KAJIAN WANITA BERWIRAUSAHA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA

Please download to get full document.

View again

of 8
57 views
PDF
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
Yuyuk Liana: Kajian Wanita Berwirausaha Sebagai Upaya Meningkatkan Pendapatan...83 KAJIAN WANITA BERWIRAUSAHA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA Yuyuk Liana Dosen STIE Malangkucecwara Malang
Document Share
Document Transcript
Yuyuk Liana: Kajian Wanita Berwirausaha Sebagai Upaya Meningkatkan Pendapatan...83 KAJIAN WANITA BERWIRAUSAHA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA Yuyuk Liana Dosen STIE Malangkucecwara Malang Abstract Crisis situation in our country have an impact on people's lives and it is felt by all segments of society. This condition encourages women to empower themselves so as to assist in the economic level of the family. Women should be smart to see the opportunities that exist and take advantage of its potential ability to become well. Efforts to empower women in entrepreneurship not only from the government but also from individuals who have the wish and desire to continue to progress and welfare of the family. The purposes of the study are (1) To determine the factors of success of women in entrepreneurship (2) To know the motivation of women in entrepreneurship. The population in this study are moms with businesses in the Kelurahan Sisir Kota Batu which amount 45 people. Keywords: entrepreneurship, empowerment of women Abstrak Situasi krisis di negara kita berdampak pada kehidupan masyarakat dan dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. Kondisi ini mendorong perempuan untuk memberdayakan diri sehingga dapat membantu dalam tingkat ekonomi keluarga. Wanita harus pintar melihat peluang yang ada dan mengambil keuntungan dari kemampuan potensi untuk menjadi baik. Upaya untuk memberdayakan perempuan dalam berwirausaha tidak hanya dari pemerintah tetapi juga dari individu-individu yang memiliki keinginan dan keinginan untuk terus maju dan kesejahteraan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui faktor-faktor keberhasilan perempuan dalam kewirausahaan (2) Untuk mengetahui motivasi perempuan dalam berwirausaha. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu dengan bisnis di Kelurahan Sisir Kota yang jumlahnya 45 orang Batu. Kata Kunci: wirausaha, pemberdayaan wanita PENDAHULUAN Pemberdayaan wanita dapat mengarahkan untuk dapat mandiri serta melakukan kegiatan yang bersifat positif yaitu dapat membantu dalam kehidupan keluarga kesejahteraan keluarga. Keterlibatan wanita dalam berwirausaha dapat membantu suami untuk menambah pendapatan keluarga, sehingga kebutuhan-kebutuhan lainnya dapat terpenuhi dan kehidupan keluarga akan semakin meningkat. Untuk itu dibutuhkan peningkatan skill wanita dalam menjalankan wirausaha agar potensi yang dimiliki muncul sehingga dalam menjalankan usaha dapat menghadapi segala tantangan dan rintangan serta mampu mengembangkan usahanya dengan baik. Upaya-upaya memberdayakan wanita dalam berwirausaha tidak hanya dari pihak pemerintah saja namun juga dari individu yang mempunyai kemauan dan keinginan untuk terus maju dan mensejahterakan keluarga. Untuk itu peran dari lembaga-lembaga swadaya masyarakat dan organisasi-organisasi sosial kemasyarakatan dalam hal ini sangat diandalkan (Daulay). Kerjasama yang baik antara pihak Pemerintah dan Masyarakat sangat dibutuhkan sekali dalam memberdayakan wanita sehingga akan membantu permasalahan yang dihadapi dan tingkat kesejahteraan keluarga akan meningkat. Wanita merupakan suatu potensi, dimana saat ini dalam persaingan global yang semakin menguat dan ketat, maka program pemberdayaan wanita menjadi sangat penting dalam menjawab berbagai tantangan sekaligus memanfaatkan peluang di masa akan datang (Ekaningdyah, 2005). Dengan yang dimiliki tersebut maka wanita mempunyai kesempatan untuk berkembang dengan berwirausaha sehingga turut serta membantu tingkat perekonomian di Negara kita dalam bidang ekonomi yang merupakan salah satu indikator untuk dapat dapat membantu peningkatan pendapatan keluarga sehingga tingkat