah Thahir  NIP. 197701292005012005 Samarinda, 29 Januari 2018 Rinda Wahyu, SKM  S PEMERINTAH KABUPATENGRESIK DINAS KESEHATAN UPT PUSKESMAS SUKOMULYO Jl. Kalimantan No. 104 GKB Telp. 031-3954818 Gresik KERANGKA ACUAN KEGIATAN (TERM OF REFERENCE) PROGRAM SURVEILANS DEPHTERI A.   PENDAHULUAN Dephteri merupakan penyakit menular acut pada tonsil, faring dan hidungbisa juga  pada selaput mucosaserta kulit yang disebabkan olehcorinebacterium, ini dapat dicegah dengan program imunisasibanyak terjadi pada anak-nak yang status imunisasinya belum lengkap, Difteri adalah penyakit menular akut B.   LATAR BELAKANG Dephteri masih menjadi masalah kesehatan yang cukup serius di Indonesia khususnya di Jawa Timur Dephteri merupakan penyakit menular acut pada tonsil, faring dan hidungbisa juga pada selaput mucosaserta kulit yang disebabkan olehcorinebacterium, ini dapat dicegah dengan program imunisasI banyak terjadi  pada anak-nak yang status imunisasinya belum lengkap. Penyebaran kasus dephteri cenderung meluas dari tahun ke tahun di Jawa Timur. C.   TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS Tujuan Umum Menurunkan angka kematian dan kesakitan akibat penyakit dephteri Tujuan khusus 1.   Mengetahui cara pencegahan dan penanggulangan KLB dephteri 2.   Menghentikan penyebaran KLB D.   STRATEGI 1.   Semua kasus dephteri harus dilakukan penyelidikanepidemiologi   2.   Memperkuat system surveilans epidemiologi dephteri 3.   Penemuan dan penatalaksanaankasus dephteri secara dini 4.   Semua kasus dephteri dirujuk ke RS 5.   Menghentikan transmisi dephteri dengan cara pemberian prophilaksi 6.   terhadap kontak dan pemberian imunisasi (ORI) pd yg berisiko 7.   Klasifikasi pada penderita Dephteri sesuai dengan tingkat keparahan 8.   Manajemen kasus Dephteri di RS dengan ketat 9.   Fasilitasi keperawatan kasus Dephteri termasuk ruang isolasi 10.   Mengambil dan memeriksa spicemen usap tenggorok dan hidung
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x