kesejahteraan keluarga dapat meningkat pula. Sesuai dengan rekomendasi untuk pencapaian pembangunan yaitu meningkatkan peran wanita dalam pembangunan. Program pembangunan akan 84 Jurnal JIBEKA Volume 10 Nomor 1 Agustus 2016: berhasil dengan meningkatkan posisi wanita dalam masyarakat sesuai dengan salah satu indikator pencapaian pada tahun 2015 mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan wanita dan menjamin kelestarian fungsi lingkungan hidup (Rahayuningsih dan Murdiyanto, 2015). Namun dalam pelaksanaan dalam berwirausaha banyak hal yang harus dihadapi oleh wanita dalam menjalankan usaha, tidak hanya masalah modal tetapi juga network atau jaringan, pemasaran, dan lain-lain. Untuk itu kemampuan mengembangkan potensi diri dengan menambah pengetahuan melalui seminar, pelatiha-pelatihan, magang di tempat usaha yang lebih sukses sehingga dari hal tersebut mempunyai bekal yang cukup dalam mengembangkan usahanya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Untuk mengetahui faktor-faktor kesuksesan wanita dalam berwirausaha (2) Untuk mengetahui motivasi wanita dalam berwirausaha TINJAUAN PUSTAKA Pemberdayaan Wanita Keterlibatan wanita dalam berwirausaha yaitu untuk membantu suami sehingga pendapatan keluarga akan meningkat dan diharapkan kesejahteraan keluarga pun dapat tercapai. Untuk itu wanita harus mempunyai kemampuan dan kemauan yang keras dalam menjalankan usahanya supaya dapat mencapai kesuksesan. Pernyataan dari Rahayuningsih dan Murdiyanto (2005) bahwa peningkatan partisipasi wanita dalam kegiatan ekonomi karena adanya perubahan pandangan dan sikap masyarakat tentang sama pentingnya pendidikan kaum wanita dan pria, makin disadarinya perlunya kaum wanita ikut berpartisipasi dalam pembangunan, adanya kemauan wanita untuk mandiri dalam bidang ekonomi yaitu berusaha membiayai kebutuhan hidupnya dari orang-orang yang menjadi tanggungannya dengan penghasilan sendiri. Kemandirian wanita juga harus ditunjang dengan peningkatan kemampuan wanita dalam berwirausaha. Adapun unsur-unsur pemberdayaan ekonomi perempuan menurut pernyataan dari Kabeer (2001 dalam Mayoux (2005) dalam Supeni dan Sari (2011) adalah sebagai berikut: (1) Welfare (Kesejahteraan) (2) Consientisation (konsistensi) dan (3) Pemahaman atas perbedaan peran jenis kelamin dan peran gender (4) Participation (Partisipasi) (5) Equality Of control (Kesetaraan dalam Kekuasaan) Pemberdayaan wanita memang perlu diperhatikan oleh semua pihak agar apa yang diharapkan berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan keluarga dapat tercapai. Menurut Ratnawati (2011) bahwa pemberdayaan bukan hanya meliputi penguatan individu anggota masyarakat, tetapi juga pranata-pranatanya. Menanamkan nilai-nilai modern yang merupakan bagian pokok dari upaya pemberdayaan seperti: (1) Kerja keras (hard working) (2) Kemandirian (self reliance) (3) Hemat (efficiency)(4) Keterbukaan (open mind) dan (5) Sikap tanggung jawab (responsible) Wirausaha Wirausaha Wanita Wirausaha merupakan suatu usaha untuk meningkatkan kemampuan dan menjalankan usaha dengan kemampuan dalam menghadapi rintangan dan halangan sehingga tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Untuk itu sikap seorang wirausaha adalah adanya kemauan, disiplin dan sikap jujur dalam menjalankan usaha. Peran wanita dalam pembangunan ekonomi sangat besar karena dapat menambah pendapatan keluarga. Pernyataan dari Rahayuningsih dan Murdiyanto (2015) wanita mempunyai potensi dalam memberikan kontribusi pendapatan rumah tangga khususnya rumah tangga miskin. Dalam rumah tangga miskin anggota rumah tangga wanita terjun ke pasar kerja untuk menambah pendapatan rumah tangga yang dirasakan tidak cukup. Hal ini menujukkan keterlibatan wanita dalam dunia kerja sangatlah tinggi untuk membantu menopang pendapatan suami sehingga semua kebutuhan keluarga dapat tercukupi. Wirausaha wanita merupakan salah satu alternative pilihan bagi wanita untuk menujukkan kemampuan dalam mengelola bisnis yang dijalankan. Hal ini senada dengan pernyataan dari Zimmerer dan Acarborought (2002) dalam Armiati (2013) bahwa semakin banyak wanita yang menyadari bahwa menjadi wirausahawan adalah cara terbaik untuk menembus dominasi pria yang menghambat peningkatan karier waktu ke puncak organisasi melelui bisnis mereka sendiri. Untuk itu perlu kerja keras dan kemauan yang tinggi dalam menjalankan usaha tersebut agar apa yang diharapkan dari usaha tersebut dapat tercapai. Selanjutnya menurut Dwijayanti (2012) bahwa sikap wirausahawan meliputi: (1) Mampu berpikir dan bertindak kreatif (2) (2) Mampu bekerja tekun, teliti dan produktif Yuyuk Liana: Kajian Wanita Berwirausaha Sebagai Upaya Meningkatkan Pendapatan...85 (3) Mampu berkarya berlandaskan etika bisnis yang sehat (4) Mampu berkarya dan semangat dan kemandirian (5) Mampu memecahkan masalah dan mengambil keputusan secara sistematis dan berani mengambil resiko. Hal tersebut menujukkan bahwa sikap dala berwirausaha harus dimiliki oleh wanita agar mempunyai bekal yang kuat dan banyak sehingga mampu menghadapi permasalahan yang terjadi dalam menjalankan usahanya tersebut. Kemampuan dan keinginan yang besar bagi wanita untuk berwirausaha harus mendapat dukungan dari semua pihak. Walapun wanita memiliki beberapa keterbatasan, namun hal tersebut dapat diatasi dengan kerja keras dalam menjalankan usahanyaa. Menurut Alma (2009) ada beberapa faktor yang menjadi penghambat bagi wanita untuk menjadi wirausahawan, antara lain: (1) Faktor kewanitaan (2) Faktor sosial budaya (3) Faktor emosional (4) Faktor adminitrasi dan (5) Faktor pendidikan Faktor-Faktor Kesuksesan Wirausaha Wanita. Kesuksesan wanita dalam berwirausaha banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor, yang salah satunya adalah motivasi dalam diri individu untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki sehingga hal tersebut akan mendorong wanita untuk berwirausaha. Laki-laki ditakdirkan untuk bisa menjalankan apapun dalam bidang apapun, karena pria diberi kelebihan tidak sama dengan wanita. Kesuksesan wanita menurut Saputri dan Himam (2015) di bagi menjadi 2 yaitu kesuksesan intrinsik dan kesuksesan ekstrinsik, adapun penjelasanya adalah sebagai berikut: (1) Kriteria intrinsik adalah sebagai berikut: (a) Kemandirian (b) Dapat mengendalikan masa depan diri sendiri (c) Menjadi bos bagi diri sendiri (d) Berprestasi (2) Kriteria ekstrinsik adalah sebagai berikut: (a) Pengembalian asset (b) Penjualan meningkat (c) Keuntungan meningkat (d) Peningkatan jumlah karyawan (e) Dapat membahagiakan karyawan dan pelanggan (f) Pengembangan bisnis (g) Mensejahterakan keluarga. Kesuksesan wanita berwirausaha tidak hanya dalam pengelolaan modal saja namun semua aspek juga harus diperhatikan untuk dapat melihat potensi bagi pengembangan wirausaha wanita. Hal ini sejalan dengan pernyataan dari Achmad dan Saputro bahwa keberhasilan membangun kewirausahaan wanita secara berkelanjutan akan berpengaruh positif terhadap eksistensi dan aktualisasi diri kaum wanita yang kemudian dapat berpengaruh positif terhadap mode pemberdayaan wanita di masa depan. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Wanita Dalam Mengambil Keputusan Berwirausaha Keputusan untuk berwirausaha bagi wanita adalah hal yang tepat karena mempunyai beberapa keuntungan yaitu masalah pembagian waktu.hal ini akan mempermudah wanita dalam hal waktu yaitu tidak terikat serta bebas dalam menentukan jam sesuai dengan kebutuhan. Tetapi kalau bekerja diluar rumah maka wanita akan terikat dengan waktu sehingga terkadang akan sedikit menyulitkan dalam hal pembagian waktu. Menurut pernyataan dari Juffiasari (2015) menyatakan bahwa pengambilan keputusan selain mengarahkan terhadap pencapaian tujuan, juga setiap pengambilan keputusan melibatkan sejumlah resiko, jika keputusan yang diambil kurang tepat. Untuk itu ada beberapa faktor yang mempengaruhi kewirausahaan menurut Suryana (2001) antara lain: (1) Faktor Internal, yang meliputi: (a) Kebutuhan akan prestasi (b) Internal locus of control (c) Kebutuhan akan kebebasan (d) Nilai-nilai pribadi (e) Pengalaman. (2) Faktor eksternal meliputi: (a) Role model (b) Dukungan keluarga dan teman (c) Pendidikan. Sedangkan menurut menurut pernyataan dari Tjahyono (2008) dalam Putra (2012) bahwa keputusan berwirausaha merupakan perilaku dengan keterlibatan yang akan melibatkan beberapa faktor dianataranya yaitu: (a) Faktor internal seperti kepribadian, persepsi, motivasi dan pembelajaran (b) Faktor eksternal, seperti kelurga, teman, tetangga dan lain sebaginya. Selanjutnya menurut pernyataan dari pristiana, et.al,2009, Khalid,et.al,2012, Raman,et.al.2008, Tambunan, 2012) dalam Juffiasari, (2015) bahwa ada beberapa faktor yang berpengaruh dalam pengambilan keputusan wanita untuk berwirausaha, antara lain: (1) Faktor internal meliputi: (a) Minat disertai dengan kecakapan yang relevan (b) Pemberdayaan diri (c) Motivasi. (2) Faktor Ekternal, meliputi: (a) Dukungan suami/keluarga (b) Sumber modal (c) Lingkungan keluarga/keturunan (d) Lingkungan sosial (e) Kesempatan Motivasi Wanita dalam Berwirausaha Motivasi adalah keinginan baik dari dalam dan dari luar yang mendorong seseorang untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan. Motivasi wanita berwirausaha merupakan dorongan bagi wanita untuk bisa berkembang secara mandiri dalam menjalankan usahnya dengan kemampuan dan 86 Jurnal JIBEKA Volume 10 Nomor 1 Agustus 2016: keahlian yang dimilikinya. Adapun menurut pernyataan dari Zhu dan Chu (2010) dalam Novianti (2012) bahwa motivasi wirausahawan wanita untuk memulai dan menjalankan usaha adalah sebagai berikut: 1. Personal growth factor yang meliputi: a. To prove I can do it b. To e able to use my past experience and training c. For my own satisfaction and growth d. To gain public recognition 2. Family factor yang meliputi: a. To maintain my personal freedom b. To be closer to my family c. To build a business to pass on d. To provide jobs for family members 3. Income job factor yang meliputi: a. To increase my income b. To protect my job security c. To be my own boss Selanjutnya menurut pernyataan dari Jesurajan dan Gnanadhas (2011) dalam Safitri dan Hutammi menyatakan bahwa atribut yang memotivasi wanita dalam berwirausaha adalah sebagai berikut: (a) Mandiri secara ekonomi (b) Tidak puas dengan pekerjaan yang ada (c) Pengangguran (d) Mencari tantangan (e) Keinginan pribadi (f) Kebanggan diri (g) Tradisional / turun temurun (h) Kesempatan kerja (i) Bantuan financial (j) Pengetahuan teknis (k) Dorongan keluarga (l) Penggunaan dana tidak terpakai (m) Fasilitas infrastruktur (n) Pengalaman kewirausahaan (o) Potensi pasar (p) Keingian keluarga (q) Status sosial (r) Latar belakang keluarga Kesejahteraan Keluarga Konsep kesejahteraan keluarga mengacu pada UU No 10 tahun 1992 yang menyebutkan bahwa keluarga sejahtera adalah keluarga yang dibentuk berdasarkan atas perkawinan yang sah, mampu memenuhi kebutuhan spiritual dan material yang layak, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki hubungan yang serasi, selaras, dan seimbang antar anggota dan antar keluarga dengan masyarakat dan lingkungan (BKKBN, 1996). Untuk membentuk suatu keluarga yang sejahtera harus ada kerjasama atau hubungan yang serasi dan seimbang antara ayah, ibu dan anak dalam sebuah keluarga sehingga akan tercapai tujuan hidup yang diinginkan yaitu kesejahteraan keluarga. Selanjutnya menurut pernyataan Soetjipto (1992), bahwa kesejahteraan keluarga adalah terciptanya suatu keadaan yang harmonis dan terpenuhinya kebutuhan jasmani serta sosial bagi anggota keluarga, tanpa mengalami hambatan yang serius di dalam keluarga, dan dalam menghadapi masalahmasalah keluarga akan mudah untuk di atasi secara bersama oleh anggota keluarga, sehingga standar kehidupan keluarga dapat terwujud. Perwujutan manajemen keluarga yang baik dalam kehidupan masyarakat akan mendorong setiap orang dalam rumah tangga berperilaku yang baik, saling kerjasama yang harmonis, saling menghormati dalam komunikasi, saling memberikan kesempatan untuk berpendapat dan semua kebutuhan keluarga dapat terpenuhi. Adanya kerjasama yang harmonis antar keluarga, dengan melakukan komunikasi yang baik antar sesama anggota keluarga karena hal tersebut merupaka kunci keberhasilan dalam keluarga sehingga diharapkan akan tercipta kondisi keluarga yang bahagia dan tentram. Untuk itu diperlukan adanya manajemen keluarga. Manajemen merupakan kemampuan/ketrampilan untuk memperoleh sesuatu hasil melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh orang lain. Adapun unsur-unsur manajemen adalah: (a) Perencanaan (b) Pelaksanaan (c) Pengawasan (d) Evaluasi yang diharapkan dapat mempengaruhi apa yang menjadi tujuan hidup. (Deacon dan firebaught, 1981 dalam Iskandar dkk). Faktor ekonomi masih menjadi indikator utama dalam kehidupan masyarakat yang dipandang sebagai faktor kesejahteraan, namun tidak hanya faktor ekonomi saja ada faktor-faktor lain yang juga menunjang kesejahteraan keluarga yaitu faktor lingkungan, faktor keharmonisan dalam keluarga, dan lain-lain. Menurut pernyataan Samsinas (2010) bahwa kemapaman ekonomi menjadi unsur yang ikut menentukan status sosial seseorang begitu pula keluarga. Hal ini memang sering terjadi dalam kehidupan masyarakat, bahwa mereka memandang tingkat kematangan ekonomi dalam keluarga akan menentukan kesejahteraan dan status mereka dalam masyarakat. Peran seorang wanita dalam suatu keluarga adalah sangat besar, karena wanita dapat melaksanakan tugas semuanya dengan baik, baik sebagai ibu rumah tangga maupun sebagai seorang wirausaha yang dimana hasil dari kerja kerasnya tersebut adalah untuk membantu pendapatan suami dan pada akhirnya untuk tingkat kesejahteraan keluarga. Kemampuan wanita mengelola rumah tangga dan kemampuan untuk meningkatkan diri akan berjalan seiring dengan kemampuan untuk membagi waktu dengan baik. Jadi walaupun bekerja wanita tidak akan melupakan tugas utamanya di rumah, mulai dari mempersipakan makanan, membersihkan rumah dan segala hal yang berkaitan dengan rumah tangga. Semua dilakukan dengan baik sesuai dengan kemampuanya. Pernyataan dalam menyatakan bahwa sebagai perempuan apalagi bagi para perempuan yang baru menikah atau usia perkawinanya masih muda, ada dilema antara mengurus rumah tangga atau tetap bekerja. Disarankan agar perempuan Yuyuk Liana: Kajian Wanita Berwirausaha Sebagai Upaya Meningkatkan Pendapatan...87 tetap bekerja dalam bentuk apapun, bukan hanya sekedar bekerja di kantor tetapi juga mempunyai penghasilan tambahan dengan mandiri agar dapat menambah kesejahteraan keluarganya. Disarankan pula juga agar berhasil mengarahkan anak-anaknya menjadi entrepreneur bukan hanya menjadi karyawan agar dapat berhasil menjadi manusia yang sejahtera. METODE PENELITIAN Variabel Penelitian Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Kesuksesan wanita berwirausaha meliputi: (a) Kemandirian (b) Berprestasi (c) Pengembangan bisnis. (2) Keputusan wanita berwirausaha meliputi: (a) Minat (b) Dukungan suami/keluarga (3) Motivasi wanita berwirausaha meliputi: (a) Keinginan pribadi (b) Mencari tantangan (4) Kesejahteraan Keluarga meliputi: (a) Faktor Ekonomi (b) Faktor lingkungan Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang mengembangkan usaha pada berbagai usaha. Jumlah populasi sebanyak 45 orang untuk Kelurahan Sisir Kota Batu Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner/daftar pertanyaan kepada responden. Yaitu dengan menggunakan daftar pertanyaan yang berstruktur yang diberikan kepada responden dan memperoleh jawaban secara rinci. Selain itu juga digunakan metode interview, yaitu dilakukan dengan wawancara secara langsung dengan pihak ibu-ibu untuk mengetahui kesulitan-kesuitan yang dihadapi dalam mengembangkan usaha sehingga akan memperoleh jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi oleh mereka. Jenis usaha Tabel 2. Jenis Usaha Keterangan Frek Persentase Jasa Dagang Produksi Total Berdasarkan tabel diatas menujukkan bahwa jenis usaha yang jalankan oleh wanita usaha dagang yaitu sebanyak 20 orang atau 47.6%. Hal ini menujukkan bahwa usaha dagang merupakan usaha yang paling banyak dipilih oleh wanita dalam berwirausaha misalnya membuka toko untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar, dll. Hal ini disebabkan karena usaha ini sangat mudah dijalankan oleh wanita dengan memperoleh beberpa keuntungan apabila menjalankan usaha di rumah sendiri antara lain: waktunya lebih fleksibel sehingga dapat
Similar documents
View more...
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks